Anda di halaman 1dari 10

Clomiphene, Metformin, or Both for Infertility in the Polycystic Ovary Syndrome

Purnamandala

Pendahuluan
Policystic Ovarium Syndrom adalah penyebab utama terjadinya infertilitas. Terdapat 7-8 % wanita yang PCOS dan kebanyakan adalah pasien dengan Obesitas yang pada kenyataannya mengganggu reproduksi Wanita dengan PCOS hyperandrogenism,Perubahan bentuk pada ovarium,Kelainan pada sekresi hormon , dan memiliki kelainan insulin

PCOS
Polycistic ovarium sindrom adalah sebuah diagnosis yang ditegakan jika ditemukan 2 atau lebih keadaan seperti oligo-ovulation atau anovulasi,peningkatan androgen.dan Polycistic ovarium.

Patofisiologi

Sample Penelitian
Subjek yang diteliti sudah terdiagnosis sebagai PCOS tanpa kelainan seperti hyperprolactinemia , congenital adrenal hyperplasia, thyroid disease, Atau penyebab lain amenorhea Didapatkan secara acak 626 wanita infertil dengan PCOS yang dimasukan kedalam tiga grup. Subjek dengan penyebab lain infertilitas disingkirkan dan dalam keadaan uterus yang baik dengan minimal satu tuba yang paten. Setiap pasangan dilakukan pemeriksaan semen 1 tahun sebelumnya dengan minimal sperma 20jt/ml

Dilakukan pengobatan selama 6 siklus atau 30 minggu, dan dihentikan jika sudah hamil. Subjek didaftarkan dalam penelitian dari bulan november 2002 sampai desember 2004.Konsepsi terakhir terjadi pada Juni 2005,subjek terakhir yang diberikan terapi pada agustus 2005,dan kelahiran terakhir pada februari 2006

Hasil Penelitian
Angka Kelahiran Angka kelahiran paling rendah secara signifikan ditemukan pada grup pemberian metformin, dibandingkan clomiphene group atau terapi kombinasi. Tidak ada perbedaan signifikan antara kombinasi atau single clomiphene Angka ovulasi Ovulasi tertinggi terjadi pada pasien yang diberikan kombinasi dibandingkan pasien yang diberikan single obat baik metformin ataupun clomiphene. Clomiphene memiliki pengaruh ovulasi lebih tinggi dibandingkan metformin Efek Metabolik dan Hormonal Clomiphene memiliki efek meningkatkan BMI,meningkatkan insuliun,resistensi insuliun, dan meningkatkan jumlah hormon binding Globulin Pada Metformin menurunkan BMI dan testosteron secara signifikan. meningkatkan jumlah hormon binding globulin yang signifikan

HASIL
Angka kelahiran 22.5% (47 of 209 subjects) di grup clomiphene, 7.2% (15 of 208) di grup metformin, dan 26.8% (56 of 209) di kombinasi terapi group

Kesimpulan
Clomiphene lebih berguna dan bermanfaat daripada metformin dala memberikan kelahiran pada pasien infertile dengan polycystic ovary syndrome