Anda di halaman 1dari 17

Domperidone .: Kemasan & No Reg :.

Domperidone 10 mg tablet (1 box berisi 3 strip @ 10 tablet), No. Reg. GKL0508512210A1. Domperidone 5 mg / 5 mL syrup, dalam botol 60 mL, No. Reg. GKL0608512937A1.

.: Farmakologi :. Domperidone merupakan antagonis dopamin yang mempunyai kerja anti emetik. Efek antiemetik dapat disebabkan oleh kombinasi efek periferal (gastroprokinetik) dengan antagonis terhadap reseptor dopamin di kemoreseptor trigger zone yang terletak diluar saluran darah otak di area postrema. Pemberian oral domperidone menambah lamanya kontraksi antral dan duodenum, meningkatkan pengosongan lambung dalam bentuk cairan dan setengah padat pada orang sehat, serta bentuk padat pada penderita yang pengosongan lambungnya terhambat, dan menambah tekanan pada sfingter esofagus bagian bawah pada orang sehat.

.: Indikasi :.

Untuk pengobatan gejala dispepsia fungsional Untuk mual dan muntah akut. Untuk mual dan muntah yang disebabkan oleh pemberian levodopa dan bromokriptin lebih dari 12 minggu.

.: Kontra Indikasi :.

Penderita hipersensitif terhadap domperidone. Penderita dengan prolaktinoma tumor hipofise yang mengeluarkan prolaktin.

.: Dosis :. Dispepsia fungsional :

Dewasa dan usia lanjut : 10-20 mg, 3 kali sehari dan jika perlu 1020 mg, sekali sebelum tidur malam tergantung respon klinik. Pengobatan jangan melebihi 12 minggu.

Mual dan muntah (termasuk yang disebabkan oleh levodopa dan bromokriptin) :

Dewasa (termasuk usia lanjut) : 1020 mg, dengan interval waktu 48 jam. Anak-anak (sehubungan kemoterapi kanker dan radioterapi) : 0,20,4 mg/Kg BB sehari, dengan interval waktu 48 jam. Obat diminum 1530 menit sebelum makan dan sebelum tidur malam.

.: Efek Samping :.

Jarang dilaporkan : sedasi, reaksi ekstrapiramidal distonik, parkinson, tardive diskinesia (pada pasien dewasa dan usia lanjut) dan dapat diatasi dengan obat antiparkinson. Peningkatan prolaktin serum sehingga menyebabkan galaktorrhoea dan ginekomastia. Mulut kering, sakit kepala, diare, ruam kulit, rasa haus, cemas dan gatal.

.: Over Dosis :.

Belum ada data mengenai overdosis pada penggunaan domperidone secara oral. Belum ada antidot spesifik yang digunakan pada overdosis domperidone, mungkin dapat dilakukan dengan cara pengosongan lambung.

.: Peringatan dan Perhatian :.


Hati-hati penggunaan pada wanita hamil dan menyusui. Tidak dianjurkan penggunaan jangka panjang. Hati-hati penggunaan pada penderita gangguan fungsi hati dan ginjal.

.: Interaksi Obat :.

Domperidone mengurangi efek hipoprolaktinemia dari bromokriptin. Pemberian obat anti kolinergik muskarinik dan analgetik opioid secara bersamaan dapat mengantagonisir efek domperidone. Pemberian antasida secara bersamaan dapat menurunkan bioavailabilitas domperidone. Efek bioavailabilitas dapat bertambah dari 13% menjadi 23% bila diminum 1 jam setelah makan.

.: Lain-lain :. Penyimpanan: Simpan dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya, suhu 15-30oC

Farmakologi: Domperidone merupakan antagonis dopamin yang mempunyai kerja antiematik. Efek antiematik dapat disebabkan oleh kombinasi efek periferal (gastrokinetik) dengan antagonis terhadap reseptor dopamin di chemoreseptor "trigger zone" yang terletak di luar sawar otak di area postrema. Pemberian peroral Domperidone menambah lamanya kontraksi antral dan duodenum, meningkatkan pengosongan lambung dalam bentuk cairan dan setengah padat pada orang sehat, serta bentuk padat pada penderita yang pengosongannya terlambat dan menambah tekanan pada sfingter esofagus bagian bawah pada orang sehat. Dosis dan Cara Pemberian: Dispepsia fungsional: Dewasa dan Usia Lanjut: 10 - 20 mg, 3 kali sehari dan 10 20 mg sekali sebelum tidur malam, tergantung respon klinik. Pengobatan jangan melebihi 12 minggu. Mual dan muntah (termasuk yang disebabkan oleh levodopa dan bromokriptin): Dewasa (termasuk usia lanjut): 10 - 20 mg, dengan interval waktu 4 - 8 jam. Anak-anak (sehubungan kemoterapi kanker dan radio terapi): 0,2 - 0,4 mg/kgBB sehari dengan interval waktu 4 - 8 jam. Obat diminum 15 - 30 menit sebelum makan dan sebelum tidur malam. VOMETA FT dalam bentuk fast melting tablet, dapat ditelan tanpa air. Efek Samping: - Jarang dilaporkan: sedasi, reaksi ekstraperimidal distonik, parkinson, tardive dyskinesia (pada pasien dewasa dan usia lanjut) dan dapat diatasi dengan obat antiparkinson. - Peningkatan prolaktin serum, sehingga menyebabkan galaktorea dan ginekomastia.

- Mulut kering, sakit kepala, diare, ruam kulit, rasa haus, cemas dan gatal. Peringatan dan Perhatian: - Hati-hati penggunaan pada wanita hamil dan menyusui. - Tidak dianjurkan penggunaan jangka panjang. - Hati-hati penggunaan pada penderita gangguan fungsi hati dan ginjal. Interaksi Obat: - Domperidone mengurangi efek hipoprolaktinemia dari bromokriptin. - Pemberian obat antikolinergik muskarinik dan analgetik apioid secara bersamaan dapat mengantagonisir efek Domperidone. - Pemberian antasida secara bersamaan dapat menurunkan bioavailabilitas Domperidone. - Efek bioavailabilitas dapat bertambah dari 13% menjadi 23% bila diminum 1,5 jam sesudah makan. Overdosis: - Belum ada data mengenai overdosis pada penggunaan Domperidone secara oral. - Belum ada antidotum secara spesifik yang digunakan pada overdosis Domperidone, mungkin dapat dilakukan dengan cara pengosongan lambung. Kemasan: Kotak, 5 blister @ 10 tablet. Penyimpanan: Simpan pada suhu dibawah 30 derajat Celcius, terlindung dari cahaya. HARUS DENGAN DENGAN RESEP DOKTER

Somperidone maleate Basic information

Product Name:

Domperidone maleate

CAS No:99497-03-7 Formula:C22H24ClN5O2.C4H4O4

Molecular Structure: Synonyms:5-chloro-1-[1-[3-(2-oxo-3H-benzoimidazol-1-yl)propyl]-4-piperidyl]-3Hbenzoimidazol-2-one;Motilium;57808-66-9;Domperidone;R 33,812;83898-65-1;but-2-

enedioic acid; 5-chloro-1-[1-[3-(2-oxo-3H-benzoimidazol-1-yl)propyl]-4-piperidyl]-3Hbenzoimidazol-2-one;KW-5338;5-Chloro-1-(1-(3-(2-oxo-1-benzimidazolinyl)propyl)-4piperidyl)-2-benzimidazolinone;2H-Benzimidazol-2-one, 5-chloro-1-(1-(3-(2,3-dihydro2-oxo-1H-benzimidazol-1-yl)propyl)-4-piperidinyl)-1,3-dihydro-;2H-Benzimidazol-2one, 1,3-dihydro-5-chloro-1-(1-(3-(2,3-dihydro-2-oxo-1H-benzimidazol-1-yl)propyl)-4piperidinyl)-;

CARA KERJA Domperidone merapakan dopamin blocker di perifer yang kuat Oleh karena daya penetrasi ke otak lemah, maka COSTIL tidak menimbulkan efek samping psikotropik nuupun neurologik. Absorbsinyabaikdanrnetabolismenyacepat. Penelitian farmakologik in vitro / in vivo pada manusia maupun hewan menunjukkan bahwa: Domperidone tidak hanya melawan hambatan motilitas gaster oleh dopamimetik, misalnya: apomorfin, tempi jnga mempercepat pengoaongan lambung sesudah makan. Domperidone meningkatkan tonus senkterkardia dan memperbesar motilitaa maupun amphtudo oiiataai sftokterpilorus. Domperidone tidak mempengaruhi sekresi lambung.

INDIKASI Dispepsia yang disertai masa pengosongan lambung yang lambat, rofluks esofagus dan esotagms. Rasa penuh di epigastrik dan abdomen; mual dan muntah, rasa punas di epigastrik dan retrostemai. Mual, muntah, sendawa karena berbagal sebab. Intoleransi saluran pencernaan karena kemoterapi ami kanker, digitalis, L-dopa dll. termasuk radioterapi; patologi organ-organ abdomen; gastrointestinal (gastroenteritis) hepatobiiier, peritoneal, renal; patologi pediatrik karena kelainan fungsional (misalnya pilorospasme dan muntah siklik) maupun orgamk, intoksikasi, karena infeksi, diet atau asetonemia. , KONTRA INDIKASI Pasien yang hipersensitifterhadap domperidone. Tidak boleh digunakan pada serangan motilitas lambung yang dapat membahayakan seperti adanya pendarahan, obstruksi mekanik atau perforasi gastrointestinal. Pasien dengan prolaetinoma tumor, hipofise yang mengeluarkan prolaktin.

PERINGATAN DAN PERHATIAN Tidak diargurkan pada keadaan mual dan muntah yang akut Domperidone tidak dianjurkan untuk pemakaian jangka panjang. Hati-hati bila digunakan pada pasien dengan gangguan fungsi hati. Hati-hati penggunaan pada wanita hamil trimester 1 dan wanita menyusui. Pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal pada pemberian berulang, rekuoiiai dan dosis mungkin perlu dikurangi.

EFEK SAMPING Pernah dilaporkan terjadinya kejang usus sementara. Domperidone merangasang kadar prolaktin plasma. Apabila sawar darah otak belum sempurna atau rusak,efek samping neurologik dapat terjadi. Reaksi alergi yang jarang terjadi seperti rash dan urticaria,juga pernah dilaporkan.

DOSIS DEWASA10mg,3kali sehari,15-30 menit sebelum makan dan bila perlu sekali lagi sebelum tidur : malam. ANAK- 0.25 mg/kg berat badan,3kali sehari sebelum makan,jika perlu sekali lagi sebelum ANAK: tidur malam.

PENYIMPANAN

Ditempat yang sejuk (15-25 derajat celcius) dan kering.

KEMASAN COSTIL Tablet : Dus 5 strip @ 6 Tablet Costil Sirup : Botol @60ml

DOMPERIDONE PENGGUNAANNYA Apa itu digunakan? * Domperidone digunakan untuk membantu bergerak lebih cepat makanan melalui pipa makanan (esofagus), lambung dan usus. Ini agar tidak tinggal di tempat yang sama terlalu lama. Hal ini juga membantu menghentikan makanan mengalir dengan cara yang salah kembali pipa makanan Anda. * Ini adalah agonis dopamin, dan termasuk kelompok obat-obatan yang dikenal sebagai anti-muntah. * Hal ini digunakan untuk membantu isi pencernaan Anda bergerak sistem pangan melalui itu normal dan dalam arah yang benar. * Secara umum obat ini digunakan untuk meringankan masalah gangguan pencernaan yang menyebabkan rasa sakit (mual), sakit (muntah), kepenuhan, sendawa, perut kembung berat, angin terjebak dan sakit maag yang dapat terjadi setelah makan. Manfaat * dari berada di obat ini dapat mencakup menurunkan tekanan pada pipa makanan, memperbaiki bagian makanan melalui sistem pencernaan dan mempercepat pengosongan makanan. Di bawah ini adalah khas menggunakan domperidone. * Pada orang dewasa, pengobatan, atau pencegahan, merasa sakit (mual) atau sedang sakit (muntah) * Pada orang dewasa, pengobatan, atau pencegahan, perasaan kenyang selama atau segera setelah mealtreatment, atau pencegahan, ketidaknyamanan perut, atau sakit maag yang disebabkan oleh aliran isi perut kembali ke pipa makanan Anda. * Pada anak, pengobatan, atau pencegahan, merasa sakit (mual) atau sedang sakit (muntah). Pada kesempatan dokter Anda mungkin menulis resep obat ini untuk mengobati kondisi tidak ada dalam daftar di atas. Kondisi seperti tercantum di bawah ini. * Perasaan sakit (mual) dan sakit (muntah) ketika hal itu disebabkan oleh L-Dopa dan Bromokriptin. CARA PENGGUNAAN / TAKE Seberapa sering saya bawa? * Ambil obat ini secara lisan dengan air, seperti yang diarahkan oleh dokter Anda. * Gunakan obat untuk durasi resep untuk mendapatkan banyak keuntungan darinya. * Jangan lupa untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari - kecuali secara khusus diberitahu dinyatakan oleh dokter Anda. * Ini mungkin memerlukan waktu hingga satu jam sebelum manfaat penuh dari obat ini berlaku. * Kondisi medis tertentu mungkin memerlukan petunjuk dosis yang berbeda seperti yang diarahkan oleh dokter Anda. Apa dosis?

* Dosis didasarkan pada usia, jenis kelamin, kondisi medis, respon terhadap terapi, dan penggunaan obat-obatan berinteraksi tertentu. Apakah saya harus menghindari sesuatu? * Domperidone seharusnya tidak berpengaruh pada kemampuan Anda untuk drive atau menggunakan mesin. Namun, Anda mungkin merasa mengantuk, bingung atau kurang memiliki kontrol atas gerakan Anda saat mengambil domperidone. Jika ini terjadi, jangan drive atau menggunakan alat atau mesin. * Konsultasikan dengan dokter atau apoteker untuk lebih jelasnya. Kapan saya bisa berhenti? * Selalu menyelesaikan kursus penuh seperti yang ditentukan oleh dokter Anda PERINGATAN DOMPERIDONE Domperidone harus digunakan dengan hati-hati dalam: * Bayi, * Hati gangguan, * Gangguan ginjal, * Pasien dengan intoleransi terhadap gula tertentu. Hal ini tidak boleh digunakan dalam: alergi * untuk domperidone atau salah satu dari bahan lain, * Tumor pada kelenjar pituitary (prolaktinoma), * Perut atau maag duodenum, * Sering kram perut yang parah, * Sebuah blockage, sobek atau ulkus perforasi di usus Anda, * Hitam, tinggal gerakan usus (tinja) atau darah pemberitahuan dalam gerakan usus Anda, ini bisa menjadi tanda perdarahan dalam perut atau usus, * Menyusui, * Berat hati dan / atau penyakit ginjal, * anak-anak dengan berat kurang dari 35kg. Lihat juga daftar pencegahan dan interaksi PENYIMPANAN Jangan simpan di atas 25 C

DOMPERIDONE EFEK SAMPING * Produksi ASI yang tidak biasa pada pria dan wanita, * Pembesaran payudara pada pria dan wanita, * Menurunnya dorongan seksual (libido) pada pria, periode menstruasi * mungkin tidak teratur atau berhenti, * Masalah dengan visi, * Pengembangan getaran, * Ketidakseimbangan. Jika salah satu bertahan atau Anda menganggap mereka parah lalu menginformasikan dokter atau apoteker Anda. Berhenti menggunakan domperidone dan memberitahu dokter segera jika Anda mengembangkan salah satu gejala berikut: * Pembengkakan tangan, kaki, pergelangan kaki, wajah, bibir atau tenggorokan yang dapat menyebabkan kesulitan menelan atau bernapas, ruam, gatal kental (gatal-gatal) atau ruam jelatang (urtikaria), gangguan irama jantung * Gerakan yang tidak terkendali, termasuk: gerakan mata tidak teratur, gerakan yang tidak biasa lidah, dan postur abnormal seperti memutar leher, gemetaran dan kekakuan otot. Ini lebih mungkin terjadi pada anak-anak. Ingatlah bahwa dokter telah memberikan resep obat ini karena dia telah menilai bahwa manfaat kepada Anda lebih besar daripada risiko efek samping. Banyak orang menggunakan obat ini tidak memiliki efek samping yang serius. Reaksi alergi serius terhadap obat ini tidak mungkin, tetapi segera mencari bantuan medis jika terjadi. Gejala reaksi alergi yang serius termasuk: ruam, gatal / bengkak (terutama wajah / lidah / tenggorokan), pusing, kesulitan bernapas. Ini bukan daftar lengkap kemungkinan efek samping. Jika anda melihat efek lain yang tidak tercantum di atas, hubungi dokter Anda atau apoteker. Di Inggris Anda dapat melaporkan efek samping ke MHRA DOMPERIDONE PENCEGAHAN Sebelum mengambil domperidone, beritahu dokter atau apoteker Anda jika Anda alergi untuk itu; atau agonis dopamin lainnya, atau jika Anda memiliki alergi lain. Obat ini tidak boleh digunakan jika Anda memiliki kondisi medis tertentu. Sebelum menggunakan obat

ini, konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda jika Anda memiliki: alergi * untuk domperidone atau salah satu dari bahan lain, * Tumor pada kelenjar pituitary (prolaktinoma), * Perut atau maag duodenum, * Sering kram perut yang parah, * Sebuah blockage, sobek atau ulkus perforasi di usus Anda, * Hitam, tinggal gerakan usus (tinja) atau darah pemberitahuan dalam gerakan usus Anda, ini bisa menjadi tanda perdarahan dalam perut atau usus, * Menyusui, * Berat hati dan / atau penyakit ginjal, * anak-anak dengan berat kurang dari 35kg. Sebelum menggunakan obat ini, beritahu dokter atau apoteker riwayat kesehatan Anda, terutama salah satu dari berikut: * Hati gangguan, * Gangguan ginjal, * Pasien dengan intoleransi terhadap gula tertentu. * Jika Anda membawa: oral ketokonazol (digunakan untuk infeksi jamur), eritromisin (antibiotik), ritonavir (digunakan untuk infeksi HIV), simetidin. Sebelum menjalani operasi, beritahu dokter atau dokter gigi yang Anda minum obat ini. Apakah alkohol mempengaruhi asupan obat ini? * Asupan Alkohol tidak diketahui mempengaruhi domperidone. Para lansia: domperidone dapat digunakan pada orang tua. Kehamilan dan menyusui - pastikan Anda membaca informasi rinci di bawah KEHAMILAN Jika Anda sedang hamil atau berpikir Anda mungkin hamil meminta dokter untuk nasihat sebelum mengambil obat ini. Hal ini masuk akal untuk membatasi penggunaan obat selama kehamilan bila memungkinkan. Namun, dokter Anda dapat memutuskan bahwa manfaat lebih besar daripada risiko dalam keadaan individu dan setelah penilaian hati-hati situasi kesehatan khusus Anda.

Jika Anda memiliki keraguan atau masalah, Anda disarankan untuk mendiskusikan obat dengan dokter atau apoteker Anda. ASI Domperidone tidak aman untuk mengambil jika Anda sedang menyusui. Hal ini masuk akal untuk membatasi penggunaan obat selama menyusui bila memungkinkan. Namun, dokter Anda dapat memutuskan bahwa manfaat lebih besar daripada risiko dalam keadaan individu dan setelah penilaian hati-hati situasi kesehatan khusus Anda. Jika Anda memiliki keraguan atau masalah, Anda disarankan untuk mendiskusikan obat dengan dokter atau apoteker Anda.

DOMPERIDONE INTERAKSI Dokter atau apoteker mungkin sudah mengetahui adanya interaksi obat yang mungkin dan dapat memantau Anda untuk mereka. Jangan mulai, berhenti, atau mengubah dosis obat apapun sebelum memeriksa dengan mereka terlebih dahulu. Obat ini tidak boleh digunakan dengan obat-obat berikut karena sangat serius, mungkin interaksi fatal mungkin terjadi: tidak ada. Sebelum menggunakan obat ini, beritahu dokter atau apoteker dari semua resep dan produk nonprescription/herbal Anda dapat menggunakan, khususnya dari: * Oral ketokonazol (digunakan untuk infeksi jamur), * Eritromisin (antibiotik), * Ritonavir (digunakan untuk infeksi HIV), * Simetidin. Informasi ini tidak mengandung semua interaksi yang mungkin. Oleh karena itu, sebelum menggunakan domperidone, beritahu dokter atau apoteker dari semua produk yang Anda gunakan. DOMPERIDONE overdosis Jika Anda pikir Anda, atau seseorang yang Anda peduli, mungkin sengaja diambil lebih dari dosis yang dianjurkan overdosis domperidone atau disengaja dicurigai, segera hubungi rumah sakit setempat Anda, GP atau jika dalam panggilan NHS Inggris langsung di 0845 4647. Melewatkan dosis Jika Anda melewatkan dosis, bawa segera setelah Anda ingat. Jika dekat waktu dosis berikutnya,

lewati dosis yang tidak terjawab dan melanjutkan jadwal pemberian dosis yang biasa Anda. Jangan dosis ganda untuk mengejar ketinggalan.

Domperidone merupakan antagonis dopamin yang mempunyai kerja anti emetik. Efek antiemetik dapat disebabkan oleh kombinasi efek periferal (gastroprokinetik) dengan antagonis terhadap reseptor dopamin di kemoreseptor trigger zone yang terletak diluar saluran darah otak di area postrema. Pemberian oral domperidone menambah lamanya kontraksi antral dan duodenum, meningkatkan pengosongan lambung dalam bentuk cairan dan setengah padat pada orang sehat, serta bentuk padat pada penderita yang pengosongan lambungnya terhambat, dan menambah tekanan pada sfingter esofagus bagian bawah pada orang sehat. Indikasi

Untuk pengobatan gejala dispepsia fungsional Untuk mual dan muntah akut. Untuk mual dan muntah yang disebabkan oleh pemberian levodopa dan bromokriptin lebih dari 12 minggu.

Kontra Indikasi

Penderita hipersensitif terhadap domperidone. Penderita dengan prolaktinoma tumor hipofise yang mengeluarkan prolaktin.

Dosis Dispepsia fungsional :

Dewasa dan usia lanjut : 10-20 mg, 3 kali sehari dan jika perlu 1020 mg, sekali sebelum tidur malam tergantung respon klinik. Pengobatan jangan melebihi 12 minggu.

Mual dan muntah (termasuk yang disebabkan oleh levodopa dan bromokriptin) :

Dewasa (termasuk usia lanjut) : 1020 mg, dengan interval waktu 48 jam. Anak-anak (sehubungan kemoterapi kanker dan radioterapi) : 0,20,4 mg/Kg BB sehari, dengan interval waktu 48 jam. Obat diminum 1530 menit sebelum makan dan sebelum tidur malam.

Efek Samping

Jarang dilaporkan : sedasi, reaksi ekstrapiramidal distonik, parkinson, tardive diskinesia (pada pasien dewasa dan usia lanjut) dan dapat diatasi dengan obat antiparkinson. Peningkatan prolaktin serum sehingga menyebabkan galaktorrhoea dan ginekomastia. Mulut kering, sakit kepala, diare, ruam kulit, rasa haus, cemas dan gatal.

Interaksi Obat

Domperidone mengurangi efek hipoprolaktinemia dari bromokriptin. Pemberian obat anti kolinergik muskarinik dan analgetik opioid secara bersamaan dapat mengantagonisir efek domperidone. Pemberian antasida secara bersamaan dapat menurunkan bioavailabilitas domperidone. Efek bioavailabilitas dapat bertambah dari 13% menjadi 23% bila diminum 1 jam setelah makan.

Peringatan dan Perhatian


Hati-hati penggunaan pada wanita hamil dan menyusui. Tidak dianjurkan penggunaan jangka panjang. Hati-hati penggunaan pada penderita gangguan fungsi hati dan ginjal.

Kenali Antiemesis dari Kinerja dan Efek Sampingnya GERAI - Edisi Agustus 2008 (Vol.8 No.1) Hingga saat ini, mual dan masih dianggap efek samping pengobatan yang tidak bisa dihindari, terutama pasa pasien kemoterapi. Padahal dengan pengobatan tepat, hal ini bisa dihindari dan memudahkan pasien menjalani pengobatan. Mual dan muntah merupakan kondisi yang sering ditemukan pada pasien terkait pengobatan dan penyakit yang diderita. Pada pasien kanker, mual dan muntah menjadi momok sendiri pada pasien yang menjalani kemoterapi dan radiasi. Kondisi serupa juga sering ditemui pada pasien yang usai menjalani pembedahan atau operasi. Obat-obat antiemesis digunakan untuk mencegah atau menghentikan rasa mual dan muntah setidaknya 24 jam setelah pengobatan atau operasi. Antiemesis bekerja dengan cara menghambat zat kimia tertentu yang mengaktivasi pusat mual dan muntah di otak. Untuk hasil terbaik, antiemesis diberikan sesaat sebelum tindakan kemoterapi atau radiasi. Obat untuk mengatasi muntah bisa tersedia dalam bentuk oral, suntikan atau suposituria. Bila muntah sangat berat, maka antiemesis diberikan tidak dalam bentuk sediaan oral. Ada beberapa kelas obat yang bisa digunakan sebagai antiemesis, di antaranya antihistamin, benzamida, kortikosteroid, benzodiazepine, penghambat reseptor neurokinin-1, hingga penghambat serotonin. Masing-masing obat memiliki kinerja berbeda. Antihistamin mencegah mual dan muntah dengan cara menghambat histamin dalam tubuh. Namun untuk pasien kemoterapi efeknya kurang kuat. Dari kelas benzamida misalnya metoklopramida, adalah antiemesis yang bekerja dengan menghambat dopamin. Dopamin merupakan bagian otak yang menjadi pusat muntah. Dalam dosis tinggi, obat ini juga bisa mempengaruhi serotonin pada lambung. Efek samping benzamida adalah bisa menyebabkan kejang, sering disebut sebagai efek samping ekstrapiramidal, biasanya pada usia di bawah 30 tahun. Ada lagi obat yang bekerja pada area dopamine, yakni domperidone. Obat ini merupakan dopamine antagonis yang tidak benar-benar masuk ke sistem saraf pusat. Profil domperidone

sebagai antiemesis mirip dengan metoklorpamida, namun domperidone memiliki efek ekstrapiramida yang lebih ringan. Domperidone diberikan dalam bentuk oral maupun parenteral. Pada orang sehat, domperidone akan mempercepat pengosongan cairan lambung dan meningkatkan tekanan oesophageal sphincter bagian bawah. Domperidone efektif menghilangkan gejala dispepsia postprandial dan mual serta muntah karena berbagai sebab. Melalui beberapa studi obat ini lebih superior dibandingkan metoklopramida. Domperidone juga memiliki efek baik lainnya. Studi oleh Orlando dkk dari Departemen Pediatrik, Farmasi dan Perawat dari University of Western Ontario and St. Joseph's Health Care London, menunjukkan pemberian domperidone jangka pendek bisa meningkatkan produksi ASI pada perempuan yang memiliki kadar produksi ASI rendah. Dari kelas obat Benzodiazepin, lorazepam dan alprazolam adalah dua obat yang biasa digunakan sebagai antiemesis. Obat ini bisanya digunakan untuk gangguan kecemasan. Sebagai monoterapi, obat ini kurang efektif untuk mual dan muntah pasien kemoterapi dan radioterapi. Bisanya dikombinasikan dengan serotonin antagonis dan kortikosteroid. Obat-obat antipsikotik dari kelas Butrirofenon seperti haloperidol dan inapsine juga bisa digunakan sebagai antiemesis pasien kemoterapi. Cara kerja dua obat ini juga menghambat dopamine. Seperti benzamida, obat dari kelas ini juga bisa menyebabkan kejang. Dari golongan Cannabinoid, dronabidol merupakan antiemesis untuk pasien yang menjalani kemoterapi. Obat ini efektif diberikan dalam bentuk oral. Deksametason dan metilprednisolon adalah dua obat dari golongan kortikosteroid yang biasa digunakan sebagai antiemesis. Selain mencegah, steroid bisa meningkatkan kinerja antiemesis lain sehingga dalam pemakaiannya sering dikombinasikan, biasanya dengan serotonin antagonis. Namun harus diingat steroid akan mengurangi efek prostaglandin yang membantu mengontrol tekanan darah sehingga harus hati-hati bila diberikan pada pasien diabetes. Neurokinin-1-receptor Antagonists (NK1-receptor Antagonists) juga harus dikombinasikan dengan antiemesis lain. Obat ini bekerja dengan menghambat substansi P, yang diperkirakan merupakan jalur khusus di otak yang menyebabkan mual dan muntah. Dari berbagai jenis antiemesis, Serotonin Antagonists merupakan obat yang paling sering diberikan untuk mengatasi mual muntah pasien kemoterapi, radiasi, dan bedah. Lima jenis obat dari kelas ini yang digunakan sebagai antiemesis adalah granisetron, ondansetron, dolasetron, tropisetron dan palonosetron. Serotonin antagonis bekerja dengan menghambat serotonin di otak dan usus. Obat ini bisa ditolerir dengan baik dan sangat efektif. * Apakah domperidone? * Domperidone (Motilium) merupakan antagonis dopamin perifer umumnya digunakan untuk mengontrol mual dan muntah, dispepsia (sakit perut), diabetes gastroparesis (pengosongan lambung miskin yang terjadi pada penderita diabetes) dan lambung refluks (mulas). Ia memblok reseptor dopamin di perifer

dinding dan usus di pusat mual dari batang otak. Tidak seperti metoclopramide (Reglan), tidak masuk ke kompartemen otak untuk apapun Gelar yang cukup dan memiliki beberapa efek sistem saraf pusat (seperti depresi dan tardive dyskinesia dengan Reglan). (1) * Apa saja farmakokinetik domperidone? * Domperidone dengan cepat diserap dengan konsentrasi puncak plasma sekitar 1 jam setelah pemberian oral. Ia memiliki ketersediaan bio rendah (~ 15%) karena pertama-pass metabolisme hati dan usus. Ini adalah 91-93% terikat untuk plasma protein dengan kehidupan plasma setengah dari 7-9 jam. Konsentrasi domperidone dilaporkan dalam susu manusia melakukan beragam dengan dosis ibu, tetapi sangat rendah, 0,28-2,6 ug / susu L dalam berbagai studi, mengakibatkan diabaikan berarti dosis bayi relatif (RID) sebesar 0,009-0,012% dari dosis ibu. (1) * Mengapa domperidone digunakan untuk menyusui / ASI-menyatakan wanita? * ASI adalah obat di NICU, mengurangi NEC dan infeksi lain, dan penurunan lama tinggal dan biaya. suplai susu tidak memadai adalah nomor salah satu penyebab berhenti menyusui dan merupakan masalah berat di NICU di mana ibu sering harus pompa (bukan menyusui) untuk minggu ke bulan. Selain ekspresi susu meningkat, galactogogues (zat bahwa susu meningkatkan pasokan) sering digunakan untuk membantu ibu menjaga dan memulihkan pasokan susu mereka. Options galactogogues herbal seperti fenugreek (tidak ada studi terkontrol tetapi umumnya diakui sebagai yang aman), metoclopramide (Reglan) dan domperidone (Motilium). (2) metoclopramide Kedua dan meningkatkan domperidone prolaktin (hormon susu pembuatan) sekresi dari hipofisis anterior, tetapi domperidone muncul obat lebih aman karena jarang menyebabkan ekstrapiramidal (saraf motorik) atau efek samping. (1, 3) * Apakah domperidone bekerja untuk meningkatkan suplai susu? * Ada banyak pengalaman klinis dan laporan anekdotal susu meningkatkan pasokan dengan domperidone selama 30 tahun terakhir. Sekarang ada 5 studi (meskipun masing-masing dengan sejumlah kecil mata pelajaran) yang menunjukkan klinis tidak signifikan konsentrasi domperidone dalam air susu manusia, tidak ada efek samping pada bayi, minimal untuk tidak ada efek samping pada ibu, dan meningkatkan suplai susu kebanyakan ibu. (3-7) * Apakah domperidone aman? * American Academy of Pediatrics (AAP) daftar domperidone sebagai obat kompatibel dengan menyusui. (8) Hal ini juga tercantum dalam sumber daya farmasi seperti DrugDex dan MicroMedex, dan sebagai galactogogue disukai oleh Akademi ASI Kedokteran. (9) Menurut produsen, efek samping termasuk reaksi alergi yang sangat langka, sangat langka

efek samping ekstrapiramidal; gejala usus langka termasuk kram; langka galaktorea (produksi susu), ginekomastia (ukuran payudara meningkat) dan amenore (kurangnya periode menstruasi). * Ada beberapa dipublikasikan laporan aritmia jantung, serangan jantung, dan kematian mendadak di parah sakit pasien yang menerima bentuk intravena domperidone. (10) bentuk infus telah dihapus dari pasar sekitar 20 tahun yang lalu. Ada ada laporan dari cardiotoxicity (masalah jantung) untuk bentuk oral domperidone. * Meskipun demikian, Federal Drug Administration (FDA) mengeluarkan Alert pada bulan Juni 2004, perempuan peringatan terhadap penggunaan domperidone untuk meningkatkan produksi susu. (11) * Mengapa peringatan FDA? * Dalam konferensi telepon dengan para ahli menyusui dan farmakologi pada tahun 2004, FDA dikutip 4 isu yang menjadi perhatian: 1. Tidak adanya data ilmiah yang kredibel untuk menetapkan keselamatan dan khasiat domperidone sebagai galactogogues - data yang tersedia dan diberhentikan. 2. Domperidone berbahaya bagi wanita menyusui - tidak tepat mengutip kematian pasien sakit kritis diberikan domperidone IV selama 20 tahun lalu. 3. Domperidone mungkin berbahaya untuk bayi disusui - bukti sampai saat ini, dan jumlah yang secara klinis tidak penting tidak mungkin berada dalam ASI. Hampir semua obat dalam PDR diberi label tidak akan digunakan dalam wanita menyusui - untuk hukum, bukan alasan medis (tes tidak dilakukan karena terlalu mahal). 4. FDA berkaitan dengan impor lintas batas yang tidak aman obat dan internet distribusi obat-obatan - perhatian yang sah, * dibuat * buruk oleh apotek mengancam peracikan di AS jika mereka menyediakan domperidone dengan resep yang sah. FDA menyatakan bahwa penggabungan dari domperidone adalah ilegal di Amerika Serikat sebagai domperidone adalah obat * baru *. Hal ini masih diperdebatkan oleh International Asosiasi Persenyawaan Apoteker (IACP) dan preseden hukum. Surat dikirim ke negara peracikan apoteker: "FDA tidak sanksi penggunaannya dalam farmasi peracikan dan * tidak * akan melaksanakan penegakan kebijakan untuk produk diperparah mengandung domperidone "(12). Menurut Loyd Allen Jr PhD, Editor-in-Chief International Journal Farmasi Peracikan: "obat campuran, ketika dibuat untuk seorang individu pasien berdasarkan resep dari seorang praktisi berlisensi, secara implisit dibebaskan dari definisi obat baru "(13).

Dokter juga memiliki kewajiban untuk memberikan informasi penuh sehingga setiap pasien (Atau orangtua) dapat membuat keputusan informasi lengkap. Handout ini untuk Anda informasi umum saja, dan tidak harus digunakan sebagai rekomendasi untuk, atau melawan, domperidone