Anda di halaman 1dari 2

BAB I PENDAHULUAN

Trombositopenia merupakan kelainan hematologis yang ditandai oleh adanya penurunan jumlah trombosit dalam darah perifer. Hal ini bisa disebabkan oleh peningkatan destruksi trombosit perifer atau sekuestrasi trombosit dalam limpa dan adanya kegagalan sumsum tulang dalam produksi trombosit yang memadai. Trombositopenia merupakan kelainan hematologist yang ditemukan pada sebagian besar kasus demam berdarah dengue. Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dengan manisfestasi klinis demam, nyeri otot dan atau nyeri sendi yang disertai leukopenia, ruam, limfadenopati, trombositopenia dan diatesis hemoragik. Trombositopenia cukup berbahaya jika hitung trombosit jauh di bawah normal. Penderita akan mudah sekali mengalami perdarahan melalui kulit atau mukosa berupa petechie, ekimosis, menorraghia, epistaksis. Hal ini mengakibatkan adanya kehilangan kemampuan tubuh untuk melakukan mekanisme hemostatis secara normal. Beberapa dekade terakhir ini, infeksi virus dengue menunjukkan peningkatan yang sangat pesat di seluruh penjuru dunia. WHO memperkirakan sekitar 50 juta kasus infeksi virus dengue tiap tahunnya. Sebanyak dua setengah miliar atau dua perlima penduduk dunia beresiko terserang infeksi virus dengue dan 1,6 miliar (52%) dari penduduk yang beresiko tersebut hiudp di wilayah Asia Tenggara. Infeksi virus dengue telah ada di Indonesia sejak abad ke-18, seperti yang dilaporkan oleh David Bylon seorang dokter berkebangsaan Belanda. Saat itu infeksi virus dengue menimbulkan penyakit yang dikenal sebagai penyakit demam lima hari kadang-kadang disebut juga sebagai demam sendi. Pada masa itu infeksi virus dengue di Asia Tenggara hanya merupakan penyakit ringan yang tidak pernah menimbulkan kematian. Pola penyebaran penyakit infeksi virus Dengue sejak 1780 1949 memiliki kecenderungan epidemik dan lebih banyak di daerah tropis. Indonesia merupakan wilayah endemis dengan sebaran di seluruh wilayah

tanah air. Indonesia menempati urutan tertinggi kasus DBD tahun 2010 di ASEAN, dengan jumlah kasus 156.086 dan kematian 1.358 orang. Di Rektorat Jenderal Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Ditjen PP dan PL kemkes RI), melaporkan kasus DBD tahun 2011 di Indonesia menurun dengan jumlah kasus 49.486 dan jumlah kematian 403 orang.