Anda di halaman 1dari 24

Panduan Pelaksanaan Laboratorium Instruksional I/II

Departemen Teknik Kimia ITB







-1/24-



MODUL 1.04 Filtrasi

I. Pendahuluan

Proses filtrasi bertujuan memisahkan padatan dari campuran fasa cair dengan
driving force perbedaan tekanan sehingga mendorong fasa cair melewati lapisan suport
pada medium filter. Pada proses filtrasi, pemisahan padatan akan tertahan pada medium
penyaring. Sedangkan fasa cair yang melewati medium filter berupa limbah/ hasil
sampingnya. Prosedur filtrasi sederhana dapat diterapkan langsung pada benda padat
yang bentuknya tetap. Sebaliknya, diperlukan perlakuan-perlakuan khusus sebelum dan
sesudah proses filtrasi jika padatan yang akan dipisahkan berupa cairan yang mudah
terdeformasi atau berukuran kecil dan relatif sulit diambil dari suspensi cair. Filtrasi
sering diterapkan pada proses-proses biologis seperti memisahkan ekstrak juice atau
memisahkan mikroorganisme dari medium fermentasinya. Pada proses-proses pemisahan
yang sulit, proses filtrasi konvesional harus didukung dengan teknologi lain agar filtrasi
lebih praktis, cepat, dan kualitas produk tidak terdegradasi.
Pada umumnya, penerapan teknologi filtrasi pada industri kimia telah banyak
mengalami modifikasi. Modifikasi ini terutama dilakukan untuk memperbaiki sifat dan
karakteristik fisika dan kimiawi cake yang terakumulasi pada medium filter. Padatan cake
umumnya dipisahkan dari medium filter dengan penambahan aditif tertentu. Padatan cake
akan membentuk ageregat yang semakin lama semakin besar sehingga mudah dilepas
dari medium filternya. Padatan lain yang biasa ditambahkan adalah filter aid. Tanpa filter
aid akumulasi cake pada medium filter akan sangat sedikit karena terbawa aliran cross
flow yang besar.
Dengan melaksanakan praktikum ini, praktikan akan memahami bagaimana
proses filtrasi konvensional dilaksanakan. Pada teknologi filtrasi konvensional,
pembentukan cake sangat signifikan, sehingga aliran cross flow diabaikan. Proses filtrasi
ini umumnya melibatkan padatan tak terdeformasi yang berukuran relatif besar.
Pada praktikum ini digunakan press filter berupa plate and frame filter press.
Filter terdiri atas plate and frame yang tersusun secara selang-seling. Plate terpisah dari
frame dengan suatu filter cloth. Pressing dilakukan untuk mendapatkan posisi plate dan
Panduan Pelaksanaan Laboratorium Instruksional I/II


Departemen Teknik Kimia ITB




Modul 1.04 Filtrasi Halaman 2 dari 24

frame yang sesuai dan dikerjakan dengan putaran manual dan putaran hidrolik. Slurry
dimasukkan melalui lubang-lubang frame dan filtrat mengalir melalui cloth ditiap sisi
sehingga 2 produk (sluury dan cake) terbentuk secara simultan di tiap ruang penyaringan.

II. Tujuan

Tujuan pelasanaan praktikum Modul Filtrasi adalah:
1. Praktikan mengetahui karakteristik filtrasi (penyaringan), khususnya hubungan waktu
dengan perolehan filtrat
2. Praktikan memahami tahanan/hambatan baik pada medium filter maupun cake pada
operasi penyaringan

III. Sasaran

Berkenaan dengan tujuan praktikum, praktikan diharapkan dapat:
1. Menentukan persamaan penyaringan pada tekanan tetap.
2. Menghitung tahanan medium penyaring dan tahanan spesifik padatan saring.
3. Menentukan pengaruh tekanan terhadap tahanan spesifik padatan dan kekeringan
padatan.

IV. Tinjauan Pustaka

IV.1 Peralatan Proses Filtrasi Konvensional
Peralatan untuk proses filtrasi konvensional sangat bervariasi, dari conventional
plate and frame filter press sampai jenis rotary vacuum filters. Tipe plate and frame filter
press yang paling umum disajikan pada Gambar 1a. Plate and frame filter press jenis ini
yang diaplikasikan di Industri umumnya terdiri atas tujuh bagian medium filter dari
logam yang saling menutupi secara renggang dan tempat yang cukup untuk menampung
cake sampai filtrasi selesai. Tipe lain memiliki pelat yang saling sejajar sehingga dapat
digunakan dengan medium filter berupa penyaring kertas atau kain secara terpisah dari
alat utama. Medium filter dapat dimasukkan pada peralatan filtrasi dengan membuka
frame yaitu tempat cake terbentuk. Tipe peralatan filtrasi jenis ini digunakan jika cake
Panduan Pelaksanaan Laboratorium Instruksional I/II


Departemen Teknik Kimia ITB




Modul 1.04 Filtrasi Halaman 3 dari 24

yang akan terbentuk relatif kering. Alat ini tidak dapat digunakan untuk bahan-bahan
yang beracun dan berbahaya.

Gambar 1 Bermacam-macam tipe peralatan filtrasi konvensional

Tiga tipe lain dapat dilihat pada Gambar 1b, 1c, dan 1d. Jenis ini dapat digunakan
untuk mengolah bahan aerosol ataupun yang berbahaya dan beracun. Peralatan-peralatan
ini masih dalam pengembangan yang serius, sehingga umumnya digunakan pada skala
kecil terutama pada laboratorium.
Jenis horizontal plate filter disajikan pada Gambar 1b digunakan pada operasi
pemisahan skala kecil. Filtrasi terjadi hanya pada bagian atas setiap pelat yaitu di bagian
bawah cake, walaupun diterapkan operasi yang terputus-putus, cake yang terbentuk akan
terus terakumulasi pada filter. Pada disain seperti Gambar 1b, struktur badan filter dapat
dibongkar pasang untuk dibersihkan. Filter medium pun ditambahkan di luar perangkat
alat filtrasi yang terlah terinstalasi sempurna. Variasi lain jenis ini adalah menerapkan
pengambilan cake dengan lubang kecil seperti valve yang difungsikan sebagai pengendali
ketebalan cake pada medium filter; atau variasi lain berupa cake yang dapat diambil
dengan memutar-mutar bagian samping badan alat filtrasi.
Vertical leaf filter press disajikan pada Gambar 1c. Jenis ini hanya membutuhkan
area yang sempit untuk menempatkannya, tetapi ruang harus cukup tinggi untuk
Panduan Pelaksanaan Laboratorium Instruksional I/II


Departemen Teknik Kimia ITB




Modul 1.04 Filtrasi Halaman 4 dari 24

membongkar badan alat filtrasi yang tinggi tersebut saat mengambil cake. Jenis ini
memiliki area filtrasi yang cukup luas per volumenya.
Tipe alat filtrasi tubes on the candle dapat dilihat pada Gambar 1d. Alat ini
tergantung pada tabung-tabung yang fungsinya mirip tali penarik. Cake terbentuk pada
bagian luar alat filtrasi itu dan filtrat mengalir melalui cake yang terakumulasi menuju
bagian atas untuk dibuang. Peralatan ini dibersihkan dengan cara backwash.

Gambar 2 Skema Rotary Vaccum Filter

Jenis lain adalah rotary vacuum filter. Jenis ini paling banyak digunakan pada
skala besar di industri kimia karena dapat menangani padatan yang sulit difilter, dan
banyak dilengkapi sarana otomatis sehingga tenaga manual yang dibutuhkan tidak
banyak. Desain rotary vacuum filter juga sangat bervariasi. Bentuk dasar rotari vacuum
filter adalah Gambar 2. Filter ini dilengkapi drum yang terus berputar. Tekanan di luar
drum adalah tekanan atmosferik, tetapi di dalam drum mendekati vakum. Drum ini
dimasukkan ke dalam cairan yang mengandung suspensi padatan yang akan difilter, lalu
drum diputar dengan kecepatan rendah selama operasi. Cairan tertarik melewati filter
cloth karena tekanan vakum, sedangkan padatan akan tertinggal di permukaan luar drum
membentuk cake. Jika cake akan diambil dari drum, putaran drum dihentikan, drum
dikeluarkan dari fasa cair, cake dicuci, dikeringkan, dan kemudian diambil. Pengambilan
padatan dari drum dilakukan dengan sejenis pisau yang juga bermcam-macam jenis dan
disainnya bergantung jenis cake.


Panduan Pelaksanaan Laboratorium Instruksional I/II


Departemen Teknik Kimia ITB




Modul 1.04 Filtrasi Halaman 5 dari 24

IV.2 Filtrasi Cake
Medium filter pada filtrasi cake relatif tipis dibandingkan dengan filter
klarifikasi. Pada awal filtrasi sebagian partikel padat masuk ke dalam pori medium dan
tidak dapat bergerak lagi, tetapi segera setelah itu bahan terkumpul lagi pada permukaan
septum/ medium penyaringnya. Setelah tahap awal yang berlangsung beberapa menit
tersebut zat padat cake tersebut berfungsi sebagai medium filtrasi, bukan septum lagi.
Cake tersebut terakumulasi sampai ketebalan tertentu pada permukaan dan sewaktu-
waktu harus dibersihkan.
Filter cake biasanya bekerja dengan tekanan lebih tinggi dari tekanan atmosfer
pada bagian hulu atau vakum pada sisi hilir. Filter ini dapat beroperasi kontinu dapat pula
secara batch. Namun karena sulitnya mengeluarkan zat padat melawan tekanan positif ,
umumnya filter diopersikan secara batch.

IV.2.1 Medium Filter
Septum atau medium penyaring pada setiap filter harus memenuhi persyaratan
sebagai berikut:
1. harus dapat menahan zat padat yang akan disaring dan menghasilkan filtrat yang
cukup jernih
2. tidak mudah tersumbat
3. harus tahan secara kimiawi dan kuat secara fisik dalam kondisi proses
4. harus memungkinkan penumpukan cake dan pengeluaran cake secara total dan
bersih
5. tidak mahal.
Dalam industri medium filter yang banyak dipakai adalah kain kanvas. Masing-masing
jenis kanvas dengan ketebalan dan pola anyaman tertentu juga memiliki kegunaan
tertentu. Untuk zat cair yang bersifat korosi digunakan medium filter seperti kain wol,
tenunan logam monel atau baja tahan karat, tenunan gelas, atau kertas. Kain sintesis
seperti nilon, polipropilena, dacron juga tahan secara kimia.

IV.2.2 Bahan Aditif untuk Proses Filtrasi
Zat padat yang lembek atau sangat halus, yang membentuk cake yang rapat dan
impermeabel akan segera menyumbat medium filtrasi yang cukup halus untuk
menahannya. Untuk menyaring bahan padat seperti itu porositas cake harus ditingkatkan
Panduan Pelaksanaan Laboratorium Instruksional I/II


Departemen Teknik Kimia ITB




Modul 1.04 Filtrasi Halaman 6 dari 24

agar cairan tersebut dapat lewat dengan laju yang cukup. Hal ini dilakukan dengan
menambah bahan aditif filtrasi (filter aid) seeprti tanah diatom, silika, perlit, selulosa
kayu yang dimurnikan, atau bahan-bahan padat lain yang tidak bereaksi. Penambahan itu
dilakukan terhadap slurry umpan sebelum dilakukan filtrasi. Dalam filter batch lapisan
filter aid biasanya tipis, sedangkan pada filter kontinu lapisan ini biasanya tebal dan
bagian atasnya terkikis bersama zat padat yang tertahan filter oleh pisau kikis, sehingga
menghasilkan permukaan filtrasi yang baru. Penggunaan lapisan pendahuluan ini
biasanya dapat mencegah tersumbatnya medium filter sehingga dihasilkan filtrat yang
jernih.

IV.2.3. Filter Batch Berdasarkan Tekanan
Filter tekanan dapat memberikan perbedaan tekanan yang cukup besar melintas
septum sehingga menghasilkan filtrasi yang cukup cepat dengan zat cair viskos atau zat
padat halus. Filter tekanan yang umum adalah filter press dan shell-and-leaf filter.

Filter Press
Filter ini terdiri dari seperangkat lempengan yang dirancang untuk memberi
sederetan kompartemen untuk pengumpulan zat padat. Lempengan tersebut ditutup
dengan medium filter seperti kanvas. Slurry umpan masuk ke dalam masing-masing
lempengan dan medium filternya dengan tekanan, cairannya lewat melalui kanvas dan
keluar melalui pipa keluaran dan meninggalkan zat padat basah di antara lempengan
tersebut.

Gambar 3 Peralatan filter tekanan untukoperasi otomatis

Panduan Pelaksanaan Laboratorium Instruksional I/II


Departemen Teknik Kimia ITB




Modul 1.04 Filtrasi Halaman 7 dari 24

Lempengan press yang digunakan ada yang berbentuk bujur sangkar atau
lingkaran, ada yang terletak vertikal dan horisontal. Tetapi umumnya lempengan untuk
zat padat itu dirancang dengan membuat tekukan pada permukaan lempeng, atau dalam
bentuk plate-and-frame. Pada desain plate and frame ini, lempengan berbentuk bujur
sangkar dengan panjang sisi 6-28 in dan disusun silih berganti dengan bingkai terbuka.
Lempengan tersebut tebalnya berkisar 0,25 sampai 2 in, sedangkan bingkainya setebal
0,25 sampai 8 inci. Lempengan dan bingkai itu didudukkan secara vertikal pada rak
logam dengan medium filter dipasang menutupi setiap bingkai dan dirapatkan dengan
bantuan sekrup dan rem hidraulik. Bubur umpan masuk pada satu ujung rakitan lempeng
dan bingkai tersebut. Slurry mengalir melalui saluran yang terpasang memanjang pada
salah satu sudut rakitan dari sudut tersebut melalui saluran tambahan mengalir ke dalam
masing-masing bingkai. Di sini zat padat itu diendapkan di atas permukaan pelat. Cairan
mengalir menembus kain filter, melalui alur atau gelombang pada permukaan lempeng,
sampai keluar press filter tersebut.
Sesudah filter tersebut dirakit, slurry dimasukkan dari pompa atau tangki
pendorong pada tekanan 3 sampai 10 atm. Filtrasi lalu diteruskan sampai tidak ada lagi
zat cair yang keluar dan tekanan filtrasi naik secara signifikan. Hal ini terjadi bila bingkai
sudah penuh dengan zat padat sehinggga slury tidak dapat masuk lagi. Filter itu disebut
jammed. Setelah itu, cairan pencuci dapat dialirkan untuk membersihkan zat padat dari
bahan-bahan pengotor yang dapat larut. Cake tersebut kemudian ditutup dengan uap atau
udara untuk membuang sisa zat cair tersebut sebanyak-banyaknya. Filter itu lalu
dibongkar, cake padatnya dikeluarkan dari medium filter sehingga jatuh ke konveyor
menuju tempat penyimpanan. Pada kebanyakan press filter, operasi tersebut berlangsung
secara otomatis.
Sampai cake bersih, proses pencucian memakan waktu beberapa jam karena
cairan pencuci cenderung mengikuti jalur termudah dan melangkahi bagian-bagian cake
yang terjejal rapat. Jika cake tidak terlalu rapat, sebagian besar cairan pencuci tidak
efektif membersihkan cake. Jika diinginkan pencucian sampai benar-benar bersih,
biasanya dibuat sluury lagi dengan cake yang belum tercuci sempurna. Pencucian lebih
lanjut dapat menggunakan zat cair pencuci dalam kuantitas besar dan menyaringnya
kembali dengan shell-and-leaf filter sehingga memungkinkan pencucian yang lebih
efektif dari pada plate and frame filter.

Panduan Pelaksanaan Laboratorium Instruksional I/II


Departemen Teknik Kimia ITB




Modul 1.04 Filtrasi Halaman 8 dari 24

Shell-and-leaf Filter
Shell-and-leaf Filter memiliki beberapa keuntungan, antara lain:
1. dapat digunakan untuk proses filtrasi tekanan tinggi
2. tenaga manusia yang diperlukan sedikit
3. hasil pencucian cake lebih efektif

Gambar 4 Tekanan tangki horisontal shell and leaf filter
Salah satu model Shell-and-leaf Filter adalah tangki horisontal seperti pada
Gambar 4. Seperangkat lempengan disusun pada suatu rak yang dapat ditarik keluar.
Pada Gambar 4 terlihat unit tersebut sedang dibongkar untuk mengeluarkan cake. Pada
waktu operasi, lempengan-lempengan itu terletak di dalam selongsong yang tertutup.
Umpan masuk melalui sisi tangkai, filtrat lewat melalui daun dan keluar melalui sistem
pipa pembuangan.

Press Filter Continue
Filter ini biasanya memerlukan banyak tenaga manusia untuk operasinya. Untuk
mengatasinya digunakan tekanan vakum. Namun filter vakum juga terkadang kurang
ekonomis pada zat padat yang sangat halus, tekanan uap zat cair tinggi, viskositas lebih
dari 1 cP, atau bila zat cair berupa larutan jenuh yang akan mengkristal.

IV.3 Perlakuan Awal Sebelum Proses Filtrasi
Campuran tertentu seperti suspensi, padatan lumpur, atau larutan-larutan tertentu
(seperti produk bioproses) sulit difiltrasi langsung. Hal ini disebabkan campuran tersebut
merupakan fluida yang sangat non-newtonian, atau karena cake yang terbentuk sangat
compressible sehingga cake dapat terdeformasi menjadi lapisan yang tidak
Panduan Pelaksanaan Laboratorium Instruksional I/II


Departemen Teknik Kimia ITB




Modul 1.04 Filtrasi Halaman 9 dari 24

permeabel.Karena itu, umpan yang memasuki peralatan filtrasi harus dikondisikan dahulu
seperti dengan pemanasan, koagulasi dan flokulasi, ataupun adsorpsi pada filter cloth.

IV.3.1 Pemanasan
Prose pemanasan adalah pretreatment umpan filter yang paling sederhana. Proses
ini umumnya terbatas oleh stabilitas termal cake. Pemanasan terkadang efektif dalam
pretreatment umpan filter karena pemanasan dapat mengubah karakteristik senyawa
kimia menjadi bentuk tak stabil yang mudah difiltrasi. Contohnya pada campuran koloid,
pemanasan dapat mengakibatkan ketidakstabilan koloid sehingga partikel koloid yang
semula terdistribusi homogen menjadi terganggu ikatan kimianya, terkoagulasi
membentuk agregat, dan mengendap sehingga mudah difiltrasi.

IV.3.2 Koagulasi dan Flokulasi
Metoda kedua adalah penambahan elektrolit untuk mendukung terjadinya
koagulasi dan flokulasi. Bahan elektrolit yang biasa ditambahkan bervariasi dari asam/
basa sederhana sampai bahan polielektrolit sintetik.
Elektrolit sederhana menyebabkan terjadinya koagulasi-flokulasi dengan
memilah-milah gaya tolak menolak elektrostatik yang terjadi antara partikel kololid. Jika
gaya tolak menolak elektrostatik ini dikurangi, gaya tarik-menarik Londan-van der Walls
akan mendominasi. Akibatnya koloid akan terkoagulasi menjadi partikel yang lebih
besar, lebih padat (dense) dan lebih mudah difiltrasi. Asam dan basa akan mengubah pH
sehingga mengubah muatan partikel. Jika muatan berkurang, partikel akan banyak
terkoagulasi dan makin mudah difiltrasi. Jika muatan bertambah, partikel yang
terkoagulasi sedikit dan campuran makin susah difiltrasi.
Polielektrolit sintetik dapat mengurangi gaya tolak-menolak elektrostatik,
mengadsorbsi dan membuat partikel beragregasi, membentuk semacam jembatan antar
partikel-partikel tersebut. Dengan demikian partikel koloid akan membentuk flok-flok
yang besar, agregat yang tidak begitu padat tetapi mudah difilter. Polielektrolit dapat
berupa anionik, kationik, dan nonionik.

IV.3.3 Adsorpsi dengan Filter Aids
Metoda pretreatment ketiga adalah penambahan filter aids. Partikel koloid pada
cairan akan teradsorbsi pada filter aids. Filter aids ini akan mengurangi kompresibilitas
Panduan Pelaksanaan Laboratorium Instruksional I/II


Departemen Teknik Kimia ITB




Modul 1.04 Filtrasi Halaman 10 dari 24

cake, mengurangi penetrasi partikel kecil lain yang tidak diharapkan yang dapat menutupi
pori-pori membran sehingga mengurangi laju filtrasi.

IV.4 Teori Umum Filtrasi
Filtrasi adalah contoh khusus mengenai aliran melalui media berpori, khususnya
kasus di mana tahanan terhadap aliran konstan. Dalam filtrasi, tahanan aliran meningkat
sesuai dengan waktu, sesuai dengan pembentukan cake di atas medium filter atau filter
aid. Besaran-besaran utama yang penting adalah laju aliran melalui filter dan penurunan
tekanan melintasi unit tersebut. Dengan berjalannya waktu selama filtrasi, laju aliran akan
berkurang atau penurunan tekanan akan meningkat. Pada proses filtrasi tekanan tetap,
penurunan tekanan dibuat konstan dan laju aliran dibiarkan menurun sesuai waktu.

IV.4.1 Hukum Darcy
Hukum Darcy menghubungkan laju partikel padatan melalui lapisan berpori
dengan pressure drop yang menyebabkan aliran tersebut.
L .
P k.
v

= (1)
dimana:
v = laju alir padatan dalam campuran cairannya
k = konstanta proporsionalitas yang umum disebut konstanta permeabilitas Darcy
P = pressure drop pada melalui kedua tebal pelat
L = ketebalan pelat
= viskositas cairan
Analogi dengan Hukum Ohm, laju alir akan berbanding lurus dengan diriving
force verupa potensial P pressure drop, dan berbanding terbalik dengan penghambat
alirannnya (L/k).
Namun, Hukum Darcy untuk filtrasi hanya berlaku pada kondisi:
5
) - (1
dv
<


(2)
dimana:
d = ukuran partikel yang diasumsikan sama dengan diameter pori yang menahan filter
cake
= densitas cairan
Panduan Pelaksanaan Laboratorium Instruksional I/II


Departemen Teknik Kimia ITB




Modul 1.04 Filtrasi Halaman 11 dari 24

= fraksi kosong pada cake

IV.4.2 Filtrasi Batch
Pada filtrasi batch laju alir cairan yang akan difiltrasi dapat disusun ulang
menjadi:
dt
dV
.
A
1
v = (3)
dimana:
V = total volume filtrat
t = waktu filtrasi
Tahanan (L/k) dapat dianggap terjadi dari kontribusi tahanan cake (R
C
) dan
tahanan medium filter (R
M
), sehingga dapat ditulis:
C M
R R
k
L
+ = (4)
Dengan mensubstitusi persamaan 3 dan 4 ke persamaan 1 akan didapat:
( )
C M
R R
P
dt
dV
.
A
1
+

(5)
Tahanan medium R
M
biasanya konstan, tidak bergantung pada jumlah cake yang
dihasilkan, sedangkan tahanan cake R
C
bervariasi bergantung volume cake yang telah
difiltrasi.

Incompresible Cake
Jika cake bersifat incompresible, ketebalan cake berbanding lurus dengan volume
filtrat dan berbanding terbalik dengan luas filter, sehingga dapat ditulis:
|
.
|

\
|
=
A
V
. . R
o C
(6)
dimana merepresentasikan reistansi spesifik cake dan
o
adalah massa cake per volume
filtrat. Dimensi adalah panjang per massa.
Substitusi persamaan umum filtrasi menjadi:
|
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|
+

=
A
V
. . R
P
dt
dV
.
A
1
o M

(7)
Panduan Pelaksanaan Laboratorium Instruksional I/II


Departemen Teknik Kimia ITB




Modul 1.04 Filtrasi Halaman 12 dari 24

Dengan kondisi batas saat t =0, V=0 (pada awal proses tidak ada padatan yang tertahan
pada filter). Integrasi persamaan tersebut akan menghasilkan bentuk sederhana:
B
A
V
K.
V
At
+ |
.
|

\
|
= |
.
|

\
|
(8)
dimana:
P
.R
B dan
P 2.
. .
K
M o

=


Dengan demikian plot antara (A.t / V) terhadap (V/A) akan linear. Gradien K adalah
fungsi pressure drop dan sifat milik cake (,). Intercep B tidak bergantung pada sifat
milik cake, tetapi preporsional terhadap tahanan medium. Jika tahanan medium
diabaikan, persamaan tersebut dapat disederhanakan lagi:

V
.
P 2.
. .
t
2
o
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|

=
A

(9)

Compressibel Cake
Untuk mengestimasi efek faktor kompresibilitas, diasumsikan resistansi spersifik
adalah fungsi dari P menurut hubungan:
( )
s
P ' = (10)
adalah konstanta yang berhubungan dengan ukuran dan bentuk partikel yang
membentuk cake, dan s adalah kompresibilitas cake. Umumnya s bervariasi dari 0,1
sampai 0,8. Nilai dan s mudah ditentukan dengan memplot log terhadap log P. Jika
nilai s besar umpan harus dipretreatment dengan penambahan filter aid.

IV.4.3 Filtrasi Kontinu
Teknologi filtrasi yang umum diterapkan dalam industri kimia adalah filtrasi
kontinue. Analisis operasi filtrasi ini dibagi dalam 3 tahap. Dalam satu siklus filtrasi ada
3 proses pokok yang terjadi:
1. pembentukan cake,
2. pencucian cake untuk membuang larutan baik yang masih berguna maupun yang
telah menjadi limbah,
3. pelepasan cake dari filter.
Panduan Pelaksanaan Laboratorium Instruksional I/II


Departemen Teknik Kimia ITB




Modul 1.04 Filtrasi Halaman 13 dari 24

( ) P |
.
|

\
|
=
|
.
|

\
|
=
.
A
V
. . ' R
A
V
. . R
o C
o C


Walapun proses pelepasan cake dari filter sangat penting dan menentukan
keseluruhan kesuksesan proses filtrasi, proses pelapasan cake ini tidak turut menentukan
ukuran filter.

IV.4.3.1 Pembentukan Cake
Diasumsikan proses filtrasi dengan siklus pertama pembentukan cake dimulasi
sesaat setelah umpan dimasukkan ke dalam filter. Diasumsikan tahanan medium filter R
M

dapat diabaikan, sehingga persamaan dasar untuk proses filtrasinya menjadi:
C
R .
P
dt
dV
.
A
1

= (11)
Seperti sebelumnya, kondisi batas yang digunakan adalah saat t=0, volume filtrat V=0.
Jika Rc ditulis ulang dan diasumsikan cake bersifat compressible:
(12)

(13)

Dengan mengombinasikan kedua persamaan tersebut, dan dilakukan integrasi sepanjang
badan filter dimana terjadi pembentukan cake akan diturunkan persamaan:
( )

V
.
P 2.
. ' .
t
2
f
1
o
f
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|

=

A
s

(14)
dimana t
f
adalah waktu pembentukan cake, V
f
adalah volume filtrat yang terakumulasi
selama watu t
f
. Waktu filtrasi t
f
terkadang dinyatakan dalam bentuk hubungannnya
dengan waktu 1 siklus filtrasi t
c
, yang dinyatakan sebagai:
c f
.t t = (15)
dengan adalah fraksi waktu dari keseluruhan waktu kerja filter. adalah fraksi waktu
satu siklus filtrasi yang digunakan untuk pembentukan cake. Maka persamaan filtrasi
yang dinyatakan dalam bentuk t
c
dan akan menjadi:

( )
2
1
c o
s 1
c
f
.t .'.
P 2..
A.t
V
(


=

(16)
Panduan Pelaksanaan Laboratorium Instruksional I/II


Departemen Teknik Kimia ITB




Modul 1.04 Filtrasi Halaman 14 dari 24

Dari persaamaan itu dapat disimpulkan bahwa pembentukan cake dapat dikendalikan
dengan memvariasikan t
c
dan . Pada yang konstan, fulks filtrat akan berbanding
terbalik dengan akar t
c
.

V.4.3.2 Pencucian Cake
Setelah cake terbentuk dan terakumulasi dalam jumlah yang cukup banyak,
dilakukan pencucuian untuk melarutkan dan membuang pelarut dan cairan lain yang tidak
diinginkan berada dalam cake tersebut. Proses pencucian ini memiliki 2 fungsi. Fungsi
pertama adalah membuang pelarut yang tidak diinginkan dalam cake yang terjebak dalam
pori-pori di dalam cake. Yang kedua, proses pencucian berfungsi mendukung difusi
keluar larutan yang terikat dalam partikel cake. Difusi ini akan memudahkan recovery
cake selanjutnya.
Ada 2 faktor yang terrlibat dalam proses pencucian cake. Yang pertama adalah
fraksi bahan terlarut yang masih boleh berada dalam cake setelah pencucian selesai,
fraksi ini menentukan volume larutan pencuci yang dibutuhkan. Faktor kedua adalah laju
larutan pencuci melewati cake. Laju pencucian ini mengendalikan fraksi waktu dari
keseluruhan waktu siklus t
c
yang dibutuhkan untuk pencucian.
Fraksi material terlarut yang dapat ditoleransi berada dalam cake setelah
pencucian berhubungan dengan volume larutan pencuci yang dibutuhkan menurut
persamaan:
( )
n
- 1 r = (17)
dimana r adalah rasio bahan terlarut yang masih tertahan dalam cake setelah pencucian
dengan bahan t erlarut mula-mula sebelum dicuci, n adalah volume larutan pencuci dibagi
dengan volume cairan yang tertahan dalam cake, dan adalah efisiensi pencucian cake.
Fraksi r bervariasi dari 0 sampai 1, makin kecil r makin efektif pencucian. Efisiensi 1
berarti r =1, dan berarti pula tidak akan ada bahan terlarut tertinggal dalam cake
berapapun volume pencuci yang digunakan.
Larutan pencuci tidak mengandung padatan baru, sehingga laju alirnya dapat
dianggap konstan dan sama dengan laju filtrat di akhir tahap pembentukan cake. Laju alir
ini dinyatakan dengan persamaan:
( )
W
2
1
f o
s 1
W
.t
.t 2...'
P
A
V
(

=

(18)
Panduan Pelaksanaan Laboratorium Instruksional I/II


Departemen Teknik Kimia ITB




Modul 1.04 Filtrasi Halaman 15 dari 24

f n. . 2
t
t
V
V
.
V
V
. 2
t
t
V
V
. 2
t
t
f
W
f
r
r
W
f
W
f
W
f
W
=
=
=
dimana V
W
adalah volume larutan pencuci yang dibutuhkan, t
W
adalah waktu yang
dibutuhkan untuk pencucian. Pada banyak kasus akan sangat berguna hubungan berikut:


(19)

(20)

(21)

dimana Vr adalah volume pencuci yang tertahan di dalam cake, dan f adalah rasio volume
pencuci yang tertahan di dalam cake terhadap volume filtrat.

IV.5 Proses Filtrasi pada Tekanan Tetap
Proses filtrasi yang dikerjakan dalam praktikum ini adalah proses filtrasi pada
tekanan tetap. Ada beberapa asumsi yang digunakan dalam praktikum ini:
1. -P yaitu penurunan tekanan dianggap konstan pada tiap tempuhan
2. Konsentrasi slurry konstan pada setiap tempuhan
3. Temperatur sluury sama dengan temperatur filtrat
4. dV/dt dapat dianggap sama dengan V/t
5. tidak ada kebocoran
6. filtrat dianggap berupa padatan
Persamaan umum untuk semua jenis filtrasi pada tekanan tetap dikembangkan
oleh Hermans-Bredee (1935). Persamaan tersebuat adalah:
n
1
2
2
dV
dT
. k
dV
t d
|
.
|

\
|
= (22)
dimana V adalah volume filtrat yang terkumpul selama waktu t, k
1
dan n adalah konstanta
empirik.
Seperti telah disebutkan sebelumnya, dalam filtrasi dengan akumulasi cake, zat
cair mengalir melalui 2 tahanan seri; tahanan cake dan tahanan medium filter. Tahanan
medium filter umumnya hanya signifikan pada tahap-tahap awal saja. Tahanan cake
adalah 0 pada awal filtrasi dan meningkat selama berlangsungnya filtrasi. Jika cake dicuci
Panduan Pelaksanaan Laboratorium Instruksional I/II


Departemen Teknik Kimia ITB




Modul 1.04 Filtrasi Halaman 16 dari 24

setelah filtrasi, kedua tahanan tersebut konstan selama proses pencucian dan tahanan
medium filter biasanya dapat diabaikan.
Penurunan tekanan menyeluruh pada setiap waktu adalah jumlah dari penurunan
tekanan pada medium dan pada ampas. Jika p
a
adalah tekanan pada waktu masuk dan p
b

adalah tekanan kelkuar, dan p adalah tekanan antara batas cake dan medium, maka:
m c b a b a
p p p p p p p p p + = + = = ) ' ( ) ' ( (23)
dimana:
p = penurunan tekanan keseluruhan
p
c
= penurunan tekanan pada cake
p
m
= penurunan tekanan pada medium

Penurunan Tekanan Melalui Cake
Gambar 5 menunjukkan diagram satu potongan cake filter dan medium filter
pada waktu tertentu t sejak awal aliran filtrat. Pada waktu itu tebal ampas diukur dari
medium filter adalah Lc. Luas filter A diukur tegak lurus terhadap arah aliran. Perhatikan
suatu lapisan tipis cake setebal dL yang terletak di dalam cake pada jarak L dari medium.
Tekanan pada titik ini adalah p. Lapisan ini terdiri dari hamparan tipis partikel zat padat
yang dilalui aliran filtrat. Dalam hamparan filter laju alir biasanya rendah sehingga
alirannya laminar.

Gambar 5 Penampang melalui medium filter dan cake
Oleh karena itu, sebagai titik awal untuk menghitung penurunan tekanan melalui
cake dapat digunakan persamaan:
Panduan Pelaksanaan Laboratorium Instruksional I/II


Departemen Teknik Kimia ITB




Modul 1.04 Filtrasi Halaman 17 dari 24

3
2
2 3
.
) 1 .( . .


C
P
P
g
v
s
u k
dL
dP
|
.
|

\
|

= (24)
dimana:
dP/dL = gradien tekanan pada ketebalan L
= viskositas filtrat
u = laju alir linear atas dasar luas permukaan filter
s
P
= luas permukaan satu partikel
v
P
= volume satu partikel
= porositas cake
k
3
= konstanta
g
c
= faktor proporsional Hukum Newton
Kecepatan linier dapat dihitung dari persamaan:
A
dt
dV
u = , dimana V adalah
volume filtrat yang terkumpul sejak awal filtrasi hingga waktu t. Oleh karena filtrat harus
melewati keseluruhan cake, V/A sama untuk semua lapisan, dan u tidak bergantung pada
L. Volume zat padat pada lapisan itu adalah A.(1-)dL, dan jika
p
adalah densitas
partikel, massa dm zat padat pada lapisan itu adalah:
dL A dm
p
. ). 1 ( = (25)
Eliminasi dL akan menghasilkan:
dm
A g
v
s
u k
dL
p C
P
P
. .
) 1 .( . .
3
2
3


|
.
|

\
|

= (26)

Pada proses penyaringan bertekanan tetap persamaan Kozeny-Carman dapat
diterapkan:
3 2.
p
2
D
) .v.(1 180.
L
P
= (27)
dengan:
.L.A) (V . C ). - (1 A. . L
s p
+ = (28)


Panduan Pelaksanaan Laboratorium Instruksional I/II


Departemen Teknik Kimia ITB




Modul 1.04 Filtrasi Halaman 18 dari 24

.V
P . A
..C
P.A
.R
dV
dt
A
.V ..C
.R .
A.dt
dV
P
) P ( ) P ( P
.R
P
A
V
. ..C
P
A.dt
dV
) ..( 5.S

.
.V C
). A.(1
. P
A.dt
dV
). A.(1
.V C
. ) .(1
A.dt
dV
.

5.S
L
P
2
s m
s
m
m c
m
m
s
c
2
o
3
s
p
c
p
s 2
3
2
o c

=
(

+ =
+ =

=
|
.
|

\
|

=
(


=
|
|
.
|

\
|


Jika diturunkan dengan prosedur berikut:



(29)


(30)


(31)


(32)

(33)


(34)

maka akan diperoleh:
.V
2
K
B
V
t
P).A (
.R
B dan
P).A (
..C
K
.V
2
K
B.V t
p
m
2
s
p
2 p
+ =

=
+ =
(35)

Persamaan tersebut adalah persamaan filtrasi pada tekanan tetap.

V. Rancangan Percobaan

V.1 Perangkat dan Alat Ukur
1. Satu unit peralatan filtrasi Plate and Frame Filter Press
2. Tangki Suspensi
3. Kompresor
4. Oven
5. Gelas Ukur
6. Stopwatch
Panduan Pelaksanaan Laboratorium Instruksional I/II


Departemen Teknik Kimia ITB




Modul 1.04 Filtrasi Halaman 19 dari 24


V.2 Bahan/ Zat Kimia
1. Bubuk CaCO
3
atau bubuk yang sejenis
2. Air

V.3 Langkah Percobaan
Percobaan Filtrasi dilakukan sesuai diagram kerja seperti pada Gambar 4.

CaCO
3
campurkan dengan air
Slurry CaCO
3
Peralatan Filtrasi
Siapkan
Nyalakan agitator
Peralatan Filtrasi siap
digunakan
masukkan slurry
Udara
alirkan
Filtrat
slurry mengalir ke
filter
Catat volumenya
tiap waktu tertentu
Padatan Saring
Timbang
Data
Gambar 4 Diagram Alir Praktikum Modul Filtrasi

V.4 Data Pengamatan
Dalam praktikum modul Filtrasi ini, data yang diambil hanyalah data massa cake
basah dan massa cake kering. Contoh tabel data pengamatan praktikum adalah
sebagai berikut:
Konsentrasi padatan = % (W/W)
P = N/m
2

Massa cake basah = g
Massa cake kering = g
Jenis medium penyaring =
Tabel pengamatan:
Volume filtrat (mL) Waktu (detik) t/V (detik/m
3
)
Panduan Pelaksanaan Laboratorium Instruksional I/II


Departemen Teknik Kimia ITB




Modul 1.04 Filtrasi Halaman 20 dari 24



V.5 Data Literatur
Data literatur yang dibutuhkan adalah:
V.5.1 Viskositas dan densitas air pada berbagai T
T (
0
C) (cP) (kg/m
3
)

Sumber:
V.5.2 Koefisien Kompresibilitas ()
Jenis Cake Rentang
Compressible cake
Incompressibel cake
>0 ; 0,2 0,8
= 0


V.6 Prosedur Perhitungan
V.6.1 Perhitungan Rasio Cake
Persamaan yang digunakan:

V.6.2 Perhitungan konsentrsi cake kering yang terakumulasi
Persamaan yang digunakan:

dimana C
x
= fraksi massa padatan dalam slurry
= densitas filtrat
V.6.3 Perhitungan resistansi spesifik bahan
Persamaan yang digunakan :




V.6.4 Perhitungan resistansi spesifik medium (R
m
)

kering cake berat
basah cake berat
m =
x
x
s
m.C 1
.C
C

=
V terhadap
v
t
grafik slope
2
K
dimana
.C
P) .( .A K

p
s
2
p
=

=
V terhadap
v
t
grafik intercept B dimana

P) ( B. A.
R
m
=

=
Panduan Pelaksanaan Laboratorium Instruksional I/II


Departemen Teknik Kimia ITB




Modul 1.04 Filtrasi Halaman 21 dari 24




V.6.5 Contoh Data dan Pengolahan Data
Misalkan data hasil praktikum adalah sebagai berikut:
- Konsentrasi slurry yang digunakan = C
x
= 0,05
- Beda tekan = P = 8,5 Psi = 58589,285 Pa
- Massa cake basah = mb = 3,417 g
- Massa cake kering = mk = 2,575 g
- Medium penyaring = kanvas
- Viskositas air pada 26
0
C = 0,93 cP
- Luas frame = 0,0216 m
2

- Densitas air pada 26
0
C = 996,783 kg/m
3

Tebel Pengamatan Volume Filtrat setiap waktu adalah:
V (m
3
) t (detik) t/V (detik/m
3
)
0.0005 3 6000.000
0.001 9 9000.000
0.0015 14 9333.333
0.002 27 13500.000
0.0025 22 8800.000
0.003 29 9666.667
0.0035 37 10571.429
0.004 44 11000.000
0.0045 47 10444.444
0.005 53 10600.000
0.0055 59 10727.273
0.006 65 10833.333
0.0065 71 10923.077
0.007 77 11000.000
0.0075 83 11066.667
0.008 88 11000.000
0.0085 97 11411.765
0.009 102 11333.333
0.0095 110 11578.947
0.01 118 11800.000
0.0105 124 11809.524
0.011 132 12000.000
0.0115 140 12173.913
0.012 149 12416.667
0.0125 155 12400.000
0.013 162 12461.538
Panduan Pelaksanaan Laboratorium Instruksional I/II


Departemen Teknik Kimia ITB




Modul 1.04 Filtrasi Halaman 22 dari 24

V (m
3
) t (detik) t/V (detik/m
3
)
0.0135 171 12666.667
0.014 180 12857.143
0.0145 189 13034.483
0.015 196 13066.667
0.0155 204 13161.290
0.016 213 13312.500
0.0165 223 13515.152
0.017
232 13647.059
0.0175 242 13828.571
0.018 253 14055.556
0.0185 266 14378.378
0.019 276 14526.316
0.0195 290 14871.795
0.02 304 15200.000
0.0205 316 15414.634
0.021 329 15666.667
0.0215 343 15953.488
0.022 357 16227.273
0.0225 370 16444.444
0.023 383 16652.174
0.0235 397 16893.617
0.024 413 17208.333
0.0245 427 17428.571
0.025 441 17640.000
0.0255 456 17882.353
0.026 470 18076.923
0.0265 484 18264.151
0.027 499 18481.481
0.0275 516 18763.636
0.028 532 19000.000
0.0285 548 19228.070
0.029 564 19448.276
0.0295 581 19694.915
0.03 598 19933.333
0.0305 613 20098.361
0.031 629 20290.323
0.0315 646 20507.937
0.032 665 20781.250
0.0325 680 20923.077
0.033 695 21060.606
0.0335 711 21223.881
0.034 730 21470.588
0.0345 743 21536.232
0.035 759 21685.714
0.0355 777 21887.324
0.036 795 22083.333
Panduan Pelaksanaan Laboratorium Instruksional I/II


Departemen Teknik Kimia ITB




Modul 1.04 Filtrasi Halaman 23 dari 24

V (m
3
) t (detik) t/V (detik/m
3
)
0.0365 814 22301.370
0.037 835 22567.568
0.0375 855 22800.000
0.038 876 23052.632
0.0385 899 23350.649
0.039 923 23666.667
0.0395 946 23949.367
0.04 968 24200.000
0.0405 989 24419.753
0.041 1013 24707.317
0.0415 1059 25518.072
0.042 1167 27785.714

Grafik Karakteristik Proses Filtrasi tersebuat adalah:
Kurva Filtrasi
y = 397607x + 7885.9
R
2
= 0.97
0.000
5000.000
10000.000
15000.000
20000.000
25000.000
30000.000
0 0.005 0.01 0.015 0.02 0.025 0.03 0.035 0.04 0.045
V (m3)
t
/
V

(
d
e
t
/
m
3
)

Dari grafik tersebut didapat persamaan:
9 . 7885 * 397607
V
t
+ = V
Dari hubungan:
V terhadap
v
t
grafik slope
2
K
dimana
.C
P) .( .A K

p
s
2
p
=

=


P * A
R *
q
1
adalah sebut grafik ter Intercept
m
0
=
Panduan Pelaksanaan Laboratorium Instruksional I/II


Departemen Teknik Kimia ITB




Modul 1.04 Filtrasi Halaman 24 dari 24

Maka:
m/kg 2432 , 437865
381 53, * 0,001 * 0,93
58589,285 * 0,0216 * 2 * 397607

381 , 53
0,05 *
2,575
417 , 3
1
0,05 * 996,783
.C
mb
1
.C
m.C 1
.C
C
397607
P) .( A . 2
. .C
2
K
x
x
x
x
s
2
s
p
= =
=

=
=

=
mk

m
A
/ 83 , 10731001
001 , 0 * 93 , 0
58589,285 * 0,0216 * 9 , 7885 P * * 9 , 7885
R
9 , 7885
P * A
R *
q
1
m
m
0
= = =
= =


A adalah luas permukaan filtrasi yang diasumsikan sama dengan luas frame. dihitung
dengan cara:
A = Luas bujur sangkar 2 Luas lingkaran
A = 15*15 2*1/4**(1,5)
2
=216 cm
2
= 0,0216 m
2



Daftar Pustaka
1. Larian, M.G., Fundamentals of Chemical Engineering Operations, Prentice Hall Inc.,
1958, pp. 585
2. Geankoplis, C.j., Transport Process and Unit Operations, 2
nd
Edition, Allyn and
Bacon Inc., Boston, 1993
3. Mc Cabe, W.L., Unit Operation of Chemical Engineering, 5
rd
Edition, McGraw-Hill
Book Co., Singapore, 1993, pp. 309-369.