Anda di halaman 1dari 2

Pengolahan secara kimiawi dan biologis Pengolahan sekunder kimiawi & biologi Kimiawi Koagulan bila senyawa tidak

k bisa di endapkan secara fisik maka di endapkan menggunakan koagulant. As2(so4)3, fe2(so4)3, Fe Cl3 = asam harus Bass mengendapkan fosfat CaCO3 = basa Biologi Aerob dan anaerob, kombinasi asing asing metode mmieijliki kelebihan dan kekurangna masing2 !. pengolahan limbah secara aerob Pengolahan limbah menggunakkan oksigen pengolahan limbah ini erat dengan pengontakan limbah dengan udara atau biasa di sebut dengan aerasi Aerasi ada 2 1. Mengankat limbah di angkat untuk di kontakan dengan udara atau udara yang di masukan untuk di kontakan dengan limbah. a. Contoh aerob = lumpur aktif / sludge Parameter dalam menggunakan aerob 1. Banyaknya udara yang harus di siapkan setiap 8 s/d 10m3 udara 2. Sebaiknuya limbah berada dalam tanki aerasi kisaran 6 s/d 8 jam 3. Ada perbadingan banyaknya udara dengan Pengotor 40 s/d 80 M3/kg BOD Banyaknya udara dalam m3/hari/Bod limbah x Vol limbah m3/hari 4. Waktu tinggal sel / C.R.T cell residen Time = MLSS mg/L x volume tanki aerasi / wasting rate x laju pengembalian = 8 hari 5. Perbadingan Food/mikro organisme(f/m) BOD/kg bakteri BOD x Debit/MLSS x volume debit Beberapa mikroorganisme yang sering di gunakan 1. Bakteri Biasanya di pengaruhi oleh suhu/ temperatur 2. Jamur Jika limbah tersebut memiliki ph yang rendah tidak aktif bila penggunakan anaerob. 3. Protozoa

Makan dan memakan bakteri lain dapat di gunakan untuk mengurangi jumlah bakteri di dalam limbah. Gambaran umum secara anaerob proses mengolahan limbah tanpa memerlukan oksigen Kelemahan anaerob 1. 2. 3. 4. 5. 6. Tidak bisa di gunakan dalam suhu yang relatif rendah Kandungan organiknya rendah Limbah yang memiliki bos rendah kurang dari 2mg ph antara 6.5 s/d 7.7 agar bisa maksimal temperatur komposisi limbah