Anda di halaman 1dari 9

TAHAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN NEONATUS

OLEH : KELOMPOK 3

PENGERTIAN
Neonatus adalah masa bulan pertama kehidupan, waktunya mulai dari 0-28 hari. Selama tahapan ini, fungsi fisik bayi baru lahir kebanyakan reflektif, dan stabilisasi system organ utama adalah tugas tubuh yang utama. Prilaku sangat mempengaruhi interaksi, antara bayi baru lahir dan lingkungan serta pengaruh. misalnya ratarata anak usia dua minggu tersenyum secara spontan dan mampu mengenali wajah ibunya sehingga melambungkan perasaan cinta ibu dengan itu ibu segera memeluk bayinya.

CIRI-CIRI NEONATUS
1. Menghisap merupakan refleks terpenting 2. Masih tidur terus 3. Bila ditelungkupkan tampak seperti merayap menggunakan kakinya kedepan 4. Refleks menghentak 5. Sering tampak terkejut dan menangis dalam tidurnya 6. Refleks menggenggam 7. Belum mengetahui siapa dirinya dan siapa anda

PERKEMBANGAN FISIK NEONATUS


Rata-rata berat bayi baru lahir 3400 gram, panjang 50 cm dan memiliki lingkar kepala 35 cm. sampai 10 % berat lahir hilang dalam beberapa hari pertama, dan akan naik kembali pada minggu ke dua kehidupan. selama bulan pertama meningkat rata-rata berat badan 120 sampai 240 gram per minggu, tinggi badan 0,6 -2,5 cm, dan 2 cm dalam lingkar kepala. denyut jantung menurun dari denyut jantung janin 130 sampai 160 kali permenit turun menjadi 120 sampai 140 kali permenit. systole dan diastole dalam keadaan durasi lebih pendek, intensitas lebih besar, dan bunyi lebih tinggi rata-rata tekanan darah 74/46 mmHg. rata-rata waktu pernafasan adalah 30 sampai 50 kali permenit. temperature aksila berada dalam rentang antara 36 sampai 37,5c dan secara umum menjadi stabil dalam 24 jam setelah lahir.

Karakteristik Fisik Neonatus


Karakteristik yang normal termasuk tetap adanya lanugo (rambut yang halus, menutupi hampir seluruh tubuh) pada kulit bagian belakang. signosis pada tangan dan kaki, abdomen yang lembut dan menonjol. warna kulit berfariasi menurut ras dan warisan genetika dan berubah selama masa bayi Molding , atau tulang kepala saling bertumpuk dan akan menyesuaikan kembali dalam beberapa minggu. membentuk kembali yang lebih bulat. garis yang terpisah sutura, dan fontanel, biasanya teraba pada saat kelahiran. refleks normal termasuk berkedip dalam berespon terhadap cahaya terang dan gerakan terkejut dalam berespon terhadap suara rebut dan tiba-tiba.

Karakteristik Prilaku Neonatus


karakteristik prilaku yang normal meliputi periode menghisap, menangis, tidur dan beraktifitas. Bayi baru lahir normalnya melihat wajah pengasuh, secara reflektif, tersenyum dan beresponterhadap stimulus sensoris, khususnya wajah pengasuh utama , suara dan sentuhan. jam pertama kehidupan neonatus tanpa pemberian obat utamanya dihabiskan dalam keadaan diam waspada. dengan mata terbuka lebar dan aktifitas menghisap kuat. setelah itu bayi akan tidur terus selam 2 sampai 3 hari berikutnya untuk pulih dari proses kelahiran setelah itu periode tidur berfariasi dari 20 menir sampai 6 jam dengan perbandingan siang malam sempit.

PERKEMBANGAN KONGNITIF NEONATUS


Perkembangan kongnitif yang awal mulai dengan prilaku bawaan, refleks dan fungsi sensoris. misalnya neonatus belajar untuk menoleh kearah putting susu pada saat baru lahir anak-anak berfokus pada benda berjarak kira-kira 8-10 inci dari wajah mereka dan dapat melihat benda. kemampuan sensori ini memberikan neonatus untuk mengeluarkan stimulus lebih dari pada hanya menerima stimulus . contoh stimulus sensori adalah orang tua berbicara dengan bayinya dan memegang mereka untuk melihat wajah mereka. untuk neonatus menangis berarti komunikasi. beberapa bayi menangis karena popoknya basah atau mereka merasa lapar.

PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL
Interaksi selama perawatan rutin memperbesar atau memperkecil proses kedekatan, jika orang tua atau anak-anak mengalami komplikasi kesehatan setelah lahir, hubungan dapat terganggu. Isyarat prilaku bayi lemah atau tidak ada. Misalnya bayi yang lahir dengan gangguan jantung mungkin lebih mudah merasa lemah selama menyusui. mereka mungkin istirahat lebih sering setelah beberapa isapan yang kuat dan tertidur setelah mendapat 30cc sampai 45cc. bayi mungkin bangun setelah 1,5 jam , menangis karena merasa lapar kembali. ibu tidak memahami bahwa tangisan tersebut adalah perintah secara fisiologis untuk rangkaian dari suatu kejadian, keduanya baik ibu dan bayi memperoleh penurunan kesenangan dari pengalaman menyisui. Dalam kasus ini, bagaimanapun juga hubungan tidak meningkat dan mungkin berkurang kecuali tindakan keperawatan memutuskan rangkaian kejadian itu.

TEIMA KACIH