Anda di halaman 1dari 11

PARU

ABSES PARU Gejala : Batuk Dahak berbau busuk (Foetor ex ore) Panas. Nyeri pleuritk. Badan tambah kurus. Berkeringat malam Rontgent : rongga soliter dengan dinding tebal yang dikelilingi konsolidasi biasanya disertai dengan air fluid level. Diagnosis didasarkan dengan foto toraks. PNEUMONIA PORT SCORE Karakteristik Penderita Faktordemografi Usia : laki-laki Umur (tahun) Umur (tahun) 10 + 10 + 30 + 20 + 10 + 10 + 10 Jumlah Point

perempuan Perawatan di rumah Penyakit penyerta Keganasan Penyakit hati CHF Penyakit serebrovaskular Penyakit ginjal

Pemeriksaan fisik Perubahan status mental + 20

Pernafasan > 30 kali/mnt Tekanan sistolik < 90 mmHg Suhu tubuh < 35oC atau > 40 o C Nadi > 125 kali/mnt

+ 20 + 20 + 15

+10

Hasil laboratorium / radiologi AGD : pH 7,35 BUN > 30 mg/dl Natrium < 130 mEq/ltr Glukosa > 250 mg/dl Ht < 30% PO2 < 60 mmHg Efusi pleura + 30 + 20 + 20 + 10 + 10 + 10 + 10

Indikasi rawat inap jika : 1. Bila skor PORT > 70. 2. Bila skor < 70 maka penderita tetap perlu dirawat inap bila dijumpai salah satu dari kreteria dibawah ini : Frek nafas > 30 x menit. PaO2/FiO2 kurang dari 250 mmHg. Foto torak Bill/ 2 lobus. Tek sist <90 dan diast <60. 3.Pnemonia pada pengginaan Nafza.

PNEUMONIAE NOSOKOMIAL Onset dini : Pnemonia terjadi < 4 hari setelah rawat inap. Onset lanjut : Pnemonia terjadi > 5 hari setelah rawat inap di RS.

TUBERCULOSIS Mikroskopis : Batang langsing 0,4 x 3 m. Tahan peluntur alkohol asam karena integritas dinding sel waxy envelope (lapisan lilin), teknik pewarnaan Ziehl-Neelsen : Batang langsing berwarna merah; dengan teknik pewarnaan fluorochrome (auramine atau rhodamine) : batang langsing berwarna orange kekuningan. Gejala : Batuk, demam siang hari, penurunan berat badan, batuk berdarah (hemaptoe), keringat malam suspek TBC) : Batuk berdahak (produktif) purulens terus menerus selama 3 minggu atau lebih. Tuberculin test : PPD (Purified Protein Derivative) Tuberculin units (TU) : 1 TU, 5 TU, 250 TU. Dosis : 0,1 ml I.C (5 TU) (yang hypersensitive dimulai 1 TU) ( ! Focal reaction : inflamasi nekrosis) Interpretasi : 24 48 jam : positif indurasi, erythema edema, diameter > 10 mm (bila pernah infeksi primer) Setelah vaksinasi BCG Hasil dibaca ! 48 jam atau 72 jam Negatif : belum pernah infeksi anergy / TB yang berat, measles, AIDS, imunosupresi

Pengobatan TB dlm keadaan khusus : 1. WANITA HAMIL : Semua Obat Bisa Kecuali STREPTOMICIN 2. IBU MENYUSUI: - Semua Obat Aman Ibu Bayi tidak perlu dipisah INH Propilaksis ~ BB 3. WANITA DENGAN KONTRASEPSI : RF Menurunkan efektifitas Kontrasepsi Hormonal ESTROGEN DOSIS TINGGI (50 mg) 4. HIV/AIDS : ~ Pendekatan dengan TB 5. 5.KELAINAN HATI KRONIK: - SGOT/SGPT ^ >3x Normal :- OAT Stop SGOT/SGPT - 3x Normal: - OAT Terus - REGIMENT : 2 RHES/6 RH atau 2 HES/ 10 HE 6. HEPATITIS AKUT : - Tunda sampai hepatitis Sembuh - Bila Perlu TB : S + E maksimal 3 bulan R + H 6 Bulan 7. . DIABETES MELLITUS : - RIFAMPICIN : Mengurangi efek Sulfonilurea Hati-hati Ethambutol : Komplikasi Mata 8. PENDERITA YG PERLU KORTIKOSTEROID : - Meningitis TB Millier Pleuritis Eksudativa TB Pericarditis Konstriktiva

Efek samping

EFUSI PLEURA Pleural efusi adalah akumulasi cairan di dalam rongga pleura. Pada orang normal, cairan di rongga pleura sebanyak 1-20 ml. Cairan di rongga pleura jumlahnya tetap karena adanya keseimbangan antara produksi dan absorbsi oleh pleura viceralis. Pada pleural efusi, terjadi akumulasi yang berlebihan Akumulasi cairan pleura terjadi karena: Tekanan osmotik koloid menurun (misalnya hipoalbuminemia) Terjadi peningkatan: Permeabilitas kapiler (neoplasma,radang) Tekanan hidrostatis di pembuluh darah ke jantung (pada gagal jantung) Tekanan Negatif intrapleural (Atelektasis) Klinis: Cairan kurang 300 cc tidak memberikan gejala

Gejala yang timbul berupa penurunan gerak hemithorak yang sakit, fremitus suara dan suara napas melemah, suara napas turun sampai hilang Cairan lebih 1000 cc dapat menimbulkan dada cembung dan egophoni Cairan lebih 2000 cc dapat mendorong mediastinum

Pengelolaan efusi pleura tergantung pengelolaan penyakit dasar dan torakosentesis. Indikasi torakosentesis: Menghilangkan sesak karena akumulasi cairan Untuk diagnosis dengan memeriksa cairan pleura

Thorakosentesis cairan pleura untuk pertama kali tidak lebih dari 1000 cc, karena dapat menimbulkan edema paru dengan gejala batuk dan sesak.

PNEUMOTHORAX Adanya udara d rongga pleura Gelaja klinis S : Nyeri dada, sesak Kejadian Penyakit dasar O : Sianosis , trachea bergeser, gerak nafas ICS cembung hipersonor, timpani fremitus , suara NP . Ro: hiperlusent batas tegas-paru, colapse. Alat pneu. Cara pemasangan thorax cateter : Desinfeksi doek steril anestesi. Sayat kulit 2 cm pasang jahitan penahan. Dg klem tumpul perdalam luka sampai pleura tembus. A. Masukkan mandrin troicar dicabut B. Masukkan kateter sampai posisi+batas yg dikehendaki mandrin dilepas. Jahitan penahan dieratkan kateter diikat berputar 2x simpul hidup. Kateter dihubungkan dengan botol kedap air. Indikasi thorax cateter dilepas : Pneumoth. Sudah mengembang Th. Cath sudah diklem 24 jam.

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Empyema: pus (-) cairan <100cc/hr. Hemato thorax <100cc/hr. Penderita tidak perlu respirator lagi sudah Weaning= disapih.

PPOK Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit paru kronik ditandai dengan hambatan aliran udara di saluran napas yang tidak sepenuhnya reversible. Hambatan aliran udara ini bersifat progresif dan berhubungan dengan respons inflamasi paru terhadap partikel atau gas yang beracun / berbahaya. Gejala klinis PPOK : Batuk, produksi sputum, sesak napas dan aktiviti terbatas

Diagnosis PPOK

GAMBARAN KLINIS 1.Onset usia pertengahan 2.Gejala progresif lambat 3.Riwayat lama merokok 4.Sesak saat aktiviti 5.Hambatan aliran udara umumnya ireversibel

Asma

1.Onset usia dini 2.Gejala bervariasi dari hari ke hari 3.Gejala pada waktu malam/dini hari 4.dapat ditemukan alergi,rintis dan atau eksim 5.Riwayat asma dalam keluarga 6.Hambatan aliran udara umumnya reversibel

Gagal jantung Kongestif

1.Ronki basah halus di basal paru 2.Riwayat hipertensi 3.Gambaran foto toraks pembesaran jantung dan edema paru 4.Pemeriksaan faal paru restriksi, bukan obstruksi

Bronkkiektasis

1.Sputum purulen dalam jumlah banyak 3.Sering berhubungan dengan infeksi bakteri 3.Ronki basah kasar dan jari tabuh 4.Gambaran foto toraks tampak honeycomb appearance penebalan dinding bronkus

Tuberkulosis

1.Onset semua usia 2.Gambaran foto toraks infiltrat 3.Konfirmasi mikrobiologi (Basil Asam/BTA)

SOPT

1.Riwayat pengobatan anti tuberkulosis adekuat 2.Gambaran foto toraks bekas TB : fibrotis dan klasifikasi minimal 3.Pemeriksaan faal paru menunjukkan obstruksi yang tidak reversibel