Anda di halaman 1dari 6

Nama : Putu Yuliantari NIM : 1108105040 IMUNOLOGI Imunologi merupakan ilmu yang mempelajari imunitas atau system kekebalan

alan akibat adanya rangsangan molekul asing dari luar maupun dari dalam tubuh. Respon imun merupakan rangsangan antibody apabila ada adanya antigen atau benda asing yang masuk kedalam tubuh. Respon imun dimiliki oleh vertebrata tingkat tinggi. Respon imun dibedakan menjadi dua yaitu : - Respon imun spesifik Respon imun humoral artinya respon imun yang dapat mengenal molekul asing secara spesifik. Sel-sel limfatiknya yaitu limfosit B. - Respon imun non spesifik Respon imun seluler artinya respon imun yang bekerja secara spontan terhadap molekul asing, tanpa memerlukan pengenalan terlebih dahulu. Sel-sel limfatiknya yaitu limfosit T.

Antibodi Antibody seperti enzim substrat tetapi tidak sebagai katalis, enzim substrat disini maksudnya ialah antibody dan antigen. Antibody diproduksi secara invitro pada kultur sel. Antibody merupakan suatu immunoglobulin spesifik yang mengikat antigen. Struktur antibody - Imunoglobulin memiliki dua daerah yaitu daerah konstan dan daerah variable. Daerah konstan merupakan daerah asam amino pada C terminal, sedangkan daerah variable merupakan daerah asam amino pada N terminal dimana terdapat paratop, dimana akan melekatnya epitop pada antigen. - Immunoglobulin merupakan glikoprotein yang tersusun dari empat rantai polipeptida yang di rangkaikan dengan ikatan disulfide dimana ada dua rantai berat dan rantai ringan. Berikut gambar struktur antibody :

Gambar 1.

Struktur antibody

Jika immunoglobulin dipotong oleh enzim akan membentuk fragmen. Immunoglobulin terdiri dari fragmen ab dan fragmen c. Fragmen ab akan menarik antigen, antara fragmen ab dan fragmen c dirangkai oleh ikatan disulfide. Ikatan disulfide pada antibody merupakan asam amino yang mengandung unsure S. Jika immunoglobulin dipotong oleh enzim pepsin akan membentuk dua fragmen ab dan jika immunoglobulin dipotong oleh enzim papain akan membentuk fragmen c dan dua fragmen ab. Seperti gambar berikut ini :

Antigen Antigen merupakan molekul yang dapat merangsang terbentuknya antibody bila dimasukan kedalam tubuh. Antigen dapat berasal dari bakteri, virus, jamur, parasit atau molekul asing bagi tubuh. Antigen memiliki epitop untuk berikatan dengan antibody yaitu pada paratopnya. Imunoglobulin dibagi menjadi beberapa kelas yaitu IgG : antibodi yang paling banyak terdapat dalam tubuh manusia. IgG banyak terdapat pada darah, sistem getah bening, dan usus.

IgM : antibodi yang paling besar yang memiliki struktir mirip antibodi IgG. IgM terdapat pada darah dan getah bening.

IgA : antibodi yang terdapat pada bagian yang peka, misalnya air mata, liur, ASI, darah, lendir, getah lambung, dan usus.

IgE : antibodi yang dikenal sebagai immunoglobulin cytophilic yang mampu mengikat sel-sel dengan konsentrasi rendah pada cairan tubuh.

IgD : antibodi yang melekatkan dirinya pada sel-sel T dan membantu sel T menangkap antigen. IgD terdapat pada darah dan getah bening.

Reaksi antibodi dengan antigen Antibodi yang spesifik akan bergabung dengan antigen atau hapten yang sesuai, seperti reaksi kimia sebagai berikut Ag + Ab AgAb Ab : Antibodi Ag : Antigen Dimana pada reaksi diatas kesetimbangan kuat terjadi di sebelah kanan dan yang lemah sebelah kiri sehingga kekuatan ikatan antara antibodi dan antigen berlaku sebagai berikut :

AgAb Ag Ab

Gambar 2. Ikatan antara antibodi dan antigen

IMUNOASAI Imunoasai merupakan metode analitik yang mengunakan antibody sebagai reagen. Imunoasai menggunakan teknik analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Pada teknik analisis kualitatif imunoasai bisa menentukan ada tidaknya antigen atau antibodi dalam suatu sampel. Pada teknik analisis kuantitatif imunoasai digunakan untuk menentukan kadar dan jumlah antibodi atau antigen dalam suatu sampel. Imunoasai digunakan dalam kesehatan untuk mendiagnosa suatu penyakit misalnya HIV/AIDS, Hepatitis dll. Imunoasai mengambil sampel dari darah, urin, saliva, dll.

Antibody Antibodi merupakan semua reagen yang digunakan pada imunoasai. Antibodi merupakan protein yang diproduksi karena adanya system imun pada hewan tingkat tinggi. Antibodi diproduksi secara spesifik oleh sel darah putih yang mendapatkan respon dari bahan asing yang masuk kedalam tubuh dan sebagai tempat melekatnya antigen.

Antibodi dibedakan menjadi dua yaitu Antibodi monoclonal yaitu serum homogen yang berisi hanya satu antibodi spesifik yang ditujukan pada satu antigen. Antibodi monoclonal diproduksi melalui teknik hibridoma dengan menginjeksikan analit target pada tubuh, dalam percobaan ini menggunakan tikus. Antibodi poliklonal yaitu antiserum yang berisi banyak antibodi yang ditujukan pada antigen, antibodi ini bersifat sensitive. Antibodi poliklonal diproduksi melalui menginjeksikan analit target pada tubuh.

Hapten Hapten merupakan molekul asing kecil yang melekat dengan protein yang bertindak sebagai antigen dan dapat menimbulkan respon imun sehingga dapat berikatan dengan antibodi

Gambar 3. Interaksi hapten dengan antibodi

7.3 Halaman 244 1. A. Single radial immunodiffusion (SRID) Single radial immunodiffusion (SRID) menggunakan teknik kuantitatif karena Single radial immunodiffusion salah satu contoh dari teknik pengendapan dari imun yang dimana metode ini menggunakan analisisi kuantitatif yang terbukti jelas pada sampel albumin yang di sinari oleh sinar difusi tunggal imun, yang hasilnya menghasilkan data kuantitatif. Pada contoh sampel albumin memiliki hasil yang akan terlihat gel-gel pada hasil penyinaran, disebut secara kuantitatif karena gel-gel hasil penyinaran memiliki diameter lingkaran yang berbeda dengan gel yang lainnya. Semakin besar diameter lingkaran gel maka semakin besar konsentrasinya. Dimana digambarkan dalam bentuk grafik perbandingan antara konsentrasi dan diameter. Pada grafik sumbu x yaitu sebagai konsentrasi dan sumbu y sebagai diameter, hasil dari grafik menunjukan konsentrasi dan diameter berbanding lurus. 2. C. Immunohistochemistry Immunohistochemisty menggunakan teknik yang memerlukan label pada antibodi. Dimana antibodi digunakan untuk mengidentifikasi bagian antigen yang tepat maka posisi dari antibodi itu sendiri bias terdeteksi, jika asal label atau secara tidak lansung digunakan pada antibodi kedua (antibodi berikutnya) atau molekul mengikatkan diri pada antibodi. 3. Double immunodiffusion techniques permit the quantitation of one protein in the presence of other protein. (True) BECAUSE The position of the precipitation line in double immunodiffusion is characteristic of the antigen (True) Answer : (A) 4. In Laurell rocket immunoelectrophoresis, the height of the rocket in proportional to the concentration of the antigen (False) BECAUSE In Laurell rocket immunoelectrophoresis, the movement of the larger molecules is retarded by the structure of the gel (False) Answer : (E)