Anda di halaman 1dari 43

Peran Teknologi Tepat Guna | PDFChaser | Best File Search !

26 Sep 2010 ... Peran Teknologi Tepat Guna untuk Masyarakat Daerah Perbatasan PERAN .... teknologi pertanian, maka BPTP Maluku Utara melaksanakan peran . ... www.pdfchaser.com/pdf/peran-teknologi-tepat-guna.html Tembolok !abu 01 September 2010Penataan Sumber Daya Air Dalam Menghadapi Perubahan !lim Gl"bal Guna Mendu!ung #!"n"mi $asi"nal Pariatm"n" Asisten Deputi rusan Pengem!angan Matematika dan "lmu Alam #ementerian Negara Riset dan $eknologi Repu!lik "ndonesia "ir merupakan #at $ang %ikaruniakan Tuhan &ang Maha 'sa. "ir merupakan sumber kehi%upan %an sumber penghi%upan, $ang bermakna bah(a air merupakan #at $ang sangat %iperlukan bagi kehi%upan umat manusia %an seluruh makhluk hi%up %i muka bumi ini. Sebagai sumber penghi%upan, air ber)ungsi untuk perikanan, air irigasi bagi pertanian, air baku bagi in%ustri, sarana trans portasi, sanitasi, energi serta rekreasi. Sebagai karunia Tuhan, air $ang bera%a %i alam bebas harus %iperlakukan sebagai ben%a publik $ang hak penguasaann$a, menurut Pasal ** a$at +*, Un%ang Un%ang Dasar 1-./, %iserahkan oleh seluruh rak$at 0n%onesia kepa%a negara. Selan1utn$a, %an pengaturan serta penggunaan air %iserahkan oleh negara kepa%a Pemerintah !epublik 0n%onesia. Ber%asarkan hal ini, saat ini Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Daerah melaksanakan pengelolaan atau mana1emen sumber %a$a air $ang biasa %isebut %engan pengelolaan sumber %a$a air terpa%u +integrate% (ater resour2es management,, meskipun hasiln$a belum optimal +Mu%1ia%i, 200-,. "ir bukanlah komo%itas $ang bisa %i2iptakan manusia. Dengan teknologi, manusia han$a mampu mengen%alikan 1umlah %an arah alirann$a. "ir hu1an $ang 1atuh ke permukaan bumi %apat %iubah oleh manusia men1a%i bahan baku untuk memenuhi berbagai kebutuhan hi%up %an penghi%upan $ang sehat %an pro%ukti). 3umlah air ta(ar %i alam ini relati) tetap, tetapi rentang (aktu keterse%iaann$a 2en%erung semakin ti%ak menentu baik karena eko sistim sumber %a$a air $ang telah rusak parah %an )aktor )aktor lokal lainn$a, maupun karena peng aruh perubahan iklim global. 0klim global sangat %ipengaruhi oleh pemanas an global, $aitu meningkatn$a temperatur rata rata atmos)er, laut %an %aratan planet bumi. Pa%a saat ini, bumi mengha%api pemanasan $ang 2epat, $ang oleh para ilmu(an %ianggap %isebabkan oleh ak ti)itas manusia agar hi%upn$a lebih enak. Pen$ebab utama pemanasan ini a%alah pembakaran bahan bakar )osil, seperti batu bara, min$ak bumi, %an gas alam, $ang melepas karbon%ioksi%a %an gas gas lainn$a $ang %ikenal sebagai gas rumah ka2a +G!4, ke atmos)er.

Diperkirakan, setiap tahun %ilepaskan 15,*/ miliar ton karbon %ioksi%a +Baskoro, 200-,. 4etika atmos)er semakin ka$a akan G!4 ini, ia semakin men1a%i insulator $ang menahan lebih ban$ak panas %ari matahari $ang %ipan2arkan ke bumi. 0nilah $ang %isebut %engan ')ek !umah 4a2a. 4onsentrasi G!4 %i atmos)er sekarang bera%a sekitar .*0 ppm 672e +eki8alen,, %iban%ingkan %engan han$a 250 ppm sebelum re8olusi in%ustri +9itoelar, 2005,. 4ebera%aann$a meningkat terus, se1alan %engan meningkatn$a berbagai akti8itas manusia, termasuk pembangkitan energi %an perubahan penggunaan lahan. Se2ara umum %apat %isimpulkan bah(a emisi G!4 a%alah akibat pembangunan ekonomi. Di lain pihak, emisi 672 per kapita sangat erat terkait %engan GDP per kapita kapan pun %an %i mana pun. "merika Utara %an 'ropa telah menghasilkan sekitar :0; emisi 672 %ari pro%uksi energi se1ak 15/0, se%angkan negara berkembang men$umbang kurang %ari seperempat %ari emisi kumulati). 'misi tahunan G!4 terus meningkat se1alan %engan (aktu. 'misi karbon%ioksi%a, pen$umbang G!4 terbesar, tumbuh %engan rata rata tahunan sekitar 2,/; antara tahun 1-/0 %an 2000. Pa%a tahun 2000, total emisi G!4 sekitar .2 Gt672e, %engan peningkatan la1u konsentrasi kurang lebih 2,: ppm 672e per tahun. <al ini men$ebabkan rata rata temperatur permukaan Bumi $ang bera%a %i kisaran 1/=6 +/-=>,, selama seratus tahun terakhir ini, telah meningkat sebesar7,6=6 +1=>,. Para ilmu(an memperkirakan pa%a tahun 2100 pemanasan akan men2apai 1,.=6 /,5=6 +2,/=> 10,.=>,. Pemanasan global mengakibatkan perubahan iklim %an kenaikan )rekuensi maupun intensitas ke1a%ian 2ua2a ekstrim. <al ini memi2u perubahan $ang signi)ikan %alam sistem )isik %an biologis seperti peningkatan intensitas ba%ai tropis, perubahan pola presipitasi, salinitas air laut, perubahan pola angin, masa repro%uksi he(an %an tanaman, %istribu si spesies %an ukuran populasi, )rekuensi serangan hama %an (abah pen$akit, serta mempengaruhi berbagai ekosistem $ang ter%apat %i %aerah %engan garis lintang $ang tinggi +termasuk ekosistem %i %aerah "rtika %an "ntartika,, lokasi $ang tinggi, serta ekosistem ekosistem pantai +4ementerian ?egara @ingkungan <i%up, 200:,. Melihat luasn$a %ampak perubahan iklim global, berbagai pihak harus beker1a sama menang gulangin$a %engan melakukan koor%inasi lintas sektoral $ang lebih e)isien %an e)ekti). Sektor sektor $ang ter2akup se2ara khusus a%alah lingkungan hi%up, energi, kelautan perikanan, sumber %a$a air, pertanian, in)rastruktur, kesehatan, kehutanan, keanekaragaman ha$ati, serta penelitian %an pengembangan. Tulisan ini se2ara khusus han$a membahas tentang %ampak perubahan iklim global terha%ap penataan atau pengelolaan sumber %a$a air. %A$DASA$ P#M & 'A$

Seperti telah %isinggung sebelumn$a, iklim global $ang berubah telah mengan2am keterse%ia an air, terutama akibat timbuln$a 2ua2a ekstrim. 4eterse%iaan air ini men1a%i semakin kritis karena %i lain pihak ter1a%i peningkatan 1umlah kebutuh an akan air se1alan %engan perkembangan 1umlah pen%u%uk %an peningkatan kegiatan ekonomi mas$arakat. Selain itu, kualitas air %i berbagai tempat khususn$a %i musim kemarau pun ti%ak

semakin membaik bahkan malah menurun sehing ga kurang memenuhi pers$aratan kualitas sebagai air baku untuk kebutuhan tertentu. 4etika itulah air lalu men1a%i ben%a langka $ang %iperebutkan oleh ban$ak pihak $ang pa%a gilirann$a %apat men1a%i krisis air. Untuk men1amin keterse%iaan air se2ara ber kesinambungan %an mengatasi krisi air, %iperlu kan usaha usaha mana1emen sumber%a$a air $ang lebih baik %an han%al. Usaha usaha ini harus %i susun se2ara hierarkis %alam para%igma nasional $ang sesuai %engan nilai nilai bangsa %an %i1a%i kan sebagai lan%asan %alam berbagai proses peng ambilan keputusan, baik lan%asan i%iil Pan2asila, lan%asan konstitusional UUD 1-./, lan%asan 8isional (a(asan nusantara, lan%asan konsepsional ketahanan nasional maupun lan%asan operasi onal atau pelaksanaan, berupa !P3M ?asional 200. 200- serta peraturan perun%ang un%angan $ang terkait. !P3M ?asional 200. 200- men2antumkan bah(a titik berat misi pengembangan pengelola an sumber %a$a air %iarahkan pa%a perbaikan kese1ahteraan rak$at oleh %ukungan in)rastruktur %alam pembangunan. Se2ara 1elas %isebutkan bah(a beberapa masalah in)rastruktur $ang perlu men %apatperhatian. Sekitar *0 persen1aringan irigasi terutama %i %aerah %aerah penghasil beras nasional %i Pulau 3a(a, Sumatera, %an Sula(esi %alam kon%isi rusak. 4erusakan tersebut terutama %isebabkan oleh ren%ahn$a kualitas operasi %an pemeliharaan 1aringan irigasi. "lih )ungsi lahan beririgasi pa%a %aerah lumbung pangan nasional, terutama %i Pulau 3a(a, 2en%erung meluas sehingga se2ara terus menerus %an signi)ikan mengurangi areal lahan beririgasi. Selain itu kelangkaan air $ang semakin mengan2am akibat menurunn$a %a$a %ukung lingkungan %apat memi2u kon)lik air $ang memungkinkan timbuln$a berbagai bentuk %isintegrasi. Selain itu, !P3M? 200. 200- 1uga men$ebut kan bah(a salah satu prioritas %an arah kebi1 akan pembangunan a%alah P'?"?GGU@"?G"? 4'M0S40?"? %engan kebi1akan $ang %iarahkan untuk menghormati, melin%ungi %an memenuhi hak hak %asar mas$arakat miskin atas sumber %a$a air, termasuk hak untuk berpartisipasi %alam perumusan kebi1akan publik. Selama lima tahun, pembangunan sumber %a$a air %iutamakan pa%a upa$a konser8asi guna me(u1u%kan keberlan1utan kapasitas pasok sumber %a$a air. Pen%a$agunaan sumber %a$a air %iarahkan pa%a pemenuhan kebutuhan pokok sehari hari terutama %i (ila$ah ra(an %e)isit air, (ila$ah tertinggal, %an (ila$ah strategis. Selain itu, pen%a$agunaan 1uga %iarahkan untuk pemenuhan kebutuhan air irigasi pertanian rak$at %alam rangka men%ukung program ketahanan pangan %an peningkatan kese1ahteraan mas$arakat. Pen$e%ia an air irigasi %ilakukan melalui peningkatan )ungsi 1aringan irigasi, rehabilitasi, %an peningkatan kiner1a operasi %an pemeliharaan %engan mempertimbang kan keterse%iaan air %an kesiapan petani, terutama pa%a %aerah lumbung pa%i nasional. Pengen%alian %a$a rusak air terutama %alam hal penanggulangan ban1ir %ilakukan %engan men$eimbangkan pen %ekatan konstruksi %an non konstruksi. 4elembaga an pengelolaan sumber %a$a air akan %ikembang kan %engan meningkatkan peran %an keterlibatan semua pemangku kepentingan, serta menggali %an mengembangkan mo%al sosial.

P#'AT('A$

P#'($DA$G)($DA$GA$

Un%ang Un%ang %an !en2ana "ksi $ang terkait %engan pengelolaan sumber %a$a air %alam mengha%api perubahan iklim global $ang %apat %ia2u sebagai lan%asan $uri%is a%alah sebagai berikutA a. No. % $ahun &''(

Un%ang Un%ang ?o : Tahun 200. tentang sumber %a$a air merupakan upa$a %alam meng ha%api keti%akseimbangan antara keterse%iaan air $ang 2en%erung menurun %an kebutuhan air $ang semakin meningkat, sehingga sumber %a$a air (a1ib %ikelola %engan memperhatikan )ungsi sosial, lingkungan hi%up %an ekonomi se2ara selaras. Pengelolaan sumber %a$a air perlu %iarahkan untuk me(u1u%kan sinergi %an keterpa%uan $ang harmonis antar (ila$ah, antarsektor, %an antar generasi. Se1alan %engan semangat %emokratisasi, %esentralisasi, %an keterbukaan %alam tatanan kehi%upan bermas$arakat, berbangsa, %an bernegara, mas$arakat perlu %iberi peran %alam pengelolaan sumber %a$a airB !. No. &( $ahun &''%

UU ?o. 2. Tahun 200: tentang penanggulang an ben2ana %itetapkan karena ?egara 4esatuan !epublik 0n%onesia bertanggung 1a(ab melin%ungi segenap bangsa 0n%onesia %an seluruh tumpah %arah 0n%onesia %engan tu1uan untuk memberikan perlin%ungan terha%ap kehi%upan %an penghi%up an termasuk perlin%ungan atas ben2ana. Selain itu, un%ang un%ang ini %iberlakukan mengingat (ila$ah ?egara 4esatuan !epublik 0n%onesia memiliki kon%isi geogra)is, geologis, hi%rologis, %an %emogra)is $ang memungkinkan ter1a%in$a ben2ana, baik $ang %isebabkan oleh )aktor alam, )aktor non alam maupun )aktor manusia $ang men$ebabkan timbuln$a korban 1i(a manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta ben%a, %an %ampak psikologis $ang %alam kea%aan tertentu %apat menghambat pembangunan nasionalB c. No. &) $ahun *++%

UU ?o. 2* Tahun 1--: tentang @ingkungan <i%up memberikan pe%oman %an arahan peraturan tentang pemeliharaan @ingkungan <i%up terutama $ang %iakibatkan oleh berbagai kegiatan pengelolaan sumber %a$a alam, in%ustri, pengembangan (ila$ah, %an kegiatan lainn$a $ang berhubungan %engan perubahan lingkungan sekitarn$a. UU ini 1uga men2antumkan peran lembaga lembaga $ang kompeten %alam ka1ian lingkungan hi%up, baik %alam pengelolaan ataupun pengen%alian lingkung an hi%up. Pa%a prinsipn$a isi UU ini a%alah memberikan arahan tentang berbagai sektor Pembangunan ?asional namun tetap ber(a(asan lingkungan. UU ini terkait erat %engan pengelolaan sumber %a$a air se2ara berkelan1utan %engan tetap mengen%alikan lingkungan hi%up.

d.

Rencana

Aksi

Nasional

dalam

Menghadapi

Peru!ahan

"klim

Perbaikan pola pembangunan $ang selama ini %ilakukan su%ah saatn$a %iperbarui. Para%igma lingkungan harus %iinternalisasikan ke %alam berbagai sektor pembangunan kita, seperti %i sektor energi, pengelolaan hutan %an sumber %a$a alam, pertanian, perkebunan, tata ruang, %an in)rastruktur. Berbagai instansi $ang terkait %engan upa$a penanggulangan perubahan iklim %an %ampakn$a harus melakukan koor%inasi $ang rapi %an sistematik. Pola pola pembangunan lama harus %itinggalkan %an %iganti kan %engan pola pembangunan $ang berkelan1utan. Dokumen !en2ana "ksi ?asional merupakan sebuah instrumen kebi1akan $ang bersi)at %inamis sehingga perlu %ie8aluasi, %iperbarui, %an %iperbaiki se2ara berkala %isesuaikan %engan %inamika perubahan iklim itu sen%iri. !en2ana aksi ini %iharapkan bisa %iimplementasikan %an %i1a%ikan sebagai pan%uan untuk seluruh instansi terkait, baik %i pusat maupun %aerah, %alam melaksanakan pembangunan %i masa sekarang ataupun $ang akan %atang. 7leh karena itu, !en2ana "ksi ?asional ini perlu %imasukkan %alam !en2ana Pembangunan 3angka Pan1ang ?asional +!P3P?, 200/ 202/ maupun !en2ana Pembangunan 3angka Menengah +!P3M,. %A$DASA$ a, T#*' #e!encanaan

Su%ah men1a%i si)at manusia untuk selalu berusaha membuat hi%upn$a lebih n$aman. Untuk itu %ilakukan upa$a $ang %isebut %engan pembangunan in)rastruktur %alam berbagai bi%ang seperti teknologi in)ormasi %an komunikasi +T04 atau 16T,, pertahanan %an keamanan, transportasi, pangan, energi serta kesehatan %an obat obatan. Seluruh usaha itu %iarahkan pa%a usaha mengubah kemelaratan +po8ert$, men1a%i kemakmuranCkese1ahteraan +prosperit$,. ?amun %emikian, kita sering lupa bah(a setiap usaha kita meningkatkan kemakmuran, selalu %ibarengi %engan timbuln$a an2aman %ari alam %an manusia. "n2aman itu se(aktu (aktu %apat berubah men1a%i ben2ana +%isaster,. Ben2ana ini berarah balik, $aitu berusaha mengubah kemakmuran $ang su%ah %iperoleh men1a%i kemelaratan. Dalam mana1emen ben2ana, ter%apat %ua istilah $ang sering %igunakan se2ara ran2u %i mas$arakat, $aitu baha$a %an ben2ana1. Ben2ana a%alah ke1a%ian $ang %atang %ari luar, ti%ak %isukai %an ti%ak %apat %iatasi %engan kekuatan atau sumber %a$a sen%iri. Baha$a a%alah potensi an2aman $ang ti%ak bisa kita ubah %an 1ika ter1a%i %apat menimbulkan ben2ana, %apat pula ti%ak. Baha$a %apat berubah men1a%i ben2ana, 1ika berpa%u %engan kerentanan +8ulnerabilit$, Baha$a %igolongan %alam / golongan utama ber%asarkan )aktor pen$ebabn$a, $aitu baha$a <i%rometeorologi +ban1ir, ba%ai, kekeringan, gelombang pasang %an erosi,, baha$a Geologi +gempa, tsunami, letusan gunung berapi %an longsor,, baha$a Biologi +epi%emi %an hamaCpen$akit tanaman,, baha$a Teknologi +ke2elakaantransportasi, ke2elakaan in%ustri %an 4egagalan Teknologi, %an baha$a @ingkungan +kebakaran hutan, kerusakan lingkungan %an pen2emaran limbah,.

Baha$a %apat berubah men1a%i ben2ana. Perubahan ini %isebabkan oleh paling ti%ak . alasan, $aituA +a, kurang pemahaman karakteristik baha$a, +b, pema2uan pera%aban $ang men$ebabkan turunn$a kualitas sumber %a$a alam +meningkatkan kerentanan,, +2, kurangn$a in)ormasi atau peringatan %ini, %an +%, keti%akber%a$aan. 3ika keempat alasan ini %apat %ihilangkan, baha$a %apat %i2egah untuk berubah men1a%i ben2ana. Selain itu, perlu %isa%ari bah(a resiko ben2ana timbul sebagai akibat berpa%un$a baha$a %engan kerentanan. 4erentanan +8ulnerabilit$, menun1ukkan tingkat keti%akmampuan mas$arakat %alam melin%ungi %irin$a terha%ap kemungkinan ter1a%i ben2ana atau pulih kembali %ari suatu ben2ana tanpa bantuan %ari luar. Pa%a %asarn$a, setiap usaha manusia %alam membangun %unia akan mempertinggi nilai kerentanan. Manusia ti%ak bisa melakukan apapun untuk memperke2il baha$a. Tetapi, manusia %apat melakukan ban$ak hal untuk memperke2il kerentanan, %an karena itu, memperke2il resiko. Pengembangan sistem penanggulangan ben2ana, seperti sistem peringatan %ini, mitigasi %an a%aptasi terha%ap pemanasan global, merupakan tin%akan $ang memperke2il kerentanan. !, -um!er Daya Air

Seperti telah %isebutkan, air 1umlahn$a tetap, namun (u1u% %apat berbe%a mengikuti suatu Siklus <i%rologi. Siklus <i%rologi a%alah sirkulasi air $ang ti%ak pernah berhenti %ari atmos)ir ke bumi %an kembali ke atmos)ir melalui kon%ensasi, presipitasi, e8aporasi %an transpirasi +@ablink, 200-,, D '8aporasi +transpirasi, "ir $ang a%a %i laut, %i %aratan, %i sungai, %i tanaman, %sb, kemu%ian akan menguap ke angkasa +atmos)er, %an kemu%ian akan men1a%i a(an. Pa%a kea%aan 1enuh uap air +a(an, itu akan men1a%i bintik bintik air $ang selan1utn$a akan turun +pre2ipitation, %alam bentuk hu1an, sal1u, es. D 0n)iltrasi +Perkolasi ke %alam tanah, "ir bergerak ke %alam tanah melalui 2elah 2elah %an pori pori tanah %an batuan menu1u muka air tanah. "ir %apat bergerak akibat aksi kapiler atau air %apat bergerak se2ara 8ertikal atau hori#ontal %i ba(ah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan. D "ir Permukaan "ir bergerak %i atas permukaan tanah %ekat %engan aliran utama %an %anauB makin lan%ai lahan %an makin se%ikit pori pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. "ir permukaan, baik $ang mengalir maupun $ang tergenang +%anau, (a%uk, ra(a,, %an sebagian air ba(ah permukaan akan terkumpul %an mengalir membentuk sungai %an berakhir ke laut. Proses per1alanan air %i %aratan itu ter1a%i %alam komponen komponen siklus hi%rologi $ang membentuk sistem Daerah "liran Sungai +D"S,. 3umlah air %i bumi se2ara keseluruhan relati) tetap, $ang berubah a%alah (u1u% %an tempatn$a. c, Pemanasan .lo!al

Pemanasan global a%alah a%an$a proses peningkatan suhu rata rata atmos)er, laut, %an %aratan bumi +9ikipe%ia, 200-,. Suhu rata rata global pa%a permukaan bumi telah meningkat 0.:. E 0.15 6 +1.** E 0.*2 >, selama seratus tahun terakhir. 0ntergo8ernmental Panel on 6limate 6hange +0P66, men$impulkan bah(a, Fsebagian besar peningkatan suhu rata rata global se1ak pertengahan aba% ke 20 kemungkinan besar %isebabkan oleh meningkatn$a konsentrasi gas gas rumah ka2a akibat akti8itas manusiaF melalui e)ek rumah ka2a. 4esimpulan %asar ini telah %ikemukakan oleh seti%akn$a *0 ba%an ilmiah %an aka%emik, termasuk semua aka%emi sains nasional %ari negara negara G5. "kan tetapi, masih ter%apat beberapa ilmu(an $ang ti%ak setu1u %engan beberapa kesimpulan $ang %ikemukakan 0P66 tersebut. Mo%el iklim $ang %i1a%ikan a2uan oleh pro1ek 0P66 menun1ukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.. 6 +2.0 hingga 11./ >, antara tahun 1--0 %an 2100. Perbe%aan angka perkiraan itu %isebabkan oleh penggunaan skenario skenario berbe%a mengenai emisi gas gas rumah ka2a %i masa men%atang, serta mo%el mo%el sensiti8itas iklim $ang berbe%a. 9alaupun sebagian besar penelitian ter)okus pa%a perio%e hingga 2100, pemanasan %an kenaikan muka air laut %iper kirakan akan terus berlan1ut selama lebih %ari seribu tahun (alaupun tingkat emisi gas rumah ka2a telah stabil. 0ni men2erminkan besarn$a kapasitas panas %ari lautan. Meningkatn$a suhu global %iperkirakan akan men$ebabkan perubahan perubahan $ang lain seperti naikn$a permukaan air laut, meningkat n$a intensitas )enomena 2ua2a $ang ekstrim, serta per ubahan 1umlah %an pola presipitasi. "kibat akibat pemanasan global $ang lain a%alah terpengaruh n$a hasil pertanian, hilangn$a gletser, %anpunah n$a berbagai 1enis he(an. Beberapa hal hal $ang masih %iragukan para ilmu(an a%alah mengenai 1umlah pemanasan $ang %iperkirakan akan ter1a%i %i masa %epan, %an bagaimana pemanasan serta perubahan perubahan $ang ter1a%i tersebut akan ber8ariasi %ari satu %aerah ke %aerah $ang lain. <ingga saat ini masih ter1a%i per%ebatan politik %an publik %i %unia mengenai apa, 1ika a%a, tin%akan $ang harus %ilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lan1ut atau untuk bera%aptasi terha%ap konsekuensi konsekuensi $ang a%a. Sebagian besar pemerintahan negara negara %i %unia telah menan%atangani %an merati)ikasi Protokol 4$oto, $ang mengarah pa%a pengurangan emisi gas gas rumah ka2a. '#A% TA P#$ATAA$ S(MB#' DA+A A'

Penataan sumber %a$a air merupakan per masalahan $ang men$angkut ban$ak pihak. 4arena itu, pengelolaan sumber %a$a air harus terpa%u %alam satu ren2ana. Mana1emen sumber %a$a air terpa%u a%alah suatu proses $ang mengintegrasikan pengelolaan air, lahan, %an sumber %a$a terkait lainn$a se2ara terkoor%inasi %alam rangka memaksimalkan resultan ekonomi %an kese1ahteraan sosial se2ara a%il tanpa mengorbankan keberlan1utan ekosistem $ang 8ital. Prinsip mana1emen terpa%u ini %ikembangkan sebagai respon terha%ap pola mana1emen sumber %a$a air $ang %iterapkan

selama ini $ang 2en%erung ter)ragmentasi sehingga berbagai kebi1akan %an program sektor sektor $ang terkait %engan persoalan sumber %a$a air sulit bersinergi. 4eterpa%uan ini men2akup %ua komponen besar $aitu sistem alami %an sistem manusia +buatan,. Pa%a komponen sistem alam, sekurangn$a ter%apat lima aspek pengelolaan $ang perlu %ipa%ukan, $aituA 1, 2, *, ., /, %aerah "ntara "ntara "ntara air hu1an %aerah kuantitas %engan air hulu %engan permukaan, %an %engan kualitas air ba88ah hilir air tanah

"ntara penggunaan lahan +lan% use, %engan pen%a$agunaan air +siklus hi%rologi, "ntara pengelolaan air ta(ar %engan air %i pantai

Se%angkan pa%a komponen sistem manusia, sekurangn$a a%a tiga aspek pengelolaan $ang memerlukan keterpa%uan, $aituA

1, 4eterpa%uan antar sektor %alam pembuatan kebi1akan %i tingkat nasional %an propinsi. 4eterpa%uan %alam aspek ini %iperlukan untuk mengintegrasikan antara kebi1akan pembangunan ekonomi %engan kebi1akan pembangunan sosial serta lingkungan hi%up. 2, 4eterpa%uan semua pihak $ang terkait +stakehol%er, %alam peren2anaan %an pengambilan keputusan. 4eterpa%uan %alam aspek ini merupakan elemen penting %alam men1aga keseimbangan %an keberlan1utan penggunaan air. !ealitasn$a, masing masing pihak $ang terkait menempatkan prioritas kepentingan $ang berbe%a be%a %an sering bertentangan satu sama lain. Dalam kaitan ini perlu %ikembangkan instrumen operasional untuk pen$elesaian kon)lik. *, 4eterpa%uan antar %aerah baik se2ara horisontal maupun se2ara 8ertikal. Dalam aspek ini ti%ak sa1a perlu a%a ke1elasan tentang pembagian (e(enang %an tanggung 1a(ab pengelolaan, tetapi perlu %ikembangkan pola ker1asama antar %aerah atas %asar saling menggantungkan %an saling menguntungkan. Dalam kaitan ini ter%apat beberapa elemen penting sumber %alam %a$a kerangka air pen%ekatan terpa%u, mana1emen $aituA

1, Pengelolaan D"S +9atershe% Management,, $ang meliputi penataan ruang %alam D"S +peren2anaan tata ruang, pengelolaan, %an pengen%alian peman)aatan ruang, terutama pengelolaan ka(asan lin%ung sumber air. 2, Pengelolaan 1aringan air %an sumber sumber air +9ater Sour2es Management,, $ang meliputi pengelolaan sungai, %anau, (a%uk, ra(a, mata air, 2ekungan air tanah, serta lingkungan %i sekitar sumber sumber air. *, Pengelolaan penggunaan air +9ater Use Management,, antara lain meliputi e)isiensi penggunaan air irigasi, sanitasi lingkungan, %an pengelolaan air limbah. Dalam bab ini, %ibahas mengenai kea%aan saat ini $ang merupakan potret %ari pengelolaan sumber %a$a air %i 0n%onesia, terutama %ikaitkan %engan perubahan iklim global. Dengan mengetahui gambaran $ang ter1a%i saat ini, %itun1ukkan implikasi permasalahan tersebut, khususn$a terha%ap pembangunan ekonomi nasional %an ketahanan nasional. Ber%asarkan berbagai hal ini, %ikenalilah permasalahan $ang %iha%api. Seluruh potret $ang ter1a%i saat ini selalu kembali pa%a permasalahan pokok pengelolaan sumber %a$a air %i %unia ini, $aitu terlalu se%ikit +too littleG, terlalu ban$ak +too mu2h, atau terlalu kotor +too %irt$,. Pa%a tahun 1--0 kebutuhan air %alam negeri a%alah sekitar *,16-Hl06 m*, se%angkan angka pro$eksi pa%a tahun 2000 %an 201/ berturut turut sebesar 6,11.Hl06 m* %an 5,-0*Hl06 m*.2 Berarti persentase kenaikann$a berkisar antara 10; per tahun +1--0 2000, %an 6,6:; per tahun +2000 201/,. Pulau 3a(a +$ang memiliki populasi %an 1umlah in%ustri tinggi,, Bali, %an ?usa Tenggara Timur telah mengalami %e)isit air terutama pa%a musim kemarau. De)isit air ini akan bertambah parah pa%a tahun tahun berikutn$a akibat pertambahan pen%u%uk %an meningkatn$a kegiatan ekonomi. Di sisi $ang lain, keterse%iaan air baku untuk berbagai keperluan untuk sektor permukimanC %omestik, pertanian, perikanan, peternakan, in%ustri %an lingkungan sangat bergantung kepa%a iklim, sehingga sangat rentan terha%ap perubahan iklim. Sarana penampung air +(a%uk, embung, %sb, $ang se2ara total berkapasitas tampung /; %ari aliran limpasan han$a mampu men1amin sekitar 10; +:00.000 ha, %ari luas total 1aringan irigasi $ang a%a. Se%angkan pen$e%iaan air bersih %engan sisteni pemipaan baru men2akup sekitar *:; %ari pen%u%uk perkotaan %an sekitar 5; untuk pen%u%uk pe%esaan. Sisan$a %ipenuhi %engan penggunaan air tanah terutama air tanah %angkal sehingga ra(an %ari aspek kuantitas %an kualitas terutama %i musim kemarau. 4ebutuhan air untuk in%ustri ban$ak %ipenuhi %ari pen$e%otan air tanah %alam karena pasokan air %ari permukaan ti%ak men2ukupi. Pen$e%otan air tanah $ang berlebihan +melebihi kapasitas pasokan, men$ebabkan penurunan muka tanah +lan% subsi%en2e, $ang men$ebabkan meluasn$a %aerah ra(an ban1ir %an intrusi air laut. Sebenarn$a, bila %itin1au %ari 2urah hu1an %i %aratan 0n%onesia, mestin$a 0n%onesia se2ara keseluruhan mempun$ai air $ang 2ukup melimpah. ?amun, air $ang melimpah ini tentu harus %ikelola %engan baik agar %apat %iperoleh %i tempat $ang memerlukan pa%a saat $ang tepat.

Dengan potret kon%isi saat ini seperti $ang %igambarkan %i atas, 0n%onesia %apat %ikatakan belum optimal %alam men$iapkan %iri kekurangan sumber %a$a air, khususn$a pa%a saat mengha%api perubahan iklim global. Pengaruh keti%aksiapan tersebut %apat %irasakan antara lain %ariA 1, 0ne)isiensi ekonomi, karena permintaan 1asa pela$anan air kian meningkat, sementara itu %i berbagai tempat ter1a%i kelangkaan atau keterbatasan air $ang bersih %an sumber %a$a )inansial. Dalam situasi seperti itu, e)isiensi ekonomi penggunaan air harus men1a%i 2, 4eti%aka%ilan akess terha%ap air bersih %an sanitasi. "ir a%alah salah satu kebutuhan %asar $ang mutlak %iperlukan oleh setiap orang, kerena itu semua orang perlu %ise%iakan akses memperoleh air $ang bersih %an sanitasi $ang mema%ai untuk memenuhi kebutuhan pokok hi%up sehat %an tetap pro%ukti). *, 4eraguan terha%ap keberlan1utan )ungsi lingkungan hi%up. Pen%a$agunaan sumber%a$a air ti%ak han$a menge1ar kepentingan ekonomi 1angka pen%ek, tetapi harus memperhatikan kepentingan generasi men%atang. Dengan melihat akibat keti%aksiapan 0n%onesia %alam penataan sumber %a$a air %alammengha%api perubahan iklim global tersebut, akan sulit me(u1u%kan kebi1akan $ang men%orong pertumbuhan ekonomi +pro gro(th,, pen$e%iaan lapangan ker1a +pro 1ob, %an pengentasan kemiskinan +pro poor,. Pa%ahal ke tiga hal tersebut a%alah %asar bagi pertumbuhan pembangunan ekonomi nasional. Pembangunan ekonomi nasional $ang %ilemahkan oleh keti%aksiapan penataan sumber%a$a air %alam mengha%api perubahan iklim global, pa%a akhirn$a akan membuat ra(an kon%isi ketahanan nasional. Melihat gambaran sumber %a$a air %i atas %an men2ermati perubahan iklim global, kon%isi saat ini %ari penataan sumber %a$a air %alam mengha%api perubahan iklim global %apat %irumuskan sebagai berikutA a. @emahn$a mana1emen +pengelolaan, sumber %a$a air terpa%u

Saat ini instansi pemerintah $ang terlibat menangani sumber %a$a air a%alah 4ementerian PU, 4ementerian Pertanian, 4ementerian 4ehutanan, 4ementerian 4esehatan, 4ementerian @< %an Pem%a. Seperti telah tergambarkan sebelumn$a, pengelolaan sumber %a$a air bersi)at lintas sektoral, antar (ila$ah %an antar (e(enang. Masing masing instansi, sesuai tugas pokok %an )ungsin$a, mengelola sumber %a$a air se2ara sektoral %an belum terpa%u, sehingga keluaran hasil pengelolaan %ari tiap sektor belum optimal. <al ini mengakibatkan kiner1a pengelolaan sumber %a$a air belum %apat %ikatakan baik, terbukti %engan masih sering ter1a%i ban1ir,kekeringan, %aerah tangkapan air gun%ul %an kritis, sungai kotor, %an kurangn$a pen$e%iaan air baku untuk keperluan

rumah tangga, in%ustri %an irigasi. Permasalahan ini akan semakin nampak 1ika keterse%iaan air %ikaitkan %engan kesiapan mengha%api perubahan iklim global. b. Belum matangn$a ren2ana antisipasi %ampak perubahan iklim global terha%ap sumber %a$a air Meskipun perubahan iklim a%alah masalah global, namun akibatn$a sangat lokal. <asil %ialog I perubahan iklim global $ang %iprakarsai PBB %alamJ (u1u% U?>666 +Unite% ?ations >rame(orkK 6on8ention on 6limate 6hange 4erangka 4er1al PBB tentang Perubahan 0klim, telah menghasilkanJ suatu pan%uan bagi negara berkembang %alan men$usun ?"P" +?ational "%aptation Progran o) "2tion,. Di 0n%onesia, langkah ini %i2anang %alam !en2ana "ksi ?asional %alam Mengha% Perubahan 0klim +!"? M"P0, $ang %ikoor%inasil oleh 4ementerian @<. ?amun, ban$ak hal termasuk kesiapan %ata spasial %an non spasial $ang perlu %ilakukan agar !"? M"P0 ini %apat %iterapkan. Sean%ain$a !"? M"P0 ini %apat %i1a%ikan pegangan bersama, pihak internasional akan membantu men%anai penerapann$a. 2. 4urangn$a bu%a$a hemat air

4arena air itu karunia Tuhan, masih ban$ak anggapan %i raas$arakat bah(a keterse%iaann$a akan a%a sepan1ang (aktu. Pa%ahal, tanpa pengelolaan sumber %a$a air $ang baik %an bu%a$a hemat air, keterse%iaan air akan selalu ekstrim, %alam arti pa%a suatu (aktu air melimpah %alam bentuk ban1ir %an pa%a (aktu $ang lain, air bersih men1a%i langka. Menurut sur8ei $ang %ilakukan oleh British 6oun2il %alam harian 4ompas 16 "gustus 200-, hampir seluruh pela1ar %an mahasis(a $ang %i1a%ikan respon%en belum mengetahui %ampak perubahan iklim global. <al ini menun1ukkan bah(a masih ban$ak mas$arakat $ang belum men$a%ari perubahan iklim %an %ampakn$a, apalagi akibatn$a terha%ap sumber %a$a air. ST!"T'G0 D"? UP"&"

Se2ara spesi)ik strategi merupakan 1abaran tentang siapa berbuat apa, %engan )ormulasi means (a$s en% agar merupakan strategi $ang realistis %an mu%ah %irealisasikan. Strategi $ang %ikemukakan untuk melaksanakan kebi1aksanaan a%alah sebagai berikutA Strategi 1A Meningkatkan pengelolaan sumber %a$a air %engan 2ara memperkuat koor%inasi antar sektor %an pemangku kepentingan sumber %a$a air Strategi 2A Memantabkan peren2anaan %an pelaksanaan antisipasi %ampak perubahan iklim global %alam pengelolaan sumber %a$a air %engan pengambilan %ata $ang akurat %an pena)sirann$a serta pen$usunan ren2ana %an pelaksanaann$a Strategi *A Membu%a$akan hemat air pa%a seluruh lapisan mas$arakat melalui regulasi %an sosialisasi Menga2u pa%a strategi %an upa$a upa$a $ang %isusun sebagai a2uan kegiatan operasional

ber%asarkan

konsepsi

masing masing

strategi

a%alah

sebagai

berikutA

Men%ukung Strategi 1A Meningkatkan pengelolaan sumber %a$a air %engan 2ara memperkuat koor%inasi antar sektor %an pemangku kepentingan sumber %a$a air Upa$a Upa$aA a, 4ementerian PU, Pertanian, 4ehutanan, Pem%a %an 4ementerian @< men$usun Pola %an !en2ana Pengelolaan Sumber Da$a "ir %i tiap (ila$ah sungai sebagai ren2ana in%uk pengembangan sumber %a$a air %i (ila$ah sungai $ang bersangkutan %an men1a%i a2uan untuk pen$usunan program sektor %i bi%ang sumber %a$a air b, @emhannas menga%akan sosialisasi %an %iklat tentang sismennas pa%a 4ementerian PU, Pertanian, 4ehutanan, 4ementerian @< %an Pem%a sebagai langkah a(al penerapan sismennas %alam bi%ang sumber %a$a air $ang %apat %igunakan sebagai tolok ukur keterpa%uan antar sektor, antar (ila$ah, antar pusat %an pemerintah %aerah 2, 4ementerian PU, Pertanian, 4ehutanan, 4ementerian @< %an Pem%a membentuk kelompok ker1a untuk men$usun ren2ana tin%ak penerapan sismennas untuk masing masing sektor bi%ang sumber %a$a air %, 4ementerian PU, Pertanian, 4ehutanan, 4ementerian @< %an Pem%a menerapkan sismennas bi%ang sumber %a$a air sesuai %engan tupoksi instansin$a masing masing e, 4ementerian PU, Pertanian, 4ehutanan, 4ementerian @< %an Pem%a men$usun, melaksanakan, memantau %an menge8aluasi program peningkatan kapasitas kelembagaan masing masing $ang %itu1ukan untuk meningkatkan kompetensi %an kiner1a instansi %i bi%ang sumber %a$a air sesuai %engan tupoksin$a masing masing ), 4ementerian PU membentuk %e(an sumber %a$a air tingkat nasional %an tingkat (ila$ah sungai $ang men1a%i ke(enangann$a. Pemerintah Daerah membentuk %e(an sumber %a$a air sesuai %engan ke(enangann$a, sebagai )orum koor%inasi bagi para pemangku kepentingan bi%ang sumber %a$a air. Men%ukung Strategi 2A Memantabkan peren2anaan %an pelaksanaan antisipasi %ampak perubahan iklim global %alam pengelolaan sumber %a$a air %engan pengambilan %ata $ang akurat %an pena)sirann$a serta pen$usunan ren2ana %an pelaksanaann$a Upa$a Upa$aA a, 4ementerian Peker1aan Umum menga%akan in8entarisasi tempat pengambilan air baku %an irigasi b, 4ementerian Peker1aan Umum menga%akan in8entarisasi Daerah "liran Sungai, %anau, situ, embung, %an (a%uk beserta semua permasalahan 2, 4ementerian Peker1aan Umum %an Bakosurtanal melakukan pemetaan sumber %a$a

air, %aerah resapan %an men$usun basis %ata sumber %a$a air berbasis (eb sehingga mas$arakat %apat ikut serta men1aga sumber%a$a air %, 4ementerian Peker1aan Umum melakukan in8entarisasi %ata 1aringan irigasi beserta kea%aan sebenarn$a e, Ba%an 4limatologi, Meteorologi %an Geo)isika +BM4G, %an 4ementerian @ingkungan <i%up memberikan in)ormasi prakiraan 2ua2a %an iklim $ang e)ekti) sehingga %apat mengurangi resiko kekeringan %an ban1ir ), 4ementerian PU, Pertanian, 4ehutanan, 4ementerian @< %an Pem%a men$usun !en2ana "ksi ?asional Mitigasi %an "%aptasi Perubahan 0klim +!"? M"P0, %i bi%ang sumber %a$a air sesuai %engan tupoksi instansin$a masing masing g, Pemerintah Daerah melakukan penetapan nera2a keterse%iaan air tanah %alam !T!9 4abupaten %an 4ota h, 4ementerian Peker1 aan Umum %an 4ementerian 4esehatan melakukan e8aluasi stan%ar% nasional kebutuhan air rumah tangga %an in%ustri i, Pemerintah Daerah, 4ementerian PU %an aparat penegak hukum memastikan ketaatan terha%ap peraturan larangan membangun pa%a %aerah resapan air $ang su%ah %in$atakan %alam !T!9 4abupaten %an 4ota 1, 4ementerian Peker1aan Umum membangun baru %an memperbaiki 1aringan hi%rologi %i tiap sumber air, baik sebagai perangkat pengelolaan air maupun pen%eteksi perubahan keterse%iaan air k, 4ementerian Peker1aan Umum melaksanakan program re8italisasi situ, embung %an (a%uk sebagai tempat penampungan air pa%a musim hu1an untuk %iman)aatkan pa%a musim kemarau 1, Pemerintah Daerah, 4ementerian Dalam ?egeri, 4ementerian Peker1aan Umum %an 4ementerian 4ehutanan meningkatkan %a$a %ukung D"S %engan men2egah %an kerusakan %an memperbaiki %aerah konser8asi lahan, baik %engan meto%e mekanis +misal pembuatan terasering %an sumur resapan, maupun 8egetati) m, 4ementerian Peker1aan Umum %an Pemerintah Daerah meningkatkan %a$a tampung sungai, memperlambat la1u aliran %an meresapkan air ke %alam tanah n, 4ementerian 4euangan %an Bappenas bersama sama %engan 4ementerian Peker1aan Umum menghitung anggaran %an meren2akan alokasi anggaran o, 4ementerian Peker1aan Umum men$esuaikan pola operasi %an pemeliharaan (a%uk

%engan

intensitas

hu1an

p, Pemerintah Daerah %an 4ementerian Peker1aan Umum menerapkan sistem satu sungai satu pengelolaan untuk mempermu%ah koor%inasi L, Pemerintah Daerah %an 4ementerian Peker1aan Umum beserta aparat penegak hukum memastikan bah(a sumur resapan memang su%ah %ibangun sesuai %engan peraturan r, Pemerintah Daerah, 4ementerian PU %an 4ementerian P BUM? memberikan bantuan teknis pen$ehatan mana1emen PD"M s, 4ementerian !istek %an 4ementerian Diknas men%orong %ilakukann$a penelitian geohi%rologi untuk mengetahui 2ekungan 2ekungan air tanah sebagai %asar pembangunan situ, %anau %an %aerah resapan air. t, 4ementerian !istek %an 4ementerian Diknas men%orong %ilakukann$a penelitian $ang %apat meman)aatkan air laut men1a%i air minum u, 4ementerian !istek %an 4ementerian Diknas men%orong %ilakukann$a penelitian %alam bi%ang 8, %aur ulang air

4ementerian PU %an 4ementerian Diknas melakukan pen%i%ikan %an latihan %alam %an mana1emen air tanah

konser8asi

(, 4ementerian !istek, 4ementerian PU %an 4ementerian Diknas men%orong %ilakukann$a penelitian %alam penelitian %aerah ra(a Men%ukung Strategi *A Membu%a$akan hemat air pa%a seluruh lapisan mas$arakat melalui regulasi %an sosialisasi. Upa$a Upa$aA a, 4ementerian 4omin)o melakukan kampan$e gerakan hemat air untuk segala keperluan, seperti air minum %an rumah tangga, pertanian, %an in%ustri b, 4ementerian 4omin)o melakukan kampan$e e)isiensi air tanah %an pembuatan resapan air hu1an in%i8i%ual 2, 4ementerian 4omin)o %an 4ementerian PU melakukan kampan$e nasional pen$elamatan sumber %a$a air %an tanah %, 4ementerian Pertanian menga%akan pelatihan kepa%a petani tentang bu%i%a$a

pertanian $ang berbasis konser8asi lahan %an air %an melakukan pen%ampingan %an pembinaan teknis kepa%a petani $ang telah menerapkan bu%i%a$a pertanian berbasis konser8asi lahan %an air e, 4ementerian PU menga%akan pelatihan tentang kelestarian, pengelolaan sumber air %an peman)aatan air kepa%a mas$arakat $ang %itu1ukan untuk men1aga keberlan1utan sumber air serta peningkatan e)isiensi %an e)ekti)itas peman)aatan air. ), 4ementerian PU, B?PB +Ba%an ?asional Penanggulangan Ben2ana, %an Pem%a melakukan sosialisasi %an pelatihan kesiap siagaan kepa%a mas$arakat %alam mengha%api ben2ana $ang %iakibatkan oleh %a$a air atau akibat %ampak perubahan iklim

g, 4ementerian PU, Pertanian, 4ehutanan, 4ementerian @< %an Pem%a melibatkan partisipasi mas$arakat %alam pen$usunan, pelaksanaan %an pemantauan serta e8aluasi program sektor pa%a bi%ang sumber %a$a air h, 4ementerian PU %an 4esehatan melakukan pelatihan tentang pen$e%iaan %an pengolahan air bersih untuk keperluan %omestik %an kegiatan sanitasi $ang %itu1ukan untuk meningkatkan kesehatan mas$arakat %an lingkungan

4'S0MPU@"? Menga2u pa%a uraian, ulasan, analisis, serta esensi untuk penataan sumber %a$a air %alam mengha%api perubahan iklim global, %apat %ikemukakan beberapa kesimpulan $aituA a, Penataan sumber %a$a air merupakan suatu langkah $ang harus se2ara bersama sama %ilakukan oleh segenap komponen bangsa. Masa %epan bangsa %alam hal pen2apaian kese1ahteraan umat manusia akan sangat terkait %engan pengelolaan sumber %a$a air pa%a saat ini %an %i masa $ang akan %atang. Sumber %a$a air a%alah komo%itas utama %i muka bumi $ang akan mempengaruhi kualitas kehi%upan. Sumber %a$a air $ang 1uga merupakan )aktor utama pa%a perubahan iklim global pa%a saat ini %alam kea%aan kritis karena peman)aatann$a ti%ak sesuai %engan konsep pembangunan $ang berkelan1utan. b, Penataan sumber %a$a air $ang tepat akan menempatkan air sebagai )aktor utama proses in%ustri $ang keterse%iaann$a %apat %ian%alkan. 4ean%alan %alam keterse%iaan air pa%a gilirann$a %apat men%ukung pembangunan %i segala sektor, khususn$a sektor perekonomian. Dengan ter%ukungn$a perekonomian, maka pen%apatan mas$arakat %an negara %apat meningkat. <al ini pa%a gilirann$a akan memperkokoh ketahanan nasional. 2, Proses penataan sumber %a$a air berkaitan %engan beberapa hal $ang %ampakn$a 1uga %apat mengen%alikan perubahan iklim global. <al hal $ang berkaitan tersebut %i antaran$a a%alah konser8asi hutan, konser8asi sumber %a$a ha$ati %an non ha$ati $ang

akan mengurangi e)ek rumah ka2a se2ara lokal, regional %an nasional. 4onser8asi hutan se2ara umum %ikenal %engan penghi1auan hutan sehingga sumber air %apat terus mempro%uksi air. %, Penataan sumber %a$a air 1uga berkaitan %engan usaha penanggulangan pen2emaran lingkungan. Pen2emaran ini biasan$a %ilakukan pa%a aliran sungai atau tempat tan%on air lainn$a seperti (a%uk, situ %an ben%ungan. Proses penanggulangan ini terkait usaha untuk mengolah air limbah baik limbah in%ustri maupun limbah %omestik serta penanganan sampah perkotaan. Peran akti) mas$arakat, sektor usaha %an pemerintah sangat %iperlukan agar kualitas lingkungan hi%up men1a%i baik %imasa $ang akan %atang. S"!"? <utan merupakan salah satu S4" $ang sangat penting sebagai mo%al pertumbuhan ekonomi +resour2e base% e2onom$, %an sekaligus sebagai penopang sistem kehi%upan +li)e support s$stem,B namun pa%a saat $ang sama sektor kehutanan 1uga mengha%api persoalan $ang sangat berat %an kompleks, baik berupa kerusakan +%egra%asi,, pen$usutan +%eplesi,, maupun keterbatasan pengelolaann$a. 4e %epan, pemerintah harus memusatkan perhatiann$a pa%a upa$a upa$a konser8asi, pen1agaan, %an pemeliharaan hutan alam %an hutan tropis $ang masih tersisa %an rehabilitasi terha%ap ka(asan hutan $ang rusak. Berkaitan %engan sektor kehutanan ini, semua pemangku kepentingan bi%ang sumber %a$a air ini perlu bersungguh sungguh mengupa$akan kebi1akan 2arbon tra%ing %apat segera %iterapkan. <al ini penting, mengingat besarn$a potensi %ana $ang %apat %iperoleh, sehingga %apat %igunakan untuk pelaksanaan program program konser8asi. Pemerintah bersama sama %engan sektor s(asta %an mas$arakat %engan komitmen $ang tinggi harus menata penggunaan sumber%a$a air. Penataan sumber%a$a air ini %apat berupa kegiatanA a, b, 2, %, e, 4omunikasi Publi2 %an koor%inasi tentang publik sarana pera(atan masa untuk pengolahan sarana peren2anaan %epan $ang pembangunan berkualitas lingkungan %an sampah air

2ampaign

Pen%i%ikan Pembangunan Pembuatan %an

kesa%aran limbah konser8asi

sumber%a$a

/0urnal Pem!angunan Daerah &'*' Edisi '*/humasristek,

,isi Misi dan Arah Pembangunan &ab.&"tim

SEKILAS KOTIM Kabupaten Kotawaringin Timur dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 27 Tahun 1959 tentang Penetapan Undang-undang Darurat Nomor Kotawaringin Timur dengan ibukota $ampit. %en&ana Pembangunan 'angka Pan(ang Daerah )%P'PD* Kabupaten Kotawaringin Timur diper"ukan sebagai arah dan pedoman pembangunan# sebagaimana diamanatkan da"am Undang-undang Nomor 25 Tahun 2++, tentang $istem Peren&anaan Pembangunan dan Undang-undang Nomor Tahun 2++, tentang Pemerintahan Daerah. %P'PD Kabupaten Kotawaringin Timur# merupakan dokumen peren&anaan pembangunan daerah untuk periode dua pu"uh tahun# -ang se"an(utn-a digunakan sebagai a&uan da"am pen-usunan %en&ana Pembangunan 'angka .enengah Daerah )%P'.D* untuk setiap (angka waktu "ima tahun# -ang di"an(utkan dengan %en&ana Ker(a Pemerintah Daerah untuk (angka waktu satu tahun. %P'PD bersi/at makro -ang memuat 0isi# misi# dan arah pembangunan (angka pan(ang daerah. Da"am proses pen-usunann-a# %P'PD Kabupaten Kotawaringin Timur menga&u kepada %P'P Pro0insi Ka"imantan Tengah dan %P'P Nasiona"# sehingga arah pembangunan (angka pan(ang Kabupaten Kotawaringin Timur seirama dengan arah pembangunan Pro0insi Ka"imantan Tengah maupun dengan arah pembangunan nasiona". $esuai $urat 1daran .enteri Da"am Negeri Nomor +5+22+2+2$( tangga" 11 3gustus 2++5 tentang Petun(uk Pen-usunan Dokumen %P'PD dan %P'.D# proses pen-usunan %P'PD dimu"ai dengan men-iapkan ran&angan %P'PD untuk mendapatkan gambaran awa" dari 0isi dan misi# dan arah pembangunan daerah. $e"an(utn-a di"aksanakan .usrenbang 'angka Pan(ang Daerah untuk mendapatkan masukan dan komitmen dari se"uruh pemangku kepentingan )stakeholder* terhadap %an&angan %P'PD. 4asi" .usrenbang kemudian men(adi bahan memperbaiki %an&angan %P'PD men(adi %an&angan 3khir %P'PD. %an&angan 3khir %P'PD beserta "ampirann-a disampaikan kepada Dewan Perwaki"an %ak-at Daerah )DP%D* untuk dibahas dan ditetapkan men(adi Peraturan Daerah tentang %P'PD. 2 Tahun 195 tentang Pembentukan Daerah Tingkat !! di Ka"imantan# termasuk Kabupaten

Tu(uan pen-usunan %P'PD sebagai pedoman dan men(adi arahan da"am men-usun %en&ana pembangunan 'angka .enengah se"ama 2+ tahun ke depan. Dengan adan-a %P'P ini diharapkan setiap kepa"a daerah memi"iki arah pembangunan -ang konsisten karena menga&u kepada %P'P.

5andasan hukum bagi pen-usunan %P'P Daerah ini ada"ah6 Pembukaan Undang-Undang Dasar 19,5 a"inea ke-, -ang berbun-i6 me"indungi segenap bangsa !ndonesia dan se"uruh tumpah darah !ndonesia dan untuk mema(ukan kese(ahteraan umum# men&erdaskan kehidupan bangsa dan ikut me"aksanakan ketertiban dunia -ang berdasarkan kemerdekaan# perdamaian abadi# dan keadi"an sosia". Undang-Undang No. 27 Tahun 1959 tentang Penetapan Undang-undang Darurat Nomor Ka"imantan. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2++2 tentang Pembentukan Kabupaten Katingan# Kabupaten $eru-an# Kabupaten $ukamara# Kabupaten 5amandau# Kabupaten 7unung .as# Kabupaten Pu"ang Pisau# Kabupaten .urung %a-a dan Kabupaten 8arito Timur di Pro0insi Ka"imantan Tengah. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2++, tentang $istem Peren&anaan Pembangunan Nasiona". Undang-Undang No. 2 Tahun 2++, tentang Pemerintahan Daerah $urat 1daran .enteri Da"am Negeri Nomor 5+ 2 2+2+ 2 $' tangga" 11 3gustus 2++5 tentang Petun(uk Pen-usunan Dokumen %P'P Daerah dan %P'. Daerah. Peraturan Daerah Pro0insi Ka"imantan Tengah Nomor 11 Tahun 2++5 tentang Tata 9ara Pen-usunan Peren&anaan Pembangunan Daerah dan Pe"aksanaan .usrenbang Pro0insi Ka"imantan Tengah. Peraturan Daerah Pro0insi Ka"imantan Tengah Nomor 12 Tahun 2++5 tentang %en&ana Pembangunan 'angka Pan(ang Daerah )%P'PD* Pro0insi Ka"imantan Tengah Tahun 2++:-2+25. Tahun 195 tentang Pembentukan Daerah Tingkat !! di

%P'P Daerah merupakan arah bagi semua peren&anaan dibawahn-a# termasuk %P'. Daerah -ang disusun setiap "ima tahun. %P'P Daerah Kabupaten

Kotawaringin Timur disusun dengan memperhatikan %en&ana Pembangunan 'angka Pan(ang Nasiona"# %en&ana Tata %uang wi"a-ah Nasiona"# %en&ana Tata %uang Pro0insi Ka"imantan Tengah# dan %en&ana Tata %uang ;i"a-ah Kabupaten Kotawaringin Timur. Tetapi (ika dokumen-dokumen peren&anaan ini be"um ada atau be"um disahkan da"am bentuk Peraturan Daerah# maka %P'PD tetap disusun berdasarkan ana"isa kondisi dan mus-awarah dengan para pemangku kepentingan )stakeholder*.

Visi

8erdasarkan kondisi Kabupaten Kotawaringin Timur dan tantangan -ang dihadapi da"am 2+ tahun kedepan# 0isi pembangunan Kabupaten Kotawaringin Timur tahun 2++5-2+25 ada"ah6 Demokratis, Adil, Maju, Aman, Indah-Lestari, Mandiri, Taq a, !ro"esional# Disingkat men(adi .otto Damai dan Manta$ <isi Kabupaten Kotawaringin Timur diatas merupakan harapan -ang ingin di&apai dengan memperhatikan posisi Kabupaten di tengah Pro0insi Ka"imantan Tengah -ang strategis da"am perdagangan dan (asa regiona" dan potensi -ang dimi"iki. Dari isu strategis pada bab sebe"umn-a# Kotawaringin Timur masih tertingga" da"am bidang ekonomi# pendidikan# kesehatan# serta pen-ediaan sarana dan prasarana# (ika kondisi -ang ma(u merupakan sa"ah satu tu(uan -ang ingin di&apai. $uatu daerah disebut makmur (ika memi"iki pendapatan rata-rata perkapita -ang tinggi. Daerah -ang makmur (uga ditandai dengan kemampuan daerah tersebut mengo"ah hasi" pertaniann-a me"a"ui kegiatan industri sehingga ter&ipta ni"ai tambah produk dan mendorong pengembangan ekonomi. Kabupaten perkapita terbuka Kotawaringin -ang "ebar. tinggi dan Timur diharapkan mampu memberikan Da"am (um"ah kese(ahteraan bagi mas-arakatn-a -ang diukur dari tingkat pendapatan ter(adin-a (uga pemeratan di"ihat pendapatan. dari ke&i"n-a mas-arakat -ang se(ahtera# tingkat pengangguran ke&i" dan "apangan ker(a Kese(ahteraan dapat penduduk miskin. 'ika saat ini terdapat rumah penduduk miskin seban-ak

+#,,=

maka

mas-arakat

-ang

se(ahtera

dapat

mengurangi

angka

kemiskinan tadi men(adi "ima persen atau kurang. Kese(ahteraan akan di&apai (ika ter(adi keadi"an sosia" ekonomi bagi se"uruh mas-arakat Kotawaringin Timur. Pemerataan pembangunan ter(adi bukan han-a pada pembangunan /asi"itas permukiman antar ibukota ke&amatan# tetapi (uga keadi"an da"am mendapatkan /asi"itas sosia" dan sarana prasarana. Diharapkan semua permukiman mendapatkan pe"a-anan air bersih# "istrik# dan persampahan. Kead"i"an harus mampu di"aksanakan pada semua aspek kehidupan dengan tidak ada diskriminasi da"am mendapatkan pe"a-anan. 5estari berarti mempertahankan kondisi idea" -ang pernah ada. 5estari di bidang "ingkungan hidup berarti me"akukan pembangunan -ang berwawasan "ingkungan. Ka"imantan Tengah disoroti o"eh dunia da"am ha" kerusakan "ingkungan seperti penggundu"an hutan akibat illegal logging# serta kebakaran hutan dan "ahan -ang men-ebabkan ben&ana asap. Da"am kehidupan sosia"# "estari ada"ah mempertahankan tradisi "uhur dari nenek mo-ang. 8uda-a dan kesenian tradisiona" diharapkan dapat menangka" pengaruh buda-a buda-a setempat asing -ang -ang negati/ dan men(adi "oka"# sumber inspirasi pengembangan kebuda-aan di masa -ang akan datang. Ni"ai-ni"ai positi/ dari merupakan keari/an men-e"araskan pembangunan dengan "ingkungan serta men(adi identitas daerah. Demokratis memi"iki arti bahwa semua orang memi"iki hak untuk memberikan pendapatn-a. Da"am sistem demokrasi sebenarn-a rak-at"ah -ang memerintah. $edang pemerintahan -ang dibentuk pada dasarn-a ada"ah me"aksanakan mandat rak-at. Pro/esiona" memi"iki arti pe"a-anan pegawai -ang e/ekti/ dan e/isien serta men(un(ung tinggi asas keah"ian# ketrampi"an dan good governance. Dengan pro/esiona"isme -ang tinggi ini diharapkan Kabupaten Kotawaringin Timur akan berkembang dengan baik di masa depan. Pada akhirn-a# awa" dari semua perbaikan diharapkan memberi dampak pada keamanan. Da"am mas-arakat -ang se(ahtera# ma(u# adi"# dan demokratis angka ke(ahatan akan menurun dan keamanan akan ter&apai. 8eriman dan berta>wa berarti bahwa penduduk Kotawaringin Timur mampu beker(a dengan baik dengan me"aksanakan prinsip-prinsip beragama -ang benar sehingga peri"akun-a di"andasi o"eh ni"ai-ni"ai agama -ang dianutn-a.

!mp"ementasi dari 0isi tersebut dapat di(abarkan sebagai6 Terwu(udn-a Kabupaten Kotawaringin Timur -ang demokratis da"am bidang po"itik# sosia" buda-a #supremasi hukum# penegakan hak asasi manusia# terwu(udn-a rasa aman bagi mas-arakat. Terwu(udn-a Kabupaten Kotawaringin Timur -ang ma(u# adi"# dan makmur me"a"ui pembangunan sarana dan prasarana# sumberda-a manusia -ang berkua"itas# dan terbangunn-a struktur perekonomian -ang kokoh. Tinggi dan meratan-a tingkat pendapatan mas-arakat sehingga men&apai kese(ahreaan -ang diinginkan. $umberda-a a"am -ang terus dipe"ihara dan diman/aatkan untuk mempertahankan ni"ai tambah dan meningkatkan da-a saing. 'aringan transportasi -ang mampu men(angkau ke perdesaan.

Kajian Pengembangan Teknologi Pertanian Spesifik Wilayah Mendukung Program Pemberdayaan Masyarakat di Wilayah Lombok-NTB Kupang-NTT dan Kendari Sula!esi Tenggara
Thu, 06C11C200- 11A1. J a%min "rie Su%ar$anto, Sa8itri D(ikr, Su%irman, '%i 3unae%i, ?an%ang 3aenu%in, Bambang Tri$anto, "%e <erman, !ima 4umalasari, 9inar$o, Sopian 4a1ian penerapan teknologi spesi)ik (ila$ah %ilaksanakan %i * propinsi $akni ?usa Tenggara Timur, ?usa Tenggara Barat %an Sula(esi Tenggara. Propinsi ?usa Tenggara Timur, %i(akili oleh . kabupaten $akni "lor, Belu, 4upang, Timor Tengah Utara, %an 1 (ila$ah 4ota 4upang. Se%angkan (ila$ah ?TB %i(akili oleh 4abupaten @ombok Barat, Tengah %an DompuB sementara Propinsi Sula(esi Tenggara han$a oleh 2 kabupaten $akni Muna, 4ona(e %an 4ota 4en%ari. Sumber %ata %an in)ormasi a%alah %inas instansi terkait $ang memberikan kontribusi berupa %ata sekun%er, 1uga in)ormasi implementasi program penerapan teknologi $ang men1a%i misi pemerintah %aerah. Data primer %iperoleh %ari respon%en terpilih, $akni mereka $ang pernah berpartisipasi %alam kegiatan penerapan teknologi $ang %i)asilitasi oleh @0P0, khususn$a Balai Besar Pengembangan Teknologi Tepat Guna. Baik %alam kerangka ker1asama %engan Pemerintah Daerah setempat atau pun %i %alam alur program @0P0 sen%iri. Bi%ang teknologi $ang men1a%i sasaran ka1ian a%alah A pertanian, non pertanian $ang men2akup perbengkelan %an kera1inan, pengolahan pangan %an teknologi terkait %engan pemenuhan kebutuhan %asar manusia atau butsarman. !espon%en meliputi pengguna teknologi %an 1uga instansi penerap teknologi. Se2ara umum, 1umlah respon%en %i * propinsi sasaran ka1ian +?usa Tenggara Timur, ?usa Tenggara Barat %an Sula(esi Tenggara, a%alah 1/- termasuk *: lembaga pemerintah $ang men$elenggarakan kegiatan pemas$arakatan teknologi melalui berbagai mo%a. /: respon%en %iantaran$a, atau *6Miantaran$a a%alah mereka $ang bergerak %i bi%ang pengolahan pangan %an ./ %iantaran$a atau 25Mi bi%ang pertanian. Di (ila$ah Sula(esi Tenggara, pokok perhatian han$a %itu1ukan pa%a kegiatan pengolahan pangan. <al ini terkait %engan bi%ang pokok kegiatan penerapan teknologi $ang %iselenggarakan oleh @0P0 %i (ila$ah tersebut. Pa%a umumn$a, kegiatan usaha berbasis teknologi %i bi%ang pangan, perbengkelan, kera1inan $ang men1a%i akti8itas sehari hari mereka merupakan kegiatan relati) baru, %imana sumber teknologin$a a%alah lembaga pemerintah atau pun non pemerintah $ang men$elenggarakan kegiatan %iseminasi teknologi. @ain haln$a %engan kegiatan pertanian $ang pengetahuan %an keterampilan n$a %iperoleh se2ara turun temurun, ke2uali untuk ino8asi terbaru, seperti misaln$a peman)aatan peralatan mekanisasi pertanian %an tanaman baru. Bilamana %ilihat %ari tingkat pen%i%ikan, mereka $ang bergerak %i kegiatan usaha pengolahan pangan %i%ominasi lulusan SM", se%angkan pertanian %an non pertanian +perbengkelan %an kera1inan, %i%ominasi oleh SDM $ang berpen%i%ikan rata rata Sekolah Dasar. >enomena ini se2ara )aktual %itemukan %i berbagai (ila$ah ka1ian. Pa%a ken$ataann$a, proses pengolahan pangan memang membutuhkan kemampuan pemahaman teknologi $ang lebih tinggi %iban%ingkan %engan kegiatan pertanian. "kan tetapi sebetuln$a ti%ak %emikian hal n$a %engan bi%ang perbengkelan %an se1enisn$a $ang tergolong non pertanian. Perbe%aan tingkat pen%i%ikan pengguna teknologi %i berbagai bi%ang ini nampakn$a karena umumn$a pengguna teknologi %i bi%ang teknologi pangan a%alah mereka $ang meman)aatkan teknologi tersebut sebagai penun1ang usaha ekonomi. Sehubungan %engan permasalahan SDM pengguna teknologi, ketepatan pemilihan 2alon pengguna teknologi pun men1a%i salah

satu )aktor penting $ang menentukan keberhasilan penerapan teknologi %an keberlan1utan peman)aatan teknologi tersebut. Selain ketepatan pemilihan kelompok pengguna teknologi, khusus bagi teknologi $ang potensial %iman)aatkan untuk kepentingan komunitas, maka pentingn$a teknologi tersebut haruslah %isepakati bersama terlebih %ahulu. 4asus pen$e%iaan air bersih %i 4abupaten Belu, ?TT %an @ombok Tengah, ?TB misaln$a a%alah gambaran $ang rele8an. Pihak pen$e%ia teknologi harus beker1a sama %engan lembaga mas$arakat lokal guna memperoleh, ti%ak han$a kesepakatan instalasi, akan tetapi 1uga pen$iapan organisasi $ang kelak bertanggung 1a(ab terha%ap pengelolaan lan1ut instalasi teknologi tersebut. 4etika penerapan teknologi akan berkaitan %engan kepentingan mas$arakat ban$ak, maka penting untuk %i1a%ikan a2uan bah(a keberlan1utan perolehan man)aat teknologi sangat tergantung pa%a se1auh mana mas$arakat berpartisipasi %i %alam n$a. Partisipasi mas$arakat $ang tinggi %itun1ukkan oleh komunitas Desa @oteratu 4e2amatan @amaknen 4abupaten Belu ketika melaksanakan instalasi sistem pengelolaan air bersih, sehingga sampai saat ini, piranti keras $ang sebagian merupakan sumbangan mas$arakat, tetap %apat ber)ungsi %engan baik. Sebalikn$a ter1a%i %i Desa "ik Berik, @ombok Tengah, %imana selain @0P0 sebagai lembaga pen$e%ia teknologi kurang intensi) %alam memberikan pela$anan teknologi pas2a instalasi, organisasi pengelola teknologi pen$e%ia air +Nhi%ram, belum %apat menun1ukkan kiner1a sesuai %engan kesepakatan bersama. Sumber in)ormasi teknologi umumn$a a%alah lembaga pemerintah +:.M <an$a 16Mespon%en men$atakan memperolehn$a %ari @embaga S(a%a$a Mas$arakat %an 10Mespon%en mengemukakan bah(a mereka melakukan penelusuran in)ormasi teknologi sen%iri. Mo%a perolehan in)ormasi teknologi a%alah melalui kegiatan lembaga pemerintah seperti pelatihan pelatihan, 1uga kun1ungan +stu%i ban%ing, ke tempat tempat penerap teknologi atau pun pengguna teknologi lainn$a. Ti%ak kalah pentingn$a a%alah %iterapkann$a pola pen%ampingan pas2a pelatihan atau pengenalan teknologi, sehingga hubungan antara lembaga penerap teknologi, pen$e%ia teknologi %an kelompok pengguna teknologi %apat terpelihara. Setiap instansi memiliki kekhasan tugas pokok berkenaan %engan upa$a pen2apaian e)ekti8itas %an keberlan1utan penerapan teknologi tepat guna untuk pembangunan mas$arakat %an (ila$ah n$a. Ber%asarkan 1enis programn$a $ang telah %i implementasikan, instansi instansi tersebut %apat berperan sebagai pen$ebar luas in)ormasi teknis, mana1emen, moti8ator mas$arakat, %an $ang terkait %engan kegiatan usaha, mereka %apat berperan sebagai sumber in)ormasi sistim pro%uksi, sanitasi h$giene, pemberi i1in usaha, pemberian mo%al usaha, pen%ukung pemasaran serta ti%ak kalah pentingn$a a%alah sebagai penentu kebi1akan. Peran lembaga pen$e%ia teknologi seperti @0P0 atau pun Perguruan Tinggi sangat penting, karena akti8itas peman)aatan teknologi, apakah berupa keterampilan atau pun peralatan pen%ukung ker1a, akan berkelan1utan bilamana mekanisme interme%iasi antara pengguna %an pen$e%ia teknologi %i(u1u%kan %an %ikelola %engan baik. Dalam hal ini, peran lembaga rele8an pemerintah %aerah sangat penting sebagai lembaga pen%amping kelompok mas$arakat pengguna teknologi. De%ikasi %an lo$alitas terha%ap mas$arakat $ang %ila$ani merupakan mo%al pokok bagi ter(u1u%n$a interaksi positi) antar pihak, selain tentu sa1a lembaga pen%amping harus selalu memoti8asi %iri untuk memperkuat pengetahuan %an pemahaman mengenai teknologi $ang %ibutuhkan mas$arakatn$a. 6ontoh rele8an ter(u1u%n$a mekanisme interaksi positi) antar pihak %apat, %ilihat %i kegiatan pengolahan kopi %i @akmaras, 4abupaten Belu ?TT %an %i mana1emen usaha

perbengkelan ?oelbaki, 4upang ?TT. Selain hal tersebut %i atas, akti8asi %an peningkatan peran lembaga sumber teknologi lokal perlu %iupa$akan mengingat minat pengembangan teknologi %i kalangan mas$arakat pengguna teknologi 2ukup besar. <al ini %itemukan terutama %i kalangan pengusaha se1alan %engan minat pengembangan usaha n$a. "%an$a lembaga pen$e%ia teknologi $ang berperan sebagai sumber in)ormasi bagi mereka, akan sangat membantu mas$arakat. Peran khas ini %itun1ukkan oleh BPTP +Balai Pengembangan Teknologi Pertanian, %i 4en%ari

UPT Balai Besar Pengembangan Teknologi Tepat Guna Subang B2PTTG Membantu Pengembangan Potensi Daerah
Selasa, 27 April 2010

Balai besar pengembangan Teknologi Tepat Guna (B2PTTG) di subang ,awalnya adalah puslitbang fisika terapan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Lembaga yang diresmikan pada tahun 1986 ini,sebelumnya bernama Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna(B2PTTG)Dimana keberadaannya untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat khususnya Industri kecil dan menengah (IKM) akan teknologi tepat guna. Berdirinya BPTTG ini tidak terlepas dari peran pemerintah daerah (pemda) subang dan United Nations Development Programme (UNDP), Untuk memudahkan aktivitas lembaga, pada 1998 B2PTTG berubah nama menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPTTG yang bertanggung jawab langsung pada Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI. Menyediakan kebutuhan TTG Seiring dengan pemberlakuan Otonomi Daerah (Otda). UPT BPTTG dituntut untuk memberikan pelayanan lebih khususnya di bidang pemanfaatan teknologi ,hal ini berkaitan dengan tuntunan disetiap daerah atau wilayah untuk mandiri dengan memanfaatkan sumberdaya lokal . Wilayah kerja dan rentang ragam teknologi yang di tangani UPT BPTTG semakin luas. Untuk mengimbangi peran kerja yang semakin luas dan besar ini tepatnya pada 2004 status organisasi berubah menjadi UPT Balai Besar pengembangan Teknologi tepat guna (B2PTTG) 'sebagai balai besar ,ruang gerakkami semakin leluasa jaringan kerjasama semakin meluas dan pelayanan terhadap permintaan yang beragam dapat segera dilaksanakan .''papar Sudirman Kepala Koperasi Pegawai''patna 'B2PTTG . Dengan Visi ,menjadi pusat acuan pengembangan dan pemasyarakatan teknologi tepat guna untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan,B2PTTG berperan sebagai lembaga pendukung inovasi teknologi bagi masyarakat dan Usaha Kecil dan menegah (UKM) antara lain bidang teknologi pangan, pertanian dan energi serta lingkungan. Sedang Misi yang sedang diemban B2PTTG adalah menyediakan kebutuhan teknologi tepat guna bagi pemerintah masyarakat dan UKM.''Berkaitan dengan misi tersebut, maka tugas B2PTTG adalah mengembangkan dan menerapkan teknologi tepat guna bagi pemberdayaan masyarakat dan UKM,'' papar sudirman. Lebih lanjut Sudirman mengatakan B2PTTG melakukan implementasi teknologi tepat guna berwawasan lingkungan dan disesuaikan potensi lokal. Disini teknologi merupakan salah satu mesin penggerak perubahan, maka didalam menjalankan perannya sebagai penyedia teknologi ,faktor sosial ekonomi dan budaya msyarakat (pengguna) menjadi pertimbangan dalam seleksi teknologi dan penentuan strategi implementasinya . Pengembangan dan penerapan teknologi yang dilakukan tidak hanya ditujukan untukpenciptaan lapangan kerja,tetapi juga untuk mendukung kebijakan Pemerintah dalam pengembangan potensi daerah atau wilayah .

Menciptakan produk unggulan

B2PTTG merupakan media lembaga penyedia teknologi untuk masyarakat dan UKM,dimana aktivitas kegiatanya ada empat, pertama seputar pengembangan perekayasa peralatan dan teknologi proses dibidang pangan, pertanian, energi dan lingkungan. prinsip yang dipakai adalah pengusaan teknologi yang mendukung tercapainya pemberdayaan masyarakat dan potensi lokal .Teknologi tersebut dalam upaya untuk mewujudkan masyarakat bisa mandiri. Aktivitas kegiatan B2PTTG yang kedua adalah pengembangan masyarakat khususnya bidang kajian potensi teknologi untuk wilayah atau daerah konsultasi pendampingan dalam proses alih teknologi, dan implementasi strategi pengembangan masyarakat. Ketiga ,soal pelatihan. pelatihan ini sebagai salah satu strategi pemasyarakatan ide teknologi tepat guna. Materi yang di berikan seputar teknologi pangan dan pakan (meliputi penanganan, pengolahan, kendali mutu), teknologi pertanian (yakni pasca panen), teknologi energi terbarukan dan kewirausahaan . Keempat, pemberdayaan UKM.untuk pemberdayaan UKM ini bias dalam bentuk pendampingan teknis dan bantuan dana untuk pengembangan dan peningkatan kemampuan UKM ,melalui strategi alih teknologi Ide dasar pelatihan teknologi tepat guna ini mengacu pada era global, dimana sektor agroindustri merupakan salah satu prioritas yang perlu dikembangkan dalam pembangunan nasional. Mengingat potensi sumber daya alam di Indonesia yang melimpah, setelah diolah hasilnya dapat meningkatkan perekonomian nasional 'Prioritas pengembangan sektor agroindustri disesuaikan dengan keadaan dan potensi yang dimiliki suatu daerah ,sehingga hasilnya bisa memberikan nilai tambah bagi daerah atau wilayah tersebut.''kata Diki Nanang Surahman ,bidang teknologi pangan B2PTTG. Peluang sektor pertanian dan sektor-sektor lainya. yang terkait dan memiliki keunggulan komparatif (khas,unik,dan spesifik) untuk ditransformasikan menjadi produk unggulan yang punya nilai kompetitif tambahanya. Secara umum tambah Diki,permasalahan yang terjadi dalam pengembangan UKM baik pada sektor agroindustri maupun sektor lainya adalah,modal usaha, ketrampilan SDM,pasar,teknologi dan kelembagaan. Penerapan teknologi yang tidak tepat guna, akses informasi dan teknologi yang minim,tingkat penguasaan teknologi yang relatif masih rendah, penyebab kualitas produk UKM kita kalah berkompetisi . Oleh karena itu B2PTTG memberikan pembinaan dalam bentuk pendidikan pelatihan dengan program kurikulum pendidikan dan pelatihan pemasyarakatan Teknologi Tepat Guna .Bidang pelatihan yang diberikan B2PTTG meliputi pengolahan pangan, pelatihan perbengkelan, pelatihan pembuatan pakan ikan dan unggas .jenis pelatihan yang ditawarkan pengolahahn pasca panen, pelatihan bidang energi, dan pelatihan rekayasa enginering atau peralatan .''permintaan pelatihan banyak dari Dinas. Mereka umumnya punya banyak UKM binaan.dalam rangka untuk perbaikan atau deversifikasi produk ,minta diberi pelatihan ,''kata Diki . Materi pelatihan tergantung dari daerah itu sendiri. Biasanya untuk pelatihan satu paket, mulai dari kelas, bahan ajar, bahan praktek, penginapan, akomodasi , makan, snack dan sertifikat. Lamanya tergantung pada materi. Untuk biaya sekitar Rp 500/orang/hari/paket untuk satu jenis pelatihan. Materi yang diberikan terdiri dari teori sekitar 25 persen dan praktek 75 persen tambahnya. Tujuan dari pendidikan dan pelatihan teknis pemasyarakatan Teknologi Tepat Guna adalah pertama, memberikan konstribusi dalam upaya penigkatan kualitas SDM secara berkesinambungan dan kualitas produk guna meningkatkan daya saingindustri nasional dalam menghadapi era perdagangan bebas .

Kedua, guna menigkatkan kemampuan masyarakat dalam pemanfaatan dan penggunaan teknologi tepat guna, ketiga menciptakan kesempatan dan lapangan kerja. Keempat memberikan nilai tambah pada komoditi unggulan daerah .Dan Kelima menigkatkan pendapatan masyarakat. Sumber : GEMA INDUSTRI KECIL Edisi XXVIII-Maret 2010

1 P#'A$ S#'TA MAS+A'A&AT DA%AM M#$C PTA&A$ P#'(MA-A$ B#'.A'S T#&T('. B#TA/ D S#T( BABA&A$ Agung /ahyudi 3urusan Teknik "rsitektur Uni8ersitas Guna%arma, Depok agungO($%Psta)).guna%arma.a2.i% Abstrak Pemerintah 0akarta !erupaya melestarikan ke!udayaan 1etawi 2 yang lam!at laun mulai pudar ditengah kema3uan 3aman yang ser!a modern. paya pelestarian yang dilakukan salah satunya adalah dengan mem!uat rumah-rumah dengan ciri-ciri arsitektur 1etawi didaerah -itu 1a!akan 0akarta -elatan . Pem!uatan perumahan dengan ciri arsitektur 1etawi tentu tidaklah semudah mem!alikkan telapak tangan . Diperlukan pengor!anan yang !anyak dari masyarakat yang tinggal di sekitar -itu 1a!akan. Pada penelitian ini !ertu3uan untuk mengetahui se3auh mana peran serta masyarakat di sekitar -etu 1a!akan dalam menciptakan perumahan yang mempunyai ciri arsitektur khas 1etawi &ata !unci 0 Peran serta2 masyarakat 2 rumah2 1etawi P#$DA-(%(A$ Pembangunan, se(a1arn$a %an seharusn$a melibatkan mas$arakat sebagai sub$ek, namun ban$ak praktek praktek pembangunan 1ustru menempatkan mas$arakat men1a%i ob$ek, $akni menerima ren2ana pembangunan tanpa Fpun$a %a$aF untuk mengungkapkan apa $ang sebenarn$a mereka inginkan untuk memperbaiki kehi%upann$a. <al ini telah berlangsung sekian lama %i beberapa negara termasuk 0n%onesia. Pen%ekatan sema2am. ini %ikenal %engan pen%ekatan 4top down planning4. Dari pemerintah F%ipaksaQ untuk mas$arakat. Situasi tersebut menimbulkan %ua permasalahan penting $akni men$angkutA Pertama, masalah F)okusF pembangunan $ang terialu kearah e2onomi2 gro(th sehingga krisis ekologi men1a%i pusat perhatian pa%a akhir %eka%e 50 anB 4e%ua, masalah Fmeto%aQ pembangunan $ang terlalu top %o(n sehingga mengabaikan konsep %emokrasi $ang pa%a akhirn$a melupakan keterlibatan mas$arakat, menutup telinga %ari aspirasi %an kebutuhan

mas$arakat $ang men%apat %ampak %a% suatu pembangunan. ASP#&)ASP#& P#MBA$G($A$ +A$G B#'&#%A$1(TA$ 4etika ge1ala krisis lingkungan +ecological crisis phenomena, mulai se2ara n$ata melan%a bumi kita akibat )okus pembangunan sematamata tertumpu pa%a economic growth, maka kata FekologiF kemu%ian seakan akan berseberangan %engan kata FekonomiF. Mas$arakat %unia, utaman$a para pakar ekologipun mulai menuntut para pakar ekonomi untuk ti%ak melupakan kelestarian sumber %a$a alam ti%ak sa1a bagi kita saat ini tetapi 1uga bagi anak 2u2u kita. Perseteruan su%ut pan%ang ekologik %an ekonomik %alam. pembangunan ini berakhir bersamaan %engan mun2uln$a istilah $ang saat. ini su%ah ti%ak asing %i telinga kita $akni sustaina!ility-ke!erlan3utan. 4ata 5sustaina!ilitas5 ini kemu%ian men1a%i perekat %ua kata Fekonomi %an ekologi.F Phrase baru pun ter2ipta %ari %ua kata tersebut untuk menerangkan 6sustaina!ilitas5 seperti 2 5ecological economics5 atau 5ecology-economy linkagesF. +Be2ker et.al., 1---A ., Pa%a perkernbangan selan1utn$a, ke%ua Fkata berkait ekonomi %an ekologi itu memun2ulkan beragam strategi pen%ekatan %an prinsip %alam me(u1u%kan sustainabilitas suatu pembangunan. Menurut Mough)in +1--6A 10 11,, pembangunan berkelan1utan perlu bertumpu pa%a empat prinsip $ang memperhatikan masa %epan +futurity,, lingkungan +en7ironment,, persamaan +e8uity, %an partisipasi /participation, %alam konteks meningkatkan perturnbuhan ekonomi %an men1ainin kualitas lingkungan. Sementara, 4line +1--:A 1/., 1uga melontarkan empat karakter %ari apa $ang %ia sebut sebagai sustaina!le community, $akni economic security2 ecological integrity2 8uality of life2 dan empowerment with responsi!ility. &ang menarik 1ustru pen%apat %ari Be2ker et. al. +1---A ., $ang mengalihkan pernbahasan tentang sustaina!ilitas bukan pa%a urusan utarna

melestarikan lingkungan, tetapi lebih ban$ak mengarah pa%a pertan$aan Fbagaimana mas$araka membentuk sikap siap untuk FberubahF %emi men1amin prakon%isi bagi pembangunan generasi men%atang. Dengan %emikian, )okus bahasan pembangunan berkelan1utan pa%a ekonomi ekologi tetap membutuhkan pengka$aan %ari pen%ekatan aspek aspek lainn$a terutamaA aspek )uturistik, tentang masa %epan, generasi men%atang %an %inamika perubahan, aspek sosial bu%a$aA tentang kualitas kehi%upan, aspek sosial politikA tentang kea%ilan, partisipati) %an pember%a$aan mas$arakat. Dapatlah %isimpulkan %i sini, bah(a sustaina!le de7elopment sangat terkait %engan suatu gerakan moral agar F1aminanF ter%engarn$a kualitas lingkungan +conser7ation, %apat terselenggara %engan baik %an %inikmati se2ara merata baik se2ara sosial maupun ekonomi oleh setiap lapisan mas$arakat sekarang ini maupun generasi men%atang melalui proses pember%a$aan %an partisipasi mas$arakat. &#(TAMAA$ PA'T S PAS MAS+A'A&AT Dalam pembahasan sustaina!le de7elopment %i atas, keseimbangan pembangunan $ang berbasis pa%a tu1uan ekonomi %an ekologi, pa%a ken$ataann$a membutuhkan proses pember%a$aan %an partisipasi mas$arakat. Pen%ekatan partisipasi mas$arakat sering %i%e)inisikan pa%a peran akti) %ari in%i8i%uin%i8i%u mas$arakat $ang Fterlibat atau %ilibatkanF %alam menghasilkan Fkesepakatan bersamaF +shared 7ision, atas pokok pokok bahasan penting $ang terkait %engan programprogram peningkatan lingkungan $ang ber%ampak langsung pa%a mas$arakat tersebut. +"bram, 1-:1A 6*B %an 0kaputra, 2000aA 2, Pen%ekatan $ang melibatkan mas$arakat ini %isa%ari penting, karena permasalahan pembangunan $ang %itangani oleh suatu negara atau permasalahan pembangunan %alam skala kota sekalipun, masih %irasakan terialu luas untuk %itangani, Salah satu alternati)

penanganan masalah pembangunan su%ah semestin$a %iturunkan men1a%i penanganan skala unit ketetanggaan, karena pa%a skala tersebut mas$arakatn$a 1ustru sangat akrab %engan rutinitas masalah $ang %iha%api langsung. <al ini berarti, i%enti)ikasi permasalahan %apat %itelusuri melalui pember%a$aan mas$arakat. Bahkan <abraken +1--0A :2,, menganggap pengalaman %an pengetahuan $ang %imiliki mas$arakat ti%ak kalah hebat %engan para pakar apabila mereka men%apat kesempatan $ang sama untuk mengemukakan masalah, pen%apat maupun gagasan $ang bersinggungan %engan lokalitas kehi%upan mereka. Selain itu, "bram +1-:1A 6* 6., menambahkan se%eret keuntungan %ari community participation, antara lainA memoti8asi mas$arakat untuk berani mengemukakan aspirasin$aB melatih bertanggung 1a(ab atas berbagai masalah %an urusan mereka sen%iriB mengembangkan * kepemimpinan lokalB %an memin%ahkan birokrasi otoritas pemerintah pusat kepa%a pengelola lokal. Partisipasi 1uga memperka$a (a2ana pihak pihak $ang terlibat +multi 8alue% %is2ussion, sehingga timbul keinginan untuk memahami masalah pihak lain. +0kaputra, 2000bA 6, Suatu pembangunan $ang akan merubah suatu tatanan, akan sangat e)ekti) 1ika melibatkan ban$ak orang. 4eterlibatan ban$ak orang akan men$a%arkan pa%a situasi $ang se%ang %an akan ter1a%i, sehingga men%orong mereka lebih tanggap khususn$a berkaitan %engan kepentingan kepentingan mereka. 5En7ironmental empowerment 5 atau pember%a$aan lingkungan akan berhasil 1ika mas$arakat men%apatkan saluran kelembagaan +ageiK2$, untuk %apat mengelola %an mengontrol se2ara e)ekti) berbagai kegiatan %i lingkungan mereka sen%iri. +9erner, 1---A 2*5,. 4line +1--:A 161, men2oba menun1ukkan beberapa in%ikator $ang men$ebabkan mas$arakat merasa %iber%a$akan %an lebih bertanggung 1a(ab, $akni antara lain a%an$aA

4esempatan $ang sama +e8ual opportunity, untuk saling berbagi pan%angan pan%angan ke %epan +shared 7ision,, "kses kemu%ahan untuk men$umbangkan keahlian %an pengetahuan +e9pertise and knowledge, bagi kebutuhan mereka sen%iri, %an 4apasitas atau kemampuan untuk mempengaruhi keputusan keputusan $ang ber%ampak pa%a mereka. Se2ara politis, sebenam$a pen%ekatan partisipasi sangat %i%asarkan pa%a konsep %emokrasi. 7leh karenan$a, se2ara lebih spesi)ik semua orang $ang akan terpengaruh oleh %ampak suatu keputusan, su%ah sela$akn$a %ilibatkan %alam FprosesF pengambilan keputusan.+lkaputra, 2000aA 2, <al ini berarti, gagasan gagasan peren2anaan pembangunan $ang bersi)at top down perlu %iimbangi %engan proses !ottom up, sehingga implementasi konsep pembangunann$a ti%ak 5sloganistisF tetapi akan me(u1u% kongkret berman)aat bagi mas$arakat. T $G&AT &#T#'% BATA$ MAS+A'A&AT Sebagai suatu pen%ekatan proses pembangunan, partisipasi mas$arakat tem$ata memiliki mo%el $ang beragam $ang berhubungan %engan seberapa 1auh tingkat keakti)an %an keterlibatan in%i8i%u in%i8i%u %engan kapasitas $ang %imiliki %alam suatu proses peren2anaan %an pembangunan. +9ult#, 1--0A .:, Mas$arakat bisa sa1a han$a %ilibatkan sebagai partner konsultasi pemerintah, atau berperan sebagai perumus program kese1ahteraan mereka sen%iri. ?amun ti%ak menutup kemungkinan, mas$arakat %iberi kesempatan untuk terlibat %alam program peningkatan kualitas lingkungan mereka sen%iri baik melalui pemberian hak untuk men$etu1ui suatu model-cities grants maupun %alam mengelola pelaksanaan programn$a.+"brams, 1-:1A 6* 6.,. Porter)iel% %an <all +1--/A .-, men2oba mengemukakan suatu meto%a melibatkan

mas$arakat %alam suatu rumusan $ang %isebut FST"!! metho%Q. ST"!! kepan1angan %ariA -tudy the pro!lem +Mengka1i masalah,B Act on the finding +Melakukan tin%akan terha%ap, temuan ka1ian, bisa %iter1emahkan sebagai langkah langkah peren2anaan atau peran2angan,B Reassess the situation +Melakukan tin1auan kembali atau rekon)irmasi antara ren2ana %engan situasi atau ken$ataan %i lapangan,B %an React accordingly +Bersikap realistik atau melakukan suatu pen$esuaian antara ren2ana %an ken$ataan,. ?amun %alam proses melibatkan mas$arakat tersebut, Port)iel% %an <all mengingatkan, bah(a seorang community planner %ituntut untuk kreati) "rtin$a, si peren2ana harus memahami bah(a proses partisipasi a%alah proses mema%ukan FantaraQ program $ang memiliki se%eret %a)tar keinginan keinginan i%eal F%enganQ seperangkat . kon%isi eksisting $ang seringkali men1a%i hambatan. Diistilahkan sebagai 5.i7e the life to the raw element5. Mo%el keterlibatan mas$arakat %apat 1uga %ikembangkan ber%asarkan tahap tahap peren2anaan %an pelaksanaan pembangunan suatu lingkungan atau ka(asaan binaan. +0kaputra, 2000aA 12,. Tahap tahapan tersebut a%alah +1, Tahap 0%enti)ikasi masalahB +2, Tahap Pengembangan ProgramC!en2anaC!an2anganB +*, Sosialisasi ProgramC!en2an(!an2anganB +., Tahap 0mplementasi ProgramC!en2anaC!an2angan%an +/, Tahap '8aluasi. Se2ara Diagramatis %apat %igambarkan sebagai be%kutA Pen%ekatan partisipasi biasan$a menuntut suatu komitmen $ang tinggi terha%ap berbagai pihak $ang terlibat. 4otnitmen untuk berperan serta %alam. setiap langkah peren2anaan %an peran2angan %i atas akan berakibat pa%a (aktu $ang harus %iluangkan bagi partisipan, serta ma2am )orum komunikasi $ang harus %ise%iakan. 0%ealn$a, mas$arakat terlibat %ari a(al sampai akhir. ?amun realitas %i lapangan menun1ukkan a%an$a ken%ala (aktu, khususn$a 1ika %ikaitkan %engan target atau output $ang

%iinginkan. Strategi $ang bisa %ikembangkan a%alah melibatkan mas$arakat pa%a tahap tahap tertentu $ang memiliki bobot kepentingan $ang eukup besar untuk mempengaruhi suatu program %an pelaksanaann$a. MAS+A'A&AT S#T( BABA&A$ DA$ MP%#M#$TAS2 $+ATA 0stilah istilah sema2am 6sustaina!le de7elopmentQ, 6community !ase de7elopmenf42 6community participatoryQ atau se%eret istilah $ang lain sering %isebut sebagai a must (or% %alam pi%ato publik %an artikel artikel 4oran. +Munro, 1--/,. Selain itu, istilah istilah tersebut su%ah men1a%i FbahasanQ sehari hari para politikus, oleh karenan$a, $ang kita takutkan a%alah 1ika istilah istilah tersebut semakin men1a%i kehilangan arti %an tu1uan $ang sesungguhn$a. +0Rbrien, 1--1A 2., Beberapa pakar men$ebutkan sebagai FoH$moron.F. +!eboratti, 1---A 205B %an Paehlke, 1---A 2.*, $akni istilah $ang mengarah pa%a Fulasan kemasan politik tetapi sangat se%ikit terkait %engan praktek praktek penerapan sen$atan$a. 6hou2ri +1---A 1.*, mengungkapkan bah(a S:isions of the ;uture are many. 1ut realistic images of2 and 7ia!le paths to2 thes efuture are scarce indeed4. Bah(asan$a, masa %epan kita sungguh men2emaskan, karena lebih ban$ak orang berbi2ara, 8isi 8isi +Fba2aA angan anganQ, ke %epan %aripa%a berbi2ara, Qgambaran realistik masa %epanF %an 2ara 2ara la$ak untuk men2apain$a. 7leh karenan$a, $ang %ibutuhkan kita sekarang a%alah berbagi pengalaman atau sharing e9periences, sekalipun merupakan pengalaman pahit. Pengalaman pengalaman tersebut bisa 1a%i akan mengurangi gap antara konsep atau pengetahuan %an implementasi atau aksi. +Moore, 1--:A 165,. Dalam kasus stu%i %i Setu Babakan , %apat %ikemukakan sebagai bagian %ari kasus
0D'?T0>14"S1 P7T'?S0 T M"S"@"< P'?G'MB"?G"? P!7G!"MC!'?6"?" S7S0"@0S"S0 P!7G!"M C!'?6"?" S7S0"@0S"S1 <"S0@ 0MP@'M'?T"S0 'U"@U"S0

0MP@'M'?T"S0 P!7G!"M C!'?6"?" D0"G!"M 4'T'!@0B"T"? M"S&"!"4"T

/ partisipasi mas$arakat $ang a%a %i 6igan1ur , 3akarta Selatan. Stu%i 4asus tersebut %apat %igambarkan se2ara singkat seperti %i ba(ah iniA Bela1ar %ari kegagalan %ari masa lalu $ang a%a %i 6on%et, pemerintah 3akarta memulai suatu 4onser8asi Bu%a$a QbaruQ %i Setu Babakan, 3akarta Selatan. @okasi Setu Babakan a%alah suatu bera%a %i %aerah kantong $ang %ibatasi %anau $ang ke2il %an sungai sebagai pintu masuk utaman$a. 4onser8asi %i Setu Babakan meliputi bentuk arsitektur, seni, makanan, %anau ke2il +atau F SetuF,, %an pertanian. Semua ini, sesungguhn$a, menarik turisme lokal untuk mengun1ungi tiap minggu untuk berakir pekan. "traksi pari(isata a%alah per1alanan keliling %iseputar setu, perikanan, makanan $aitu atraksi mas$arakat $ang memproses makanan tra%isional, agro turisme + buah lokal,, arsitektur +tempat beristirahat %an akti8itas serasehan $ang %ilakukan %i %alam rumah Beta(i,, %an kesenian khas Beta(i. "%a %ua ma2am 2ara membentuk pemukiman %engan 2iri arsitektur Beta(i %i %alam Setu Babakan $aitu membuat suatu bangunan baru %engan 2iri arsitektur Beta(i %an mereno8asi +membangun, bangunan lama %engan %itambahi 2iri 2iri arsitektur Beta(i terutama pa%a bagian )asa%e bangunan. Makalah ini akan menganalisa %an mengetahui se1auh mana peran serta mas$arakat %i sekitar Setu Babakan %alam men2iptakan perumahan $ang mempun$ai 2iri arsitektur khas Beta(i. "%a beberapa komponen $ang men1a%i bahan penelitian $aitu meliputi orientasi bangunan, pen#oningan, tipologi bangunan %an ornamen bangunan. 2. *rientasi Bangunan 7rientasi bangunan mengarah kepa%a Setu %an ruang terbuka atau pla#a $ang %igunakan untuk pertun1ukan kesenian. 7rientasi rumah Beta(i %engan 2iri arsitektur asli a%alah

berorientasi kepa%a kebun atau sa(ah + S$a)(an%i et "l, 1--6,. 3. Pen4"ningan "%a beberapa pen#oningan %i %alam rumah beta(i tiga pen#oningan $ang utama %i %alam rumah $aitu men2akup #ona utama + untuk ruang keluarga utama,, #one pen%ukung + untuk sanak sau%ara atau )amili $ang tinggal bersama,, #ona berkebun, %an #one pelengkap + untuk kolam ikan %an ternak, + S$a)(an%i et "l, 1--6,.
Gambar 1, Site Setu Babakan
Perumahan Plaza Gambar 2 Orientasi Bangunan

6 <an$a #one utama %an #one pen%ukung $ang a%a %i Setu Babakan. 4eban$akan, #one pelengkap + kolam ikan, %ilangsungkan %i belakang rumah. 5. Tip"l"gi Bangunan "%a tiga ma2am tipologi rumah %engan 2iri arsitektur Beta(iA 0oglo2 .udang, %an 1apang. 3enis %ibe%akan oleh atap %an lebarn$a rumah + S$a)(an%i et "l, 1--6,. Di %alam perumahan Setu Babakan, 3enis 3oglo a%alah $ang paling %ominan. 6. *rnamen Beberapa ornamen bangunan $ang mempun$ai 2iri arsitektur Beta(i %i Setu Babakan a%alah A 6. . *rnamen Bangunan Beberapa ornamen $ang mengambarkan 2iri 2iri arsitektur Beta(i. 7rnamen ini ban$ak %igunakan untuk mereno8asi rumah %ari bangunan lama ke rumah Beta(i. 7rnamen $ang ban$ak %igunakan mas$arakat a%alah lisplang %an langkan +railing tangga, bisa 1uga %igunakan sebagai pembatas teras,. Tabel %iba(ah ini a%alah memban%ingkan arsitektur asli %an $ang a%a %i Setu Babakan Tabel 2 *rnamen 7 !"mp"nen Ciri Arsite!tur Beta8i Asli dan Setu Baba!an *rnamen Beta8i asli Setu Baba!an
Gambar 3. Rumah tipe Joglo

: 3en%ela T 8entilasi
Jendela mempunyai ciri yang sama , pada ventilasi ukiran diganti dengan kaca patri

3en%ela 5 Pintu
Ti%ak a%a ornament pa%a pintu %engan %esain baru

7rnamen "tap
St$le ornament $ang berbe%a

<angkan +!ailing tanggaC teras,


Ornamen dengan style berbeda yang digunakan untuk langkan

Pagar
Tidak ada ornament untuk pagar , tetapi menggunakan pagar hidup

&esimpulan Partisipasi mas$arakat %i$akini men1a%i bagian $ang penting %alam setiap langkah peren2anaan pembangunan. ?amun seperti $ang %in$atakan 6harles "bram+1-:1A 6* 6.,, tingkat keakti)an %an keterlibatan mas$arakat %alam proses pembangunan %ilingkungan mereka sangat tergantung %ari Qsikap pemerintah Q , Qkapasitas mas$arakatQ %an Qma2am program pengembangann$a Q. Ti%ak semua program $ang melibatkan mas$arakat akan selalu berlangsung se2ara berkelan1utan. Diperlukan pengorbanan $ang besar %ari mas$arakat %i sekitar Setu Babakan untuk men2iptakan perumahan $ang mempun$ai 2iri khas arsitektur Beta(i Da9tar Pusta!a 0kaputra %an "ri) Bu%i Sholihah +2001, Mo!ility for all= $owards 1arrier ;ree En7ironment in >ogyakarta ? 10 "ndonesia42 3urnal o) internasional "sso2iation o) Tra))i2 an% sa)et$ S2ien2es +0"TSS, !esear2h Uol . 2/ no 1, 2001 + 0SS?, 0*56 1112,. Prabo(o, <. +1--5,. So2ial Ualue 6hanges o) 6on%et Balekambang 6ommunit$ as a 6onseLuen2es o) the 6on%et 6ultural 6onser8ation "rea. 0urnal "lmiah Penelitian Psikologi, ?o. 1, 3ili% *, 15 2:. S$a)(an%i, 9alu$o, <. T MuttaLin, V. +1--6,. National "ntegration= A @ultural

Approach. 3akartaA Ministr$ o) '%u2ation an% 6ulture. Shahab, &. +2000, "risto2rati2 Beta(iA " 6hallenge to outsi%ersW Per2eption. Dalam 4ees Gri1ns %an Peter 3.M. ?as. 0akarta-1ata7ia= -ocio-@ultural Essays. @ei%enA 40T@U Press. Sai%i, !. +1--.,. Arang 1etawi dan Modernisasi 0akarta. 3akartaA @S0P. Sis(antari +2000, 4e%u%ukan %an Peran Belakang Beta(i %alam Pemerintahan serta Mas$arakat 3akarta. $esis. DepokA Program Stu%i 0lmu se1arah Bi%ang 0lmu

PERTUMBUHAN BIBIT MERSAWA

PADA BERBAGAI TINGKAT UMUR SEMAI 1) Oleh : Agus Sofya !) "a Sya#ful Isla$!) "BST#"K Degradasi hutan Indonesia meningkat dari tahun ke tahun dalam dekade terakhir. Degradasi hutan telah berdampak pada menurunn a keragaman ha ati. Diptero!arpa!eae merupakan "amili tumbuhan ang mendominasi hutan tropis Indonesia. Sebagian besar #enis dari "amili ini, termasuk mersa$a % Anisoptera costata &orth' di antaran a mempun ai kendala dalam perbenihann a, terutama masalah "enologi atau pembungaan ang tidak teratur serta karakter benihn a ang bersi"at rekalsitran. (enelitian dan penguasaan aspek sil)ikultur #enis ini pada tingkat pembibitan maupun tingkat lapang sangatlah diperlukan guna menun#ang upa a pengembangann a. (enelitian tingkat pembibitan ini bertu#uan untuk mengetahui umur sapih terbaik ang dapat memberikan pertumbuhan optimal bagi semai mersa$a %Anisoptera costata &orth' pada tingkat pembibitan di persemaian. (enelitian dilakukan di persemaian Balai *itbang +utan ,anaman (alembang. Ran!angan ang digunakan adalah Ran!angan -!ak *engkap dengan perlakuan umur sapih ang terdiri atas enam tara", tiga ulangan ang terdiri atas 1. unit tanaman masing/masing perlakuan. +asil penelitian menun#ukkan bah$a umur sapih memberikan pengaruh ang n ata terhadap pertumbuhan semai 0 bulan paska pen apihan, baik pertumbuhan diameter, pertumbuhan %pertambahan' tinggi maupun #umlah daun pada umur 0 bulan. (ertumbuhan terbaik diperoleh pada semai dengan umur pen apihan 3, 0, dan 1 minggu. &ata kun!i 2 3mur pertumbuhan, Diptero!arpa!eae mersa$a, Anisoptera costata &orth I% PENDAHU&UAN A% &a'a( Bela)a g Laju degradasi hutan Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun Pada tahun !""# menurut $anurung %!""#&, luas ka'asan hutan Indonesia diperkirakan berkurang sebesar #,( juta ha, sementara )ank *unia %!""!& bahkan memperkirakan bah'a hutan Indonesia akan habis pada tahun !""+ ,al ini tentunya dapat disikapi sebagai pernyataan yang sesungguhnya merupakan salah satu bentuk keprihatinan dari berbagai pihak yang peduli terhadap kondisi hutan di Indonesia $elihat kenyataan tersebut, tentunya perlu dilakukan upaya untuk melestarikan sumberdaya hutan melalui kegiatan rehabilitasi misalnya pembangunan hutan tanaman -alah satu program pembangunan hutan tanaman yang telah berjalan saat ini adalah jenis.jenis cepat tumbuh, namun demikian telah pula dirintis dengan jenis.jenis lokal termasuk jenis.jenis dari /amili *ipterocarpaceae
$akalah Penunjang pada 1kspose ,asil.hasil Penelitian 2 3onservasi dan 4ehabilitasi -umberdaya ,utan Padang, !" -eptember !""5 ! Peneliti pada )alai Litbang ,utan Tanaman Palembang Prosiding 1kspose ,asil.,asil Penelitian, !""6 07"
0

Jenis.jenis pohon dari /amili *ipterocarpaceae merupakan salah satu jenis yang mendominasi hutan alam tropis Indonesia *alam beberapa dekade ini jenisjenis *ipterocarpaceae serta jenis.jenis lainnya sedang mengalami degradasi yang berat akibat eksploitasi besar.besaran, sementara kegiatan permudaan atau penanaman kembali %reboisasi maupun rehabilitasi& masih jauh dari yang diharapkan 8paya mempertahankan dan mengembangkan jenis khususnya jenis.jenis *ipterocarpaceae seringkali menghadapi beberapa kendala antara lain siklus berbunga massal yang tidak teratur sehingga musim buahnya tidak setiap tahun %-chmidt, !"""&, selain itu bijinya bersi/at rekalsitran yaitu hanya dapat disimpan dalam 'aktu relati/ singkat dengan viabilitas yang cepat menurun selama masa penyimpanan -alah satu jenis dari /amili *ipterocarpaceae yang belum banyak dikembangkan

adalah mersa'a %-nisoptera !ostata 3orth& Pengembangan jenis ini memiliki kendala sama dalam hal penyediaan benihnya Oleh karena itu pada saat pohon berbuah harus dapat diman/aatkan semaksimal mungkin yaitu dengan sesegera mungkin melakukan penanganan yang baik pada buah yang tersedia untuk pembibitan 3egiatan pembibitan merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan hutan tanaman 3eberhasilan kegiatan penanaman sangat berkaitan dengan keberhasilan pembibitan di persemaian Permasalahan yang dihadapi saat ini adalah masih banyaknya jenis.jenis tanaman kehutanan yang belum diketahui dan dikuasai teknik pembibitannya dengan baik sementara potensi sumberdaya alamnya sudah sangat menurun *alam pembibitan, kegiatan penyapihan merupakan salah satu /aktor yang sangat penting terutama 'aktu penyapihan %umur semai saat disapih&, mengingat pengaruhnya yang cukup besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan semai atau bibit %*aniel et al , 07(6& -ehubungan dengan hal tersebut penelitianpenelitian yang mengarah pada perolehan in/ormasi mengenai 'aktu sapih yang tepat bagi masing.masing jenis perlu dilakukan *emikian halnya dengan jenis mersa'a %-. !ostata 3orth&, in/ormasi mengenai pada umur berapa semai dapat disapih dengan pertumbuhan terbaik belum diketahui 8ntuk itu dalam penelitian ini telah dicoba kegiatan penelitian untuk mengetahui 'aktu sapih yang tepat bagi jenis mersa'a %-. !ostata& B% Tu*ua Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui 'aktu sapih yang paling tepat bagi jenis mersa'a %-. !ostata& sehingga diperoleh pertumbuhan dan perkembangan bibit terbaik II% BAHAN DAN METODE A% Te$+a' "a Wa)'u Penelitian ini dilaksanakan di persemaian )alai Penelitian dan Pengembangan ,utan Tanaman Palembang mulai bulan Juli sampai dengan bulan *esember !""+
Pertumbuhan )ibit $ersa'a pada 070 %Agus -o/yan dan -yai/ul Islam&

B% Baha "a Ala' )ahan yang digunakan adalah benih mersa'a hasil pengunduhan yang berasal dari Taman 9asional )ukit )arisan, Lampung )arat $edia semai yang digunakan adalah pasir halus sedangkan media sapih berupa topsoil dan kompos %62#& Alat yang digunakan adalah cangkul, bak tabur, pol bag, label pohon, spra er, gembor, alat ukur tinggi dan diameter %penggaris dan kaliper&, tall sheet, dan alat tulis ,% Me'o"e Pe el#'#a 1% Ra -a ga "a Pe(la)ua 4ancangan yang digunakan adalah 4ancangan Acak Lengkap %4AL&, dan perlakuan yang diterapkan berupa /aktor tunggal yaitu umur semai %8& yang terdiri atas 5 tara/ dengan # ulangan serta masing.masing unit percobaan terdiri dari 0" bibit Adapun perlakuannya adalah sebagai berikut 2
8" : Penyapihan pada semai umur 0 hari setelah berkecambah %kontrol& 80 : Penyapihan pada semai umur 0 minggu setelah berkecambah 8! : Penyapihan pada semai umur ! minggu setelah berkecambah 8# : Penyapihan pada semai umur # minggu setelah berkecambah 8; : Penyapihan pada semai umur ; minggu setelah berkecambah 8+ : Penyapihan pada semai umur + minggu setelah berkecambah &eterangan 2 )erkecambah : setelah terbentuknya sepasang daun

!% Peu.ah a'au +a(a$e'e( ya g "#a$a'# "a A al#s#s Da'a Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah persen hidup bibit, tinggi bibit, diameter bibit, dan jumlah daun Persen hidup dihitung pada akhir pengamatan %umur ; bulan& Pertumbuhan tinggi dan diameter serta jumlah daun bibit diukur dengan menggunakan mistar dan kaliper pada umur ; bulan pada akhir

pengamatan *ata hasil pengukuran dianalisis dengan menggunakan sidik ragam kemudian jika perlakuan berpengaruh nyata sampai sangat nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjut *ata persen hidup bibit ditrans/ormasi dengan cara trans/ormasi ar!sin sebelum dilakukan analisis $odel dari analisis keragaman yang digunakan adalah sebagai berikut 2 <ij : X = Yi = Zij
3eterangan 2 <ij : 9ilai pengamatan pada perlakuan ke.i dan ulangan ke.j X : 4ata.rata umum Yi : Pengaruh perlakuan ke.i Zijk : >alat percobaan pada perlakuan ke.i ulangan ke.j

D% Taha+a Pe el#'#a 1% Pe(s#a+a .e #h )enih mersa'a yang digunakan diunduh pada bulan April !""+ dari tegakan alam Taman 9asional )ukit )arisan -elatan yang masuk ke dalam 'ilayah 3abupaten Lampung )arat Provinsi Lampung !% Pe(s#a+a $e"#a 'a.u( "a $e"#a sa+#h $edia tabur yang digunakan adalah pasir halus yang sudah disterilkan dengan cara dijemur pada terik matahari selama dua hari %solarisasi& agar terbebas dari

Prosiding
07!

1kspose ,asil.,asil Penelitian, !""6

jamur Pasir yang telah dijemur dimasukkan ke dalam bak tabur $edia sapih berupa topsoil dan kompos dengan perbandingan 7 2 0 Penggunaan kompos dimaksudkan untuk menambah tingkat kesarangan media $edia yang telah disiapkan dimasukkan ke dalam pol bag /% Pe a.u(a .e #h )enih direndam selama satu hari sebelum dilakukan penaburan )enih mersa'a ditabur ke dalam bak tabur yang telah berisi media pasir Penaburan dilakukan dengan membuat larikan.larikan pada pasir terlebih dahulu kemudian benih ditanam hingga permukaan benih rata dengan media tabur lalu ditutup dan disiram Penyiraman dilakukan setiap hari sampai benih berkecambah 0% Pe ya+#ha )enih yang telah berkecambah kemudian disapih pada media yang telah tersedia Adapun benih yang dikategorikan berkecambah adalah setelah munculnya sepasang daun Penyapihan dilakukan sesuai dengan perlakuan $edia sapih yang telah disiapkan disiram terlebih dahulu dan dibuat lubang tanam menggunakan tugal yang sesuai ukurannya -emai yang akan disapih juga disiram dahulu kemudian diambil dengan cara mencongkel pasir agar akarnya tidak rusak lalu ditanam pada pol bag yang telah tersedia 1% Pe$asa ga la.el +e(la)ua Pemasangan label perlakuan dilakukan setelah penyapihan sesuai dengan perlakuan masing.masing Label berupa plastik tahan air dan diberi kode perlakuan yang ditulis dengan spidol permanen Label ditempelkan pada salah satu pol bag di setiap perlakuan 2% Pe$el#ha(aa Pemeliharaan yang dilakukan adalah penyiraman dengan menggunakan spra er dan pembersihan gulma III% HASI& DAN PEMBAHASAN A% Has#l 4ata.rata hasil pengukuran untuk masing.masing perlakuan terhadap parameter yang diamati disajikan pada Tabel 0
Tabel 0 4ata.rata hasil pengukuran masing.masing perlakuan terhadap persen hidup, tinggi %pertambahan&, diameter, dan jumlah daun bibit mersa'a umur ; bulan
Parameter yang diamati 3ontrol 80 88m!u r sapih %mi8n#gg u& 8; 8+ Persen hidup 7" 0"" 0"" 0"" 0"" 0"" Tinggi %cm& 05,!5 0+,+! 0(,!# 07,(+ !",0( 07,6+ *iameter %cm& ",!" ",!0 ",!! ",!# ",!# ",!#

Jumlah *aun 5,50 5,56 6,+" 6,66 6,;# 6,!#

&eterangan 2 3ontrol : Penyapihan pada semai umur 0 hari setelah berkecambah

*ari Tabel 0 nampak bah'a persen hidup bibit mersa'a sampai umur ; bulan untuk semua perlakuan berkisar antara 7" ?.0"" ? di mana pada perlakuan 80 sampai 8+ mencapai 0"" ? dan perlakuan 8" persen hidupnya 7" ? Tinggi bibit berkisar antara 0+,+0.!",0( cm, tinggi bibit terendah pada perlakuan 80 dan tertinggi pada perlakuan 8; Adapun diameter berkisar antara ",!".",!# cm ,asil analisis keragaman pada perlakuan yang diterapkan untuk masingmasing parameter yang diamati disajikan pada Tabel !
Pertumbuhan )ibit $ersa'a pada %Agus -o/yan dan -yai/ul Islam& 07# Tabel ! ,asil analisis keragaman persen hidup, tinggi, diameter, dan jumlah daun bibit mersa'a umur ; bulan Parameter yang diamati F Hitung KK (%) 5 % F Tabel 1 % Persen hidup 2,99ns 4,1 !,11 5,"# Tinggi (pertambahan) 14, $%% 4,91 !,11 5,"# &iameter !' #15% 1$, 5 !,11 5,"# (umlah &aun 5,"#% 5,5 !,11 5,"# Keterangan ) ns * berbeda tida+ nyata, % * berbeda nyata, %% * berbeda sangat nyata

,asil analisis keragaman menunjukkan bah'a umur semai memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap pertumbuhan tinggi dan berbeda nyata terhadap pertumbuhan diameter serta jumlah daun namun tidak berbeda nyata untuk persen hidup sebagaimana terlihat pada Tabel ! ,asil uji lanjut pengaruh umur semai terhadap pertumbuhan bibit mersa'a selengkapnya disajikan pada Tabel #
Tabel # 8ji beda nyata terkecil pertumbuhan bibit mersa'a umur ; bulan -mur .a+tu penyapihan (minggu) Tinggi (/m) (pertambahan) &iameter (/m) (umlah daun -! 19,$5 a ",2! a , # a -4 2",1$ a ",2! a ,4! ab -5 19, 5 a ",25 a ,2! ab -2 1$,2! a ",22 ab ,5" ab +0ntr0l 1#,2# b ",2" b #,#1 b -1 15,51 b ",21 b #,# b Keterangan ) huru1 yang sama pada +0l0m yang sama tida+ berbeda nyata pada tara1 u2i 5%, +0ntr0l * Penyapihan pada semai umur 1 hari setelah ber+e/ambah

B% Pe$.ahasa ,asil analisis keragaman menunjukkan bah'a umur semai berpengaruh sangat nyata pada parameter tinggi bibit dan berpengaruh nyata pada parameter diameter dan jumlah daun bibit sampai umur ; bulan $elihat hasil secara keseluruhan dapat dikatakan bah'a penyapihan semai jenis mersa'a sebaiknya tidak dilakukan pada umur yang relati/ masih sangat muda yaitu pada a'al perkecambahan namun pada umur yang relati/ lebih tua yaitu pada umur antara # sampai + minggu setelah berkecambah ,al ini telah ditunjukkan dengan adanya perbedaan pertumbuhan yang nyata masing.masing perlakuan %umur semai& Adanya perbedaan pertumbuhan antara 8#, 8;, dan 8+ dengan kontrol dan 80 telah menunjukkan bah'a umur semai yang lebih tua ternyata lebih siap untuk disapih serta mampu beradaptasi dengan media sapih sehingga mempunyai pertumbuhan yang lebih baik paska penyapihan ,asil ini menunjukkan bah'a 'alaupun semai dapat disapih pada umur relati/ muda dengan persen hidup yang tinggi dan tidak berbeda nyata, namun kemampuan pertumbuhannya tidak sebaik semai.semai yang relati/ lebih tua -ehubungan dengan kemampuan semai dalam beradaptasi dengan media tumbuh, *aniel et al. %07(6& menyatakan bah'a ada tiga /aktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan pertumbuhan semai yaitu kondisi lingkungan berupa

ketersediaan air dan suhu media@lingkungan serta kondisi internal semai yaitu berupa kesiapan /isiologis semai dalam atau untuk beradaptasi pada saat penyapihan -elanjutnya dikatakan pula bah'a 'alaupun kondisi /isik atau lingkungan media tumbuh %ketersediaan air dan suhu& dalam kondisi yang optimum

Prosiding
07;

1kspose ,asil.,asil Penelitian, !""6

namun semai hanya akan tumbuh optimum jika semai berada dalam kondisi /isiologis yang optimum %siap disapih@ditanam& Pada perlakuan 8", 80, dan 8! di satu sisi sesungguhnya terdapat kelebihan yaitu pada saat penyapihan semai masih menyimpan cadangan makanan yang besar %yang masih terdapat dalam !ot ledon& dibanding dengan perlakuan umur semai yang lebih tua di mana cadangan makanan sudah relati/ sedikit bahkan habis *engan cadangan makanan yang lebih besar a'alnya diharapkan semai akan mampu beradaptasi dan tumbuh baik paska penyapihan namun ternyata dengan kondisi akar yang ada semai belum mampu beradaptasi dengan baik sehingga pertumbuhan semai menjadi tidak optimum )erbeda dengan perlakuan 8", 80, dan 8!, semai.semai dengan tingkat umur yang relati/ lebih tua yaitu 8#, 8;, dan 8+ ternyata mempunyai pertumbuhan yang relati/ lebih baik dan berbeda nyata ,al ini diduga karena pada umur tersebut kondisi semai secara keseluruhan, baik kondisi /isik maupun /isiologis relati/ lebih baik dan lebih siap untuk disapih ke dalam media yang baru, sehingga semai lebih mampu beradaptasi dan dapat menyerap unsur hara yang terdapat dalam media sapih *engan kondisi demikian semai diharapkan akan dapat melakukan proses pertumbuhannya secara optimal ,al ini mengindikasikan bah'a guna diperoleh pertumbuhan yang optimal, maka penyapihan jenis mersa'a dapat dilakukan setelah semai berumur # sampai + minggu setelah berkecambah Adapun penyapihan pada umur semai yang lebih tua dari + minggu, dikha'atirkan semai akan mengalami /ase stagnasi karena kebutuhannya akan unsur hara tidak cukup terpenuhi di dalam media tabur %pasir& Jika semai telah mengalami kondisi demikian maka pertumbuhan pada periode berikutnya setelah penyapihan akan mengalami hambatan, di mana semai tidak mampu tumbuh dan berkembang dengan baik dan cenderung kerdil dibanding dengan semai.semai yang secara /isik maupun /isiologis siap untuk disapih I3% KESIMPU&AN 0 8mur semai 'aktu disapih memberikan pengaruh yang nyata bagi pertumbuhan bibit mersa'a %-. !ostata 3orth& di persemaian ! Perlakuan umur semai # minggu %8#&, ; minggu %8;&, dan umur semai + minggu %8+& memberikan hasil yang lebih baik dibanding perlakuan lain # 8ntuk mendapatkan pertumbuhan bibit mersa'a % -. !ostata 3orth& yang lebih baik selama di persemaian dan e/isiensi 'aktu pembuatan bibit maka penyapihan sebaiknya dilakukan pada saat semai berumur # minggu DA4TAR PUSTAKA *aniel, T A , J A ,elms, dan B - )aker 07(6 Prinsip.Prinsip -ilvikultur >ajah $ada 8niversity Press $anurung, T !""# Laju 3erusakan ,utan Indonesia, Terparah di Planet )umi $ajalah >atra, JumCat 6 9opember !""# Jakarta -chmidt, L !""" Pedoman Penanganan )enih Tanaman ,utan Tropis D -ubtropis *anida Borest -eed Eentre *irjen 4LP- *ephut