Anda di halaman 1dari 17

1

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang

mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. 1 Sampel merupakan bagian populasi yang akan diteliti atau sebagian jumlah dari karakteristik yang dimiliki oleh pasien1

Ide dasar pengambilan contoh adalah bahwa beberapa elemen atau anggota dalam suatu populasi bisa menyediakan informasi yang bermanfaat untuk menyimpulkan karakteristik populasi secara keseluruhan. Elemen tersebut merupakan subyek pengukuran yang dilakukan dalam penelitian atau disebut juga satuan pengamatan. Sebagai contoh, setiap pekerja yang ditanyai mengenai jadwal kerja merupakan elemen populasi. Populasi itu sendiri adalah kumpulan seluruh elemen dimana seorang peneliti akan melakukan kesimpulan mengenai variabel tertentu terhadap populasi tersebut.2 Secara sederhana, pengambilan contoh adalah pengambilan sebagai elemen dari populasi untuk diamati atau diteliti. Tetapi jika pengamatan atau penelititan dilakukan terhadap seluruh elemen atau anggota populasi maka kegiatan tersebut mempunyai istilah khusus, yaitu sensus. Keuntungan ekonomis pengambilan sebagian elemen tersebut dibandingkan sensus adalah sangat besar, dan hal ini merupakan salah satu faktor penting yang menjadi pertimbangan mengapa kita melakukan pengmabilan contoh tersebut. Kita tidak perlu mengeluarkan biaya yang sangat besar dengan melakukan sensus terhadap seluruh karyawan di Jakarta jika dengan mengamati sebagian kecil tenaga kerja saja kita bisa memperoleh informasi yang bisa digunakan untuk menyimpulkan suatu karakteristik tenaga kerja keseluruhan. Misalkan untuk mengetahui motivasi kerja di suatu perusahaan yang mempunyai tenaga kerja sebanyak 1000 orang, kita bisa melakukan survai hanya kepada 100 orang diantaranya. Atau jejak pendapat di kalangan profesional dapat dilakukan kepada sebagaian saja diantaranya.2

1.2.

Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk lebih mengerti dan

memahami tentang rancangan sampel penelitian dan juga untuk memenuhi persyaratan dalam mengikuti kegiatan Program Pendidikan Profesi Dokter Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/ Ilmu Kedokteran Pencegahan/ Ilmu Kedokteran Komunitas.

13.

Manfaat Makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada penulis dan

pembaca khususnya kepada para peneliti bisa sebagai sumber bahan bacaan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Populasi dan Sampel


Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang

mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sampel merupakan bagian populasi yang akan diteliti atau sebagian jumlah dari karakteristik yang dimiliki oleh pasien.1 Pelaksanaan suatu penelitian selalu berhadapan dengan objek yang diteliti atau yang diselidiki, objek tersebut dapat berupa manusia, hewan maupun tumbuh tumbuhan, benda benda mati lain nya. Tujuan utama dari setiap rancangan sampling adalah memberikan pedoman untuk memilih sampel yang mewakili populasi dengan biaya minimum. Jika populasi yang mendasarinya memiliki ciri ciri yang seragam, hampir setiap sampel akan memberikan hasil yang dapat diterima. Satu satunya cara untuk menjamin bahwa himpunan data eksperimen kita sungguh sunggu mewakili populasi adalah dengan melakukan sensus, yaitu mencatat setiap unsur yang terdapat dalam populasi. Namun dari segi ekonomi dan keperaktisan.

2.2

Kegunaan Sampel Didalam penelitian ilmiah banyak masalah yang tidak dapat dipecahkan

tanpa memanfaatkan tehnik sampling. Penelitian kesehatan kedokteran meliputi bidang yang sangat luas, yang terdiri dari beberapa subbidang. Apabila dilakukan dilakukan penelitian tidak hanya dapat dilakukan terhadap unit atau subbagian tertentu saja. Oleh sebab itu agar dapat dilakukan penelitian terhadap semua subbagian dan dengan biaya murah, peneliti dapat melakukan sampling atau pengambilan sampel terhadap objek yang ditelitinya, kegunan sampling didalam penelitian anatara lain3: a. Menghemat biaya Proses pelaksanaan penelitian yang mencakup alat penelitian pengumpulan data, pengolahan data, dan sebagainya memerlukan biaya yang relative besar. Apabila penelitian tersebut dilakukan

terhadap seluruh objek yang diteliti sudah barang tentu akan memakan lebih banyak biaya. Oleh sebab itu dengan sampling, dalam arti penelitian hanya dilakukan terhadap sebagian populasi, biaya tersebut dapat ditekan atau dikurang.

b. Mempercepat pelaksanaan penelitian Penelitian yang dilakukan terhadap objek yang banyak (seluruh populasi) jelas akan memakan waktu yang lama, bila dibandingkan dengan hanya terhadap sebagian populasi saja (sampel). Oleh sebab itu jelas bahwa penelitian yang hanya dilakukan terhadap sampel akan lebih cepat selesai.

c. Menghemat tenaga Pelaksanaan penelitian yang dilakukan terhadap seluruh populasi jelas akan memerlukan tenaga yang lebih banyak bila dibandingkan dengan penelitian yang hanya dilakukan terhadap sebagian saja dari populasi tersebut, dengan kata lain penelitian yang dilakukan hanya terhadap sampel ini lebih menghemat tenaga.

d. Memperluas ruang lingkup penelitian Penelitian yang dilakukan terhadap seluruh objek akan memakan waktu, tenaga, biaya, dan fasilitas fasilitas lain yang lebih besar. Apabila penelitian dilakukan terhadap sampel, maka dengan waktu, tenaga, dan biaya yang sama dapat dilakukan penelitian yang lebih luas ruang lingkupnya.

e. Memperoleh hasil yang lebih akurat Penelitian yang dilakukan terhadap populasi jelas akan menyita sumber sumber daya yang lebih besar, termasuk usah usah analisis. Hal ini berpengaruh terhadap keakuratan hasil penelitian. Dengan

menggunakan sampel, maka dengan usaha yang sama akan diperoleh hasil analisis yang lebih akurat.3,4

2.3

Alasan Penarikan Sampel Ada beberapa alasan dalam penarikan sampel a. Adanya populasi yang sangat besar (infinite population) didalam populasi yang tidak terbatas tidak mungkin seluruh populasi diperiksa atau diukur karena akan memakan waktu yang terlama. b. Homogenitas, sifat kesamaan atau populasi yang homogen sehingga tidak perlu semua populasi diperiksa karena akan membuang waktu dan tenaga. Karena variable yang akan diteliti telah terwakili oleh sebagian saja. c. Menghemat biaya, waktu dan tenaga d. Keteilitian/ ketepatan pengukuran, meneliti sampel yang sedikit pasti lebih teliti dibandingkan harus meneliti lebih banyak. e. Adanya suatu jenis penelitian. Misalnya darah yang sudah diambil dari orang yang menjadi objek penelitian tidak mungkin lagi akan dipakai kembali. Istilah lain mengatakan penarikan sampel karena ada 5M + 1M yaitu

lebih murah, lebih mudah, lebih cepat, lebih akurat, lebih spesifik dan mewakili populasi.4

2.4

Faktor Faktor Yang Perlu Dipertimbangkan Untuk keberhasilan suatu penelitian perlu dipertimbangkan faktor faktor

yang dapat berpengaruh terhadap pengambilan sampel. Faktor faktor tersebut antara lain: a. Membatasi populasi Suatu populasi menunjukan pada sekelompok subjek yang menjadi objek atau sasaran penelitian. Sasaran penelitian ini dapat dalam bentuk manusia maupun bukan manusia, seperti wilayah geografis, penyakit, penybab penyakit, program program kesehatan, gejala gejala

penyakit, dan lain sebagainya. Apabila tidak dilakukan pembatasan pembatasan terhadap populasi, maka kesimpulan yang ditarik dari hasil penelitian tidak menggambarkan atau mewakili seluruh populasi. Tanpa pembatasan yang jelas anggota populasi, kita tidak mendapat sampel yang representatif. Oleh sebab itu dalam penelitian apapun populasi tersebut harus dibatasi populasinya. Bila suatu kesimpulan ditarik berdasarkan pada sampel yang diambil dengan teknik yang salah, maka kesimpulan hasil penelitian tidak dapat berlaku seluruh populasi, sebaliknya bila suatu penelitian diambil dengan sampling yang tepat, maka kesimpulan atau generalisasi yang diperoleh dapat diharapkan representatif. Oleh sebab itu, pembatsan populasi sangat penting untuk memperoleh sampel yang representatif. b. Mendaftarkan seluruh unit yang menjadi populasi Seluruh unit yang menjadi populasi harus dicatat dengan jelas, sehingga dapat diketahuivunit unit yang termasuk pada populasi dan unit mana yang tidak, misalnya penelitian tentang status gizi anak balita dikampung X, maka sebelum pengambilan sampel terlebih dahulu dilakukan pencatatan seluruh anak dibawah lima tahun yang berdomisili dikampung X tersebut, maka peneliti terlebih dahulu harus membuat batasan tentang anak balita tersebut atau batsan populasinya. c. Menetukan sampel yang akan dipilih Dari daftar populsai yang telah disebutkan diatas, kemudian dipilih anggota anggota populasi yang akan dipilih sebagai sampel besarnya atau banyak nya anggota yang akan dijadikan sampel memerlukan perhitungan sendiri, besar kecilnya suatu sampel tidak menetukan apakah sampel tersebut representatif atau tidak. Hal ini akan tergantung dari karakteristik populasinya. d. Menetukan tehnik sampling Tehnik pengambilan sampel ini sangat penting, karena apabbila salah dalam menggunakan tehnik sampling maka hasilnya pun akan menyimpang dari kebenaran.3

2.5

Prosedur Pengambilan Sampel Langkah langkah dalam mengambil sampel 1. Menentukan tujuan sampel Tujuan penelitian adalah suatu langkah pokok bagi suatu penelitian, karena tujuan penelitian tersebut merupakan arah untuk elemen elemen yang lain dari penelitian. Dalam menetukan sampel tergantung pula pada tujuan penelitian.oleh karena itu langkah pertana dalam mengambil sampel dari populasi adalah menetukan tujuan penelitian. 2. Menetukan populasi penelitian Sebelumnya bahwa dalam anggota populasi didalam penelitian tersebut harus dibatasi secara jelas. Oleh sebab itu sebelu sampel diambil harus ditentukan dengan jelas criteria atau batasan populasinya, dengan demikian maka akan terjamin pengambilan populasi dengan tepat dengan menetukan kriteria inklusi maupun ekslusi. 3. Menentukan jenis data yang diperlukan Jenis data yang akan dikumpulkan harus dirumuskan secara jelas, agar dapat dengan mudah ditentukan dari mana data tersebut diperoleh atau ditentukan sumber datanya. 4. Menentukan tehnik sampling Penentuan tehnik sampling tergantung dari tujuan penelitian dan sifat sifat populasi. 5. Menentukan besarnya sampel Secara statistik penentuan besarnya sampel tergantung pada jenis dan besarnya populasi. penentuan besar sampel merupakan langkah penting dalam pengambilan sampel. 6. Menentukan unit sampel yang diperlukan Sebelumnya menentukan sampel yang diperlukan, terlebih dulu akan ditentukan unit unit yang menjadi anggota populasi. hal ini akan memudahkan dalam menetukan unit yang mana akan dijadikan sampel.

7. Memilih sampel Apabila karakteristik populasi sudah ditentukan dengan jelas, maka kita dapat dengan mudah memilihsampel sesuai dengan karakteristik populasi tersebut.3

2.6

Teknik Pengambilan Sampel Pada garis besar hanya ada dua jenis sampel, yaitu sampel probabilitas

(probability sample) atau sering disebut random sampel ( sampel acak) dan sampel non probabilitas ( non probability sample). Pada prinsip nya atau metode pengambilan sampel ini dibedakan menjadi dua yakni teknik random (acak) dan teknik non random.3,4 Random Sampling Pengambilan sampel secara random disebut rondom sampling, dan sampel yang diperoleh disebut sampel random. Tehnik random ini hanya digunakan apabila setiap unit atau anggota populasi itu bersifat homogen. Hal ini berarti setiap anggota populasi itu mempunyai kesempatan yang sama untuk diambil sebagai sampel. Teknik random sampel ini dapat dibedakan menjadi: a. Pengambilan sampel secara acak sederhana ( simple random sampling ) Pengambilan sampel secara acak sederhana adalah bahwa setiap anggota atau unit dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk diseleksi sebagai sampel. Penarikan random memiliki keuntungan: Memungkin kan peneliti mengetahui besar sampling eror Representatif/ketepatan yang tinggi Namun cara ini mempunyai kelemahan yaitu: Peneliti harus memiliki kerangka sampling Membutuhkan perencanaan lebih matang dan biaya lebih besar jika populasi besar

Sulit diterapkan pada letak geografis yang luas dan menyebar

Metode penarikan sampel jenis ini adalah: Dengan melakukan undian Memakai table bilangan random Memakai paket komputer ( kalau punya kerangak sampel)

R
Populasi prosedur pengambilan random sampel

Gambar 1.1. Pengambilan Random

b. Pengambilan sampel secara acak sistematis (systematic random sampling) Metode ini adalah pengambilan sampel dengan tehnik berurutan atau dengan system tertentu. Yang diambil secara acak adalah hanya unsur pertama, selanjutnya diambil secara sistematis sesuai langkah yang ditetapkan. Keunggulan tehnik ini dibandingkan dengan simpel random sampling adalah lebih mudah dilapangan, kerangka sampling tidak mutlak diperlukan dan penunjang informasi yang lebih besar dengan biaya yang lebih murah. Namun cara ini mempunyai kelemahan yaitu: Setiap unit sampel kurang mempunyai peluang yang sama

10

Terdapat kecenderungan tertentu seperti pemilohan rumah yang kerap jauh di daerah tertentu.

c. Pengambilan Sampel Secara Acak Stratifikasi ( stratified random sampling) Apabila suatu populasi terdiri dari unit yang mempunyai kakrakterisistik yang berbeda beda atau heterogen, maka tehnik pengambilan sampel yang tepat digunakan adalah stratified sampling. Metode ini adalah tehnik penarikan sampel yang membagi populasi sasaran didalam strata (golongan) menurut karakteristik tertentu yang dianggap penting oleh peneliti, status sosio ekonomi atau area geografis, lalu penarikan sampel dari masing masing strata. Karena itu agar semua populasi dapat terwakili maka populasi terlebih dahulu dibagi dalam beberapa strata, misalnya pendidikan ( tinggi, atas, menengah, dasar) ekonomi (kaya, sedang, miskin) Langkah langkah yang dalam pengambilan sampel secara stratified adalah: Menetukan populasi penelitian Mengidentifikasi segala karakteristik dari anggota yang menjadi populasi, misalnya tingkat pendidikan Mengelompokan anggota populasi yang mempunyai karakteristik yang sama dalam suatu kelompok Mengambil dari setiap strata Tehnik pengambilan sampel dari masing masing

strata dapat dilakukan dengan random atau non random

11

Keutungan metode ini adalah: Kelompok dari populasi yang dipandang penting dapat terwakili secara proporsional Peneliti dapat memperoleh sampel yang representatif Peneliti dapat memperkirakan sampling error

Kelemahan metode ini adalah: Kita harus mengetahui kondisi populasi Sulit untuk membuat kelompok yang

homogen.

d. pengambilan sampel secara kelompok ( cluster sampling) pada tehnik ini sampel bukan terdiri dari unit individu tetapi terdiri dari kelompok atau gugusan (cluster). Gugusan atau kelompok yang diambil sebagai sampel ini terdiri dari unit geografis ( desa, kecamatan, kabupaten, dan sebagainya), unit organisasi misalnya klinik, PKK,

LKMDdan sebagainya. Peneliti tidak mendaftarkan semua anggota atau unit yang ada didalam populasi, tetapi cukup mendaftarkan banyaknya kelompok yang ada didalam populasi berdasarkan kemudian kelompok mengambil kelompok bebebrapa teersebut. sampel Misalnya;

penelitian tentang kesinambungan imunisasi anak balita dikecamatan X dan menurut laporan puskesmas jumlah anak balita ada 1500 orang (N= 1500), misalkan sampel yang diambil 20% dari total populasi jadi (n=300), kita mau mengambil 3 kelurahan saja, di satu kecamatan X terdapat 15 kelurahan, kita ambil secara random, kemudian anak balita yang berada di 3 kelurahan tersebut itulah yang diteliti.

12

Keuntungan tehnik ini adalah : bila dilakukan dengan baik maka ketepatan cukup tinggi tidak memerlukan kerangka sampling biaya relatif murah

kerugian tehnik ini adalah : kita harus mengetahui kondisi populasi cendrung kurang teliti dibandingkan sample random sampling. e. Pengambilan sampel secara gugus bertahap (multistage sampling) Multistage sampling merupakan tehnik penarikan sampel dimana peneliti mengambil sampel dengan cara bertingkat. Umumnya penarikan sampel pada setiap unit atau tingkat dilakukan secara random. Hal ini memungkinkan untuk dilaksanakan bila populasi terdiri dari bermacam macam tingkat wilayah. Pelaksanaan nya dengan membagi wilayah populasi kedalam sub sub wilayah, dan dan tiap sub wilayah dibagi ke dalam bagian bagian yang lebih kecil, dan seterusnya. Keuntungan metode ini adalah : lebih mudah dilakukan, karena kerangka sampling bertingkat dibuat dalam satu unit terpisah selain itu menghasilkan sampel yang lebih besar dan efisien. 1,3,4,5 Non Random ( Non Probability Sample) Pengambilan sampel yang bukan secara acak adalah pengambilan sampel yang tidak didasarkan atas kemungkinanyang dapat

diperhitungkan. Tehnik ini lebih praktis dan mudah, sering dipakai pada penelitian klinis. Tapi peril diingat bahwa tehnik yang terbaik secara statistik adalah probability sampling. Cara ini dipergunakan : Bila biaya sangat sedikit , hasilnya diminta segera, tidak memerlukan ketepatan yanq

13

tinggi, karena hanya sekedar gambaran umum saja. Metode ini mencakup beberapa tehnik antara lain: a. Sampel Dengan Maksud (Purposive sampling) Mula mula peneliti mengidentifikasi semua karakteristik populasi, misalnya dengan mengadakan studi pendahuluan atau dengan mempelajari berbagai hal yang berhubungan dengan populasi. kemudian peneliti menetapkan berdasarkan

pertimbangannya, sebagian anggota populasi menjadi sampel penelitian sehingga tehnik pengambilan sampel secara proporsive ini didasarkan pertimbangan pribadi peneliti sendiri. Misalnya: suatu penelitian yang bertujuan untuk

mengetahui pengaruh prilaku seks ibu pascapersalinan memalui caesar operation, pengambilan sampel ini jelas mempunyai karakteristik yang spesifik sehingga pengambilan sampel pun

harus diarahkan ke ibu ibu yang melahirkan dengan cara ini. b. Sampel Berjatah (Quota sampling) Pengambilan sampel secara quota dilakukan dengan cara menetapkan sejumlah anggota sampel secara quotum atau jatah, Pengambilan sampel hanya berdasarkan pertimbangan peneliti saja, hanya disini besar dan kriteria sampel telah ditentukan lebih dahulu. Misalnya Sampel yang akan di ambil berjumlah 100 orang dengan perincian 50 laki dan 50 perempuan yang berumur 15-40 tahun. Cara ini dipergunakan kalau peneliti mengenal betul daerah dan situasi daerah dimana penelitian akan dilakukan. c. Sampel Tanpa Sengaja ( accidental sampling) Tehnik penarikan sampel ini dilakukan secara subjektif oleh peneliti ditinjau dari sudut kemudahan, tempat pengambilan sampel dan jumlah sampel yang akan diambil. Sampel tersebut tidak terencana dan penggambaran hasil dari pengumpulan data tersebut bukan didasarkan suatu metode yang baku. Bedanya dengan purposive sampling adalah kalau sampel yang diambil secara purposive berarti

14

dengan sengaja,

sementara pada tehnik ini tidak dengan sengaja,

misalnya: pada suatu kejadian luar biasa, atau pada penelitian tentang pemberian ASI disuatu wilayah tertentu dan pada priode tertentu, misalnya pada setiap hari selasa bulan November 2013, sampel. 1,3,4,5 seberapa

banyak pun ibu ibu yang ditemui dipuskesmas tersebut akan menjadi

2.7 Penentuan Besar Sampel ( Sample Size) Menetapkan besarnya sampel atau jumlah sampel pada suatu penelitia tergantung pada dua hal: Adanya sumber sumber yang dapat digunakan untuk menetukan batas maksimal dari besarnya sampel Kebutuhan dari rencan analisis yang menentukan batas minimal dari besarnya sampel

Apabila besar populasi itu lebih dari 10.000, maka ketepatan besarnya sampel kurang memperoleh perhatian, tetapi bila populasi kurang dari 10.000 ketepatan atau besarnya sampel perlu diperhitungkan.3,4 1. Jumlah sampel untuk estimasi proporsi Sebelum menghitung jumlah sampel, terlebih dahulu perlu diketahui tiga hal: a. Perkirakan proporsi untuk sifat tertentu yang terjadi dalam populasi, apa bila tidak diketahui proporsi atau sifat tertentu tersebut, maka P (proporsi = 0.50 atau 50%) b. Presisi adalah derajat ketepatan yang diinginkan, berarti penyimpangan terhadap populasi, biasnya 0.05 (5%) atau 0.10 (10%) c. Derajat kepercayaan

n= Z1-a/2 P (1-P) d2

15

Keterangan n= Besar sampel Z1-a/2= Nilai Z pada derajat kemaknaan (biasanya 95%= 1.96) P= Proporsi suatu kasus terhadap populasi, bila tidak tahu, ditetapkan 50% (0.50). d= derajat penyimpangan terhadap populasi yang diinginkan: 10% (0.10),5% (0.05), 1% (0.01).

2. Jumlah sampel untuk estimasi rata rata Untuk menghitung besar sampel peneliti perlu mengetahui: a. Perkiraan varian 9kuadrat dari standard deviasi) b. Presisi c. Derjat kepercayaan.3,4 n= Z2 1- /2* d keterangan : n= jumlah sampel = perkiraan varians Z= nilai Z interval kepercayaan 1-x/2 d= presisi

16

BAB III PENUTUP

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sampel merupakan bagian populasi yang akan diteliti atau sebagian jumlah dari karakteristik yang dimiliki oleh pasien. Tujuan utama dari setiap rancangan sampling adalah memberikan pedoman untuk memilih sampel yang mewakili populasi dengan biaya minimum.

Pada garis besar hanya ada dua jenis sampel, yaitu sampel probabilitas (probability sample) atau sering disebut random sampel ( sampel acak) dan sampel non probabilitas ( non probability sample). Pada prinsip nya atau metode pengambilan sampel ini dibedakan menjadi dua yakni teknik random (acak) dan teknik non random.

17

DAFTAR PUSTAKA

1. Hidayat, A.A. Buku Metode Penelitian Keperawatan dan Teknisi Analisis Data menetukan populasi sampel dan teknik sampling edisi pertama, Jakarta: 2011. Hal : 60-75. 2. Prasetia. D. Pengambilan Sampel. Universitas Gundarma. Avalaible from: http://www.scribd.com/document_downloads/direct/156769489?extension =pdf&ft=1384865876&lt=1384869486&user_id=45224698&uahk=/hwlO Vz0gxcbIlNA7U5ok+633Iw [ accessed 24th November 2013] 3. Notoatmodjo.S. Metodologi Penelitian Kesehatan. Metodeologi Pengambilan Sampel. Edisi Revisi. Jakarta:2010. Hal 115-130. 4. Wahyuni.S.A. Statistic Kedokteran. Tehnik Penarikan Sampel. Jakarta: hal: 108-122 5. Rozaini.N. Teknik sampling. Fakultas kesehatan masyarakat. Universitas Sumatra utara. Available from: http://library.usu.ac.id/download/fkm/fkmrozaini.pdf [accessed 24th November 2013]