Anda di halaman 1dari 4

Laboratorium Petrologi

Dalam siklus batuan dicantumkan bahwa batuan beku bersumber dari proses pendinginan dan penghabluran lelehan batuan didalam Bumi yang disebut magma. Lelehan tersebut diperkirakan terbentuk pada kedalaman berkisar sekitar 200 kilometer dibawah permukaan Bumi, terdiri terutama dari unsur-unsur yang kemudian membentuk mineral-mineral silikat.

Pengertian Magma Magma adalah cairan silikat pijar,yang bersuhu lebih dari 200 o, bersi!at mobile"mudah bergerak# dan mengandung gas-gas $olatile "mudah menguap# yang berada di dalam perut bumi. magma adalah lelehan batuan, bercampur dengan butiran-butiran "suatu# mineral dan gas-gas terlarut, yang terjadi ketika suhu naik cukup tinggi untuk dapat meleleh dalam kerak atau selubung.
Nama : Cahyadenta Agung .S. NIM : 111090031 Plug : 1

Laboratorium Petrologi

Magma adalah suatu lelehan silikat bersuhu tinggi berada didalam Litos!ir, yang terdiri dari ion-ion yang bergerak bebas, hablur yang mengapung didalamnya, serta mengandung sejumlah bahan berwujud gas.

Magma yang mempunyai berat-jenis lebih ringan dari batuan sekelilingnya, akan berusaha untuk naik melalui rekahan-rekahan yang ada dalam litos!ir hingga akhirnya mampu mencapai permukaan Bumi. %pabila magma keluar, melalui kegiatan gunung-berapi dan mengalir diatas permukaan Bumi, ia akan dinamakan la$a. Proses Pembentukan Magma Magma dalam kerak Bumi dapat terbentuk sebagai akibat dari perbenturan antara 2 "dua# lempeng litos!ir, dimana salah satu dari lempeng yang berinteraksi itu menunjam dan menyusup kedalam astenos!ir. &ebagai akibat dari gesekan yang berlangsung antara kedua lempeng litos!ir tersebut, maka akan terjadi peningkatan suhu dan tekanan, ditambah dengan penambahan air berasal dari sedimen-sedimen samudra akan disusul oleh proses peleburan sebagian dari litos!ir. &umber magma yang terjadi sebagai akibat dari peleburan tersebut akan menghasilkan magma yang bersusunan asam "kandungan unsur &i'2 lebih besar dari (()#. Magma yang bersusunan basa, adalah magma yang terjadi dan bersumber dari astenos!ir. Magma seperti itu didapat di daerah-daerah yang mengalami gejala regangan yang dilanjutkan dengan pemisahan litos!ir.

Nama : Cahyadenta Agung .S. NIM : 111090031 Plug : 1

Laboratorium Petrologi

Hubungan Magma Dengan Batuan Beku Magma dapat mendingin dan membeku dibawah atau diatas permukaan bumi. Bila membeku dibawah permukaan bumi, terbentuklah batuan yang dinamakan batuan beku dalam atau batuan beku intrusi!. Dan sering juga dikatakan sebagai batuan beku plutonik. &edangkan bila magma dapat mencapai permukaan bumi kemudian membeku, terbentuklah batuan beku luar atau batuan beku ekstrusi!. Sifat Fisik Magma Berdasarkan pengamatan la$a yang tererupsi dapat disimpulkan tiga hal penting mengenai si!at !isik magma * Magma mempunyai karakteristik yang ditentukan oleh kisaran

komposisinya, terutama silika, &i'2. Magma berkarakteristik suhunya tinggi Magma bersi!at cair dan berkemampuan untuk mengalir. +al ini benar meskipun ada magma yang kaku seperti kaca. ,mumnya berupa campuran kristal-kristal dan cairan "sering dibayangkan sebagai lelehan#. -arna menyala " .ijar #

Nama : Cahyadenta Agung .S. NIM : 111090031 Plug : 1

Laboratorium Petrologi

DAFTAR PUSTAKA
http*//id.wikipedia.org/wiki/Magma http*//www.google.co.id/0hl1id231magma2meta12a312o31magma2!p14 e55b6a(d! 7a056 http*//!irdaus.unhalu.ac.id/8p1(5( http*//onemansblog.com/wpcontent/uploads/2004/06/Li3uid+otMagma.jpg

Nama : Cahyadenta Agung .S. NIM : 111090031 Plug : 1