Anda di halaman 1dari 10

BAB 1 PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Perkembangan bisnis di Indonesia semakin lama semakin menonjol akan kompleksitas, persaingan, perubahan, dan ketidakpastian. Keadaan ini menimbulkan persaingan yang tajam antara perusahaan, sehingga memaksa perusahaan untuk lebih memperhatikan lingkungan yang dapat mempengaruhi perusahaan, agar perusahaan mengetahui strategi pemasaran seperti apa dan bagaimana yang harus diterapkan dalam perusahaan. PT. Bintan Motor Berjaya adalah perusahaan yang bergerak dalam penjualan kendaraan sepeda motor bekas jepang dan cina. Sepeda motor jepang tersebut meliputi merk Honda, Yamaha dan Suzuki. Untuk motor cina berupa merk Zealsun. Oleh sebab itu persaingan sangat penting bagi keberhasilan atau kegagalan suatu perusahaan (Porter, 1993), dimana pesaing dengan menggunakan pendekatan pasar adalah perusahaan-perusahaan yang memuaskan kebutuhan pelanggan yang sama. Namun dengan melihat permasalahan di atas, maka pihak manajemen PT. Bintan Motor Berjaya dituntut untuk lebih bekerja keras dalam mencermati dan mengantisipasi reaksi lingkungan eksternal dan internal perusahaan yang mendukung kekuatan dan kelemahan perusahaan serta peluang dan ancaman dengan mengkoordinasi secara bersama-sama untuk menciptakan strategi pemasaran yang tepat sehingga dapat bersaing dalam memasarkan produknya dengan kompetitor di bidang sejenis. Pendekatan dalam merumuskan strategi pemasaran yang tepat dengan menganalisis kekuatan dan kelemahan internal dalam mengantisipasi peluang dan ancaman eksternal adalah dengan melalui analisis SWOT (Strengths, Weaknesess, Opportunities, dan Threats). Berkaitan dengan hal tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang Analisis SWOT dalam menentukan strategi pemasaran sepeda motor pada PT. Bintan Motor Berjaya di Tanjungpinang. 1.2 Profil Perusahaan PT.Bintan Motor Berjaya merupakan perusahan yang bergerak dalam bidang penjualan kendaraan sepeda motor bekas. Perusahaan ini didirikan pada 17 September 2000 dengan nama awal Bintan Motor. Letaknya adalah di Jln. Gambir No.52 TPI. Pada saat itu perusahaan hanya berfokus pada penjualan motor Zealsun atau yang lebih dikenal dengan motor cina.Dengan bertambahnya kebutuhan masyarakat akan kendaraan sepeda motor serta Pola perilaku dan selera konsumen yang semakin berkembang maka di bukalah dealer cabang di berbagai pelosok daerah Tanjungpinang dan Bintan. Pada tahun 2008 perusahaan sudah mulai menjual motor-motor bekas dengan segala type motor yakni Honda, Yamaha, Suzuki, dan Zealsun. Pada mulanya perusahaan membuka 6 Cabang yaitu Bintan Motor, Semesta Motor Berjaya di Ganet, Jaya Motor di Kijang, Tangguh Motor I di Kawal, Tangguh Motor II di Lagoi dan Maju Motor di Uban. Pada tahun 2010 dengan semakin berkembangnya perusahaan dan jumlah karyawan yang semakin bertambah maka diperlukan satu kantor yang lebih memadai maka dibukalah PT.Bintan Motor Berjaya yang dijadikan sebagai pusat. Alamatnya di Jl. D.I Panjaitan Km.6 No.12-13 TPI. Perusahaan tidak hanya berpusat pada penjualan motor namun juga menerima pengkreditan konsumen. Perusahaan telah bekerja sama dengan kurang lebih 30 dealer di seluruh wilayah Tanjungpinang dan Bintan. 1.3 Visi dan Misi Perusahaan Visi perusahaan adalah Untuk mengambil dan memimpin di pasar motor bekas dengan membuat mimpi pelanggan menjadi kenyataan, menciptakan sukacita kepada pelanggan dan memberikan kontribusi kepada masyarakat Indonesia. Sedangkan Misi perusahaan adalah menciptakan solusi mobilitas kepada masyarakat dengan produk dan layanan terbaik. Mencermati visi dan misi perusahaan tersebut cukup menarik. Bagaimanapun visi merupakan cita cita yang ingin di capai seseorang atau organisasi. Artinya cita - cita yang di lontarkan oleh perusahaan sangat relefan dengan keinginan calon konsumennya. Mewujudkan mimpi pelanggan, artinya perusahaan akan selalu berusaha untuk mewujudkan keinginan

Analisis SWOT pada PT.Bintan Motor Berjaya

konsumen. Dari Visi tersebut jelas konsep strategi bisnis mengarah kepada Orientasi Pasar (keinginan pasar). Sesuai pendapat Cravens:1996, bahwa Visi mencakup pengambilan keputusan dimana, kapan dan bagaimana. Mari kita perhatikan, PT.Bintan Motor Berjaya memasarkan kendaraan bermotor di Kepulauan Riau ini. Mulai di memasarkan sejak tahun 2000 dan selalu berkembang hingga memiliki komponen atau perangkat produksi dan sistem pemasaran serta evaluasi yang lengkap. Terkat misi perusahaan, nampaknya untuk mempertahankannya telah memiliki strategi tersendiri. Bukti adalah munculnya berbagai jenis atau tipe kendaraan yang ditawarkan ke masyarakat. Artinya perusahaan mengeluarkan produk mengikuti perubahan pasar. Hal ini setidaknya untuk menjawab pendapat Philip Kotler : 1997 yang menyebutkan bahwa lama kelamaan perusahaan akan kehilangan minat pada misinya atau misi tersebut akan tidak relevan dengan perubahan kondisi pasar. Tetapi saya berpendapat apabila ada kosistensi terhadap misi itu sendiri, maka kepercayaan konsumen tetap ada, dan keuntungannya adalah visi perusahaan juga akan terjaga. Artinya kelangsungan perusahaan selalu dapat dipertahankan dengan baik. 1.4 Tujuan Perusahaan Sebagaimana disebutkan bahwa PT. Bintan Motor Berjaya merupakan perusahaan yang bertujuan menjalankan penjualan dan pelayanan purna jual yang lengkap untuk kepuasan pelanggan. Purna jual sebenarnya juga merupakan unsur bisnis yang dapat menghasilkan keutungan. Tetapi di lain pihak bahwa produk tersebut dapat di manfaatkan secara maximal sebagai alternatif kendaraan transportasi yang murah dan sesuai kebutuhan masyarakat. Dari uraian tersebut tujuan perusahaan untuk mendapat keuntungan dan keinginan konsumen mendapat kepuasan tampak bersinergi. Sebagaimana disebutkan oleh Basu Swastha dan Irawan (2005) bahwa tujuan merupakan titik awal dari perencanaan pemasaran. Tujuan tersebut harus ditetapkan sebelum mengambil keputusan strategis. Tujuan perusahaan pada dasarnya ada 2 yaitu tujuan Umum dan Tujuan khusus. Tujuan umum adalah mencari laba atau keuntungan, sedangkan tujuan khusus adalah terkait dengan upaya peningkatan kualitas produk, perluasan pasar dan laba jangka pendek. Dari penjelasan dan dasar teori yang ada saya tarik garis besar bahwa memang perusahaan ini berusaha mencari laba atau keuntungan serta berusaha memperkuat/memperluas pemasaran produk. Tetapi juga terdapat tujuan untuk kebaikan konsumen yaitu berupa kepuasan pelanggan itu sendiri. Artinya keuntungan merupakan hasil dari keberhasilan perusahaan mencapai tujuannya.

Analisis SWOT pada PT.Bintan Motor Berjaya

BAB 2 PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Analisi SWOT Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan (freddy rangkuti, 2003). Analisa ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (strength) dan peluang (opportunities) namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weaknesses) dan ancaman (threats). Analisa tersebut dapat membantu dalam merumuskan kebijakan-kebijakan yang sifatnya strategis bagi perusahaan. Dengan adanya analisis SWOT maka manejemen dapat mengetahui apa yang menjadi peluang bagi perusahaan dan adanya ancaman yang mungkin timbul. Selain itu manejemen dapat mendeteksi keunggulankeunggulan perusahaan yang menjadi sumber-sumber kekuatan atau kelemahan - kelemahan yang dimiliki perusahaan. Strength (kekuatan) adalah bagian dari analisis SWOT yang membantu manejemen dalam mencari dan mengetahui apa yang menjadi keunggulan perusahaan. Tujuan analisis model SWOT adalah untuk membantu manejemen dalam merumuskan strategi-strategi apa yang nantinya dapat memperkokoh posisi perusahaan dan memenangkan persaingan. 2.2 Jenis-Jenis Analisis SWOT 1. Model Kuantitatif Sebuah asumsi dasar dari model ini adalah kondisi yang berpasangan antara S dan W, serta O dan T. Kondisi berpasangan ini terjadi karena diasumsikan bahwa dalam setiap kekuatan selalu ada kelemahan yang tersembunyi dan dari setiap kesempatan yang terbuka selalu ada ancaman yang harus diwaspadai. Ini berarti setiap satu rumusan Strength (S), harus selalu memiliki satu pasangan Weakness (W) dan setiap satu rumusan Opportunity (O) harus memiliki satu pasangan satu Threath (T). Kemudian setelah masing-masing komponen dirumuskan dan dipasangkan, langkah selanjutnya adalah melakukan proses penilaian. Penilaian dilakukan dengan cara memberikan skor pada masing -masing subkomponen, dimana satu subkomponen dibandingkan dengan subkomponen yang lain dalam komponen yang sama atau mengikuti lajur vertikal. Subkomponen yang lebih menentukan dalam jalannya organisasi, diberikan skor yang lebih besar. Standar penilaian dibuat berdasarkan kesepakatan bersama untuk mengurangi kadar subyektifitas penilaian. 2. Model Kualitatif Urut-urutan dalam membuat Analisa SWOT kualitatif, tidak berbeda jauh dengan uruturutan model kuantitatif, perbedaan besar diantara keduanya adalah pada saat pembuatan subkomponen dari masing-masing komponen. Apabila pada model kuantitatif setiap subkomponen S memiliki pasangan subkomponen W, dan satu subkomponen O memiliki pasangan satu subkomponen T, maka dalam model kualitatif hal ini tidak terjadi. Selain itu, SubKomponen pada masing-masing komponen (S-W-O-T) adalah berdiri bebas dan tidak memiliki hubungan satu sama lain. Ini berarti model kualitatif tidak dapat dibuatkan Diagram Cartesian, karena mungkin saja misalnya, SubKomponen S ada sebanyak 10 buah, sementara subkomponen W hanya 6 buah. Sebagai alat analisa, analisa SWOT berfungsi sebagai panduan pembuatan peta. Ketika telah berhasil membuat peta, langkah tidak boleh berhenti karena peta tidak menunjukkan kemana harus pergi, tetapi peta dapat menggambarkan banyak jalan yang dapat ditempuh jika ingin mencapai tujuan tertentu. Peta baru akan berguna jika tujuan telah ditetapkan. Bagaimana menetapkan tujuan adalah bahasan selanjutnya yaitu membangun visi-misi organisasi atau program.

Analisis SWOT pada PT.Bintan Motor Berjaya

2.3 Matriks Analisis SWOT Menurut David (2006), untuk menganalisis penentuan strategi menjadi jelas, ada sembilan macam matriks yang dapat digunakan yakni sebagai berikut : a. Matriks Eksternal Factor Evaluation (EFE) b. Matriks Internal Factor Evalution (IFE) c. Matriks Competitive Profile (CP) d. Matriks SWOT e. Matriks Strategic Position and Action Evalution (SPACE) f. Matriks Internal-Exsternal (IE) g. Matriks Boston Consulting Group (BCG) h. Matriks Grand Strategy i. Matriks Quantitative Strategies Planning (QSP) 2.4 Teknik Analisis SWOT Menurut Rangkuty (2006), analisis data yang digunakan untuk memecahkan masalah adalah sebagai berikut : a. Dalam sel Opportunities (O), dirumuskan beberapa peluang yang dihadapi oleh perusahaan. Hal ini harus mempertimbangkan deregulasi industri sebagai salah satu faktor strategis b. Dalam sel Threats (T), menentukan beberapa ancaman yang dihadapi perusahaan. c. Dalam sel Strengths (S), menentukan beberapa ancaman yang dihadapi perusahaan. d. Dalam sel Weaknesses (W), menentukan beberapa kelemahan yang masih membelit perusahaan. e. Merumuskan beberapa kemungkinan alternatif strategi perusahaan berdasarkan pertimbangan Kombinasi empat peluang faktor strategi tersebut, yang terdiri dari : 1. Strategi SO Strategi ini dibuat berdasarkan suatu jalan pikiran, yaitu bagaimana perusahaan menggunakan seluruh kekuatan untuk memanfaatkan peluang. 2. Strategi ST Strategi ini untuk menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan dengan cara menghindari ancaman. 3. Strategi WO Strategi ini diterapkan dengan memanfaatkan peluang yang ada dan mengatasi kelemahankelemahan yang dimiliki. 4. Strategi WT Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif dan ditujukan meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman. Selanjutnya dengan menggunakan faktor strategis baik internal maupun eksternal sebagaimana telah dijelaskan dalam tabel EFAS dan IFAS, lalu melanjutkan tahap satu sampai dengan enam diatas. Transfer peluang dan ancaman (tahap satu dan dua) dari tabel EFAS serta tambahkan kekuatan dan kelemahan (dari tahap ketiga dan keempat). Berdasarkan pendekatan tersebut, dapat dibuat berbagai kemungkinan alternatif strategi (SO, ST, WO, WT).

Analisis SWOT pada PT.Bintan Motor Berjaya

2.5 Analisis SWOT pada PT.Bintan Motor Berjaya 2.5.1 Matriks SWOT Strengths (S) IFAS
1. Memiliki banyak dealer kerjasama 2. Berpengalaman dalam bisnis jasa penjualan sepeda motor bekas. 3. Harga Bersaing 4. Memiliki produk unggulan 5. Lokasi dealer yang strategis. 6. Memiliki banyak cabang. 7. Memiliki karyawan yang terlatih 8. Memiliki bengkel sendiri

Weaknesses (W)
1. Motor bekas bersaing dengan motor baru. 2. Promosi yang masih kurang gencar 3. Kurangya marketing 4. Besar uang muka bersaing dengan motor baru. 5. Pengeluaran yang kurang dalam pemasaran dan promosi.

EFAS
Opportunities (O) 1. Kebutuhan masyarakat tanjungpinang akan kendaraan roda dua yang semakin tinggi. 2. Pola perilaku dan selera konsumen yang semakin berkembang 3. Teknologi dan selera konsumen Tanjungpinang terhadap sepeda motor yang terus berkembang. 4. Adanya sarana perkreditan yang ditawarkan oleh PT.Bintan Motor Berjaya yang berkualitas dan terpercaya. 5. Memiliki banyak cabang yang dapat di jangkau oleh konsumen di daerah mana pun. 6. Sepeda Motor Merupakan kendaraan pribadi yang sesuai dengan kondisi perekonomian di Masyarakat dari segi harga dan kualitas Threats (T) 1. Kenaikan harga BBM 2. Kebijakan peraturan BI terhadap kenaikan DP 25 % 3. Ketatnya persaingan 4. Trend masyarakat yang cepat berubah 5. Keadaan ekonomi negara yang melosot 6. Cara pembayaran pelanggan yang menggunakan sistem kredit, dan beresiko kredit macet. 7. Munculnya leasing-leasing pesaing untuk motor bekas

Strategi (SO)
1. Pertahankan dan tingkatkan kualitas produk maupun pelayanan terhadap konsumen 2. Pengembangan target pasar menengah-kebawah 3. Mengadakan kegiatan eksibisi 4. Mempermudahsystem pembelian atau kredit

Strategi (WO)
1. Promosi yang terarah 2. Promosi yang lebih gencar dengan mengadakan, mengikuti atau sebagai sponsor diberbagai even, mempromosikan melalui media cetak, radio dan situs jejaring sosial . 3. Perekrutan marketing yang handal dan berkualitas sesuai kebutuhan perusahaan.

Strategi (ST)

Strategi (WT)

1. Mengembangkan daya saing 1. Memperluas area promosi 2. Meningkatkan hubungan baik dengan menambahoutletdengan pelanggan outlet untuk memperluas 3. Kebijakan penetapan harga jaringan penjualan yang kompetitif 2. Menambah variasi Type motor 4. Membentuk tim Surveyor dan yang sedang trend di Kolektor yang Profesional masyarakat 3. Memberikan diskon harga Motor untuk konsumen yang loyal

Analisis SWOT pada PT.Bintan Motor Berjaya

2.5.2 Analisis SWOT Setelah melakukan analisis lingkungan eksternal dan internal maka dapat dirumuskan kedalam analisis SWOT yang menggambarkan setiap kekuatan, kelemahan, kesempatan, serta tantangan dari PT. Bintan Motor Berjaya. Berdasarkan kekuatan dan kelemahan internal serta peluang dan ancaman, alternatif strategis yang dapat diambil oleh manager perusahaan dalam menghadapi persaingan yang semakin kompetitif. 1. Strategi Strengths Opportunities Pertahankan dan tingkatkan kualitas produk maupun pelayanan terhadap konsumen PT.Bintan Motor Berjaya dikenal sebagai leasing tempat pembayaran pengkreditan sepeda motor bekas. Perusahaan ini dikenal sebagai dealer sepeda motor yang paling lengkap type-type motornya dan setiap motor memiliki kualitas mesin yang baik oleh sebab itu dengan mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk maka para konsumen tidak akan ragu untuk memilih dan membeli produk tersebut. Pengembangan pasar menengahkebawah Perusahaan dapat mengembangkan segmentasi pasar hingga menengah-kebawah dengan menurunkan besar uang muka dan menyediakan type-type motor sesuai kebutuhan pelanggan di masing-masing daerah. Contohnya seperti kawasan kawal, pelanggan sana lebih cenderung atau mengemari motor zealsun (Motor Cina) , sehingga untuk dealer di daerah tersebut perusahaan akan menyediakan motor zealsun dalam jumlah yang lebih banyak di bandingkan cabang lain. Mengadakan kegiatan eksibisi Kegiatan promosi dengan eksibisi sebagai salah satu bentuknya, merupakan perangkat lunak yang menjadi kekuatan dan ujung tombak bagi pemasaran produk industri dan perdagangan.Dengan melakukan kegiatan eksibisi, perusahaan dapat membuktikan kepada masyarakat akan keunggulan dan kemulusan mesin motor bekas, dimana tidak kalah jauh dari motor baru. Sehingga dapat membuat pembeli tidak ragu untuk membeli motor bekas karena telah teruji. Mempermudah sistem pembelian cash atau kredit Kebutuhan masyarakat Tanjungpinang akan kendaraan roda dua yang semakin tinggi maka PT.Bintan Motor Berjaya akan mempermudah para pelanggan dalam sistem pembelian motor tersebut. Dalam transaksi pembelian cash, pembeli cukup membawa 1 lembar FC KTP dan melakukan pembayaran dari harga yang telah di sepakati bersama. Apabila ingin melakukan transaksi pembelian kredit maka pembeli cukup membawa KTP dan KK (Kartu Keluarga) serta membayar uang muka yang ditentukan. 2. Strategi Weaknesses Opportunities Promosi yang terarah Hal yang penting dalam promosi adalah bahwa promosi tersebut harus dilakukan secara terarah yaitu tepat sasaran dan tepat waktu, sehingga biaya yang digunakan untuk promosi efektif dan efisien seperti mengadakan even parade band yang biasanya digemari oleh kaum muda. Kemudian pada saat Lebaran Idul Fitri akan diadakan promosi besar-besaran seperti tanpa uang muka dan menyediakan perundian bagi para pembeli yang beruntung. Promosi yang lebih gencar dengan mengadakan, mengikuti atau sebagai sponsor diberbagai even, promosi melalui media cetak, radio dan situs jejaring sosial . PT. Bintan Motor Berjaya dapat melakukan kegiatan promosi untuk meningkatkan penjualan dengan cara mengadakan, mengikuti atau sebagai sponsor diberbagai even sehingga membuat calon konsumen sering melihat mendengar dan ingat akan produk yang dipromosikan. Serta para calon konsumen juga dapat mendengar tentang perusahaan ini di siaran radio yang akan di siarkan pada setiap jam 12 di RRI. Perekrutan marketing yang handal dan berkualitas sesuai kebutuhan perusahaan.

Analisis SWOT pada PT.Bintan Motor Berjaya

Marketing merupakan bagian yang sangat penting dalam perusahaan karena marketing yang menentukan omset penjualan suatu perusahaan. Keuntungan dan keberlangsungan suatu perusahaan dalam bidang jual sepeda motor sangat di tentukan oleh besar omset yang di capai. Oleh sebab itu maka dalam perekrutan marketing harus lebih di seleksi dalam hal berpotensi dan kualitas supaya dapat membantu meningkatkan jenjang perusahaan. Oleh sebab itu, akan di adakan perekrutan marketing yang handal dan profesional. 3. Strategi Strengths Threats Mengembangkan daya saing PT. Bintan Motor Berjaya menciptakan kesan pelayanan terbaik dengan menyediakan produk yang lebih bervariasi yang tentunya mengikuti selera pasar. Meningkatkan hubungan baik dengan pelanggan PT. Bintan Motor Berjaya ditengah persaingan yang ketat harus mampu memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggannya agar pelanggannya tetap loyal salah satunya dengan meningkatkan program CSR (coorporate social responsibility) Selain itu dengan memberikan layanan via telepon/sms kepada pelanggan seputar informasi produk yang ditawarkan, informasi prosedur pembelian melalui leasing atau cash. Khusus bagi para pelanggan yang pembayarannya sesuai jatuh tempo dan tidak pernah terjadi ketelambatan pembayaran maka perusahaan akan memberikan hadiah secara Cuma-Cuma kepada pelanggan tersebut agar dapat menjalin hubungan yang lebih baik lagi . Kebijakan penetapan harga yang kompetitif PT.Bintan Motor Berjaya menggunakan kebijakan ini karena dalam suatu perusahaan, kebijakan harga adalah keputusan yang menentukan nilai dari barang atau jasa yang diperolehnya untuk jangka waktu tertentu maka perusahaan dapat memuat presentasi laba yang akan diperolehnya agar dapat digunakan untuk biaya operasional perusahaan. Dengan menetapkan harga rendah dibandingkan produk pesaing, dapat mengalihkan perhatian konsumen dari produk kompetitor yang ada di pasaran. Sehingga perusahaan dapat mempertahankan pangsa pasar yang ada. Membentuk tim Surveyor dan Kolektor yang Profesional Seperti yang kita ketahui PT.Bintan Motor Berjaya menerima sistem kredit sehingga hal tersebut juga memicu terjadinya kemacetan dari pembayaran para pelanggan. Oleh sebab itu, perusahaan di haruskan membentuk sebuah tim surveyor dan kolektor yang professional. Seorang surveyor yang professional akan dengan cepat mengetahui karakteristik calon pelanggan tersebut dalam percakapan pada saat proses survey dilaksanakan. Seorang surveyor berfungsi untuk menyeleksi dan pengecekan dengan seksama akan calon pelanggan tersebut apakah sanggup bayar atau tidak, pernah kredit atau tidak. Kemudian kolektor yang professional berfungsi untuk mengingatkan pelanggan dan penagihan apabila terjadi ketelambatan dalam pembayaran. Dengan adanya tim ini maka akan sangat membantu perusahaan dalam menimalkan kemacetan dan kerugian perusahaan. 4. Strategi Weaknesses - Threats Memperluas area promosi dengan menambah outlet-outlet untuk memperluas jaringan penjualan Perusahaan harus terus berkembang dengan cara dengan menambah outlet-outlet yang tersebar di berbagai wilayah di Samarinda sehingga semakin mudah bagi perusahaan untuk menjangkau dalam pemenuhan kebutuhan konsumen dan meningkatkan penjualan. Menambah variasi Type motor yang sedang trend di masyarakat Agar penjualan produk tetap stabil dan tetap dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, maka perusahaan perlu menambah variasi penjualan type motor yang sedang trend di masyarakat sehingga perusahaan dapat mengatasi ancaman yang dimana trend masyarakat selalu dan cepat berubah.

Analisis SWOT pada PT.Bintan Motor Berjaya

Memberikan diskon harga Motor untuk konsumen yang loyal Ancaman yang harus diatasi serta diminimalisasikan oleh pihak PT.Bintan Motor Berjaya agar paradigma masyarakat dapat berubah sehingga masyarakat percaya akan kualitas motor bekas tidak kalah dengan motor baru yakni dengan cara meyakinkan ke konsumen bahwa harga menunjukkan kualitas suatu produk, serta memberikan diskon harga motor kepada konsumen yang loyal apabila dalam pembelian cash/kontan agar hubungan perusahaan dengan pelanggan selalu terjalin dengan baik.

Analisis SWOT pada PT.Bintan Motor Berjaya

BAB 3 PENUTUP 3.1. Kesimpulan Dari uraian tersebut diatas sebenarnya kesimpulannya adalah bagaimana perusahaan itu mampu memenangkan pasar melalui perencanaan strategis dengan tetap berorientasi pada konsumen atau pasar. Artinya seluruh bagian organisasi yang ada di dalamnya berupaya bagimana mendapatkan sistem dan keputusan yang tepat dalam menciptakan kepuasan pelangan atau konsumen. Bukti dari organisasi perusahaan tersebut fokus pada konsumen adalah terlihat dari Visi dan Misi yang di canangkan. Sedangkan implementasinya adalah dari banyaknya produk yang mewakili harapan konsumen serta tanggapan penerimaan konsumen terhahadap motor bekas itu sendiri. Setidaknya di buktikan dengan angka penjualan yang rekatif selalu bersaing Artinya fungsi penawaran dan permintaan dalam sistem perekonomian tercipta dengan saling memberikan keuntungan. Adanya segmentasi pasar, target dan positioning merupakan strategi dalam persaingan. Hal tersebut sebagai bagian bagaimana perusahaan mampu mencarai atau merebut hati konsumen. Inilah keunggulan daya saing yang sebenarnya dari PT.Bintan Motor Berjaya. Yang berarti sesungguhnya untuk menjadi pemenang maka karakter dan keinginan konsumen mutlak di pahami terlebih dahulu. Terkait dengan analisi SWOT mungkin yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan produk yang selalu up to date sesuai keinginan/kebutuhan masyarakat. Artinya hanya dengan ber Inovasi dan Perbaikan terus menerus maka akan dapat selalu mencapai kepuasan pelanggan. Atau dalam arti lain, PT.Bintan Motor Berjaya harus selalu pada target pengembangan produk yang lebih mutakhir, inovasi teknologi, pengembangan yang kontinyu terhadap produknya. Selanjutnya PT.Bintan Motor Berjaya juga dapat menjual lebih banyak motor matic, bebek dan sport yang lebih banyak sesuai dengan permintaan konsumen akhir-akhir ini. 3.2. Saran Saran penulis kepada PT. Bintan Motor Berjaya agar dapat mengatasi ancaman dan kelemahan memanfaatkan peluang dan mempertahankan yang ada adalah sebagai berikut: a. Strategi Strength Opportunities
1) 2) 3) 4) Pertahankan dan tingkatkan kualitas produk maupun pelayanan terhadap konsumen Pengembangan target pasar menengah-kebawah Mengadakan kegiatan eksibisi Mempermudah sistem pembelian atau kredit

b. Strategi Weaknesses Opportunities 1) Promosi yang terarah 2) Promosi yang lebih gencar dengan mengadakan, mengikuti atau sebagai sponsor di berbagai event, promosi melalui media cetak dan media jejaring sosial. 3) Perekrutan marketing yang handal dan berkualitas sesuai kebutuhan perusahaan. c. 1) 2) 3) 4) Strategi Strenght Threats Mengembangkan daya saing Meningkatkan hubungan baik dengan pelanggan Kebijakan penetapan harga yang kompetitif Membentuk tim Surveyor dan Kolektor yang Profesional

d. Strategi Weaknesses Threats 1) Memperluas area promosi dengan membuka outlet outlet untuk memperluas jaringan penjualan 2) Menambah variasi Type motor yang sedang trend di masyarakat 3) Memberikan diskon harga spare part bagi konsumen yang loyal .

Analisis SWOT pada PT.Bintan Motor Berjaya

DAFTAR PUSTAKA
Amir, M. Taufik, 2011. Manajemen Strategik Konsep dan Aplikasi, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada. Assauri, Sofjan, 2002. Manajemen Pemasaran Konsep dan Strategi, Liberty, Yogyakarta. David, Fred. R, 2006. Strategic Management: Consepts and Cases, 10th Ed. Gitosudarmo, Indri, 2001. Manajemen Pemasaran, ANDI, Yogyakarta. Jatmiko, RD, 2004. Manajemen Stratejik, Malang : Penerbit Universitas Muhamadiyah Malang. Kotler, P, 2000. Marketing Management : An Asian Perspective. Prentice Hall, Edisi Milenium. Pearce II, John A. and Robinson, 2008. Manajemen Strategis Formulasi Implementasi dan Pengendalian, Jakarta. Purwanto, Iwan, 2008. Manajemen Strategi, Bandung : Yrama Widya. Rangkuty, Freddy, 2006. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Salusu, J, 2006. Pengambilan Keputusan Strategik Untuk Organisasi Publik dan Organisasi Non Profit , Jakarta : Penerbit Grasindo. Schnaars, S.P, 2001. Marketing Strategy : A Costumer-Driven Approach, New York : The Free Press. Swastha, Basu dan D. H. Irawan, 2001. Manajemen Pemasaran Modern, Edisi Kedua, BPLM-YKPN, Yogyakarta. Umar, Husein, 2005. Strategic Management in Action, Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama. Munadi, Fandi Ahmadi, 2009. Analisis Pemasaran Untuk Meningkatkan Penjualan Kendaraan Motor

10

Analisis SWOT pada PT.Bintan Motor Berjaya