Anda di halaman 1dari 14

TUGAS APLIKASI PSIKOLOGI Menumbuhkan Sikap Asertif di C.

V Al Wustho Digital Publishing


Dosen Pegampu : Ibu Eny Purwandari

Disusun Oleh Sahlan Rosyid F100100029

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SRAKARTA 2013

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap dari kita memiliki hak untuk menjadi dan mengekspresikan diri sendiri, serta merasa nyaman ketika melakukannya, selama kita tidak melukai perasaan orang lain dalam prosesnya. Mempromosikan kesetaraan dalam hubungan manusia, yang memungkinkan kita untuk bertindak menurut kepentingan kita sendiri, untuk membela diri sendiri tanpa kecemasan yang tidak semestinya, untuk mengekspresikan perasaan dengan jujur dan nyaman, untuk menerapkan hak-hak pribadi kita tanpa menyangkali hak-hak orang lain. (Robert Alberti & Micheal Emmons dalam bukunya Your Perfect Right) Perilaku yang demikian diungkapkan dengan asertif. Lane & Jakubowski dalam Zulkarnain 2005, menjelaskan perilaku asertif dengan perilaku yang mampu mengekspresikan hak, pikiran, perasaan dan kepercayaannya secara langsung, jujur dan dengan cara terhormat tidak mengganggu hak pribadi orang lain. Dengan perilaku asertif yang dimiliki individu, orang yang berada disekitarnya merasa respek, senang bekerjasama dengan inidividu yang bersangkutan. Perilaku asertif muncul ketika berhubungan dengan orang lain dan memunculkan perasaan nyaman diantara keduanya. Perasaan nyaman diri ditunjukkan dengan tidak berlebihan dengan emosinya, memliki toleransi, mempunyai self-respect dan mempunyai kemampuan untuk menghadapi masalah. sedangkan perasaan nyaman dengan

orang lain adalah mampu memberkan kasih dan mampu menerima perhatian orang lain, mempunyai hubungan personal yang memuaskan, serta suka dan percaya pada orang lain (Prabowo dalam Zulkarnain 2005). Begitupun dalam satu perusahaan yang menuntut pertumbuhan yang cepat dan dan berkesinambungan untuk menghadapi pangsa pasar yang fluktuatif, sikap asertif dibutuhkan untuk menghadapi perubahan yang ada didalam perusahaan sehingga hubungan antara atasan dengan bawahan, konsumen dengan produsen, serta perusahaan dan masayarakat tetap terjaga dengan baik. Al Wustho digital publishing adalah perusahaan yang bergerak dibidang software pembelajaran interktif. Al wustho yang terletak di Ngruki dengan Bapak Junaedy Alfan sebagai pimpinan dan pemilik perushaaan. Al wustho sendiri dibagi menjadi dua yaitu bagian research and development (RnD) dan bagian produksi / toko yang keduanya berbeda tempat. Pemilik perusahaan ini mempunyai motto learning by doing dan mempunyai program menerima semua orang yang mempunyai keinginan untuk belajar tentang IT yang ditempatkan dibagian produksi. Kesempatan ini sejak awal dicetuskannya tahun 2012 sudah banyak orang yang ikut serta dalam program ini, mereka yang ikut dalam program ini diikutkan dalam produksi produk perusahaan sebgai bentuk latihan dan pengajaran bagi mereka tentang IT. Latar belakang para peserta program IT di Al Wustho yang berbeda beda dan separuh dari jumlah para peserta lebih tua dan jauh lebih banyak

mengenyam asam garam kehidupan daripada fasilitator yang ada dibagian produksi, bahkan ada beberapa orang yang datang jauh - jauh dari luar jawa untuk belajar IT di program ini. Latar belakang para peserta yang jauh berbeda sering kali membuat para fasilitator yang masih berusia 20'an tahun ini merasa ewuh pekewuh (tidak enak. jawa) dan kasihan. Karena sikap ini yang sering kali muncul, para fasilitator akhirnya menyelesaikan target - target dari RnD yang seharusnya menjadi target para peserta sebagai bentuk latihan dan

pengajaran. Hal ini berimbas pada penyelesaian target perusahaan yang mengakibatkan terhambatnya distribusi produk ke konsumen dan

berkurangnya kesempatan para peserta program untuk lebih mendalami tentang IT. Kondisi pertumbuhan yang demikian yang secara menjadi berangsur tuntutan akan waktu menghambat dan pasar.

perusahaan

Mempertahankan pertumubuhan yang terus meningkat setiap harinya, perusahaan tidak hanya membutuhkan sikap ulet, kerjakeras dan kejujuran dari karywannya melainkan sikap asertif sebagai modal untuk menyelesaikan komunikasi antar karyawan dan peserta program. Dengan sikap asertif ini diharapkan para karyawan yang menjadi fasilitator dapat mengkomunikasikan apa yang menjadi target mereka dari bagian RnD dan apa tugas fasilitator terhadap para peserta, sehingga target - target perusahan yang diberikan ke bagian produksi dapat diselesaikan tepat waktu, dengan demikian

pertumbuhan perusahaan dapat terus berlangsung.

Berdasarkan paparan diatas dengan mempertimbangkan arti penting sebuah produktifitas dalam sebuah perusahaan, peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tentang asertivitas didalam sebuah perusahaan. B. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab dari

ketidakasertivan para karyawan dan dapat memberikan intervensi yang tepat bagi karyawan Al Wustho C. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan secara teoritis pada : a. Pengembangan Psikologi pada umumnya dan Psikologi Klinis pada khususnya. 2. Manfaat Praktis Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi Al Wustho dalam melakuakan upaya peningkatan asertivitas pada karyawan guna meningkatkan produktivitas karyawan.

BAB II LANDASAN TEORI A. Sikap Asertif 1. Pengertian Dalam bahasa keseharian, asertif dapat diartikan sebagai suatu ketegasan dalam mengkomunikasikan ide, pendapat, atau opini. Lazarus

menyatakan bahwa dalam perilaku asertif terkandung ketegasan yang timbul karena adanya kebebasan emosi dan keadaan mendukung seperti menyatakan hak pribadi, usaha untuk memperoleh hak tersebut dan mencapai kebebasan emosi. Corey (2003:197 dalam Pitasari) mendefinisikan perilaku asertif dengan ekspresi alngsung, jujur dan pada tempatnya dari pikiran, perasaan, kebutuhan, atau hak hak seseorang tanpa kecemasan yang beralasan. Langsung artinya perasaan tersebut dapat dinyatakan tanpa berbelit belit dan dapat terfokus dengan benar. Jujut berarti pernyataan dan gerak geriknya sesuai dengan apa yang diarahkan. Sedangkan pada tempatnya berarti perilaku tersebut memperhitungkan hak hak dan perasaan orang lain serta tidak mementingkan dirinya sendiri. 2. Aspek Aspek dari Perilaku Asertif Rathus asertif yaitu: & Nevid (1983) mengemukakan 10 aspek dari perilaku

a. Bicara asertif Tingkah laku ini dibagi menjadi 2 macam, yaitu rectifying statement (mengemukakan hak-hak dan berusaha mencapai tujuan tertentu dalam suatu situasi) dan commendatory statement (memberikan

pujian untuk menghargai orang lain dan memberi umpan balik positif). b. Kemampuan mengungkapkan perasaan Mengungkapkan perasaan kepada orang lain dan pengungkapan perasaan ini dengan suatu tingkat spontanitas yang tidak berlebihan. c. Menyapa atau memberi salam kepada orang lain Menyapa atau memberi salam kepada orang-orang yang ingin ditemui, termasuk orang baru dikenal dan membuat suatu pembicaraan. d. Ketidaksepakatan Menampilkan cara yang efektif dan jujur untuk menyatakan rasa tidak setuju. e. Menanyakan alasan Menanyakan alasannya bila diminta untuk melakukan sesuatu, tetapi tidak langsung menyanggupi atau menolak begitu saja. f. Berbicara mengenai diri sendiri Membicarakan diri sendiri mengenai pengalaman-pengalaman dengan cara yang menarik, dan merasa yakin bahwa orang akan lebih

berespon terhadap perilakunya daripada menunjukkan perilaku menjauh atau menarik diri. g. Menghargai pujian dari orang lain Menghargai pujian dari orang lain dengan cara yang sesuai h. Menolak untuk menerima begitu saja pendapat orang yang suka berdebat. Mengakhiri percakapan yang berteletele dengan orang yang memaksakan pendapatnya. i. Menatap lawan bicara Ketika berbicara atau diajak bicara, menatap lawan bicaranya. j. Respon melawan rasa takut. Menampilkan perilaku yang biasanya melawan rasa cemas, biasanya kecemasan sosial. B. Produtivitas 1. Pengertian Produktivitas adalah perbandingan antara keluaran (output) dan masukan (input) atau produktivitas diformulasikan sebagai perbandingan antara keluaran (output) dan masukan (input) di perusahaan industri dan ekonomi secara komprehensif. Produktivitas juga merupakan

perbandingan antara sumber daya (input) dengan jumlah barang / jasa (output) yang dihasilkan dari sumber itu. Pendekatan interdisipliner ilmu dilakukan dalam upaya mengelola produktivitas untuk dapat menentukan tujuan yang efektif, pembuatan rencana, aplikasi penggunaan car yang

produktif dan tetap menjaga kualitas yang tinggi. Produktivitas mengikut sertakan pendayagunaan secara terpadu sumber daya manusianya, keterampilan, barang, modal, teknologi, manajemen, organisasi, energi dan sumber sumber lainnya yang mengarah kepada pengembangan dan peningkatan hidup karyawannya. Menurut Sinungan (2005 : 17) produktivitas adalah sebagai hubungan antara hasil nyata maupun fisik ( barang barang / jasa ) dengan masuknya yang sebenarnya. Misalnya saja produktivitas adalah ukuran efisiensi produksi, suatu perbandingan antara hasil keluaran dan masuk atau output : input. Masukan sering dibatasi dengan masukan tenaga kerja, sedangkan keluaran diukur dalam kesatuan fisik bentuk dan nilai. 2. Faktor Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Manullang (2002 : 78), perlu diperhatikan beberapa faktor : a. Tingkat Pendidikan atau Keterampilan Para karyawan yang memiliki tingkat pendidikan atau keterampilan yang lebih tinggi tentu produktivitasnya akan leboh tinggi jika dibangdingkan dengan para pekerja yang memiliki tingkat

pendidikan atau ketermapilan yang lebih rendah. b. Kondisi Fisik Apabila kondisi fisik para pekerja tersebut lebih baik maka produktivitasnya akan lebih baik.

c. Sikap dan Kebiasaaan Untuk dapat meningkatkan meningkatkan produktivitas maka para pekerja harus dapat menyesuaikan sikap dan kebiasaannya dengan keadaan perusahaan. Karena jika sikap yang ada tidak baik dibawa perusahaan maka akan membawa pengaruh yang tidak baik terhadap produktivitas kerja. d. Lingkungan Pekerjaan Lingkungan kerja para karyawan tersusun dengan baik tentu akan menimbulkan semangat dan kegairahan para karyawan untuk bekerja lebih giat. Lingkungan pekerja yang lebih baik dapat merupakan tata ruang kantor yang rapi. e. Metode Kerja Untuk meningkatkan produktivitas kerja pelu juga ditinjau mengenai penggunaan metode kerja, apakah metode kerja yang sekarang digunakan masih relevan tentu masih akan dipertahankan. f. Peralatan yang digunakan Perusahaan yang harus selalu memperhatikan peralatan peralatan yang digunakan untuk bekerja, jika peralatan tersebut terkondisinya sudah tidak memadai lagi maka produktivitas akan dipertahankan bahkan ditingkatkan.

10

C. Asertivitas terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Menumbuhkan asertifitas dapat diartikan sebagai latihan ketrampilan sosial agar seseorang mampu mengungkapkan eksprei langsung, jujur dan pada tempatnya dari pikiran perasaan, kebutuhan, atau hak hak seseorang tanpa kecemasan yang beralasan dengan kata lain menumbuhkan sikap percaya diri untuk menyatakan diri bahwa tindakannya layak atau benar. Timbulnya kesadaran dan kejelasan antara hak dan kewajiban berdampak pada terciptanya suasana kerja yang nyaman dan sikap kerja yang sehat, dengannya diharapkan dapat meningkatkan produktivitas karyawan. D. Hipotesis Penelitian Ada hubungan positif antara peningkatan sikap asertif dengan peningkatan produktivitas karyawan.

11

BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variable Variable penenilian yang akan digunakan dalam menjawab pertanyaan penelitian sebagai berikut : Variable Tergantung Variable Bebas B. Definisi Operasional Definisi operasional yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Produktivitas Kerja Karyawan Produktivitas kerja karyawan dilihat dari target harian karyawan dengan hasil produksi karyawan tiap harinya. 2. Sikap Asertif Sikap asertif dalam penelitian ini mengacu pada nilai yang didapat dari hasil pengukuran skala asertivitas. C. Subjek Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah yang memenuhi kriteria sebagai berikut : 1. Karyawan Al Wustho Digital Publishing 2. Karyawan yang berada di bagian produksi Sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah para fasilitator yang merangkap menjadi fasilitator. : Produktivitas Kerja Karyawan : Sikap Asertif Karyawan

12

D. Desain Penelitian Rancangan eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan Small n Design, rancangan ini untuk meningkatkan sikap asertif para karyawan. Peneliti membuat jadwal untuk seluruh karyawan berkumpul setiap pagi sebelum masuk kerja untuk bertegur sapa berjabat tangan dan membaca Al Quran bersama secara bergilir. Setelah membaca Al Quran para karyawan yang merangkap menjadi fasilitator digilir setiap harinya untuk memberikan kultum (kuliah tujuh menit) kepada semua karyawan yang berkumpul. Design yang digunakan dalam penelitian adalah Pretest dan Post Test dengan desain sebagai berikut : O1 X O2

Keterangan : O1 = Pengukuran sebelum perlakuan X = Perlakuan O2 = Pengukuran setelah perlakuan Pretest dan posttest pada kelas eksperimen dilaksanakan bertujuan untuk melihat peningkatan sikap asertifitas karyawan. E. Metode dan Alat Pengumpul Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut :

13

1. Observasi Observasi dilakukan untuk mendapatkan mengambil data situasi ilmiah dan accidental situasi yang ada di lingkungan perusahaan. 2. Wawancara Metode wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara terpimpin, dimana peneliti sudah menyiapkan pertanyaan yang akan diajukan kepada responden. Wawancara diberikan pada karyawan yang juga berperan sebagai fasilitator dalam pembelajaran untuk mengetahui tingkat asertifitas karyawan 3. Dokumentasi Dokumentasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah berupa daftar target harian para karyawan / fasilitator dengan daftar pencapaian harian para karyawan / fasilitator, serta dokumentasi lain yang mendukung penelitian. 4. Angket Data angket diperuntukkan meununjukkan seberapa tingkat asertifitas yang dimiliki oleh para karyawan/fasilitator.

F. Metode Analisis Data Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis ANAVA karena fungsi dari analisis Anava tersebut untuk mengetahui adanya pengaruh dari sebelum awal kegiatan (pre-test) dibandingkan (posttest).

14