Anda di halaman 1dari 24

Kelompok 3

Menghindari/mencegah terjadinya kehamilan sebagai

akibat adanya pertemuan antara sel telur dengan sel sperma (Suratun, 2008). Kontrasepsi dapat reversible (kembali) atau permanen (tetap).

Sederhana

KB alamiah Dengan alat (mekanis : barrier, barrier intravaginal, kimiawi)


Hormonal (per-oral, injeksi, sub-cutis implant) AKDR (IUD) Kontrasepsi mantap (tubektomi, vasektomi)

Modern

KB alamiah (abstinensia, coitus interruptus, metode suhu badan basa (Termal),dll.)


Penatalaksanaannya: Indikasi: Menunda kehamilan, mencegah STD

Komplikasi:
no pleasure

tidak melakukan hubungan seksual dalam periode tertentu

Barrier : kondom pria

Barrier intra - vaginal

Kimiawi

Barrier : kondom
Indikasi: 1.Mencegah/menunda kehamilan 2. Menghindari STD ketika berhubungan seksual 3. Khawatir dengan efek samping menggunakan KB metode lain Kontraindikasi: Alergi Penatalaksanaannya: 1. Pasang kondom sebelum kontak genital untuk mencegah masuknya sperma / bibit penyakit ke dalam vagina (atau sebaliknya). 2. Gunakan kondom yang baru setiap kali senggama.

Per- oral (kombinasi, estrogen only,progesteron only)

Injeksi (hormon progesteron)

Subcutis implant (hormon progesteron)

Per-oral
Komplikasi: Perdarahan irreguler, mual, muntah, Menunda kehamilan, meningkatkan berat menyusui badan (progesteron only) Penatalaksanaannya:

Indikasi:

1 tablet setiap hari selama 21 hari, jangan diminum


waktu menstruasi selama 7 hari.

Injeksi
Penatalaksanaannya: Disuntikkan IM a. Suntikan / 1 bulan,

Indikasi: Jangka panjang, menyusui, khawatir lupa meminum seperti pada pil

contoh : Cyclo provera Gangguan perdarahan, (cycloferm)

Komplikasi :

intervensi medis b. Suntikan / 3 bulan, (steril), meningkatkan contoh : berat badan

- Depo Medroksi progesteron Asetat (Depo Provera ) -Depo Noretisteron Enantat (Depo Noristerat)

Waktu Pemberian

1) Setelah melahirkan : hari ke 3 - 5 pasca salin dan

setelah ASI berproduksi 2) Setelah keguguran : segera setelah dilakukan kuretase atau 30 hari setelah keguguran (asal ibu belum hamil lagi) 3) Dalam masa haid : hari 1-7 siklus haid, asal ibu tidak hamil.

Subcutis - implant
Indikasi: 1. Ibu yang ingin KB praktis Penatalaksanaannya:

2. KB jangka panjang
3. Tidak mempengaruhi ASI 4. Penderita yang tidak dapat mengkonsumsi estrogen

Komplikasi :
1. Gangguan menstruasi 2. Rasa pegal pada tempat pemasangan

Untuk 3 bulan Menempatkan bahan aktif steroid ke dalam sebuah kaspul silastik pada subcutis (biasanya pada lengan)

Copper AKDR Medicated AKDR AKDR yang mengandung hormon (progestasert) -> Daya kerja : 18 bulan

AKDR

Unmedicated AKDR

Lippes Loop (Type A,B,C,D)

AKDR
Penatalaksanaannya: Komplikasi:

Indikasi:
1. Efektif janka panjang 2. Menyusui 3. Segera setelah melahirkan atau setelah abortus (apabila tidak terjadi infeksi) 4. Resiko rendah IMS

1. Bercak darah dan kram abdomen sesaat setelah pemasangan 2. Leukorrhea 3. PID 4. AKDR tertanam dalam endomterium dan miometrium 5. Kehamilan

1. Setiap waktu dalam siklus haid 2. Hari pertama sampai ke7 siklus haid 3. Segera setelah melahirkan, abortus/ keguguran

4. Selama 1 sampai 5 hari setelah senggama yang tidak dilindungi

MOW (Tubektomi)

Pada wanita Mencegah keluarnya ovum dengan cara tindakan mengikat atau memotong pada kedua saluran tuba.

MOP (Vasektomi)

Pada pria Menghentikan kapasitas reproduksi pria dengan cara mengoklusi vasa deferensia alur transportasi sperma terhambat dan proses fertilisasi (penyatuan dengan ovum) tidak terjadi

MOW (Tubektomi)
Indikasi: 1. Pasangan yang yakin sudah tidak ingin memiliki anak lagi 2. Ibu dengan penyakit tertentu 3. Sudah mempunyai anak (>5) 4. Usia >35 tahun

MOP (Vasektomi)
Indikasi: 1. Pasangan yang yakin sudah tidak ingin memiliki anak lagi 2. Ibu dengan penyakit tertentu 3. Sudah mempunyai anak (>5) 4. Usia >35 tahun

Komplikasi: 1. Menyesal 2. Infeksi post-operasi 3. Ectopic pregnancy Komplikasi: 1. Menyesal 2. Nyeri dan perdarahan (insisi)

MOW (Tubektomi)

MOP (Vasektomi)

1. Ligasi biasa (jarang) 1. Insisi 2. Ligasi + penjepitan tuba fallopii 2. Vasektomi Tanpa 3. Ligasi Pisau (VTP) +pembelahan/pembagian+penanaman 4. Ligasi + Reseksi tuba fallopii 5. Ligasi + Reseksi + Penanaman tuba fallopii 6. Elektro-koagulasi / termo koagulasi (fulgurasi) 7. Tubal clips

Mencegah

kehamilan yang tidak dikehendaki, kontrasepsi ini dapat digunakan dalam situasi berikut: Metode kontrasepsi berpotensi gagal, seperti: 1. Penggunaan kondom selip & tidak tepat 2. Jadwal minum pil kontrasepsi terlambat atau terlewat 3. IUD atau spiral keluar sebagian atau semuanya 4.Gagal menggunakan metode kontrasepsi saat melakukan hubungan seks atau melakukan hubungan seks yang tidak terlindungi (HSTT)

1. Emergency contraception pills a. Dalam 72 jam HSTT atau kegagalan kontrasepsi b. Efek samping : bercak darah, ganggaun menstruasi c. Tidak dapat digunakan sebagai kontrasepsi reguler, Anda memerlukan perlindungan kontrasepsi untuk aktivitas hubungan seks berikutnya

2. AKDR yang mengandung tembaga (Copper IUD) a. Dalam 120 jam HSTT atau kegagalan kontrasepsi b. Efek samping : Sebagian wanita mungkin mengalami: - Perih atau sakit selama menstruasi - Peningkatan menstruasi - Peningkatan lendir vagina c. Dapat digunakan sebagai kontrasepsi yang berkelanjutan selama 3 sampai 10 tahun berikutnya