Anda di halaman 1dari 4

Kemajuan terbaru dalam Deteksi Dini Lesi Prakanker Oral ABSTRAK Tingkat mortalitas yang tinggi pada kanker

seperti karsinoma sel skuamosa oral biasanya dihubungkan dengan kelalaian yang muncul sewaktu mendeteksi penyakit pada tahap awal pengobatan. Sejumlah teknologi baru yang menjanjikan telah diusulkan untuk meningkatkan efektivitas deteksi dini kanker mulut. Tujuan dari screening kanker adalah untuk mendeteksi tumor pada tahap awal sehingga pengobatan dapat berhasil. Alat-alat screeing yang diperlukan yang merupakan alat yang menggabungkan fitur dengan sensitivitas tinggi dan spesifisitas yang baik. Selain itu, alat screening harus cukup non-invasif dan murah agar dapat digunaka di kalangan luas. Laporan ini akan mencoba memberikan gambaran kemajuan terbaru dalam kedokteran gigi dengan penekanan khusus pada deteksi pada tahap awal kanker oral dan juga bertujuan untuk memperkenalkan berbagai alat diagnostik kepada mahasiswa sarjana dan pascasarjana dari berbagai bidang kedokteran. Kata kunci Lesi !rakanker, "anoteknologi, #etero$igositas, Saliva PENDAHULUAN %anker mulut adalah kanker keenam yang paling umum terjadi di dunia. &erupakan masalah utama dalam bidang onkologi di seluruh dunia di mana umumnya karena kebiasaan mengunyah tembakau dan'atau merokok dengan atau tanpa konsumsi alcohol. (iasanya terjadi pada pria usia lanjut selama dekade kelima sampai kedelapan kehidupan dan jarang terlihat pada orang muda. (erdasarkan )*+ dari semua kanker yang dialami pria dan ),,-+ dari seluruh jenis kanker pada wanita menempati kanker yang paling banyak terjadi pada pria dan kanker paling banyak ketiga pada perempuan ./ype 0& et al., 1,,)2. !erkembangan bioteknologi yang signifikan dan peningkatan pemahaman dasar kita tentang inisiasi kanker dan perkembangannya sekarang memungkinkan kita untuk mengidentifikasi tanda-tanda tumor, seperti onkogen dan perubahan gen supresor tumor, dalam cairan tubuh yang mengalir dari organ yang terkena tumor. Sejumlah teknologi baru yang menjanjikan telah diusulkan untuk meningkatkan efektivitas deteksi dini kanker mulut. #al tersebut termasuk penggunaan saliva sebagai metode screening platform kanker mulut meningkat sitologi eksfoliatif, analisis molekuler dan studi perubahan gen, dan penggunaan lampu neon dan gambara modalitas lainnya. 3alam tulisan ini, penulis mencoba untuk membahas mengenai teknik tersebut dan metode untuk mendeteksi kanker mulut pada tahap awal, sehingga meningkatkan gaya hidup pasien. Kemajuan terbaru dalam mendeteksi kanker mulut &etode konvensional deteksi kanker rongga mulut metiputi biopsi konvensional, pewarnaan jaringan vital dan teknik sitologi. !ewarnaan dengan Toluidin (lue .T(2 adalah salah satu yang paling banyak digunakan, prosedur diagnostik yang sederhana dan murah, yang menggunakan pewarna biru untuk mengetahui area mukosa abnormal .Sankaranarayan 4.dkk, )5652. %emajuan terbaru untuk deteksi dini kanker mulut dan kondisi prakanker dalam rongga mulut secara luas meliputi penggunaan teknik berikut

1.) 7i$iLite-7i$iLite 8. System .9ila :armasi, !hoeni;, A92 menjadi sistem pertama yang disetujui oleh :3A untuk meningkatkan visualisasi pemeriksaan lesi dini kanker di kepala dan leher .4am S dan Siar <#., 1,,-2. 3alam sistem ini, pasien melakukan kumur satu menit dengan larutan asam asetat yang diencerkan untuk menghilangkan barrier glikoprotein dan sehingga mukosa menjadi kering. !enggunaan intensitas cahaya ambient yang redup dan cahaya chemiluminescent yang difus putih kebiruan. Sel-sel normal menyerap cahaya dan sehingga memiliki warna kebiruan, sedangkan cahaya dipantulkan oleh sel-sel abnormal dengan inti yang lebih tinggi rasio sitoplasma dan oleh epitel dengan keratinisasi berlebihan, hyperparakeratinisasi dan'atau penyerapan inflamatori yang signifikan, yang menimbulkan warna keputihan dan cerah, lebih kentara dan berbatas tegas .:arah <S dan &c<ullough &=., 1,,*2, .0pstein =( dkk., 1,,62. 1.1 7elscope>70Lscope8 system .7isually 0nhanced Lesion Scope? L03 3ental /nc., @hite 4ock, (.<.2 merupakan perangkat manual sederhana yang dikembangkan oleh L03 &edical 3iagnostic bekerjasama dengan para ilmuwan dari (ritish <olumbia <ancer Agency .(<<A2. &endeteksi hilangnya fluoresensi pada lesi oral risiko tinggi yang visible'terlihat dan non-visibel'tidak terlihat dengan menerapkan fluoresensi langsung. #ilangnya fluoresensi mencerminkan perubahan kompleks terhadap distribusi jaringan intrinsik fluorophores .0pstein =( dkk, 1,,62. Sistem ini terdiri dari sumber cahaya yang memancarkan panjang gelombang A,,-AB, nm dan unit manual untuk visualisasi langsung. 3i bawah cahaya ini, mukosa mulut normal memancarkan auto-fluoresensi berwarna hijau, sedangkan daerah abnormal menyerap cahaya fluoresensi dan tampak gelap. Cleh karena itu , perubahan biokimia awal terdeteksi sebelum keadaan abnormal mukosa tampak jelas, sehingga memungkinkan deteksi dini lesi patologis . (iopsi Cral (rush, merupakan metode peningkatan dari sitologi eksfoliatif yang menjamin sampel biopsi yang adekuat, yang dideteksi menggunakan Oral CDX Computer System yang secara khusus dirancang untuk mendeteksi epitel kanker oral D lesi prakanker .3inkar A dan Satoskar S, 1,,B2. Perubahan gen dan analisis m lekuler Sekitar dua pertiga dari semua sel kanker kepala dan leher mengalami kehilangan kromosom 5p1)-11, yang menyebabkan timbulnya lesi displastik dan carsinoma in situ .</S2, yang dimana menunjukkan bahwa gen di wilayah ini tersingkir lebih awal akibat karsinogenesis oral. Cleh karena itu, analisis biologi molekuler membantu dalam deteksi dini kanker mulut .3T@ @ong dkk., )55B2. !enggunaan metode tambahan seperti gambaran cytometry 3"A, analisis Ag"C4 .Ag"C4s memperlihatkan nucleolar berwarna silver pada daerah yang terorganisir2, dan analisis sel multimodal telah terbukti secara signifikan meningkatkan akurasi diagnostik sitologi oral. &etode ini hanya diterapkan pada sampel yang menunjukkan keraguan atau sel mencurigakan .displastik2, pada sitologi yang tidak normal maupun yang terlihat ganas. Teknik molekuler juga mencakup kuantifikasi kandungan nuclear 3"A dengan analisis flow cytometric, menilai kehadiran gejala tumor yang dapat menjadi genomik dan tanda proliferasi D diferensial. Mikro satellite marker digunakan untuk mempelajari perubahan klonal pada lesi prakanker rugi dan melaporkan regio kromosom loss yang diduga mengandung gen supresor tumor. Eang dikatakan sebagai hilangnya hetero$igositas .LC#2.

Sering menyebabkan terjadinya LC# yang terlihat di daerah 5p D Fp, yang mengindikasikan perkembangan displasia. #ilangnya hetero$igositas pada AG, 6p, ))G, )FG D )*p mengindikasikan waktu perkembangan yang signifikan lebih pendek untuk karsinoma sel skuamosa. %euntungan satellite micro marker adalah karena dapat menilai pada eksfoliasi sel membrane mukosa rongga mulut .@ong 3T., 1,,B2. %emajuan terbaru dari deteksi dini kanker mulut adalah teknik 3iaelectrophoresis .30!2. 30! adalah metode non-invasif untuk menentukan parameter elektrofisiologi seperti konduktivitas dan permitivitas sitoplasma dan membran sel. (roche L& dkk., .1,,*2 menyimpulkan bahwa 30! dapat digunakan untuk mengetahui karakteristik sel derived dari karsinoma sel skuamosa rongga mulut .#F-*2 dan sel human keratinosit dan mengungkapkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada parameter ini antara epithelial cell line ganas dan normal. #asil dari studi yang disebutkan di atas menunjukkan bahwa secara klinis 30! dapat berperan untuk deteksi dini kanker dari sel-sel non-kanker. Tanda molekuler untuk karsinoma sel sGuamous oral menunjukkan variasi en$im metabolisme ;enobiotik seperti glutathione S transferase, glutation peroksidase .H!I2, sitokrom pA-,, " asetil transferase dan alkohol dehydrogenase, yang terlibat dalam detoksifikasi karsinogen. &utasi pada gen 4as , lebih dari cyclin- 3), %i-B*, sinyal ekstra seluler kinase yang diaktifkan lebih pada daerah kanker, sementara hilangnya p)B D p1* merupakan peristiwa onkogenik D menjadi faktor predisposisi untuk perkembangan karsinoma sel skuamosa oral .CS<<2 pada pasien. &etaloproteinase D inhibitor jaringan dari metaloproteinase .&&! D T/&!2, plasminogen activator inhibitor-) alel , dan gelsolin medorong terjadinya inisiasi kanker dan pengembangan pada tahap awal. 3iagnosis didukung dengan adanya perubahan tand dari (cl-1, %i-B*, 0-cadherin, dan LC# pada 5p1) D )*p)F mengakibatkan peningkatan kerentanan terhadap perkembangan CS<< .Scully < , (agan =7., 1,,*2. Alat diagn stik sali!a Saliva ditemukan mengandung F,5 protein, transcriptome saliva yang normal mengandung F,,, m4"A, dari )6, m4"A yang paling banyak terdapat pada semua subjek sehat. Eang merupakan salivara transcriptome core normal ."ST<2. 0mpat gen dari "ST< ini, yang mengirimkan kode untuk /L-6, dekarboksilase ornithine, Spermidine asetiltransferase, D /L-) J lebih tinggi pada saliva pasien yang menderita karsinoma sel skuamosa rongga mulut .Lee =& dkk., 1,,52. #asil dari penelitian yang dilakukan oleh (railo 7, (oras 7. 7, dan Arambasin A< .1,,B2 menunjukkan bahwa peningkatan yang signifikan dari /L-B D T":-K ditemukan pada saliva pasien dengan lesi prakanker leukoplakia khususnya oral .(railo 7. dkk., 1,,B2. Sistem &icroelectromechanical dan "anoelectromechanical .&0&S D "0&S2 telah dibuat yang menunjukkan sensitivitas dan spesifisitas yang baik untuk deteksi analit sampai tingkat molekuler tunggal. !roduk tersebut disebut sebagai Oral Fluid Nanosensor Test .C:"AS0T2, yang merupakan perangkat otomatis yang memungkinkan deteksi secara simultan D cepat unutu beberapa protein saliva dan asam nukleat .Hau 7 dan @ong 3., 1,,*2. Oral Fluid Nano Sensor Test .C:"AS0T2 platform teknologi menggabungkan teknologi terdepan, seperti self-assembled monolayers .SA&2, bionanotechnology, amplifikasi en$imatik siklik, dan mikro fluidics, dengan beberapa teknik seperti mikroinjeksi

molding, hibridisasi berbasis deteksi, dan pemurnian molekul. Tujuan penggunaan C:"AS0T adalah untuk deteksi multipleks perawatan biomarker saliva untuk kanker mulut. Hau 7 dan @ong 3 .1,,*2 menunjukkan bahwa kombinasi dari dua biomarker saliva proteomika .Thioredo;in dan /L-62 dan empat biomarker m4"A saliva .SAT, od$, /L-6, dan /L-)b2 dapat mendeteksi kanker mulut dengan spesifitas dan sensitivitas tinggi. !enelitian sebelumnya telah menunjukkan hasil yang sesuai. Cleh karena itu, di masa depan, teknik ini dapat digunakan untuk deteksi lesi kanker mulut hanya dengan menggunakan setetes saliva .=ames <hen Eong %ah., 1,,*2. "anoteknologi adalah kelompok teknologi yang sedang dikembangkan dengan struktur materi yang dikendalikan pada skala nanometer, skala pada jumlah kecil dari atom, untuk memproduksi bahan-bahan baru dan perangkat yang memiliki sifat yang berguna dan unik. (erbagai nanoproducts dilakukan uji klinis meliputi ipid based nanoparticles! "uantum dots! Nanoshells! #old Nanoparticles! $arama%netic Nanoparticles dan Carbon Nanotubes. #old Nanopartikel yang menghubungkan antibodi terhadap reseptor faktor pertumbuhan epidermal diekspresikan oleh sel-sel neoplastik yang secara khusus berikatan dengan sel-sel kanker sehingga membuat deteksi lebih mudah .=ames <hen Eong %ah , 1,,*2. Teknik noninvasif lain untuk deteksi displasia oral menggunakan tomografi koherensi optic atau optical coherence tomo%raphy .C<T2. C<T dapat memberikan gambaran resolusi tinggi dari permukaan dan subpermukaan jaringan, dengan kemampuan potensial untuk deteksi dan pemetaan epitel patologi. C<T adalah alat yang sangat berguna untuk deteksi dini dan diagnosis lesi oral, serta pemantauan berkala dan cepat lesi dalam rongga mulut yang dicurigai, screening ini murah untuk digunakan pada populasi berisiko tinggi .!etra @ilderSmith dkk, 1,,52. Kesim"ulan 4ujukan awal dan kolaborasi dengan dental profesional serta karena berbagai kemajuan tersebut, kita akan mampu untuk memberikan perawatan cepat dan efisien untuk pasien, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. 3iagnosis dini dan hasil pengobatan terhadap pencegahan akan bahaya kesehatan tertentu karena radiasi dan juga mengurangi kemungkinan komplikasi lebih lanjut.