Anda di halaman 1dari 81
 

SKRIPSI

Evaluasi Efisiensi dan Efektivitas Sistem Pengendalian Internal Fungsi Produksi pada CV. Tamasindo Farma Semarang

Diajukan untuk memenuhi syarat guna mencapai gelar Sarjana Ekonomi di Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Ekonomi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang Lidya Agustin 07.60.0086 Fakultas Ekonomi Universitas

Lidya Agustin

07.60.0086

Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

2011

i

 

Skripsi dengan judul :

Evaluasi Efisiensi dan Efektivitas Sistem Pengendalian Internal Fungsi Produksi pada CV. Tamasindo Farma Semarang

Oleh:

Lidya Agustin

07.60.0086

Disetujui dan diterima baik oleh pembimbing :

Semarang, 10 Maret 2011

Pembimbing

S. Lily Indarto,SE., MM.Akt

ii

   

Telah diterima dan disahkan oleh panitia penguji pada :

Selasa, 26 April 2011 skripsi dengan judul :

Evaluasi Efisiensi dan Efektivitas Sistem Pengendalian Internal Fungsi Produksi pada CV. Tamasindo Farma Semarang

Oleh:

Lidya Agustin

07.60.0086

Tim Penguji

Theresia Dwi Hastuti,SE.MSi.Akt S Lily Indarto,SE.MM.Akt Dr.Octavianus DigdoH.,Akt

Mengetahui, Dekan Fakultas Ekonomi Unika Soegijapranata

Prof. Dr. Andreas Lako

iii

 

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

Saya, yang bertanda tangan dibawah ini dengan sesungguhnya menyatakan bahwa

skripsi dengan judul

:

Evaluasi Efisiensi dan Efektivitas Sistem Pengendalian Internal Fungsi Produksi pada CV. Tamasindo Farma Semarang

Benar-benar merupakan karya saya. Saya tidak mengambil sebagian atau seluruh karya orang lain yang seolah-olah saya akui sebagai karya saya. Apabila saya melakukan hal tersebut, maka gelar dan ijasah yang saya peroleh dinyatakan batal dan akan saya kembalikan kepada Universitas Katolik Soegijapranata.

Semarang,26 April 2011

iv

Yang menyatakan,

Lidya Agustin

 

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

“ Di dalam hidup ini, semua ada waktunya. Ada waktunya kita menabur…… Ada juga waktu menuai.

Mungkin dalam hidupmu badai datang menyerbu, Mungkin doamu bagai tak terjawab ! Namun yakinlah tetap. Tuhan tak’kan terlambat ! Juga tak akan lebih cepat Semuanya… Dia jadikan indah tepat pada waktu Nya. “

“ ALL IS WELL………………………………………………… ”

Skripsi ini kupersembahkan untuk

Tuhan Yesus atas semua berkat dan pertolongannya padaku

Mamaku tercinta yang selalu mendukungku

Si koko gendut “ Yohanes Venario Yudhatama “ You’re my spirit

v

 

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, penulis ucapkan karena skripsi dengan judul “ Evaluasi Efisiensi dan Efektivitas Sistem Pengendalian Internal Fungsi Produksi pada CV. Tamasindo Farma Semarang” telah dapat penulis selesaikan. Skripsi ini disusun guna memenuhi syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi Unika Soegijapranata Semarang. Topik

ini dipilih untuk menambah wawasan tentang pentingnya efisiensi dan efektivitas sistem pengendalian internal perusahaan untuk menunjang kinerja dan operasional perusahaan. Selesainya skripsi ini tidak terlepas dari bantuan beberapa pihak. Untuk itu peneliti mengucapkan terima kasih kepada :

1. Dekan Fakultas Ekonomi atas ijinnya kepada penulis untuk menggunakan semua fasilitas yang ada pada fakultas Ekonomi.

2. Ketua Jurusan Akuntansi atas dorongan dan dukungannya kepada penulis agar segera menyelesaikan studi.

3. Ibu S. Lily Indarto,SE.,MM.Akt selaku dosen pembimbing yang selalu meluangkan waktu untuk berdiskusi dan membimbing penulis.

4. Bapak Suwanto Gunawan selaku pemilik CV.Tamasindo Farma yang telah bersedia menjadi objek dalam penelitian ini.

5. Keluargaku terutama mama yang selalu menemaniku dan memberi dukungan.

6. Gendutku “ Yohanes Venario Yudhatama “ yang selalu mensupport aku, terimakasih karena selalu ada disampingku dan menemaniku

7. Om, tante, dek ra…makasih karena sudah menjadi keluarga baruku

8. Teman-teman Akuntansi 07 atas semua persahabatan dan kerjasamanya

9. Semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Semarang, 26 April 2011 Peneliti

vi

Lidya Agustin

   

DAFTAR ISI

Halaman Judul ………………………

Halaman Persetujuan ……………………………………………………………… ii Halaman Pengesahan ………………………………………………………….……iii Surat Pernyataan Keaslian Skripsi …………………………………………… … iv Halaman Persembahan ………………………………………………………… … v Kata Pengantar………………………………………………………………… ….vi Daftar Isi………………………………………………………………………… vii Daftar Tabel…………………………………………………………………………ix Daftar Gambar ………………………………………………………………… … x Abstrak…………………………………………………………………………… xi

…………………………………………….

i

Bab I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang… …… ………………………………………………… 1

1.2 Perumusan Masalah…… ………………………………………………11

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian…… …………………………………… 12

1.4 Kerangka Pikir Penelitian… ……………………………………………13

1.5 Sistematika Penulisan…… ……… ……………………………………15

Bab II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Audit…………

2.2 Jenis Audit……………

2.3 Definisi pengendalian Internal …………………………………….….….17

2.4 Unsur Pengendalian Internal… ……………………………….………….17

……….18

…………………………………19

2.7 Fungsi Produksi……………………… ………………………l…………20

2.8 Pengendalian Produksi dan Operasi……

2.6 Efisiensi dan Efektivitas………………

…………………………………………………16

…………………………………………….……16

2.5 Tujuan Sistem Pengendalian Internal… ………………………

……………………….……….21

vii

   

2.9 Fungsi Gudang………………………… …………………… …………22

2.10 Persediaan…………………………… ……………………… ……… 22

2.11 Produk Cacat …………… ……………………… …………………….23

2.12 MCE ( Manufacturing Cycle Efficiency ) …… … ……………………23

…………….…………24

2.13 Perputaran Persediaan…………………………

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Gambaran Umum Objek Penelitian …………………………………… 25

……………………27

3.3 Teknik Pengumpulan Data………………………………………………28

3.4 Desain Analisis Data………………………………… …………………29

3.5 Alat Analisis Data……………………………………… ………………30

3.2 Sumber dan Jenis data……………………………

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Analisis Efisiensi Sistem Pengendalian Internal pada Fungsi Produksi

4.2Analisis Efektivitas Sistem Pengendalian Internal pada Fungsi Produksi …………………………………………………….45

36

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan………………………………………………………………66

5.2 Saran………………………………………………………… …………67

Daftar Pustaka

Lampiran

viii

 

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1

Daftar Penumpukan Stok ……………………………………

4

Tabel 1.2

Produk Dengan Jumlah Kurang Dari 10 …………………………5

Tabel 1.3

Selisih Jumlah Produk Tahun 2007 ………………………………6

Tabel 1.4

Selisih Jumlah Produk Tahun 2008 ………………………………7

Tabel 1.5

Selisih Jumlah Produk Tahun 2009 ………………………………8

Tabel 1.6

Selisih Jumlah Produk Tahun 2010 ………………………………8

Tabel 4.1

Perhitungan MCE ……………………………………………….37

Tabel 4.2

Inventory Turnover Periode 2007-2010 ………………………

39

Tabel 4.3

Inventory Turnover per produk tahun 2007 – 2010 …………….40

Tabel 4.4

Rasio Pertumbuhan persediaan terhadap pertumbuhan harga pokok

Tabel 4.5

penjualan …………………………………………………………44 Analisis Lingkungan Pengendalian … …………………………46

Tabel 4.6

Analisis Aktivitas Pengendalian …………

……………………55

Tabel 4.7

Analisis Perhitungan Resiko ………….…………………………60

Tabel 4.8

Analisis Informasi dan Komunikasi

……………………………62

……………………………63

Tabel 4.9

Analisis Pemantauan Kinerja ……

ix

 

Gambar 1.1

DAFTAR GAMBAR

Data Produksi Harian CV.Tamasindo Farma ………………

x

…10

 

ABSTRAK

CV. Tamasindo Farma adalah sebuah usaha di bidang pembuatan obat- obatan hewan. Produksi yang dihasilkan antara lain vitamin, antibiotic, dan obat untuk merangsang pertumbuhan hewan. Perusahaan ini berdiri tahun 2005 dan masih dalam proses perkembangan sehingga banyak elemen yang masih perlu pembenahan khususnya dalam bagian produksi. Ada beberapa masalah yang timbul dalam perusahaan akibat kurangnya perencanaan produksi yang dilakukan seperti munculnya permasalahan dalam penumpukan stok produk. Penelitian ini dilakukan dengan mengevaluasi efisiensi dan efektivitas sistem pengendalian internal fungsi produksi. Tingkat efisiensi dinilai berdasar hasil MCE, inventory turnover,serta rasio pertumbuhan persediaan terhadap pertumbuhan harga pokok penjualan.Tingkat efektivitas dinilai berdasar hasil kuesioner dan wawancara yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa fungsi produksi sudah berjalan dengan cukup efisien. Lingkungan pengendalian berjalan cukup efektif, aktivitas pengendalian dan penaksiran resiko kurang efektif, informasi dan komunikasi efektif, serta pemantauan tergolong cukup efektif.

Keyword

:

SPI,

Efisiensi,

Efektivitas,

xi

MCE,

dan

Inventory

Turnover

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Permasalahan

Perkembangan dan persaingan dunia usaha yang semakin ketat tidak bisa

dipungkiri

telah

menuntut

setiap

perusahaan

untuk

bisa

menjalankan

operasional perusahaan dengan seoptimal mungkin di semua siklus usahanya.

Sistem pengendalian internal mempunyai peranan yang sangat penting bagi

suatu organisasi karena dengan adanya pengendalian internal yang baik maka

manajemen dapat lebih mengawasi dan mengevaluasi operasional perusahaan

yang selama ini berjalan. Pengendalian internal dapat digunakan sebagai alat

untuk membantu manajemen menilai operasional perusahaan guna mencapai

tujuan yang telah ditetapkan.

Dalam

menjalankan

sebuah

usaha

khususnya

untuk

perusahaan

manufaktur yang memproduksi sendiri barang yang akan dijual, maka fungsi

produksi menjadi hal penting yang harus mendapat perhatian khusus dari pihak

intern perusahaan. Menurut Boynton, Johnson and Kell ( 2003, h.136 ) siklus

produksi adalah siklus yang meliputi perencanaan serta pengendalian produksi

dari jenis dan kuantitas barang yang akan diproduksi, tingkat persediaan yang

akan dipertahankan serta transaksi dan peristiwa yang berkaitan dengan proses

pabrikasi ( manufacturing transactions ). Ada dua jenis transaksi dalam siklus

produksi yaitu transaksi manufaktur dan aktivitas perhitungan fisik persediaan.

1

 

2

Fungsi pencatatan dan perhitungan produk dalam siklus produksi menjadi

elemen penting yang harus diperhatikan dalam produksi.

Siklus produksi yang berkaitan erat dengan persediaan ini akan menjadi

kunci utama perusahaan dalam memperoleh penghasilan melalui penjualan

yang dilakukan. Jika jumlah produk yang dihasilkan melalui siklus produksi ini

kurang dari permintaan maka perusahaan akan dihadapkan pada situasi dimana

perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan konsumen akan suatu produk

sehingga akan memungkinkan konsumen tersebut beralih kepada perusahaan

sejenis yang mampu memenuhi permintaan konsumen itu sendiri. Jika hal

tersebut sampai terjadi maka tidak hanya pihak konsumen yang kecewa namun

pihak perusahaan juga akan ikut menanggung rugi akibat kondisi tersebut

karena secara tidak langsung perusahaan telah membuang kesempatan untuk

melakukan penjualan serta kemungkinan akan kehilangan pelanggan akibat

tidak terpenuhinya permintaan konsumen tersebut. Dan sebaliknya jika jumlah

produk yang dihasilkan mengalami penumpukan maka hal tersebut juga akan

merugikan pihak perusahaan.

CV Tamasindo Farma adalah sebuah bidang usaha yang bergerak dalam

bidang obat – obatan hewan seperti vitamin, antibiotic, dan obat untuk

merangsang pertumbuhan hewan.

Usaha ini mulai dirintis tahun 2005 dan

hingga sekarang sudah memproduksi 75 jenis produk. Daerah pemasaran tidak

hanya terbatas di Jawa Tengah tetapi juga di propinsi lain bahkan sudah

mencapai pulau Sumatera.

 

3

Perusahaan

yang

masih

dalam

proses

perkembangan

ini

memproduksi sendiri produknya sehingga fungsi produksi menjadi elemen

penting yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan usaha ini. Selama ini

perusahaan telah melakukan beberapa upaya untuk melakukan pengawasan dan

pengendalian seperti dengan melakukan pencatatan dan stok opname secara

rutin

dan

berkala.

Namun

ternyata

selama

ini

masih

banyak

terjadi

permasalahan dalam fungsi produksi yang dijalankan oleh CV.Tamasindo

Farma. Kurangnya sistem pengawasan dan pengendalian yang dilakukan oleh

CV.Tamasindo Farma menjadi penyebab munculnya banyak kendala dalam

fungsi ini. Berikut adalah identifikasi temuan survey di CV.Tamasindo Farma :

1. Kurangnya

perencanaan

terhadap

produksi

sehingga

sering

terjadi

penumpukan

stok

produk

dengan

jumlah

yang

cukup

besar

sehingga

merugikan pihak perusahaan. Selain itu kurangnya perencanaan produksi

juga

sering

permintaan

menyebabkan

perusahaan

justru

tidak

mampu

konsumen

akibat

kurangnya

stok

yang

ada

memenuhi

di

gudang.

Perencanaan produksi yang kurang baik tersebut bisa disebabkan oleh

beberapa hal seperti kurang terorganisirnya pencatatan terkait jumlah stok

terakhir sehingga bagian produksi tidak mengetahui produk apa yang harus

diproduksi lebih banyak dan produk apa yang tidak perlu diproduksi lebih

banyak lagi. Penumpukan stok yang terjadi dalam CV Tamasindo Farma

dapat dilihat dalam tabel 1.1 dan tabel 1.2 untuk produk dengan jumlah

kurang dari 10.

 

4

 

Tabel 1.1 Daftar Penumpukan Stok

 

2007

 

2008

2009

2010

Agro padi

76

Super Strong

66

Berka

76

Berka

54

Bluedox250

57

Amino Pro

63

Paragon

108

Bluedox 250

91

Lancar

66

Anchor

55

Bluedox500

54

Raja Ikan

134

Never Green

71

Raja Sapi

61

Berka

71

Exotic

52

Raja Sapi

163

Nglemu Sapi

58

Raja Siam

87

Big Grow

57

Gatzu

64

Raja Siam

104

Raja Ikan

63

Stop Kutu

86

Biorex

62

Ndokoh

64

Rebung Sapi

144

Rbox 125 ml

71

Super Bio

65

GreenMagic

72

Rajawali

76

Saneg

64

Rbg Kelinci

73

Tiger O2

84

KicauMas

52

Red egg

82

Smell Good

150

Smell Good

80

Tirex

85

Ndokoh

72

Red Magic

63

SuperGemuk

215

Super Strong

82

   

Paragon

59

Stop Kutu

106

Tiger O2

122

Tiger O2

75

   

R.Jamu

56

Super Bio

117

FishMerah

91

Tirex

68

   

TigerO2

53

Super Mix

64

           

Tirex

80

               

Wormey

67

               

Zerok

67

Sumber : Buku Stok CV. Tamasindo Farma

Dari tabel diatas diketahui bahwa terdapat beberapa jenis produk dengan

sisa stok yang tinggi di tiap tahunnya. Untuk tahun 2007 terdapat 23 jenis

produk yang mengalami penumpukan stok sedangkan di tahun 2008 terdapat

11 jenis produk, 8 jenis produk di tahun 2009 dan 14 produk di tahun 2010.

Walaupun di tahun 2008 dan 2009 terjadi penurunan jumlah produk yang

mengalami

penumpukan

namun

di

tahun

2010

penumpukan

kembali

meningkat.

Hal

ini

membuktikan

bahwa

perencanaan

dan

pengendalian

terhadap produksi masih kurang begitu optimal. Selain itu kita bisa mengetahui

dari tabel diatas bahwa jenis produk yang mengalami penumpukan stok

mayoritas berbeda tiap tahunnya. Hal ini mengindikasikan masih kurang

optimalnya fungsi produksi karena walaupun di tahun berikutnya produksi

terhadap produk tersebut tidak berlebih namun justru muncul produk baru yang

mengalami penumpukan akibat kelebihan produksi.

 

5

Tabel 1.2 Produk dengan jumlah kurang dari 10

2007

2008

2009

2010

Cadix

5

Agro buah

3

Agro padi

3

Maxi

8

Capita

5

Agro Sayur

7

Capita

9

Rajatambak

8

FludoxIn

8

Anchor

5

Matox

0

Super Enro

2

Avita

9

Dropsi

2

NglemuSapi

6

sundrop

1

Zerok

5

Niki

4

Rbox 125ml

9

   

Lancar

8

Sundrop

2

Saneg

5

   
   

SuperGemuk

8

Wormey

4

   
   

Raja tambak

6

       
   

Cadix

6

       

2.

Sumber : Buku Stok CV. Tamasindo Farma

Bagian penjualan hanya wajib lapor pada tiap akhir minggu dan tidak

diwajibkan lapor tentang penjualan yang dilakukan tiap harinya sehingga

terkadang bagian produksi tidak mengetahui produk mana yang harus

diproduksi dalam jumlah lebih sehingga barang yang diminta tidak ada. Jika

hal ini terjadi maka secara otomatis penjualan akan menjadi terhambat dan

hal

ini

jelas

merugikan

permintaan konsumen.

pihak

perusahaan

akibat

tidak

terpenuhinya

3. Tidak adanya pencatatan terkait jumlah produk cacat yang dihasilkan

sehingga memungkinkan terjadinya kesalahan terkait jumlah produk yang

dihasilkan. Pencatatan dan perhitungan persediaan produk jadi juga masih

dilakukan

secara

manual

sehingga

sering

terjadi

kesalahan

jumlah.

Kesalahan jumlah ini menyebabkan data persediaan produk jadi yang ada

tidak menunjukkan kondisi sebenarnya sehingga memungkinkan timbulnya

kekurangan stock atau justru penumpukan persediaan produk jadi.

 

6

Tabel 1.3

Selisih Jumlah Produk Tahun 2007

   

Produksi

 

Saldo

 

Saldo

(-)

per

Selisih

Nama produk

awal

penjualan

Saldo

buku

 

Agro buah

8

73

81

26

55

Amino Pro

10

67

77

63

14

Anchor

12

1

13

16

-3

Berka

10

17

27

17

10

Big Grow

8

45

53

30

23

Bluedox 125ml

23

18

41

25

16

Bluedox 250 ml

2

49

51

47

4

Capita

12

37

49

5

44

Exotic

18

38

56

52

4

Fish Magic

3

91

94

44

50

Inofoka

0

68

68

41

27

Kicau Mas

11

47

58

34

24

Kudix

6

65

71

55

16

Metan Oil

16

-2

14

37

-23

Ndokoh

10

73

83

64

19

Paragon

23

76

99

108

-9

Raja Ikan

10

217

227

134

93

Raja Sapi

10

159

169

163

6

Raja Siam

3

95

98

104

-6

Raja tambak

10

5

15

25

-10

Rbox 125 ml

19

31

50

40

10

Rebung Jamu

8

5

13

19

-6

Rebung Kelinci

2

66

68

27

41

Rebung Sapi

4

165

169

144

25

Saneg

8

65

73

64

9

Smell Good

3

150

153

150

3

Top Fish Merah

12

96

108

91

17

Zerok

19

-17

2

5

-3

Super Gemuk

7

200

207

215

-8

Tiger O2

9

119

128

122

6

Sumber : Data produksi, penjualan, dan stok CV. Tamasindo Farma

 

7

Tabel 1.4 Selisih Jumlah Produk Tahun 2008

   

Produksi

 

Saldo

 

Saldo

(-)

per

Selisih

Nama produk

awal

penjualan

Saldo

buku

 

Agro buah

26

2

28

3

25

Agro padi

76

11

87

13

74

Amino Pro

63

31

94

25

69

Anchor

16

27

43

5

38

Berka

17

98

115

76

39

Big Grow

30

40

70

36

34

Bluedox 125ml

25

37

62

31

31

Bluedox 250 ml

47

24

71

91

-20

Bluedox 500 ml

54

28

82

21

61

Capita

5

67

72

12

60

Fish Magic

44

15

59

5

54

Fludox In

8

20

28

19

9

Gatzu

64

-1

63

30

33

Inofoka

41

0

41

4

37

Kicau Mas

34

19

53

40

13

Kudix

55

35

90

13

77

Lancar

8

56

64

21

43

Metan Oil

37

13

50

20

30

Never Green

26

113

139

71

68

Niki

33

1

34

4

30

Paragon

108

-69

39

25

14

Red egg

82

-14

68

28

40

Super Mix

64

10

74

44

30

Zerok

5

-4

1

50

-49

Wormey

35

59

94

38

56

Sumber : Data produksi, penjualan, dan stok CV. Tamasindo Farma

 

8

Tabel 1.5

Selisih Jumlah Produk Tahun 2009

   

Produksi

 

Saldo

 

Saldo

(-)

per

Selisih

Nama produk

awal

penjualan

Saldo

buku

 

Agro buah

3

-3

0

23

-23

Berka

76

-10

66

54

12

Big Grow

36

-30

6

34

-28

Bluedox 250 ml

91

-37

54

35

19

Capita

12

-7

5

9

-4

Proten

45

39

84

49

35

Raja Ikan

63

-26

37

18

19

Rajawali

47

7

54

31

23

Rbox 125 ml

71

-2

69

9

60

Super fish

36

39

75

51

24

Super Strong

82

19

101

41

60

Sumber : Data produksi, penjualan, dan stok CV. Tamasindo Farma

Tabel 1.6

Selisih Jumlah Produk Tahun 2010

   

Produksi

     

Saldo

(-)

Saldo

Selisih

Nama produk

awal

penjualan

Saldo

per buku

 

Amino Pro

22

-16

6

34

-28

Bluedox 125ml

18

39

57

36

21

Caplax

42

-7

35

28

7

Gatzu

42

-30

12

20

-8

Inofoka

38

-18

20

17

3

Lancar

66

-26

40

48

-8

Matox

0

25

25

11

14

Never Green

25

33

58

45

13

Ngayemi

38

31

69

44

25

Nglemu Sapi

6

10

16

28

-12

Rainbow

12

-7

5

12

-7

Raja Ikan

18

0

18

43

-25

Raja Sapi 250

61

-13

48

36

12

Raja Siam

87

-20

67

39

28

Super Bio

29

44

73

37

36

Super Gemuk

27

-16

11

39

-28

Zerok

44

-1

43

67

-24

Sumber : Data produksi, penjualan, dan stok CV. Tamasindo Farma

 

9

Dari tabel 1.3, tabel 1.4, tabel 1.5, dan tabel 1.6 dapat kita ketahui bahwa

terjadi kesalahan jumlah untuk beberapa jenis produk yang mengakibatkan

adanya selisih dalam saldo akhir produk tersebut. Kesalahan jumlah ini

ditemukan dari hasil perhitungan dan pencocokan antara saldo awal, data

produksi , data penjualan dan saldo akhir yang terdapat di buku stok CV.

Tamasindo

Farma.

Misalkan

saja

dalam

tabel

1.4,

produk

Proten

yang

seharusnya memiliki saldo akhir sebanyak 84 ternyata dalam buku stok hanya

ditulis sebesar 49 dan ada selisih 35. Selisih tersebut dapat terjadi karena

beberapa hal seperti kesalahan dalam menghitung jumlah produksi, kesalahan

mencatat, ataupun kemungkinan adanya kecurangan yang dilakukan oleh pihak

tertentu.

Beberapa

alasan

tersebut

membuktikan

bahwa

pengawasan

dan

pengendalian terhadap fungsi produksi masih belum berjalan dengan optimal.

Selain itu dari tabel diatas juga terlihat bahwa saldo di buku stok tidak selalu

lebih kecil dari saldo berdasarkan perhitungan data produksi dan penjualan.

Pencatatan saldo Amino Pro dan Gatzu

untuk tahun 2010 justru lebih besar

dari jumlah seharusnya. Hal ini menunjukkan bahwa faktor pencatatan manual

yang dilakukan sering menimbulkan masalah karena kemungkinan kesalahan

dalam perhitungan dan pencatatan jumlah semakin besar. Dari keempat tabel

diatas juga terlihat bahwa untuk tahun 2007 dan 2008 kesalahan jumlah tiap

tahunnya cenderung sama akan tetapi untuk tahun 2009 dan 2010 sudah mulai

menurun walaupun kesalahan jumlah masih ditemukan

produk CV. Tamasindo Farma.

dalam beberapa

4.

Pencatatan data produksi dan saldo fisik persediaan dilakukan oleh pihak

 

10

yang sama sehingga keandalan dan keakuratan dalam hasil perhitungan

kurang bisa dihandalkan.

5. Tidak adanya otorisasi berupa tanda tangan tiap sales pada saat mengambil

barang di tiap minggunya sehingga tidak ada bukti yang kuat terkait

pengambilan barang tersebut.

6. Catatan produksi tiap hari yang dimiliki CV.Tamasindo Farma hanya

berfungsi sebagai catatan saja. Dalam hal ini tidak pernah dilakukan

pengecekan dan otorisasi terhadap laporan produk selesai yang dibuat tiap

harinya

dan

seringkali

ditemukan

pencatatan

ganda.

Selain

itu

buku

produksi tersebut tidak pernah direkap sehingga jumlah stock terakhir tidak

diketahui.

Berikut ini adalah bukti terkait pencatatan ganda yang ditemukan dalam

data produksi CV. Tamasindo Farma :

yang ditemukan dalam data produksi CV. Tamasindo Farma : Sumber : Data Produksi Harian CV. Tamasindo

Sumber : Data Produksi Harian CV. Tamasindo Farma

Gambar 1.1 Data Produksi Harian CV.Tamasindo Farma

 

11

Dari

gambar

diatas

terlihat

bahwa

pada

tanggal

yang

sama

jumlah

produksi Nglemu Sapi sebanyak 72 dicatat sebanyak dua kali. Hal ini

mengindikasikan

adanya

kelemahan

dalam

pencatatan

data

produksi

karena ditemukannya pencatatan ganda dalam beberapa produk tertentu.

7. Stock opname hanya dilakukan berdasarkan jumlah produk yang ada dan

tidak dilakukan pencocokan antara buku produksi, penjualan, dan sisa

stock. Hal ini terlihat dalam tabel 1.3 , tabel 1.4, tabel 1.5, dan tabel 1.6

Menyadari akan pentingnya fungsi produksi dalam menjamin kelangsungan usaha

sebuah perusahaan, maka diperlukan adanya evaluasi atas bagian tersebut agar

berjalan

dengan

efisien

dan

efektif

sehingga

memberikan

kontribusi

dalam

menjamin kelangsungan usaha tersebut. Berdasarkan permasalahan tersebut maka

judul dari penelitian ini adalah “ Evaluasi Efisiensi dan Efektivitas Sistem

Pengendalian Internal Fungsi Produksi pada CV. Tamasindo Farma Semarang. “

1.2 Perumusan Masalah

Sesuai dengan latar belakang di atas maka pokok permasalahan utama yang

menjadi fokus pembahasan adalah :

1)

Bagaimanakah efisiensi sistem pengendalian internal fungsi produksi di

CV.Tamasindo Farma ?

2)

Bagaimanakah efektivitas sistem pengendalian internal fungsi produksi di

CV.Tamasindo Farma ?

 

12

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian

1.3.1 Tujuan Penelitian :

a) Untuk mengetahui efisiensi sistem pengendalian internal fungsi

produksi di CV. Tamasindo Farma.

b) Untuk mengetahui efektivitas sistem pengendalian internal fungsi

produksi di CV. Tamasindo Farma.

1.3.2 Manfaat Penelitian

1.3.2.1 Bagi Tamasindo Farma

a. Sebagai

bahan

evaluasi

untuk

menilai

efisiensi

fungsi

produksi yang selama ini dijalankan.

b. Sebagai bahan evaluasi dan acuan guna menilai keefektifan

fungsi produksi yang selama ini ada dalam perusahaan.

c. Sebagai bahan acuan dan pertimbangan untuk melakukan

perbaikan apabila masih ditemui kendala dan kekurangan

dalam fungsi tersebut.

1.3.2.2 Bagi Peneliti

Untuk

menambah

wawasan

mengenai

tata

cara

dalam

melakukan audit operasional atas suatu kasus dalam perusahaan.

1.4

Kerangka Pikir Penelitian

 

13

Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah terkait

dengan persediaan yang berada dalam fungsi produksi CV Tamasindo Farma.

Dalam fungsi produksi yang dijalankan, banyak kendala yang masih dihadapi

terutama karena tidak adanya laporan harian dari bagian penjualan sehingga

bagian produksi tidak mengetahui produk mana yang harus diproduksi dalam

jumlah lebih sehingga pada akhinya barang yang diminta tidak ada. Selain itu

permasalahan lain yang terjadi adalah terkait stock opname yang hanya

dilakukan satu kali dalam sebulan sehingga jumlah produk hanya diketahui

pada akhir bulan dan tidak adanya otorisasi serta pengecekan terhadap

laporan produksi harian yang dibuat oleh bagian produksi.

Dari permasalahan yang ada maka diperlukan adanya suatu proses

untuk menilai efisiensi dan keefektifan dari fungsi produksi yang dijalankan

agar saran dan rekomendasi dapat diberikan apabila memang ditemukan

kekurangan dalam fungsi tersebut.

 

14

TAMASINDO FARMA

  Perpustakaan Unika 14 TAMASINDO FARMA     Permasalahan     1. Kurangnya perencanaan yang
   

Permasalahan

   

1. Kurangnya perencanaan yang baik terhadap produksi sehingga sering terjadi

 

penumpukan atau justru kekurangan stok produk.

 

2. Sales hanya wajib lapor pada tiap akhir minggu dan tidak diwajibkan lapor

 

tentang penjualan yang dilakukan tiap harinya.

 

3. Tidak adanya pencatatan terkait jumlah produk cacat yang dihasilkan

 

4. Pencatatan data produksi dan saldo fisik persediaan dilakukan pihak yang sama

5. Tidak adanya otorisasi berupa tanda tangan tiap sales pada saat mengambil

 

barang.

6. Catatan

produksi

tiap

hari

hanya

berfungsi

sebatas

catatan

saja

,

tidak

 

diotorisasi

 

7.

Stock opname hanya dilakukan berdasarkan jumlah produk yang ada dan tidak

dilakukan pencocokan antara buku produksi, penjualan, dan sisa stock

 
antara buku pr oduksi, penjualan, dan sisa stock     Sistem Pengendalian Internal    
 

Sistem Pengendalian Internal

 
 
 
 
 

Efisien

 

Efektif

   

Hasil analisis rasio :

   

Evaluasi komponen pengendalian internal :

1. MCE (manufacturing cycle efficiency )

1. Lingkungan Pengendalian

2. Penilaian Resiko

 

3. Aktivitas Pengendalian

4. Informasi dan Komunikasi

2. inventory turnover ( perputaran persediaan )

 

5. Pemantauan

 

3. Pertumbuhan persediaan terhadap pertumbuhan harga pokok penjualan

 
3. Pertumbuhan persediaan terhadap pertumbuhan harga pokok penjualan   Hasil Rekomendasi dan Saran Perbaikan
3. Pertumbuhan persediaan terhadap pertumbuhan harga pokok penjualan   Hasil Rekomendasi dan Saran Perbaikan

Hasil

3. Pertumbuhan persediaan terhadap pertumbuhan harga pokok penjualan   Hasil Rekomendasi dan Saran Perbaikan

Rekomendasi dan Saran Perbaikan

1.5

Sistematika Penulisan

 

15

Sistematika dalam penelitian ini dibagi menjadi lima bab, yaitu :

Bab I Pendahuluan

berisi latar belakang, perumusan masalah,

tujuan dan manfaat penelitian, kerangka

pikir

penelitian,

serta

sistematika

pembahasan dalam penelitian ini.

BAB II Tinjauan pustaka

berisi

berbagai

teori

dan

konsep

yang

relevan

yang

dikembangkan

dalam

BAB III Metode penelitian

penelitian ini.

berisi gambaran umum obyek penelitian,

sumber dan jenis data yang digunakan,

teknik pengumpulan data, desain analisis

BAB IV Hasil dan Analisis

BAB V Kesimpulan dan Saran

data serta metode analisis data.

berisi hasil dan data yang menguraikan

berbagai

analisis

untuk

menjawab

permasalahan dalam penelitian ini.

berisi

kesimpulan

penulis

dari

hasil

penelitian yang telah dilaksanakan serta

saran

dan

rekomendasi.

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Audit

Auditing menurut Arens dan Loebbecke ( 2000, h.2) : “ Auditing is

the

accumulation and evaluation of evidence about information to determine and

report

on

the

degree

of

correspondence

between

the

information

and

established criteria. Auditing should be done by a competent independent

person “.

Auditing adalah suatu proses untuk mengumpulkan dan mengevaluasi bukti

yang

memberikan

informasi

untuk

menentukan

dan

melaporkan

derajat

korespondensi antara informasi dan kriteria yang ditetapkan. Auditing harus

dikerjakan dan diselesaikan oleh orang yang kompeten dan independen.

2.2 Jenis Audit

Audit pada umumnya terbagi dalam 3 jenis yaitu ( Agoes,2004,h.9) :

1. Financial Statement Audit ( Audit Laporan Keuangan )

Audit

Laporan

Keuangan

adalah

audit

yang

dilakukan

oleh

auditor

independen terhadap laporan keuangan yang disajikan oleh klien untuk

menyatakan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut.

2. Compliance Audit ( Audit Kepatuhan)

Audit kepatuhan adalah audit yang bertujuan untuk menentukan apakah

yang diaudit telah sesuai dengan kondisi atau peraturan tertentu.

16

3. Operational Audit ( Audit Operasional )

 

17

Audit operasional adalah audit untuk review secara sistematik kegiatan

organisasi, atau bagian daripadanya, dalam hubungannya dengan tujuan

tertentu.

2.3 Definisi pengendalian internal

Pengendalian

internal

adalah

pengendalian

meliputi

struktur

organisasi,

metode,

dan

ukuran

yang

dikoordinasikan

untuk

menjaga

kekayaan

organisasi, mengecek ketelitian, dan kendala data akuntansi, mendorong

efisiensi

dan

2001:163 )

mendorong

dipatuhinya

kebijakan

2.4 Unsur Pengendalian Internal

manajemen

(

Mulyadi,

Ada lima unsur pengendalian internal yang terdapat dalam SA seksi 319

Pertimbangan

atas

Pengendalian

Intern

dalam

audit

laporan

keuangan

paragraph 07 ( Mulyadi,2002, h.183) yaitu :

(1)Lingkungan pengendalian

Terdiri atas tindakan, kebijakan, dan prosedur yang mencerminkan sikap

manajemen puncak, para direktur, dan pemilik entitas secara keseluruhan

mengenai pengendalian internal serta arti pentingnya bagi entitas tersebut.

(2)Penilaian resiko

Penilaian resiko merupakan tindakan yang dilakukan manajemen untuk

mengidentifikasi dan menganalisis resiko-resiko yang relevan.

 

18

(3) Informasi dan komunikasi

Tujuan sistem informasi dan komunikasi akuntansi dari entitas adalah

untuk memulai, mencatat, memproses, dan melaporkan transaksi yang

dilakukan

entitas

tersebut

serta

mempertahankan

akuntabilitas

aktiva

terkait.

(4) Aktivitas pengendalian

Control

activities

memastikan

bahwa

adalah

kebijakan

tindakan

yang

dan

prosedur

yang

membantu

diperlukan

telah

diambil

untuk

mengatasi risiko guna mencapai tujuan entitas.

(5) Pemantauan

Aktivitas pemantauan berhubungan dengan penilaian mutu pengendalian

internal

secara

berkelanjutan

atau

periodik

oleh

manajemen

untuk

menentukan

bahwa

pengendalian

itu

telah

beroperasi

seperti

yang

diharapkan, dan telah dimodifikasi sesuai dengan perubahan kondisi.

2.5 Tujuan Sistem Pengendalian Internal

Berdasarkan SAS 78 maka tujuan pengendalian internal adalah :

1. Reliability of financial reporting

2. Effectiveness and efficiency of operations

3. Compliance with applicable laws and regulations

 

19

Berikut ini adalah penjabaran dari setiap tujuan yang ada di atas :

1. Reliability of financial reporting

Pengendalian

intern

dalam

hal

ini

diharapkan

bisa

menghasilkan

laporan keuangan yang handal, yang dapat digunakan oleh pihak

manajemen dan pihak luar dalam pengambilan keputusan.

2. Effectiveness and efficiency of operations

Pengendalian intern diharapkan dapat mendorong tercapainya efisiensi

dan

efektivitas

dalam

penggunaan

mengoptimalkan tujuan perusahaan.

sumber

daya

manuasia

untuk

3. Compliance with applicable laws and regulations

Pengendalian intern diterapkan untuk memastikan bahwa peraturan dan

segala

kebijakan

yang

telah

ditetapkan

baik

secara

resmi

oleh

pemerintah ataupun yang ditetapkan oleh manajemen perusahaan telah

dipatuhi.

2.6 Efisiensi dan Efektivitas

2.6.1 Efisiensi

Definisi efisiensi menurut Mohammad Mahsun ( 2006, h.181) yaitu

Efisiensi

mempunyai

pengertian

yang

berhubungan

erat

dengan

konsep

produktivitas.

Pengukuran

efisiensi

dilakukan

dengan

menggunakan perbandingan antara output yang dihasilkan terhadap

input yang digunakan ( cost of output )”. Sedangkan efisiensi menurut

Mardiasmo ( 2002,h.180) mengacu pada rasio terbaik antara output

dengan biaya ( input ). Karena output dan biaya diukur dalam unit yang

 

20

berbeda maka efisiensi dapat terwujud ketika dengan sumber daya yang

ada dapat dicapai output yang maksimal atau output tertentu dapat

dicapai dengan sumber daya yang sekecil-kecilnya.

2.6.2 Efektivitas

Menurut Mardiasmo (2002, h.182 ) efektivitas berkaitan erat dengan

pencapaian tujuan. Efektivitas berkenaan dengan dampak suatu output

bagi pengguna jasa ( konsumen ). Untuk mengukur efektivitas suatu

kegiatan

harus

didasarkan

pada

kriteria

yang

telah

ditetapkan

( disetujui ) sebelumnya ( Mardiasmo, 2002, h.183 ). Sedangkan

Mohamad

Mahsun

(2006,

h.182),

menyatakan

bahwa

efektivitas

merupakan hubungan antara keluaran dengan tujuan atau sasaran yang

harus dicapai. Kegiatan operasional dikatakan efektif apabila proses

kegiatan tersebut mencapai tujuan dan sasaran akhir kebijakan atau

spending wisely.

2.7 Fungsi Produksi

Menurut Assauri ( 1978, h.12 ), ada empat macam fungsi produksiyaitu :

a) Proses ( processes ) yaitu metode dan teknik yang digunakan untuk

pengolahan bahan baku.

b) Jasa ( services ) yang berupa badan pengorganisasian untuk penetapan

teknik-teknik sehingga proses dapat dipergunakan secara efektif.

c) Perencanaan ( planning ) yang merupakan hubungan atau korelasi dan

organisasi dari kegiatan produksi untuk suatu dasar waktu tertentu

d)

Pengawasan ( control ) untuk menjamin bahwa maksud dan tujuan

 

21

mengenai penggunaan bahan pada kenyataannya telah dilaksanakan.

2.8 Pengendalian produksi dan operasi

Menurut Bayangkara ( 2008, h. 197 ) pengendalian produksi dan operasi

adalah jenis pengendalian yang meliputi pengendalian terhadap keseluruhan

komponen dan tahapan dalam proses produksi mulai dari penanganan bahan

baku sampai dengan

penanganan produk jadi ke gudang. Secara rinci

pengendalian tersebut meliputi hal-hal berikut :

a) Pengendalian bahan baku

Pengendalian ini bertujuan untuk memastikan bahwa bahan baku yang

diolah dalam proses produksi telah sesuai dengan kebutuhan standart

kualitas produk yang dihasilkan perusahaan.

b) Pengendalian peralatan dan fasilitas produksi

Pengendalian ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua peralatan dan

fasilitas produksi ada dalam keadaan siap untuk melaksanakan proses

produksi sesuai dengan ketentuan penggunaannya.

c) Pengendalian transformasi

Fungsi transformasi mengolah input menjadi output sesuai dengan standart

yang

telah

ditetapkan.

Pengendalian

transformasi

memegang

peranan

penting untuk memastikan bahwa proses pengolahan telah berjalan sesuai

dengan kebutuhan proses yang efektif dan efisien.

d)

Pengendalian kualitas

 

22

Setiap bagian

atau fungsi yang terlibat mulai dari persiapan sampai

dengan proses operasional perusahaan memiliki tanggung jawab secara

proporsional

terhadap

kualitas

produk

dan

kemampuannya

dalam

memenuhi harapan pelanggan.

e) Pengendalian barang jadi

Pengendalian

ini

merupakan

pengendalian

yang

pengelolaan barang setelah diproduksi.

dilakukan

terhadap

2.9 Fungsi Gudang

Dalam sistem pengawasan produksi dan sistem akuntansi biaya, fungsi

gudang bertanggungjawab atas pelayanan permintaan bahan baku, bahan

penolong,

dan

barang

lain

yang

digudangkan.

Fungsi

ini

juga

betanggungjawab untuk menerima produk jadi yang diserahkan oleh fungsi

produksi ( Mulyadi, 1999,h.424 )

2.10 Persediaan

Persediaan

menurut

Standart

Akuntansi

“ Persediaan adalah aktiva :

Keuangan

(2002;14.1)

1. Tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha normal,

2. Dalam proses produksi dan atau dalam perjalanan; atau

3. Dalam

bentuk

bahan

atau

perlengkapan

(supplies)

untuk

digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa.”

Sedangkan menurut Stice dan Skousen (2009 : 571), “ Persediaan adalah

istilah yang diberikan untuk aktiva yang akan dijual dalam kegiatan normal

 

23

perusahaan

atau

aktiva

yang

dimasukkan

secara

langsung

atau

tidak

langsung ke dalam barang yang akan diproduksi dan kemudian dijual.”

2.11 Produk Cacat

Menurut Firdaus Ahmad ( 2009 ) barang cacat adalah barang – barang yang

tidak memenuhi standar produksi karena kesalahan dalam bahan, tenaga kerja

atau mesin dan harus diproses lebih lanjut agar memenuhi standar mutu yang

ditentukan, sehingga barang – barang tersebut dapat dijual.

2.12 MCE ( manufacturing cycle efficiency )

Menurut Milton F.Usry and Lawrence ( 1994 ), MCE adalah salah satu

ukuran

yang

dapat

digunakan

unutk

mengukur

efisiensi

dalam

siklus

manufaktur.

Manufacturing

cycle

efficiency

dihitung

dengan

menghubungkan

waktu nilai bertambah ke throughput time. Rumusnya

adalah :

Waktu pemrosesan

Waktu pemrosesan + waktu gerak + waktu tunggu + waktu pemeriksaan

Jika MCE kurang dari 1, berarti ada waktu yang tidak bernilai tambah dalam

proses produksi. Sebagai contoh, suatu MCE = 0,5; berarti setengah dari total

waktu produksi mengandung waktu tunggu, inspeksi dan aktivitas-aktivitas

serupa yang tidak bernilai tambah. Jika rasio ini semakin mendekati satu,

maka semakin sedikit waktu yang tidak bernilai tambah yang tercakup dalam

proses

dan

ini

berarti

efisiensi

proses

produksi

sudah

cukup

baik.

Process time ( waktu proses )

=

jumlah waktu yang dibutuhkan untuk

 

24

Move time ( waktu gerak)

mengerjakan secara actual.

=

jumlah

waktu

yang

dibutuhkan

untuk

memindahkan dari satu bengkel ke bengkel

Queue time ( waktu tunggu )

kerja lain.

= jumlah waktu yang dikeluarkan produk

untuk menunggu supaya diproses.

Inspection time ( waktu pemeriksaan )

= lamanya waktu yang dikeluarkan

untuk memeriksa mutu.

2.13 Perputaran Persediaan ( Inventory Turnover