Anda di halaman 1dari 25

Dipersembahkan oleh Tim KKU UMP 02 Agustus 2013

1 2 3

Pengertian K3
Keselamatan Kerja Secara Umum Pemisahan dan penanganan limbah / sampah medis

PENGERTIAN K3
Berdasarkan PerMen PU nomor : 09/PRT/M2008
K3 : Keselamatan dan Kesehatan Kerja Yaitu pemberian perlindungan kepada setiap orang yang berada ditempat kerja, yang berhubungan dengan pemindahan bahan baku, penggunaan peralatan kerja konstruksi, proses produksi dan lingkungan sekitar tempat kerja.

Jika memiliki luka, sebelum mulai kerja, tutup luka

dengan pembalut/kasa tahan air dan ganti kasa setelah selesai kerja Gunakan sarung tangan selama bekerja dan menangani bahan berbahaya Untuk Intervensi ke pasien gunakan sarung tangan 1 kali untuk setiap pasien Gunakan masker bila diperlukan Untuk karyawan dalam kondisi hamil, hindari bertugas didalam ruangan X-ray

Perlakukan semua material biologis sebagai bahan

infeksius Hindari membengkokkan,mematahkan, melepaskan jarum dari syringe atau menyarungkannya kembali dengan tangan. Hindari juga memegang jarum bekas langsung dengan tangan Simpan jarum bekas diwadah tahan bocor dan gunakan wadah tersebut sekali pakai Cuci tangan sebelum dan sesudah menggunakan sarung tangan, jika terkontaminasi darah atau bahan cairan tubuh lainnya

1. Cuci tangan Higienik/Rutin 2. Cuci tangan Aseptic 3. Cuci tangan bedah (surgical handscrub)
*Lakukan dengan langkah yang benar

Penerangan ruang kerja cukup memadai


Lantai tidak licin dan mudah dibersihkan, dan

sebaiknya tidak bersudut Washtafel sebaiknya ada di setiap ruangan kerja dekat pintu keluar Dekontaminasi permukaan meja kerja setiap datang dan pulang kerja dengan alkohol 70% Dekontaminasi secara rutin perlatan dan perlengkapan kerja yang biasa kontak dengan pasien, jaringan maupun cairan tubuhnya

Segera dekontaminasi jika terjadi tumpahan atau

ceceran cairan tubuh Sterilisasi alat kesehatan dengan menggunakan cara sterilisasi kering maupun sterilisasi basah Ruang kerja yang membutuhkan sterilisasi dapat dilakukan dengan HEPAfilter atau dengan sinar UV

Konsep Dekonta minasi

Semua wadah limbah infeksius termasuk wadah

jarum, harus berwarna merah atau diberi label Limbah Infeksiusatau Limbah Medfical atau diberi simbol Biohazard

Wadah limbah harus mudah dibedakan dan

tersedia di setiap area dimana terdapat limbah infeksius Lakukan pelaporan dan dokumentasi untuk setiap kecelakaan, tumpahan dan kerusakan yang terjadi

Penyimpanan P3K harus mudah dijangkau dan

diketahui semua karyawan, isinya dicek secara berkala Penyimpanan peralatan dan bahan harus jelas, aman dan terpisah Penyimpanan ATK (Alat Tulis Kantor) yang tidak diperlukan jauh dari meja kerja Pelihara kebersihan ruang kerja, alat, dan lemari penyimpanan

Secara umum 10 - 15% limbah sarana pelayan kesehatan, adalah limbah medis. Limbah medis kebanyakan sudah terkontaminasi oleh bakteri, virus, racun dan bahan radioaktif yang berbahaya bagi manusia dan makhluk lain di sekitar lingkungannya Pemilahan sampah atau limbah medis berdasarkan ketegorinya

Limbah Infeksius Limbah Patologis Limbah Benda Tajam Limbah Farmasi Limbah Genotoksik Limbah Kimia Limbah dengan kandungan logam berat tinggi Wadah bertekanan Limbah Radioaktif

Limbah Infeksius Limbah yang dicurigai mengandung bahan patogen contoh kultur laboratorium, limbah dari ruang isolasi, kapas, materi atau peralatan yang tersentuh pasien yang terinfeksi, ekskreta Limbah Patologis Jaringan atau potongan tubuh manusia, contoh bagian tubuh, darah dan cairan tubuh yang lain termasuk janin Limbah Benda Tajam Limbah benda tajam, contoh jarum, peralatan infus, skalpel, pisau, potongan kaca

Limbah Farmasi Limbah yang mengandung bahan farmasi contoh obat-obatan yang sudah kadaluwarsa atau tidak diperlukan lagi, item yang tercemar atau berisi obat Limbah Genotoksik Limbah yang mengandung bahan dengan sifat genotoksik contoh limbah yang mengandung obat-obatan sitostatik (sering dipakai dalam terapi kanker) zat kimia genotoksik. Digolongkan lagi limbah ini menjadi : Karsinogenik, potensial karsionogenik, dan Sitotoksik

Limbah Kimia Limbah yang mengandung bahan kimia contoh reagen di laboratorium, film untuk rontgen, desinfektan yang kadaluwarsa atau sudah tidak diperlukan, solven. Limbah ini dikategorikan limbah berbahaya jika memiliki beberapa sifat (toksik, korosif (pH12), mudah terbakar, reaktif (mudah meledak, bereaksi dengan air, rawan goncangan) Limbah dengan kandungan Logam Berat tinggi Baterai, thermometer yang pecah, alat pengukur tekanan darah Limbah Radioaktif Limbah yang mengandung bahan radioaktif

Reduksi dan Pemisahan Proses yang kontinyu Pengurangan volume Pemisahan limbah B3 dan non B3 serta menghindari penggunaan bahan kimia B3, Pengemasan dan pemberian label yang jelas dari berbagai jenis sampah untuk efisiensi biaya, petugas dan pembuangan. Penampungan Pengangkutan Pengolahan dan Pembuangan

Wadah bersifat kuat, tidak mudah bocor atau berlumut, terhindar dari sobek atau pecah, mempunyai tutup dan tidak overload. Sesuai standarisasi kantong dan kontainer seperti dengan menggunakan kantong yang bermacam warna seperti telah ditetapkan dalam Permenkes RI no. 986/Men.Kes/Per/1992
Warna kuning dengan lambang biohazard untuk sampah

infeksius Warna ungu dengan simbol citotoksik untuk limbah citotoksik Warna merah dengan simbol radioaktif untuk limbah radioaktif Warna hitam dengan tulisan domestik

Incinerasi Sterilisasi dengan uap panas/ autoclaving

Sterilisasi dengan gas (gas yang digunakan berupa

ethylene oxide atau formaldehyde) Desinfeksi zat kimia dengan proses grinding (menggunakan cairan kimia sebagai desinfektan) Inaktivasi suhu tinggi Radiasi (dengan ultraviolet atau ionisasi radiasi seperti Co60 Microwave treatment Grinding dan shredding (proses homogenisasi bentuk atau ukuran sampah) Pemampatan/ pemadatan, dengan tujuan untuk mengurangi volume yang terbentuk

SKEMA PENGELOLAAN LIMBAH SARANA PELEYANAN KESEHATAN