Anda di halaman 1dari 2

DEKS BIAS Pengukuran indeks bias penting untuk : - Menilai sifat dan kemurnian suatu medium salah satunya

berupa cairan. - Mengetahui konsentrasi larutan-larutan. - Mengetahui nilai perbandingan komponen dalam campuran dua zat cair. - Mengetahui kadar zat yang diekstrasikan dalam pelarut. 2. REFRAKTOMETER Refraktometer adalah alat ukur untuk menentukan indeks bias cairan atau padat, bahan transparan dan refractometry. Prinsip pengukuran dapat dibedakan, oleh cayaha, penggembalaan kejadian, total refleksi, ini adlah pembiasan (refraksi) atau reflaksi total cahaya yang digunakan. Sebagai prisma umum menggunakan semua tiga prinsip, satu dengan insdeks bias dikenal (Prisma). Cahaya merambat dalam transisi antara pengukuran prisma dan media sampel (n cairan) dengan kecepatan yang berbeda indeks bias diketahui dari media sampel diukur dengan defleksi cahaya Indeks bias merupakan perbandingan laju cahaya di ruang hampa terhadap laju cahaya didalam medium berdasarkan hasil yang telah dilakukan. Menggunakan sebuah lensa yang berguna untuk mengatur besar kecilnya cahaya yang keluar dari tabung cahaya. Dengan cara memutar-mutar posisi dan ketinggian tabung sumber cahaya. Menentukan Indek Bias dengan Refraktometer 1. Teteskan sampel yang akan diperiksa indeks biasnya pada tempat sampel refraktometer. 2. Tutup dengan rapat dan biarkan cahaya melewati larutan dan melalui prisma agar cahaya pada layar dalam alat tersebut terbagi menjadi dua. 3. Geser tanda batas tersebut dengan memutar knop pengatur, sehingga memotong titik perpotongan dua garis diagonal yang saling berpotongan terlihat pada layar. 4. Mengamati dan membaca skala indeks bias yang ditungjukan oleh jarum layar skala melalui mikroskop. 5. Layar hasil dua warna yang telah diatur sedemikian sehingga memberikan dua warna yang mempunyai warna yang terang dan gelap Berdasarkan Literatur yang ada indeks bias glliserol adalah 1,4729 dari hasil praktikum yang didapat indeks bias gliserol adalah 1,463 perbedaan antara literatur dan praktikum tidak jauh berbeda . Adapun Faktor yang mempengaruhi indeks bias zat cair yaitu: Kekentalan zat cair Semakin kental zat cair indeks biasnya semakin besar. Begitu pula sebaliknya semakin encer zat cair maka indeksbiasnya semakin kecil. Kecepatan rambat cahaya Semakin besar cepat rambat cahaya dalam medium, maka indeks bias semakin kecil. Suhu Semakin besar suhu maka indeks bias semakin kecil.

Absorpsi
Pembahasan Pembahasan Adsorpsi adalah gejala pengumpulan molekul-molekul suatu zat pada permukaan zat lain sebagai akibat daripada ketidakjenuhan gaya-gaya pada permukaan tersebut. Untuk

proses adsorpsi dalam larutan, jumlah zat yang teradsorpsi bergantung pada beberapa faktor yaitu jenis adsorben, jenis adsorbat, luas permukaan adsorbat, konsentrasi zat terlarut, dan temperatur. Namun dalam percobaan ini hanya menggunakan suhu kamar maka faktor suhu tidak diamati lebih lanjut. Jenis adsorben yang digunakan pada percobaan ini adalah karbon aktif. Karbon aktif, atau sering juga disebut sebagai arang aktif, adalah suatu jenis karbon yang memiliki luas permukaan yang sangat besar. Selanjutnya dilakukan pengadukan selama 2 jam menggunakan agitator mekanik orbital karena dianggap sebagai waktu yang cukup bagus untuk adsorbsi. Lalu didiamkan agar proses penyerapan yang terjadi pada permukaan zat bisa berlangsung sempurna dan terjadi keseimbangan. Setelah didiamkan, larutan disaring dan filtratnya dititrasi dengan larutan baku basa. Larutan baku yang digunakan adalah NaOH 0,1 N. pada proses ini, digunakan volume asam oksalat yang bervariasi untuk mengetahui banyaknya asam oksalat yang teradsorpsi oleh arang dan pengaruh konsentrasi terhadap banyaknya zat yang teradsorpsi. Untuk mengetahui titik akhir titrasi digunakan indikator PP (phenolphthalein) yang mempunyai PH 8,2-10 (bersifat basa), untuk menguji asam digunkan larutan standar basa. Pada saat titik akhir titrasi ditandai dengan terjadinya perubahan warna dari bening menjadi merah muda. Berdasarkan hasil percobaan yang telah diperoleh, volume titran yang digunakan untuk larutan asam oksalat 0,3 M adalah .. ml , larutan asam oksalat 0,2 M adalah ml dan larutan asam oksalat 0,1 M adalah .. ml, larutan asam oksalat 0,01 M adalah .. ml, larutan asam oksalat 0,005 M adalah .. ml dari hasil percobaan diatas dapat kita lihat pengaruh konsentrasi asam oksalat, dimana semakin besar konsentrasi asam oksalat, maka semakin banyak pula diperlukan titran untuk mentitrasi volume asam oksalat yang telah diadsorpsi. Ini sesuai dengan teori dimana nilai absorbansi seharusnya semakin meningkat dengan meningkatnya konsentrasi larutan yang diukur. Selain itu, adsorben yang digunakan yakni karbon aktif yang merupakan suatu adsorben yang sangat baik dan bentuknya yang berupa serbuk dapat menyebabkan besarnya adsorpsi yang terjadi karena memiliki permukaan yang luas. Serta faktor pengadukan dimana semakin lama waktu adsorpsi (pengadukan serta didiamkannya larutan tersebut), maka volume titran yang diperlukan semakin sedikit, Hasil tersebut sesuai dengan teori yang ada, sehingga dapat dikatakan bahwa percobaan ini mencapai keberhasilan. Dapus kimor

DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2010, Laporan Etil Asetat D3_Teknik Kimia, http://cuxamin-d3teknikkimia.blogspot.com, 21 November 2011 Anonim, 2009, etil-asetat, http://kimiadahsyat.com, 12 Desember 2011 Clark, Jim, 2007, Pembuatan ester, http://www.chem-is-try.org/materi kimia/sifat senyawa organik/ester 1/pembuatan ester, 12 Desember 2011 Irdoni.HS., Nirwana.H.Z., 2011, Modul Pratikum Kimia Organik, Universitas Riau,Pekanbaru Wiro Pharmacy, 2009, Pembuatan Etil Asetat, http://wiro-pharmacy.blogspot.com, 21 November 2011

Anda mungkin juga menyukai