Anda di halaman 1dari 14

SINDROMA ULKUS GENITALIS

Kelompok 2

Pembimbing: dr. Agus Budi Setiawan, Sp.BS

Definisi
Sekumpulan gejala pada infeksi menular seksual (IMS) yang selama perjalanan penyakitnya ditemukan lesi ulseratif atau ulkus atau tukak.
SINDROMA ULKUS GENITALIA

Sifilis

Herpes Simpleks Genitalis

Ulkus Mole

Etiologi

Sifilis: Treponema pallidum.

Ulkus Mole: Streptobacillus ducrey (Haemophilus ducreyi).


Herpes Simpleks Genitalis: virus herpes simpleks (virus herpes hominis) tipe I atau tipe II.

Hubungan seksual berisiko

Trauma pada alat genital

Faktor risiko tinggi:


Kontak seksual dengan seseorang yang menderita ulkus genital. Pasangan yang berasal atau memiliki perjalanan ke daerah endemis. Pekerja seks dan klien mereka. Kontak seksual anonim (misalnya pemandian).

Seseorang yang terinfeksi HIV.


Perjalanan ke daerah endemis. Hidup di wilayah yang mengalami wabah (misalnya sifilis). Mempunyai lesi genital sebelumnya.

Patofisiologi Sifilis
Hubungan seksual berisiko T. pallidum masuk melalui mikrolesi atau selaput lendir Infiltrasi ke endotelium kapiler dan perivaskular Aktifasi sel limfosit dan sel radang

Hematogen
SII

Enarteritis

Regresi perlahan
Bakteri dorman SIII ULKUS

Hipertrofik endotelium

Hilang

Obliterasi lumen Erosi (SI)

Patofisiologi Ulkus Mole

Patofisiologi Herpes Simplex Genitalis

Penegakkan Diagnosis

Anamnesis Keluhan utama: nyeri, gatal, discharge pada vagina dan atau uretra, nyeri pada kelenjar inguinal. Keluhan penyerta: demam, nyeri kepala, malaise, dan myalgia. Pemeriksaan Fisik Herpes simpleks genitalis: vesikel bergerombol diatas kulit yang eritem. Pemeriksaan Laboratorium Herpes simpleks genitalis: tzank smear, isolasi virus, deteksi DNA VHS dengan PCR, deteksi antigen VHS secara enzyme immunoassay (EIA) dan peningkatan titer antibodi anti-VHS pada serum.

Penatalaksanaan

Medikamentosa (Terapi Causal): Herpes simpleks genitalis:

Acyclovir 400 mg/hari peroral untuk 7-10 hari, atau Acyclovir 200 mg 5x/hari untuk 7-10 hari. Pasien dengan kambuhan: Acyclovir 400 mg 3x/hari untuk 5 hari. Alternatif: Famcyclovir 1000mg 2x/hari, lalu 500 mg/hari, dan 250 mg 2x/hari diteruskan dengan 125 mg 2x/hari untuk 5 hari.
Azithromycin 1 gr peroral. Ceftriaxone 250 mg intramusculer. Ciprofloxacin 500 mg 2x/hari peroral untuk 3 hari, atau Erythromycin 300 mg 4x/hari peroral untuk satu minggu. Penicillin G benzatine 2,4 juta unit injeksi intramusculer dosis tunggal.

Ulkus mole:

Sifilis:

Nonmedikamentosa: Aspirasi untuk mencegah ruptur spontan.

Aspirasi menggunakan jarum besar dan ditusuk di bagian lateral sampai menembus kulit normal.
Dilakukan untuk mengurangi peradangannya. Penderita dengan fimosis sebaiknya melakukan sirkumsisi apabila semua lesi aktif telah sembuh.

Kompres dingin bila ulkus sangat nyeri.

Sirkumsisi.

Terapi sebelum gejala muncul.

Seseorang yang memiliki kontak seksual dengan penderita ulkus genital, 10 hari sebelum muncul gejala ulserasi maka sebaiknya diberi terapi meskipun gejala klinisnya belum muncul.

Prognosis
Prognosis sindroma ulkus genital adalah BAIK jika penyakit diterapi dengan tepat dan tidak ditemukan infeksi HIV. Pasien sebaiknya disarankan untuk tidak melakukan aktivitas seksual sampai lesi sembuh sempurna.

Komplikasi
Sifilis
Tabes dorsalis

Ulkus Mole
Jaringan parut

Herpes Simpleks Genitalis


Kelumpuhan fisik

Infeksi meningovaskular
Aortitis

Fibrosis
Fistula

Kelumpuhan psikologis

Gumma
Aborsi spontan

Limfadenitis kronis

Kesimpulan

Sindroma ulkus genitalis adalah sekumpulan gejala yang terdapat pada infeksi menular seksual (IMS) dan selama perjalanan penyakitnya ditemukan lesi ulseratif/ulkus/tukak.

Prognosis dari sindroma ulkus genitalis adalah baik jika penyakit diterapi dengan tepat dan tidak ditemukan infeksi HIV.


Terima kasih..