Anda di halaman 1dari 13

BLOK KELUHAN HEMOPOIETIK ANEMIA

Anemia Hb dibawah >10% dari nilai normal WHO : Pria < 13 gr% Wanita < 12gr% Hamil <10gr%

Eritropiesis Pluripotent stem cell

Myeloid cell

lymphoid cell

Myeloid Tromobosit, neutrofil, eritrosit, monosit/macrofag, mast cell Lymphoid sel B, sel T Komponen darah : 55% plasma 45% cells : 99% RBCs < 1% WBCs and platelets ADB Serum Ferritin <20ng/ml Koreksi untuk def. Fe serum : Untuk Menaikkan Hb sebesar 1 gr/dl dibutuhkan Fe endogen + 2,5mg/kgBB Kebutuhan inisial Fe: Fe= ( kadar Fe serum x 0,2 x BB) mg Fe= ( Hb x 2,5 x BB) mg Anemia pada kehamilan !!! o/k def. Asam Folat Tx Suplemen Asam Folat 0,4 mg/hari Suplemen Vit B.12 50 mg/hari sejak awal kehamilan o/k def. Fe Tx Suplemen Fe 30-60 mg/hari mulai kehamilan 18-20mgg

POLISITEMIA VERA Tergolong penyakit mieloproliferatif dengan ciri proliferasi sel pendahulu eritroid secara tidak terkendali. Etiologi Belum diketahui . Pada polisitemia vera sering terjadi leukositosis dan trombositosis Gx Gejala tidak khas Akibat gangguan oksigenasi ringan: sakit kepala, vertifo, tinitus, gangguan penglihatan, angina pektoris Trombosis vena atau arteritromboemboli Perdarahan berupa petekia, ekimosis, epistaksis, perdarahan gusi dan perdarahan saluran cerna. Gatal-gatal terjadi pada 40 % penderita diduga karena meningkatnya pelepasan granulosit histamin Px. Fisik Splenomegali pada 75 % penderita Hepatomegali pada 30 % penderita Hipertensi sering ditemukan Facial plethora byk lemak d pipi

Px. Lab Red cell mass meningkat. Volum plasma normal atau meningkat ringan Morfologi RBD noramal pada mulanya, bila terjadi metaplasia mieloid ditandai dengan anisositosis, poikilositosis, meningkatnya eritrosit berinti Leukositosis Diagnosis A1+A2+A3 ATAU A1+A2+2 dari kel.B Kelompok A Red cell mass >32 ml/kgBB 36ml/kgBB Saturasi oksigen >92% Splenomegali Kelompok B Trombositosis > 400.000/mm3 Leukositosis >12.000/mm3 tanpa tanda infeksi LAP score >100 tanpa tanda infeksi atau demam Vit B12 serum > 900pg/ml atau unsaturated B12 binding capacity meningkat >2200 pg/ml

Polisitemia vera sering jg keluhannya GATAL Tx Phlebotomi 250-500 cc perminggu sampai Hb dan PCV mendektai normal. Phlebotomi berulang dapat menimbulkan defisiensi besi Fosfor radioaktif P-32 sebesar 5-10 mci dosis tunggal IV. Kemoterapi berupa pemberian busulfan digunakan bila jumlah leukosit dan ataU trombosit tinggi sekali.

LEUKIMIA
Keganasan yang dsebabkan organ pembentuk darah lose control terutama uncontrolled leukosit Etiologi kelainan pd sumsum tulang, virus, terpapar radiasi dlm high doses, drugs ALL Childhood leukemias (80%), Adult leukemias (20%) Fatigue, easy bruising, lymphadenopathy, (DDX: Lymphoma) splenomegaly Pancytopenia (anemia, granulocytopenia, thrombocytopenia) Leukocyte count elevated (WBC > 100,000) DDX: Lymphomas

AML (acute myelogeno us leukemia) CLL

Median age 45-55 (80% of adult leukemias) Bruising, fever, lethargy, anemia, thrombocytopenia Causes: radiation, benzene, alkylating agents, myeloproliferative syndromes.

Median age 60 years Rai Stage 0 Lymphocytosis (prognosis 10 years) Stage 1 Lymphadenopathy (DDX: Lymphoma) (Richters syndrome Stage 2 Splenomegaly Large cell lymphoma) Stage 3 Anemia Stage 4 Thrombocytopenia (prognosis 1.5 years) Immunodeficient (hypogammaglobulinemia) Anemia, thrombocytosis, splenomegaly Elevated WBC > 150,000 (chronic phase 2-4 years) Blast crisis (acute phase 2-6 months) (Rx as acute leukemia)

CML

Hairy Cell

Massive splenomegaly, pancytopenia (granulocytopenia)

LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMIK


Biasanya pada wanita muda umur 15-40 tahun Etiologi genetic, trigger (estrogen, sunlight, infection, stress) Gx Skin criteria 7. Kidney disorder 1. Butterfly rash 8. Neurologic disorder 2. Discoid rash Laboratory criteria 3. Photosensitivity 4. Oral ulcers 9. Hematologic abnormalities 10. Immunologic disorder Systemic criteria 11. Antinuclear antibody 5. Arthritis 6. Serositis Diagnose terdapat 4 atau 5 dari Gx

Malar rash

Tx THERAPY OF SLE 1.General procedures

2. Medicines

3. Other procedures: 4. Symptomatic and supportiv th :

- avoidance of UV light - sunscreens - cessation of provoking drug - avoidance of contraceptive pills - adequate antibiotic therapy - NSAIDs - corticosteroids - antimalarials and MTX -immune suppressive drugs (azathioprin,cyclophosphamid,CsA) - HIVIG - plasmapheresis - kidney transplantation - ACEI - anti-depressants - anti-convulsants,

TRANSFUSI
WHOLE BLOOD Keadaan di mana plasma juga diperlukan untuk stabilisasi hemodinamik

Emergency: Massive bleeding : Target Hemodinamik stabil Hb >10 g/dL Estimasi kebutuhan: volume = selisih Hb x 6 x kgBB Keadaan tertentu: Tidak tersedia PRC PRC Estimasi kebutuhan: volume = selisih Hb x 3 x kgBB Keadaan di mana tidak perlu plasma dan/atau trombosit Emergency: High output failure Supportive: o Kemoterapi, Radioterapi : Target Hb 12 g/dL o Impending high output failure (decompensated) o Produktivitas rendah: Target Hb optimal tidak perlu normal Keadaan tertentu: o Washed PRC o Filter lekosit o miskin lekosit (bila ada reaksi transfusi) Penting : o gunakan segera dalam 24 jam sesudah diproses mudah hemolisis o risiko kontaminasi selama pemrosesan TROMBOSIT Darah lengkap segar, plasma kaya trombosit (platelet-rich plasma) konsentrat trombosit atau menggunakan mesin hemaferesis Diberikan SESEGERA MUNGKIN dengan infus set khusus tanpa filter (platelet administration set) 1 unit TC naikkan trombosit 10.000/uL per 50kgBB Rumus umum: D * kgBB/500 unit (D dalam ribu/uL) o Kebutuhan = 100 x 50/500 = 10 U Hasil: o Sangat dipengaruhi jumlah dan viabilitas trombosit per-unit o Hasil kurang baik: demam, infeksi, antibodi+

DD & DBD Etiologi virus dengue yang termasuk kelompok B Arthropod Borne Virus (Arboviroses) yang sekarang dikenal sebagai genus Flavivirus, famili Flaviviridae, dan mempunyai 4 jenis serotipe, yaitu DEN-1, DEN2, DEN-3, DEN-4. Gx Gejala klasik dari demam dengue ialah gejala demam tinggi mendadak, kadangkadang bifasik (saddle back fever), nyeri kepala berat, nyeri belakang bola mata, nyeri otot, tulang, atau sendi, mual, muntah, dan timbulnya ruam. Ruam berbentuk makulopapular yang bisa timbul pada awal penyakit (1-2 hari ) kemudian menghilang tanpa bekas dan

selanjutnya timbulruam merah halus pada hari ke-6 atau ke7 terutama di daerah kaki, telapak kaki dan tangan. Selain itu, dapat juga ditemukan petekia. Hasil pemeriksaan darah menunjukkan leukopeni kadang-kadang dijumpai trombositopeni. Masa penyembuhan dapat disertai rasa lesu yang berkepanjangan, terutama pada dewasa. Pada keadaan wabah telah dilaporkan adanya demam dengue yang disertai dengan perdarahan seperti : epistaksis, perdarahan gusi, perdarahan saluran cerna, hematuri, dan menoragi. Demam Dengue (DD). yang disertai dengan perdarahan harus dibedakan dengan Demam Berdarah Dengue (DBD). Pada penderita Demam Dengue tidak dijumpai kebocoran plasma sedangkan pada penderita DBD dijumpai kebocoran plasma yang dibuktikan dengan adanya hemokonsentrasi, pleural efusi dan asites. Bentuk perdarahan yang paling sering adalah uji tourniquet (Rumple leede)positif, kulit mudah memar dan perdarahan pada bekas suntikan intravena atau pada bekas pengambilan darah. Kebanyakan kasus, petekia halus ditemukan tersebar di daerah ekstremitas, aksila, wajah, dan palatumole, yang biasanya ditemukan pada fase awal dari demam. Epistaksis dan perdarahan gusi lebih jarang ditemukan, perdarahan saluran cerna ringan dapat ditemukan pada fase demam. Hati biasanya membesar dengan variasi dari just palpable sampai 2-4 cm di bawah arcus costae kanan. Sekalipun pembesaran hati tidak berhubungan dengan berat ringannya penyakit namun pembesar hati lebih sering ditemukan pada penderita dengan syok. Px. Lab trombosit < 100.000/pl biasa ditemukan pada hari ke-3 sampai ke-8 sakit. Jumlah leukosit bisa menurun (leukopenia) atau leukositosis, limfositosis relatif dengan limfosit atipik sering ditemukan pada saat sebelum suhu turun atau syok. Hipoproteinemi akibat kebocoran plasma biasa ditemukan. Diagnosis Secara Laboratoris 1. Presumtif Positif (Kemungkinan Demam Dengue) Apabila ditemukan demam akut disertai dua atau lebih manifestasi klinis berikut; nyeri kepala, nyeri belakang mata, miagia, artralgia, ruam, manifestasi perdarahan, leukopenia, uji HI >_ 1.280 dan atau IgM anti dengue positif, atau pasien berasal dari daerah yang pada saat yang sama ditemukan kasus confirmed dengue infection. 2. Corfirmed DBD (Pasti DBD) Kasus dengan konfirmasi laboratorium sebagai berikut deteksi antigen dengue, peningkatan titer antibodi > 4 kali pada pasangan serum akut dan serum konvalesens, dan atau isolasi virus. Secara Minis 1. Kasus DBD 1. Demam akut 2-7 hari, bersifat bifasik. 2. Manifestasi perdarahan yang biasanya berupa uji tourniquet positif petekia, ekimosis, atau purpura Perdarahan mukosa, saluran cerna, dan tempat bekas suntikan

Hematemesis atau melena 3. Trombositopenia < 100.00/pl 4. Kebocoran plasma yang ditandai dengan Peningkatan nilai hematrokrit >_ 20 % dari nilai baku sesuai umur dan jenis kelamin. Penurunan nilai hematokrit >_ 20 % setelah pemberian cairan yang adekuat Nilai Ht normal diasumsikan sesuai nilai setelah pemberian cairan. Efusi pleura, asites, hipoproteinemi 2. SSD
Definisi kasus DBD ditambah gangguan sirkulasi yang ditandai dengan : Nadi cepat, lemah, tekanan nadi < 20 mmHg, perfusi perifer menurun Hipotensi, kulit dingin-lembab, dan anak tampak gelisah.

BLOK KELUHAN KARDIOLOGI Takipneu frekwensi nafas Dispneu nafas dgn usaha Orthopneu sulit nafas pd posisi berbaring Paroxysmal nocturnal dispneu (PND) Dispneu deffort Auskultasi Px relax Ruang comfort / memadai Stetoskop Bell / diafragma Seluruh area jantung Perhatian khusus RAI II kanan Aorta RAI II kiri Pulmonal RAI IV - V Tricuspid Apex Mitral

HIPERTENSI

INFARK MIOKARD AKUT

HEART FAILURE

Demam tifoid Px. Fisik : Febris, kesadaran berkabut, bradikardi relatif, lidah berselaput (kotor ditengah, tepi dan ujung merah, serta tremor) hepatomegali, splenomegali, nyeri abdomen, roseola.