Anda di halaman 1dari 6

TUGAS KEPERAWATAN DASAR II

Ardhia Sepriyanti (G1B111101) Hendra Afriadi (G1B1110 !) Indra E"a P#tra (G1B1110$1) %#ha&&ad R'&ad'n (G1B1110()) Ri*"i An++a S#"da (G1B1110 ,)

PR-GRA% STUDI I.%U KEPERAWATAN UNI/ERSITAS 0A%BI 1011

TIN0AUAN KASUS

Peristiwa ini dialami oleh perawat S ketika bertugas di sebuah daerah yang cukup terpencil. Pada suatu hari perawat S yang sedang berdinas diPuskesmas A dijemput dengan sebuah mobil oleh enam orang yang tidak dikenalnya. Perawat S dimintai pertolongan untuk datang ke rumah seorang kepala suku di daerah tersebut. Perawat S segera menyiapkan alat dan bergegas ikut ke lokasi . Setibanya di lokasi keluarga pasien mempersilakan perawat untuk masuk. Disisi lain rumah, perawat melihat ada seorang anggota keluarga yang agak mabuk (menurut persepsi perawat). Di ruang tamu terdapat cukup banyak orang (warga), sehingga ruangan menjadi sesak dan ribut. Perawat menanyakan siapa yang sakit, kemudian perawat diantar oleh istri pasien masuk ke kamar. Setelah berada di dalam kamar, terjadilah dialog antara perawat dan istri pasien, akan tetapi di kamar tersebut ternyata dipenuhi oleh beberapa orang anggota keluarga sehingga perawat merasa terganggu oleh keadaan itu. Perawat meminta keluarga yang lain untuk keluar kecuali istri pasien, tetapi mereka tidak mau keluar. Sekali lagi perawat mengulangi permintaannya tetapi tidak ada tanggapan dari keluarga pasien sehingga perawat menjadi agak kesal dan emosi. Untunglah ada keluarga pasien yang bisa memberi pengertian, sehingga mereka mau keluar juga meskipun disertai omelan. Setelah situasi di kamar tenang, perawat segera melakukan tindakan keperawatan sesuai prosedur. Perawat menanyakan kepada pasien, mengapa tidak

memeriksakan diri ke Puskesmas tetapi pasien marah dan menjawab dengan nada tinggi. Pada saat yang bersamaan perawat mendengar perkataan yang tidak menyenangkan dari keluarga pasien yang berada di pintu. Setelah semua prosedur dilakukan, perawat S membuat kesimpulan bahwa pasien menderita usus buntu kronis. Perawat hanya bisa memberikan obat untuk mengurangi rasa sakit dan menyarankan agar pasien segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut. etapi pasien menolak sambil

marah!marah. Perawat S berusaha memberikan penjelasan sekali lagi tentang kemungkinan terburuk yang bisa tejadi sambil membuat surat rujukan. Akhirnya pasien bersedia untuk dirujuk ke rumah sakit.

"aktor!#aktor yang menghambat komunikasi antara komunikator dan komunikan adalah $ %. Perkembangan Dalam kasus ini perawat S dihadapkan oleh seorang pasien yang merupakan seorang kepala suku di desa terpencil tersebut (kemungkinan usia kepala suku tersebut sekitar &' tahun ke atas), sehingga perawat S berbicara kepada pasien dengan suara yang agak keras. (al ini dikarenakan kepala suku yang usia yang diperkirakan lebih dari &' tahun, dimana seseorang mulai mengalami penurunan pada sistem pendengaran. ). Persepsi Antara perawat dan keluarga pasien memiliki perbedaan pendapat. *ontohnya, saat perawat berada disisi lain rumah, perawat melihat salah satu anggota keluarga pasien yang menurut perawat dalam keadaan mabuk. +. ,ilai Dari topik wacana diatas terdapat #aktor nilai yang dapat menghambat komunikasi antara komunikator dan komunika adalah nilai etika. ,ilai -tika keluarga pasien kurang baik karena keluarga pasien meminta pertolongan kepada perawat secara paksa disaat perawat sedang dinas puskesmas A. .. /atar 0elakang Sosial 0udaya Dalam wacana tersebut kejadiannya berada pada suatu daerah yang terpencil, selama yang diketahui sebiasanya daerah yang terpencil tersebut memiliki rasa kekeluargaan yang sangat besar sehingga mereka akan menjenguk tetangga yang sedang sakit secara beramai!ramai dan keluarga pasien juga memiliki kebiasaan yang kurang baik yaitu saat perawat S meminta mereka untuk keluar dari kamar pasien kecuali istri pasien, tapi mereka tidak menanggapi

permintaan perawat tersebut. Akhirnya ada keluarga pasien yang bisa memberi pengertian, sehingga mereka mau keluar juga meskipun disertai omelan.

&.

Peran Perawat adalah seorang yang berkerja dalam kesehatan. Perawat memiliki tugas untuk merawat, membantu dan menolong masyarakat di bidang kesehatan. Perawat harus siap mnolong saat diminta pertolongan oleh orang yang membutuhkan pertolongan medis 1alaupun tempatnya berada di desa terpencil dengan transportasi yang terbatas, perawat harus mampu menjalankan tugasnya.

2.

-mosi perawat S meminta kepada keluarga pasien untuk keluar kamar kecuali istri pasien dengan nada suara yang agak tinggi yang dikarenakan keluarga pasien mengabaikan permintaan perawat dan disaat perawat menyarankan pasien untuk dibawa kerumah sakit agar mendapatkan tidakan yang lebih lanjut namun pasien menolak sambil marah!marah.

3.

Pengetahuan perawat adalah seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan perawat di salah satu institusi sehingga perawat memiliki bekal ilmu Dalam kasus ini perawat telah melakukan pengetahuan tentang medis.

tindakan sesuai dengan prosedur, perawat menyimpulkan bahwa pasien menderita usus buntu kronis sehingga perawat menyarankan bahwa pasien harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut dari tim medis.

4.

atanan 5nteraksi Adanya dialog antara perawat S dan pasien, dimana perawat menyarankan pasien untuk dibawa kerumah sakit namun si pasien menolak sambil marah!marah. Perawat S berusaha memberikan penjelasan sekali lagi kepada pasien tentang kemungkinan terburuk yang bisa tejadi. Akhirnya pasien bersedia untuk dirujuk ke rumah sakit.