Anda di halaman 1dari 17

1. PENGANTAR TEKNIK TRAFIK A.

Pendahaluan Suatu sentral baru dapat beroperasi pertama sekali apabila seluruh perangkat-perangkatnya (Hardware dan Software) telah diinstalasi dan berfungsi dengan baik. Sentral baru tersebut ditempatkan pada sebidang lahan yang harus sudah dibebaskan (dibeli) beberapa tahun sebelumnya. Kabel-kabel telah diletakkan pada duct dimana kapasitas kebutuhan duct tersebut harus sudah diprediksi untuk kebutuhan periode waktu 20 tahun ke depan. umlah pairs kabel harus disediakan (direncanakan) paling sedikit untuk kebutuhan ! tahun ke depan. "runk dan #unction circuits harus sudah direncanakan paling sedikit untuk kebutuhan $ (satu) tahun ke depan yang kemudian dapat di tambah. %angunan harus mempunyai ruang yang cukup untuk menempatkan perangkat-perangkat telekomunikasi sesuai dengan kebutuhan seperti #umlah satuan sambungan telepon& perangkat switching& perangkat transmisi dan sebagainya. %ila bangunan tersebut adalah bangunan baru& maka harus direncanakan space untuk e'tension sesuai dengan kebutuhan $0 ( 20 tahun. Sebelum sebuah sentral baru diaktifkan& seluruh perangkat harus sudah beker#a dengan baik. )alam hal ini begitu banyak peker#aan yang telah dilakukan oleh staf dengan tugas yang berbeda-beda pada #auh hari sebelumnya. *ungkin sebagian karyawan telah banyak menghabiskan waktunya untuk mempersiapkan segala sesuatunya di lapangan& dan ada #uga sebagian karyawan yang menekuni peker#aannya untuk mencek fungsi-fungsi perangkat sentral. *ulai dari awal sampai akhir& dapat dikatakan setiap karyawan baik yang ada di administrasi dan teknisi& mempunyai andil secara langsung atau tidak langsung dalam persiapan ini. +ada waktu yang sama di mana sebuah sentral telah mulai beroperasi& sebagian staf akan mulai merencanakan e'tension berikutnya. Semantara staf lain mulai mengikuti training untuk menangani sentral-sentral baru yang lain. +erangkat telekomunikasi terdiri dari se#umlah komponen& di mana setiap komponen memiliki masa waktu (life time) tertentu dan dapat diganti setelah life time-nya habis. +eriode design komponenkomponen tersebut ber,ariasi dari beberapa bulan sampai 20 tahun atau lebih. Setiap detailnya harus direncanakan sebelumnya. "ipe dan kuantitas harus diestimasi& komponen-komponen harus dipesan dari pabrik untuk penggunaan langsung atau untuk persediaan. +erangkat harus diinstalasi tanpa mengganggu perangkat lain yang sedang beroperasi. )alam waktu bersamaan sebagaimana perencana-perencana yang selalu memandang kebutuhan ke depan& sementara beberapa staf secara full time harus men#aga agar perangkat tetap beroperasi dengan baik. Staf pemeliharaan akan berusaha memelihara perangkat beroperasi seefisien mungkin. Salah satu ilmu yang diterapkan untuk mendukung semua usaha di atas& khususnya untuk perangkat pada network adalah ilmu trafik. +engalaman operasional seorang perencana sangat berharga dan bermanfaat& khususnya untuk membuat ad#ustment pada rencana yang akan datang. -kti,itas pada -dministrasi "elekomunikasi ini sangatlah kompleks dan harus membutuhkan koordinasi dan kooperasi. -liran informasi harus sanggup mencapai setiap unit ker#a sesuai dengan kebutuhan masing-masing unit. "idak ada satu orangpun pada semua unit di administrasi telekomunikasi yang dapat beker#a secara independent. B. Aktivitas dan Tujuan Traffic Engineering +eranan "raffic .ngineering dalam akti,itas administrasi telekomunikasi yaitu / 0 *embuat perencanaan o,erall network telekomunikasi. 0 *enentukan dimensi setiap komponen dalam network (perangkat dan rute). 0 *embuat perencanaan e'tension yang akan datang secara akurat.

0 *eng-ad#ust ruting trafik secara terus menerus sesuai dengan ,ariasi trafik dan demand. 0 *endapatkan keseimbangan antara cost dan ser,ice components pada network. *elaksanakan traffic engineering secara benar akan sangat berarti bagi administrasi telekomunikasi& yaitu untuk mengoptimalkan pengembalian in,estasi& dengan cara / 0 *embuat ukuran e'tension yang benar& pada tempat dan waktu yang tepat. 0 *enyediakan network yang cocok dengan kebutuhan trafik yang sesungguhnya dan yang sesuai dengan pola permintaan panggilan. 0 *emperoleh pemakaian network setinggi mungkin dengan grade of ser,ice sebaik mungkin. . F!rcasting. Seorang peramal akan mengestimasi permintaan pada masa yang akan datang berdasarkan pengetahuannya dari kondisi sekarang dan permintaan pada masa lampau. Kesulitan mungkin akan timbul bila demand sekarang ini dan masa lampau& tidak memuaskan. ". Pengukuran Trafik. Karena pengukuran dan pengamatan (obser,asi) trafik merupakan hal yang mutlak dilakukan& maka persoalannya adalah bagaimana melakukan pengukuran atau pengamatan secara benar. E. "i#ensi!ning )engan mengetahui data trafik dalam .rlang dan rata-rata waktu percakapan& dan sebagainya secara benar maka pendemensian seluruh perangkat telekomunikasi dapat ditentukan dengan benar. )engan demikian perangkat telekomunikasi akan dapat beroperasi secara baik pada masa sekarang maupun pada masa yang akan datang. 1ntuk dapat melaksanakan dimensioning& seseorang harus mengetahui gambaran umum dari perangkat switching dan bagaimana sistem itu beker#a& disamping itu #uga harus mengetahui teori trafik. +enerapan teori trafik akan berbeda sesuai dengan kasus penyambungan misalnya pada sistem loss& sistem delay dan sistem o,erflow. F. Perencanaan Net$!rk. +erencanaan 2etwork adalah proses dinamis& seperti yang telah diuraikan dalam akti,itas telekomunikasi. Secara sempit dapat disebutkan bahwa kegiatan +erencanaan 2etwork merupakan penentuan sirkit yang sesuai antar sentral dengan pelanggan& antar sentral dengan sentral. "raffic .ngineering memberikan kontribusi yang sangat berarti kepada kegiatan +erencanaan 2etwork. +engukuran "rafik dan 3orecasting menyediakan data dasar untuk perencanaan.

%. K&N'EP "A'AR TRAFIK A. "EFINI'I TRAFIK Secara umum& pengertian trafik adalah perpindahan suatu benda dari suatu tempat ke tempat lain. )alam lingkungan telekomunikasi benda adalah berupa informasi yang dikirim melalui media transmisi. Sehingga trafik dapat didefinisikan sebagai perpindahan informasi (pulsa& frekuensi& percakapan& dsb) dari suatu tempat ke tempat lain melalui media telekomunikasi.

*isalkan ada 2 buah sentral - dan % dihubungkan dengan sebuah saluran (sirkit) seperti gambar di bawah ini /

Sirkit -(% hanya dapat dipakai oleh satu panggilan percakapan dalam satu satuan waktu. Sirkit --% dikatakan dipakai #ika sirkit --% sedang menggenggam sebuah panggilan atau percakapan atau dengan kata lain sirkit tersebut sedang diduduki oleh suatu panggilan. )inyatakan bebas (idle) apabila tidak ada panggilan yang datang. B. BE'ARAN "AN 'AT(AN TRAFIK "rafik pada telepon dibangkitkan oleh se#umlah pelanggan& dalam suatu proses pemanggilan mulai dari saat pemanggil mengangkat hand-set pesawat telepon& menekan4 memutar nomor telepon yang ditu#u& penyambungan di le,el sentral sehingga tiap peralatan dapat diidentifikasi lama waktu pemakaiannya (besar trafiknya) 1kuran atau besaran trafik dapat ditentukan sebagai berikut / *isalkan link antar sentral + dan 5 terdiri dari 267 saluran4sirkit& pengamatan terhadap sirkit dilakukan selama "62! menit. Selama waktu tersebut terdapat n6$0 panggilan& lamanya pendudukan masingmasing panggilan dinyatakan dengan t, yang besarnya digambarkan sebagai berikut /

8olume trafik / umlah waktu dari masing-masing pendudukan pada seluruh saluran4 sirkit. "otal waktu pendudukan 6 t$9t29t7 ::::. 9t$0 6 ;; menit. )engan cara lain& ,olume trafik dapat ditentukan dengan mengalikan #umlah panggilan dengan rata-rata waktu pendudukan sebagai berikut.

8 6 8olume "rafik n 6 #umlah panggilan h 6 <ata-rata waktu pendudukan (mean holding time) <ata-rata waktu pendudukan 6 total waktu pendudukan dibagi #umlah panggilan 6 ;; menit 4 $0 6 ;&; menit. =ntensitas "rafik adalah #umlah waktu pendudukan persatuan waktu atau ,olume trafik (8) dibagi dengan periode waktu pengamatan (") 6 ;; menit 4 2! menit 6 $&>?

- 6 =ntensitas trafik <umus lain dari intensitas trafik dapat diperoleh dengan mengalikan #umlah panggilan per waktu pengamatan dengan rata-rata waktu pendudukan atau /

- 6 =ntensitas trafik y 6 #umlah panggilan per satuan waktu pengamatan h 6 mean holding time )ari persamaan di atas& dapat dilihat bahwa intensitas trafik tidak memiliki satuan. Sebagai penghargaan kepada -.K. .rlang yang pertama menyelidiki trafik telekomunikasi& maka ditetapkanlah satuan intensitas trafik dalam .rlang& dimana pengertian 1 )satu* Erlang adalah apabila sebuah sirkit diduduki secara terus menerus selama satu #am.

=stilah intensitas trafik untuk selan#utnya hanya disebutkan dengan besar trafik atau trafik sa#a. . +A A+ TRAFIK )alam telekomunikasi& dikenal 7 (tiga) #enis trafik& yaitu / @ "rafik yang ditawarkan ke system #aringan (offered traffic) 6 -o @ "rafik yang dimuat dalam system (carried traffic) 6 -c @ "rafik yang ditolak oleh system (re#ected traffic) 6 -r

%esar trafik -c dapat diukur& sedangkan besar trafik -o diestimasikan dengan menambahkan trafik yang dimuat dan kemungkinan (probabilitas) trafik yang ditolak.

)alam mendisain #aringan antar sentral& #umlah sirkit yang harus diinstalasi tidaklah mungkin menyediakan sebanyak #umlah pelanggan. )engan demikian& akan ada kemungkinan se#umlah panggilan ditolak (tidak terlayani) pada saat seluruh sirkit diduduki. umlah panggilan yang diperbolehkan ditolak tidak boleh lebih dari $A. -rtinya bila ada $00 panggilan yang datang bersamaan& hanya $ panggilan yang diperkenankan ditolak (dibuang dari system). %esar probabilitas (kemungkinan) panggilan yang dapat ditolak dinyatakan dengan symbol B%C atau sering #uga disebut sebagai +robabilitas %locking. )ilihat dari sisi pelayanan istilah probabilitas blocking dinyatakan dengan BDrade of Ser,iceC (DES). %esarnya probabilitas blocking untuk se#umlah panggilan identik dengan probabilitas trafik yang ditolak& sehingga besarnya -r dapat dinyatakan dengan /

Karena -o 6 -c 9 -r& maka trafik -o dapat dihitung dengan persamaan /

". KARAKTERI'TIK TRAFIK Sumber trafik adalah pelanggan. Kapan dan berapa lama pelanggan mengadakan pembicaraan telepon tidak dapat ditentukan lebih dahulu. adi trafik ini besarnya merupakan besar statistik dan kuantitasnya hanya bisa diselesaikan dengan statistik dan teori probabilitas. umlah panggilan merupakan fungsi waktu& sedang ,ariasi dari #umlah panggilan tersebut sama dengan ,ariasi trafik. %ila trafik dalam suatu sistem peralatan telekomunikasi diamati& maka akan terlihat bahwa harganya akan berubah-ubah (ber,ariasi). 8ariasi trafik ter#adi dalam inter,al waktu / @ *enit ke menit @ am ke #am @ Hari ke hari @ *usim ke musim (hari besar& musim liburan& dll) 8ariasi dalam waktu yang pendek (dalam satu #am) terlihat bahwa perubahannya tidak teratur& dapat naik& dapat turun ataupun tetap. Kur,a trafik dalam satuan waktu dapat dilihat pada gambar di bawah ini /

Dambar $/ 8ariasi trafik selama $ hari

Dambar 2 / 8ariasi trafik selama $ minggu

+ada gambar $ di atas terlihat bahwa pada kira-kira pukul $0.00 nilai trafik merupakan yang tertinggi. Hal ini karena ternyata sumbangan trafik terbesar berasal dari pelanggan bisnis. %ila pengamatan trafik tersebut dilakukan pada hari-hari lain& bentuk kur,anya tidak tepat sama& mungkin nilai tertingginya ter#adi pada sekitar pukul $0.70. )ari kur,a-kur,a tersebut terdapat pengertian / am Sibuk ("ime Fonsistent %usy Hour). am Sibuk yaitu periode satu #am (?0 menit) dalam satu hari di mana trafiknya mempunyai nilai tertinggi dalam #angka lama. adi #am sibuk ini didapat dari kur,a rata-rata dari banyak kur,a (banyak hari). E. ,ENI' NET-&RK ),ARINGAN* -da 2 (dua) bentuk network dasar& yaitu / @ *ata #ala @ %intang

F. KA'('.KA'(' "A/A+ PEN0A+B(NGAN PANGGI/AN ) &NNE TI&N A'E'* "er#adinya suatu penyambungan panggilan pada sistem telepon& akan mengalami se#umlah tahapan seleksi. +erhitungan dan perkiraan karakteristik trafik pada masing-masing tahapan seleksi harus lebih dahulu mendefinisikan faktor-faktor di bawah ini / a. b. c. d. input trafik grouping inlet dan outlet metode penanganan panggilan yang datang (hunting method) prosedur penanganan panggilan yang tidak berhasil

a. In1ut Trafik =nput trafik didefinisikan oleh intensitas panggilan dan distribusi holding time. 2. Gr!u1ing )ilihat dari ketersediaan antara inlet dan outlet& maka pengaturan penggrupan diklasifikasikan sebagai berikut / G Droup 3ull -,ailability / setiap inlet dapat mangakses setiap outlet G Droup Himited -,ailability / suatu inlet hanya diperkenankan mengakses se#umlah outlet tertentu c. +eth!de 3unting -da 2 (dua) methode hunting& yaitu / G SeIuential hunting G <andom hunting d. Penanganan Panggilan 0ang Tidak 'ukses )ilihat dari ter#adinya kemacetan (kongesti)& pelanggan apakah diperkenankan menunggu atau harus melakukan panggilan ulang& sistem telepon dapat diklasifikasikan / /!ss '4ste# J panggilan yang datang saat seluruh sirkit sibuk& akan ditolak atau dibuang dari sistem. %ila ter#adi repeated call (panggilan ulang) akan dianggap sebagai panggilan baru. System loss ini biasanya digunakan untuk menentukan dimensi (#umlah) saluran antar sentral telepon.

"ela4 '4ste# J panggilan yang tidak dapat dilayani karena seluruh sirkit sibuk& maka panggilanpanggilan tersebut diperkenankan menunggu pada ruang tunggu (buffer) yang disediakan. Sistem ini biasanya digunakan untuk +-%K. &verfl!$ '4ste# J panggilan-panggilan yang tidak terlayani karena seluruh group sirkit ke suatu arah dalam kondisi diduduki& maka diluapkan (diroutingkan) atau di-o,er ke group sirkit arah lain (alternati,e routing). Sistem ini biasanya diterapkan dalam mendisain #aringan *ulti .'change -rea (*.-) dengan tu#uan mengoptimalkan biaya in,estasi.

5. "I'TRIB('I TRAFIK
A. "istri2usi P!iss!n )istribusi +oisson digunakan di -merika 1tara untuk perhitungan dimensioning pada final trunk groups. -sumsi yang digunakan untuk kondisi ini ialah / random sumber trafik tidak terbatas lost call held (HFH) <umus +oisson/

dimana/ + 6 +oisson loss probability 2 6 umlah trunk pada full-a,ailability group - 6 "rafik yang ditawarkan pada group dalam .rlang e 6 2atural logarithm base (2.>$L2L:..) !nt!h s!al6 1. %erapa .rlang kapasitas trafiknya& untuk suatu final trunk group dengan dengan sistem HFH dengan 2; sirkit #ika ditentukan loss probability 6 2A M 2. Hitung grade of ser,ice untuk suatu final trunk group dengan ;L sirkit dan offered traffic 7! .rlang. Sistem yang digunakan ialah HFH. 3. )ari hasil pengukuran suatu final trunk group dengan menggunakan sistem lost call held dan grade of ser,ice $A diketahui offered traffic 6 20 .rlang. Hitung #umlah sirkit yang diperlukan.

TABE/ P&I''&N B. "istri2usi Erlang B


)istribusi .rlang % digunakan untuk menentukan dimensi pada high-usage trunk groups yang menggunakan sistem overflow. -sumsi yang digunakan untuk kondisi ini ialah /

random sumber trafik tidak terbatas loss system <umus .rlang % /

dimana

B 6 .rlang % loss probability N 6 umlah trunk pada full-a,ailability group A 6 "rafik yang ditawarkan pada group dalam .rlang

!nt!h s!al6 1. -pabila pada se#umlah 2N sirkit dengan menerapkan sistem loss& ditawarkan trafik sebesar 2$ .rlang& berapa probabilitas lossnyaM 2. Se#umlah trunk beker#a berdasarkan sistem loss& ditawarkan call se#umlah 200 call4#am. %ila mean holding time adalah $L0 detik& tentukan #umlah trunk yang harus disediakan #ika probabilitas loss 6 $A. 3. High-usage trunk group dengan 2; sirkit dikehendaki loss probability 6 2A. %erapa kapasitas trafik yang bisa dimuat #ika system yang digunakan ialah loss systemM 4. )ari suatu high-usage trunk group yang menggunakan system loss mempunyai ;L sirkit dengan offered traffic 7? .rlang. )itanyakan / DES 6 M

TABE/ ER/ANG B . "istri2usi Erlang


)istribusi .rlang F digunakan untuk menentukan dimensi common-equipment dimana panggilan yang datang lebih dulu akan dilayani lebih dulu (first-in first-out /FIFO berdasarkan antrian. -sumsi yang digunakan untuk kondisi ini ialah / seIuential sumber trafik tidak terbatas delayed system <umus .rlang F /

dimana/ +(G0) +(Gt) 2 "$ "2 )$ )2 e

6 6 6 6 6 6 6 6 6

+robability dari delay lebih besar nol +robability dari delay lebih besar "$ umlah ser,er pada full-a,ailability group "rafik yang ditawarkan pada group dalam .rlang )elay yang diperbolehkan dalam detik Oaktu genggam rata-rata dalam detik )elay rata-rata seluruh call dalam detik )elay rata-rata pada call yang tertunda dalam detik 2atural logaritm base (2&>$L2L::.)

". "istri2usi Bin!#ial


)istribusi %inomial digunakan untuk menentukan dimensi final trunk groups antara +-%K atau remote switching unit (!"# dengan sentral induknya. -sumsi yang digunakan untuk kondisi ini ialah / random sumber trafik terbatas lost call held (HFH) <umus %inomial /

dimana/ $ 6 %inomial loss probability " 6 umlah sumber trafik N6 umlah trunk pada full-a,ailability group a 6 "raffic offered to group in .rlangs per source !nt!h s!al/

1. "entukan loss probability untuk sebuah remote switching unit dengan 70 pelanggan yang
tersambung ke sentral lokal dengan $2 sirkit dan trafik pada #am sibuk 6 >&! .rlang. -sumsi yang digunakan ialah Host Fall Held. 2. Sebuah remote switching unit menggunakan asumsi Host Fall Held dengan 20 pelanggan& tersambung ke sentral lokal dengan L sirkit dan loss probability 6 $&2!A. %erapa offered trafficnya M 3. Sebuah +-%K dengan 70 pelanggan menggunakan asumsi Host Fall Held. ika diketahui trafik per pelanggan 6 0&2! .rlang dan DES 6 7&NA& tentukan #umlah sirkit yang diperlukan untuk menghubungkan +-%K tersebut dengan sentral lokal. TABE/ BIN&+IA/

E. "istri2usi Engset
)istribusi .ngset digunakan untuk menentukan dimensi common eIuipment dengan #umlah sumber yang terbatas& misalnya sentral rural kecil dan line concentrator. -sumsi yang digunakan untuk kondisi ini ialah / <andom Sumber trafik terbatas Hoss system <umus .ngset /

dimana/ $ 6 .ngset loss probability " 6 umlah sumber trafik N 6 umlah ser,er pada full-a,ailability group A 6 "rafik yang ditawarkan pada group dalam .rlang !nt!h s!al6 1. Suatu sentral +-%K terdiri dari 20 line& dihubungkan dengan sebuah sentral lokal. %ila trafik per pelanggan diperkirakan $00 m. dan loss probability 6 2&>A& tentukan #umlah saluran antar +-%K dengan sentral lokal tersebut. 2. "entukan besarnya loss probability untuk line concentrator dengan 70 pelanggan& N kanal dan offered traffic 0&2 .rlang per palanggan. 3. %erapa besar offered traffic untuk +-%K dengan 70 pelanggan& N saluran antara +-%K dengan sentral lokal dan DES 6 0&00;. 4. "entukan #umlah saluran dari +-%K ke sentral lokal& untuk sebuah +-%K dengan #umlah pelanggan 6 70 line& 0&$ .rlang per pelanggan dan DES 6 $&!A.

7. Pengukuran Trafik
A. PEN"A3(/(AN +engukuran trafik memberikan data dasar untuk keperluan perencanaan& operasi dan pemeliharaan& management dan berbagai kasus perhitungan untuk pengelolaan network. Hasil pengukuran trafik yang telah diolah& memberikan gambaran antara lain tentang #umlah sirkit4saluran& perangkat sentral& beban trafik dan distribusi call serta un#uk ker#a perangkat. Sasaran akhir dari pengukuran trafik adalah pembenahan kebutuhan masyarakat pengguna #asa telekomunikasi sebaik-baiknya& dengan memperhitungkan faktor-faktor efektif dan efisien dari sarana telekomunikasi yang ada. B. T(,(AN PENG(K(RAN TRAFIK a. *enentukan dimensi peralatan atau sirkit guna mengatasi stagnasi atau untuk kebutuhan peralatan dan perencanaan baik #angka pendek maupun #angka pan#ang. b. *elacak letak kegagalan. c. *endeteksi kondisi peralatan maupun sirkit d. *engetahui un#uk ker#a #aringan (2etwork +erformance). e. *engetahui mutu pelayanan #aringan telekomunikasi (5uality of Ser,ice). . KEG(NAAN PENG(K(RAN TRAFIK a. ,angka 1endek& yaitu menghindarkan timbulnya stagnasi dan mengoptimalkan trafik pada route& peralatan dan sirkit yang ada / - -pakah seluruh perangkat berfungsi dengan baik. - -pakah seluruh perangkat dan sirkit yang ada sudah berfungsi maksimal. - -pakah peralatan dan sirkit yang ada telah dipenuhi oleh se#umlah percakapan yang menghasilkan pendapatan bagi perusahaan. b. ,angka 1anjang& yaitu untuk perencanaan pembangunan yang paling sedikit meliputi #angka waktu $ ( 2 tahun mendatang. ". F(NG'I PENG(K(RAN a. &1erasi Trafik -dalah pengawasan sehari-hari dari status dan performance (un#uk ker#a) trafik dari sentral dan #aringan / - *embandingkan status dan un#uk ker#a hasil ukur dengan tolok ukurnya. - *engusulkan rencana perbaikan4pembenahan dalam hal / perubahan route& pencegahan kemacetan dan perbaikan pelayanan& dengan ker#asama dengan unsur lain yang terkait. - +enetapan rekayasa trafik dan perencanaan fasilitas baru. 2. Ad#inistrasi Trafik -dalah men#amin agar trafik yang disalurkan ke sentral dan #aringan terbagi dengan rata dan seimbang. Hal ini diperoleh dengan perhitungan yang cermat mengenai #umlah peralatan dan sirkit pada #aringan berdasarkan pengukuran trafik dan analisa serta e,aluasinya. E. '0ARAT PENG(K(RAN Hasil pengukuran (data) harus memenuhi syarat-syarat / a. %enar (akurat) b. Segar (up to date)

F.

ARA +ENG(K(R

a. Secara ,isual& yaitu mengamati tanda-tanda atau lampu pendudukan pada sentral yang tidak ada alat ukurnya. b. *enggunakan alat ukur& dilakukan secara manual atau otomatis tergantung keadaan alat ukurnya. c. )engan programming sentral. G. 'I'TE+ PENG(K(RAN Duna menganalisa suatu sistem teletrafik& diperlukan suatu model yang dapat menggambarkan semua atau sebagian sistem tersebut. *odel dimaksud terdiri dari 7 elemen& yaitu/ a. Struktur (hardware). b. Strategi (software) c. +roses "rafik (user reIuirements). Struktur perangkat secara teknis telah ditetapkan& dan dari perangkat ini dapat diperoleh informasi yang lengkap tentang sistem ini. Strategi terdiri dari aturan-aturan dan prinsip-prinsip di mana seorang traffic-engineer menerapkan strategi yang dimaksud guna memperoleh kondisi yang terbaik dari sistem pada situasi trafik yang ada. +ada sentral dengan sistem elektromekanik& strategi tersebut diwu#udkan ke dalam apa yang disebut wired-logic dan pada sentral dengan sistem S+F (Store +rogrammed Fontrol) strategi tersebut diwu#udkan ke dalam software atau apa yang disebut dengan programmed-logic. Sedangkan trafik yang biasanya dibangkitkan oleh pemakai (user) terdapat pada suatu sistem yang beroperasi. 1raian yang realistik dari proses trafik dapat diperoleh dari suatu obser,asi pada sistem tersebut. Selan#utnya seorang traffic-engineer akan mencoba untuk mengadaptasi sistem ke proses trafik dengan menerapkan beberapa strategi yang berbeda& seperti routing& prioritas dsb. Sistem telepon adalah suatu sistem man-machine yang kompleks. "u#uan traffic-engineering adalah mendesain sistem secara optimal& yang dapat dipenuhi dengan cara melakukan penyelidikan dari tingkah laku pelanggan. 3. 3(B(NGAN ANTAR 'ENTRA/. +engukuran ini biasanya dilakukan pada suatu group sirkit dari suatu sentral di mana seluruh group sirkit yang ada harus secara rutin diukur. 1ntuk intensitas trafik& maka seluruh group sirkit yang ada harus diukur secara serentak. I. AP/IKA'I "ATA PENG(K(RAN Suatu program pengukuran harus didisain dengan perhitungan yang cermat untuk meyakinkan bahwa tidak ada data yang tidak perlu untuk dicatat. "u#uan setiap pengumpulan data harus didefinisikan secara #elas& #uga harus diformulasikan tu#uannya untuk berbagai metode pengukuran yang berbeda. Sangat penting untuk mengeliminasi (menghilangkan) data yang tidak berguna sesegera mungkin.

,.

A//

3ARGING

%asis ekonomi dari administrasi adalah pembayaran oleh pelanggan dan administrasi lain. +engawasan yang kontinyu pada kebenaran charging men#adi sangat penting. "ugas ini dapat diker#akan oleh komputer dengan baik. K. A'PEK &PERA'I&NA/ "u#uan traffic engineering adalah untuk memaksimalkan perangkat yang ada. "erdapat hubungan yang erat antara pengukuran& dimensioning dan ukuran kriteria pelayanan. )ata trafik adalah basis dari traffic engineering. +enggunaan data ini terutama adalah untuk pengelolaan perangkat sehari-hari. +rofil trafik sehari-hari dapat diamati sehari penuh dengan perangkat komputer. <ata-rata waktu #am sibuk mungkin berubah bila diamati lebih seksama. )ata dapat hanya direkam bila trafik lebih tinggi dari le,el tertentu. +erhatian khusus diperlukan untuk ke#adian-ke#adian tertentu misalnya / bencana alam& kabel terputus& dan sebagainya. uga perlu terdapat catatan sirkit-sirkit yang di blok& di test dsb. 1n#uk ker#a sentral dikontrol dengan kongesti beban& pengukuran beban& waktu tunggu& time out dsb. 1n#uk ker#a 2etwork terutama dikontrol dengan pengukuran beban yang memberikan gambaran up to date beban nyata pada route trafik tertentu. 2etwork yang lebih baik memerlukan le,el efisiensi yang tinggi karena in,estasinya tinggi. "etapi efisiensi yang tinggi membuat 2etwork men#adi lebih sensitif terhadap ,ariasi trafik. Sekali ter#adi kongesti atau o,erload sangat sulit untuk memperkirakan le,el trafik yang sebenarnya atau untuk menginterpretasikan hasil-hasil pengukuran. Kongesti pada beberapa bagian kritis pada network dapat menyebabkan lebih banyak repeated call attempt& yang dapat menaikkan beban pada perangkat common control. Sehingga penting untuk mengidentifikasikan gangguan network dan mengambil langkah-langkah penanganan sebelum gangguan men#adi serius. *asalah ini berkaitan dengan langkah-langkah pengelolaaan network yang dinamis. /. PE+E/I3ARAAN "u#uan pengawasan #angka pendek adalah untuk melihat apakah perangkat sudah digunakan seefisien mungkin. )ata yang dikumpulkan adalah untuk pre,enti,e dan correcti,e maintenance. +enelitian menun#ukkan bahwa 70A dari semua gangguan dapat dicegah dengan pre,enti,e maintenance. Oalaupun sistem kelihatan beroperasi dengan baik& pengukuran secara detail mungkin menun#ukkan adanya sirkit yang tidak beroperasi. +engawasan terhadap masing-masing sirkit (secara indi,idu) adalah penting karena dapat mencegah gangguan serius pada trafik. +engawasan on-line memungkinkan kita mengetahui secara cepat4dini. +. PEREN ANAAN "AN PERA+A/AN +engumpulan data untuk perencanaan dan peramalan #angka pan#ang akan mendefinisi-kan kebutuhan saat ini dan membantu perencana untuk merencanakan pengembangan dimasa yang akan datang.

N. ,ENI' PENG(K(RAN 'E ARA (+(+ +ada dasarnya ada 2 (dua) #enis pengukuran trafik yaitu / a. Pengukuran Kuantitatif. *enentukan dimensi peralatan maupun sirkit guna mengatasi stagnasi serta untuk kebutuhan peramalan #angka pan#ang guna perencanaan pembangunan. Pang diukur dalam pengukuran kuantitatif adalah ,olume (intensitas) trafik dalam .rlang (atau satuan lainnya) atau dalam call dan holding time dari suatu kelompok peralatan atau sirkit. 2. Pengukuran Kualitatif. 0 *elacak kegagalan panggilan 0 *endeteksi kondisi peralatan dan sirkit 0 *engetahui un#uk ker#a #aringan (2etwork +erformance) 0 *engetahui mutu pelayanan (5ES) &. 'IT(A'I TRAFIK Sesuai dengan konsep-konsep dasar trafik& bahwa trafik mempunyai ,ariasi yang luas dan dapat diklasifikasikan sebagai berikut / a. 8ariasi selama setahun b. 8ariasi waktu selama #am sibuk c. 8ariasi hari ke hari d. 8ariasi musiman e. 8ariasi hari dalam satu minggu Eleh karena itu dalam melakukan pengukuran& harus diketahui bagaimana trafik pada saat-saat tersebut. Hal ini untuk menghindari kesalahan misalnya dalam menentukan dimensi untuk mengatasi stagnasi maupun kesalahan perencanaan. -gar situasi trafik dapat diketahui dengan pasti& harus dilakukan suatu pengamatan perilaku trafik sesuai dengan ,ariasinya& minimal selama setahun. P. PERI&"E PEREKA+AN +eriode perekaman adalah inter,al waktu selama pengukuran dilaksanakan . +engukuran ini dapat diaktifkan berdasarkan pen#adualan atau secara En )emand. +eriode yang berbeda dapat di#adualkan untuk hari yang berbeda selama satu minggu& sebagai contoh / Senin ( umat waktu pengukuran pukul 0N.00 ( $0.00 Sabtu ( *inggu waktu pengukuran pukul 0L.70 ( 0N.70 8. ARA3 "ATA KE/(ARAN 0 /!kal atau Re#!te Ter#inal. -gar data hasil pengukuran dapat dibaca& maka data tersebut harus dicetak atau ditampilkan pada layar (display). 1ntuk itu data hasil pengukuran harus dapat diarahkan ke suatu printer atau terminal baik secara lokal atau secara remote sesuai yang dikehendaki. 9 E:ternal Pr!cessing enter. 1ntuk memudahkan dalam pengumpulan data dan analisa data khususnya dalam kondisi #umlah sentral lebih dari satu& maka keluaran hasil pengukuran dapat diarahkan ke suatu pusat pemrosesan atau Eperation and *aintenance Fenter (E*F).

9 +edia Pen4i#1anan /!kal. )ata masa lalu kadang-kadang diperlukan untuk suatu peker#aan tertentu. -gar data tidak hilang dalam kurun waktu tertentu& maka data hasil pengukuran tersebut sebaiknya disimpan pada media penyimpanan yang ada di sentral seperti *agnetic )isk atau *agnetic "ape. *edia penyimpanan ini sebagai alternatif untuk pengiriman data ke Eperation and *aintenance Fenter (E*F).