Anda di halaman 1dari 29

1.

Judul: Transformasi Limbah Abu Layang Batubara Menjadi Zeolit A Untuk Adsorpsi Zat Warna Crystal Viloet Dalam Larutan Air

2.

Latar Belakang Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk dan pembangunan dalam segala

bidang, kebutuhan energi listrik di Indonesia semakin meningkat. Pemerintah terus berupaya menambah kapasitas listrik yang dihasilkan melalui pembangunan PLTU baru dengan bahan bakar gas, batubara atau sumber energi lainnya. Batubara merupakan sumber energi yang penting dan banyak digunakan dengan kontribusi sekitar 23% total energi utama dunia (Widarini, 2009). Batubara digunakan terutama sebagai bahan bakar untuk pembangkit tenaga listrik, produksi baja, dan produksi semen. Penggunaan batubara sebagai bahan bakar akan menghasilkan limbah padat yang berupa abu layang dalam jumlah yang cukup besar, kira-kira mencapai 7,87% dari batubara yang digunakan (Herry, 1993). Pada tahun 2025 diproyeksikan kebutuhan batubara dalam negeri akan mencapai sekitar 191,13 juta ton (Anonim, 2006). Berdasarkan jumlah batubara yang digunakan tersebut, jumlah abu layang yang dihasilkan di Indonesia diperkirakan mencapai 14,9 juta ton pada tahun 2025. Sementara itu, produksi abu layang dunia mencapai hampir 800 juta ton setiap tahunnya, dan cenderung meningkat di masa yang akan datang (William, 2008). Majko (2011) menyatakan bahwa produksi abu batubara total di Amerika Serikat pada 2009 mencapai 134,7 juta, 16,6 juta ton di antaranya abu dasar. Jepang menghasilkan abu layang lebih dari 10 juta ton dalam tahun 2000, kira-kira baru 50% limbah tersebut sudah digunakan pada industri semen maupun konstruksi, sedang laiinya ditampung pada landfill (Fukui, 2006). Pada umumnya limbah abu batubara ditampung di dalam kolam atau landfill kering (Neupane dan Donahoe, 2009). Pembuangan abu layang batubara yang efisien merupakan salah satu issu global karena produksi yang besar-besaran dan efeknya yang membahayakan lingkungan (Twardowska dan Sczepansk, 2002). Abu layang yang terakumulasi bila tidak dimanfaatkan akan menimbulkan masalah bagi lingkungan sekitarnya dan tidak mempunyai nilai ekonomi. Dengan demikian perlu adanya usaha-usaha nyata untuk mengolah dan memanfaatkan abu layang ini sebanyak-banyaknya dan seefektif mungkin. Kebanyakan industri membuang sejumlah air dan bahan kimia dalam jumlah besar selama proses produksi. Air limbah zat warna tektil, misalnya, mengandung sejumlah

kontaminan asam, basa, padatan terlarut, senyawa toksik dan warna. Meskipun zat warna hanya memberi sedikit kontribusi terhadap total muatan organik dalam air limbah, 1

keberadaanya akan menghasilkan intensitas warna yang tinggi dan menghalangi penetrasi cahaya ke dalam perairan sehingga mengganggu proses biologis dalam tanaman. Zat warna reaktif bersifat mudah larut dalam air dan sukar mengalami biodegradasi pada proses perlakuan biologis secara konvensional (Armagan dkk., 2004), sedangkan zat warna golongan indigoid sangat beracun dan dapat menyebabkan iritasi kulit dan mata bila kontak dengannya (Terezinha dkk., 2011). Adapun Crystal Violet merupakan alah satu zat warna kation, mudah larut dalam air dan bersifat bersifat karsinogenik. Oleh perlu dilakukan usaha mengurangi konsentrasi zat warna (adsorpsi)) dalam air buangan industri. Berbagai jenis adsorben telah digunakan untuk menghilangkan kontaminan zat warna dalam air, dan salah satunya adalah zeolit. Zeolit mempunyai porositas yang tinggi sehingga mampu menyerap molekul zat warna yang ada dalam larutan air. Untuk keperluan sebagai penyerap/adsorben, zeolit dengan rasio Si/Al rendah, seperrti Zeolit A, akan lebih efektif dari pada zeolit dengan rasio Si/Al tinggi. Abu layang memiliki kandungan SiO 2 dan Al2O3 lebih dari 85% dan karena itu dapat digunakan sebagai bahan baku untuk produksi zeolit, menggantikan natrium silikat dan aluminat, yang biasa digunakan secara konvensional (Rayalu dkk., 2006). Suatu pendekatan baru yang sedang dipromosikan tentang pemanfatan abu layang adalah mengubahnya menjadi produk yang mempunyai nilai tambah seperti zeolit (Dermatas dan Meng 2003; Rayalu dkk., 2006; Fansuri dkk., 2008). Oleh karena itu perlu dilakukan kajian transformasi limbah abu layang menjadi zeolit A untuk adsorpsi zat warna dalam air melalui serangkaian kegiatan penelitian. Dengan menggunakan abu layang, diharapkan selain masalah pencemaran lingkungan dapat teratasi, masalah pencemaran air karena logam berat, zat warna maupun bahan organik berbahaya dapat diminimalkan.

3.

Identifikasi dan Perumusan Masalah Pemanfaatan limbah abu layang di Indonesia untuk berbagai tujuan masih terbatas.

Beberapa pemanfaatan abu layang yang dilakukan antara lain untuk bahan baku pembuatan refraktori cor (Azis dkk., 2006), sebagai bahan pembenah tanah (Hadijah dan Damayanti, 2006), pembuatan sintesis zeolit (Sutarno dan Aryanto, 2004), material pengemban logam Ni (Arief dan Aryanto, 2005). Penggunaan langsung abu layang untuk adsorpsi zat warna telah dilakukan (Jumaeri, 1995; dan Terezinha dkk., 2011). Aktivasi abu layang secara alkali

hidrotermal langsung juga dilakukan oleh Jumaeri dkk., (2006) dan memperoleh produk yang berupa campuran zeolit P, sodalit, mullit dan kuarsa. Vucinic dkk., (2003) mempelajari 2

pengaruh rasio silika/alumina terhadap karakteristik zeolit produk. Produk zeolitisasi abu layang juga diaplikasikan dalam penanganan air limbah dan adsorpsi gas CO 2, SO 2, dan NH3 (Querol dkk., 2001). Dari uraian sebelumnya, diperoleh gambaran umum bahwa pemanfaatan abu layang untuk sintesis zeolit, utamanya zeolit A, belum banyak dilakukan. Sintesis zeolit melalui proses hidrotermal kebanyakan menghasilkan campuran beberapa jenis zeolit (zeolit P, sodalit, hidroksosadali, zeolit Y) dan sisa abu layang yang belum bereaksi. Oleh karena itu,

berdasarkan uraian di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: 1. Bagaimana proses transformasi abu layang batubara untuk memperoleh zeolit A? 2. Bagaimana karakteristik produk zeolit A yang diperoleh dari proses tramsformasi abu layang batubara? 3. Bagimana kemampuan produk zeolit A yang diperoleh dalam adsorpsi zat warna Crystal Violet dalam larutan air? Dalam penelitian ini akan digunakan abu layang batubara dari PLTU Suralaya, sebagai bahan dasar sintesis zeolit. Adapun zat warna yang digunakan adalah zat warna kationik, Crystal Violet, yang banyak dipakai dalam pewarnaan tekstil, percetakan, pengolahan kulit dsb. Karakterisasi zeolit A dilakukan secara kualitatif menggunakan difraksi sinar-X, spektra

inframerah, Scanning mikroskop electron (SEM). Adapun konsentrasi zat warna ditentukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. 4. Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang tersebut di atas maka tujuan utama penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mempelajari proses pembuatan zeolit A yang disintesis dari limbah abu layang batubara melalui metode hidrotermal. 2. Untuk memperoleh karakteristik produk zeolit A yang disintesis dari limbah abu layang batubara. 3. Untuk mempelajari kemampuan produk zeolit A hasil sintesis dalam proses adsorpsi zat warna Crystal Violet dalam larutan air.

5. Manfaat dan Luaran Penelitian Manfaat penelitian ini dapat ditinjau dalam tiga aspek, yaitu aspek pengembangan iptek, pembangunan maupun ekonomi. Aspek pengembangan iptek, hasil penelitian dapat digunakan sebagai pengembangan pengetahuan khususnya dalam metode sintesis zeolit A dari limbah abu dan aplikasinya untuk adsorpsi zat warna dalam air. Aspek pembangunan, hasil penelitian dapat membantu pemerintah dan kalangan industri dalam hal memanfaatkan limbah abu layang batubara dan penanganan air yang mengandung cemaran zat warna dalam air. Selain itu juga bermanfaat dalam penanganan limbah abu layang batubara untuk mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan. Aspek ekonomi, penelitian ini dapat memperluas

pemanfaatan dan meningkatkan nilai tambah abu layang batubara sebagai bahan dasar dalam pengolahan air dan penaganan air limbah.

6. Tinjauan Pustaka 6.1 Abu Layang Batubara Abu batubara merupakan materi sisa yang ada setelah semua materi yang dapat bakar (flameable) pada batubara telah habis terbakar (Hessley dkk., 1986). Abu batubara merupakan campuran yang kompleks sebagai hasil perubahan kimia komponen batubara yang berlangsung selama pembakaran. Berdasarkan ukuran partikelnya abu batubara dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu abu layang (fly ash) dan abu dasar (bottom ash). Sesuai dengan konstituen batubara, abu layang tersusun terutama oleh senyawa silikat (SiO 2), alumina (Al2O3 ) (Matamoros, 2004), oksida besi dan kalsium serta senyawa Mg, Na, Ti, K dalam jumlah yang lebih kecil. Karena bersifat sebagai bahan pozzolan, abu layang dalam volume besar banyak digunakan untuk bahan bangunan sebagai bahan campuran pembuatan beton (Mathur dkk., 2005). Dermata dan Meng (2003) menyatakan abu layang adalah residu halus yang dihasilkan dari pembakaran batubara gilingan atau serbuk yang dipindahkan dari tungku pembakaran melalui boiler oleh aliran gas buang. Serbuk halus ini tidak dapat terbakar, mempunyai distribusi ukuran partikel 1-100 mm dan relatif homogen. Partikel abu layang di bawah pengamatan Scanning Electron Microscopy, tampak berbentuk bulat, menyerupai bola) dan ini memungkinkan untuk dicampur dengan semen (Copelan, 2003). Breck (1974) dan Vucini dkk., (2003) menyatakan sifat abu layang teraktivasi melalui alkali hidrotermal, sejalan dengan sifat abu layang asal. Berdasarkan kandungan kimiawinya, abu layang mempunyai rasio mol Si/Al yang rendah. Sifat rasio mol Si/Al yang rendah ini, memungkinkan untuk mensintesis zeolit rendah Si dengan kapasitas penukar kation yang tinggi untuk ion logam- logam transisi, ammonium, selektivitas tinggi untuk molekul polar dan volume pori yang besar. 6.2 Transformasi Abu Layang Batubara Menjadi Zeolit A Transformasi abu layang menjadi zeolit dilakukan dengan melalui serangkaian proses sintesis. Sintesis zeolit dari abu layang batubara pada umumnya dilakukan melalui tiga cara, yaitu (1) konversi hidrotermal secara langsung dari campuran abu layang dan NaOH atau KOH, (2) peleburan abu layang dilanjutkan reaksi hidrotermal dan dengan proses peleburan dan (3) ekstraksi silikon dari abu layang dilanjutkan rekasi hidrotermal (Fansuri dkk., 2008). Ketiga metode tersebut akan menghasilkan zeolit dengan karakteristik yang berbeda. Kebanyakan sintesis zeolit maupun zeolitic material dilakukan melalui metode hidrotermal. Kondisi sintesis tergantung pada komposisi material yang diinginkan, ukuran partikel, 5

morfologi dan sebagainya (Schubert dan Husing, 2000). Proses sintesis adalah sensitif terhadap sejumlah variabel seperti temperatur, pH, sumber silika dan alumina, jenis kation alkali dan waktu reaksi maupun surfaktan. Air memegang peranan penting dalam sinteses hidrotermal, yaitu merupakan medium untuk komponen reaktan, seperti Si, Al, Na, template, untuk bereaksi dan dikristalkan pada temperatur dan tekanan tertentu. Sifat pelarut air murni, sering kali tidak cukup untuk melarutkan zat untuk kristalisasi, bahkan pada temperatur tinggi, oleh karena itu perlu ditambahkan mineralizer. Mineralizer adalah suatu senyawa yang ditambahkan pada larutan yang encer untuk mempercepat proses kristalisasi dengan cara meningkatkan kemampuan melarutnya, sehingga yang biasanya tidak dapat larut dalam air dengan ditambahkannya mineralizer dapat menjadi larut. Mineralizer yang khas adalah suatu hidroksida dari logam alkali, khususnya untuk amfoter dan oksida asam. Mineralizer yang digunakan untuk SiO 2 adalah NaOH, KOH, Na2CO3 atau NaF, yang reaksinya adalah sebagai berikut. SiO 2 (s) + 2 OH-(aq) SiO3 2-(aq) + H2O(l) (1)

NaOH dalam campuran reaksi bertindak sebagai aktivator selama peleburan untuk membentuk garam silikat dan aluminat yang larut dalam air, yang selanjutnya berperan dalam pembentukan zeolit selama proses hidrotermal. Zeolit NaA adalah zeolit sintetis yang paling sederhana dengan suatu rasio molekuler satu silikon dengan satu alumunium dengan satu kation Na. Zeolit NaA memiliki struktur LTA (linde tipe A), dengan struktur kristal kubik seperti tercantum pada Gambar 1.

Gambar 1 Frame work zeolit Linde Tipe A (Muller dkk., 1998) Karena luas permukaan yang tinggi dan pori-pori besar, zeolit merupakan material ideal untuk berbagai proses terkini seperti pembentukan molekul- molekul khusus dalam sangkar. Adapun penggunaa zeolit A sebagai builder detergen didasarkan atas beberapa sifat penting zeolit A antara lain: memiliki KTK (kapasitas tukar kation) yang tinggi sehingga efektif menurunkan kesadahan, kapasitas adsorpsi yang tinggi, dan mengadsorpsi molekul terlarut dalam air yang tidak diinginkan (Jasra dkk., 2006) 6

6.3 Adsorpsi Zat Warna Zat warna adalah suatu senyawa organik yang umumnya mengandung gugus aromatik yang terikat pada suatu kation atau anion anorganik. Pembuangan zat warna ke lingkungan, di seluruh dunia, diperkirakan mencapai 7 x 104 ton per tahun (Vijaraghavan and Yun 2008).

Kebanyakan zat warna adalah toksik terhadap mikroorganisme dan bisa menyebabkan kerusakan langsung atau penghambatan proses katalitik. Zat warna Crystal Violet, misalnya, bersifat mudah larut dalam air dan sukar mengalami biodegradasi, intensitas warnya tinggi, dan bersifat karsinogenik. Adapun zat warna golongan indigoid menyebabkan iritasi kulit dan mata bila kontak dengannya sangat beracun dan dapat (Terezinha dkk., 2011). Oleh

karena itu keberadaan zat warna dalam air buangan harus dikurangi sehingga aman bagi kehidupan. Pengurangan konsentrasi zat terlarut, zat warna misalnya, telah banyak dilakukan. Kebanyakan teknik yang dilakukan merupakan kombinasi proses fisik, kimia dan biologis termasuk foto-oksidasi, koagulasi kimia, sedimentasi, filtrasi, disinfeksi dan adsorpsi (Khalili dan Bonakdarpour, 2010). Sungguhpun demikian, adsorpsi merupakan metode yang paling efisien untuk adsorpsi polutan dari air yang mencakup keuntungan ekonomi, teknik dan ekologi (Song dkk., 2010). Adsorpsi adalah proses penyerapan suatu zat pada permukaan padatan karena adanya ketidakseimbangan gaya yang ada di permukaan. Proses ini dapat dilakukan dengan cara mengadsorpsi zat warna dengan menggunakan adsorben tertentu, sehingga konsentrasinya berkurang dan aman bagi lingkungan.

7. Metode Penelitian 7.1 Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilakukan di laboratorium dengan menggunakan bahan-bahan limbah yang ada di lingkungan dan bertujuan untuk

mengidentifikasi faktor- faktor faktor-faktor yang mempengaruhi proses sintesis zeolit A dari abu layang batubara. Zeolit A hasil sintesis selanjutnya digunakan untuk proses adsorpsi zat warna dalam air. Untuk melakukan kegiatan tersebut maka penelitian dirancang dengan metode dan pentahapan seperti uraian di bawah ini. Sampel dalam penelitian ini adalah abu layang batubara yang diperoleh dari PLTU Suralaya. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah metode sintesis zeolit. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah karakteristik produk zeolit A serta kemampuan dalam proses adsorpsi zat warna dalam air. 7.2 Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi : (a) seperangkat alat gelas (b) Autoclave stainless-steel (c) Oven pemanas merk Memmert (d) Thermoline (e) Shaker mekanik (f) pH meter Tungku Tube merk

(f) neraca, (g) Seperangkat alat

spektrofotometer infra merah merk Perkin Elmer (i) XRD 6000 merk Shimadzu (j) SEM dan alat-alat yang lainya. Adapun bahan-bahan yang digunakan adalah (a) abu layang batubara dari PLTU Suralaya, sebagai material utama sintesis (b) bahan kimia yang digunakan meliputi HCl, NaOH, Na3AlO3 , zat warna Crystal Violet kertas saring Watman 42 dan aquades. 7.3 Cara Penelitian Transformasi abu layang menjadi Zeolit A Transformasi abu layang menjadi zeolit A, dilakukan melalui serangkaian tahan sintesis, berdasarkan metode yang dikembangkan oleh Rayalu dkk ., (1999) dengan beberapa modifikasi. Abu layang yang akan digunakan sebelumnaya diayak pada ukuran 170 mesh. Sisa karbon yang tidak terbakar yang masih ada pada abu layang, dihilangkan melalui pencucian dan penyaringan. Sampel abu layang ini selanjutnya direfkux dengan larutan HCl 1 M untuk meningkatkan aktivitasnya pada pembentukan zeolit. Refluks dengan asam akan

menghilangkan oksida logam besi dan lainya, sehingga meningkatkan aktivitas, stabilitas dan keasaman zeolit. Selanjutnya abu layang, yang sudah direflux dengan HCl, dicuci hingga pH netral. Abu layang ini selanjutnya dikeringkan kembali melalui panas sinar matahari. Abu layang yang sudah direflux mula-mula dicampur NaOH dalam rasio berat 1:1,2, dan secara opsional penambahan natrium aluminat atau aluminium hidroksida untuk 8

memperoleh campuran homogen yang halus. Campuran ini dilebur dalam krus stainless steel, pada temperatur 600o C selama satu jam. Hasil peleburan campuran ini selanjutnya didinginkan pada temperatur kamar. Digerus dan ditambah air (10 gram abu layang/100 mL air) dengan dan tanpa penambahan Na-aluminat. Slurry yang diperoleh selanjutnya diagitasi secara mekanik dalam gelas beker selama beberapa 8 jam. Selanjutnya slurry tersebut dimasukkan dalam autoclave- steinless steel yang di dalamnya dilengkapi dengan tabung teflon. Autoclave beserta isinya kemudian dimasukkan dalam oven temperatur 110C selama 4 jam untuk proses hidrotermal. Setelah waktu proses hidrotermal, autoclave dikeluarkan dari oven dan didinginkan sampai suhu kamar. Produk yang diperoleh kemudian dicuci dengan akuades sampai pH 10. Selanjutnya disaring dan dikeringkan pada suhu 60 o C selama 12 jam. Selanjutnya kristal zeolit hasil sintesis dikarakterisasi. Karakterisasi hasil sintesis Karakterisasi bertujuan untuk mengetahui karakter produk sintesis yang diperoleh apakah sudah sesuai dengan karakteristik zeolit A yang diharapkan. Zeolit sintesis yang diperoleh dikarakterisasi secara kualitatif menggunakan Spektroskopi Inframerah, Elmer FTIR, Perkin

Difraksi Sinar-X Shimadzu XRD-6000 dan Scanning Eelectron Microscope

(SEM). Diagram alir sintesis yang dilakukan dalam tranformsi abu layang batubara menjadi zeolit A tercantum pada Gambar 2.

Abu Layang

NaOH

Tabung teflon*

Penguapan* Krus stainless

Peleburan Air Hidrotermal

Grinding

Aging

Zeolit A

Drying

Filtrasi

Gambar 2 Digram alir transformasi abu layang menjadi zeolit A Adsorpsi zat warna dalam air Konsentrasi zat warna dalam air perlu dikurangi hingga batas yang aman untuk kesehatan melalui proses adsorpsi (penyerapan) zat terlarut yang ada dalam larutan. Secara umum, adsorpsi dilakukan dengan cara mengontakkan langsung antara adsorben dan adsorbat dalam suatu batch adsorpsi. Zeolit A hasil sintesis sebanyak 0,01 g dicampur dengan 20 mL larutan zat warna Crystal Violet dengan konsentasi tertentu dalam labu erlenmeyer. Erlenmeyer tersebut kemudian dimasukkan dalam alat penggoncang orbital (orbital shaker) dengan kecepatan konstan 200 rpm dan dihentikan pada selang waktu tertentu. Adsorben dan adsorbat dipisahkan dengan cara sentrifugasi dan konsentrasi larutan zat warna setelah adsorpsi ditentukan spektofotometer UV-Vis. Jumlah zat teradsorpsi dihitung dengan menggunakan konsentrasi zat sebelum dan sesudah adsorpsi, seperti pada persamaan (2). 10

qt

(C o - C t )

V m

(2)

Co dan Ct menunujukkan konsentrasi awal dan konsentrasi pada waktu kontak t, dalam mg/L, V volume larutan (mL) dan m berat adsorben (g). Persen adsorpsi (%) dihitung dengan menggunakan persamaan (3).
% Adsorpsi (C o - C t ) 100 % Co

(3)

7.4 Analisis Data Analisis data hasil penelitian dilakukan baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Data hasil pengukuran XRD dianalisis secara kualitatif dengan membandingkan difraktogram sampel zeolit A hasil dengan zeolit A standar (data dari JCPDS). Hasil spectra inframerah dianalisis dengan mencocokkan spectra dari gugus fungsi zeolit A yang diperoleh. Hasil pengukuran menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) dianalisis melalui pengamatan gambar struktur morfologi permukaan zeolit A yang diperoleh. Data hasil pengukuran Spektrofotometer UV-Vis, secara kuantitatif dianlisis menggunakan kurva kaliberasi larutan standar untuk menghitung zat warna sebelum dan sesudah proses adsorpsi yang dilakukan melelui metode adsorpsi.

11

8. Rencana dan Jadwal Penelitian

No 1
2

Kegiatan Penyiapan alat dan bahan Diskusi Tim peneliti Karakterisasi sampel abu layang Sintesis zeolit A dari abu layang batubara Analisis dan karakterisasi zeolit A hasil sntesis Uji adsorpsi zat warna melalui metode adsorpsi Analisis data dan interpretasi hasil adsorpsi sistem batch Diskusi hasil penelitian oleh tim peneliti Monetoring dan evaluasi internal Penyusunan laporan Seminar Hasil Penelitian

Bulan 4 5

3 4 5 6 7
8 9

10
11

12

9. Organisasi Pelaksana a. Ketua Pelaksana 1) Nama dan gelar akademik 2) Pangkat/Golongan/NIDN 3) Jabatan Fungsional 4) Bidang Keahlian 5) Fakultas/Lembaga/Pusat 6) Waktu untuk kegiatan ini : Drs. Jumaeri, M.Si : Pembina Tk I/IVb/0005106213 : Lektor Kepala : Kimia Anorganik : FMIPA : 6 jam/minggu

b. Anggota Peneliti 1 1) Nama dan gelar akademik 2) Pangkat/Golongan/NIDN 3) Jabatan Fugsional 4) Bidang Keahlian 5) Fakultas/Lembaga/Pusat
6) Waktu untuk kegiatan ini

: Dra. Sri Mantini Rahayu Sedyawati, M.Si : Pebina Utama/IVc/0017105005 : Lektor Kepala : Kimia Anorganik
: FMIPA : 4 jam/minggu

Anggota Peneliti 2 1) Nama dan gelar akademik 2) Pangkat/Golongan/NIDN 3) Jabatan Fugsional 4) Bidang Keahlian 5) Fakultas/Lembaga/Pusat
6) Waktu untuk kegiatan ini

: Dra. Pratiwi Dwi Jananti, M.Si : Pebina /IVa/0001036210 : Lektor Kepala : Fisika Material
: FMIPA : 4 jam/minggu

13

LAMPIRAN A. Rencana Biaya


I. Honorarium Tim Peneliti a. Ketua b. Anggota Jumlah 1 2 Minggu/ Bulan 4 4 Bulan Kerja 8 6 Jam/ minggu 7 5 Sub total 1 2. Peralatan a. Tabung Teflon diameter 2,5 inch panjang 25 cm b. Reaktor hidrotermal steinlessteel c. Sewa pH meter d. Sewa alat Spektrofoto meter UV-Vis d. Sewa furnace Sub total 2 3. Bahan Habis Pakai a. NaOH Emerck 500g b.HCl Emerck 500 ml c. Zat Wana Crystal Vio let d. Al2 O3 250 gram f. Aquades 200 liter f. Kertas saring Watman 1 pak Sub total 3 IV. Bi aya Operasional Laboratorium a. Preparasi sampel abu lay ing b. Sintesis zeolit c. Analisis SEM zeolit hasil sintesis d. Analisi Inframerah (IR) e. Analisis XRD f. Uji kemampuan adsorpsi produk zeolit A Sub total 4 V. Penggandaan Laporan dan Seminar a. Penyusunan laporan b. Penggandaan laporan c. Seminar Sub total 5 6. Lain-l ain a. Entry data b. Analisis Data c. ATK Sub total 6 Total Anggaran Tarip/jam (Rp) 15,000.00 11,000.00 Total (Rp) 3,360,000.00 2,640,000.00 6,000,000.00 300,000.00 2,000,000.00 400,000.00 800,000.00 500,000.00 4,000,000.00 260,000.00 440,000.00 550,000.00 300,000.00 200,000.00 250,000.00 2,000,000.00 600,000.00 800,000.00 800,000.00 400,000.00 800,000.00 600,000.00 4,000,000.00 600,000.00 400,000.00 1,000,000.00 2,000,000.00 800,000.00 1,200,000.00 2,000,000.00 20,000,000.00

14

B. Daftar Pustaka 5 . JDAFTAR PUSTAKA Anonim, 2006, Batubara Indonesia, Tim Kajian Batubara Nasional, Kelompok Kajian Kebijakan Mineral dan Batubara,Pusat Litbang Teknologi Mineral dan Batubara. Arief, B., 2005, Konversi Abu Layang Batubara Sebagai Material Pengemban Logam Nikel Dan Uji Ketahanan Struktur Padatan Terhadap Panas, Jurnal Ilmu Dasar, Vol. 6 No. 1, 24-32. Armagan, B., Turana, M., and elik M.S., 2004, Equilibrium Studies on the Adsorption of Reactive Azo Dyes into Zeolite, Desalination, 170, 3339. Azis, M., Ardha, N., dan Tahli, L., 2006, Karakterisasi Abu Terbang PLTU Suralaya dan Evaluasinya untuk Refraktori Cor, J. Teknologi Mineral dan Batubara, 36, 14, 1-8. Breck, D.W., 1974, Zeolites Molecular Sieves: Structure, Chemistry, and Use, John Wiley & Sons, New York. Copelan, K, 2003. Fly Ash Properties and Uses. Italian Monolithic Dome Articles. http:/www.monolithic.com/construction/flyash. Diakses 20 September 2004 Dermata,D., and X.Meng, 2003, Utilization of Fly Ash for Stabilization/solidification of Heavy Metal contaminated Soils, Eng. Geol., 70. 377 394 Fansuri, H., Pritcahard, D., and Zhang, D., 2008, Manufacture of Low-Grade Zeolites from Fly Ash for Fertilizer Application, Research Report 91, QCAT Technology Transfer Centre, Technology Court Pullenvale, Australia Fukui, K., Nishimoto T., Takiguchi M., and Yoshida H., 2006, Effect of NaOH Concentration on Zeolite Synthesis from Fly Ash with a Hydrothermal Treatment Method, Kona, 24, 183-191. Hadijah, N.R, dan Damayanti, R., 2006, Penelitian Abu Batubara sebagai Pembenah Tanah : Pengaruh Waktu Inkubasi terhadap Parameter Kualitas Tanah (Derajat Keasaman Tanah, Mn, Fe, P - Total dan P - Tersedia) J. Teknologi Mineral dan Batubara, 36, 14, 9 - 17. Herry, P., 1993, Abu Terbang dan Pemanfaatannya, Makalah Seminar Nasional Batubara Indonesia, UGM Yogyakarta 7 8 September 1993. Hessley, R.K.,Reasoner J.W., and Riley J.T., 1986, Coal Science, John Wiley and Sons, New York, 81 87. Jasra, R.V., Somani, R.S., and Mody, H.M., 2006, Processing for Preaparing Detergent Builder Zeolite-A from Kimerlite Tailings, US Patent no: 0140853 A1. Jumaeri, 1995, Studi Tentang Pemanfaatan Abu Layang Sebagai Adsorben Zat Warna Dalam Larutan Air, Tesis, Program Pasca Sarjana UGM Yogyakarta. 15

Jumaeri, Warlan S., Woro S., dan Wara D.P , 2005, Immobilisasi Logam Berat Dalam Air Limbah Industri Dengan Menggunakan Abu Layang Batubara, Laporan Penelitian DPPM Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas, Lembaga Penelitian UNNES. Jumaeri, Widi A., dan Cepi K., 2006, Pemanfaatan Abu Layang Batubara dengan Perlakuan Hidrotermal Sebagai Bahan Penurun Kesadahan (Water Softener) Dalam Penyediaan Air Minum , Laporan Penelitian Lembaga Penelitian UNNES. Khalili Z. and Bonakdarpour B., 2010, Statistical Optimization of Anaerobic Biological Processes for Dye Treatment, Clean: Soil, Air, Water, 38, 942950. Majko, R., 2011, Coal Combustion Products http://www.rmajko.com/flyash.html) (Diakses 14/12/2011 jam 21.00). Matamoros, V.Z., Rendn-Angeles, J.C., Yanagisawa, K., and Cisneros-Guerrero, M.M., 2004, Densification of Fly Ash under Alkaline Hydrothermal Hot Pressing Conditions, 14th International Conference on the Properties of Water and Steam in Kyoto. Mathur, V.K., Verma, C.L., Gupta, B.S., Agarwal, S.K., and Kumar, A., 2005, Use of Higher Volume Fly Ash in Concrete for Building Sector, Report No. T(S)006, Environmental Science & Technology Division Central Building Research Institute, Roorkee. Muller, J. C. M.,Hakvoort, G., and Jansen., J.C. 1998, DSC and TG Study of Water Adsorption and Desorption on Zeolite Na-A. J. Therm. Anal., 53, 258-261. Neupane, G. And Donahoe, R.J., 2009, Potential Use of Surfactan-Modified Zeolite for Attenuation of Trace Element in Fly Ash Leachate, World of Coal Ash (WOCA) Conference , May 2-7, Lexington, KY, USA. Querol, X., Natalia, M., Juan, C.U, Roberto, J., Susana, H., Constantino, F.P., Carles, A., Maria, J., Javier, G., Angel, L., and Diego, C., 2001, Fly Ash Zeolitization Product Applied to Waste Water and Flue Gas Decontamination, Int. Ash Utilization. Symp, Center for Appl Eng. Res, Univ. of Kentucky, paper 29. Rayalu, S., Bansiwal, A. K., Meshram, S.U., Labhsetwar, N., and Devotta S., 2006, Fly Ashbased Zeolite Analogues: Versatile Materials for Energy and Environment Conservation, Catal. Surv. Asia, Vol.10, No 2, 74-88. Rayalu, S., Labhsetwar, N., and Khanna, P. 1999, Process for the Synthesis of Fly Ash Based Zeolite-A, US Patent, Patent Number 5965105 Schubert, U., and Husing, N., 2000, Synthesis of Inorganic Materials, Federal Republic of Germany. WILEY-VCH. Song, X.H., Liu, L. Cheng, Y. Q., 2010, Surface Modification of Coconut-Based Activated Carbon by Liquid-Phase Oxidation and its Effects on Lead Ion Adsorption, Desalination, 255, 7883. Sutarno and Arryanto, Y., 2004, Synthesis of Faujasite High Thermal Stability from Fly Ash, Indo. J. Chem., 4, 1, 26 32. 16

Terezinha E. M. de C., Denise, A., Fungaro, Carina P. M., and Patricia, C., 2011, Adsorption of Indigo Carmine from Aqueous Solution Using Coal Fly Ash and Zeolite from Fly Ash, J. Radioanal. Nucl. Chem., 289, 617626. Twardowska,I. and Szczepanska J., 2002, Solid Waste: Terminological and Longterm Environmental Risk Assessment Problems Exemplified in a Power Plant Fly ash Study, Sci. Total Environ., 285, 29-51. Vijaraghavan, K.Han.M.H., Choi, S.B., and Yun., Y.S. (2007) Biosorption of Reactive Black 5 by Corynebacterium glutamicum Biomass Immobilized in Alginate and Polysulfone Matrices. Chemosphere 68(10). 1838-1845 Vucinic, D., Miljavonic, I., Rosic, A., and Lazic, P., 2002, Effect of Na2O/SiO2 Mole Ratio on the Crystal Type of Zeolite Synthesized from Coal Fly Ash, J. Serb. Chem. Soc., 68, 6, 471-478. Widarini, W.M., 2009, Industry Research-Sektor Batubara 2010, Asia Securities, 30 November 2009. Williams, L., 2008, From Coal Dust to Carbon Credits, in The University of New South Wales News.

17

C. DAFTAR RIWAYAT HIDUP KETUA DAN ANGGOTA PELAKASANA Ketua Peneliti 1. Riwayat hidup dan pekerjaan 1. Nama lengkap dan gelar Tempat/tanggal lahir Alamat Drs. Jumaeri, M.Si/ NIP Semarang/ 05 Oktober 1962 Jl. Dewi Sartika Timur XIV/2 Semarang Telp. 08122829865 E-mail: jumaeri_unnes@yahoo.com Jenis Kelamin Golongan/Pangkat/NIP/Jabatan Fakultas/Jurusan Laki-laki IVb/Pembina Tk 1/ 196210051993031002/ Lektor Kepala MIPA/Kimia

2. Pendidikan ( dari sarjana muda/ yang sederajat) UNIVERSITAS/INSTITUT DAN LOKASI 1. FPMIPA IKIP Semarang 2. UGM Yogyakarta
3. Pengalaman Pekerjaan/Jabatan

GELAR Drs M.Si

TAHUN SELESAI 1985 1995

BIDANG STUDI Pendidikan Kimia Ilmu Kimia

No Pekerjaan/Jabatan 1. 2. 3. 4. Guru SMA Kristen 3 YSKI Guru SMA Islam Sudirman Dosen Jurusan Kimia Ketua Program Studi Kimia Semarang

Tempat Islamic Centre Ambarawa IIKIP Semarang/ UNNES Jurusan Kimia FMIPA UNNES

Tahun 1984 1990 1985 1990 1993 sekarang 2003 2008

Pengalaman Mengajar
No 1 2 3 4 5 6 7 8 Mata Kuliah Kimia Anorganik I (3 sks) Kimia Anorganik II (3 sks) Kimia Anorganik Fisik (3 sks) Praktikum Kimia Anorganik 2 (1 sks) Ikatan Kimia (2 sks) Sintesis Anorganik (2 sks) Kimia Dasar I (3 sks) Kimia Koordinasi (2 sks) Jenjang S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1

4. Pengalaman ke rja dalam penelitian dan pengalaman profesional serta kedudukan saat ini (dis usun secara kronologis) 18

4.1 Penelitian JUDUL KEGIATAN/INSTITUSI 1. Studi Tentang Pemanfaatan Abu Layang Sebagai Adsorben Zat Warna Dalam Larutan Air (Tesis S2 ) 2. Penggunaan Abu Layang Batu Bara Untuk Fiksasi Logam- Logam Berat ( Penelitian BBI 1996/1997) 3. Isolasi dan Analisis Kadar senyawa Antioksidan pada Tempe di Wilayah Kota Madia Semarang (Penelitian OPF) 4. Pengaruh Penambahan CaO Terhadap Kualitas Fiksasi Logam Berat Oleh Abu Layang Batu Bara (Penelitian BBI 1997/1998) 5. Preparasi Kitosan Secara Deasetilasi Kitin untuk Adsorben Zat Warna pada Proses Flokulasi (Penelitian BBI 1997/1998) 6. Analisis Kandungan Pewarna dan Pemanis Sintetis dalam Minuman Kemasan di Kodia Semarang (Penelitian OPF) 7. Stabilisasi Zat Warna Dalam Air dengan Menggunakan Abu Layang Termodifikasi (OPF 1998/1999) JABATAN Ketua Peneliti Ketua Peneliti Anggota Ketua Peneliti PERIODE KERJA 1995 1996/1997 1996/1997 1997/1998

Anggota Anggota

1997/1998 1997/1998

Ketua Peneliti

1998/1999 1999/2000

8. Pemanfaatan Abu Layang Batu Bara Ketua Peneliti dengan Perlakuan Asam Untuk Menurunkan Tingkat kesadahan Air (DIK 1999/2000) 9. Preparasi Biomassa Chlorella sp pada Polimer Etil-akrilat Etilen Glikol Dimetakrilat sebagai Adsorben Logam Berat Timbal (II). (Penelitian Dosen Muda 2001) 10. Pemanfaatan Limbah Abu Layang Industri Ban Untuk Pembuatan Batako. (Penelitian Dosen Muda 2002) 11. Pemanfaatan Kitosan dari Limbah Kulit Udang Windu untuk Adsorpsi Logam Berat Pb dalam Air (Penelitian DIK) 12. Pengaruh Penambahan Bahan Pengikat Impurities terhadap Kemurnian Natrium Klorida pada Proses Pemurnian Garam Dapur melalui Rekristalisasi ( Penelitian Dosen Muda 2003) Anggota

2001

Ketua

2002

Anggota

2002

Ketua

2003

19

13. Perbedaan Kualitas Garam Krosok Produksi Petani Garam Dengan Sistem Peminihan Bertingkat Dibandingkan Dengan Sistem Tradisional 14. Immobilisasi Logam Berat dalam Air Limbah Industri Dengan Menggunakan Abu Layang Batu Bara ( Penelitian Hibah Bersaing 2004 -2005 ) 15. Pemanfaatan Abu Layang Batu Bara dengan Perlakuan Hidrotermal Sebagai Bahan Penurun Kesadahan (Water Softener) Dalam Penyediaan Air Minum (Penelitian Terapan, DIPA UNNES) 16. Pengaruh Perlakuan Alkali Hidrotermal Pada Sintesis Zeolit dari Abu Layang Batubara Terhadap Kemampuan Adsorpsi Logam Berat Fe dan Zn Dalam Air Limbah Industri (Penelitian Dasar, DIPA UNNES) 17. Sintesis Zeolit dari Abu Layang Batubara Secara Alkalihidrotermal dan Aplikasinya sebagai Penukar Ion Dalam Proses Pengolahan Air ( Penelitian Hibah Bersaing 2008 DP2M Dikti) 18. Pengembangan Industri Tambak Garam Terpadu untuk Produksi Garam dan Biomas Artemia Kualitas Super (Penelitian Riset Andalan Perguruan Tinggi dan Indsutri, RAPID 2009-2010) 19. Intergrasi Kebijakan dan Penguatan Indusatri Garam Nasional Sebagai Bahan Dasar Industri Makanan dan Minuman melalui Upgrading of Value Chain Management dan Diversifikasi Produk (Penelitian Prioritan Nasioanal Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi 2011-2025 (Penprinas MP3EI 2011-2025)

Anggota

2003

Ketua

2004 2005

Ketua

2006

Ketua

2007

Ketua

2008

Ketua

2009 2010

Anggota

2012- sekarang

4.2 Daftar publikasi JUDUL NAMA MEDIA TAHUN 1996 20

1. Tinjauan Teoritis tentang Adsorpsi Larutan Media Pend. MIPA Pada Permukaan Padatan IKIP Semarang

2. Pemanfaatan Abu Layang Batu Bara Untuk Fiksasi Logam- Logam Berat Dalam Larutan Air

Prosiding Seminar Nasional Kimia V

1999

Jurnal Balitbang 3. Karakterisasi Unsur Utama dalam Abu Propinsi Jawa Layang Industri Ban Sebagai Bahan Tengah Pozzolan 4. Pemurnian Garam Dapur Menuju Kualitas Industri Melalui Metode Rekristalisasi dengan Menggunakan Bahan Pengikat Impurities Prosiding Seminar Nasional Kimia dan Pend. Kimia, Jurusan KimiaUNNES

2003

2004

Prosiding Seminar Untuk Nasional Kimia XIV 5. Penggunaan Pellet KmnO 4 Menghambat Kematangan Buah Tomat UGM Yogyakarta Dalam Kemasan Plastik Prosiding Seminar 6. Pemanfaatan Abu Layang Batubara PLTU Nasional Kimia dan Paiton Untuk Immobilisasi Logam Berat Pend. Kimia, Jur Pb(II) Dalam Air KimiaUNNES Proceeding of 7. Immobilization of Heavy Metal Cr(III) in Second International Aqueous Solution Using Coal Fly Ash from Seminar of EnvironPaiton Power Plant mental Chemistry and Toxycology Prosiding Seminar 8. Pengaruh Rasio Abu Layang/Semen Pada Nasional Pengolahan Pengikatan Limbah Logam Berat Zn(II) Limbah: Prospek Dalam AirPemurnian Garam dan Tantangan Aplikasi, AKIND St Paulus Semarang Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia no 1 tahun 2007, Jurusan Kimia FMIPA UNNES

2004 2005

2005

2005

2007

9. Mengoptimalkan Pembelajaran Kimia Unsur Berbahasa Inggris Pada Perkuliahan Kimia Anorganik II Melalui Pola Konstruktivistik Konsep dan Visualisasi Komputer

10.Sintesis Zeolit dari Abu layang Batubara Jurnal REAKTOR, Secara Alkali Hidrotermal dan Aplikasinya Vol 11 Nomor 1 Juni 2007, ISSN: 0852-

2007

21

Sebagai Adsorben Ion Besi dan Seng Dalam 0798, 38-44. Teknik Air Limbah Kimia,UNDIP Semarang

4.3 MAKALAH YANG DISEMINARKAN JUDUL 1. Adsorpsi Zat Warna Tekstil Solophenil Turquise Blue dalam Air pada Adsorben Abu Layang Batu Bara 2. Pemanfaatan Abu Layang Batu Bara untuk Fiksasi Logam Berat Dalam Air 3. Abu Layang Sebagai Bahan Pengikat Ion Logam dan Cd(II) dalam Air 4. Pemanfaatan Campuran Abu Layang dan CaO untuk Stabilisasi Cu(II) dan Cr(III) dalam Air 5. Analisis Unsur-Unsur Nutrien Anorganik Tanaman Dalam Abu Layang Batu Bara PLTU Suralaya
6. 6.

NAMA KEGIATAN Seminar Jurusan Kimia IKIP Semarang Seminar Nasional Kimia Anorganik , UGM Yogyakarta Seminar Regional FMIPA UNDIP Smg Seminar Nasional Kimia 2002, Jur Kimia UNNES Seminar Nasional Biologi , FMIPA UNNES Semarang

TAHUN 1996

9/3/ 1999

13/11/1999 9/3/2002

7/4/2002

Pemurnian Garam Dapur Menuju Kualitas Industri Seminar Nasional Melalui Metode Rekristalisasi dengan Kimia dan PendidiMenggunakan Bahan Pengikat Impurities kan Kimia 2003, Jur

26/9/2003

Kimia UNNES 6. Pengaruh Penambahan Bahan Pengikat Impurities terhadap Kemurnian Natrium Klorida pada Proses Pemurnian Garam Dapur melalui Rekristalisasi ( Penelitian Dosen Muda 2003) 8. Penggunaan Pellet KmnO 4 Untuk Menghambat Kematangan Buah Tomat Dalam Kemasan Plastik 9. Pemanfaatan Abu Layang Batubara PLTU Paiton Untuk Immobilisasi Logam Berat Pb(II) Dalam Air 10. Immobilization of Heavy Metal Cr(III) in Aqueous Solution Using Coal Fly Ash from Paiton Power Plant Seminar Nasional Hasil Penelitian Dosen Muda, DP3M DIKTI, Jakarta Seminar Nasional Kimia XIV UGM Yogyakarta Seminar Nasional Kimia dan Pendidikan Kimia 2004, Jur Kimia UNNES
International Seminar of Environmental Chemistry and Toxycology, Yogyakarta

6 s/d 8 Juli 2004

67 September 2004 9 Oktober 2004

26 27 Maret 2005

11. Pengaruh Rasio Abu Layang/Semen Pada Pengikatan Limbah Logam Berat Zn(II)

Seminar Nasional Pengolahan Limbah:

13 Agustus 22

Dalam Air

Prospek dan Tantangan Aplikasi, AKIND St Paulus Semarang Seminar Nasional Kimia dan Pendidikan Kimia 2005, Jur Kimia UNNES

2005

12.Mengoptimalkan Pembelajaran Kimia Unsur Berbahasa Inggris Pada Perkuliahan Kimia Anorganik II Melalui Pola Konstruktivistik Konsep dan Visualisasi Komputer

29 September 2005

13. Immobilisasi Cu(II) dalam Air Limbah Seminar Nasional Industri dengan Menggunakan Campuran Kimia dan Pendidikan Kimia 2006, Jur Abu layang/semen dan CaO Kimia UNNES 14. Preparasi dan Karakterisasi Zeolit dari Abu Konggres dan SimLayang Batubara secara Alkali hidrotermal posium Nasioanal ke 2 Masyarakat Katalis Indonesia, UNDIP Semarang 15. Immobilization of Heavy Metals Fe and Zn International Confrom the Galvanic Metal Platting Industry ference on Chemical Sciences ICCS 2007, Using Coal Fly Ash UGM Yogyakarta. 16. Sintesis Zeolit dari Abu layang Batubara Secara Alkali Hidrotermal dan Aplikasinya Sebagai Adsorben Ion Besi dan Seng Dalam Air Limbah 17. Seminar Nasional Kimia dan Pendidikan Kimia 2006, Jur Kimia UNDIP

11 November 2006

18-19 April 2007

24 26 May. 2007

22 November 2007

ConUtilization of Fly Ash with International ference on Chemical Hydrothermal Treatment for Removal Sciences ICCS 2009, Ca2+ in Hard Water UGM Yogyakarta.

20 22 Mei 2009

Con18. Syntehsis of Zeolite from Fly As h and International 2+ Adsorpstion Study of Cu Ion in Water ference on Chemical Sciences ICCS 2009, Solution UGM Yogyakarta. Nasioanal 19. Peningkatan Kualitas Produksi Garam Seminar Melalui Inovasi Kristalisasi Pada Kimia 2010 Jurusan Kimia UNNES Industri Tambak Garam Te rpadu

14 16 Oktober 2010

25 September 2010

Semarang, 18 Maret 2013

Drs. Jumaeri, M.Si 23

Anggota Tim Peneliti/Pelaksana A. Identitas Diri 1 2 3 4 5 6 7 9 Nama Lengkap (dengan gelar) Jenis Kelamin Jabatan Fungsional NIP/NIK/Identitas lainnya NIDN Tempat dan Tanggal Lahir E-mail Nomor Telepon/HP Dra. Pratiwi Dwijananti, M.Si Perempuan Lektor Kepala 196203011989012001
0001036210

Klaten, 02-03-1962 P_dwijananti@yahoo.com 085226019132 D7 lt 2 Kampus Sekaran Gunung pati 0248508034/024-8508034 S-1 = 25 orang; S-2 = - orang; S-3 = - orang 1 2 3 4 Fisika Modern Fisika Kuantum Fisika Zat Padat Eksperimen fisika lanjut

10 Alamat Kantor 11 Nomor Telepon/Faks 12 Lulusan yang Telah Dihasilkan 13. Mata Kuliah yg Diampu

B. Riwayat Pendidikan S-1 Nama Perguruan Tinggi Bidang Ilmu Tahun Masuk-Lulus Judul Skripsi/Tesis/Disertasi
PenentuanProfil Konsentrasi ion Jenis Ndan P denganDopan pada lapisan Akselerator Semikonduktor Implantansi Ion Silikon Diimplantasi dengan ion Fosfor Tenaga 30 keV dan 60 keV Doping Silikon

S-2 FISIKA 1993-1996

S-3

FISIKA 1982-1988

24

Nama Pembimbing/Promotor

Sumihar Hutapea ,Prof. Dr.Ir. Prayoto, Msc dan M.Sc dan Dra.sri Sulamdari Drs. SU Sudjatmoko,

25

C. Pengalaman Penelitian Dalam 5 Tahun Terakhir (Bukan Skripsi, Tesis, maupun Disertasi) No. 1 Tahun 2005 Pendanaan Sumber* Jml (Juta Rp) Pembuatan Prototipe Sumber (Source) Dari Kaos DIKTI 6 Judul Penelitian
Lampu Petromaks dengan Teknik CoMilling dan Karakteristik Sifat Radioaktivitas (Ketua, Dosen Muda) Pembuatan Lapisan tipis ZnO dengan Reaktor DC DIKTI magnetron Sputtering dan karakterisasi Struktur Kristal serta sifat kelistrikan (Ketua, Dosen muda) Pengaruh Rasio Massa Kaos Lampu Petromaks DIKTI dan Abu terhadap Aktivitas Radionuklida Prototipe Sumber yang dibuat dengan Teknik Comilling. (Ketua, Dosen Muda) Penerapan Model Problem Based Instruction DIPA pada Perkuliahan Fisika lingkungan untuk Mengembangkan Kemampuan berpikir

2006

8,5 10

2 4

2007 2009

* Tuliskan sumber pendanaan baik dari skema penelitian DIKTI maupun dari sumber lainnya.

D. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat dalam 5 Tahun Terakhir No. 1 2 3 Tahun 2005 2008 2012 Judul Pengabdian Kepada Masyarakat Pendanaan Sumber* Jml (Juta Rp) dalam DIKS 0,7 7,5 15

Pemberdayaan Kader Posyandu peningkatan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Melalui Kegiatan Pengobatan Massal di Kradenan Rancang Bangun Prototipe Sumber Radioaktif DIKTI untuk Alat pembelajaran Fisika Materi Inti dan Radioaktivitas di SMA Peningkatan Profesional Guru IPA di SMP Wilayah DIPA Gunung Pati Semarang Melalui Pemberdayaan Penggunaan Alat Laboratorium

* Tuliskan sumber pendanaan baik dari skema pengabdian kepada masyarakat DIKTI maupun dari sumber lainnya.

E. Publikasi Artikel Ilmiah Dalam Jurnal alam 5 Tahun Terakhir No. 1 2 3 Dst. Judul Artikel Ilmiah Nama Jurnal Volume! Nomor!Tahun

Penentuan Kadar Radionuklida pada limbah Cair Pabrik Jurnal volume 6 no: 1 Galvanis dengan metode Analisis Aktivasi Neutron pendidikan ISSN :1693_1246, Thermal reaktor Kartini (Penulis Utama) Fisika Indonesia 2010 Pengembangan Kemampuan Menyimpulkan danJPFI mengkomunikasikanKonsep Fisika melalui Kegitan Praktikum Fisika Sederhana (anggota) Modifikasi Kamera Obscura sebagai Detektor Radiasi JPFI Pengion Penerapan model Pembelajaran Inkuiri Terpimpin untuk alat Pembelajaran Fisika di SMA (Penulis utama) Volume 6 no:1 ISSN : 1693_1246, 2010 Volume5 no. 2 ISSN: 1963-1246 2009

F. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) dalam 5 Tahun Terakhir No 1 2 Nama Pertemuan Ilmiah ! Seminar Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat Aktivitas25 Juli 2007 Undip

Seminar Nasional RekayasaEksplorasi dan Penentuan Radionuklida dalam Prototipe Sumber Kimia dan Proses Radiasi Kaos Lampu petromaks

Semarang, 18 Maret 2013

Dra. Pratiwi Dwi Jananti, M.Si

Mahasiswa yang Terlibat Dalam Penelitian: Nama :Amir Setiadi NIM 4311410048 Topik penelitian: Sintesis zeolit A dari abu layang batubara