Anda di halaman 1dari 20

PENYAKIT DERMATOFITOSIS Posted by Aidia MJ on BAB I PENDAHULUAN Jamur yang bisa menyebabkan penyakit pada manusia antara ain

ada a! dermat"#ita $dermat"p!yte% ba!asa yunani% yang berarti tumbu!an ku it& dan 'amur serupa ragi (andida a bi(an% yang menyebabkan ter'adinya in#eksi 'amur super#i(ia pada ku it% rambut% kuku% dan se aput endir) Jamur ainnya dapat menembus 'aringan !idup dan menyebabkan in#eksi dibagian da am) Jamur yang ber!asi masuk bisa tetap berada di tempat $miset"ma& atau menyebabkan penyakit sistemik $misa nya% !ist"p asm"sis&)* Insidensi mik"sis super#isia sangat tinggi di Ind"nesia karena menyerang masyarakat uas% " e! karena itu akan dibi(arakan se(ara uas) Seba iknya mik"sis pr"#unda 'arang terdapat) Yang termasuk ke da am mik"sis super#isia terbagi +, ke "mp"k dermat"#it"sis dan n"ndermat"#it"sis) Isti a! dermat"#it"sis !arus dibedakan di sini dengan dermat"mik"sis) Dermat"#it"sis ia a! penyakit pada 'aringan yang mengandung .at tanduk% misa nya stratum k"rneum pada epidermis% rambut% dan kuku yang disebabkan g" "ngan 'amur dermat"#ita) Penyebabnya ada a! dermat"#ita yang mana g" "ngan 'amur ini mempunyai si#at men(erna keratin) Dermat"#ita termasuk ke as #ungi imper#e(ti yang terbagi da am genus% yaitu mi(r"sp"rum% tri(!"p!yt"n% dan epiderm"p!yt"n) Se ain si#at kerat" itik masi! banyak si#at yang sama di antara dermat"#ita% misa nya si#at #aa i% taks"n"mis% antigenik% kebutu!an .at makanan untuk pertumbu!annya% dan penyebab penyakit) /ingga kini dikena sekitar 01 spesies dermat"#ita% masing-masing + spesies

epiderm"p!yt"n% *2 spe(ies mi(r"sp"rum% dan +* spe(ies tri(!"p!yt"n) Pada ta!un-ta!un terak!ir ditemukan bentuk sempurna $per#e(t stage&% yang terbentuk " e! dua k" "ni yang ber ainan 3'enis ke aminnya4) Adanya bentuk sempurna ini menyebabkan dermat"#ita dapat masuk keda am #ami y gymn"as(a(eae) Dikena genus Nanni..ia dan art!r"derma yang masingmasing di!ubungkan dengan genus mi(r"sp"rum dan tri("p!yt"n) +

Penyakit in#eksi 'amur di ku it mempunyai pre5a ensi tinggi di Ind"nesia% " e! karena negara kita berik im tr"pis dan ke embabannya tinggi) Dermat"#it"sis ada a! in#eksi 'amur super#isia yang disebabkan genus dermat"#ita% yang dapat mengenai ku it% rambut dan kuku) Mani#estasi k inis ber5ariasi dapat menyerupai penyakit ku it ain se!ingga se a u menimbu kan diagn"sis yang ke iru dan kegaga an da am penata aksanaannya) Diagn"sis dapat ditegakkan se(ara k inis dan identi#ikasi ab"rat"rik) Peng"batan dapat di akukan se(ara t"pika dan sistemik) Pada masa kini banyak pi i!an "bat untuk mengatasi dermat"#it"sis% baik dari g" "ngan anti#unga k"n5ensi"na atau anti#unga terbaru) Peng"batan yang e#ekti# ada kaitannya dengan daya ta!an sese"rang% #akt"r ingkungan dan agen penyebab) Pre5a ensi di Ind"nesia% dermat"sis akibat ker'a be um mendapat per!atian k!usus dari pemerinta! atau pemimpin perusa!aan 6a aupun 'enis dan tingkat pre5a ensinya (ukup tinggi) 7eberapa pene itian yang perna! di akukan di Ind"nesia antara ain, 819 dan peker'a penebang kayu di Pa embang dan **%:9 dan peker'a perusa!aan kayu apis menderita dermatitis k"ntak utama ;i'aya $*<2+& menemukan +8%2=9 dan peker'a penge " aan minyak di Sumatera Se atan menderita dermatitis akibat ker'a% sementara Ra!ar'" $*<:+& !anya menemukan *%:+9) Sumamur $*<:>& memperkirakan ba!6a =1->19 dari se uru! penyakit akibat ker'a ada a! dermat"#it"sis akibat ker'a) Dari data sekunder ini ter i!at ba!6a dermat"#it"sis akibat ker'a memang mempunyai pre5a ensi yang (ukup tinggi% 6a aupun 'enis dermat"#it"sisnya tidak sama) Dan angka insidensi dermat"#it"sis pada ta!un *<<: yang ter(atat me a ui Ruma! Sakit Pendidikan Ked"kteran di Ind"nesia sangat ber5ariasi% dimu ai dari persentase terenda! sebesar 0%: 9 $Surabaya& !ingga persentase tertinggi sebesar :+%> 9 $Surakarta& dari se uru! kasus dermat"mik"sis)8 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Definisi DERMATOFITOSIS adalah setiap in#eksi #unga super#isia yang disebabkan " e! dermat"#it dan mengenai stratum k"rneum ku it% rambut dan kuku% termasuk "nik"mik"sis dan berbagai ma(am bentuk tinea) Disebut 'uga epiderm"my("sis dan epiderm"p!yt"sis) 0

Jamur dermat"#it dinamai sesuai dengan genusnya $my(r"sp"rum% tri(!"p!yt"n% dan epiderm"p!yt"n& dan spesiesnya misa nya% mi(r"sp"rum (anis% t) rubrum&) 7eberapanya !anya menyerang manusia $antr"p"#i ik&% dan yang ainya terutama menyerang !e6an $.""#i ik&% 6a au kadang bisa menyerang manusia) Apabi a 'amur !e6an menimbu kan esi diku it pada manusia% keberadaaan 'amur tersebut sering menyebabkan suatu reaksi in# amasi yang !ebat $misa nya% (att e ring6"rm&)* 2.2 Etiolo i 7erdasarkan si#at makr" dan mikr"% dermat"#ita dibagi men'adi, mi(r"sp"rum% tri("pyt"n% dan epiderm"p!yt"n) Yang pa ing terbanyak ditemukan di Ind"nesia ada a! T)rubrum) dermat"#ita ain ada a!, E)# "(("sum% T)mentagr"p!ytes% M) (anis% M) gypseum% T)("(entri(um% T)s(!"e eini dan T) t"nsurans)= 2.2.1 Mi!"os#o"$% Ke "mp"k dermat"#ita yang bersi#at kerat"#i ik% !idup pada tubu! manusia $antr"p"#i ik& atau pada !e6an $.""#i ik&) Merupakan bentuk aseksua dari 'amur) Terdiri dari *2 spesies% dan yang terbanyak ada a!, >

SPE?IES Microsporum audouinii Microsporum canis Microsporum cooeki Microsporum ferrugineum Microsporum gallinae Microsporum gypseum Microsporum nanum Microsporum

?@ASSIFI?ATION $NATARA@ RESERBOIR& Ant!r"p"p!i i( C""p!i i( $?ats and d"gs& De"p!i i( $a s" is" ated #r"m #urs "# (ats% d"gs% and r"dents& Ant!r"p"p!i i( C""p!i i( $#"6 & De"p!i i( $a s" is" ated #r"m #ur "# r"dents& De"p!i i( and .""p!i i( $s6ine& C""p!i i( $5" e and #ie d m"use&

persicolor Ta&el 2.1 S#esies Mi!"os#o"$%. K" "ni mikr"sp"rum ada a! g abr"us% serbuk !a us% seperti 6"" atau p"6der)

Pertumbu!an pada agar Sab"uraud deEtr"se pada +=F? mungkin me ambat atau sedikit (epat dan diameter dari k" "ni ber5ariasi *- < (m sete a! 2 !ari pengeraman) ;arna dari k" "ni ber5ariasi tergantung pada 'enis itu) Mungkin sa'a puti! seperti 6" !a us yang masi! puti! atau menguning sampai (inam"n)> 2.2.2 E#ide"%o#h'ton Jenis Epiderm"p!yt"n terdiri dari dua 'enisG Epiderm"p!yt"n # "(("sum dan Epiderm"p!yt"n st"(kda eae) E) st"(kda eae dikena sebagai n"n-pat"genik% sedangkan E) # "(("sum satu-satunya 'enis yang menyebabkan in#eksi pada manusia) E) # "(("sum ada a! satu penyebab tersering dermat"#it"sis pada indi5idu tidak se!at) Mengin#eksi ku it $tinea ("rp"ris% tinea (ruris% tinea pedis& dan kuku $"ny(!"my("sis&) In#eksi terbatas kepada apisan k"rneum ku it uar)k" "ni E. floccosum tumbu! (epat dan matur da am *1 !ari) Diikuti inkubasi pada su!u += F ? pada agar p"tat"-deEtr"se% k" "ni kuning ke("k at-("k atan 2.2.( T"i!o#h'ton Tri(!"p!yt"n ada a! suatu dermat"#ita yang !idup di tana!% binatang atau manusia) 7erdasarkan tempat tingga terdiri atas ant!r"p"p!i i(% .""p!i i(% dan ge"p!i i() Tri(!"p!yt"n ("n(entri(um ada a! endemi( pu au Pa(i#ik% 7agian tenggara Asia% dan Amerika Pusat) Tri(!"p!yt"n ada a! satu penyebab in#eksi pada rambut% ku it% dan kuku pada manusia): NATURAL SPE)IES S#e!ies Ajelloi Concentricum Equinum Erinacei Flavescens HABITATS OF TRICHOPHYTON

Nat$"al Rese"*oi" De"p!i i( Ant!r"p"p!i i( .""p!i i( $!"rse& .""p!i i( $!edge!"g& ge"p!i i( $#eat!ers&

loriae !nterdigitale Megnini Mentagrop"ytes P"aseoliforme #ubrum $c"oenleinii $imii $oudanense %errestre %onsurans &anbreuseg"emii &errucosum &iolaceum 'aoundei

De"p!i i( Ant!r"p"p!i i( Ant!r"p"p!i i( .""p!i i( $r"dents% rabbit& H ant!r"p"p!i i( De"p!i i( Ant!r"p"p!i i( Ant!r"p"p!i i( .""p!i i( $m"nkey% #"6 & Ant!r"p"p!i i( De"p!i i( Ant!r"p"p!i i( De"p!i i( .""p!i i( $(att e% !"rse& Ant!r"p"p!i i( ant!r"p"p!i i(

Ta&el 2.2 S#esies T"i!ho#h'ton. 2.( Insidensi Ind"nesia termasuk 6i aya! yang baik untuk pertumbu!an 'amur% se!ingga dapat ditemukan !ampir di semua tempat) Menurut Adiguna MS% insidensi penyakit 'amur yang ter'adi di berbagai ruma! sakit pendidikan di Ind"nesia ber5ariasi antara +%<89-+2%>9) Meskipun angka ini tidak menggambarkan p"pu asi umum) Dermat"mik"sis atau mik"sis super#isia is (ukup banyak diderita penduduk negara tr"pis) Di Ind"nesia angka yang tepat% berapa sesunggu!nya insiden dermat"mik"sis be um ada) Di Denpasar% g" "ngan penyakit ini menempati urutan kedua sete a! dermatitis) Angka insiden tersebut diperkirakan kurang ebi! sama dengan di k"ta-k"ta besar Ind"nesia ainnya) Di daera! peda aman angka ini mungkin akan meningkat dengan 5ariasi penyakit yang berbeda) Sebua! pene itian retr"spekti# yang di akukan pada penderita dermat"mik"sis yang dira6at di IRNA Penyakit Ku it Dan Ke amin RSA Dr) S"et"m" Surabaya da am kurun 6aktu antara + Januari *<<: sampai dengan 8* Desember +11+) Dari pengamatan se ama = ta!un didapatkan *< penderita dermat"mik"sis) Kasus terbanyak ter'adi pada usia antara *=-+0 ta!un

$+>%89&% penderita 6anita !ampir sebanding dengan aki- aki$*1,<&) Dermat"mik"sis terbanyak ia a! Tinea Kapitis% Aktin"miset"ma% Tinea Kruris et K"rp"ris% Kandidiasis Ora % dan Kandidiasis Bu 5"5agina is) Jenis "rganisme penyebab dermat"mik"sis yang ber!asi dibiakkan pada beberapa ruma! sakit tersebut yakni, T)rubrum% T)mentagr"p!ytes% M)(anis% M)gypseum% M)t"nsurans% E)# "(("sum% ?andida a bi(ans% ?)parapsi "sis% ?)gui ierm"ndii% Peni(i ium% dan S("pu ari"psis) Menurut Ripp"n ta!un *<20 ada 82 spesies dermat"#ita yang menyebabkan penyakit di dunia)< Di uar seperti India% berdasarkan pene itian di India yang mengambi sampe sebanyak *+* kasus $<: pria I +8 perempuan&% dermat"mik"sis menempati urutan pertama untuk kasus penyakit ku it% *18 kasus $21%=9&% diikuti (andidiasis 81 kasus $+1%=9& dan pitiriasis 5ersik" "r) Di Amerika endemik dermat"mik"sis di daera! Atara dan barat Bene.ue a% brasi % dan beberapa kasus di ap"rkan di ?" umbia dan argentina) Di Er"pa in#eksi tinea ada a! !a yang umum) Perkiraan insidensi penyakit ini sekitar *1-+19) Di Er"pa dermat"mik"sis merupakan penyakit ku it yang menempati urutan kedua) Penyakit ini disebabkan " e! tinea pedis% tinea ("rp"ris% tinea (ruris% dan tinea rubrum) Tinea rubrum ditemukan pada 2>%+9 kasus dermat"mik"sis me a ui pemeriksaan sampe di Er"pa) Onset usia ter'adi pada anak ke(i yang baru be a'ar ber'a an $t"dd ers& dan anak usia sek" a!) Pa ing sering menyerang anak berusia >-*1 ta!un dan 'uga pada usia de6asa)< Frekuensi in#eksi pada spesies tertentu antara ain, J Sekitar =:9 dermat"#ita yang teris" asi ada a! tri(!"p!yt"n rubrum J +29 Tri(!"p!yt"n mentagr"p!ytes J 29 Tri(!"p!yt"n 5erru("sum J 89 Tri(!"p!yt"n t"nsurans J Ke(i dari * 9 yang teris" asi, Epiderm"p!yt"n # "(("sum% Mi(r"sp"rum aud"uinii% Mi(r"sp"rum (anis% Mi(r"sp"rum eKuinum% Mi(r"sp"rum nanum% Mi(r"sp"rum 5ersi(" "r%

Tri(!"p!yt"n eKuinum% Tri(!"p!yt"n kanei% Tri(!"p!yt"n raubits(!ekii% and Tri(!"p!yt"n 5i" a(eum)*1 2.+ ,lasifi-asi K asi#ikasi yang pa ing sering dipakai " e! para spesia is ku it ada a! berdasarkan "kasi, a) Tinea kapitis% tinea pada ku it dan rambut kepa a b) Tinea barbe% dermat"#it"sis pada dagu dan 'enggg"t) () Tinea kruris% dermat"#ita pada daera! genit"krura % sekitar anus% b"k"ng% dan kadangkadang sampai perut bagian ba6a!) d) Tinea pedis et manum% dermat"#it"sis pada kaki dan tangan) e) Tinea unguium% tinea pada kuku kaki dan tangan) #) Tinea #a(ia is% tinea yang me iputi bagian 6a'a! g) Tinea k"rp"ris% dermat"#it"sis pada bagian ain yang tidak termasuk = bentuk tinea diatas) Se ain > bentuk tinea di atas masi! dikena isti a! yang mempunyai arti k!usus% yaitu, a) Tinea imbrikata, dermat"#it"sis dengan susunan skuama yang k"sentris dan disebabkan " e! tri("p!yt"n ("n(entri(um) b) Tinea #a5"sa atau #a5us, dermat"#it"sis yang terutama disebabkan " e! tri("p!yt"n s(!"en eini, se(ara k inis antara ain berbentuk skutu a dan berbau seperti tikus $m"usy "d"r&) () Tinea sirsinata% arkuata yang merupakan penamaan deskripti# dari m"r#" "ginya) d) Tinea in("gnit", dermat"#it"sis dengan bentuk k inis tidak k!as " e! karena te a! di"bati dengan ster"id t"pi(a kuat) + 2.. 2...1 Tinea Pedis In#eksinya ant!r"p"p!i i( dermat"p!ytes biasanya disebabkan " e! adanya e emen !i#a dari 'amur yang mampu mengin#eksi ku it) Ska a desKuamasi ku it bisa terin#eksi di ingkungan se ama berbu an-bu an atau ta!un) O e! karena itu transmisi bisa ter'adi dengan k"ntak tidak angsung ama sete a! in#eksi ter'adi) 7a!an seperti karpet yang k"ntak dengan ku it 5ekt"r sempurna) 7egitu% transmisi dermat"p!ytes suka Tri(!"p!yt"n rubrum% T) interdigita e dan Epiderm"p!yt"n # "(("sum yang /e0ala ,linis

biasnya pada kaki) in#eksi di sini sering kr"nis dan tidak menimbu kan ke u!an se ama beberapa ta!un dan !anya ketika menyebar kebagian ain% biasanya di ku it)** 2...2 Tinea $n $i$% 1de"%ato#h'ti! on'!o%i!osis2 "in 3o"% of the nail4 Tri(!"p!yt"n rubrum dan T) interdigita e ada a! spesies yang sering menyebabkan tinea unguium) Dermat"#ita 'enis unguium dig" "ngkan men'adi dua bagian utama, $*&) Super#i(ia 6!ite-"ny("my("sis yang menempe atau membuat ubang pada permukaan kuku) $+&) In5asi#% subungua dermat"#ita yang atera dari pr"Eima atau pun dista ) Diikuti dengan menetapnya in#eksi pada dasar kuku) Ony("my("sis subungua dista ada a! bentuk umum dari "ny("my("sis dermat"#ita) Jamur menyerang bagian dista banta an 'ari yang menyebabkan !iperkerat"sis dari banta an kuku dengan "ny(" isis dan menyebabkan peneba an empeng kuku) Seperti namanya "ny("my("sis subungua atera dimu ai dari bagian atera kuku dan sering menyebar me ibatkan semua empeng kuku) Pada "ny("my("sis subungua pr"Eima 'amur mengin5asi keba6a! kutiku a dan mengin#eksi bagian pr"Eima daripada bagian dista karena sp"t ye "6-6!ite akan menyerang unu a ter ebi! da!u u kemudian me uas ke empeng kuku)** 2...( Tinea -"$"is 1e!5e%a %a" inat$%2 dho&ie it!h2 "in 3o"% of the "oin4 Tinea kruris ada a! dermat"#it"sis pada ipat pa!a% daera! perineum% dan sekitar anus) Ke ainan ini dapat bersi#at akut ataupun mena!un% ba!kan dapat merupakan penyakit yang ber angsung seumur !idup) @esi ku it dapat berbatas pada daera! genit"-krura sa'a% atau me uas ke daera! sekitar anus% daera! g uteus% dan perut bagian ba6a!% atau bagian tubu! yang ain)** Ke ainan ku it yang tampak pada se a pa!a merupakan esi berbatas tegas) Peradangan pada tepi ebi! nyata daripada daera! di tenga!nya) F u"resensi terdiri atas berma(am-ma(am bentuk yang primer dan sekunder $p" im"r#ik&) 7i a mena!un dapat disertai ber(ak !itam dan bersisik) Er"si dan ke uarnya (airan ter'adi akibat garukan) Dan tinea kruris merupakan bentuk k inis tersering di Ind"nesia)+

Dermat"#it T rubrum men'adi penyebab yang pa ing umum untuk tinea (ruris) T rubrum men'adi dermat"#it yang a.im <19 dari kasus tinea (ruris% diikuti T t"nsurans $ >9& dan T mentagr"p!ytes $ 09&) Organisme ain% termasuk E # "(("sum dan T 5erru("sum% menyebabkan suatu k"ndisi k inis yang serupa) In#eksi T rubrum dan E # "(("sum ebi! (enderung untuk men'adi kr"nis dan n"n-in# amat"ri% sedangkan in#eksi " e! T mentagr"p!ytes sering di!ubungkan dengan suatu presentasi k inis mera!% menyebabkan peradangan akut)*+ Agen yang pada umumnya menyebabkan tinea kruris antara ain, T) rubrum% T) interdigita e dan E) # "(("sum) ** 2...+ Tinea -a#itis Tinea kapitis ada a! ke ainan pada ku it dan rambut kepa a yang disebabkan " e! spesies dermat"#ita) Ke ainan ini dapat ditandai dengan esi bersisik% kemera!an% a "pesia dan kadangkadang ter'adi gambaran k inis yang ebi! berat% yang disebut keri"n) Ada tiga bentuk tinea kapitis, *) Dray pat(! ring-6"rm% merupakan tinea kapitis yang biasanya disebabkan " e! genus mi(r"sp"rum dan sering ditemukan pada anak-anak) Penyakit mu ai dengan papu mera! yang ke(i di sekitar rambut) Papu ini me ebar dan membentuk ber(ak% yang men'adi pu(at dan bersisik) Ke u!an penderita ada a! rasa gata ) ;arna rambut men'adi abu-abu dan tidak berki at agi) Rambut muda! pata! dan ter epas dari akarnya se!ingga muda! di(abut dengan pinset tanpa rasa nyeri) Semua rambut di daera! tersebut terserang " e! 'amur dan menyebabkan a "pesia setempat) Tempat-tempat ter i!at sebagai gray pat(!% yang pada k inik tidak menun'ukan batas daera! sakit dengan pasti) Pada pemeriksaan ampu 6""d ter i!at # u"resensi !i'au kekuningan pada rambut yang sakit% me ampaui batas dari gray pat(! tersebut) Tinea kapitis disebabkan " e! mi(r"sp"rum aud"uini biasanya disertai tanda peradangan% !anya seseka i berbentuk keri"n)+ +) Keri"n% merupakan tinea kapitis yang terutama disebabkan " e! Mi(r"sp"rum (anis $Mu y"n"% *<:>&) 7entuk yang disertai dengan reaksi peradangan yang !ebat) @esi berupa pembengkakan menyerupai sarang eba!% dengan sebukan radang di sekitarnya) Ke ainan ini menimbu kan 'aringan parut yang menetap)*8 8) 7 a(k d"t ring-6"rm% merupakan tinea kapitis yang terutama disebabkan " e! Tri(!"p!yt"n t"nsurans dan Tri(!"p!yt"n 5i" a(eum $Mu y"n"% *<:>&) Dambaran k inis berupa

terbentuknya titik-titik !itam pada ku it kepa a akibat pata!nya rambut yang terin#eksi tepat di muara #" ike ) A'ung rambut yang pata! dan penu! sp"ra ter i!at sebagai titik !itam) Diagn"sis banding pada tinea kapitis ada a! a "pesia areata% dermatitis seb"r"ik dan ps"riasis $Siregar% +11=&) *8 2.... Tinea -o"#o"is 1tinea si"sinata2 tinea si"!ine t"i!ho#h'ti6$e4 Merupakan dermat"#it"sis pada ku it tubu! yang tidak berambut $g abr"us skin&) *) Ke ainan yang di i!at da am k inik merupakan esi bu at atu "n'"ng% berbatas tegas terdiri dari eritema% sKuama% kadang-kadang dengan 5esike dan papu ditepi) Daera! tenga! biasanya tenang) Kadang ter i!at er"si dan krusta akibat garukan) @esi- esi pada umumnya merupakan ber(ak-ber(ak terpisa! satu dengan yang ain) Dapat ter i!at sebagai esi dengan tepi p" isik ik% karena beberapa esi ku it men'adi satu) +) Tinea k"rp"ris yang mena!un tanda radang yang mendadak biasanya tidak ter i!at agi) Ke ainan ini dapat ter'adi pada tiap bagian tubu! dan bersama-sama dengan ke ainan pada se a pa!a) Da a m !a ini disebut tinea k"rp"ris et kruris atau seba iknya tinea kruris et k"rp"ris) 7entuk mena!un dari tri(!"p!yt"n rubrum biasanya di i!at bersama-sama dengan tinea unguium) 8) 7entuk k!as dari tinea k"rp"ris yang disebabkan " e! tri(!"p!yt"n ("n(entri(um disebut tinea imbrikata) Tinea imbrikata dimu ai dengan bentuk papu ber6arna ("k at% yang per a!an men'adi besar) Stratum k"rneum bagian tenga! ini ter epas dari dasarnya dan me ebar) Pr"ses ini sete a! beberapa 6aktu mu ai agi dari bagian tenga!% se!ingga terbentuk ingkaraningkaran berskuama yang k"sentris) 0) 7entuk tinea k"rp"ris yang disertai ke ainan pada rambut ada a! tinea #a5"sa atau #a5us) Penyakit ini biasanya dimu ai dikepa a sebagai titik ke(i di ba6a! ku it yang ber6arna mera! kuning dan berkembang men'adi krusta berbentuk (a6an $skutu a& dengan berbagai ukuran) Krusta tersebut biasanya tembus " e! satu atau dua rambut dan bi a krusta diangkat ter i!at dasar yang (ekung mera! dan membasa!) Rambut tidak berki at agi dan ter epas) 7i a tidak di"bati% penyakit ini me uas kese uru! kepa a dan meningga kan parut dan b"tak) 7er ainan dengan tinea k"rp"ris yang disebabkan " e! 'amur ain% #a5us tidak menyembu! pada usia aki ba ik) 7iasanya ter(ium bau tikus $m"usy "d"r& pada para penderita #a5us) Tiga spesies la&"osa2 s!he"ende fle!hte2 -$"a#2 he"#es

dermat"#ita yang menyebabkan #a5us% yaitu tri(!"p!yt"n s(!"en eini% tri(!"p!yt"n 5i" a(eum% dan mi(r"sp"rum gypseum) 7erat ringan bentuk k inis yang tampak tidak bergantung pada spesies 'amur penyebab% akan tetapi ebi! banyak dipengaru!i " e! tingkat kebersi!an% umur% dan keta!anan penderita penderita)+ 2.7 Pe%e"i-saan Pen$n0an Mikr"sk"pik angsung Sediaan basa! dibuat dengan me etakan ba!an di atas ge as a as% kemudian ditamba! *-+ tetes arutan KO/) K"nsentrasi *19 untuk rambut dan untuk ku it% dan untuk kuku +19) Sete a! sedian di(ampur dengan KO/% tunggu *=-+1 menit untuk me arutkan 'aringan)untuk memper(epat pe arutan di akukan pemanasan sediaan basa! di atas api ke(i ) Pada saat mu ai ke uar uap% pemanasan di!entikan) Antuk me i!at e emen 'amur ebi! nyata dapat ditamba!kan .at 6arna pada sedian KO/% misa nya tinta parker super(!r""m b ue b a(k)+ Ker"kan ku it% kuku% dan epite rambut diu'i dengan KO/ *19 dan sediaan tinta Parker atau (a ("# u"r -6!ite)** Ku tur Spesimen akan diin"ku asi ke da am media is" asi primer% seperti agar sab"uraudLs deEtr"se yang terdiri dari sik "!eksimid $a(tidi"ne& dan masa inkubasi +>-+:" ? se ama 0 minggu) Pertumbu!annya signi#ikan pada banyak dermat"#ita)** 2.8 Dia nosa Amumnya dermat"#it"sis pada ku it memberikan m"r#" "gi yang k!as yaitu ber(akber(ak yang berbatas tegas disertai e# "resensi-e# "resensi yang ain% se!ingga memberikan ke ainan-ke ainan yang p" im"r#ik% dengan bagian tepi yang akti# serta berbatas tegas sedang bagian tenga! tampak tenang) De'a a "b'ekti# ini se a u disertai dengan perasaan gata % bi a ku it yang gata ini digaruk maka papu a-papu a atau 5esike -5esike akan pe(a! se!ingga menimbu kan daera! yang er"sit dan bi a mengering 'adi krusta dan skuama) Kadang-kadang bentuknya menyerupai dermatitis $ek.ema marginatum&% tetapi kadang-kadang !anya berupa maku a yang berpigmentasi sa'a $Tinea k"rp"ris& dan bi a ada in#eksi sekunder menyerupai ge'a a-ge'a a pi"derma $impetigenisasi&)8

Pemeriksaan mik" "gik untuk membantu menegakan diagn"sa terdiri atas pemeriksaan angsung sediaan basa! dan biakan) Pemeriksaan ain misa nya pemeriksaan !ist"pat" "gik% per("baan binatang% dan imun" "gik tidak diper ukan)+ 2.9 Dia nosa Bandin Tinea pedis et manum !arus dibedakan dengan dermatitis% yang biasanya batasnya tidak 'e as% bagian tepi ebi! akti# dari pada bagian tenga!) Adanya 5esike -5esike steri pada 'ari-'ari kaki dan tangan $p"m#" iks& dapat merupakan reaksi id% yaitu akibat setempat !asi reaksi antigen dengan .at anti pada tempat tersebut) E#ek samping "bat 'uga dapat memberi gambaran serupa yang menyerupai ek.em atau dermatitis% pertama-tama !arus dipikirkan adanya suatu dermatitis k"ntak) Pada !iper!idr"sis ter i!at ku it yang menge upas $maserasi&) Ka au !anya ter i!at 5esike -5esike % biasanya ter etak sangat da am dan terbatas pada te apak kaki dan tangan) Ke ainan tidak me uas sampai di se ase a 'ari) + Penyakit ain yang !arus mendapat per!atian ada a! kandidi"sis% membedakannya dengan tinea pedis murni kadang-kadang sangat su it) Pemeriksaan sediaan angsung dengan KO/ dan pembiakan dapat men" "ng) In#eksi sekunder dengan spesies (andida atau bakteri ain sering menyertai tinea pedis% se!ingga pada kasus-kasus demikian diper ukan interpretasi bi'aksana ter!adap !asi -!asi pemeriksaan ab"raturium) Si#i is II dapat berupa ke ainan ku it di te apak tangan dan kaki) @esi yang mera! dan basa! dapat merupakan petun'uk) Da a m !a ini tanda-tanda ain si#i is akan terdapat misa nya, k"ndi "ma ata% pembesaran ke en'ar geta! bening yang menye uru!% anamnesa tentang a#ek primer dan pemeriksaan ser" "gi serta apangan ge ap dapat men" "ng) Tinea unguium yang disebabkan " e! berma(am-ma(am dermat"#ita memberikan gambaran ak!ir yang sama) Ps"riasis yang menyerang kuku pun dapat berak!ir dengan ke ainan yang sama) @ekukan- ekukan pada kuku $nai pits&% yang ter i!at pada ps"riasis tidak didapati pada tinea unguium) @esi- esi ps"riasis pada bagian ain badan dapat men" "ng membedakannya dengan tinea unguium) 7anyak penyakit ku it yang menyerang bagian d"rsa 'ari-'ari tangan dan

kaki dapat menyebabkan ke ainan yang berak!ir dengan distr"#i kuku% misa nya, Par"nikia% yang eti" "ginya berma(am-ma(am ek.emHdermatitis% akr"dermatitis perstans) Tidak begitu sukar menentukan tinea k"rp"ris pada umumnya% namun ada beberapa penyakit ku it yang dapat meri(u!kan diagn"sa itu% misa nya dermatitis seb"r"ika% ps"riasis% dan pitiriasis r"sea) Ke ainan ku it pada dermatitis seb"r"ika se ain dapat menyerupai tinea k"rp"ris% biasanya ter i!at pada tempat-tempat predi eksi% misa nya di ku it kepa a $s(a p&% ipatan- ipatan ku it % misa nya be akang te inga% daera! nas" abia % dan sebagainya) Ps"riasis dapat dikena pada ke ainan ku it pada tempat predi eksinya% yaitu daera! ekstens"r misa nya utut% siku dan punggung) Ku it kepa a berambut 'uga sering terkena pada penyakit ini) Adanya ekukan- ekukan pada kuku dapat pu a men" "ng menentukan diagn"sa) Ptiriasis r"sea distribusi ke ainan ku itnya simetris dan terbatas pada bagian tubu! dan bagian pr"ksima angg"ta badan% sukar dibedakan dengan tinea k"rp"ris) Pemeriksaan ab"raturium a! yang dapat memastikan diagn"sanya) Tinea k"rp"ris kadang sukar dibedakan dengan dermatitis seb"r"ik pada se a pa!a) @esi- esi ditempat predi eksi sangat men" "ng da m menentukan diagn"sa) Ps"riasis pada se a pa!a dapat menyerupai tinea kruris) @esi pada ps"riasis ebi! mera!% skuama ebi! banyak dan ame ar) Adanya esi ps"riasis pada tempat ain dapat membantu menentukan diagn"sa) Kandid"sis pada daera! ipat pa!a mempunyai k"n#igurasi !en and (!i(ken) Ke ainan ini biasanya basa! dan berkrusta) Pada 6anita ada tidaknya # "ur abus dapat membantu pengara!an diagn"sa) Pada penderita diabetes me itus% kandid"sis merupakan penyakit yang sering di'umpai) Eritrasma merupakan penyakit yang tersering ber "kasi di se a pa!a) E# "resensi yang sama yaitu eritema dan skuama% pada se uru! esi merupakan tanda-tanda k!as dari penyakit ini) Pemeriksaan dengan ampu 6""d dapat men" "ng dengan adanya # "resensi mera! $("ra red&) Tinea barbe kadang sukar dibedakan dengan sik"sis barbe% yang disebabkan " e! pi"k"kus) Pemeriksaan sediaan angsung dapat membedakan kedua penyakit ini)+ 2.: Pen o&atan

Peng"batan dermat"#it"sis sering tergantung pada k inis) Sebagai ("nt"! esi tungga pada ku it dapat diterapi se(ara adekuat dengan anti'amur t"pika ) 6a aupun peng"batan t"pika pada ku it kepa a dan kuku sering tidak e#ekti# dan biasanya membutu!kan terapi sistemik untuk sembu!) In#eksi dermat"#it"sis yang kr"nik atau uas% tinea dengan imp amasi akut dan tipe Mm"((asinM atau tipe kering 'enis t)rubrum termasuk tapak kaki dan d"rsum kaki biasanya 'uga membutu!kan terapi sistemik) Idea nya% k"n#irmasi diagn"sis mik" "gi !endaknya diper" e! sebe um terapi sistemik anti'amur dimu ai) Peng"batan "ra % yang dipi i! untuk dermat"#it"sis ada a!,+%** Infe-si Tinea $n $i$% 1On'!ho%'!osis4 kuku kaki Tinea !a#itis $N sampai Tinea !o"#o"is Drise"#u 5in =11mgHday sembu! $>-: Terbina#ine +=1 mgH!r se ama +-0 minggu !r atau Re-o%endasi Terbina#ine +=1 'ari tangan% Alte"natif Itra("na." e +11 mgH!r H8-= bu an atau 011

mgH!r > minggu untukmgH!r seminggu per bu an se ama 8-0 bu an *+berturut-turut) b n& Drise"#u 5in =11-*111 mgH!r s)d sembu! $*+*: bu an& Terbina#ine Itra("na." e *11 +=1 mgH!rH0 mgH!rH0mgg mgg minggu untuk kuku 'ariF u("na." e *=1-811 mgH mgg s)d sembu! $>-*+

*1mgHkg77H!ari&F u("na." e *11 mgH!rH0 mgg

minggu& Drise"#u 5in =11 > minggu&%

mgH!r sampai sembu! $0-Itra("na." e *11 mgH!r se ama *= dik"mbinasikan denganmgHmggu se ama 0 mgg)

sering+11mgH!r se ama * mgg) F u("na." e *=1-811

Tinea !"$"is

imida." ) Drise"#u 5in =11 > minggu&

Terbina#ine +=1 mgH!r se ama +-0 mgg

mgH!r sampai sembu! $0-Itra("na." e *11 mgH!r se ama *= !r atau +11 mgH!r se ama * mgg) F u("na." e *=1-811 mgH!r se ama 0 mgg) Terbina#ine +=1 mgH!r se ama +-0 mgg

Tinea #edis

Drise"#u 5in

=11mgH!r sampai sembu!Itra("na." e *11 mgH!r se ama *= !r atau +11mgH!r

$0-> minggu& )h"oni! and;o" 3ides#"ead non<"es#onsi*e tinea. Terbina#ine

se ama * mgg) F u("na." e *=1-811 mgHmgg se ama 0 mgg) +=1 Itra("na." e +11 mgH!r se ama 0-> mgg) bu an&)

mgH!r se ama 0-> minggu Drise"#u 5in =11-*111 mgH!r sampai sembu! $8->

Ta&el 2.( Pilihan te"a#i o"al $nt$- infe-si 0a%$" #ada -$lit11 Pada peng"batan keri"n stadium dini diberikan k"rtik"ster"id sistemik sebagai antiin# amasi% yakni prednis"ne 8E= mg atau prednis" "ne 8E0 mg se!ari se ama dua minggu% bersamaaan dengan pemberian grisi"#u 5ine yang diberikan ber an'ut + minggu sete a! esi !i ang) Terbina#ine 'uga diberikan sebagai pengganti grise"#u 5ine se ama +-8 minggu d"sis >+%=-+=1 mg se!ari tergantung berat badan) E#ek samping grise"#u 5ine 'arang di'umpai% yang merupakan ke u!an utama ia a! se#a gia yang didapati pada *=9 penderita) E#ek samping ain berupa gangguan traktus digesti#us yaitu, nausea% 5"mitus% dan diare) Obat tersebut bersi#at #"t"sensiti# dan dapat mengganggu #ungsi !epar) E#ek samping terbina#ine ditemukan kira-kira *19 penderita% yang tersering gangguan gastr"intestina diantaranya nausea% 5"mitus% nyeri ambung% diarea% k"nstipasi% umumnya ringan) E#ek samping ain berupa ganguan penge(apan% persentasinya ke(i ) Rasa penge(apan !i ang sebagian atau kese uru!an sete a! beberapa minggu minum "bat dan !anya bersi#at sementara) Se#a gia ringan di ap"rrkan pu a 8%89-29 kasus) Pada kasus resisten ter!adap grise"#u 5in dapat diberikan ket"k"na." sebagai terapi sistemik +11 mg per !ari se am *1 !ari sampai + minggu pada pagi !ari sete a! makan) Ket"k"na." k"ntraindikasi untuk ke ainan !epar)+

BAB III

,ESIMPULAN De"%atofitosis adalah setiap in#eksi #unga super#isia yang disebabkan " e! dermat"#it dan mengenai stratum k"rneum ku it% rambut dan kuku% termasuk "nik"mik"sis dan berbagai ma(am bentuk tinea) Dermat"#ita dibagi men'adi , mi(r"sp"rum% tri("pyt"n% dan epiderm"p!yt"n) Yang pa ing terbanyak ditemukan di Ind"nesia ada a! T)rubrum) dermat"#ita ain ada a!, E)# "(("sum% T)mentagr"p!ytes% M) (anis% M) gypseum% T)("(entri(um% T)s(!"e eini dan T) t"nsurans) Insidensi Ind"nesia termasuk 6i aya! yang baik untuk pertumbu!an 'amur% se!ingga dapat ditemukan !ampir di semua tempat) Menurut Adiguna MS% insidensi penyakit 'amur yang ter'adi di berbagai ruma! sakit pendidikan di Ind"nesia ber5ariasi antara +%<89-+2%>9) Meskipun angka ini tidak menggambarkan p"pu asi umum) K asi#ikasi yang sering dipakai " e! para spe(ia is ku it yi berdasarkan "kasi, a) Tinea kapitis% tinea pada ku it dan rambut kepa a b) Tinea barbe% dermat"#it"sis pada dagu dan 'enggg"t) () Tinea kruris% dermat"#ita pada daera! genit"krura % sekitar anus% b"k"ng% dan kadangkadang sampai perut bagian ba6a!) d) Tinea pedis et manum% dermat"#it"sis pada kaki dan tangan) e) Tinea unguium% tinea pada kuku kaki dan tangan) #) Tinea k"rp"ris% dermat"#it"sis pada bagian ain yang tidak termasuk = bentuk tinea diatas) Amumnya dermat"#it"sis pada ku it memberikan m"r#" "gi yang k!as yaitu ber(ak ber(ak yang berbatas tegas disertai e# "resensi-e# "resensi yang ain% se!ingga memberikan ke ainan-ke ainan yang p" im"r#% dengan bagian tepi yang akti# serta berbatas tegas sedang bagian tenga! tampak tenang) De'a a "b'ekti# ini se a u disertai dengan perasaan gata % bi a ku it yang gata ini digaruk maka papu a-papu a atau 5esike -5esike akan pe(a! se!ingga menimbu kan daera! yang er"sit dan bi a mengering 'adi krusta dan skuama) Kadang-kadang bentuknya menyerupai dermatitis $ek.ema marginatum&% tetapi kadang-kadang !anya berupa

maku a yang berpigmentasi sa'a $Tinea k"rp"ris& dan bi a ada in#eksi sekunder menyerupai ge'a a-ge'a a pi"derma $impetigenisasi&) Tinea pedis et manum dibedakan dengan dermatitis% !iper!idr"sis karena $penge upasan ku it&) Tinea pedis murni dan kandid"sis sangat su it dibedakan% biasanya pemeriksaan dengan KO/ membantu diagn"sa) Dengan si#i is sekunder akan dibedakan dengan ge'a a ain pada si#i is seperti pembesaran ke en'ar geta! bening% adanya k"ndi "ma ata% a#ek primer dan sebagainya membantu da m mendiagn"sa) Tinea unguium 'uga !arus dibedakan denga ps"riasis pada kuku dan dengan kandid"sis unguium) Sedangkan tinea k"rp"ris !arus dibedakan dengan dermatitis seb"r"ik% ps"riasis% ptiriasis r"sea% eritrasma% dan kandid"sis kutis) 7egitu pu a dengan tinea kapitis) Semuanya dibandingkan tidak !anya berdasarkan esi tetapi 'uga berdasarkan predi eksi) Peng"batan dermat"p!yt"sis sering tergantung pada k inis) Sebagai ("nt"! esi tungga pada ku it dapat diterapi se(ara adekuat dengan anti'amur t"pika ) ;a aupun peng"batan t"pika pada ku it kepa a dan kuku sering tidak e#ekti# dan biasanya membutu!kan terapi sistemik untuk sembu!) Pi i!an terapi "ra yaitu grisi"#u #in atau itrak"na." atau ket"k"na." bi a terdapat resistensi ter!adap grise"#u 5in) @ama penggunaan 'uga disesuaikan dengan keadaan k inis)

DAFTAR PASTAKA

*) Dra!am-br"6n% R"bin) In#eksi 'amur% @e(ture N"tes "n Dermat" "gy% Edisi kede apan% +11=) Edit"r, Ama ia Sa#itri% S)TP% M)Si) JakartaG Er angga) /a aman 8+-0*) +) 7udimu 'a% Anandar) Mik"sis% I mu Penyakit Ku it dan Ke amin% Edisi Keempat% +11>) Edit"r, Ad!i Juanda% dkk) JakartaG Faku tas Ked"kteran Ani5ersitas Ind"nesia) /a aman :< O *1=) 8) I(!an) Dermat"#it"sis 3penyakit ku it4) +1*1) 7 "g by 6"rdpress) Dikutip dari, !ttp,HHi(!an-ri.kan)("mHdermat"#it"sis-penyakit-ku itH) 0) D"r and% ;) A) Ne6man) Kamus Ked"kteran D"r and% Edisi +<% +11+) Edit"r, /uria6ati /artant"% dkk) JakartaG ED?) =) Pr"#) dr) Ma6ar i !ara!ap) In#eksi Jamur Ku it% I mu Penyakit Ku it) +111) Edit"rG pr"#)dr) ma6ar i !ara!ap) JakartaG !ip"krates) /a 28-:2) >) An"nym"us) Mi(r"sp"rum spp% T!e Fungi) D"(t"r Fungus% Pubmed) Dikutip dariG !ttp,HH666)d"(t"r#ungus)"rgHt!e#ungiHMi(r"sp"rumPspp)!tm) 2) An"nym"us) Epiderm"p!yt"n spp% T!e Fungi) D"(t"r Fungus% Pubmed) Dikutip dariG !ttp,HH666)d"(t"r#ungus)"rgHt!e#ungiHepiderm"p!yt"n)!tm) :) An"nym"us) Tri("p!yt"n spp% T!e Fungi) D"(t"r Fungus% Pubmed) Dikutip dariG !ttp,HH666)d"(t"r#ungus)"rgHt!e#ungiHtri("p!yt"n)!tm) <) ;i s"n dkk) Dermat"my("sis% Maka a! C""n"sis) +11<) Faku tas Ked"kteran /e6an Ani5ersitas Da'a! Mada) Dikutip dari, !ttp,HH6!eda(aine)6"rdpress)("mH+1*1H1*H+8Hdermat"my("sisH *1) Anyn"m"us) Dermat"p!yte) +1*1% ;ikipedia F"undati"n% t!e Free En(y( "pedia) Dikutip dariG !ttp,HHen)6ikipedia)"rgH6ikiHDermat"p!yte)

**) Da5id e is) Dermat"p!yt"sis) +1*1) T!e Ani5ersity "# Ade aide) Austra ia) Dikutip dariG !ttp,HH666)my(" "gy)ade aide)edu)auH)