Anda di halaman 1dari 5

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Pembangunan kesehatan merupakan bagian dari pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggitingginya. Pembangunan kesehatan tersebut merupakan upaya seluruh potensi bangsa Indonesia baik masyarakat, swasta, maupun pemerintah. Tujuan pembangunan Indonesia Sehat 2010 adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan secara optimal melalui terciptanya masyarakat, bangsa, dan Negara Indonesia yang ditandai oleh penduduknya yang hidup dengan perilaku sehat dan dalam lingkungan yang sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata di seluruh wilayah Indonesia. Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar rakyat, yaitu hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan UndangUndang Dasar 1945 Pasal 28 H ayat (1) dan Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar rakyat, yaitu hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 H ayat (1) dan Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. Menurut data 10 besar penyakit di Puskesmas Mijen tahun 2013 penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut menduduki peringkat pertama yaitu sebanyak 4294 kasus. Penyakit influenza oleh virus influenza sebanyak 1538 kasus, penyakit hipertensi esensial yaitu 1429 kasus, penyakit pulpa dan periapikal (jaringan

sekitar gigi) 1044 kasus, penyakit gastritis dan duodenit karies gigi 356 kasus, gastritis dan duodenitis 810 kasus, penyakit karies gigi 544 kasus, penyakit faringitis akut 406 kasus, gangguan perkembangan dan erupsi gigi 374 kasus, gangguan-gangguan otot yang lain 329 kasus dan penyakit gusi dan jaringan periodontal 290 kasus. ISPA adalah infeksi akut yang menyerang saluran pernapasan yaitu organ tubuh yang di mulai dari hidung ke alveoli beserta adneksa. Untuk meningkatkan upaya perbaikan kesehatan masyarakat. Departemen Kesehatan RI menetapkan 10 program prioritas masalah kesehatan yang ditemukan di masyarakat untuk mencapai tujuan Indonesia Sehat 2010, dimana salah satu diantaranya adalah Program Pencegahan Penyakit Menular termasuk penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Sebagai kelompok penyakit, ISPA juga merupakan salah satu penyebab utama kunjungan pasien ke sarana kesehatan. Sebanyak 40%-60% kunjungan berobat di Puskesmas dan 15%-30% kunjungan berobat di bagian rawat jalan dan rawat inap rumah sakit disebabkan oleh ISPA. Penyebab ISPA paling berat disebabkan infeksi Streptococus pneumonia atau Haemophillus influenzae. Banyak kematian yang diakibatkan oleh pneumonia terjadi di rumah, diantaranya setelah mengalami sakit selama beberapa hari. Menurut Departemen Kesehatan ruang lingkup kesehatan lingkungan antara lain mencakup perumahan, pembuangan kotoran manusia (tinja), penyediaan air bersih, pembuangan sampah, pembuangan air kotor (limbah), rumah hewan ternak (kandang) dan sebagainya. Dari segi lingkungan rumah, bahaya yang ditimbulkan berupa pencemaran udara dalam rumah, ventilasi rumah dan juga kepadatan rumah. Menurut RISKESDAS 2007, prevalensi ISPA di Indonesia adalah 25,5% dan propinsi Jawa Tengah merupakan salah satu propinsi yang mempunyai prevalensi

di atas angka nasional yaitu 29,08%. Prevalensi tertinggi pada balita (>35%), sedangkan prevalensi terendah pada kelompok umur 15-24 tahun. Dari hasil survei di RW II kelurahan Jatisari yaitu RT 1, RT 2, RT 3, dan RT 4 didapatkan beberapa jenis penyakit yaitu hipertensi 61,9%, Infeksi Saluran Pernapasan Akut 19%, diare 14,3%, dan penyakit lainnya 4,8% dimana proporsi penyakit hipertensi menempati urutan tertinggi yaitu 61,9% dari 21 orang yang sakit.

B. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian diatas maka dalam laporan ini kami kelompok kepaniteraan klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang menyimpulkan suatu rumusan masalah sebagai berikut: tingginya jumlah kejadian penyakit ISPA di RW II yaitu RT 1, RT 2, RT 3, RT 4 Kelurahan Jatisari dan diduga ada hubungan dengan faktor risiko berupa keturunan, perilaku, lingkungan dan pelayanan kesehatan.

C. Tujuan 1. Tujuan Umum Meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk mengenal penyakit ISPA dan bersepakat untuk menanggulanginya di RW II yaitu RT 1, RT 2, RT 3, RT 4 di Kelurahan Jatisari. 2. Tujuan Khusus a. Mengidentifikasi, mengumpulkan, dan menganalisis data masalah kesehatan komunitas di RW II yaitu RT 1, RT 2, RT 3, RT 4 Kelurahan Jatisari.

b. Menetapkan prioritas masalah kesehatan masyarakat. c. Menetapkan alternative pemecahan masalah kesehatan masyarakat. d. Melakukan intervensi kegiatan yang dapat memotivasi masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatannya (promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan rujukan). e. Mengetahui faktor risiko yang dapat meningkatkan kejadiannya di RW II yaitu RT 1, RT 2, RT 3, RT 4 Kelurahan Jatisari. f. Melakukan kegiatan promosi kesehatan masyarakat dengan menggunakan bahasa dan media yang efektif dan dipahami oleh masyarakat.

D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis a. Menambah pengetahuan mahasiswa mengenai Ilmu Kesehatan Masyarakat dengan melakukan survei secara langsung di masyarakat. b. Menambah pengetahuan masyarakat mengenai penyakit hipertensi dan faktor risikonya.

2. Manfaat Praktis a. Mahasiswa mampu mengelola masalah kesehatan pada individu sebagai bagian dari masalah kesehatan masyarakat secara komprehensif, holistik, berkesinambungan, koordinatif, dan kolaboratif dalam konteks pelayanan kesehatan tingkat primer. b. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan sehingga tercapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal.