Anda di halaman 1dari 10

Tes menggambar ini (wartegg) tidak memerlukan kemampuan menggambar, melainkan

hal ini hanya suatu cara bagi seorang penguji/psikolog untuk mengetahui kepribadian
anda dari cara menggambar dan apa yang anda gambar. Berikut Rahasianya :

Tes Wartegg mengharuskan peserta untuk melengkapi gambar yang terdiri dari 8 gambar,
4 diantaranya berupa garis lurus (Gambar III, IV, V, dan VI) dan empat lainnya berupa
garis lengkung (Gambar I, II, VII, VIII). Yang perlu anda ingat adalah untuk garis
lengkung sebaiknya anda menggambar benda hidup dan untuk garis lurus yang kaku
sebaiknya anda menggambar benda mati. Jika anda menggambar terbalik, misal garis
lurus digambar dengan bunga, hewan dan sebagainya atau garis lengkung digambar
dengan mobil, mesin dan sebagainya, hal ini menandakan “ada yang salah” dengan jiwa
atau kepribadian anda.

Selanjutnya dari cara menggambar pun bisa kelihatan kepribadian seseorang misal : jika
saat mengambar anda terlalu sering menghapus atau kotor menandakan bahwa anda
adalah orang yang peragu atau tidak terencana dan jika anda menggambar terlalu kuat
untuk garis yang seharusnya lembut berarti anda termasuk orang yang keras kepala.

Apa yang anda gambarpun juga menunjukan kepribadian atau kemampuan IQ anda. Jika
anda menggambar sesuatu yang “biasa saja dan umum” tentu penilaian tingkat
kecerdasannya akan berbeda dibanding jika anda menggambar “sesuatu yang tidak
terpikirkan oleh orang lain dan berwawasan”

Namun demikian, tes psiko hanyalah merupakan suatu alat buatan manusia untuk
mengetahui kepribadian seseorang secara umum saja. Kesimpulan yang dihasilkannya
boleh jadi berbeda dengan kepribadian yang sesungguhnya. Hal ini diakui oleh para
psikolog sendiri bahwa tidak ada satu pun tes di jagad raya ini yang benar-benar akurat
dapat menilai kemampuan dan kepribadian seseorang.

Isi dari masing2 gambar :


gbr 1. berupa titik ditengah kotak : ini menyangkut hal2 yg berhubungan dengan
penyesuaian diri yaitu bagaimana seseorang menempatkan diri dlm lingkungan
gbr 2. berupa ~ tp berada di kotak sebelah kiri : menunjukkan fleksibilitas perasaan.
gbr 3. berupa 3 garis horisontal dr pendek, sedang tinggi sejajar: mengukur hasrat untuk
maju/ ambisi
gbr 4. berupa kotak kecil di sebelah kanan : mengukur bagaimana seseorang mengatasi
kesulitan
gbr 5. seperti huruf T tp miring (susah gambarin nya) : mengukur bagaimana cara
bertindak.
gbr 6. berupa garis horisontal & vertikal : mengukur cara berpikir / analisa & sintesa
gbr 7. berupa titik2 : menyangkut kehidupan dan perasaan ( apakah sudah stabil,
kekanakan)
gbr 8. berupa lengkungan : mengenai kehidupan sosial/ hubungan social

Tips Psikotest
Salah satu cara lembaga atau perusahaan untuk menguji calon karyawannya adalah
dengan mengajukan sejumlah tes psikologi dikenal dengan psikotest. Test ini sangat
menentukan masa depan calon karyawan dan secara teoritis untuk mengetahui potensi
calon pegawai. Pada umumnya model psikotest ini relatif tidak berubah karena memang
dibuat secara standar tidak hanya nasional tetapi juga internasional.
Untuk memasuki lembaga media massa juga psikotest memiliki standar hampir sama
dengan perusahaan lainnya. Tulisan ini masih akan berkembang, namun ada beberapa
prinsip yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi psikotest ini.
Pertama-tama tentu kita harus tahu jenis-jenis psikotest itu.
1. Tes IQ: biasanya contoh soal-soal ini dapat mudah didapatkan di toko buku. Tes
kecerdasan ini melibatkan serangkaian soal matematika dalam istilah tesnya tes verbal
dan non verbal. Angka dan bahasa merupakan bagian dari tes ini. Jika Anda senang
dengan teka teki silang dan hitungan secara cepat maka Anda beruntung bisa lulus.
Namun tes IQ memang dibuat standar agar bisa dilakukan setiap orang.
2. Tes Kepribadian. Di dalam tes ini Anda akan dihadapkan kepada serangkaian
pertanyaan mengenai berbagai dilema dalam pekerjaan, seperti bagaimana menghadapi
konflik, bagaimana bekerja sama dan bagaimana solusi jika menghadapi suatu dilema.
Dari sini dapat dikaji, seberapa jauh kemampuan Anda bekerja dalam tim dan apakah
Anda termasuk orang yang hangat dalam pergaulan dan tidak kaku.
3. Tes Kemampuan. Anda akan diuji serangkaian tugas di bawah tekanan tinggi, apakah
Anda masih bisa melakukannya. Biasanya tes kemampuan ini mengkondisikan Anda
dalam suasana penuh tekanan tetapi harus menyelesaikan soal dengan cepat. Bisa
bentuknya angka atau permainana kata-kata. Bisa pula berupa grafik dan bentuk-bentuk
tiga dimensi.
4. Tes Kreatifitas. Biasanya Anda akan diminta menulis atau menggambarkan sesuatu.
Pada salah satu tes Anda diminta melanjutkan gambar dari enam kotak yang sudah ada.
Lanjutkan dengan ilustrasi yang baik semaksimal mungkin. Satu lagi tes final biasanya
Anda diminta menggambar. Saya sarankan gambarlah orang yang sedang aktif bertindak,
misalnya sedang lari sehingga terlihat aktif. Kata psikolog, orang yang seperti itu
termasuk dinamis dan kreatif. Itu pendapat psikolog.
Penulis juga ingin menambahkan beberapa tips dan apa yang sebaiknya dilakukan pada
saat psikotest sedang berlangsung :
1. Test IQ
Kerjakan soal-soal yang mudah terlebih dahulu, kemudian kerjakan soal yang lebih sulit.
ini untuk mengoptimalisasi skor yang anda dapatkan. Jgn kerjakan soal dengan asal-
asalan, ini biasanya terjadi pada saat waktu yang diberikan akan segera habis.
Harap diingat “banyaknya pertanyaan yang terjawab, bukan patokan bahwa test IQ anda
berhasil“…”Lebih baik jawaban soal anda sedikit,tapi banyak yang benar” …” Daripada
jawaban soal anda banyak, tapi banyak juga jawaban yang salah“.
Dari hal tersebut pelaksana test akan dapat menemukan, siapa yang mengerjakan dengan
baik dan yang tidak.. Dan satu hal, perbanyak latihan soal-soal psikotest agar jam terbang
anda cukup.
2. Test kepribadian
Dalam test ini tidak menentukan siapa yang baik, dan siapa yang tidak baik. Tes ini murni
dilakukan untuk mengenal bagaimana kepribadian calon pegawai. Jawablah soal-soal
tersebut sesuai dengan kepribadian anda.
Test ini dilakukan untuk menempatkan calon pegawai di posisi jabatan yang tepat. Sesuai
dengan prinsip ” Right Man on The Right Place “
3. Tes Kemampuan
Test ini bisa berupa deretan angka ataupun gambar. Dalam mengerjakan soal ini,
diperlukan konsentrasi penuh dalam mengerjakannya. Karena test ini memerlukan waktu
yang lama, sebaiknya jika anda ada keperluan ke kamar kecil, lakukan sebelum test ini
dimulai.
Konsentrasi yang cukup hanya di dapat dari istirahat yang cukup, oleh karena itu malam
sebelum test tidurlah lebih awal.
4. Tes Kreatifitas
Test ini biasanya berupa gambar sebanyak 6 kotak. Dimana masing-masing kotak
memiliki tanda awal khusus. Di test ini calon pegawai di minta untuk mengembangkan
tanda di masing-masing kotak, menjadi sebuah gambar atau object. Pada test ini juga kita
diminta untuk menentukan gambar mana yang paling mudah, paling sulit, paling disukai,
dan yang tidak disukai dari gambar yang dibuat. Misalnya object bendera, jam, masjid,
pesawat, rumah, tiang listrik.
Kemudian test terakhir adalah menggambar orang, atau menggambar pohon.
Pada test menggambar orang. Gambarlah orang secara utuh. Dalam artian disini adalah
lengkap semua organ tubuh ( tangan, kaki, dsb ). Gambarlah orang yang sedang
melakukan aktifitas. Misalnya, orang yang sedang berangkat kerja dll.
Pada test menggambar pohon. Gambarlah pohon yang mempunyai kayu, dan yang
mempunyai buah. Gambarlah daunnya dengan rindang. Misalnya pohon mangga.
Mudah-mudahan jadi info yang berguna…
Agak panjang gan…
1. Tes Intelektual
Yang terdiri dari berbagai macam, yaitu:
a. CFIT = Culture Fair Intelegence Tes; Untuk mengungkap kemampuan mental umum
b. TIU = Tes Intelegensi Umum; Untuk mengungkap kemampuan mental umum
c. TKD = Tes Kemampuan Dasar; Untuk mengukur kemampuan dasar individu
d. AA = Army Alpha; Untuk mengetahui daya tangkap/daya konsentrasi orang
e. ADKUDAG = Administrasi dan Keuangan; Untuk mengetahui kemampuan
administrasi dan keuangan
f. IST = Tes inteligensi; Yang terdiri dari 9 subtes yang didasarkan pada anggapan bahwa
struktur inteligensi tertentu cocok dengan pekerjaan atau profesi tertentu.
2.Tes Kepribadian
a. EPPS = Edwards Personal Preference schedule; Alat tes yang mengukur kepribadian
orang dilihat dari kebutuhan-kebutuhan yang mendorongnya (16 faktor)
b. DAM&BAUM = Draw A Man Tes (Tes Gambar Orang); Untuk mengetahui tanggung
jawab, kepercayaan diri, kestabilan dan ketahanan kerja
Spoiler for BAUM Test:
Dimana lo akan dikasih kertas kosong dan diberi perintah untuk bikin gambar pohon, trus
dikertas lainnya gambar orang, di kasih kertas lagi di suruh gambar pohon, orang, &
rumah. ini juga termasuk dalam test kepribadian. (gw pernah kaya gini… )

BAUM Test termasuk dlm test Grafis. Klo lo gak bisa gambar, gak usah kuatir, krna yg
dinilai bagus atau tidaknya gambar tsb. yg di liat tuh, besar-kecil gambar, tarikan garis
(tegas atau tidak atau patah2), letak gambar (kanan-kiri, atas-bawah, atau center)
biasanya testee juga nanya klo gambar pohon, itu pohon apa??? klo orang dia lagi
ngapain, trus jenis kelaminnya apa?, klo yg disuruh gambar orang, rumah, & pohon, itu
untuk melihat keselarasan orang tersebut menghadapi dua aspek rumah & pohon. Tiap2
gambar ada artinya gan…

c. WARTEGG; Untuk mengetahui emosi, imajinasi, intelektual dan aktifitas subjek


Spoiler for Wartegg Test:

Pernah lo ikut psikotes dan disuruh gambar atau melengkapi gambar dengan delapan
kotak? Gw pernah…
Ini disebut Wartegg Test (bukan warung tegal )

Dalam Wartegg Test, lo akan diberikan selembar kertas yg berisi 8 kotak yg ada stimulus-
stimulusnya, kemudian testee akan memberikan perintah untuk melengkapi gambar yg
ada di kotak tersebut.

Isi dari masing2 gambar:


- gbr 1. berupa titik ditengah kotak: ini menyangkut hal2 yg berhubungan dengan
penyesuaian diri, yaitu bagaimana seseorang menempatkan diri dlm lingkungan
- gbr 2. berupa ~ tp berada di kotak sebelah kiri: menunjukkan fleksibilitas perasaan.
- gbr 3. berupa 3 garis horisontal dr pendek, sedang tinggi sejajar: mengukur hasrat untuk
maju/ambisi
- gbr 4. berupa kotak kecil di sebelah kanan: mengukur bagaimana seseorang mengatasi
kesulitan
- gbr 5. seperti huruf T tp miring (susah gambarin nya): mengukur bagaimana cara
bertindak.
- gbr 6. berupa garis horisontal & vertikal: mengukur cara berpikir/analisa & sintesa
- gbr 7. berupa titik2 melengkung: menyangkut kehidupan dan perasaan (apakah sudah
stabil, kekanakan)
- gbr 8. berupa lengkungan: mengenai kehidupan sosial/hubungan sosial

Jika mungkin lo bertanya-tanya apa fungsi tes melengkapi gambar di atas, dan apakah tes
di atas sebenarnya adalah untuk mencari tahu siapa diantara peserta yang paling pintar
menggambar atau tidak, ternyata tes di atas bukan untuk mengetahui kemampuan
menggambar melainkan hal tersebut merupakan salah satu cara dari beberapa cara yang
digunakan oleh psikolog untuk mengetahui kepribadiandari cara menggambar.

Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa tes menggambar ini tidak memerlukan kemampuan
menggambar, melainkan hal ini hanya suatu cara bagi seorang penguji/psikolog untuk
mengetahui kepribadian lo dari cara menggambar dan apa yang lo gambar.

Berikut Rahasianya:
Tes Wartegg mengharuskan peserta untuk melengkapi gambar yang terdiri dari 8 gambar,
4 diantaranya berupa garis lurus (Gambar III, IV, V, dan VI) dan empat lainnya berupa
garis lengkung (Gambar I, II, VII, VIII).
Yang perlu lo ingat adalah untuk garis lengkung, sebaiknya lo gambar benda hidup dan
untuk garis lurus yang kaku sebaiknya lo gambar benda mati. Jika lo gambar terbalik,
misal garis lurus digambar dengan bunga, hewan dan sebagainya atau garis lengkung
digambar dengan mobil, mesin dan sebagainya, hal ini menandakan “ada yang salah”
dengan jiwa atau kepribadian lo...

Selanjutnya dari cara menggambar pun bisa kelihatan kepribadian seseorang misal: jika
saat mengambar lo terlalu sering menghapus atau kotor menandakan bahwa lo adalah
orang yang peragu atau tidak terencana dan jika lo gambar terlalu kuat untuk garis yang
seharusnya lembut berarti lo termasuk orang yang keras kepala...

Apa yang lo gambarpun juga menunjukan kepribadian atau kemampuan IQ lo. Kalo lo
gambar sesuatu yang “biasa saja dan umum” tentu penilaian tingkat kecerdasannya akan
berbeda dibanding jika lo menggambar “sesuatu yang tidak terpikirkan oleh orang lain
dan berwawasan”

d. Tes Pauli; Untuk mengukur sikap kerja dan prestasi kerja (daya tahan, keuletan, sikap
terhadap tekanan, daya penyesuaiaan, ketekunan & konsistensi, kendali diri)
e. KRAEPLIEN; Untuk mengungkap ketelitian,kecepatan, kestabilan dan ketahanan kerja
Spoiler for Tes KRAEPPELIN dan PAULI:
Ga ada perbedaan (ini yang bikin pusing... )
Semua berisikan kertas dan angka yg membedakan hanya cara dan jumlah isinya.....dan
KRAEPPELIN memiliki jumlah deret angka yg lbh bnyk, biasanya sang psikolog hanya
menginstruksikan "pindah" pada waktu tertentu dn berbeda2 utk melihat daya tahan otak
dan konsistensi....

Strategi usil buwat ngerjain tes pauli yang banyak angka-angkanya...


Cheat biar skor lo bisa dianggap jenius gitu biasanya ada dalam rangkaian psikotes selain
warteg, pohon, ist, dll....
1. Kerjain tuh tambah-tambahan angka tapi isinya asal aja yang penting penuh . Buat
hasil normal, biasanya kolom terselesaikan cuma 2 – 3. Tapi klo mau dianggap jenius lo
kerjain 3-5 kolom
2. Nah, ketika sampai di kolom 13 sampai 20 lo harus betul betul ngerjaiinnya...
3. Setelah itu isi ga jadi masalah...
4. Yang terakhir pada kolom 40 sampai 43 lu harus betul betul juga ngerjainnya

f. RM = The Rothwell Miller; Untuk mengetahui minat seseorang terhadap jenis


pekerjaan
g. PAPI Kostick; Alat ini menjabarkan kepribadian dalam 20 aspek yang masing-masing
mewakili need atau role tertentu, tinggi rendahnya need atau role tertentu mempunyai arti
yang spsesifik, konfigurasi yang diperoleh adalah gambaran dari pilihan testee yang
bermuatan need atau role dan dibandingkan dengan need atau role lain dalam keseluruhan
system kepribadian berdasarkan persepsi testee atas dirinya sendiri.

Namun demikian, tes psiko hanyalah merupakan suatu alat buatan manusia untuk
mengetahui kepribadian seseorang secara umum saja.

Kesimpulan yang dihasilkannya boleh jadi berbeda dengan kepribadian yang


sesungguhnya. Hal ini diakui oleh para psikolog sendiri bahwa tidak ada satu pun tes di
jagad raya ini yang benar-benar akurat dapat menilai kemampuan dan kepribadian
seseorang.

Soal-soal Psikotest menyangkut:


1. Menghitung angka
2. Deret angka
3. Deret gambar
4. Permainan kata
5. Menghitung 2 angka berdekatan dari bawah ke atas (atau sebaliknya);
jumlahnya bisa ratusan angka, Anda harus belajar cepat menghitungnya.
6. Wartegg test (melengkapi 8 buah gambar, ini paling sulit, keterangan di bawah),
7. Menggambar orang
8. Menggambar pohon berdaun dan berbuah
9. EPPS, pilih di antara 2 pilihan yg mana paling mewakili diri sendiri.
10. Tes Sifat-sifat pribadi (positif dan negatif)

1. Ada deret-deret angka kebawah di selembar kertas besar lalu kita diminta
menulis jumlah antara dua angka dan kalau jumlahnya puluhan yang ditulis
cuma belakangnnya saja, lalu untuk hitung setiap barisnya kita diberi waktu
2. Lalu ada deret-deret angka kek deret aritmatik, mis:
2 3 5 ... 12 nah angka yang dititik-titik itu apa (lihat latihan psikotes bahasa
Indonesia, atau beli buku tes IQ)
3. Anda juga akan dihadapkan pada soal matematika dengan kalimat. Perlu
konsentrasi penuh dan latihan dari buku IQ.
4. Tes IQ dengan gambar kotak, kubus dan berbagai gambar lainnya. Bisa
anda pelajarai di buku tes IQ.
5. Tes 8 kotak. Di dalamnya ada garis/lingkaran/titik/kotak di tiap kotaknya,
kita diminta melanjutkan gambar dari pola yang dikasi itu, kira-kira apa
gambarnya nanti dan diberi judulnya.

Ini pengalaman yang baru memecahkan teka-teki 8 gambar:


- gambar pertama bisa dengan menggambar pagar, dan diberi tanda minus, mungkin
akan dideskripsikan sebagai orang yg tidak suka dikekang, dibatasi, dsb
- gambar kedua saya menggambar jendela (beserta rumah), dan juga diberi
tanda minus, mgkn ini bisa dideskripsikan sbg org yg tidak suka hanya
melihat, tetapi juga harus ikut terlibat dalam suatu pekerjaan
- gambar ketiga dan keempat berturut2 saya menggambar mata dan alis mata
+ mata dan diberi tanda plus, mgkn nanti akan dideskripsikan sebagai org yg
memiliki visi dan pandangan yg jauh
- gambar kelima saya menggambar pelangi (beserta matahari) dan diberi
tanda plus, mgkn nanti akan dideskripsikan sebagai org yg optimis dan ceria
- gambar keenam saya menggambar jari telunjuk, dan diberi tanda plus, saya
krg begitu tau maknanya, apakah ini berarti saya suka menunjuk org, seperti
memerintah org?
- gambar ketujuh saya menggambar panah, dan diberi tanda plus, mgkn ini
maknanya goal oriented dan siap utk menghadapi hal2 baru
- gambar terakhir saya menggambar mobil dan diberi tanda plus, mgkn ini
menggambarkan siap utk berpergian jauh (jauh dr keluarga)
6. Diminta menggambar orang yang kita kagumi. Sebaiknya menggambar
orang yang aktif , sedang ada kegiatan, jangan statis.
7. Tes Menggambar pohon. Sebaiknya pohon besar ada batang, daun bunga
atau buah. Misalnya pohon mangga dengan akar dan buahnya.
mungkin dari gambar itu akan dianalisa seperti ini,
- bila gambarnya sampai mendetail, sampai keliatan daun-daunnya, mungkin orang
tersebut akan diinterpretasi sebagai orang yang perfeksionis, mendetail, dan
practical thinking tetapi lamban
- bila gambarnya tidak mendetail, mungking akan diinterpretasi sebagai orangg yang
lebih
abstarct thinking, lebih progresif, tidak terlalu menyukai detail
8. Tes karangan, terserah dan bebas. Latihan menulis karangan saja dan
pengalaman kita.
9. Tes Kepribadian. Perlu latihan dan memikirkan apa yang diinginkan
pemberi tes. Misalnya: Saya a) cerdas b) licik c) pendiam
10. Tes Kepribadian. Misalnya: "Saya adalah seorang : "
a) menuruti apa kata bos/ asal bos senang
b) menuruti kemauan sendiri
11. Psikotest itu pada umumnya akan menguji kecerdasan dan kepribadian
seseorang melalui:- linguistik (tes permainan kata2)
- logis matematis (hitung-hitungan
- spatial visual (mencocokin gambar)
-dan juga memori
Perlu juga dijelaskan bahwa dalam mengerjakan semua soal berada dalam
tekanan, jadi kita harus berlatih dan tetap konsentrasi.
Semoga bermanfaat dan sukses

Tips Rahasia Lolos Seleksi Psikotes


Keunikan dari tes ini adalah pada “ketidakpastiannya”. Mengapa? Karena faktor ini dapat
memutarbalikan perhitungan logis potensi seseorang. Sebagai contoh, seseorang lulusan
perguruan tinggi terbaik di negeri ini dengan IPK : 3 koma dan berpengalaman sebagai
asisten dosen, tidak dapat lolos dari lobang jarum ujian psikotes sehingga akhirnya harus
berwirausaha karena belum pernah mampu melewati psikotes untuk diterima bekerja di
sebuah perusahaan. Memang ini ironi, namun ini fakta. Psikotes memang merupakan
fenomena tersendiri bagi para pelamar kerja. Penulis juga pernah menghadapi hal serupa,
untuk kemudian harus bangkit melalui proses “learning by doing”. Penulis bukan seorang
psikiater maupun phsicology tester, namun beberapa tips yang akan di-share berikut ini,
berdasarkan pengalaman penulis ketika menghadapi psikotes, diharapkan mampu
membantu mengurangi kegagalan psikotes Anda:
Tips Rahasia Lolos Seleksi Psikotes
1. Tes Logika Aritmatika. Tes ini terdiri atas deret angka. Yang diukur dalam tes ini
adalah kemampuan analisa anda dalam memahami pola-pola/kecenderungan tertentu
(dalam wujud deret angka) untuk kemudian memprediksikan hal-hal lain berdasarkan
pola tersebut. Tipsnya: 1) jangan terpaku pada deret hitung atau deret ukur perhitungan
matematika saja yaitu jangan terpaku pada 3 -4 angka terdepan dalam deret namun
adakalanya anda melihat deret secara keseluruhan karena pola bisa berupa urutan,
pengelompokan berurutan maupun pengelompokan loncat. 2) Ingat keterbatasan waktu.
Jangan terlalu asyik dan terpaku hanya pada sebuah soal yang penasaran ingin anda
pecahkan, lompati ke soal berikutnya karena terkadang soal di bawahnya lebih mudah
dipecahkan dibandingkan soal sebelumnya. 3) Anda bisa melatih kemampuan anda ini
dari buku-buku tes UMPTN/SPMB untuk materi deret hitung/deret ukur. Contoh:
- 16 8 4 2 1 1/2 … …
- 45 15 18 6 9 3 … …
2. Tes Logika Penalaran. Tes ini terdiri atas deret gambar baik 2 maupun 3 dimensi. Yang
ingin diukur dalam tes ini adalah kemapuan anda dalam memahami pola-
pola/kecenderungan tertentu (dalam wujud gambar) untuk kemudian melakukan prediksi
berdasarkan pola anda tersebut: Tipsnya: konsetrasi, hati-hati dan teliti. Karena bentuk-
bentuk yang ditawarkan hampir serupa walau tak sama.Contoh:

3. Analog Verbal Test. Tes ini terdiri atas 40 soal yang berisi sinonim/antonim/analog
suatu kata. Yang diukur dalam tes ini adalah kemampuan logika anda terhadap sebuah
kondisi, untuk melihat sejauh mana anda memahami sebab-akibat suatu permasalahan.
Tipsnya: Apabila anda bermasalah dengan konsentrasi dan logika, anda bisa mem-
bypass-nya dengan menghafal soal dan jawaban. Karena beberapa kali penulis
menghadapi tes in, soal yang diberikan relatif sama. Contoh:
- wanita : kebaya = pria :
- a. sepatu b. baju c. topi d. jas
- kubus : pyramid = empat persegi :
- a. peti b. mesir c. pentagon d. segitiga
4. Kraeplien/Pauli. Tes ini terdiri atas gugusan angka-angka yang tersusun secara
membujur (atas-bawah) dalam bentuk lajur-lajur. Calon pegawai diminta untuk
menjumlahkan dua angka yang berdekatan dalam waktu tertentu di setiap kolom dan
menuliskan disampingnya. Yang diukur dalam tes ini adalah konsistensi, ketahanan, sikap
terhadap tekanan, kemampuan daya penyesuaian diri, ketelitian sekaligus kecepatan
dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Tipsnya : 1) Jangan sekalipun menggunakan pensil
mekanis dalam tes ini melainkan pensil biasa atau pulpen saja, karena tes ini sangat
terikat dengan waktu. Pensil mekanis membutuhkan di-reload ketika ujung granitnya
habis, mekanisme ini membutuhkan waktu sekitar 0.5-1 detik. Apabila anda melakukan
reload dalam 10 lajur berarti anda telah kehilangan waktu 5-10 detik. 2) Usahakan jumlah
angka yang dijumlahkan di masing-masing kolom stabil. Hasilnya akan lebih baik jika
dibandingkan anda memaksakan diri di awal tes namun tergopoh-gopoh di pertengahan
dan akhir tes. Kendalikan diri anda untuk menghemat tenaga. 3) Jangan sekalipun
melakukan cheating terhadap waktu maupun hasil penjumlahan. Hal ini akan merugikan
anda sendiri karena justru untuk cheating anda akan membutuhkan waktu sekian detik
untuk memutuskan dan itu berarti justru membuang waktu dan memubuat grafik
penjumlahan anda tidak alami. 4) Hal yang paling penting dari keseluruhan tes kraeplein
adalah konsentrasi. Terkadang anda akan merasa blank padapertengahan tes, namun anda
harus bisa bangkit & fokus lagi pada tes. Untuk itu kondisi fisik sangat berpengaruh.
Usahakan tidak begadang dan sarapan dahulu sebelum berangkat tes karena model tes ini
sangat menyedot energi anda.
5. Wartegg Test. Tes ini terdiri atas 8 kotak yang berisi bentukan-bentukan tertentu seperti
titik, garis kurva, 3 garis sejajar, kotak, dua garis saling memotong, dua garis terpisah,
tujuh buah titik tersusun melengkung dan garis melengkung. Anda akan diminta
menggambar kemudian menuliskan urutan gambar yang telah anda buat, lalu menuliskan
nomor gambar mana paling disukai, tidak disukai, sulit dan mudah menurut anda. Yang
diukur dalam tes ini adalah emosi, imajinasi, intelektual dan aktifitas subjek. Contoh:

Tipsnya adalah: 1) Urutan menggambar sebaiknya anda buat kombinasi antara sesuai
nomor dan acak. Misalnya 1,2,3,4 kemudian 8,7,6,5. Karena apabila anda menggambar
berdasarkan urutan 1,2,3,4,5,6,7,8 anda dipandang HRD sebagai orang yang
kaku/konservatif sedangkan apabila anda menggambar secara acak misalnya
5,7,6,8,3,2,4,1 anda akan dipandang HRD sebagai orang yang terlalu kreatif, inovatif dan
cenderung suka akan ‘breaking the low‘. 2) Kalau anda bergender lelaki jangan mulai
dengan nomor 5, karena beberapa anggapan menyebutkan hal ini berpengaruh terhadap
orientasi seks anda. Berikut ini adalah salah satu contoh pengerjaan yang pernah
digunakan penulis untuk melewati tahap psikotes ini:

6. Draw A Man Test (DAM). Tes ini mengharuskan anda untuk menggambar sesorang,
untuk kemudian anda deskripsikan usia, jenis kelamin dan aktifitas orang tersebut. Tes ini
dipergunakan untuk mengatahui tanggung jawab, kepercayaan diri, kestabilan dan
ketahanan kerja. Tipsnya: 1) Gambarlah orang tersebut secara utuh mulai dari ujung
kepala sampai ke ujung kaki, termasuk detil muka seperti mata, hidung, mulut dan
telinga. 2) Gambarlah orang tersebut dalam keadaan sedang melakukan aktifitas,
misalnya pak tani sedang membawa cangkul, eksekutif muda sedang menenteng koper
dsb.
7. Army Alpha Intelegence Test. Tes ini terdiri atas 12 soal yang berisi kombinasi deretan
angka dan deretan bentuk. Soal satu soal kadang terkait dengan soal sebelumya. Yang
diukur dalam tes ini adalah kemampuan daya tangkap Anda dalam menerima dan
melaksanakan instruksi dengan cepat dan tepat. Tipsnya : konsentrasilah kepada apa yang
dikatakan narator, karena narator tidak akan mengulang instruksi tersebut dan waktu yang
diberikan sangat terbatas. Sabar, jangan terburu menjawab, sebelum narator selesai
memberikan instruksi. Contoh:
Narator akan mediktekan soal sebagai berikut : “Coretlah angka ganjil dalam kotak dan
coretlah angka genap yang berhuruf dalam lingkaran, kerjakan!” dan pada lembar
jawaban akan diberikan gambar sebagai berikut:

8. Menggambar Pohon. Tes ini terdiri atas tugas untuk menggambar pohon dengan
kriteria : berkambium (dicotyl), bercabang dan berbuah. Sehingga tidak diperbolehkan
kepada anda menggambar pohon jenis bambu, pisang, semak belukar ataupun jenis
tanaman monocotyl lainnya. Tipsnya : 1) Pada setiap tes menggambar pohon yang pernah
dilalui, penulis selalu menggambar pohon nangka. Karena pohon tersebut mewakili jenis
tanaman dicotyl / berkambium. 2) Walaupun anda tidak begitu pandai dalam hal
menggambar, usahakan menggambar secara detil dan rinci setiap komponen dari pohon
tersebut seperti tangkai, bentuk daun, kerapatan daun, buah, akar bahkan alur pohon. 3)
Untuk hasil yang lebih maksimal, fotolah pohon tersebut, pelajari karakter jenis
pohonnya, kemudian latihlah kemampuan menggambar anda dengan mengacu pada foto
tersebut.
9. Edwards Personal Preference Schedule (EPPS). Tes ini terdiri atas pilihan-pilhan
jawaban yang paling mencerminkan diri anda. Tes ini dipergunakan untuk mengetahui
seberapa besar motivasi, kebutuhan dan motif seseorang. Tipsnya: 1) Jawablah setiap
pertanyaan dengan jujur sesuai dengan kondisi anda, setidaknya yang paling mendekati,
karena pertanyaan akan berulang di nomor-nomor berikutnya, sehingga apabila jawaban
anda tidak sinkron, hal ini akan merugikan Anda. Kejujuran anda terkait dengan cerminan
kesesuaian diri anda terhadap lowongan pekerjaan yang anda lamar. 2) Secara
keseluruhan, tes EPPS ini memang paling sulit untuk di-adjustment (diakali), namun
setidaknya ada beberapa pertanyaan yang bisa di-adjustment untuk disesuaikan dengan
lowongan pekerjaan yang anda pilihan. Misalnya ketika anda melamar menjadi pegawai
Bank, pilihlah jawaban-jawaban yang mencerminkan kejujuran, keteraturan, kedisiplinan
dan mampu bekerja dalam teamwork. 3) Karena sulitnya proses adjusment tehadap tes
ini, jalan paling praktis yang dapat ditempuh adalah memperbaiki diri (self improvement)
anda dalam segala hal, setup diri anda menjadi seakan-akan seseorang profesional dalam
setiap tingkah laku keseharian anda seperti: jujur, tepat janji, tanggung jawab dan
disiplin. Karena cerminan pola pikir dan tingkah laku positif diri anda, akan tertuang
tanpa anda sadari dalam hasil tes. Contoh Soalnya:
- A. Saya suka memuji orang yang saya kagumi
- B. Saya ingin merasa bebas untuk melakukan apa saja yang saya kehendaki
- A. Saya merasa bahwa dalam banyak hal saya kalah dibandingkan orang lain
- B. Saya suka mengelakkan tanggung jawab dan kewajiban-kewajiban
10. Learning By Doing. Pengalaman memang guru yang paling baik. Lakukan perbaikan-
perbaikan secara continue baik terhadap diri anda maupun terhadap kemampuan anda, di
setiap psikotes yang anda hadapi. Misalnya seperti : melatih diri terhadap
kesalahan/kesulitan yang dihadapi pada psikotes sebelumnya, membaca kembali materi
psikotes secara keseluruhan semalam sebelum menghadapi psikotes (refreshment) dan
mempersiapkan fisik sebaik-baiknya karena pada dasarnya psikotes akan selalu Anda
kerjakan dalam keadaan tegang dan tekanan. Karena dengan mekanisme tersebut,
psikotes bukan meruapakan momok yang harus anda hindari, namun anda akan lambat
laun berteman dan akrab dengan psikotes