Anda di halaman 1dari 5

Tugas Sistem Informasi Akuntansi Ryan Vrasetia J3N109141 Nuzul Aryani J3N211220 Alif Nurjanah J3N211245

Sistem Penggajian (Data Flow Diagram)

Karyawan

Bagian Adiministrasi Data Absensi

1.Input data absensi

2.Cek dan rekapitula si absen

Slip Gaji 3.Meng hitung gaji Slip Gaji Bagian Keuangan Data Absensi

Data Absensi Data Absensi

Data Absensi

Slip Gaji

Laporan Penggajian

Pimpinan

Laporan Penggajian 5.Membu at slip gaji karyawan 4.ACC Bagian Keuangan

Karyawan melakukan absen rutin. Selanjutnya bagian Administrasi merekap data absensi beserta data Karyawan. Kemudian bagian Administrasi membuat laporan data absensi sebanyak 3 lembar, lembar pertama di serahkan kepada bagian keuangan, lembar kedua di serahkan kepada pimpinan,dan lembar ketiga disimpan bagian Administrasi sebagai arsip.

Dari laporan data absensi tersebut Bagian keuangan akan memeriksa laporan absen dan data Karyawan untuk menyesuaikan dengan data gaji. Setelah sesuai, bagian keuangan akan menghitung gaji yang didapat karyawan yang disesuaikan dengan laporan absen dan data Karyawan. Setelah itu bagian keuangan menyesuaikan laporan penggajian dengan Keuangan Perusahaan. Setelah sesuai, bagian keuangan akan membuat slip gaji sesuai dengan laporan yang telah disetujui sebanyak 2 lembar, lembar pertama akan dijadikan arsp di Bagian keuangan, dan lembar kedua akan diserahkan pada Karyawan.

Kemudian bagian keuangan akan mencetak laporan keuangan sebanyak 2 lembar, lembar pertama akan dijadikan arsip pada bagian keuangan, sedangkan lembar kedua akan diserahkan kepada pimpinan.

Kekuatan : Bagian administrasi selain menginput data, juga melakukan cek ulang dan rekapitulasi Absen sebelum dibuat daftar absensi. Pimpinan langsung menerima daftar gaji dan absensi karyawan. Absensi, laporan penggajian dan slip gaji dibuat rangkap.

Kelemahan : Tidak adanya fungsi akuntansi sebagai pencatat transaksi yang terjadi sehingga fungsi ini tergabung dengan fungsi keuangan. Fungsi keuangan menjalani tugas selain membuat laporan juga menghitung gaji. Masih belum terdapat pemisahan fungsi yang baik.

Pengendalian Intern Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan cukup terhadap kekayaan, hutang, pendapatan dan biaya. Dalam setiap bagian, transaksi yang terjadi didasari dengan otorisasi dari pejabat yang memiliki wewenang untuk menyetujui terjadinya transaksi tersebut. Praktik yang sehat dalam menjalankan fungsi dan tugas setiap unit organisasi. o Penggunaan formulir bernomor urut tercetak yang pemakaiannya harus dipertanggungjawabkan oleh pejabat yang berwenang o Pemeriksaan mendadak. Pemeriksaan mendadak dilaksanakan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak yang akan diperiksa, dengan jadwal yang tidak teratur. o Setiap transaksi tidak boleh dilakukan dari awal sampai akhir oleh satu orang atau satu unit organisasi, tanpa ada campur tangan dari orang atau unit organisasi lain. o Adanya perputaran jabatan. o Keharusan pengambilan cuti bagi karyawan. o Diadakan pencocokan fisik karyawan dan catatannya. Karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawabnya. Adanya seleksi saat melakukan rekrut. Serta adanya pengembangan pendidikan karyawan saat menjadi karyawan.

Sistem Pengupahan

Karyawan harus terdaftar dalam system informasi Karyawan yang sudah terdaftar hanya bisa memasukkan data pribadi dan mendapatkan slip gaji Karyawan yang masuk atau lembur akan dicatat oleh bagian personalia dalam bentuk absensi Data karyawan yang telah masuk ke system akan diolah oleh system dan outputnya berupa laporan data karyawan. Data ini diterima oleh personalia dan direktur Personalia merekap data absen dan data lembur karyawan yang selanjutnya dimasukkan ke system. Direktur memasukkan data jabatan, upah perjam dan upah lembur ke system. Ini yang menjadi bahan perhitungan nominal gaji karyawan. Direktur mendapatkan laporan gaji karyawan dan laporan data karyawan.

Kekuatan : Semua data dan informasi masuk dan diterima di system informasi penggajian. Laporan data karyawan diproses dan diterima oleh Bagian Direktur dan Personalia.

Kelemahan : Tidak adanya pemisahan fungsi yang cukup baik. Tidak adanya fungsi keuangan yang mengurusi Upah atau Gaji karyawan. Dalam system ini, fungsi Direktur bisa dibilang menjalankan fungsi yang seharusnya dilakukan bagian keuangan.