Anda di halaman 1dari 4

Pemilihan Terapi Medikamentosa pada Pasien Hemoroid Abstrak Hemorhoid adalah pelebaran pleksus hemorrhoidalis yang tidak merupakan

keadaan patologik yang terjadi karena pembengkakan vena anal atau rectal karena konstipasi yg kronis, diare, mengejan saat defekasi, duduk di toilet dalam jangka waktu yg lama, kurangnya serat dalam diet. Pembedahan sering dipilih pada hemoroid eksterna. Tapi pada hemoroid interna pemeilihan terapi lebih ditekankan pada terapi untuk mengurangi keluhan dan disesaikan dengan derajat hemoroid itu sendiri. Hanya jika hemorhoid ini menimbulkan keluhan atau penyulit sehingga diperlukan tindakan bedah. Banyak terapi medikamentosa yang bisa dipilih untuk penatalaksanaan hemoroid interna disamping pengubahan gaya hidup dan pola makan. Kata kunci: Terapi Medikamentosa, Hemoroid Isi Seorang laki-laki 25 tahun datang ke poliklinik RSUD Tidar Magelang dengan keluhan keluar benjolan dari dalam anus bila BAB. Benjolan bisa masuk spontan terkadang bisa masuk bila dibantu dengan tangan. Benjolan terasa sakit dan tidak nyaman saat jalan maupun duduk. Pasien tidak mengeluh ketika BAB terasa nyeri dan panas disekitar anus. Keluhan ini dirasakan sejak kurang lebih 3 minggu. Pasien belum pernah memeriksakan dirinya ke dokter. Pasien juga tidak meminum obat apapun sebelumnya untuk mengatasi rasa nyeri akibat benjolan yang keluar. Pasien adalah seorang kuli yang banyak berdiri daripada duduk dan sering mengangkat barang-barang yang berat. Pasien seringkali dalam seminggu buang air besarnya tidak teratur dan bila buang air besar harus berlama-lama jongkok di kakus dan harus mengejan karena BAB nya keras. Pasien tidak mengeluh adanya perubahan ukuran feses. Pasien tidak begitu suka dengan sayuran dan tiap kali makan jarang dengan sayur. Pasien mengaku bahwa dulunya dia sering makan yang pedas-pedas. Dari inspeksi anus tidak terlihat adanya benjolan yang keluar dari anus. Saat disuruh mengejan benjolan keluarsedikit tapi bisa masuk lagi. Dari pemeriksaan rectal toucher teraba hemoroid pada arah jam 1 dan jam 10, tidak nyeri. Diagnosis Hemorrhoid Interna Grade II Terapi

Makanan tinggi serat, menigkatkan intake air, mengurangi mengedan berlebihan, mengubah kebiasaan defekasi, Hydrocortison salep 2,5%, dulcolax 1x1, vegeta 1x1. Diskusi Hemorhoid adalah pelebaran pleksus hemorrhoidalis yang tidak merupakan keadaan patologik. Terjadi karena pembengkakan vena anal atau rectal karena konstipasi yg kronis, diare, mengejan saat defekasi, duduk di toilet dalam jangka waktu yg lama, kurangnya serat dalam diet. Penyebab lain yang turut berperan diantaranya lemahnya jaringan ikat di rectum dan anus berhubungan dengan usia, kehamilan yaitu meningkatnya tekanan di abdomen, pelebaran vena2 di lower rectum dan anus, dan karena peningkatan tekanan intraabdomen. Hanya jika hemorhoid ini menimbulkan keluhan atau penyulit sehingga diperlukan tindakan. Tujuan utama pada penatalaksanaan hemoroid adalah menghilangkan keluhan. Terutama ditekankan pada hemoroid derajat 1 dan 2 adalah nasihat tentang makan dan mengubah pola hidup yaitu dengan sering mengkonsumsi makanan tinggi serat, menigkatkan intake air, mengurangi mengedan berlebihan, mengubah kebiasaan defekasi, disertai dengan pemberian supositoria & salep anus ( anestetic & astringen). Pembedahan biasanya dilakukan pada hemoroid grade 3 & 4. Ada beberapa pilihan utama pada terapi medikamentosa pada pasien hemoroid, yaitu obat topikal/local treatment, anti thrombus, warm bath, suplemen serat, laksatif/pencahar, penyembuh dan pencegah kekambuhan. Untuk obat topical bisa dipilih steroid (anti inflamasi;vasokontriksi) seperti hydrocortison (2,5% ; 1%) yang menurunkan simptom pruritus & inflamasi dan mengurangi perdarahan pd hemoroid interna. Dioleskan tipis pada kulit 2 - 3 kali sehari. Efek samping: Pada penderita yang sensitif dapat timbul reaksi seperti: rasa terbakar, gatal, kekeringan, atropi kulit & mukosa serta infeksi sekunder sehingga penggunaan jangka panjang harus dihindari. Atau bisa juga dililih topical anesthetic seperti lidocain ointment 5%, mengurangi rasa nyeri. Bekerja dengan memblok sinyal yang dikirimkan oleh nervus ke otak untuk mempersepsikan nyeri. Direkomendasikan untuk kondisi sunburns, rashes, dan lesi lain yang menyebabkan nyeri, iritasi, atau gatal. Suppositoria hydrocortison suppositoria yaitu obat anti-inflamasi (hormon kortikosteroid) yang bekerja dengan melemahkan respon pertahanan alami tubuh dan dengan mengurangi pembengkakan / inflamasi. Digunakan 2-3x sehari

Untuk anti thrombus dapat dipilih Venosmil ( hidrosmin) kapsul 200 mg 3 kali sehari selama 1-3 minggu, golongan flavonoid yang menghambat pengumpulan darah di ekstremitas inferior (insufisiensi vena) yang diakibatkan oleh varises / trombosis yang lama. Warm bath dengan MgSo4 digunakan sebagai drying agent, bersifat hygroscopik (mudah menyerap air), MgSo4 juga bisa diserap oleh kulit dan mengurangi inflamasi. Sering digunakan pada hemoroid interna grade 4. Atau rendam dengan larutan kalium permanganat (PK) 1:10.000 (1 gram bubuk PK dilarutkan dalam 10 liter air) yang termasuk golongan peroksidan yang dapat melepaskan oksigen (proses oksidasi) sehingga dapat membunuh kuman (bakterisid). Kalium permanganas berupa kristal ungu, mudah larut dalam air. Dalam larutan encer merupakan peroksidan. Zat ini bekerja sebagai iritan, deodoran dan astringen. Suplemen serat bekerja dengan cara membesarkan volume tinja dan meningkatkan peristaltik usus. Efek samping antara lain ketut dan kembung. Suplemen serat komersial yang yang banyak dipakai antara lain psylium atau isphaluga Husk (ex.: Vegeta, Mulax, Metamucil, Mucofalk). Laksatif/ pencahar untuk meningkatkan frekuensi BAB, mengurangi konsistensi feses yang kering dan keras. Mekanisme kerja obat pencahar meliputi pengurangan absorpsi air dan elektrolit,

meningkatkan osmolalitas dalam lumen, dan meningkatkan tekanan hidrostatik dalam usus. Obat pencahar ini mengubah kolon, yang normalnya merupakan organ tempat terjadinya penyerapan cairan menjadi organ yang mensekresikan air dan elektrolit. Contohnya laxant atau pencahar (laxadine, dulcolax, lactulosa). Untuk obat penyembuh dan pencegah serangan menggunakan Ardium 500 mg dan plasebo 32 tablet selama 4 hari, lalu 22 tablet selama 3 hari. Fungsinya meningkatkan daya tahan/resistensi, dan mengurangi permeabilitas. mengurangi bengkak/edema, rasa nyeri pada tungkai, dan gejala-gejala patologis lainnya yang berhubungan dengan insufisiensi vena yang kronis. Pengobatan ini dapat memberikan perbaikan terhadap gejala inflamasi, kongesti, edema, dan prolaps. Kesimpulan Hemorhoid adalah pelebaran pleksus hemorrhoidalis yang tidak merupakan keadaan patologik yang terjadi karena pembengkakan vena anal atau rectal karena konstipasi yg kronis, diare, mengejan saat defekasi, duduk di toilet dalam jangka waktu yg lama, kurangnya serat dalam diet. Penyebab lain yang turut berperan diantaranya lemahnya jaringan ikat di rectum dan anus berhubungan dengan usia,

kehamilan yaitu meningkatnya tekanan di abdomen, pelebaran vena2 di lower rectum dan anus, dan karena peningkatan tekanan intraabdomen.Hanya jika hemorhoid ini menimbulkan keluhan atau penyulit sehingga diperlukan tindakan.Tujuan utama pada penatalaksanaan hemoroid adalah menghilangkan keluhan. Terutama ditekankan pada hemoroid derajat 1 dan 2 adalah nasihat tentang makan dan mengubah pola hidup Ada beberapa pilihan utama pada terapi medikamentosa pada pasien hemoroid, yaitu obat topikal/local treatment, anti thrombus, warm bath, suplemen serat, laksatif/pencahar, penyembuh dan pencegah kekambuhan. Referensi Nelson, Heidi MD., Roger R. Dozois, MD., Anus, in Sabiston TextBook of Surgery, Saunders company, Phyladelphia 2001 Skandalakis ,John E. ,Colon and Anorectum, in Surgical Anatomyand Technique,Second edition, atlanta, 1999. Diagnosing Hemorrhoid Types and Rectal Prolaps, http:\\www.pph.comEthicon Endo-Surgery, Inc. 20032005. This site ispublished by Ethicon Endo-Surgery, Inc. and is intended for U.S.audiences only. Haemorrhoid treatment-Rectal Bleeding,http:\\www.pph.com Ethicon Endo-Surgery, Inc. 2003-2005. What are Hemorrhoid.,www.hemorrhoid.net Penulis Fetty Theralisa, Bagian Ilmu Bedah, RSUD Tidar Magelang, Jawa Tengah