Anda di halaman 1dari 29

ASSALLAMUALLAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROOKATUH

PERSENTASI KASUS PARTUS PREMATURUS IMMINENS


DISUSUN OLEH : DIKA SATYA NEGARA 04711012

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA 2010

STATUS PASIEN
Nama : Ny. Mutilah Umur : 38 tahun Status : Menikah Alamat :Kranggan, Magelang Agama : Islam Pekerjaan : Karyawan pabrik Umur suami : 42 tahun Pekerjaan suami : Karyawan Bengkel Tanggal Masuk : 21 oktober 2010 Mondok di bangsal : Gladiol No. Rekam Medis : 127329

Keluhan Utama
Nyeri boyok (pinggang bawah)

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien merupakan ibu hamil 25 minggu datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri boyok semenjak 20 jam yang lalu, disertai dengan kencang-kencang kurang lebih 48 jam yang lalu, dan lendir darah keluar semenjak 28 jam yang lalu, tetapi belum ada keluarnya air ketuban

Anamnesis sistem Serebrospinal : Pusing (-), demam (-) Kardiovaskuler : Deg-degan (-), nyeri dada (-) Respirasi : Sesak (-), batuk (-) Digestiva : BAB (+) N,nafsu makan (+) ,mual (+), Muntah (-) Urogenital : BAK sering Musculoskeletal : tidak terdapat nyeri sendi dan nyeri otot Integumentum : dbn

Riwayat penyakit Dahulu Riwayat keluhan serupa pernah dialami pasien 2 bulan yang lalu. Riwayat tumor atau keganasan disangkal Riwayat hipertensi disangkal Riwayat DM disangkal Riayat ashma disangkal

Riwayat penyakit Keluarga Penyakit serupa dikeluarga disangkal Riwayat tumor dan keganasan di keluarga disangkal Riwayat HT, DM, Jantung disangkal Riwayat Haid Menarche : + 14 tahun Siklus : teratur tiap 28 hari Lamanya : 7-8 hari darah menstruasi : dalam 1 hari ganti pembalut 23 kali Nyeri menstruasi : Dismenorea (+)

Riwayat Perkawinan Menikah satu kali dengan suami sekarang. Lama pernikahan : 18 tahun Menikah saat umur : 20 tahun Punya anak : 3 tahun pernikahan Riwayat KB : Pil KB Riwayat Obstetrik : anak I (umur sekarang 15 tahun) : jenis kelamin perempuan, aterm, normal, partus spontan, berat janin 3500 gram, melahirkan didukun bayi.

Pasien merupakan G2P1A0 HPMT : 23 april 2010 HPL : 30 januari 2011 UK : 25 + 4 minggu TFU : 24 cm DJJ : 135 X/menit Kebiasaan dan Ligkungan Pasien mempunyai kebiasaan jarang makan sayur, sumber air minum dari air PAM. Pasien bekerja dipabrik dengan lingkungan banyak polusi. Pasien sering menggunakan posisi duduk dalam waktu lama saat bekerja. Pasien jarang berolah raga.

PEMERIKSAAN FISIK Keadaan Umum : baik Kesadaran : compos mentis Vital sign : T : 130/80 R : 24x/menit N : 76 x/menit S : 36,7 C Berat badan (sebelum hamil) : 50 kg Berat badan (setelah hamil) : 53,5 kg Lingkar Lengan : 27 cm Tinggi Badan : 158 cm Gizi(IMT) : 21,43 = normoweight Kepala : Mesocephal, CA : -/-, SI -/-

Leher : JVP tidak meningkat, tidak terdapat deformitas, tidak tampak pembesaran kelenjar limfanodi sekitar leher Thorax : Simetris statis dinamis, tidak ada kelainan bentuk dada, Masa tumor tdk teraba. Pulmo Inspeksi : Retraksi (-), Ketinggalan gerak nafas (-) Palpasi : simetris ka/ki, tdk ada ktnggln gerak Perkusi : sonor seluruh lapangan paru Auskultasi : SD : Vesikuler ST : Ronchi (-), Wheezing (-)

Jantung Inspeksi : ictus cordis tidak terlihat Palpasi : ictus cordis teraba pada SIC V linea midclavicularis sinistra Perkusi : batas atas SIC III linea parasternalis sinistra batas kiri SIC V linea midclavikularis sinistra batas kanan SIC IV linea parasternalis dextra Auskultasi : S1&S2 tunggal, reguler, murni, bising (-), gallop (-)

Abdomen Inspeksi : Perut membuncit, bulat, stria (+), sikatrik (-) Auskultasi : BU (+) normal, metallic sound (-) Palpasi : Leopold I : teraba lunak Leopold II: sebelah kanan keras seperti papan, kiri lunak, posisi janin puki Leopold III: bagian terbawah janin bulat keras melenting, preskep Leopold IV : kepala belum mauk panggul, konvergen

Pemeriksaan dalam : VU tenang, dinding vagina licin, pembukaan 4 cm, STLD (+), AK (-) Ekstremitas : Superior : Kanan : udem (-), varises (-) Kiri : udem (-), varises (-) Inferior : Kanan : udem (-), varises (-) Kiri : udem (-), varises (-)

PEMERIKSAAN PENUNJANG Darah rutin Pre operasi tanggal 21 oktober 2010 CBC HASIL UNIT NILAI NORMAL WBC 22,53 103/ul M : 5-10 F : 5-10 RBC 4,53 106 ul M : 4,5-5,5 F : 4-5 HGB 10,1 g/dl M : 13-16 F : 12-15 HCT 37,1 % M : 40-48 F : 37-43 MCV 81,9 fl 79,0-99,0 MCH 26,7 pg 27,0-31,0 MCHC 32,6 g/dl 33 37 PLT 256 103/ul 150 400 RDW-CV 14,2 % 11,5 14,5 PDW 41,3 fl 9 13 MPV 11,3 fl 7,2 11,1 P-LCR 25,3 % 15 40

Kimia Darah 21/10/2010 GDS : 95 mg% Ureum : 21 mg% Kreatinin : 0,9 mg% SGOT : 20 U/L SGPT : 8 U/L HBsAg : negatif Protein Albumin : 3,55 mg% Na : 138,4 K : Mmol/L3,71 Mmol/L Cl :107,1 Mmol/L

DIAGNOSIS Partus prematurus imminens PENATALAKSANAAN -pertahankan kehamilan -nifedipin 3x10 mg -asam mefenamat 500 mg bila nyeri -inj.dexamethasone 2x1 ampul (1 seri) -inj.vicillin 3x1 gram

TINJAUAN PUSTAKA DEFINISI Partus prematurus dapat disimpulkan kontraksi uterus yang teratur setelah 20 minggu dan sebelum 37 minggu, dengan interval kontraksi 5 hingga 8 menit atau kurang dan disertai dengan satu atau lebih tanda berikut : (1) perubahan serviks yang progresif, (2) dilatasi serviks 2 centimeter atau lebih, (3) penipisan serviks 80 persen atau lebih.

PATOFISIOLOGI Persalinan aterm diawali dengan aktifasi fosfolipase A2, yang memecah asam arakidonat dari dalam selaput ketuban, sehingga membuat asam arakidonat bebas tersedia untuk sintesis prostaglandin. Banyak mikroorganisme(missal : streptokokus A2) menghasilkan fosfolipase A2, sehingga secara potensial dapat mencetuskan persalinan preterm.

ETIOLOGI 1.VAGINOSIS BAKTERIALIS 2.VAGINITIS TRIKOMONAS DAN KANDIDA 3. INFEKSI CHLAMYDIA (Chlamydia trachomatis)

MANIFESTASI KLINIS -kontraksi uterus (nyeri atau tidak terasa nyeri) -tekanan pada panggul -kram seperti saat menstruasi -duh vagina cair atau berdarah -nyeri punggung bawah

DIAGNOSIS Anamnesis Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Penunjang -mengevaluasi nilai diagnostic hitung sel darah putih. -pewarnaan gram positif pada cairan amnion bisa menegakan diagnosis (spesifisitas 99 %) DAMPAK -ketahanan hidup yang menurun -kualitas hidup (baik fisik ataupun intelektual menurun)

PENATALAKSANAAN -penatalaksanaan menunggu (nifedipin atau bricasma) -kortikosteroid untuk pematangan paru janin(dexamethasone) -ampisilin saja -ampisilin plus kortikosteroid(lebih menguntungkan karena lebih sedikit menimbulkan penyakit pernafasan.

-persalinan pervaginam -persalinan SC

PEMBAHASAN Pada kasus ini, penegakan diagnosis partus prematurus imminens brdasarkan hasil dari anamnesis, pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang. Dari anamnesis yang telah dilakukan terdapat tanda dan gejala serta faktor resiko dari partus prematurus imminens, dengan keluhan nyeri pada bagian pinggang bawah, keluar lender darah, serta merasakan kencang-kencang. Pasien juga mengeluhkan riwayat menstruasi terdapat disminorhea, serta pasien pernah merasakan keluhan serupa 2 bulan yang lalu.

Dari pemeriksan fisik didapatkan lender darah,dan pembukaan 4 cm. Karena usia kehamilan 25 minggu, maka kehamilan dipertahankan disebabkan belum cukup bulan. Berdasarkan lingkungan dan kebiasaan juga pekerjaan didapatkan faktorfaktor yang mendukung masuknya mikroorganesme kedalam tubuh.

Adapun pemeriksaan penunjang yang mendukung, terdapat peningkatan sel darah putih, yang menandakan terdapatnya proses infeksi. Penatalaksanaan pasien tersebut sudah sesuai, dengan dilakukannya proses persalinan pervaginam, karena janin tidak menunjukan letak sungsang ataupun melintang.

Terapi pengobatan pun dirasa sesuai yaitu menggunakan asam mefenamat untuk keluhan nyeri yang dirasakan pasien, dexamethasone untuk proses pematangan paru, vicillin untuk anti bakteri, dan nifedipin (karena pemberiannya cukup mudah, dan efek menekan his yg cukup baik) untuk mempertahankan kehamilan karena kehamilan belum cukup bulan.

Tindakan kuretage sangat sesuai dikarenakan plasenta lahir kesan belum lengkap, dan pada umumnya pada kasus partus prematurus imminens terdapat ruptur plasenta.

TERIMAKASIH

WASSALLAMUALLAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH