.

.

.

.

.

.

.

pendekatan dan orientasi program BOS. Oleh karena itu.11%.SALINAN LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 101 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN DANA BOS TAHUN ANGGARAN 2014 PETUNJUK TEKNIS UNTUK SEKOLAH DALAM NEGERI BAB I PENDAHULUAN A. Salah satu indikator penuntasan program Wajib Belajar 9 Tahun dapat diukur dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) SD dan SMP. daerah pemerintah daerah. sehingga program wajar 9 tahun telah tuntas 7 tahun lebih awal dari target deklarasi Education For All (EFA) di Dakar. sedangkan SMP pada tahun 2009 telah mencapai 98. Pada tahun 2005 APK SD telah mencapai 115%. telah berperan secara signifikan dalam percepatan pencapaian program wajar 9 tahun. Pasal 34 ayat 2 menyebutkan bahwa Pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya. Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dimulai sejak bulan Juli 2005. Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 1 . Latar Belakang Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 6 ayat 1 menyebutkan bahwa setiap warga negara yang berusia 7-15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar. dari perluasan akses menuju peningkatan kualitas. sedangkan dalam ayat 3 menyebutkan bahwa wajib belajar merupakan tanggung jawab negara yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan Pemerintah. mulai tahun 2009 pemerintah telah melakukan perubahan tujuan. Konsekuensi dari amanat undang-undang tersebut adalah Pemerintah dan pemerintah wajib memberikan layanan pendidikan bagi seluruh peserta didik pada tingkat pendidikan dasar (SD dan SMP) serta satuan pendidikan lain yang sederajat. dan masyarakat.

pajak dll. Melalui mekanisme ini. Hal-hal yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan dan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Program BOS tidak dibahas kembali dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini. Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur mekanisme penyaluran dana BOS dari Kas Umum Negara ke Kas Umum Daerah serta pelaporannya. konsumsi. Namun demikian. Peraturan Menteri Dalam Negeri yang mengatur mekanisme pengelolaan dana BOS di daerah dan mekanisme penyaluran dari kas daerah ke sekolah. uang lembur. Secara detail jenis kegiatan yang boleh dibiayai dari dana BOS dibahas pada Bab V. biaya non personalia adalah biaya untuk bahan atau peralatan pendidikan habis pakai. 2. ada beberapa jenis pembiayaan investasi dan personalia yang diperbolehkan dibiayai dengan dana BOS. yaitu: 1. 2 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . Menurut PP 48 Tahun 2008 Tentang Pendanaan Pendidikan. jasa telekomunikasi. air. 3. pemeliharaan sarana dan prasarana. B. transportasi. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang mengatur mekanisme pengalokasian dana BOS dan penggunaan dana BOS di sekolah. Pelaksanaan program BOS diatur dengan 3 peraturan menteri.Dalam sesuai perkembangannya. dan biaya tak langsung berupa daya. Pengertian BOS BOS adalah program pemerintah yang pada dasarnya adalah untuk penyediaan pendanaan biaya operasi nonpersonalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar. penyaluran dana BOS ke sekolah berjalan lancar. Undang-Undang program yang BOS mengalami Sejak mengalami tahun 2012 peningkatan biaya satuan dan juga perubahan mekanisme penyaluran APBN berlaku. penyaluran dana BOS dilakukan dengan mekanisme transfer ke provinsi yang selanjutnya ditransfer ke rekening sekolah secara online.

000. Sekolah dengan jumlah peserta didik minimal 80 (SD/SDLB) dan 120 (SMP/SMPLB/Satap) BOS yang diterima oleh sekolah. Dengan mempertimbangkan bahwa biaya operasional sekolah ditentukan oleh jumlah peserta didik dan beberapa komponen biaya tetap yang tidak tergantung dengan jumlah peserta didik. Sasaran Program dan Besar Bantuan Sasaran program BOS adalah semua sekolah SD/SDLB dan SMP/ SMPLB/SMPT. D. dihitung berdasarkan jumlah peserta didik dengan ketentuan: a. 2. Membebaskan pungutan seluruh peserta didik miskin dari seluruh pungutan dalam bentuk apapun. baik di sekolah negeri maupun swasta. Secara khusus program BOS bertujuan untuk: 1.C. 3. SD/SDLB : Rp 580. sebagai berikut. Selain daripada itu. Tujuan Bantuan Operasional Sekolah Secara umum program BOS bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar 9 tahun yang bermutu.-/peserta didik/tahun Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 3 . diharapkan program BOS juga dapat ikut berperan dalam mempercepat pencapaian standar pelayanan minimal di sekolah. baik negeri maupun swasta di seluruh provinsi di Indonesia. termasuk SD-SMP Satu Atap (SATAP) dan Tempat Kegiatan Belajar Mandiri (TKB Mandiri) yang diselenggarakan oleh masyarakat. Membebaskan pungutan bagi seluruh peserta didik SD/SDLB negeri dan SMP/SMPLB/SD-SMP SATAP/SMPT negeri terhadap biaya operasi sekolah. SMP/SMPLB/SMPT/Satap : Rp 710. Meringankan beban biaya operasi sekolah bagi peserta didik di sekolah swasta.000. maka mulai tahun 2014 ini besar dana BOS yang diterima oleh sekolah dibedakan mejadi dua kelompok sekolah.-/peserta didik/tahun b. 1.

Agar kebijakan khusus ini tidak salah sasaran dan menimbulkan efek negatif. Akan tetapi kebijakan ini tidak berlaku bagi sekolah-sekolah dengan kriteria sebagai berikut: a. b. Tim Manajemen BOS Provinsi menyalurkan dana BOS sesuai rekomendasi Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. maka dianggap semua sekolah yang jumlah peserta didiknya di bawah batas minimal berhak memperoleh alokasi khusus. c.2. maka mekanisme pemberian perlakuan khusus ini mengikuti langkah sebagai berikut: a. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota mengirim surat kepada Tim Manajemen BOS Provinsi dengan dilampiri daftar sekolah yang direkomendasikan dan daftar sekolah yang tidak direkomendasikan memperoleh perlakuan khusus tersebut dengan diberikan data jumlah peserta didik di tiap sekolah. Apabila Tim BOS Kabupaten/Kota tidak mengirim rekomendasi tersebut. b. Sekolah yang terbukti dengan sengaja membatasi jumlah peserta didik dengan tujuan untuk memperoleh dana BOS dengan kebijakan khusus tersebut. maka pemerintah akan memberikan dana BOS bagi sekolah setingkat SD dengan jumlah peserta didik kurang dari 80 peserta didik sebanyak 80 peserta didik dan SMP yang kurang dari 120 peserta didik sebanyak 120 peserta didik. Berdasarkan hasil verifikasi. Sekolah yang tidak diminati oleh masyarakat sekitar karena tidak berkembang sehingga jumlah peserta didik sedikit dan masih terdapat alternatif sekolah lain di sekitarnya. 4 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . c. Surat rekomendasi ini disampaikan kepada Tim Manajemen BOS Provinsi hanya satu kali dalam satu tahun pada awal tahun anggaran (periode penyaluran triwulan 1). Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota memverifikasi sekolah yang akan mendapatkan kebijakan khusus tersebut. Sekolah dengan jumlah peserta didik di bawah 80 (SD/SDLB) dan 120 (SMP/SMPLB/Satap) Agar pelayanan pendidikan di sekolah dapat berjalan dengan baik. Sekolah swasta bagi keluarga mampu sehingga telah memungut biaya mahal.

000. jumlah dana BOS yang diterima induk.= Rp.000.000. dana BOS yang diterima sebesar = 120 x Rp 710. jumlah dana BOS tetap didasarkan jumlah peserta didik riil karena pengelolaan dan pertanggungjawabannya disatukan dengan sekolah Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 5 .-/tahun.000.580. SD sebesar = 80 x Rp.000.000.000. c. SLB dimana SDLB dan SMPLB menjadi satu pengelolaan.Jadi jumlah dana BOS yang diterima sekolah dalam kelompok ini adalah: a./tahun.000. 46.-/tahun = Rp 46.-/tahun Khusus untuk Sekolah Luar Biasa (SLB). b. SMPLB yang berdiri sendiri tidak menjadi satu dengan SDLB. Sekolah yang memperoleh dana BOS dengan perlakuan khusus ini harus mengikuti ketentuan sebagai berikut: a.000. dana BOS yang diterima sebesar = 120 x Rp 710./tahun. b. Bagi sekolah swasta harus memiliki dampak terhadap penurunan iuran/beban biaya yang ditanggung oleh orang tua.200. Mempertanggungjawabkan jumlah dana BOS sesuai jumlah yang diterima. c. SMP/Satap sebesar = 120 x Rp 710.200..400. Harus memberitahukan secara tertulis kepada orang tua peserta didik dan memasang di papan pengumuman yang diterima sekolah..200.-/tahun b..= Rp 85. SDLB yang yang berdiri sendiri tidak menjadi satu dengan SMPLB.400. Untuk SMP Terbuka dan TKB Mandiri.= Rp 85. terdapat 3 (tiga) kemungkinan yang terjadi di lapangan: a.000.-/tahun = Rp 85. dana BOS yang diterima sebesar = 80 x Rp 580.

dana BOS akan diberikan selama 12 bulan untuk periode Januari sampai dengan Desember 2014. yaitu Triwulan I dan II tahun anggaran 2014 tahun ajaran 2013/2014 dan Triwulan III dan IV tahun anggaran 2014 tahun ajaran 2014/2015. Kementerian Keuangan menetapkan daftar alokasi dana BOS wilayah terpencil berdasarkan usulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. April-Juni. c. penyaluran dana BOS oleh sekolah dilakukan setiap semester. Bagi wilayah yang sangat sulit secara geografis (wilayah terpencil) sehingga proses pengambilan dana BOS oleh sekolah mengalami hambatan atau memerlukan biaya pengambilan yang mahal. b. Pada tahun anggaran 2014. Juli-September dan Oktober-Desember.E. yaitu periode Januari-Maret. Waktu Penyaluran Dana Penyaluran dana dilakukan setiap periode 3 bulanan. Penentuan wilayah terpencil ditetapkan dengan ketentuan sebagai berikut: a. selanjutnya Tim Manajemen BOS Provinsi mengusulkan daftar nama tersebut ke Tim Manajemen BOS Pusat. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota mengusulkan nama-nama kecamatan terpencil kepada Tim Manajemen BOS Provinsi. 6 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . yaitu pada awal semester. Unit wilayah terpencil adalah kecamatan.

tidak memaksa. Sekolah Penerima BOS 1. 2. 4. Untuk SD/SDLB swasta dan SMP/SMPLB/SMPT swasta dapat memungut biaya pendidikan yang digunakan untuk memenuhi kekurangan biaya investasi dan biaya operasi. 7. Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 7 . Semua sekolah SD/SDLB negeri dan SMP/SMPLB/SATAP/SMPT negeri wajib menerima dana BOS. Sumbangan dapat berupa uang dan/atau barang/jasa yang bersifat sukarela. 6. Semua sekolah yang menerima BOS harus mengikuti pedoman BOS yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan pemerintah daerah. Semua sekolah SD/SDLB negeri dan SMP/SMPLB/SATAP/SMPT negeri dilarang melakukan pungutan kepada orang tua/wali peserta didik. dan tidak ditentukan jumlah maupun jangka waktu pemberiannya. Pemda harus ikut mengendalikan dan mengawasi pungutan yang dilakukan oleh sekolah dan sumbangan yang diterima dari masyarakat/orang tua/wali peserta didik tersebut mengikuti prinsip nirlaba dan dikelola dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. 5. Sekolah dapat menerima sumbangan dari masyarakat dan orang tua/wali peserta didik yang mampu untuk memenuhi kekurangan biaya yang diperlukan oleh sekolah. Sekolah swasta yang menolak BOS harus melalui persetujuan orang tua peserta didik melalui komite sekolah dan tetap menjamin kelangsungan pendidikan peserta didik miskin di sekolah tersebut.BAB II IMPLEMENTASI BOS A. 3. tidak mengikat.

BOS harus menjamin kepastian lulusan setingkat SD dapat melanjutkan ke tingkat SMP. 7. 1. Kepala sekolah SD/SDLB menjamin semua peserta didik yang akan lulus dapat melanjutkan ke tingkat SMP/SMPLB. Menteri dan Kepala Daerah dapat membatalkan pungutan yang dilakukan oleh sekolah apabila sekolah melanggar peraturan perundang-undangan dan dinilai meresahkan masyarakat. 8 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . 3. tidak terikat waktu dan tidak ditetapkan jumlahnya. atau walinya memberikan sumbangan sukarela yang tidak mengikat kepada sekolah. BOS harus memberi kepastian bahwa tidak ada peserta didik miskin putus sekolah karena alasan finansial seperti tidak mampu membeli baju seragam/alat tulis sekolah dan biaya lainnya. setiap pengelola program pendidikan harus memperhatikan hal-hal berikut. 6. orang tua yang mampu. 4. B.8. 2. BOS harus menjadi sarana penting untuk meningkatkan akses pendidikan dasar 9 tahun yang bermutu. Kepala sekolah berkewajiban mengidentifikasi anak putus sekolah di lingkungannya untuk diajak kembali ke bangku sekolah. Kepala sekolah harus mengelola dana BOS secara transparan dan akuntabel. Sumbangan sukarela dari orang tua peserta didik harus bersifat ikhlas. BOS tidak menghalangi peserta didik. 5. serta tidak mendiskriminasikan mereka yang tidak memberikan sumbangan. Program BOS dan Wajib Belajar 9 Tahun yang Bermutu Melalui program BOS yang terkait pendidikan dasar 9 tahun.

Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 9 . 5. 2. Sekolah harus menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) dalam bentuk Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Sekolah harus memiliki Rencana Jangka Menengah yang disusun 4 tahunan. Sekolah mengelola dana secara profesional.C. dan dikelola secara mandiri oleh sekolah dengan melibatkan dewan guru dan Komite Sekolah dengan menerapkan MBS sebagai berikut. transparan dan akuntabel. 3. Rencana Jangka Menengah dan RKAS harus disetujui dalam rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan Komite Sekolah dan disahkan oleh SKPD Pendidikan Kabupaten/kota (untuk sekolah negeri) atau yayasan (untuk sekolah swasta). dimana dana BOS merupakan bagian integral dari RKAS tersebut. Rencana Jangka Menengah dan RKAS harus didasarkan hasil evaluasi diri sekolah. 4. 1. Program BOS dan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Dana BOS diterima oleh sekolah secara utuh.

Tingkat Pusat a. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar. B. Kemenko Kesra (Anggota). b. Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat. Direktur Jenderal Keuangan Daerah. Menteri Dalam Negeri. Tim Pengarah 1. 10 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok .BAB III ORGANISASI PELAKSANA Organisasi pelaksana BOS meliputi Tim Pengarah dan Tim Manajemen Pusat. Kemdagri (Anggota). Menteri Keuangan. d. Tim Manajemen BOS Pusat 1. Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama. Tingkat Provinsi a. Wakil Gubernur. Wakil Bupati/Walikota. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. 2. Kemdikbud (Ketua). 3. Gubernur. Tingkat Kabupaten/Kota a. c. c. Penanggung Jawab Umum a. d. Provinsi dan Kabupaten/Kota serta Tim Manajemen Sekolah. b. Deputi Sumberdaya Manusia dan Kebudayaan. b. e. Bappenas (Anggota). Bupati/Walikota. b. A.

Direktur Fasilitas Dana Perimbangan. Penanggung jawab sekretariat. i. Unit Monitoring dan Evaluasi.e. Kemdikbud (Anggota). i. d. b. serta Pelayanan dan Penanganan Pengaduan Masyarakat. Kepala Pusat Data dan Statistik Pendidikan. Direktur Pembinaan SMP. Tim Pelaksana Program BOS a. Ketua Tim/Pelaksana. e. f. Unit Monitoring dan Evaluasi. Penanggung jawab sekretariat SD ii. Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan. Bendahara SD ii. Penanggung jawab sekretariat SMP d. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar. serta Pelayanan dan Penanganan Pengaduan Masyarakat SD ii. Kemenkeu (Anggota). c. Kemdikbud (Ketua). Bappenas (Anggota). serta Pelayanan dan Penanganan Pengaduan Masyarakat SMP g. Unit Data. Kemenkeu (Anggota). Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 11 . Unit Publikasi/Humas. Kemdikbud (Sekretaris). Bendahara. 3. Unit data SMP f. Kemdagri (Anggota). i. b. Direktur Dana Perimbangan. Unit Monitoring dan Evaluasi. Direktur Agama dan Pendidikan. Kemdikbud (Anggota). Direktur Pembinaan SD. Penanggung Jawab Program BOS a. g. c. i. 2. Sekretaris. Bendahara SMP e. Unit data SD ii.

e. Memonitor perkembangan penyelesaian penanganan pengaduan yang dilakukan oleh Tim Manajemen BOS Provinsi/Kabupaten/ Kota. g. m. Tim Manajemen BOS Kabupaten/ Kota dan Tim Manajemen BOS Provinsi. Provinsi/Kabupaten/Kota. Melakukan verifikasi data jumlah peserta didik per sekolah dengan Tim Dapodik Pusat. Menyusun laporan pelaksanaan BOS. j. c.4. b. l. Menyusun dan menyiapkan peraturan yang terkait dengan pelaksanaan program BOS. Merencanakan dan melakukan sosialisasi program. Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat (Formulir BOS-06A dan Formulir BOS-06B). h. termasuk laporan keuangan hasil penyaluran dana BOS ke sekolah yang diperoleh dari Tim Manajemen BOS Provinsi (Formulir BOS-K11 dan BOS K12). Menyusun rancangan program. d. Merencanakan dan melaksanakan monitoring dan evaluasi. i. o. Mengumpulkan dan meng-update data peserta didik yang dikirim dari setiap sekolah. Menyiapkan data jumlah peserta didik tiap kabupaten/kota/ provinsi untuk bahan lampiran Peraturan Menteri Keuangan tentang Pedoman Umum Alokasi BOS bagi Pemerintah Daerah Provinsi. f. Melatih/memberikan sosialisasi kepada Tim Manajemen BOS k. 12 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . besar alokasi BOS dan penggunaan dana BOS tiap sekolah melalui situs resmi Kemdikbud. Mengumumkan daftar sekolah penerima BOS. Tugas dan Tanggung Jawab Tim Manajemen BOS Pusat a. n. Menetapkan Surat Keputusan (SK) alokasi dana BOS tiap sekolah berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik). Menyalurkan dana BOS dari Kas Umum Negara ke Kas Umum Daerah Provinsi.

Mengelola dana operasional dan manajemen secara transparan dan akuntabel. b. Tim Pelaksana Program BOS a. g. b. Unit Data (Unit Data SD dan Unit Data SMP dari unsur SKPD Pendidikan). f. Unit Publikasi/Humas (dari unsur SKPD Pendidikan). Sekretaris I (dari unsur SKPD Pendidikan). Tim Manajemen BOS Provinsi 1. Tidak diperkenankan melakukan pungutan dalam bentuk apapun kepada Tim Manajemen BOS Provinsi/Kabupaten/Kota/Sekolah. d. Sekretaris Daerah Provinsi (Ketua). Ketua Tim/Pelaksana (unsur SKPD Pendidikan). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Memantau laporan penyaluran dana BOS dari bank penyalur ke sekolah. Sekretaris II (dari unsur DPKD/BPKD). TataTertib Yang Harus Diikuti Oleh Tim Manajemen BOS Pusat a. Penanggung Jawab a. Unit Monitoring dan Evaluasi serta Pelayanan dan Penanganan Pengaduan Masyarakat (Unit yang menangani SD dan Unit yang menangani SMP dari unsur SKPD Pendidikan dan unit dari unsur DPKD/BPKD). e. b. Dilarang bertindak menjadi distributor atau pengecer buku. Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 13 . Tim Manajemen BOS Pusat ditetapkan dengan surat keputusan Menko Kesra. Sekretariat Tim BOS Pusat berada di Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar. 5. Kepala SKPD Pendidikan Provinsi (anggota). c. 2. C. Bendahara (dari unsur SKPD Pendidikan).p. c. c. Kepala Dinas/Badan/Biro Pengelola Keuangan Daerah (anggota).

Melakukan monitoring laporan penyaluran dana BOS dari Bank Penyalur ke sekolah yang dikirim ke Sistem Monev Online Kemdikbud. g. 14 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . j. Mengupayakan penambahan dana untuk sekolah dan untuk manajemen program BOS dari sumber APBD. k. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program BOS di sekolah. c. Memverifikasi data jumlah peserta didik yang diperoleh dari kabupaten/kota. Tugas dan Tanggung Jawab Tim Manajemen BOS Provinsi a. d. e. Melakukan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat (Formulir BOS-06A dan Formulir BOS-06B). i. Mempersiapkan DPA-PPKD berdasarkan alokasi dana BOS yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Membuat dan menandatangani perjanjian kerjasama dengan Bank Penyalur dana BOS yang telah ditunjuk dengan mencantumkan hak dan kewajiban masing-masing pihak. h. Bersama-sama dengan Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota menetapkan alokasi dana BOS tiap kabupaten/kota termasuk alokasi dana BOS kabupaten/kota induk dan kabupaten/kota pemekaran. m. l. Kepala SKPD Pendidikan Provinsi sebagai penanggung jawab Tim Manajemen BOS Provinsi menandatangani naskah hibah atas nama Gubernur. b. f. Memerintah Bank Penyalur yang ditunjuk untuk melaporkan hasil penyaluran dana ke Monev Online Kemdikbud. Melakukan koordinasi/sosialisasi/pelatihan kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. Membuat dan menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan ke Tim Manajemen BOS Pusat paling lambat pada tanggal 20 Januari tahun berikutnya. Melakukan pencairan dan penyaluran dana BOS ke sekolah tepat waktu sesuai dengan jumlah peserta didik per sekolah.3.

Dilarang bertindak menjadi distributor atau pengecer buku. Tim Manajemen BOS Provinsi ditetapkan dengan surat keputusan Gubernur. dengan mempertimbangkan beban kerja dalam pengelolaan program BOS.n. D. Manajer. Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 15 . b. selanjutnya dikirim ke pusat (Formulir BOS-K8) paling lambat pada tanggal 20 Januari tahun berikutnya. Membuat dan menyampaikan Laporan Realisasi Penyaluran dana BOS ke Tim Manajemen BOS Pusat (Formulir BOS-K9). Dilarang dengan sengaja melakukan penundaan penyaluran dana BOS ke sekolah. Mengumpulkan dan merekapitulasi laporan penggunaan dana BOS dari Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. Tidak diperkenankan menggunakan dana BOS yang telah ditransfer dari KUN ke KUD untuk kepentingan lain selain untuk ditransfer ke sekolah. Tidak diperkenankan melakukan pungutan dalam bentuk apapun terhadap Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota/sekolah. Penanggung Jawab Kepala SKPD Pendidikan Kabupaten/Kota 2. o. Sekretariat Tim Manajemen BOS Provinsi berada di Kantor SKPD Pendidikan Provinsi. b. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota 1. Tim Pelaksana BOS (dari SKPD Pendidikan) a. Unit Pendataan SD/SDLB. e. 4. d. Tata Tertib Yang Harus Diikuti Tim Manajemen BOS Provinsi a. Tidak diperkenankan melakukan pemaksaan dalam pembelian barang dan jasa dalam pemanfaatan dana BOS dan tidak mendorong sekolah untuk melakukan pelanggaran terhadap ketentuan penggunaan dana BOS. c. Struktur Tim Manajemen BOS Provinsi diatas dapat disesuaikan di daerah masing-masing.

Mengompilasi nomor rekening seluruh sekolah (Formulir BOS02). d. komite sekolah dan masyarakat tentang program BOS. f. Manajemen BOS Tingkat Provinsi kepada Tim Manajemen BOS Pusat apabila terjadi kesalahan/ketidaktepatan/perubahan 16 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . e. Tugas dan Tanggung Jawab Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota a. Melakukan sosialisasi/pelatihan kepada sekolah. 01B dan membimbing BOS-01C) dan dalam mendorong sistem sekolah yang untuk telah memasukkan data pokok pendidikan (Formulir BOS-01A. Mengusulkan revisi SK alokasi dana BOS tiap sekolah melalui Tim data. Melakukan rekonsiliasi dan verifikasi data dari sekolah. Melatih. Melakukan pembinaan terhadap sekolah dalam pengelolaan dan pelaporan dana BOS. i. j. c. Bersama Tim BOS Tingkat Provinsi melakukan rekonsiliasi data jumlah peserta didik tiap sekolah untuk disampaikan ke pusat. b. g. l. 3. Melakukan monitoring perkembangan pemasukan/updating data yang dilakukan oleh sekolah secara online. Memerintahkan dan memantau pelaporan penggunaan dana BOS secara online oleh sekolah. d. k.c. Kepala SKPD Pendidikan Kabupaten/Kota sebagai penanggung jawab Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota menandatangani naskah hibah mewakili satuan pendidikan dasar dengan melampirkan daftar rekening sekolah. Merencanakan dan melaksanakan monitoring dan evaluasi. Unit Pendataan SMP/SMPLB/SMPT/SATAP. h. BOSpendataan disediakan oleh Kemdikbud. Unit Monitoring dan Evaluasi dan Pelayanan dan Penanganan Pengaduan Masyarakat. Mengupayakan penambahan dana untuk sekolah dan untuk manajemen program BOS dari sumber APBD.

Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 17 .m. r. selanjutnya melaporkan kepada Kepala SKPD Pendidikan Provinsi paling lambat 10 Januari tahun berikutnya (Formulir BOS-K8). Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat (Formulir BOS-06A dan Formulir BOS-06B). Mengusulkan/memberitahukan daftar sekolah kecil ke Tim BOS Provinsi yang memperoleh dana BOS dengan ketentuan alokasi minimal (dilakukan 1x pada awal tahun anggaran). o. n. Sekretariat Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota berada di Kantor SKPD Pendidikan Kabupaten/Kota. Struktur Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota diatas dapat disesuaikan di daerah masing-masing. Tidak diperkenankan melakukan pemaksaan dalam pembelian barang dan jasa dalam pemanfaatan dana BOS dan tidak mendorong sekolah untuk melakukan pelanggaran terhadap ketentuan penggunaan dana BOS. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota ditetapkan dengan surat keputusan Bupati/Walikota. q. 4. b. Mengumpulkan dan merekapitulasi laporan realisasi penggunaan dana BOS dari sekolah. Tidak diperkenankan melakukan pungutan dalam bentuk apapun terhadap sekolah. p. Dilarang bertindak menjadi distributor atau pengecer buku. dengan mempertimbangkan beban kerja dalam pengelolaan program BOS. Melakukan monitoring pelaksanaan program BOS di sekolah dengan memberdayakan pengawas sekolah sebagai Tim Monitoring Kabupaten/Kota. Melakukan pendataan peserta didik penerima Bantun Siswa Miskin (BSM) dari Tim Manajemen BOS Sekolah. c. Tata Tertib Yang Harus Diikuti Oleh Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota a. Memverifikasi sekolah kecil yang memenuhi syarat memperoleh dana BOS dengan ketentuan alokasi minimal.

Tugas dan Tanggung Jawab Tim Manajemen BOS Sekolah a. Anggota a. f. Bendahara BOS sekolah. mengirim dan meng-update data pokok pendidikan (Formulir BOS-01A. Membuat RKAS yang mencakup seluruh sumber penerimaan sekolah (Formulir BOS-K1 dan BOS-K2). e. Bertanggung jawab secara formal dan material atas penggunaan dana BOS yang diterimanya. b.E. Mengelola dana BOS secara bertanggung jawab dan transparan. Mengumumkan penggunaan dana BOS di papan pengumuman (Formulir BOS-04). Mengumumkan besar dana yang diterima dan dikelola oleh sekolah dan rencana penggunaan dana BOS (RKAS) di papan pengumuman sekolah yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah. Penanggung Jawab Kepala Sekolah 2. 3. b. Membuat laporan realisasi penggunaan dana BOS triwulanan (Formulir BOS-K7 dan BOS-K7A) sebagai bentuk pertanggungjawaban penggunaan dana dan disimpan di sekolah untuk keperluan monitoring dan audit. g. c. Mengisi. d. Memverifikasi jumlah dana yang diterima dengan data peserta didik yang ada. Bendahara dan Ketua Komite Sekolah (Formulir BOS-03). h. Tim Manajemen BOS Sekolah 1. serta menghindari terjadinya konflik kepentingan. Satu orang dari unsur orang tua peserta didik di luar Komite Sekolah yang dipilih oleh Kepala Sekolah dan Komite Sekolah dengan mempertimbangkan kredibilitasnya. BOS-01B dan BOS-01C) secara lengkap ke dalam sistem yang telah disediakan oleh Kemdikbud. 18 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok .

go. n. Bersedia diaudit oleh lembaga yang berwenang terhadap seluruh dana yang dikelola sekolah. wajib melaporkan hasil pembelian barang investasi dari dana BOS ke SKPD Pendidikan Kabupaten/Kota. Menginformasikan secara tertulis rekapitulasi penerimaan dan penggunaan dana BOS kepada orang tua peserta didik setiap semester bersamaan dengan pertemuan orang tua peserta didik dan sekolah pada saat penerimaan rapor. Tata Tertib Yang Harus Diikuti Oleh Tim Manajemen BOS Sekolah a. j. Memastikan keakuratan data yang diisikan dan dilaporkan. Dilarang bertindak menjadi distributor atau pengecer buku kepada peserta didik di sekolah yang bersangkutan. baik yang berasal dari dana BOS maupun dari sumber lain. Melakukan pembukuan secara tertib (Formulir BOS-K3. Menandatangani surat pernyataan tanggung jawab yang menyatakan bahwa BOS yang diterima telah digunakan sesuai NPH BOS (Lampiran Format BOS-K7). Memasukkan data penggunaan dana BOS setiap triwulan ke dalam sistem online melalui www. o. l. Memonitor dan meminta sekolah untuk memasukkan data individu secara online. Mengusulkan daftar nama penerima BSM sesuai dengan pemegang Kartu Penjamin Sosial (KPS) dan usulan di luar KPS kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota.id. d.bos. b. Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat. paling lambat tanggal 5 Januari tahun k. Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 19 . Bagi sekolah negeri. Membuat laporan tahunan diserahkan ke SKPD Pendidikan Kabupaten/Kota berikutnya. Tim Manajemen BOS Sekolah ditetapkan dengan SK dari Kepala Sekolah.kemdikbud.i. 4. BOS-K5 dan BOS-K6). m. Memasang spanduk di sekolah terkait kebijakan pendidikan bebas pungutan (Formulir BOS-05). p. c. BOS-K4. e.

sekolah menunjuk tenaga operator pendataan dengan menerbitkan surat tugas sebagai penanggung jawab di tingkat 20 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . Sekolah membagi formulir kepada individu yang bersangkutan untuk diisi secara manual dan mengumpulkan formulir yang telah diisi. Proses Pendataan Pendidikan Dasar 1. 6. 7. Sekolah yang telah memiliki sarana yang memadai dan petugas/ pegawai sekolah yang telah dibiayai pemerintah. Sekolah memverifikasi kelengkapan dan kebenaran/kewajaran data individu peserta didik. 8. 2. 4. 3. pendidik dan tenaga kependidikan tentang cara pengisian formulir pendataan. Sekolah melakukan sosialisasi ke seluruh peserta didik. Sekolah harus selalu mem-backup secara lokal data yang telah dientri. Sekolah menggandakan (fotocopy) formulir data pokok pendidikan (BOS-01A. 5. Kepala sekolah. Biaya fotocopy formulir dapat dibebankan dari dana BOS. BOS-01B dan BOS-01C) sesuai dengan kebutuhan. pendidik dan tenaga kependidikan. Tenaga operator sekolah memasukkan data ke dalam aplikasi pendataaan yang telah disiapkan oleh Kemdikbud kemudian mengirim ke server Kemdikbud secara online.BAB IV PROSEDUR PELAKSANAAN BOS A. pemasukan data harus dilakukan di sekolah sebagai bagian pekerjaan rutin dan tanpa membebankan biaya tambahan pemasukan data dari dana BOS.

B. Rehab. Atas dasar data jumlah peserta didik tiap sekolah. Data yang dikirim oleh sekolah akan dijadikan sebagai dasar kebijakan pemerintah/pemerintah Miskin. tunjangan PTK. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuat alokasi dana BOS tiap kabupaten/Kota/Provinsi. Formulir yang telah diisi secara manual oleh peserta didik/pendidik/ tenaga kependidikan/sekolah harus disimpan di sekolah masingmasing untuk keperluan monitoring dan audit. Sekolah dapat berkonsultasi dengan dinas pendidikan setempat mengenai operasional penggunaan aplikasi pendataan dan memastikan data yang di-input sudah masuk ke dalam server Dikdas. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota bertanggung jawab terhadap proses pendataan bagi sekolah yang memiliki keterbatasan sarana dan sumber daya manusia yang tidak memungkinkan melakukan pendataan sendiri. Proses Penetapan Alokasi Dana BOS Penetapan alokasi dana BOS dilaksanakan sebagai berikut. 1. 12. minimal satu kali dalam 1 semester. Bantuan Siswa Manajemen BOS Provinsi dan Tim Manajemen BOS Pusat melakukan Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 21 .9. misalnya alokasi BOS. 2. 13. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota bersama-sama dengan rekonsiliasi data jumlah peserta didik tiap sekolah. untuk selanjutnya dikirim ke Kementerian Keuangan. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota melakukan pengumpulan dan verifikasi data jumlah peserta didik tiap sekolah berdasarkan data individu peserta didik dari Dapodik. Tim daerah untuk berbagai jenis program. 10. 11. dll. Melakukan update data secara regular ketika ada perubahan data. 3.

Sekolah Formulir BOS-01A. BOS-01B. Mekanisme Pengalokasian Dana BOS 22 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . BOS-01C Sistem Pendataan Online Dapodik Tim BOS Pusat Tim Dapodik Pusat Tim BOS Kab/Kota Workshop Pendataan Tim BOS Provinsi Jumlah Siswa Tiap Sekolah Rekap Jumlah Siswa Tiap Kab/Kota & Provinsi Tim BOS Pusat Jumlah Siswa Tiap Sekolah Usulan Alokasi Dana BOS Tiap Provinsi Kementerian Keuangan SK Dirjen Dikdas Alokasi BOS Tiap Sekolah Peraturan Menteri Keuangan Alokasi BOS Tiap Provinsi Dikirim ke tiap provinsi sebagai dasar pencairan dan penyaluran Gambar 1.

sedangkan periode Juli-Desember 2013 didasarkan pada data tahun pelajaran 2014-2015. Alokasi dana BOS tiap provinsi dalam satu tahun anggaran ditetapkan berdasarkan data jumlah peserta didik tahun pelajaran yang sedang berjalan ditambah dengan perkiraan pertambahan jumlah peserta didik tahun pelajaran baru. 7. Untuk kelancaran penyaluran dana BOS. Tahap 2 Penyaluran dana dari KUD provinsi ke rekening sekolah.4. 1. 6. Mekanisme Penyaluran dana dan pelaporannya akan diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri. Tahap 1 Penyaluran dana dari Kas Umum Negara (KUN) ke Kas Umum Daerah (KUD) Provinsi. 5. Mekanisme penyaluran dana dan pelaporannya diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Alokasi dana BOS tiap sekolah untuk periode Januari-Juni 2014 didasarkan jumlah peserta didik tahun pelajaran 2013-2014. 2. Persiapan Penyaluran Dana BOS di Daerah Proses penyaluran dana BOS dari tingkat pusat sampai dengan tingkat sekolah dilakukan 2 tahap sebagai berikut. Kementerian Keuangan menetapkan alokasi anggaran tiap provinsi melalui Peraturan Menteri Keuangan setelah Kementerian Keuangan menerima data mengenai jumlah sekolah dan jumlah peserta didik dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. C. Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 23 . Alokasi dana BOS tiap sekolah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (dalam hal ini ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar atas nama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan). ada beberapa tahapan/ langkah persiapan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut.

Bagi sekolah yang belum memiliki rekening. SKPD Pendidikan Provinsi menyerahkan data daftar sekolah penerima dana BOS dan alokasi dananya kepada BPKD untuk keperluan pencairan dana BOS dari BUD ke sekolah. Triwulan Ketiga (bulan Juli sampai dengan bulan September) dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari kerja pada awal bulan Juli 2014. 2. Penyaluran Dana BOS Dana BOS bagi daerah tidak terpencil disalurkan dari KUN ke KUD secara triwulanan (tiga bulanan) dengan ketentuan sebagai berikut. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota mengompilasi nomor rekening seluruh sekolah dan nomor rekening baru (jika ada). 1. yang prosedurnya diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri. Triwulan Pertama (bulan Januari sampai dengan bulan Maret) dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja pada awal bulan Januari 2014. 4. 24 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . kemudian mengirimkannya kepada Tim Manajemen BOS Provinsi (Formulir BOS-02). misalnya sekolah baru. maka sekolah harus segera membuka rekening bank atas nama sekolah (bukan atas nama pribadi) dan segera mengirim ke Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. 3. 3. 2. 4. D. Triwulan Keempat (bulan Oktober sampai dengan bulan Desember) dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja pada awal bulan Oktober 2014. SKPD Pendidikan Provinsi dan SKPD Pendidikan Kabupaten/Kota menandatangani naskah hibah.1. Triwulan Kedua (bulan April sampai dengan bulan Juni) dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari kerja pada awal bulan April 2014.

dan selanjutnya Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota melaporkan kepada Tim Manajemen BOS Provinsi.Dana BOS daerah terpencil disalurkan dari KUN ke KUD semesteran (6 bulanan) dengan ketentuan sebagai berikut. 2. Bilamana terdapat sisa dana di sekolah pada akhir tahun anggaran. Tim Manajemen BOS Provinsi melakukan pengurangan dana BOS di sekolah tersebut pada periode penyaluran berikutnya. maka dana tersebut tetap milik kas sekolah dan harus digunakan untuk kepentingan sekolah sesuai dengan program sekolah. Beberapa ketentuan tambahan terkait dengan masalah penyaluran dana BOS yang sering terjadi di daerah dan sekolah adalah sebagai berikut. maka sekolah harus melaporkan kekurangan dana tersebut kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. 3. maka sekolah harus melaporkan kelebihan dana tersebut kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. Jika terdapat peserta didik pindah/mutasi dari sekolah tertentu ke sekolah lain setelah pencairan dana di triwulan berjalan. dan selanjutnya Tim 25 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . Selanjutnya BUD harus menyalurkan dana BOS ke sekolah paling lambat 7 hari kerja setelah dana diterima di KUD Provinsi. 4. maka dana BOS peserta didik tersebut pada triwulan berjalan menjadi hak sekolah lama. Semester Kedua (Juli-Desember) dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari kerja pada awal bulan Juli 2014. Jika terjadi kekurangan salur yang dilakukan oleh BUD ke sekolah. Jika terjadi kelebihan salur yang dilakukan oleh BUD ke sekolah akibat kesalahan data. Revisi jumlah peserta didik pada sekolah yang ditinggalkan/menerima peserta didik pindahan tersebut baru diberlakukan untuk pencairan triwulan berikutnya. 1. Semester Pertama (bulan Januari-Juni) dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja pada awal bulan Januari 2014. 1. 2.

Dana BOS harus diterima secara utuh oleh sekolah dan tidak diperkenankan adanya pemotongan atau pungutan biaya apapun dengan alasan apapun dan oleh pihak manapun. Apabila dana BOS di BUD masih mencukupi. Pengambilan Dana 1. Dana BOS dalam suatu periode tidak harus habis dipergunakan pada periode tersebut. Besar penggunaan dana tiap bulan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah sebagaimana tertuang dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). kekurangan salur di sekolah dapat diselesaikan pada triwulan berjalan. Pengambilan dana BOS dilakukan oleh bendahara sekolah atas persetujuan Kepala Sekolah dan dapat dilakukan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan pemotongan. Apabila dana di BUD tidak mencukupi. maka Tim Manajemen BOS Provinsi mengajukan penambahan dana pada triwulan berikutnya kepada Tim Manajemen BOS Pusat melalui laporan BOS-K9 paling lambat akhir minggu ke-2 bulan ke-2 dari setiap triwulan. Saldo minimum ini bukan termasuk Pengambilan dana tidak diharuskan melalui sejenis rekomendasi/persetujuan dari pihak manapun. 2. 3. dengan menyisakan saldo minimum sesuai peraturan yang berlaku. 26 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . E.Manajemen BOS Kabupaten/Kota melaporkan kepada Tim Manajemen BOS Provinsi.

Dana BOS yang diterima oleh sekolah. Kesepakatan penggunaan dana BOS harus didasarkan skala prioritas kebutuhan sekolah. Hasil kesepakatan diatas harus dituangkan secara tertulis dalam bentuk berita acara rapat dan ditandatangani oleh peserta rapat. yaitu maksimal 5% dari total dana yang diterima 27 digunakan untuk . setiap sekolah akan memperoleh tambahan dana yang akan disalurkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi melalui dana dekonsentrasi. khususnya untuk membantu mempercepat pemenuhan standar pelayanan minimal dan/atau standar nasional pendidikan. Dewan Guru dan Komite Sekolah. dapat membiayai komponen kegiatan-kegiatan berikut: No 1 Komponen Pembiayaan Pengembangan Perpustakaan Item Pembiayaan Diwajibkan membeli buku pegangan guru kurikukum 2013 semester I tahun ajaran 2014/2015 (Juli-Desember 2014). kecuali sudah dipenuhi dari sumber pendanaan lain. Kekurangan buku semester I dipenuhi dari dana BOS. Komponen Pembiayaan Penggunaan dana BOS di sekolah harus didasarkan pada kesepakatan dan keputusan bersama antara Tim Manajemen BOS Sekolah.BAB V PENGGUNAAN DANA BOS A. Diwajibkan membeli buku teks pelajaran kurikulum 2013 bagi peserta didik untuk semester I tahun ajaran 2014/2015 (Juli-Desember 2014) sebanyak jumlah Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok Penjelasan Dalam rangka pembelian buku kurikulum 2013 semester I tahun ajaran 2014/2015.

konsumsi panitia dan pembiayaan mengacu kepada batas kewajaran setempat atau batas Penggandaan formulir uang lembur. Mengganti buku teks yang rusak/ menambah kekurangan untuk memenuhi rasio satu peserta didik satu buku Langganan publikasi berkala Akses informasi online Pemeliharaan buku/ koleksi perpustakaan Peningkatan kompetensi tenaga pustakawan Pengembangan database perpustakaan Pemeliharaan perabot perpustakaan Pemeliharaan dan pembelian AC perpustakaan Penjelasan dalam satu tahun anggaran. 2 Kegiatan dalam rangka penerimaan peserta didik baru Administrasi pendaftaran Dapodik Administrasi pendaftaran Termasuk untuk ATK.No Komponen Pembiayaan Item Pembiayaan peserta didik. Buku teks pelajaran kurikulum 2013 yang dibeli adalah yang sudah ditentukan oleh Kemdikbud. Buku untuk semester II tahun ajaran 2014/2015 akan dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (untuk kabupaten/kota penerima DAK) dan dari APBD untuk kabupaten/kota bukan penerima DAK. Standar 28 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . kecuali sudah dipenuhi dari sumber pendanaan lain.

3 Kegiatan pembelajaran dan ekstra kurikuler peserta didik PAKEM (SD) Pembelajaran Kontekstual (SMP) Pengembangan pendidikan karakter Pembelajaran remedial Pembelajaran pengayaan Pemantapan persiapan ujian Olahraga.No Komponen Pembiayaan Item Pembiayaan Pendaftaran ulang Biaya pemasukan data pokok pendidikan Pembuatan spanduk sekolah bebas pungutan Penyusunan RKS/RKAS berdasarkan hasil evaluasi diri sekolah Dan kegiatan lain yang terkait dengan penerimaan peserta didik baru. pramuka dan palang merah remaja. karya ilmiah remaja. alat kesenian dan biaya pendaftaran mengikuti lomba Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 29 . Penjelasan yang telah ditetapkan Pemda. Fotocopy. kesenian. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Pendidikan Termasuk untuk: Honor jam mengajar tambahan di luar jam pelajaran dan biaya transportasinya (termasuk di SMP Terbuka). Biaya transportasi dan akomodasi peserta didik/guru dalam rangka mengikuti lomba. Membeli alat olah raga.

buku induk peserta didik. pensil. spidol. kertas. Ulangan akhir semester/Ulangan Kenaikan Kelas Ujian sekolah Termasuk untuk: Fotocopy/penggandaan soal Biaya koreksi ujian Pembuatan laporan pelaksanaan hasil ujian untuk disampaikan ke orang tua Biaya mengawas ujian yang bukan bagian dari kewajiban tugas guru Biaya transport pengawas ujian di luar sekolah tempat mengajar yang tidak dibiayai oleh pemerintah/ pemerintah daerah 5 Pembelian bahan-bahan habis pakai Buku tulis. kapur tulis. bahan praktikum. buku inventaris Minuman dan makanan ringan untuk kebutuhan 30 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . Ulangan tengah semester.No Komponen Pembiayaan Item Pembiayaan Lingkungan Hidup Pembiayaan lombalomba yang tidak dibiayai dari dana pemerintah/ pemerintah daerah Penjelasan 4 Kegiatan Ulangan dan Ujian Ulangan harian.

000/bulan 7 Perawatan sekolah Pengecatan. perbaikan lantai ubin/keramik dan perawatan fasilitas Kamar mandi dan WC dijamin berfungsi dengan baik. internet (fixed/mobile modem) baik dengan cara berlangganan maupun prabayar Pembiayaan penggunaan internet termasuk untuk pemasangan baru Membeli genset atau jenis lainnya yang lebih cocok di daerah tertentu misalnya panel surya. perbaikan sanitasi sekolah (kamar mandi dan WC). perbaikan pintu dan jendela Perbaikan mebeler. air. 250. perbaikan atap bocor. dan telepon. jika di sekolah tidak ada jaringan listrik Penggunaan Internet dengan mobile modem dapat dilakukan untuk maksimal pembelian voucher sebesar Rp. peserta didik harus Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 31 .No Komponen Pembiayaan Item Pembiayaan sehari-hari di sekolah Pengadaan suku cadang alat kantor Alat-alat kebersihan sekolah Penjelasan 6 Langganan daya dan jasa Listrik.

No Komponen Pembiayaan Item Pembiayaan sekolah lainnya Penjelasan 8 Pembayaran honorarium bulanan guru honorer dan tenaga kependidikan honorer. Guru honorer (hanya untuk memenuhi SPM) Pegawai administrasi (termasuk administrasi BOS untuk SD) Pegawai perpustakaan Penjaga Sekolah Satpam Pegawai kebersihan Dalam pengangkatan guru/tenaga kependidikan honorer sekolah harus mempertimbangkan batas maksimum penggunaan dana BOS untuk belanja pegawai. serta kualifikasi guru honorer harus sesuai bidang yang diperlukan. 9 Pengembangan profesi guru KKG/MGMP KKKS/MKKS Menghadiri seminar yang terkait langsung dengan peningkatan mutu pendidik dan ditugaskan oleh sekolah Khusus untuk sekolah yang memperoleh hibah/block grant pengembangan KKG/ MGMP atau sejenisnya pada tahun anggaran yang sama hanya diperbolehkan menggunakan dana BOS untuk biaya transport kegiatan apabila tidak disediakan oleh hibah/blockgrant tersebut. Fotocopy Biaya pendaftaran dan akomodasi seminar 10 Membantu peserta didik Pemberian tambahan bantuan biaya 32 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok .

suratmenyurat. sepatu dan alat tulis bagi peserta didik penerima Bantuan Siswa Miskin (BSM) atau peserta didik yang orang tuanya memiliki Kartu Perlindungan Sosial (KPS). CD dan flash disk) Penggandaan. perahu penyeberangan.No Komponen Pembiayaan miskin Item Pembiayaan transportasi bagi peserta didik miskin yang menghadapi masalah biaya transport dari dan ke sekolah Membeli alat transportasi sederhana bagi peserta didik miskin yang akan menjadi barang inventaris sekolah (misalnya sepeda. Penjelasan 11 Pembiayaan pengelolaan BOS Alat tulis kantor (ATK termasuk tinta printer. insentif bagi bendahara dalam rangka Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 33 . dll) Membantu membeli seragam.

000. Supervisi oleh Kepala Sekolah. 1. 34 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . Khusus untuk SMP Terbuka. dana BOS dapat digunakan juga untuk kegiatan berikut.-/bulan. diberikan maksimal sebesar Rp 150. 13 Biaya lainnya jika seluruh komponen 1 s.d 12 telah terpenuhi pendanaannya dari BOS Alat peraga/media pembelajaran Mesin ketik Peralatan UKS Pembelian meja dan kursi peserta didik jika meja dan kursi yang ada sudah rusak berat Penggunaan dana untuk komponen ini harus dilakukan melalui rapat dengan dewan guru dan komite sekolah Batas maksimum penggunaan dana BOS untuk belanja pegawai (honor guru/tenaga kependidikan honorer dan honor-honor kegiatan) di sekolah negeri sebesar 20% dari total dana BOS yang diterima oleh sekolah dalam satu tahun.No Komponen Pembiayaan Item Pembiayaan penyusunan laporan BOS dan biaya transportasi dalam rangka mengambil dana BOS di Bank/PT Pos Penjelasan 12 Pembelian dan perawatan perangkat komputer Pembelian Desktop/work station Printer atau printer plus scanner Printer 1 unit/tahun Desktop/worksatation maksimum 5 unit untuk SMP dan 3 unit untuk SD. Peralatan komputer tersebut harus dicatat sebagai inventaris sekolah.

6. Sebaliknya jika dana BOS tidak item mencukupi untuk pembelanjaan sekolah yang dapat diperbolehkan (13 pembelanjaan) maka mempertimbangkan sumber pendapatan lain yang diterima oleh sekolah.-/bulan. Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 35 .-/bulan.000.-/bulan. 2. Kegiatan administrasi ketatausahaan oleh petugas Tata Usaha (1 orang).000. Prioritas utama penggunaan dana BOS adalah untuk kegiatan operasional sekolah. diberikan maksimal sebesar Rp 150. Bagi sekolah yang telah menerima DAK. Pengelolaan kegiatan pembelajaran oleh Pengelola TKB Mandiri diberikan maksimal sebesar Rp 150. Kegiatan tatap muka di Sekolah Induk oleh Guru Bina. Penggunaan dana BOS di sekolah harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut. masing-masing diberikan maksimal sebesar Rp 150.000. Kegiatan pembimbingan di TKB oleh Guru Pamong. Sebagai penanggung jawab pengelolaan dan penggunaan dana BOS untuk SMPT/TKB Mandiri tetap Kepala Sekolah SMP induk. yaitu pendapatan hibah (misalnya DAK) dan pendapatan sekolah lainnya yang sah dengan tetap memperhatikan peraturan terkait. 3. 4. diberikan rata-rata maksimal sebesar Rp 150. 1.2. 5. Biaya transportasi dan uang lelah guru PNS yang bertugas di luar jam mengajar harus mengikuti batas kewajaran yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah. 3. tidak diperkenankan menggunakan dana BOS untuk peruntukan yang sama. diberikan maksimal sebesar Rp 100. Supervisi oleh Wakil Kepala SMP Terbuka.000.-/bulan.-/bulan tetapi secara proporsional disesuaikan dengan beban mengajarnya.000.

8. Membeli pakaian/seragam/sepatu bagi guru/peserta didik untuk kepentingan pribadi (bukan inventaris sekolah). Membangun gedung/ruangan baru. 9. 5. Membiayai kegiatan yang tidak menjadi prioritas sekolah dan memerlukan biaya besar. Bunga Bank/Jasa Giro akibat adanya dana di rekening sekolah menjadi milik sekolah dan digunakan untuk keperluan sekolah (beradasarkan Surat Edaran Ditjen Perbendaharaan Nomor: S5965/PB/2010 Tanggal 10 Agustus 2010 Perihal Pemanfaatan Bunga Bank yang berasal dari Dana BOS di rekening Sekolah). 10. misalnya studi banding. 6. tur studi (karya wisata) dan sejenisnya. Menanamkan saham. Disimpan dengan maksud dibungakan. 4. Membayar iuran kegiatan yang diselenggarakan oleh UPTD Kecamatan/Kabupaten/Kota/Provinsi/Pusat.4. 11. kecuali untuk menanggung biaya peserta didik/guru yang ikut serta 7. Membayar bonus dan transportasi rutin untuk guru. kecuali untuk peserta didik penerima BSM. 36 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . 3. Membeli Lembar Kerja Siswa (LKS). atau dalam kegiatan tersebut. B. serta bahan/peralatan yang tidak mendukung proses pembelajaran. Membeli software/perangkat lunak untuk pelaporan keuangan BOS atau software sejenis. pihak lainnya. Dipinjamkan kepada pihak lain. Larangan Penggunaan Dana BOS 1. 2. Digunakan untuk rehabilitasi sedang dan berat.

Memilih satu atau lebih pekerja untuk melaksanakan pekerjaan tersebut dengan standar upah yang berlaku di masyarakat. Tim Manajemen BOS Sekolah harus: 6. Mekanisme Pembelian Barang/Jasa di Sekolah Pembelian barang/jasa dilakukan oleh Tim Manajemen BOS Sekolah dengan ketentuan berikut. Membiayai kegiatan yang telah dibiayai dari sumber dana pemerintah pusat atau pemerintah daerah secara penuh/wajar. dan kewajaran harga. Membiayai kegiatan penunjang yang tidak ada kaitannya dengan operasi sekolah. dengan cara membandingkan harga penawaran dari penyedia barang/jasa dengan harga pasar dan melakukan negosiasi. 2. ketersediaan. 4. 5. 14.12. 1. Membuat rencana kerja. Membuat laporan singkat tertulis tentang penetapan penyedia barang/jasa. Terkait dengan biaya untuk rehabilitasi ringan/pemeliharaan bangunan sekolah. Diketahui oleh Komite Sekolah. Memperhatikan kualitas barang/jasa. Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 37 . 3. 13. Menggunakan prinsip keterbukaan dan ekonomis dalam menentukan barang/jasa dan tempat pembeliannya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. 7. C. misalnya membiayai iuran dalam rangka perayaan hari besar nasional dan upacara keagamaan/acara keagamaan. Membiayai kegiatan dalam rangka mengikuti pelatihan/sosialisasi/ pendampingan terkait program BOS/perpajakan program BOS yang diselenggarakan lembaga di luar SKPD Pendidikan Provinsi/ Kabupaten/Kota dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

serta pemajangan rencana penggunaan dan pemakaian dana BOS. dan penggunaan yang tepat. Monitoring oleh Tim Manajemen BOS Pusat 1. Komponen utama yang dimonitor antara lain: 1. Pelayanan dan penanganan pengaduan 4. Selain itu juga dilakukan monitoring terhadap pelayanan dan penanganan pengaduan. Monitoring pelaksanaan program ditujukan untuk memantau penyaluran dan penyerapan dana. menginvestigasi. 38 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . dan Tim Manajemen BOS Kabupaten/ Kota. pembinaan dan penyelesaian masalah terhadap pelaksanaan program BOS. kinerja Tim Manajemen BOS Provinsi dan penggunaan dana manajemen dan operasional yang disediakan oleh Tim Manajemen BOS Pusat dan pelaksanaan program di sekolah. Pelaporan. Kegiatan ini dilakukan dengan mencari fakta. Tim Manajemen BOS Provinsi. monitoring pengaduan dapat dilakukan bekerjasama dengan lembaga-lembaga terkait. sehingga pelayanan pengaduan dapat ditingkatkan. A. Administrasi keuangan 5. Dalam pelaksanaannya. Penyaluran dan penggunaan dana 3. Alokasi dana sekolah penerima bantuan 2. menyelesaikan masalah. Secara umum tujuan kegiatan ini adalah untuk meyakinkan bahwa dana BOS diterima oleh yang berhak dalam jumlah. dan mendokumentasikan. cara.BAB VI MONITORING DAN SUPERVISI Bentuk kegiatan monitoring dan supervisi adalah melakukan pemantauan. waktu. Kegiatan monitoring dan supervisi dilakukan oleh Tim Manajemen BOS Pusat.

Monitoring dilaksanakan pada saat persiapan penyaluran dana. murid dan/atau orangtua murid penerima bantuan dan lembaga penyalur dana BOS. Monitoring penyaluran dana BOS dari Bank Penyalur ke sekolah dilakukan secara online. penyerapan dana. pada saat penyaluran dana dan pasca penyaluran dana. dan pasca penyaluran dana. sekolah.2. Monitoring penyaluran dana BOS dari Bank Penyalur ke sekolah dilakukan secara online. Monitoring dilaksanakan pada saat persiapan penyaluran dana. Monitoring oleh Tim Manajemen BOS Provinsi 1. 2. Responden terdiri dari Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. 4. 2. Monitoring ditujukan untuk memantau penyaluran dana. penyerapan dana. dan penggunaan dana di tingkat sekolah. Monitoring dilaksanakan pada saat penyaluran dana dan pasca penyaluran dana. pada saat penyaluran dana. 5. 3. 3. Monitoring pelaksanaan program dilakukan melalui kunjungan lapangan. Pengelola Keuangan Daerah. B. Monitoring ditujukan untuk memantau penyaluran dana. Responden terdiri dari Tim Manajemen BOS Provinsi. 5. Bank Penyalur dan Sekolah. dan penggunaan dana di tingkat sekolah. 3. Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 39 . Responden terdiri dari sekolah dan murid dan/atau orangtua murid. 4. C. Monitoring oleh Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota 1. Monitoring dilakukan melalui kunjungan lapangan.

7. 6. 40 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . Monitoring dapat melibatkan Pengawas Sekolah secara terintegrasi dengan kegiatan pengawasan lainnya oleh Pengawas Sekolah.4. Monitoring dilakukan melalui kunjungan lapangan. 5. Bila terjadi permasalahan biaya monitoring. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota agar memanfaatkan pengawas sekolah yang kredibel dan bertanggung jawab untuk membantu melakukan monitoring. disarankan agar monitoring dilakukan secara terpadu dengan program lain selain program BOS.

RKAS dibuat setahun sekali pada awal tahun pelajaran. Komite Sekolah dan khusus untuk sekolah swasta ditambah Ketua Yayasan.id. Provinsi. Kabupaten/Kota. pemanfaatan dana. penyaluran. dan para pemeriksa lainnya apabila diperlukan. Bilamana terdapat kesulitan dalam penggunaan aplikasi ini. penyerapan.bos. Secara umum. masing-masing pengelola program di tiap tingkatan (Pusat. Dokumen ini disimpan di sekolah dan diperlihatkan kepada Pengawas Sekolah. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. Oleh karena itu. Pelaporan 1. pertanggungjawaban keuangan serta hasil monitoring evaluasi dan pengaduan masalah.BAB VII PELAPORAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN Sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban dalam pelaksanaan Program BOS. hal-hal yang dilaporkan oleh pelaksana program adalah yang berkaitan dengan statistik penerima bantuan. Oleh karena Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 41 . Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (Formulir BOS-K1 dan BOS-K2) RKAS ditandatangani oleh Kepala Sekolah. A. sekolah/tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota dapat menghubungi Tim Manajemen BOS Pusat. Sekolah) diwajibkan untuk melaporkan hasil kegiatannya kepada pihak terkait. namun demikian perlu dilakukan revisi pada semester kedua. Aplikasi ini diberi nama Aplikasi Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Dana BOS (ALPEKA BOS) yang dapat diunduh secara gratis dari www.go. sekolah dilarang membeli aplikasi lain yang sejenis dengan menggunakan dana BOS. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyediakan software/perangkat lunak untuk membantu sekolah dalam menyusun laporan keuangan tingkat sekolah.kemdikbud. Tingkat Sekolah a.

i. penerimaan dari pemungutan pajak. b. Buku Pembantu Bank. Format RKAS dapat dilihat seperti pada Formulir BOSK1. Buku Kas Umum harus diisi tiap transaksi (segera setelah transaksi tersebut terjadi dan tidak menunggu terkumpul satu minggu/bulan) dan transaksi yang dicatat didalam Buku Kas Umum juga harus dicatat dalam buku pembantu. RKAS perlu dilengkapi dengan rencana penggunaan dana secara rinci. dan penerimaan jasa giro dari bank. dan Buku Pembantu Pajak. ii). biaya administrasi bank. yaitu Buku Pembantu Kas. pajak atas hasil dari jasa giro dan setoran pajak. Buku yang digunakan adalah sebagai berikut.itu sekolah dapat membuat RKAS tahunan yang dirinci tiap semester. tangan dari dana yang yang program Pembukuan atau menggunakan komputer. yaitu yang berhubungan dengan pihak ketiga: i). Pembukuan Sekolah diperoleh digunakan diwajibkan sekolah dapat membuat untuk dengan tulis pembukuan BOS. Kolom Penerimaan:dari penyalur dana (BOS atau sumber dana lain). Tim Manajemen BOS 42 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . Kolom Pengeluaran: adalah pembelian barang dan jasa. Formulir yang telah diisi ditandatangani oleh Bendahara dan Kepala Sekolah. Pembukuan dalam Buku Kas Umum meliputi semua transaksi eksternal. Dokumen ini disimpan di sekolah dan diperlihatkan kepada pengawas sekolah. Buku Kas Umum (Formulir BOS-K3) Buku Kas Umum ini disusun untuk masing-masing rekening bank yang dimiliki oleh sekolah. yang dibuat tahunan dan tiga bulanan untuk setiap sumber dana yang diterima sekolah (Formulir BOS-K2).

bendahara wajib mencetak Buku Kas Umum dan buku-buku pembantu sekurang-kurangnya sekali dalam satu bulan dan menatausahakan hasil cetakan Buku Kas Umum dan bukuHindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 43 dan para pemeriksa lainnya apabila . sekolah perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut. dan para pemeriksa lainnya apabila ii. Pembukuan terhadap seluruh penerimaan dan pengeluaran dapat dilakukan dengan tulis tangan atau menggunakan komputer. diperlukan. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. Dokumen ini disimpan di sekolah dan diperlihatkan kepada pengawas. Buku Pembantu Bank (Formulir BOS-K5) Buku ini harus mencatat tiap transaksi melalui bank (baik cek. Buku Pembantu Kas (Formulir BOS-K4) Buku ini harus mencatat tiap transaksi tunai dan ditandatangani oleh Bendahara dan Kepala Sekolah.Kabupaten/Kota. iv. Dalam hal pembukuan dilakukan dengan komputer. Dokumen ini disimpan di sekolah dan diperlihatkan kepada pengawas sekolah. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. Buku Pembantu Pajak (Formulir BOS-K6) Buku pembantu pajak mempunyai fungsi untuk mencatat semua transaksi yang harus dipungut pajak serta memonitor atas pungutan dan penyetoran pajak yang dipungut selaku wajib pungut pajak. Terkait dengan pembukuan dari dana yang diperoleh sekolah untuk program BOS. i. diperlukan. giro maupun tunai) dan ditandatangani oleh Bendahara dan Kepala Sekolah. iii. dan para pemeriksa lainnya apabila diperlukan.

Realisasi penggunaan dana tiap sumber dana (Formulir BOS-K7) Laporan ini disusun berdasarkan Buku Kas Umum (Formulir BOSK3) dari semua sumber dana yang dikelola oleh sekolah pada periode Sekolah. Laporan ini harus dilengkapi dengan surat pernyataan tanggung jawab yang menyatakan bahwa dana BOS yang diterima telah digunakan sesuai NPH BOS yang tercantum dalam Permendagri tentang Pengelolaan BOS. c. iii. iv. Laporan ini dibuat triwulanan dan ditandatangani oleh Bendahara. Semua transaksi penerimaan dan pengeluaran dicatat dalam Buku Kas Umum dan Buku Pembantu yang relevan sesuai dengan urutan tanggal kejadiannya. serta Buku Kas Umum dan buku harus pembantunya bukti-bukti pengeluaran diserahterimakan kepada pejabat yang baru dengan Berita Acara Serah Terima. ii. Rekapitulasi Realisasi Penggunaan Dana BOS (Formulir BOS-K7a) Laporan ini merupakan rekapitulasi dari 13 komponen yang sama. Apabila bendahara meninggalkan tempat kedudukannya atau berhenti dari jabatannya. 44 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok .buku pembantu bulanan yang telah ditandatangani Kepala Sekolah dan Bendahara Sekolah. d. Kepala Sekolah dan Komite Sekolah. Laporan ini dibuat triwulanan dan ditandatangani oleh Bendahara. Kepala Sekolah dan Komite penggunaan dana BOS dan disusun berdasarkan Formulir BOSK7. Bukti pengeluaran yang sah disimpan dan dipergunakan oleh penerima hibah selaku obyek pemeriksaan. Uang tunai yang ada di Kas Tunai tidak lebih dari Rp 10 juta.

000.000.e. Setiap bukti pembayaran harus disetujui Kepala Sekolah dan lunas dibayar oleh Bendahara. Bukti pengeluaran i.iii. v..tidak dikenai bea meterai.000. ii.dikenai bea meterai dengan tarif sebesar Rp 6.000. Uraian pembayaran dalam kuitansi harus jelas dan terinci sesuai dengan peruntukannya.000. i. sedang transaksi dengan nilai nominal antara Rp 250.. f.dan transaksi dengan nilai nominal lebih besar Rp 1. vi. Pelaporan Laporan harus memenuhi unsur-unsur sebagai berikut..dikenai bea meterai dengan tarif sebesar Rp 3. Setiap transaksi pengeluaran harus didukung dengan bukti kuitansi yang sah.. Segala jenis bukti pengeluaran harus disimpan oleh bendahara BOS sebagai bahan bukti dan bahan laporan.000. ii.000. Bukti pengeluaran uang dalam jumlah tertentu harus dibubuhi materai yang cukup sesuai dengan ketentuan bea materai. Laporan penggunaan dana BOS di tingkat sekolah meliputi laporan realisasi penggunaan dana per sumber dana (Formulir BOS-K7 dan BOS-K7a) dan surat pernyataan tanggung jawab Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 45 . Setiap kegiatan wajib dibuatkan laporan hasil pelaksanaan kegiatannya.sampai dengan Rp 1. Uraian tentang jenis barang/jasa yang dibayar dapat dipisah dalam bentuk faktur sebagai lampiran kuitansi. Untuk transaksi dengan nilai sampai Rp 250.. iv.000.

Buku Pembantu Kas. baik yang berupa laporanlaporan keuangan maupun dokumen pendukungnya.yang menyatakan bahwa dana BOS yang diterima telah digunakan sesuai NPH BOS. iii. Buku Pembantu Bank. Lembar pencatatan pengaduan.id. Tingkat Kabupaten/Kota(Formulir BOS-K8) Hal-hal yang perlu dilaporkan oleh Tim Manajemen BOS Kabupaten/ Kota kepada Tim Manajemen BOS Propinsi adalah sebagai berikut. Laporan lengkap penggunaan dana BOS triwulanan disimpan di sekolah untuk bahan pemeriksaan. Lembar pencatatan pertanyaan/kritik/saran. iv. Rekapitulasi penggunaan dana BOS (Formulir BOS-K7A) harus dilaporkan oleh setiap sekolah tiap triwulan melalui laman www. i. 46 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . ii. Laporan kegiatan dan pertanggungjawaban triwulanan disampaikan kepada SKPD Pendidikan Kabupaten/Kota.bos. Buku Kas Umum. Seluruh arsip data keuangan. 2. Hal yang perlu dilaporkan oleh Tim Manajemen BOS Sekolah sebagai berikut. iii.go.kemdikbud. dan Buku Pembantu Pajak beserta bukti serta dokumen pendukung bukti pengeluaran dana BOS (kuitansi/faktur/ nota/bon dari vendor/toko/supplier) wajib diarsipkan oleh sekolah sebagai bahan audit. disimpan dan ditata dengan rapi dalam urutan nomor dan tanggal kejadiannya. serta disimpan di suatu tempat yang aman dan mudah untuk ditemukan setiap saat.

seperti kegiatan sosialisasi dan pelatihan. b. Penanganan Pengaduan Masyarakat. yang antara lain berisi informasi tentang jenis kasus. iii.a. yang antara lain berisi informasi tentang jenis kasus. Laporan ini harus diserahkan ke Tim Manajemen BOS Pusat. b. ii. Laporan Akhir Tahun (Formulir BOS-K10) Hal-hal yang perlu dilampirkan dalam laporan tersebut adalah sebagai berikut. dibuat oleh Tim Manajemen BOS Provinsi ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan dikirimkan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan cq. kemajuan penanganan. Hasil Penyerapan dan Penggunaan Dana BOS dengan menggunakan Formulir BOS-K10. skala kasus. Laporan ini dibuat triwulanan dipisahkan untuk daerah non terpencil (BOS-K9) dan daerah terpencil (BOSK9a). Kegiatan lainnya. skala kasus. Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 47 . dan status penyelesaian. Tingkat Provinsi a. Rekapitulasi penggunaan Dana BOS yang diperoleh dari Tim Manajemen BOS Sekolah dengan menggunakan Formulir BOS-K8. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar paling lambat minggu ke-2 bulan ke-2 setiap triwulan. kemajuan penanganan. Laporan Triwulanan (Formulir BOS-K9 dan BOS-K9a) Laporan ini untuk melihat kesesuaian jumlah dana yang diterima oleh Kas Umum Daerah (KUD) dari Kas Umum Negara (KUN) dengan kebutuhan riil. Penanganan Pengaduan Masyarakat. i. pengadaan. 3. dan status penyelesaian. dan kegiatan lainnya.

Laporan penggunaan dana BOS hasil rekapitulasi dari laporan Tim Manajemen BOS Provinsi dengan menggunakan Formulir BOS-K12. jumlah responden. Statistik Penerima Bantuan yang disusun berdasarkan data yang diterima dari Tim Manajemen BOS Provinsi. a. Sumber data penyusunan laporan ini adalah Formulir BOS-K-9 dan BOS-K9 dari setiap provinsi. saran.c. Laporan Akhir Tahun (Formulir BOS-K12) Hal-hal yang perlu dilampirkan dalam laporan tersebut adalah sebagai berikut. b. Laporan monitoring rutin dikirimkan ke Tim Manajemen BOS Pusat paling lambat 45 hari setelah pelaksanaan monitoring. analisis. kesimpulan. dan rekomendasi. ii. Tingkat Pusat Tim Manajemen BOS Pusat harus membuat laporan-laporan sebagai berikut. 48 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . apabila diperlukan. dan sebagai dasar pencairan dana cadangan. i. Laporan Triwulanan (Formulir BOS-K11 dan BOS-K11a) Hal-hal yang perlu disampaikan dalam laporan triwulanan adalah laporan realisasi penyerapan dana BOS triwulanan yang diterima dari Tim Manajemen BOS Provinsi menggunakan Formulir BOSK11 dan BOS-K11a. Hasil Monitoring dan Evaluasi Laporan ini berisi tentang hasil monitoring. Laporan ini harus dikirim oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kepada Kementerian Keuangan paling lambat pada minggu ke 2 bulan ke-3 dari setiap triwulan sebagai bahan untuk penyaluran dana triwulan berikutnya dari Kas Umum Negara ke Kas Umum Daerah Provinsi. 4.

Perpajakan Ketentuan peraturan perpajakan dalam penggunaan dana BOS diatur sebagai berikut. pembelian bahan-bahan habis pakai. hasil monitoring. pengadaan. Penanganan Pengaduan Masyarakatyang antara lain berisi informasi tentang dan jenis status kasus. Kegiatan lainnya.03/2010 tanggal 31 agustus 2010 tentang Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 sehubungan dengan pembayaran atas penyerahan barang dan kegiatan di bidang impor atau kegiatan usaha di bidang lain pasal 3 butir (1)h. Bagi bendaharawan/pengelola dana BOS pada Sekolah Negeri atas penggunaan dana BOS sebagaimana tersebut di atas adalah: i. pengembangan profesi guru. v. kesiswaan.. pensil dan bahan praktikum.000. Tidak perlu memungut PPh Pasal 22 sebesar 1. B. dan kegiatan lainnya. iv. 1. pembelian bahan-bahan untuk perawatan/perbaikan ringan gedung sekolah. Laporan akhir tahun harus diserahkan ke Menteri terkait pada akhir bulan Januari tahun berikutnya.000. Hasil Monitoring dan Evaluasi yang berisi tentang jumlah responden. ulangan harian. seperti buku tulis. Kewajiban perpajakan yang terkait dengan penggunaan dana BOS untuk pembelian ATK/bahan/penggandaan dan lain-lain pada kegiatan penerimaan peserta didik baru. ujian sekolah dan laporan hasil belajar peserta didik. Memungut dan menyetor PPN sebesar 10% pembelian lebih dari Rp 1. kapur tulis. ulangan umum. penyelesaian rekapitulasi dari penanganan pengaduan yang dilakukan oleh Tim Manajemen BOS Provinsi/Kab/Kota. saran. pelatihan.5%1 untuk nilai ii. waktu pelaksanaan. skala kasus.iii.(satu juta rupiah) atas 1Peraturan Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok Menteri Keuangan nomor 154/PMK. a. seperti sosialisasi. 49 . kesimpulan. yang kemajuan merupakan penanganan. dan rekomendasi. analisis.

menyetor.000. dan melaporkan PPN dan PPnBM beserta tata cara pemungutan. Bagi bendaharawan/pengelola dana BOS pada sekolah negeri atas penggunaan dana BOS untuk pembelian/penggandaan buku teks pelajaran dan/atau mengganti buku teks yang sudah rusak adalah: 2 3 Undang-undang Republik Indonesia nomor 8 tahun 1983 terakhir dengan Undang-undang nomor 42 tahun 2009 tentang Perubahan ketiga atas Undang Undang nomor 8 tahun 1983 tentang PPN barang dan jasa dan PPnBM serta KMK/563/2003 tentang penunjukkan bendaharawan pemerintah untuk memnungut. Bagi bendaharawan/pengelola dana BOS pada Sekolah bukan negeri adalah tidak termasuk bendaharawan pemerintah sehingga tidak termasuk sebagai pihak yang ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22 dan atau PPN. Namun untuk nilai pembelian ditambah PPN-nya jumlahnya tidak melebihi Rp 1. a. penyetoran dan pelaporannya. karena tidak termasuk sebagai pihak yang ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22. penyetoran dan pelaporan PPN dan PPNBm bagi pemungut PPN dan Pengusaha Kena Pajak Rekanan 50 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok .penyerahan Barang Kena Pajak dan atau Jasa Kena Pajak oleh Pengusaha Kena Pajak Rekanan Pemerintah . b. Pemungut PPN dalam hal ini bendaharawan pemerintah tidak perlu memungut PPN atas pembelian barang dan atau jasa yang dilakukan oleh bukan Pengusaha Kena Pajak (PKP)3. Tidak mempunyai kewajiban memungut PPh Pasal 22. Membayar PPN yang dipungut oleh pihak penjual (Pengusaha Kena Pajak). ii. 2.000. PPN yang terutang dipungut dan disetor oleh Pengusaha Kena Pajak Rekanan Pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku umum 2.(satu juta rupiah) dan bukan merupakan pembayaran yang dipecah-pecah.. Keputusan Direktur Jenderal Pajak nomor KEP-382/PJ/2002 tentang pedoman pelaksanaan pemungutan. Dengan demikian kewajiban perpajakan bagi bendaharawan/pengelola dana BOS pada Sekolah Bukan Negeri yang terkait atas penggunaan dana BOS untuk belanja barang sebagaimana tersebut diatas adalah: i. Kewajiban perpajakan yang terkait dengan penggunaan dana BOS untuk pembelian/penggandaan buku teks pelajarandan/atau mengganti buku teks yang sudah rusak.

kitab suci dan buku-buku pelajaran agama. kitab suci dan buku-buku pelajaran agama.000.(satu juta rupiah) dan bukan merupakan pembayaran yang dipecah-pecah. Membayar PPN yang dipungut oleh pihak penjual (Pengusaha Kena Pajak) atas pembelian buku yang bukan buku-buku pelajaran umum. Namun untuk nilai pembelian ditambah PPN-nya jumlahnya tidak melebihi Rp 1. Tidak mempunyai kewajiban memungut PPh Pasal 22. PPN yang terutang dibebaskan.000. Atas pembelian buku-buku pelajaran umum. Dengan demikian kewajiban perpajakan bagi bendaharawan/pengelola dana BOS pada Sekolah Bukan Negeri yang terkait dengan pembelian/penggandaan buku teks pelajaran dan/atau mengganti buku teks yang sudah rusak adalah: i.5%1. pengembangan profesi guru.000. Bendaharawan/pengelola dana BOS pada Sekolah Bukan Negeri adalah tidak termasuk bendaharawan pemerintah sehingga tidak termasuk sebagai pihak yang ditunjuk sebagai Pemungut PPh Pasal 22 dan atau PPN. kitab suci dan buku-buku pelajaran agama.. iii. kitab suci dan buku-buku pelajaran agama. iii. b. Memungut dan menyetor PPN sebesar 10% untuk nilai pembelian lebih dari Rp 1. ii.. karena tidak termasuk sebagai pihak yang ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22. PPN yang terutang dibebaskan. kesiswaan. tidak perlu memungut PPh Pasal 22 sebesar 1.(satu juta rupiah) atas penyerahan Barang Kena Pajak berupa buku-buku yang bukan buku pelajaran umum. penyusunan laporan BOS dan kegiatan pembelajaran Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 51 . 3.000. PPN yang terutang dipungut dan disetor oleh Pengusaha Kena Pajak Rekanan Pemerintah. kitab suci dan buku-buku pelajaran agama. Kewajiban perpajakan yang terkait dengan pemberian honor pada kegiatan penerimaan peserta didik baru.i. ii. Atas pembelian buku-buku pelajaran umum. Atas pembelian buku-buku pelajaran umum.

PPh Pasal 21 sebulan (:12) XX XX 52 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . 4. Dikurangi PTKP*) iv. Penghasilan rutin setiap bulan untuk guru tidak tetap (GTT). PPh Pasal 21 terutang setahun 5% (jumlah s. Rp 50 juta) dst vi. b. Untuk jumlah lebih dari itu. b. Pegawai Tidak Tetap (PTT).d. Penghasilan Kena Pajak v.pada SMP Terbuka. Kewajiban perpajakan yang terkait dengan penggunaan dana BOS dalam rangka membayar honorarium guru dan tenaga kependidikan honorer sekolah yang tidak dibiayai dari Pemerintah Pusat dan atau Daerah yang dibayarkan bulanan diatur sebagai berikut: a. Golongan IV dengan tarif 15% (lima belas persen) dari penghasilan bruto. iii. Golongan I dan II dengan tarif 0% (nol persen). Dengan perhitungan sebagai berikut: i.000. Bagi guru/pegawai non PNS sebagai peserta kegiatan. Golongan III dengan tarif 5% (lima persen) dari penghasilan bruto. Semua bendaharawan/penanggung jawab dana BOS baik pada sekolah negeri maupun sekolah bukan negeri: a. untuk jumlah sebulan sampai dengan Rp 2. Penghasilan netto setahun (x 12) iii. harus dipotong PPh Pasal 21 dengan menerapkan tarif Pasal 17 UU PPh sebesar 5% dari jumlah bruto honor.(dua juta dua puluh lima ribu rupiah) tidak terhutang PPh Pasal 21.. Bagi guru/pegawai PNS diatur sebagai berikut : i. Penghasilan sebulan XX XX XX XX ii. PPh Pasal 21 dihitung dengan menyetahunkan penghasilan sebulan.025. ii. Tenaga Kependidikan Honorer.

untuk membayar honor kepada tenaga kerja lepas orang pribadi yang melaksanakan kegiatan perawatan atau pemeliharaan sekolah harus memotong PPh Pasal 21 dengan ketentuan sebagai berikut: a. Tambahan status kawin iii). adalah: i). Tambahan tanggungan keluarga.*) Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). baik pada Sekolah Negeri.3 juta Rp 2. maksimal 3 orang @ Rp 2. Status sendiri Rp 24.00 (dua ratus ribu rupiah).00 (dua ratus ribu rupiah) tersebut merupakan jumlah yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto.025 juta 5. b. Sekolah Swasta. tidak dilakukan pemotongan PPh Pasal 21. Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 53 .00 (dua ratus ribu rupiah).000. dalam hal penghasilan sehari atau rata-rata penghasilan sehari belum melebihi Rp 200. dan jumlah sebesar Rp 200.000. Kewajiban perpajakan yang terkait dengan penggunaan dana BOS.025 juta ii). dilakukan pemotongan PPh Pasal 21.000. dalam hal penghasilan sehari atau rata-rata penghasilan sehari melebihi Rp 200.

2. provinsi. agar segera dilaporkan kepada instansi pengawas fungsional atau lembaga berwenang lainnya. Prioritas utama dalam program BOS adalah pengawasan yang dilakukan oleh SKPD Pendidikan Kabupaten/Kota kepada sekolah. 1. 4.BAB VIII PENGAWASAN. Pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sesuai dengan kewenangan. 54 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . Pengawasan Melekat yang dilakukan oleh pimpinan masing-masing instansi kepada bawahannya baik di tingkat pusat. pengawasan fungsional. Provinsi dan Pusat. Pengawasan Pengawasan program BOS meliputi pengawasan melekat. 5. PEMERIKSAAN DAN SANKSI A. 3. Pengawasan masyarakat dalam rangka transparansi pelaksanaan program BOS oleh unsur masyarakat dan unit-unit pengaduan masyarakat yang terdapat di sekolah. Pengawasan Fungsional Internal oleh Inspektorat Jenderal Kemdikbud serta Inpektorat Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota dengan melakukan audit sesuai dengan kebutuhan lembaga tersebut atau permintaan instansi yang akan diaudit. Pengawasan oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dengan melakukan audit atas permintaan instansi yang akan diaudit. kabupaten/kota maupun sekolah. Apabila terdapat indikasi penyimpangan dalam pengelolaan BOS. Kabupaten/Kota. dan pengawasan masyarakat.

1. Penerapan sanksi kepegawaian sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku (pemberhentian. atau golongan. 3. kelompok. penurunan pangkat. Sanksi kepada oknum yang melakukan pelanggaran dapat diberikan dalam berbagai bentuk. 2. 4. yaitu dana BOS yang terbukti disalahgunakan agar dikembalikan kepada satuan pendidikan atau ke kas daerah provinsi. Penerapan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. mutasi kerja). bilamana terbukti pelanggaran tersebut dilakukan secara sengaja dan tersistem untuk memperoleh keuntungan pribadi. Sanksi Sanksi terhadap penyalahgunaan wewenang yang dapat merugikan negara dan/atau sekolah dan/atau peserta didik akan dijatuhkan oleh aparat/pejabat yang berwenang. misalnya seperti berikut. Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 55 .B. yaitu mulai proses penyelidikan. Penerapan proses hukum. Pemblokiran dana dan penghentian sementara seluruh bantuan pendidikan yang bersumber dari APBN pada tahun berikutnya kepada provinsi/kabupaten/kota. penyidikan dan proses peradilan bagi pihak yang diduga atau terbukti melakukan penyimpangan dana BOS.

Mengatur alur informasi pengaduan/temuan diterima oleh pihak yang tepat. Menyediakan bentuk informasi dan data base yang harus disajikan dan dapat diakses publik. atau pengaduan dapat disampaikan secara langsung. Telepon PIH : 177 SMP : 0-800-140-1299 (bebas pulsa) . 021-5725632 : 021-5731070. B. 021-5725635 : bos@kemdikbud.id : 1771 2. 3. 56 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . 2. A. 3. usulan dan keluhan mendapatkan respon. 021-5725645. baik yangbersifat masukan/saran. Media Informasi.go. atau melalui SMS. Berikut adalah media yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi terhadap program 1. Pengelolaan Pelayanan dan Penanganan Pengaduan Masyarakat (P3M) dalam program BOS ditujukan untuk: 1.bos. Memastikan setiap progres penanganan akan didokumentasikan secara jelas. 5. adalah: Alamat web SD Faksimil Email SMS : www.id : 0-800-140-1276 (bebas pulsa) . pertanyaan. 021-5725980 masalah agar dapat 4. maupun keluhan. Pembagian tugas dan fungsi layanan pada program BOS adalah sebagai berikut. Memastikan bahwa pengelola program akan menindaklanjuti setiap pengaduan yang masuk. 4. pertanyaan.BAB IX PELAYANAN DAN PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT Program yang baik akan memastikan bahwa setiap pertanyaan. surat atau email. Tugas dan Fungsi Layanan Tim Manajemen BOS melaksanakan fungsi-fungsi untuk melakukan tindak lanjut terhadap informasi/pengaduan yang diterima. telepon.go.kemdikbud.

h. di laman BOS yang Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 57 . c. f. Tim Manajemen BOS Pusat a.go. e. Menginformasikan status penanganan pengaduan BOS secara berkala kepada Provinsi. g.id/pengaduan. Menerima dan mencatat semua informasi. b. Melakukan koordinasi dengan Bagian Hukum dan Kepegawaian Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar terkait dengan publikasi informasi. j. Menyampaikan informasi kepada Inspektorat Jenderal dalam hal diperlukan tindak lanjut. d. Laporan tersebut bersumber dari sistem pengaduan merupakan rekapitulasi status Provinsi. termasuk hasil temuan audit BPK/BPKP/Itjen ke dalam sistem pengaduan BOS di laman bos.1. Memonitor progres penanganan pengaduan yang ada di provinsi maupun kabupaten/kota. Menjawab pertanyaan dan menindaklanjuti usul/saran/masukan. Menganalisa informasi sebagai bahan masukan bagi kebijakan manajemen BOS. Membuat laporan perkembangan penanganan pengaduan secara regular sesuai dengan periode laporan program BOS. Menyelenggarakan rapat koordinasi secara berkala dengan agenda menyampaikan status pengaduan untuk mendorong penyelesaian yang melibatkan pihak-pihak terkait. i.kemdikbud. Menetapkan petugas Unit P3M. Kabupaten/Kota untuk ditindaklanjuti.

Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota a. c. h. Tim Manajemen BOS Provinsi a. Menetapkan petugas Unit P3M.2. surat. email.go. g. termasuk yang disampaikan melalui sistem pengaduan online dan sms di laman BOS. termasuk hasil temuan audit ke dalam sistem pengaduan BOS di laman bos. e. Monitoring Kabupaten/Kota untuk memastikan tugas dan fungsi layanan masyarakat dan pengaduan BOS dilaksanakan sesuai petunjuk teknis yang ada. Laporan tersebut bersumber dari sistem pengaduan di laman BOS yang merupakan rekapitulasi status Kabupaten/Kota. b. Melakukan koordinasi dengan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Provinsi terkait dengan publikasi informasi. fax.id/pengaduan. dan pengaduan) dari masyarakat baik yang disampaikan melalui telepon. 58 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . 3. Menyelenggarakan rapat koordinasi secara berkala dengan agenda menyampaikan rekapitulasi status kemajuan dan hasil tindak lanjut pengaduan yang dilakukan Kabupaten/Kota guna mendorong penyelesaian yang diperlukan. Menetapkan petugas Unit P3M.kemdikbud. Menjawab pertanyaan dan menindaklanjuti usul/saran/masukan dari masyarakat. Berkoordinasi dengan Kabupaten/Kota jika diperlukan untuk melakukan penanganan secara langsung dalam kasus-kasus yang dianggap mendesak dan penting. Membuat laporan perkembangan status pengaduan secara regular sesuai dengan periode laporan program BOS. f. Menerima dan mencatat semua informasi (saran. pertanyaan. d.

Memperbarui status kemajuan dan hasil tindak lanjut pengaduan BOS secara online di laman BOS. Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 59 . fax. email.kemdikbud. Menyelenggarakan rapat koordinasi secara berkala dengan agenda menyampaikan status kemajuan dan hasil tindak lanjut pengaduan untuk mendorong penyelesaiannya. surat. h. e. Melakukan koordinasi dengan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kabupaten/Kota terkait dengan publikasi informasi.b. g. termasuk hasil temuan audit ke dalam sistem pengaduan BOS di laman bos.go. Laporan tersebut bersumber dari sistem pengaduan di laman BOS. Menerima dan mencatat semua informasi (saran. pertanyaan.id/pengaduan. termasuk yang disampaikan melalui sistem pengaduan online dan sms di laman BOS. Membuat laporan perkembangan status pengaduan secara reguler sesuai dengan periode laporan program BOS. dan pengaduan) dari masyarakat baik yang disampaikan melalui telepon. c. d. f. Menjawab pertanyaan dan menindaklanjuti usul/saran/ masukan dari masyarakat. Melakukan penanganan yang diperlukan dan memonitor kemajuan dan hasil penanganan pengaduan.

APLK BOS Aplikasi Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Penggunaan dana BOS di tingkat sekolah. Pelaporan Penggunaan Dana BOS secara online. Aplikasi ini sangat mudah digunakan dan disusun sesuai dengan Juknis BOS.go. Sehingga dengan menggunakan aplikasi ini tidak ada alasan lagi bagi sekolah untuk terlambat melaporkan penggunaan dana BOS baik secara offline maupun secara online. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengembangkan sistem dan perangkat lunak yang dapat digunakan oleh sekolah. terutama laporan penggunaan dana BOS. Kedua perangkat lunak ini ada dalam laman www. dan 2. Aplikkasi laporan pertanggung jawaban keuangan dana BOS tingkat sekolah ini merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Unites States Agency for International Development (USAID/Indonesia). Aplikasi ini bersifat gratis untuk digunakan oleh sekolah. yaitu: 1. Dengan menggunakan aplikasi ini sekolah tidak perlu repot menyusun laporan-laporan yang diwajibkan untuk laporkan oleh sekolah.kemdikbud.BAB X LAPORAN KEUANGAN SEKOLAH DAN LAPORAN PENGGUNAAN DANA SECARA ONLINE Dalam rangka untuk akuntabilitas dan transparansi penggunaan dana BOS. sekolah berkewajiban untuk membuat laporan keuangan seperti yang telah dijelaskan dalam Bab VII. A. Untuk membantu mempermudah sekolah dalam penyusunan dan pelaporan penggunaan dana BOS.id. Aplikkasi laporan pertanggungjawaban keuangan dana BOS tingkat sekolah adalah aplikasi pada tingkat sekolah yang berguna untuk mengelola dan membuat laporan keuangan sekolah. Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 60 . Aplikasi Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Penggunaan dana BOS di tingkat sekolah (APLK BOS).bos.

kemdikbud. langkah-langkah penggunaan aplikasi pemasukan laporan penggunaan dana BOS secara online sebagai berikut.bos.bos.Aplikasi ini dibuat dengan memperhatikan pengguna ( user) yaitu para bendahara di setiap sekolah. sehingga aplikasi ini dbuat sangat sederhana. Kode registrasi adalah kode yang digunakan oleh sekolah dalam memasukkan Dapodik sedangkan passwordnya adalah nomor NPSN sekolah.bos.go. tekanlah tombol "Ubah" kemudian masukkanlah data penggunaan dana BOS menurut 13 komponen.id. B. yaitu rekapitulasi dalam penggunaan dana BOS Dana berdasarkan BOS’ yang 13 komponen. Secara lengkap dan jelas. Pelaporan Penggunaan Dana BOS secara online. a. Secara umum.id.go.kemdikbud. Setelah berhasil. karena pada umumnya semua sekolah sudah biasa menggunakan excel dan hampir disemua komputer/laptop yang ada di sekolah pasti ada aplikasi excel. Salah satu keluaran dari APLK BOS adalah Format BOS K-7A. Jika sekolah tidak mengetahui kode regristrasi. mudah digunakan dan mudah dipelajari. Di layar ada kotak isian untuk memasukkan kode registrasi sekolah dan password. Versi excel yang mendukung aplikasi BOS ini adalah versi 2007 ke atas.go. Aplikasi ini didisain untuk dapat dipelajari secara mandiri. Masuk ke web www. panduan penggunaan aplikasi ini dapat di download dari www.kemdikbud.id b. Dengan alasan itu maka aplikasi ini sengaja di buat berbasis excel yang dilengkapi dengan makro. dengan operating sistem minimal window XP. Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 61 . c. BOS-K7A ke ada dal am Selanjutnya sekolah harus memasukkan informasi dari menu “Penggunaan www. maka sekolah dapat menanyakannya kepada petugas Dapodik Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat.

62 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . e. Data tersebut akan terekam di sistem pelaporan. Setelah selesai mengisi data tekan tombol "Simpan".com dengan menyebutkan nama sekolah.bos@gmail. Untuk keluar dari menu pemasukan data tekanlah "Log out" Jika terjadi masalah sekolah dapat bertanya melalui email ke: pelaporan. nomor registrasi dan NPSN.d.

FORMULIR ISIAN .

.

D2. ………………………. 1) Kurang dari Rp1.SMP Sederajat.000. 15) Narkoba(N) 16) Indigo(0)..000.D1.000.……………………………………………………) Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 65 .D1.Putus SD.D2.2) Rp1. 10). Tanggal Lahir f Agama g Rombel h Riwayat Pendidikan Tahun i Riwayat Beasiswa Jenis 1 2 3 Jenis Beasiswa: 01) Prestasi 02) Bantuan Siswa miskin 03) Pendidikan 04) Unggulan 99) Lainnya Juara ke Tingkat 1) Sekolah 2) Kecamatan 3) Kab/kota 4) Provinsi 5) Nasional 6) Internasional / : : : : : : : : : : / F-PD 1 IDENTITAS SEKOLAH NPSN : 1) Laki-laki 2) Perempuan NIS : *) Nomor Induk Siswa pemberian Sekolah . 14) Kesulitan Belajar(K). 03). 03). 1) Kurang dari Rp1.D3.SMA Sederajat. 06). / / 01) Islam 02) Kristen/ Protestan 03) Katholik 04) Hindu 05) Budha 06) Khong Hu Chu 99) Lainnya *) contoh 1. 20) Bencana Alam/Sosial.D2. 05). 07).201… (. 06) Daksa Ringan(D).000.D4/S1. 05).………………………. 10).Putus SD. 04).Tidak Sekolah. 04). 06).Nama Ayah Berkebutuhan Khusus Pekerjaan Pendidikan Penghasilan bulanan . 07).2) Rp1.Tidak Sekolah.000.SD Sederajat.- Tahun Lahir 01).D3.000-Rp2. 02).Putus SD.Formulir BOS-01A FORMULIR PESERTA DIDIK Tanggal: a Nama Sekolah b NSS c Alamat Sekolah 2 IDENTITAS PESERTA DIDIK a Nama Lengkap b Jenis kelamin c NISN d NIK e Tempat.Nama Ibu Berkebutuhan Khusus Pekerjaan Pendidikan Penghasilan bulanan . 06). 02). 02) Netra(A). 11). 03). 13) Bakat Istimewa(J).SMP Sederajat.000-Rp2.S3.3) Lebih dari Rp2.S2. 05). 04).000. 07).SD Sederajat. 08). 05) Grahita Sedang(C1).000. atau 3a. sebutkan : No HP : km *) pembulatan tanpa koma 06)Ojek q Jarak tempat tinggal ke sekolah 01) Jalan Kaki 02) Kendaraan Pribadi 03) Kendaraan Umum/Angkot/Pete-pete 04) Jemputan Sekolah 05) Kereta Api 07) Andong/Bendi/Sado/Dokar/Delman/Becak 08) Perahu Penyebrangan/Rakit/Getek 99) Lainnya s Email pribadi t Jumlah saudara kandung u No SKHUN SD *) diisikan hanya untuk siswa kelas 9 SMP v Apakah sebagai penerima PKH : 2) Tidak Yang bertanda tangan Orang Tua/Wali atau Siswa bertanggung jawab secara hukum terhadap kebenaran data yang tercantum. 1) Kurang dari Rp1. 21) Tidak Mampu Ekonomi p No Telepon Rumah r Alat transportasi ke sekolah : : : : : 1) Ya 1) kurang dari 1 km 2) lebih dari 1 km.000. 03) Rungu(B). 10) Tuna Ganda(G).D1. 11)Hyperaktif(H) .S3. 7b.S2.2) Rp1. 10). 9c jika kelas paralel Status : Tingkat : 1=siswa baru 2=pindahan/ 3=naik kelas/ 4=akselerasi/ 5=mengulang/ Nama Sekolah : Penyelenggara / Sumber Kelas status 6=putus sekolah Tahun Mulai Tahun Selesai j Catatan Prestasi Tahun 1 2 3 : Lomba Jenis 1) Sains 2) Seni 3) Olahraga 9) Lain-lain k Identitas Orang Tua/Wali .000.000.000.D3. 08) Laras(E) 09) Wicara(F). 02).000.000. 2.Tidak Sekolah.000. PKH Responden.3) Lebih dari Rp2. 17) Down Syndrome(P).SMA Sederajat. 08).000.SD Sederajat.S2.000.000. 08).SMP Sederajat. 04) Grahita Ringan(C).S3.- Tahun Lahir 01). No. 09).- 1) Bersama Orang Tua 2) Wali 3) Kost 4) Asrama 5) Panti Asuhan 9)Lainnya 01) Tidak.3) Lebih dari Rp2. 18) Autis(Q). 07) Daksa Sedang(D1).000.D4/S1.000-Rp2.000. 11).000.D4/S1. 12) Cerdas Istimewa(I).SMA Sederajat. 09). 19) Terpencil/Terbelakang.Nama Wali Pekerjaan Pendidikan Penghasilan bulanan l Jenis Tinggal m Alamat Tempat Tinggal Kelurahan / Desa Kecamatan Kabupaten/Kota Provinsi n Tinggi Badan o Berkebutuhan Khusus : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : cm Berat Badan : kg RT RW Kode Pos )* daftar pilihan sama dengan pekerjaan ayah )* daftar pilihan sama dengan point o )* daftar pilihan sama dengan pekerjaan ayah )* daftar pilihan sama dengan point o Tahun Lahir 01) Tidak bekerja 02) Nelayan 03) Petani 04) Peternak 05) PNS/TNI/Polri 06) Karyawan Swasta 07) Pedagang Kecil 08) Pedagang Besar 09) Wiraswasta 10) Wirausaha 11) Buruh 12) Pensiunan 99) Lainnya 01). 11).000. 09).

Formulir ini merupakan updating formulir pendataan tahun 2012. Formulir Peserta Didik (F-PD) diisi oleh masing-masing orang tua peserta didik dan dibubuhkan tandatangani orang tua peserta didik sebagai bukti keabsahan data. NPSN diisi sesuai dengan nomor yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan c. Identitas Sekolah a. 3. Alamat sekolah cukup jelas 66 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . 2.PEDOMAN PENGISIAN FORMULIR PESERTA DIDIK (F-PD) DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR  Pedoman Umum 1.  Pedoman Khusus Tanggal diisi pada saat pengisian formulir F-PD dengan format tanggal (2 digit)/bulan (2 digit)/tahun (4 digit). Kolom Isian berwarna gelap (abu-abu) merupakan variabel tambahan di tahun 2013 yang perlu dilengkapi. Kebenaran isi data merupakan tanggungjawab orang tua Peserta didik. lengkapi data yang masih kosong di pendataan sebelumnya. Nomor Statistik Sekolah (NSS) diisi dengan nomor yang diberikan dari dinas kab/kota. 1. Nama sekolah diisi sesuai dengan SK Pendirian Sekolah. b. Formulir yang terisi dikumpulkan di sekolah untuk selanjutnya di verifikasi kebenaran datanya oleh pihak sekolah dan di entry ke dalam aplikasi pendataan pendidikan dasar.

04 atau 99. Rombel (rombongan belajar) diisi sesuai dengan penaman yang diberikan oleh sekolah contoh: 7a. Riwayat pendidikan diisikan asal sekolah SD. Tahun selesai diisi sesuai dengan berakhirnya pemberian beasiswa. iii. Kelas 1. 9 untuk jenjang SMP. iv. 02. Riwayat beasiswa diisi maksimal 3 beasiswa terakhir yang diperoleh peserta didik. 6 untuk jenjang SD. d. Tahun mulai diisi sesuai dengan tahun diberikannya beasiswa. 8. 7. 06 atau 99. Jenis diisi sesuai pilihan 01. 04. ii. Agama diisi sesuai pilihan 01. NIK (Nomor Induk Kependudukan) diisi sesuai nomor yang diberikan di dalam kartu keluarga (KK). i. e. NISN (Nomor Induk Peserta didik Nasional) diisi bagi yang memiliki. 2. Tingkat diisikan dengan nomor bukan angka romawi. 5. Tanggal lahir cukup jelas. Tempat. c. serta kelas 7. 1b. Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 67 . 03. g. 8.2. Nama lengkap diisi sesuai dengan nama yang terdaftar di sekolah tanpa disingkat. Identitas Peserta Didik a. Catatan : i. h. 03. 3. NIS (Nomor Induk Peserta didik) diisi sesuai nomor induk pemberian sekolah. Isian ini hanya untuk kelas 7 SMP. 05. 02. ii. f. 4. b. Penyelenggara/Sumber cukup jelas. Jenis kelamin diisi dengan pilihan 1 untuk laki-laki atau 2 untuk perempuan. i. Contoh: 6.

Tahun cukup jelas. Penghasilan bulanan ayah. 08. wali diisi sesuai pilihan 01. 08. Pendidikan ayah. 3 atau 9. Catatan prestasi diisi maksimal 3 prestasi terakhir. 09. Jika memilih 2. wali dan tahun lahir cukup jelas. 06. 09. Jenis tempat tinggal diisi sesuai pilihan 1. 10. 2. ii. 05. ii. 19. 08 atau 99. ibu. wali diisi sesuai pilihan 1. 04. Tinggi dan berat badan cukup jelas. No HP (handphone) cukup jelas. m. 2 atau 3. 07. Alat transportasi ke sekolah diisi sesuai pilihan 01. ibu. 16. k. o. Pekerjaan ayah. 05. maka sebutkan jarak dalam satuan KM dengan 2 angka desimal di belakang koma. 12 atau 99. 03. 15. Lomba cukup jelas. Nama ayah. Berkebutuhan khusus diisi sesuai pilihan 01. 11. i. Alamat tempat tinggal cukup jelas. Jenis diisi sesuai pilihan 1. iii. 14. 10 atau 11. 11. iii. 3. 05. 2. 07. 04. ibu. 02. 06. 12. 20 atau 21. Berkebutuhan khusus diisikan jika memiliki kebutuhan khusus sesuai pilihan di butir o. No telepon rumah diisi dengan kode wilayah terlebih dulu dan diikuti nomor telepon. r. Jika memilih 9 (lainnya) maka sebutkan. 02. Tingkat diisikan sesuai tingkat tertinggi yang pernah dicapai. 08. 03. wali diisi sesuai pilihan 01. l. p. 02.j. 5 atau 9. 05. Juara ke diisi dengan nomor hanya untuk juara 1. 18. iv. 02. 07. v. 06. 17. q. 04. Jarak tempat tinggal ke sekolah diisi sesuai pilihan 1 atau 2. 13. i. 04. 10. 68 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . 09. iv. 07. 03. ibu. n. 06. 4. 03. 2 atau 3.

s. diisikan hanya bagi peserta didik kelas 9 SMP. Nomor SKHUN adalah SKH Ujian Nasional pada saat ujian UN di SD. diisikan bagi keluarga yang mengikuti program tersebut yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial. Email pribadi cukup jelas. v. Jumlah saudara kandung cukup jelas. u. PKH adalah Program Keluarga Harapan. Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 69 . t.

Tanggal 1) Pra SPM 1) 9001:2000 1) Pagi 1) Inti 1) SD Biasa / 2) SPM 2) Siang 2) Imbas / 3) Pra SSN 3) Kombinasi 3) Belum Ikut 3) TK-SD satu atap 4) SD-SMP satu atap 5) SMP Terbuka 4) SSN 5) RSBI 6) SBI 2) 9001:2008 8) Proses Sertifikasi 9) Belum Bersertifikat No. 12)SILN A B  : : : / / F-SEK 1 IDENTITAS SEKOLAH Jika SLB / SDLB/SMPLB jenis kebutuhan khusus yang di layani C  C1  D  D1  E F G H  Daerah Terpencil/Terbelakang  Daerah Perbatasan Negara  Daerah adat terpencil  Daerah Bencana Alam . 07) Paket A. 11)SMALB. sebutkan : 2) Swasta 1) Ya 2) Tidak h Apakah menyelenggarakan pendidikan inklusi ? 1) Ya 2) Tidak Apakah menyelenggarakan pendidikan CIBI? 1) Pemerintah Pusat 2). Pemerintah Daerah 3) Yayasan 9) Lainnnya i Status Kepemilikan SK / Izin Pendirian Sekolah SK Izin Operasional j Akreditasi SK Akreditasi Terakhir k Status Mutu l Sertifikasi ISO m Waktu Penyelenggaraan n Gugus Sekolah o Kategori Sekolah p Nomor Rekening Bank Nama Bank Cabang / KCP / Unit Rekening Atas Nama q Apakah Sekolah ini telah melaksanakan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) ? r Kurikulum yang di gunakan s Nama Yayasan Nama Pimpinan Yayasan Alamat Yayasan Desa/Kelurahan Kecamatan Kabupaten/Kota Provinsi Akte Pendirian Kelompok yayasan No. Tanggal 1) A 2) B / 3) C / 9) Belum Terakreditasi / / 2) SMP Biasa Jika SMP terbuka berapa jumlah TKB yang di miliki Kode Pos t Sumber Listrik u Daya v Sumber air w Apakah sekolah menyelenggarakan e-Learning : 70 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . 06) MTs . Tanggal / / 01) Aisyiah 05) MPPK 09) YPLP PGRI 02) MPK Muhammadiyah 06) MNPK 99) Lainnya. 05)MI. -  Bukan Semua  Daerah Darurat Lainnya Longitude Posisi Geografis e No Telpon f Akses Internet Alamat email Website http:// g Status Sekolah 1) Negeri 01) Tidak Ada 02) schoolnet/Jardiknas 99) Lainnya. Tanggal No.Formulir BOS-01B FORMULIR SEKOLAH KABUPATEN/KOTA PROVINSI Tanggal a Nama Sekolah b NSS c Jenis Sekolah d Alamat Sekolah Desa/Kelurahan Kecamatan Kategori Wilayah (*sesuai SK Bupati/walikota) Kode Pos NPSN 01) SD. 04)SMPLB. sebutkan 03) LP Ma'arif 07) Perwari 04) ML Taman Siswa 08) Dharma Pertiwi 1) Tidak Ada 2) PLN 3) Diesel 4) Tenaga Surya 5) PLN & Diesel 9) Lainnya 1) < 900Watt 2) 900-2200 Watt 1) Ya 2) Tidak 3) 2200-4400 Watt 4) >4400Watt 1) Air kemasan 2) Ledeng/PAM 3) Pompa 4) Sumur 5)Mata air 6)Air sungai 7) Air Hujan 9) Lainnya 1) Kurikulum 1994 2) Kurikulum 2004 3) KTSP 9) Lainnya. sebutkan * Khusus Sekolah Swasta oleh Yayasan/Penyelengggara 1) Ya 2) Tidak No. 09) TKLB. 08) Paket B. 10) SLB. 02)SMP. Latitude No Fax  Daerah Transmigrasi  Daerah Bencana Sosial . No. 03)SDLB.

(10). (4) Kode Prasarana .2 RUANGAN / PRASARANA No (1) Kode Ruang (Pemberian Sekolah) (2) Nama Ruangan (3) Kode Prasarana (4) Panjang (meter) (5) Lebar (meter) (6) Kondisi (diisi sesuai kode pedoman pengisian F-SEK Halaman 2 ) Atap Dinding Kusen Pondasi Lantai (7) (8) (9) (10) (11) Status Kepemilikan (12) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Kolom (3) Nama Ruangan. (11) Kondisi mohon lihat panduan 3 ROMBONGAN BELAJAR No (1) Tingkat (2) Nama Rombel (3) Ruang Kelas (4) NUPTK Wali Kelas (5) Nama Wali Kelas (6) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Kolom (4) Ruang Kelas diisi sesuai Kode Ruang pada table diatas. (9).(7). lihat panduan untuk lebih jelasnya Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 71 . (8).

Yang bertanda tangan dibawah ini bertanggung jawab secara hukum terhadap kebenaran data yang tercantum.……………………….4 SARANA No Kode Sarana (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 (2) Jumlah (3) Letak (4) Baik Rusak Ringan Rusak Sedang Keterangan Rusak Berat Rusak total Kolom (2) diisi sesuai kode petunjuk pada panduan.……. Kolom (4) Ruang Kelas diisi sesuai Kode Ruang pada table diatas.) 72 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok ..201… Kepala Sekolah / Atas nama Kepala Sekolah )* Dibubuhi cap/stempel sekolah (……………………………………………….. ………………………. lihat panduan untuk lebih jelasnya 5 BANTUAN / BLOCK GRANT / SUBSIDI DAN BEASISWA No (1) Tahun (2) Jenis Bantuan (3) Sumber Bantuan (4) Besar Bantuan (5) Dana Pendamping (6) Peruntukan Dana (7) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Isilah dengan huruf kapital dan mudah dibaca Perhatian : Lembar ini harus diisi oleh Kepala Sekolah atau yang mewakili.

SILN. MI.225092 latitude 106. Sebagai contoh: -6. Identitas Sekolah a. Formulir Sekolah (F-SEK) diisi oleh pihak sekolah dalam hal ini diwakili oleh Kepala Sekolah. 02. Nama sekolah diisi sesuai dengan SK Pendirian Sekolah dan perubahan nama sesuai dengan nomenklatur terbaru yang sudah resmi. Pastikan NPSN ini valid. paket A. 1. Posisi geografis disi dengan latitude dan longitude yang didapat dari Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 73 . 3. Kategori wilayah diisi dengan pilihan 1. diisi dengan menggunakan ballpoint dan huruf kapital dan mudah dibaca. d. ii. 3 atau 9. lengkapi data yang masih kosong di pendataan sebelumnya. 2. 2. Provinsi ditulis secara lengkap (bukan singkatan) dengan menggunakan huruf kapital (besar). Diisikan sesuai dengan SK bupati/walikota (tanyakan ke dinas setempat). c. GPS atau pendekatan melalui peta. Alamat sekolah cukup jelas. Jenis sekolah diisi dengan pilihan 01. TKLB. 03 atau 04 (tambahan : SLB. Tanggal diisi pada saat pengisian formulir F-SEK dengan format tanggal (2 digit)/bulan (2 digit)/tahun (4 digit). b. Kolom isian berwarna gelap (abu-abu) merupakan variabel tambahan. i.PEDOMAN PENGISIAN FORMULIR SEKOLAH (F-SEK) DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR  Pedoman Umum 1.  Pedoman Khusus Kabupaten/Kota ditulis lengkap dengan menggunakan huruf kapital (besar). angka di belakang koma minimal 3 digit. MTs). periksa validasi NPSN di PDSP. SMLB. Nomor Statistik Sekolah (NSS) diisi dengan nomor yang diberikan dari dinas kab/kota. NPSN diisi sesuai dengan nomor yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Formulir ini merupakan updating formulir pendataan tahun 2012. B.801863 longitude. Kepala Sekolah bertanggung jawab terhadap kebenaran isian formulir sekolah dan selanjutnya membubuhkan tanda tangan serta cap/ stempel sekolah.

tanggal (2 j. 5 atau 6. Status kepemilikan diisi sesuai pilihan 1. 2. m. 2. 4 atau 5. i. g. Gugus sekolah diisi sesuai pilihan 1. Website cukup jelas. dll). tanggal (2 digit) bulan (2 digit) dan tahun (4 digit). titik. 3. Waktu penyelenggaraan diisi sesuai pilihan 1. Status sekolah diisi sesuai pilihan 1 atau 2. 2. Rekening atas nama sekolah atau yang biasa digunakan sebagai iii. Kategori sekolah diisi sesuai pilihan 1. 02 atau 99. Inklusi diisikan dengan angka 1 atau 2 dan CIBI (Cerdas Istimewa Bakat Istimewa) diisikan 1 untuk Ya. i. jika SMP terbuka isikan berapa jumlah TKB yang diselenggarakan . Jika memilih 99 (lainnya) sebutkan akses internet yang dipakai. Status mutu diisi sesuai pilihan 1. 4 atau 5.e. 3 atau 9. rekening BOS. ii. q. contoh indosat m2. No telpon dan faximili diisi dengan kode wilayah terlebih dulu dan diikuti no telp dan faximilinya. Nama bank boleh disingkat sesuai dengan standar singkatan Bank (BCA. 2 atau 3. ii. 8 atau 9. digit) bulan (2 digit) dan tahun (4 digit). 4. i. isi dengan rekening sekolah yang biasa digunakan sebagai transaksi kegiatan operasional di sekolah. 74 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . SK/izin operasional sekolah diisi secara lengkap: nomor. p. tanggal (2 digit) bulan (2 digit) dan tahun (4 digit). Akses internet diisi sesuai dengan pilihan 01. n. Sertifikasi ISO diiskan sesuai pilihan 1. o. Nomor rekening bank diisi tanpa menggunakan spasi. tanda hubung atau koma. ii. i. k. SK/izin pendirian sekolah diisi secara lengkap: nomor. f. Alamat email cukup jelas. Akreditasi diisi sesuai dengan pilihan 1. Cukup jelas. SK akreditasi sekolah diisi secara lengkap: nomor. BRI. 3. r. MBS diisi sesuai pilihan 1 atau 2. BNI. 2 atau 3. 2. h. 2. KCP/Unit diisi sesuai dengan lokasi bank yang berada di buku tabungan. l. Jika tidak menerima. 3. 2 untuk Tidak.

u. 6. 7. Akte pendirian diisi secara lengkap: nomor. i. Kolom (3) Nama Ruangan dan Kolom (4) kode prasarana diisi sesuai dengan tabel referensi di bawah ini: Nama Ruangan Ruang Teori/Kelas Laboratorium IPA Laboratorium Kimia Laboratorium Fisika Laboratorium Biologi Laboratorium Bahasa Laboratorium IPS Laboratorium Komputer Laboratorium Multimedia Ruang Perpustakaan Ruang Perpustakaan Multimedia Ruang Keterampilan Ruang Serba Guna/Aula Ruang UKS Kode PraSarana 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Bengkel Ruang Diesel Ruang Pameran Ruang Gambar Koperasi/Toko Ruang BP/BK Ruang Kepala Sekolah Ruang Guru Ruang TU Ruang OSIS Kamar Mandi/WC Guru Laki-laki Kamar Mandi/WC Guru Perempuan Kamar Mandi/WC Siswa Laki-laki Nama Ruangan Ruang Praktik Kerja Kode PraSarana 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Gudang Ruang Ibadah Rumah Dinas Kepala Sekolah Rumah Dinas Guru Rumah Penjaga Sekolah Sanggar MGMP Sanggar PKG Asrama Siswa Unit Produksi Ruang Multimedia Ruang Pusat Belajar Guru Ruang Olahraga Lainnya Nama Ruangan Kamar Mandi/WC Siswa Perempuan Kode PraSarana 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 99 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 75 . Sumber listrik diisi sesuai pilihan 1. Ruangan Seluruh ruangan yang dimilki oleh sekolah harus dimasukkan ke dalam tabel ruangan. Alamat yayasan cukup jelas. 3. w. 4. Sumber air adalah air yang biasa digunakan untuk keperluan operasional sekolah sehari-hari diisi dengan angka 1. 2. t. b. E-learning atau kegiatan belajar mengajar di sekolah berbasiskan internet. iii. 4. Nama yayasan diisi dengan lengkap sesuai dengan akta pendirian atau akta perubahan yang terakhir. atau 9. 2. Daya diisi sesuai pilihan 1. 3 atau 4. Nama pimpinan yayasan cukup jelas. v. Kelompok yayasan diisi sesuai dengan pilihan. 2. iv. 5. jika memilih 99 (lainnya) sebutkan kelompok yayasan penyelenggara. 3. ii. 2. 5 atau 9. Contoh pengisian: No (1) Kode Ruang (Pemberian Sekolah) (2) Nama Ruangan (3) Kode Prasarana (4) Panjang (5) Lebar Atap (6) (7) Kondisi Dinding (8) Status Kepemilika Kusen (9) Pondasi (10) Lantai (11) n (12) 1 RK-1 2 RK-2 4 Lab IPA Ruang Teori/ Kelas Ruang Teori/ Kelas Laboratorium IPA 1 1 8 2 7 6 10 11 8 8 9 12 0 1 0 0 0 0 1 3 1 0 2 0 0 0 0 1 0 Milik 2 Bukan 0 Milik 0 Milik 3 Lab Komputer Laboratorium 1 Komputer a. Kolom (2) kode ruang (pemberian sekolah) diisi sesuai dengan pemberian kode ruangan di sekolah masing-masing.s. tanggal (2 digit) bulan (2 digit) dan tahun (4 digit).

c.

Kolom (5) Panjang ruangan diisi sesuai panjang ruangan dalam satuan meter (m).

d. Kolom (6) Lebar ruangan diisi sesuai panjang ruangan dalam satuan meter (m). e. Kolom kondisi untuk butir (7) atap, (8) dinding, (9) kusen dan (11) lantai diisi dengan kode sesuai tabel referensi di bawah ini:
Kode 0 1 2 3 4 9 Kondisi Tidak Ada yang Rusak Kerusakan < 30% Kerusakan 30% - 45% Kerusakan 46% - 65% Kerusakan > 65% Komponen Bangunan Tidak Ada Deskripsi baik rusak ringan rusak sedang rusak berat rusak total tidak ada

f.

Kolom (10) kondisi untuk poin pondasi diisi dengan kode sesuai tabel referensi di bawah ini:

Kode 0 1 2 3 4 Kerusakan < 5%

Kondisi Tidak Ada yang Rusak Kerusakan 5% - 10% Kerusakan 11% - 15% Kerusakan > 15%

Deskripsi baik rusak ringan rusak sedang rusak berat rusak total

3. Rombongan Belajar (Rombel) Contoh pengisian:
No
(1)

Tingkat
(2)

Nama Rombel
(3)

Ruang Kelas
(4)

NUPTK Wali Kelas
(5)

Nama Wali Kelas
(6)

1 2

VIII VII

VIII-a VII-b

RK-1 RK-2

2365932654125840 5698754602130985

Dwi Riyanto Muhammad Adjie Susilo Nugroho

a.

Kolom (2) tingkat diisi sesuai dengan tingkat kelas. Contoh: 1, 2, 3.

b. Kolom (3) nama rombel diisi sesuai dengan penamaan dari sekolah masing-masing. Contoh : 2-1. 3a, IX/d, dan lain-lain. c. Kolom (4) ruang kelas diisi sesuai dengan kolom kode pada tabel ruangan.

d. Kolom (5) NUPTK wali kelas dan Kolom (6) nama wali kelas cukup jelas. 4. Sarana a. Kolom (2) tingkat diisi sesuai kode sarana di bawah.

76

Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok

Kode
1 Meja Siswa 2 Kursi Siswa 3 Meja Guru 4 Kursi Guru 5 Meja TU 6 Kursi TU 7 Papan Tulis

Nama (Item)

Kode

Nama (Item)

Kode

Nama (Item)

56 Buku Pegangan Siswa Tata Negara 57 Buku Pegangan Siswa Antropologi 58 Buku Pegangan Siswa Teknologi Informasi Komunikasi 59 Buku Pegangan Siswa Pendidikan Seni 60 Buku Pegangan Siswa Bahasa Asing Lain 61 Buku Pegangan Siswa Bimbingan dan Penyuluhan 62 Buku Pegangan Siswa Muatan Lokal 63 Buku Pegangan Siswa Kerajinan Tengan dan Kesenian 64 Buku Pegangan Siswa Kompetensi Keahlian Kejuruan 65 Buku Penunjang PPKn 66 Buku Penunjang Pendidikan Agama 67 Buku Penunjang Bahasa dan Sastra Indonesia 68 Buku Penunjang Bahasa Inggris 69 Buku Penunjang Sejarah Nasional dan Umum 70 Buku Penunjang Pendidikan Jasmani 71 Buku Penunjang Matematika 72 Buku Penunjang IPA 73 Buku Penunjang Fisika 74 Buku Penunjang Biologi 75 Buku Penunjang Kimia 76 Buku Penunjang IPS 77 Buku Penunjang Ekonomi 78 Buku Penunjang Sosiologi 79 Buku Penunjang Geografi 80 Buku Penunjang Sejarah Budaya 81 Buku Penunjang Tata Negara 82 Buku Penunjang Antropologi 83 Buku Penunjang Teknologi Informasi Komunikasi 84 Buku Penunjang Pendidikan Seni 85 Buku Penunjang Bahasa Asing Lain 86 Buku Penunjang Bimbingan dan Penyuluhan 87 Buku Penunjang Muatan Lokal 88 Buku Penunjang Kerajinan Tengan dan Kesenian 89 Buku Penunjang Kompetensi Keahlian Kejuruan 90 Alat Peraga PPKn 91 Alat Peraga Pendidikan Agama 92 Alat Peraga Bahasa dan Sastra Indonesia 93 Alat Peraga Bahasa Inggris 94 Alat Peraga Sejarah Nasional dan Umum 95 Alat Peraga Pendidikan Jasmani 96 Alat Peraga Matematika 97 Alat Peraga IPA 98 Alat Peraga Fisika 99 Alat Peraga Biologi 100 Alat Peraga Kimia 101 Alat Peraga IPS 102 Alat Peraga Ekonomi 103 Alat Peraga Sosiologi 104 Alat Peraga Geografi 105 Alat Peraga Sejarah Budaya 106 Alat Peraga Tata Negara 107 Alat Peraga Antropologi 108 Alat Peraga Teknologi Informasi Komunikasi 109 Alat Peraga Pendidikan Seni 110 Alat Peraga Bahasa Asing Lain

111 Alat Peraga Bimbingan dan Penyuluhan 112 Alat Peraga Muatan Lokal 113 Alat Peraga Kerajinan Tengan dan Kesenian 114 Alat Peraga Kompetensi Keahlian Kejuruan 115 Alat Praktik PPKn 116 Alat Praktik Pendidikan Agama 117 Alat Praktik Bahasa dan Sastra Indonesia 118 Alat Praktik Bahasa Inggris 119 Alat Praktik Sejarah Nasional dan Umum 120 Alat Praktik Pendidikan Jasmani 121 Alat Praktik Matematika 122 Alat Praktik IPA 123 Alat Praktik Fisika 124 Alat Praktik Biologi 125 Alat Praktik Kimia 126 Alat Praktik IPS 127 Alat Praktik Ekonomi 128 Alat Praktik Sosiologi 129 Alat Praktik Geografi 130 Alat Praktik Sejarah Budaya 131 Alat Praktik Tata Negara 132 Alat Praktik Antropologi 133 Alat Praktik Teknologi Informasi Komunikasi 134 Alat Praktik Pendidikan Seni 135 Alat Praktik Bahasa Asing Lain 136 Alat Praktik Bimbingan dan Penyuluhan 137 Alat Praktik Muatan Lokal 138 Alat Praktik Kerajinan Tengan dan Kesenian 139 Alat Praktik Kompetensi Keahlian Kejuruan 140 Alat Pendidikan Multimedia PPKn 141 Alat Pendidikan Multimedia Pendidikan Agama 142 Alat Pendidikan Multimedia Bahasa dan Sastra Indonesia 143 Alat Pendidikan Multimedia Bahasa Inggris 144 Alat Pendidikan Multimedia Sejarah Nasional dan Umum 145 Alat Pendidikan Multimedia Pendidikan Jasmani 146 Alat Pendidikan Multimedia Matematika 147 Alat Pendidikan Multimedia IPA 148 Alat Pendidikan Multimedia Fisika 149 Alat Pendidikan Multimedia Biologi 150 Alat Pendidikan Multimedia Kimia 151 Alat Pendidikan Multimedia IPS 152 Alat Pendidikan Multimedia Ekonomi 153 Alat Pendidikan Multimedia Sosiologi 154 Alat Pendidikan Multimedia Geografi 155 Alat Pendidikan Multimedia Sejarah Budaya 156 Alat Pendidikan Multimedia Tata Negara 157 Alat Pendidikan Multimedia Antropologi 158 Alat Pendidikan Multimedia Teknologi Informasi Komunikasi 159 Alat Pendidikan Multimedia Pendidikan Seni 160 Alat Pendidikan Multimedia Bahasa Asing Lain 161 Alat Pendidikan Multimedia Bimbingan dan Penyuluhan 162 Alat Pendidikan Multimedia Muatan Lokal 163 Alat Pendidikan Multimedia Kerajinan Tengan dan Kesenian 164 Alat Pendidikan Multimedia Kompetensi Keahlian Kejuruan 999 Lainnya

8 Lemari / Filling Cabinet 9 Komputer TU 10 Printer TU 11 Mesin Ketik 12 Foto Copy 13 Komputer 14 Printer 15 Buku Pegangan Guru PPKn 16 Buku Pegangan Guru Pendidikan Agama 17 Buku Pegangan Guru Bahasa dan Sastra Indonesia 18 Buku Pegangan Guru Bahasa Inggris 19 Buku Pegangan Guru Sejarah Nasional dan Umum 20 Buku Pegangan Guru Pendidikan Jasmani 21 Buku Pegangan Guru Matematika 22 Buku Pegangan Guru IPA 23 Buku Pegangan Guru Fisika 24 Buku Pegangan Guru Biologi 25 Buku Pegangan Guru Kimia 26 Buku Pegangan Guru IPS 27 Buku Pegangan Guru Ekonomi 28 Buku Pegangan Guru Sosiologi 29 Buku Pegangan Guru Geografi 30 Buku Pegangan Guru Sejarah Budaya 31 Buku Pegangan Guru Tata Negara 32 Buku Pegangan Guru Antropologi 33 Buku Pegangan Guru Teknologi Informasi Komunikasi 34 Buku Pegangan Guru Pendidikan Seni 35 Buku Pegangan Guru Bahasa Asing Lain 36 Buku Pegangan Guru Bimbingan dan Penyuluhan 37 Buku Pegangan Guru Muatan Lokal 38 Buku Pegangan Guru Kerajinan Tengan dan Kesenian 39 Buku Pegangan Guru Kompetensi Keahlian Kejuruan 40 Buku Pegangan Siswa PPKn 41 Buku Pegangan Siswa Pendidikan Agama 42 Buku Pegangan Siswa Bahasa dan Sastra Indonesia 43 Buku Pegangan Siswa Bahasa Inggris 44 Buku Pegangan Siswa Sejarah Nasional dan Umum 45 Buku Pegangan Siswa Pendidikan Jasmani 46 Buku Pegangan Siswa Matematika 47 Buku Pegangan Siswa IPA 48 Buku Pegangan Siswa Fisika 49 Buku Pegangan Siswa Biologi 50 Buku Pegangan Siswa Kimia 51 Buku Pegangan Siswa IPS 52 Buku Pegangan Siswa Ekonomi 53 Buku Pegangan Siswa Sosiologi 54 Buku Pegangan Siswa Geografi 55 Buku Pegangan Siswa Sejarah Budaya

b. Kolom (3) Jumlah cukup jelas. c. Kolom (4) Penempatan ruang diisi sesuai dengan isian kolom kode pada tabel ruangan.

d. Kolom (5) Keterangan cukup jelas. 5. Bantuan/Blockgrant/Subsidi dan Beasiswa Cukup jelas

Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok

77

FORMULIR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
Tanggal: / / : : : NPSN ) 1 : 1 IDENTITAS SEKOLAH a Nama Sekolah / Nama Instansi ) 1 b NSS ) 1 c Alamat Sekolah ) 1 a Nama Lengkap b Jenis kelamin c Ijazah Terakhir d Gelar Akademik e NIY / NIGK f NUPTK , g Tempat, Tgl Lahir h NIK i j l Agama Status Kawin Alamat tempat tinggal Alamat Rumah (Sesuai KTP) Kelurahan / Desa Kecamatan Kabupaten/Kota Provinsi No Telpon Rumah Email *) wajib diisi dan valid
1) PNS 2) PNS Diperbantukan 3) PNS Depag 4) GTY/PTY 5) GTT/PTT Provinsi 6) GTT/PTT Kab/Kota 7) Guru Bantu Pusat 8) Guru Honor Sekolah 9) CPNS 1) pusat 2) provinsi 3) Kab/kota 4) ketua yayasan 5) kepala sekolah 6) komite sekolah depan 1) Laki-laki 2) Perempuan

Formulir BOS-01C
F-PTK

2 IDENTITAS PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

05) SMA Sederajat 06) D1 07) D2 08) D3 09) D4/S1 10) S2 11) S3 belakang

Tahun

/

/

01) Islam 02) Kristen/ Protestan 03) Katholik 04) Hindu 05) Budha 06) Khong Hu Chu 99) Lainnya 1) Belum Menikah 2) Menikah 3) Janda/Duda

Jumlah Anak

k Nama Ibu Kandung

RT

RW Kode Pos

-

No HP

m Status Kepegawaian Diangkat oleh No. SK Pengangkatan TMT Pengangkatan Sumber Gaji No. SK KGB TMT KGB n Status Aktif Jika 2) 3) 4) Jika 5) 6) 7) 8) Jika 99) o Jabatan 1. TMT di Sekolah ini 2.a) Jabatan/ Tugas Pokok 2.b) Tugas Tambahan

9) lainnya

/
1) APBN

/
2) APBD Provinsi

Tanggal / Bulan/ tahun 3) APBD Kab/kota 4) BOS 5) Komite Sekolah 6) Yayasan 9) Lainnya

/
1) Aktif

/ / / / / / / /

*) Terhitung Mulai Tanggal KGB (kenaikan gaji berkala) terkahir

2) Cuti 3) Cuti Diluar Tanggungan Negara 4) Tugas Belajar 5) Pindah 6) Mutasi ke Struktural 7) Berhenti 8)Pensiun 99) Wafat

Tanggal Mulai Tertanggal Tanggal wafat /

Tanggal Selesai

/

/

*) Terhitung Mulai Tanggal Mengajar di sekolah ini
06)Tenaga Administrasi 07)Kepala Laboratorium

01)Guru 03)Kepala Perpustakaan 04)Tenaga Perpustakaan 05)Kepala Tenaga Administrasi 08)Teknisi Laboratorium 09)Laboran

02)Kepala Sekolah 03)Kepala Perpustakaan 05)Kepala Tenaga Administrasi 06)Tenaga Administrasi 07)Kepala Laboratorium 08)Teknisi Laboratorium 09)Laboran 10)Pengawas 11) wakil kepala sekolah 12)Pembina ekstrakurikuler 13) wali kelas 14) kepala bengkel / /
1) Belum 2) sudah

3. TMT Jabatan 4. Sertifikasi Jabatan Jika sudah, isikan tahun sertifikasi NRG 5. Jabatan Fungsional p Jika Anda PNS isilah butir berikut 1. NIP 2. TMT PNS 3. Pangkat/Golongan 4. TMT Golongan 5. Gaji Pokok q Jika Anda Non PNS isilah butir berikut Status Inpassing

(tanggal/bulan/tahun) *) Tanggal Pengangkatan dengan jabatan sekarang (pada point 2a)
3) Sedang Proses *) Nomor Registrasi Guru

Nomor Sertifikat
1)Guru Pertama ; 2) Guru Muda ; 3) Guru Madya ; 4) Guru Utama

/ /

/
Contoh : 1A, 2A, 3C, 4A

/ dalam rupiah

(tanggal/bulan/tahun)

contoh

2

5

0

0

0

0

0

 sudah
TMT Inpassing Angka Kredit Inpassing

 Belum
Contoh : 1A, 2A, 3C, 4A

jika sudah inpassing, kesetaraan golongan /

/ ,

(tanggal/bulan/tahun)

r

Jika Jabatan Anda Guru dan Sudah Bersertifikasi, Isilah butir berikut Isikan Kode Sertifikasi Bidang Studi Kode program keahlian
*) Diisi kode angka lihat pedoman F-PTK halaman 7 **) Isilah kode angka sesuai dalam daftar di Petunjuk pengisian format (01 - 46) 1) Belum 2) Sudah

s Jika Jabatan Anda Teknisi Laboratorium atau Laboran dan memiliki program keahlian t Jika Jabatan Anda Kepala Sekolah Lisensi Kepala Sekolah
Keterangan )2 Diisi dengan tanda silang (X) dan dapat dipilih lebih dari satu

78

Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok

3 No. 1 2 3 4
No. 1 2 3 4

MENGAJAR PADA SEKOLAH INI Rombel Kode Mata Jumlah Jam Mengajar Pelajaran No. 4 5 6 Sekolah Rombel Induk Rombel Kode Mata Jumlah Jam Mengajar Pelajaran

MENGAJAR DI SEKOLAH/LEMBAGA PENDIDIKAN SAAT INI (KHUSUS PENDIDIK/GURU) NPSN dan Nama Sekolah Status dan TMT
Kode Mata Pelajaran 1 Jam Jam Jam Jam Kode Mata Pelajaran 2 Jam Jam Jam Jam

   

keterangan:Kolom Sekolah Induk hanya boleh dipilih salah satu dengan tanda silang (X); Kolom Rombel diisikan sesuai dengan rombel yang dimiliki sekolah tsb Contoh: VIII-A, 1-1, 9.I; kolom Status dan TMT, status pada baris pertama disikan pilihan angka: 1) PNS 2) PNS Diperbantukan 3) PNS Depag 4) GTY/PTY 5) GTT/PTT Provinsi 6) GTT/PTT Kab/Kota 7) Guru Bantu Pusat 8) Guru Honor Sekolah, dan TMT disikan pada baris kedua yaitu TMT disekolah tersebut; Kolom Kode Mata Pelajaran 1 atau 2 pada baris pertama diisikan kode pada pedoman pengisian dan Jam pada baris kedua yaitu Jumlah jam mengajar

5 No. 1 2 3 4 5 6 Satuan Pendidikan Formal Fakultas

RIWAYAT PENDIDIKAN FORMAL Jurusan/Prodi Kpd       PENDIDIKAN YANG SEDANG DI TEMPUH (JIKA SEKARANG MASIH KULIAH) Fakultas Jurusan/Prodi Kpd   RIWAYAT PENDIDIKAN NON FORMAL Bidang Studi Tingkat Tahun Masuk Lulus Jenjang Tahun Masuk Jenjang Tahun Masuk Lulus Smstr IPK `

6

ket: pndidikan formal dari yang terendah ke tertinggi; Satuan Pendidikan Formal dimulai jenjang SD; Kpd isi dengan tanda silang (X) jika jurusan kependidikan

No. 1 2

Satuan Pendidikan Formal

Statsk Smstr uliah

IPK

 

7

keterangan: Pendidikan yang sedang ditempuh diisi jika masih status kuliah aktif

No. 1 2 3

Lembaga Pendidikan/Instansi

keterangan: Contoh pendidikan non formal : kursus

8 No 1 2 3 4 NPSN Sekolah

RIWAYAT MENGAJAR SEBELUMNYA Nama Sekolah Masa Tugas Dari Tahun Sampai Kode Mata Jumlah Pelajaran Jam

keterangan: Kode Mata pelajaran lihat pedoman pengisian

9 No 1 2 3 4 10 No 1 2 3 4 5 No SK Nama Instansi

RIWAYAT PEKERJAAN (NON GURU) Masa Tugas Dari thn s.d. Pekerjaan/Jabatan Beri Tanda jk msh aktif     RIWAYAT KEPANGKATAN Tanggal SK Tgl bulan tahun
Gol/ru ang

masa kerja golongan (berapa tahun)

Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok

79

1 2 17 No. MGMP. AKTAS. kolom status anak isikan dengan 1) untuk anak kandung dan 2) untuk anak tidak kandung KARYA TULIS No. 1 2 3 19 No. PNS Status Anak NIP Tempat lahir / / / Tanggal Lahir / / / Jenjang Sekolah Tahun Masuk Sekolah 13 keterangan: Daftar anak diisi hanya untuk yang masih dalam usia sekolah. KESEHATAN.11 No 1 2 3 4 12 a. APSI. 1 2 3 18 No. 1 2 3 16 No. Nama Suami/Istri Pekerjaan b. Anak Nama NISN : : 1. Organisasi Profesi lainnya) Organisasi Jabatan Bidang Studi/Bidang Tugas Tahun PENGHARGAAN (CONTOH SATYA LENCANA) Tahun Instansi yang Memberikan Tingkat KESEJAHTERAAN DAN PERLINDUNGAN (ASURANSI. NON PNS No SK RIWAYAT GAJI BERKALA Tanggal SK Tgl bulan tahun Tgl TMT KGB bulan tahun Masa Kerja (tahun) KELUARGA 2. ATPUSI. 1 2 3 15 No. 1 2 3 Jenis Jenis Judul Tahun Pembuatan Publikasi Keterangan PENGEMBANGAN PROFESI (KKG. KKPS. 1 2 3 20 No. KKKS. DLL) Jenis Penyelenggara Dari Tahun Sampai Tahun Masih Aktif   Masih BEASISWA Penyelenggara Dari Tahun Sampai Tahun menerima    PENULISAN BUKU Judul Tahun Penerbit WORKSHOP/SEMINAR/LOKAKARYA Jenis Tahun Peran Penyelenggara STUDI BANDING Jenis Studi Banding Penyelenggara Tahun Sumber Dana Tujuan (Tempat) 80 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . 1 2 3 4 14 No.

(……………………………………………………) )* Dibubuhi cap/stempel sekolah atau Instansi Pendidik / Tenaga Kependidikan ……………………….………………………. Mengetahui: Kepala Sekolah / Instansi atau atas nama Kab/Kota………………………………….. 1 2 22 No. Dalam Negeri No. Sertifikat Las dll) Nama Test/Uji Bahasa/Keahlian Penyelenggara Tahun Skor INFORMASI TUNJANGAN Sumber Dana Dari Tahun Sampai Tahun Nominal LAIN-LAIN (CATATAN) Yang bertanda tangan dibawah ini bertanggung jawab secara hukum terhadap kebenaran data yang tercantum. UKBI.21 a. Luar Negeri No. 1 2 3 b. 1 2 3 23 No 1 2 24 Jenis Tunjangan Instansi Jenis Diklat Peran Jenis Diklat Peran DIKLAT Tahun Pola Penyelenggara Tingkatan Bid Studi Tahun Pola Penyelenggara Tingkatan Bid Studi TES KEBAHASAAN/UJI SERTIFIKASI KEAHLIAN (Contoh : TOEFL.201… (……………………………………………………) Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 81 . TOEIC.

lengkapi data yang masih kosong di pendataan sebelumnya. NPSN diisi sesuai dengan nomor yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan. Jika sudah pernah mengisi formulir 2012. Selanjutnya dibubuhkan tanda tangan PTK yang bersangkutan dan diketahui oleh kepala sekolah dengan cara membubuhkan tanda tangan kepala sekolah dan di cap/ stempel sekolah sebagai bukti otentik keabsahan dan kebenaran data. Formulir Pendidik dan Tenaga Kependidikan (F-PTK) diisi oleh tiap individu PTK dan bertanggung jawab terhadap kebenaran isi formulir. 82 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . maka menjadi tanggung jawab PTK yang bersangkutan atas konsekwensinya. 2. Jika ada pemalsuan data. Nama sekolah diisi sesuai dengan SK Pendirian Sekolah dan perubahan nomenklatur yang sudah resmi. Nomor Statistik Sekolah (NSS) diisi dengan nomor yang diberikan dari dinas kab/kota. 1. b. 3. Kolom Isian berwarna gelap (abu-abu) merupakan variabel tambahan di tahun 2013 yang perlu dilengkapi. Formulir ini merupakan updating formulir pendataan tahun 2012.PEDOMAN PENGISIAN FORMULIR PENDIDIK & TENAGA KEPENDIDIKAN (F-PTK) DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR  Pedoman Umum 1. Identitas Sekolah a.  Pedoman Khusus Tanggal diisi pada saat pengisian formulir F-PTK dengan format tanggal (2 digit)/ bulan (2 digit)/tahun (4 digit). lengkapi data yang berwarna gelap (abu-abu) saja dan updating data jika ada perubahan untuk di inputkan ke dalam aplikasi pendataan dikdas.

j. 2. 8. Alamat tempat tinggal cukup jelas. 11 tahun diisi tahun kelulusan sesuai di ijasah. 07. Alamat sekolah cukup jelas. Status kepegawaian diisi sesuai pilihan 1. Gelar akademis maupun status sosial seperti H. Gelar akademik belakang cukup ditulis gelar pendidikan yang terakhir jika linier. 06. l. 02.go. 05. NUPTK diisi bagi yang sudah memiliki dan harus valid. c. Jenis kelamin diisi sesuai pilihan 1 untuk laki-laki atau 2 untuk perempuan. 2. 03. Tempat. 2 atau 3. i. Hj. tidak perlu dituliskan. 7. e. d. Diangkat oleh pada status kepegawaian di atas. 08. i. 3. 83 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . periksa kebenaran data NUPTK di p2tkdikdas. 04. dan ditulis semua jika tidak linier . Nama ibu kandung diisi sesuai nama gadis ibu kandung. Nama lengkap diisi sesuai dengan nama di ijasah. k. 6. Identitas Pendidik Dan Tenaga Kependidikan a. 5.c. 10. 06 atau 99. b.id. h. Status kawin diisi sesuai pilihan 1. NIK (Nomor Induk Kependudukan) diisi sesuai dengan NIK yang tertera pada KTP. m. Ijazah terakhir sesuai dengan pilihan 05. f. 4.kemdikbud. tanggal lahir cukup jelas. Agama diisi sesuai pilihan 01. 08. g. NIY (Nomor Induk Yayasan)/NIGK (Nomor Induk Guru Kab/Kota) diisi bagi yang sudah memiliki.

sertifikat. Jika cuti. 07. i. Jika pindah (diisikan tanggal pindahnya). iv. Sertifikasi jabatan diisi sesuai pilihan 1. Status aktif diisi sesuai pilihan 1. 6. TMT Golongan diisi sesuai dengan SK kenaikan pangkat/ golongan terakhir. 84 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . o. 06. i. Jika wafat (diisikan tanggal wafatnya). Nomor KGB (Kenaikan Gaji Berkala) terakhir. iii. Nomor SK. iii. 08. Sumber gaji cukup jelas. iii. Tahun dan nomor sertifikat cukup jelas. 7. 02.ii. Pangkat/golongan cukup jelas. 2 atau 3 . q. iv. TMT inpassing cukup jelas. Status inpassing bagi guru swasta diisikan dengan tanda cheklist. ii. NRG (Nomor Registrasi Guru) di tuliskan sesuai yang tertera di p. cuti diluar tanggungan negara dan tugas belajar diisikan tanggal mulai dan tanggal selesainya. 8 atau 99. TMT KGB terhitung mulai tanggal KGB terakhir. iii. v. ii. TMT PNS diisi sesuai dengan SK Pengangkatan pertama menjadi PNS. 03. pilihan. TMT di sekolah ini diisi sesuai dengan SK pengangkatan pertama bekerja di sekolah tersebut. 5. 2. NIP diisi sesuai dengan Nomor Induk Pegawai terbaru (18 digit). 04. 05.3. Angka kredit inpassing akumulasi. i. vi. Jabatan/tugas pokok diisi sesuai pilihan 01. Tugas Tambahan selain tugas pokok diatas diisikan sesuai vii. n. Butir ini diisi hanya PTK yang berstatus sebagai PNS ii. TMT jabatan diisikan sesuai dengan tanggal mulai menjabat di butir o. v. ii. Jabatan diisi sesuai dengan SK yang diperoleh. iv. 09 atau 10. TMT Pengangkatan cukup jelas. 4. i.

I. a. Mengajar Di Sekolah/Lembaga Pendidikan Saat Ini (Khusus Pendidik/Guru) Masing-masing nomor diisi dua baris. c. Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 85 . Lisensi kepala sekolah diisi sesuai pilihan 1 atau 2. Butir ini hanya diisi oleh PTK yang berstatus kepala sekolah. t. 3. Kode sertifikasi mengacu pada kode sertifikasi yang dikeluarkan Direktorat P2TK Dikdas tentang sertifikasi. Rombel diisi sesuai dengan rombel yang dimiliki oleh sekolah tersebut contoh: VIII-8. Kolom Jumlah jam mengajar dalam 1 minggu mengajar di rombel tersebut 4. Mengajar Pada Sekolah Ini a. 1-1. s. Sekolah induk diisi dengan menggunakan tanda silang (X) dan hanya dapat dipilih satu. Kolom kode mata pelajaran kode sesuai dengan tabel referensi bidang studi/mata pelajaran c. 9. b. untuk Nama sekolah diisi pada baris bawah. untuk NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional) diisi pada baris atas sesuai dengan NPSN sekolah tersebut jika sudah memiliki.r. NPSN dan Nama Sekolah. Kode sertifikasi sesuai dengan tabel referensi program keahlian. Kolom Rombel diisi dengan kode yang diberikan dari standarisasi tata usaha b. Butir ini hanya diisi oleh PTK yang berstatus teknisi laboratorium atau laboran yang memiliki program keahlian.

Kode mata pelajaran 1 dan 2 lihat pada kode referensi bidang studi/mata pelajaran pada baris atas. Kolom Fakultas hanya diisi untuk pendidikan tinggi.d. Kolom Tahun Lulus diisi sesuai dengan tahun lulus pendidikan tersebut. 6. e. g. Status dan TMT. 86 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . a. Kolom Satuan Pendidikan Formal diisi dengan bentuk pendidikan contoh: SD. Kolom Jenjang diisi dengan jenjang Jurusan/Prodi contoh: D1. 4. 3. SMA. Riwayat Pendidikan Formal sejak pertama kali Pendidikan formal diisi dari yang terendah sampai ke yang tertinggi dan dimulai sejak jenjang Sekolah Dasar (SD). Kolom Tahun Masuk diisi sesuai dengan tahun masuk pendidikan tersebut. Kolom Kpd diisi dengan tanda silang (X) jika jurusan kependidikan. D2. c. D3. 6. S1. f. untuk Status diisi pada baris atas sesuai pilihan 1. e. jika jenjang pendidikan SD. 5. untuk TMT diisi mengajar pada sekolah tersebut. SMP abaikan Jurusan/Prodi. 7 atau 8. bagi PTK yang masih bersekolah maka abaikan tahun lulus. S3. Pendidikan Yang Sedang Ditempuh (diisi jika sekarang masih kuliah aktif) Cukup jelas. 5. PT. b. S2. d. dan jumlah jam ajar pada baris bawah. 2. Kolom Jurusan Prodi cukup jelas. SMP.

c. c. Kolom Nama Sekolah cukup jelas. Kolom Kode mata pelajaran lihat pada kode referensi bidang studi/mata pelajaran. d. 9. Kolom Masa Tugas Sampai cukup jelas. b. Riwayat Mengajar Sebelumnya Kolom NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional) diisi pada baris atas sesuai dengan NPSN sekolah tersebut jika sudah memiliki. Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 87 . Kolom Tahun Lulus diisi sesuai dengan tahun lulus pendidikan. 8. Kolom Masa Tugas Dari Tahun cukup jelas. Bidang Studi cukup jelas. b. Kolom Jumlah jam cukup jelas. e. Kolom Lembaga Pendidikan/Instansi cukup jelas. d. e. Riwayat Pendidikan Non Formal Pendidikan non Formal pendidikan yang tidak terkait dengan formal contoh: Kursus. Riwayat Pekerjaan (Non Guru) Riwayat pekerjaan diisi dengan pekerjaan sebelum menjadi guru misal: sebelum menjadi guru menjadi tenaga administasi. kepala sekolah.7. atau TNI/Polri dan lainnya. Kolom Tahun Masuk diisi sesuai dengan tahun masuk pendidikan. bagi PTK yang masih bersekolah maka abaikan tahun lulus. pegawai swasta. a. Tingkat cukup jelas. a.

Riwayat Gaji Berkala Cukup jelas. Kolom NISN (Nomor Induk Peserta didik Nasional) diisi sesuai yang diberikan oleh Kemdikbud. iii. Kolom Status Anak diisi sesuai pilihan 1 untuk anak kandung vii. Anak diisikan dengan tiga anak pertama pada usia sekolah (4-23 tahun). c. PT. Riwayat Kepangkatan Cukup jelas. SMP. SMA. Kolom Jenjang Sekolah diisi dengan Bentuk Pendidikan contoh: Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . Kolom Tempat Lahir cukup jelas. Pekerjaan diisi sesuai dengan pilihan 1 atau 2. ii. Kolom Tanggal Lahir cukup jelas. Keluarga a. Kolom Beri Tanda jk msh aktif diisi dengan tanda silang (X). Kolom Nama diisi sesuai dengan nama yang terdaftar pada sekolah. d. 10. Kolom Tahun Masuk Sekolah cukup jelas.a. 88 vi. Nama Suami/Istri cukup jelas. SMK. c. b. Kolom Masa Tugas cukup jelas. i. TK. Kolom Nama Instansi cukup jelas. v. Kolom Pekerjaan/Jabatan cukup jelas. 11. abaikan jika belum memiliki. jika memilih 2 sebutkan NIP terbaru (18 digit) suami/istri. iv. atau 2 untuk anak tidak kandung. b. 12. SD.

Kolom tahun diisi pada tahun sekarang jika anda masih aktif dalam organisasi tersebut. Penghargaan Penghargaan diisi oleh PTK bagi yang pernah mendapatkan penghargaan baik dari pemerintah maupun swasta. c. b. Kolom Judul cukup jelas. Diisi berdasarkan urutan dari tahun pertama sampai dengan terakhir. Kolom bidang studi/bidang cukup jelas. a. Kolom Organisasi yang dimaksud adalah organisasi yang berkaitan denga profesi PTK. 15. Diisi berdasarkan urutan dari tahun pertama sampai dengan terakhir. Diisi berdasarkan urutan dari tahun pertama sampai dengan terakhir. Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 89 . Publikasi cukup jelas. a. jika anda sudah tidak aktif isikan tahun keluar di organisasi tersebut. d. 14. Pengembangan Profesi Pengembangan profesi diisi oleh PTK yang terdaftar pada Organisasi Profesi. Kolom keterangan cukup jelas. Karya Tulis Karya tulis diisi jika PTK pernah membuat karya tulis yang disahkan oleh pejabat yang berwenang. Tahun Pembuatan cukup jelas.13. d. b. c. Kolom Jabatan diisi sesuai dengan posisi pada struktur organisasi profesi tersebut.

Kolom sampai tahun diisi padasaat berakhirnya perlindungan/ kesejahteraan tersebut. Kolom instansi yang memberikan cukup jelas. Diisi berdasarkan urutan dari tahun pertama sampai dengan terakhir. Diisi berdasarkan urutan dari tahun pertama sampai dengan terakhir. d. Kolom dari tahun diisi ketika mulai awal terdaftar.a. Beasiswa Beasiswa diisi oleh PTK yang pernah atau masih mendapatkan beasiswa. c. Kolom tingkat cukup jelas. Kolom Dari tahun adalah tahun pertama mendapatkan beasiswa. Kolom Penyelenggara adalah instansi yang memberikan beasiswa tersebut. Kolom penyelenggara cukup jelas. a. 16. b. b. Kolom tahun cukup jelas. Kolom masih aktif diisi dengan tanda silang (X). d. 17. c. jika masih terdaftar abaikan. Kesejahteraan Dan Perlindungan Kesejahteraan dan perlindungan diisi oleh PTK yang pernah atau masih memiliki perlindungan/kesejahteraan. Kolom jenis cukup jelas. e. 90 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . Kolom jenis cukup jelas. Kolom jenis cukup jelas. c. b. a.

Kolom masih menerima diberi tanda silang (X). Diisi berdasarkan urutan dari tahun pertama sampai dengan terakhir. Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 91 . Diisi berdasarkan urutan dari tahun pertama sampai dengan terakhir. nasional. 19.d. a. Kolom jenis diisi dengan sesuai tingkatan wilayah misal seminar lokal. 18. daerah. Peran lain. Diisi berdasarkan urutan dari tahun pertama sampai dengan terakhir. Kolom Penerbit cukup jelas. Studi Banding diisi posisi PTK ketika mengikuti workhop/seminar/ lokakarya. e. Kolom tahun adalah tahun penerbtan buku. Workshop/Seminar/Lokakarya Workshop/seminar diisi oleh PTK yang pernah menulis mengikuti workshop/ seminar/lokakarya. nara sumber dan lain- Studi banding diisi oleh PTK yang pernah mengikuti kegiatan studi banding. ketua panitia. Penulisan Buku Penulisan buku diisi oleh PTK yang pernah menulis buku sampai buku tersebut diterbitkan/dipublikasikan. jika masih menerima abaikan. a. internasional. 20. b. Kolom Judul cukup jelas. Kolom Sampai tahun adalah berakhirnya pemberian beasiswa. c. b. misal: peserta.

21. c. a. b. f. Kolom bidang studi diisi sesuai tabel referensi bidang studi/mata pelajaran. Kolom jenis diklat diisi berdasarkan judul diklat. Kolom Tahun diisi tahun penyelenggaraan diklat. Kolom bahasa/keahlian cukup jelas. Diisi berdasarkan urutan dari tahun pertama sampai dengan terakhir. Kolom penyelenggara diisi berdasarkan instansi yang menyelenggarakan diklat tersebut. dan lain-lain. kepegawaian. Kolom penyelenggara cukup jelas. menengah atau lanjut. Kolom pola diisi jumlah jam diklat. Kolom nama tes/uji cukup jelas. e. Kolom Tingkatan diisi dengan jenjang pendidikan. c. d. e. 22. Tes Bahasa/Uji Sertifikasi Keahlian Tes bahasa/ uji sertifikasi diisi oleh PTK yang pernah mengikutites bahasa/uji sertifikasi. Diisi berdasarkan urutan dari tahun pertama sampai dengan terakhir . Diklat Diklat diisi oleh PTK yang pernah mengikuti kegiatan diklat baik swasta maupun pemerintah. Kolom Skor atau nilai hasil ujian/tes cukup jelas. b. yaitu tingkat dasar. misal: diklat PAKEM. d. play therapy. 92 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok . a. Kolom Tahun cukup jelas.

Kolom nominal adalah besaran tunjangan yang diterima.23. Diisi berdasarkan urutan dari tahun pertama sampai dengan terakhir. e. Kolom dari tahun cukup jelas. a. lihat kode bidang studi dalam buku pedoman sertifikasi guru dalam jabatan Tahun 2011). pinjaman luar negeri. c. 24. Kode Referensi PTK 1. d. bantuan. dan lain-lain. Kolom Sumber dana misal: pemerintah. Kolom instansi yaitu instansi yang memberikan tunjangan. Informasi Tunjangan Informasi tunjangan diisi oleh PTK yang mendapatkan tunjangan. Mata Pelajaran / Guru Kelas Guru Kelas PAUD Guru Kelas SD/MI Guru Kelas SDLB Pendidikan Agama Islam Mata Pelajaran / Guru Kelas Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Biologi Fisika Kimia No 1 2 3 4 Kode 020 027 800 127 No 19 20 21 22 Kode 100 190 184 187 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 93 . terkait dengan data Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Kolom jenis tunjangan misal tunjangan anak/istri/suami. Lain-Lain (Catatan) Diisi jika ada hal-hal penting. Tabel referensi bidang studi/mata pelajaran (jika belum tercantum. b. Kolom sampai tahun diisi jika masa penerimaan tunjangan sudah selesai atau di abaikan jika masih menerima tunjangan. f.

Tabel referensi Keahlian Laboratorium Kode 01 02 03 05 06 Keahlian Laboratorium Laboratorium IPA Laboratorium Fisika Laboratorium Biologi Laboratorium Bahasa Laboratorium Komputer Kode 30 34 35 36 99 Keahlian Laboratorium Seni Rupa Tata Boga Tata Kecantikan Tata Busana Lainnya 94 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok .No 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Mata Pelajaran / Guru Kelas Pendidikan Agama Katholik Pendidikan Agama Kristen Pendidikan Agama Hindu Pendidikan Agama Budha Pendidikan Agama Konghucu Seni Budaya Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Bahasa Inggris Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Matematika BahasaIndonesia Kode 130 134 137 140 143 217 220 157 154 180 156 No 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 Mata Pelajaran / Guru Kelas Ekonomi Sosiologi Antropologi Geografi Sejarah Bahasa Arab Bahasa Jerman Bahasa Perancis Bahasa Jepang Bahasa Mandarin Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI) Kewirausahaan Bimbingan dan Konseling (Konselor) Kode 210 214 215 207 204 167 160 164 170 174 330 16 17 18 Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Keterampilan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 224 227 097 34 35 331 810 2.

REKAPITULASI NAMA DAN NOMOR REKENING SEKOLAH PENERIMA DANA BOS

FORMAT BOS-02
Dibuat oleh Tim Manajemen BOS Kab/Kota Dikirim ke Tim Manajemen BOS Provinsi

Kabupaten/Kota Provinsi Bank Cabang Nama Rekening (Nama Lembaga tdk boleh Rekening Pribadi) Nomor Rekening

: .............................................................. : ..............................................................

No

NSS

Nama Sekolah

Penandatangan (2 orang)

1

2

3

Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok
1. 2. 1. 2. 1. 2. 1. 2. 1. 2. 1. 2. Manajer BOS Kab/Kota ......................................... ………………………………… NIP

4

5

6

dst...

95

Formulir BOS-03

CONTOH RENCANA PENGGUNAAN DANA BOS PERIODE ..... s/d ..... Jumlah Peserta Didik :........... peserta didik Jumlah Dana BOS : Rp ..............

Rencana Penggunaan Dana BOS di Sekolah No Komponen Jumlah Dana (Rp)

Total Ketua Komite Sekolah Kepala Sekolah Bendahara

(.............................)

(.............................)

(.............................)

96

Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok

Formulir BOS-04 CONTOH LAPORAN PENGGUNAAN DANA BOS PERIODE ..... s/d ..... A. Pengeluaran No Jenis Pengeluaran Tanggal/Bulan Jumlah (Rp)

B. Pembelian Barang/Jasa Nama No Barang/Jasa yang dibeli Tanggal/ Bulan Toko/ Penyedia Jasa Jumlah (Rp)

Ketua Komite Sekolah

Kepala Sekolah

Bendahara

(.............................)

(.............................)

(.............................)

Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok

97

98 MENYELENGGARAKAN PENDIDIKAN BEBAS PUNGUTAN BAGI SELURUH SISWA LOGO PROV NAMA SD/SMP NEGERI DEPARTEMEN PENDIDIKAN & KEBUDAYAAN DINAS PENDIDIKAN PROVINSI LOGO KAB DINAS PENDIDIKAN KAB/KOTA MEMBEBASKAN PUNGUTAN BAGI SISWA MISKIN Formulir BOS-05 LOGO PROV NAMA SD/SMP SWASTA Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok DINAS PENDIDIKAN PROVINSI LOGO KAB DEPARTEMEN PENDIDIKAN & KEBUDAYAAN DINAS PENDIDIKAN KAB/KOTA .

Formulir BOS-6A LEMBAR PENCATATAN PENGADUAN MASYARAKAT 1. Keputusan/Rekomendasi: 9. RT/RW/Dusun b. Tanggal Terima Pengaduan : 3. Lokasi Kejadian a. Identitas Pengadu a. Alamat : : 2. Provinsi 4. Desa/Keluarahan c. Pelaksanaan Keputusan 10. Penyelidik : 7. Tanggal Penyelidikan Dilakukan : 6. Temuan: 8. Uraian Pengaduan: : : : : 5. Nama b. Tanggal pemberitahuan kepada Pengadu tentang keputusan/dan pelaksanaan keputusan: Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 99 . Kabupaten/Kota d.

Dokumen yang diterima: 20__ Melaporkan: UPM Prov/Kab/Kota/Sekolah.11. 100 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok .

Tindak Lanjut Saran: : 20__ Melaporkan: UPM Prov/Kab/Kota/Sekolah.Formulir BOS-06B LEMBAR PENCATATAN PERTANYAAN/KRITIK/SARAN 1. Alamat : : 2. Identitas Penanya/Pemberi Saran a. Tanggal Penerimaan Pertanyaan/Saran : 3. Nama b. Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 101 . Uraian Pertanyaan/Saran: 4. Penerima Pertanyaan/Saran 5.

.. Urut 1 I II III No.. 102 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok .1 5.2 Uraian SISA TAHUN LALU PENDAPATAN RUTIN BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) BOS Pusat BOS Provinsi BOS Kabupaten/Kota BANTUAN Dana dekonsentrasi Dana Tugas Pembantuan Dana Alokasi Khusus Lain-lain (bantuan luar negeri/hibah)* SUMBER PENDAPATAN LAINNYA 3 Jumlah 4 No... Kepala sekolah Bendahara/Penanggungjawab kegiatan ……………………... …………………….3 4 4....2 3.. …………………….Formulir BOS-K1 Diisi oleh Sekolah Dikirim ke Tim Manajemen BOS KabKota RENCANA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA SEKOLAH (RAPBS) TAHUN AJARAN …. Ketua Komite Sekolah Jumlah Penerimaan Menyetujui... ..4 5 5.. . Kode 2 1 2 3 3.1 4...... Kode 6 1 2 3 4 5 6 7 8 Uraian 7 Program Sekolah Pengembangan Kompetensi Lulusan Pengembangan standar isi Pengembangan standar proses Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan Pengembangan sarana dan prasarana sekolah Pengembangan standar pengelolaan Pengembangan standar pembiayaan Pengembangan dan implementasi sistem penilaian Jumlah 8 IV V * Sebutkan jika ada Mengetahui....1 3.3 4...... Nama Sekolah Desa/Kecamatan Kabupaten/Kota Provinsi PENERIMAAN No. NIP... NIP..2 4.

...RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH (RKAS) TAHUN AJARAN …. NIP.. Kepala sekolah …………………….. Ketua Komite Sekolah Bendahara/Penanggungjawab kegiatan …………………….. ...... Kode 2 Mengetahui.. …………………….... 103 ...... NIP. Urut 1 No... . No..... Nama Sekolah Desa/Kecamatan Kabupaten/Kota Provinsi Triwulan : : : : : Formulir BOS-K2 Diisi oleh Sekolah Dikirim ke Tim Manajemen BOS KabKota Sumber dana : BOS Uraian 3 I 5 Triwulan II 6 III 7 IV 8 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok Jumlah (dalam Rp) 4 Menyetujui......

Kode No. Bukti Uraian 1 2 Penerimaan (Debit) Pengeluaran (Kredit) Mengetahui Kepala Sekolah Bendahara Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok ( …………………………… ) NIP ( …………………………… ) NIP .104 BUKU KAS UMUM Formulir BOS-K3 Diisi oleh Bendahara Disimpan di sekolah Nama Sekolah Desa/Kecamatan Kabupaten Provinsi Saldo 7 : : : : ……………………………………… ……………………………………… ……………………………………… ……………………………………… Tanggal 3 4 5 6 No.

BUKU PEMBANTU KAS Bulan : : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… Uraian 4 5 Nama Sekolah Desa/Kecamatan Kabupaten Provinsi Penerimaan (Debit) Pengeluaran (Kredit) 6 Formulir BOS-K4 Diisi oleh Bendahara/Guru Disimpan di sekolah Tanggal 3 No. Kode No. Bendahara 1 2 Mengetahui Kepala Sekolah ( …………………………… ) NIP ( …………………………… ) NIP 105 . ……… 20…. Bukti Saldo 7 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok …….

106 BUKU PEMBANTU BANK Formulir BOS-K5 Diisi oleh Bendahara/Guru Disimpan di sekolah Nama Sekolah Desa/Kecamatan Kabupaten Provinsi Uraian 4 5 6 Bulan: : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… Penerimaan (Debit) Pengeluaran (Kredit) Saldo 7 Tanggal 3 No. Bukti 1 2 Mengetahui Kepala Sekolah ……. Kode No. Bendahara/Guru Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok ( …………………………… ) NIP ( …………………………… ) NIP . ……… 20….

Kode No.. Bukti Saldo 11 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok Penerimaan (Debit) PPh 21 PPh 22 6 7 PPh 23 8 Pengeluaran (Kredit) 10 1 2 3 Mengetahui Kepala Sekolah Bendahara Sekolah ……………………………. NIP 107 . NIP …………………………….BUKU PEMBANTU PAJAK Bulan : Formulir BOS-K6 Diisi oleh Bendahara Disimpan di sekolah Nama Sekolah Desa/Kecamatan Kabupaten Provinsi Uraian 4 PPN 5 : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… Tanggal No..

..... Kode A 1 2 3 4 5 B I 1 1... 2 2.2 4.... PERIODE TANGGAL : …………………..3. dst Pengembangan standar pembiayaan Kegiatan Rumah Tangga Sekolah..1..4 1..1. s/d …………………….. Kecamatan Pelaksanaan Uji Coba UASBN/UN Tk. Monitoring dan Evaluasi Supervisi Akademik ...2 6.1... 4 4...1.. dst Kegiatan Pengelolaan Perkantoran Penyusunan Program Ketatausahaan Pengadaan sarana Pendukung Perkantoran .2 3.3 3. dst Pengembangan standar isi Penyusunan Pembagian Tugas Guru dan Jadwal Pelajaran Penyusunan Program Tahunan Penyusunan Program Semester Penyusunan Silabus ..2 4... 3.1.3 8...1 2.1 4..........2... dst Program Ekstrakurikuler Penyusunan Program Ekstrakurikuler Pelaksanaan Ekstrakuriler Kepramukaan .1 8..1.1 7........2 8.3 8. 5.....3...4.3 5...... 3.....1... 7 7.....1.2 6..1 6. dst Uraian Kegiatan Jumlah Rutin Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pusat Provinsi Kab/Kota Bantuan Lain Sumber Pendapatan Lainnya 108 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok .. 6..3 6.1 6.2 6.........1 6..3.2 4....... dst Penyusunan Soal Ulangan Harian Ulangan Tengah Semester Ulangan Akhir Semester ......... dst Pengadaan dan Perawatan Meubelair : Meja Kursi Murid Meja Kursi guru ........2.. dst Pemeliharaan dan Perbaikan Gedung : Ruang kelas Ruang laboratorium .... dst Kegiatan Hubungan Masyarakat Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Penyusunan Leaflet .1 6.. dst...... Penerimaan terdiri dari : Saldo awal Pendapatan Rutin Bantuan Operasional Sekolah Bantuan Lain Sumber pendapatan lainnya Total Penerimaan Penggunaan Dana : Program Sekolah Pengembangan Kompetensi Lulusan Penyusunan Kompetensi Ketuntasan Minimal Penyusunan Kriteria Kenaikan Kelas Pelaksanaan Uji Coba UASBN/UN Tk...1.2 7.1.....2..1 3...1 8.1 3.1 6..2 2.3..2.. dst Pengembangan sarana dan prasarana sekolah Pengadaan......2 3...2.2.. 5 5. 6 6...3... dst Pengembangan standar pengelolaan Kegiatan Pengembangan Manajemen Sekolah Penyusunan Visi dan Misi Penyusunan Profil Sekolah .1.3.3 1. 6.2...1 5..) Nama Sekolah Kecamatan Kabupaten/Kota Provinsi : : : : Formulir BOS-K7 Diisi oleh Sekolah Dikirim ke Tim Manajemen BOS KabKota Penggunaan dana per sumber dana No.2 3...2 5.1.. Monitoring dan Evaluasi Penyusunan Program Supervisi.1 4...1 8.1 5.2.2.2 1...2 6..2.....2 5.... Kota ..4 2.... dst Pengembangan standar proses Kegiatan Pengelolaan Kegiatan Belajar Mengajar : Pengadaan Sarana Penunjang KBM (ATK KBM) Pengadaan Alat Pembelajaran (seluruh mapel termasuk OR) .... dst Kegiatan Supervisi...2..1..2 8.. 3 3.4.1 5.. Program Kesiswaan : Penyusunan Program Kesiswaan Pelaksanaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) .( Triwulan ke …..2...1 3..2 5...... 4....2 3...1......REALISASI PENGGUNAAN DANA TIAP JENIS ANGGARAN TAHUN AJARAN …………..1.........2 8.. 8 8.1 5... 5.1 7...1.. 8.... Mata Pelajaran Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah .1.2.3.......3 2.4 6..... 6.1 3.. Daya dan Jasa Konsumsi Guru / Pegawai Konsumsi Tamu .......1.2. dst Pembinaan Tenaga Kependidikan : Pembinaan Tenaga Ketatausahaan Pembinaan Tenaga Perpustakaan ..3...2....3. dst Pengembangan dan implementasi sistem penilaian Penyusunan kisi-kisi : Ulangan Harian Ulangan Tengah Semester Ulangan Akhir Semester .2 5...1 4.1 1....2 6.1...4. dst Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan Pembinaan Guru di Gugus : Peningkatan Kualitas Guru Kelas. Pemeliharaan dan Perawatan Alat Kantor/Inventaris Sekolah : Mesin Tik Stensil/ Mesin Pengganda ..2..

.....4.3 8....2 8..3..1 8.... ..... …………………………… NIP. Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok 109 ..4 8.3 8.. 8..2 8.....3 C Pelaksanaan penilaian Ulangan Harian Ulangan Tengah Semester Ulangan Akhir Semester Ulangan Kenaikan Kelas .............5....5.3 8..3.4 8........1 8..B Mengetahui Kepala Sekolah ..... …………………………… NIP. Kode 8. dst Tindak lanjut hasil Penilaian Analisis Remedial Pengayaan Penilaian lainnya Portofolio Proyek Penugasan .5......6 8...20..3. dst Inovasi Model Penilaian Workshop IHT Pelatihan Total Penggunaan Dana SISA DANA = A .2 8.3 8.....5.1 8....Penggunaan dana per sumber dana No.. Bendahara Uraian Kegiatan Jumlah Rutin Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pusat Provinsi Kab/Kota Bantuan Lain Sumber Pendapatan Lainnya Komite Sekolah ....6....6...3..6.5 8......4 8.1 8.2 8.............4.3...4..

.... .. (Nama Lengkap & Stempel) 110 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok .....................Lampiran Formulir BOS K-7 Dibuat oleh Sekolah Dikirim ke Tim Manajemen BOS Kab/Kota PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama Jabatan Alamat : …………………………………………………………………………… : Kepala Sekolah ……………………………………………………….... 1 2 3 4 Waktu Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Jumlah Penerimaan (Rp) Penggunaan (Rp) 3.000 .. Belanja Bantuan Operasional Sekolah (BOS) telah digunakan dalam rangka mendukung operasional sekolah dan tidak untuk keperluan pribadi.... Kepala Sekolah…………………..... : …………………………………………………………………………… dengan ini menyatakan bahwa: 1......... (Nama Kabupaten/Kota)............... Penggunaan Belanja Bantuan Operasional Sekolah (BOS) adalah sebagai berikut: No.20….. 2.6... Apabila dikemudian hari pernyataan ini tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya....... Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya dan bermaterai cukup untuk dipergunakan sebagaimana mestinya........ saya bersedia dikenakan sanksi administrasi dan/atau dituntut ganti rugi dan/atau tuntutan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. Materai Rp.......

. 111 .... NIP. 12 telah terpenuhi Jumlah Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok …………………….8 Pengembangan Kompetensi Lulusan Pengembangan standar isi Pengembangan standar proses Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan Pengembangan sarana dan prasarana sekolah Pengembangan standar pengelolaan Pengembangan standar pembiayaan Pengembangan dan implementasi sistem penilaian Menyetujui. s/d ……………………...d... 1.... Nama Sekolah : Desa/Kecamatan : Kab/Kota Provinsi : : No.6 1.. Urut Program/Kegiatan Pengembangan Perpustakaan Kegiatan penerimaan siswa baru Kegiatan Kegiatan pembelajaran dan ulangan eskul siswa dan ujian Penggunaan Dana BOS Pembelian Langganan Perawatan Pembayaran honorarium bulanan Pengembangan bahan habis daya dan jasa sekolah guru honorer dan tenaga profesi guru pakai kependidikan honorer Membantu siswa miskin Pembiayaan pengelolaan BOS Pembelian perangkat komputer Biaya lainnya jika komponen 1 s...1 1.7 1..2 1....4 1.. NIP.Formulir BOS-K7a Diisi oleh Sekolah Dikirim ke Tim Manajemen BOS KabKota REKAPITULASI REALISASI PENGGUNAAN DANA BOS PERIODE TANGGAL : …………………....) Tahun ...3 1............ .. Kepala sekolah Bendahara/Penanggungjawab kegiatan …………………….5 1. ...( Triwulan ke …..

. Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok ……………………...................................... No..112 BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) Formulir BOS-K8 Dibuat oleh Tim Manajemen BOS Kab/Kota Disampaikan kepada Tim Manajemen BOS Provinsi REKAPITULASI LAPORAN PENGGUNAAN DANA KABUPATEN/KOTA ............. Urut Nama Sekolah Pengembangan Perpustakaan Kegiatan penerimaan siswa baru Kegiatan Kegiatan pembelajaran dan ulangan eskul siswa dan ujian Penggunaan Dana Pembelian Langganan Perawatan Pembayaran honorarium bulanan Pengembangan bahan habis daya dan jasa sekolah guru honorer dan tenaga profesi guru pakai kependidikan honorer Membantu siswa miskin Pembiayaan pengelolaan BOS Pembelian perangkat komputer Biaya lainnya jika komponen 1 s..........d....................... PROVINSI .............................. NIP........ 12 telah terpenuhi Jumlah Ketua Tim BOS Kab/Kota ..... TAHUN ......... ...........................

e) Rp .................................b) Rp .............................. Rp ..... .................................... TAHUN ........ Kebutuhan Riil Jumlah dana yang ditransfer oleh BUD ke sekolah (Rp) SD 7 SMP 8 No Kabupaten/Kota Jumlah siswa SD 3 SMP 4 SD 5 = (3 x Unit Cost) Jumlah dana SMP 6 = (4 x Unit Cost) 1 2 Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok Total (a) (b) (c) Rp ..... Selisih kurang : jika dana di KUD lebih kecil dari kebutuhan riil Total ( g = a + b ........Formulir BOS-K9 Dibuat oleh Tim Manajemen BOS Provinsi Disampaikan kepada Tim Manajemen BOS Pusat LAPORAN REALISASI PENYERAPAN DANA BOS UNTUK DAERAH NON TERPENCIL PROVINSI ................a ............ . (e) (d) Jumlah dana yang ada di KUD Sisa dana periode sebelumnya Transfer KUN ke KUD periode ini Total dana yang ada di KUD Selisih Lebih : jika dana di KUD lebih besar dari kebutuhan riil Total ( f = e .... TRIWULAN : .......... NIP... Kepala Dinas Pendidikan Provinsi 113 .......... Rp .......................

.... Rp ...................... ....................................114 Formulir BOS-K9a Dibuat oleh Tim Manajemen BOS Provinsi Disampaikan kepada Tim Manajemen BOS Pusat LAPORAN REALISASI PENYERAPAN DANA BOS UNTUK DAERAH TERPENCIL PROVINSI ............... Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok .. TRIWULAN : ..................b) Rp . Kebutuhan Riil Jumlah dana yang ditransfer oleh BUD ke sekolah (Rp) SD 7 SMP 8 No Kabupaten/Kota Jumlah siswa SD 3 SMP 4 SD 5 = (3 x Unit Cost) SMP 6 = (4 x Unit Cost) Jumlah dana 1 2 Total (a) (b) (c) (d) Jumlah dana yang ada di KUD Sisa dana periode sebelumnya Transfer KUN ke KUD periode ini Total dana yang ada di KUD Rp ................................ Selisih kurang : jika dana di KUD lebih kecil dari kebutuhan riil Total ( g = a + b .... (e) Selisih Lebih : jika dana di KUD lebih besar dari kebutuhan riil Total ( f = e .. NIP.................................a ... Rp ...e) Rp .............. TAHUN ........ .......

..BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) REKAPITULASI LAPORAN PENGGUNAAN DANA PROVINSI .......................... NIP...... Formulir BOS-K10 Dibuat oleh Tim Manajemen BOS Provinsi Disampaikan kepada Tim Manajemen BOS Pusat No..... . Urut Kabupaten/Kota Pengembangan Perpustakaan Kegiatan penerimaan siswa baru Kegiatan Kegiatan pembelajaran dan ulangan eskul siswa dan ujian Penggunaan Dana Pembelian Langganan Perawatan Pembayaran honorarium bulanan bahan habis daya dan jasa sekolah guru honorer dan tenaga pakai kependidikan honorer Pengembangan profesi guru Membantu siswa miskin Pembiayaa n pengelolaa Pembelian perangkat komputer Biaya lainnya jika komponen 1 s............... 115 .............................. Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok …………………….............. TAHUN .....d.... 12 telah terpenuhi Jumlah Ketua Tim BOS Provinsi ..........

.... ..............n Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok .... Dana yang tersedia di KUD SD SMP SD SMP SD Kebutuhan Riil Lebih/Kurang Salur SMP No Provinsi Total a............................................... NIP............ TAHUN ............................. ..116 Formulir BOS-K11 Dibuat oleh Tim Manajemen BOS Pusat Disampaikan kepada Menteri REKAPITULASI LEBIH/KURANG ALOKASI DANA BOS UNTUK DAERAH NON TERPENCIL TRIWULAN : .

............ 117 ..... NIP......... ....................................................n Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar ..... Dana yang tersedia di KUD SD SMP SD SMP Kebutuhan Riil Lebih/Kurang Salur SD SMP Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok No Provinsi Total a...............Formulir BOS-K11a Dibuat oleh Tim Manajemen BOS Pusat Disampaikan kepada Menteri REKAPITULASI LEBIH/KURANG ALOKASI DANA BOS UNTUK DAERAH TERPENCIL TRIWULAN : ......... TAHUN ......

12 telah terpenuhi Jumlah Direktur Jenderal Pendidikan Dasar ......118 BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) Formulir BOS-K12 Dibuat oleh Tim Manajemen BOS Pusat Disampaikan kepada Menteri REKAPITULASI LAPORAN PENGGUNAAN DANA TAHUN ..... No..........d.. Hindarkan dan jauhkan sekolah dari asap rokok MOHAMMAD NUH ........................ Urut Provinsi Pengembangan Perpustakaan Kegiatan penerimaan siswa baru Kegiatan Kegiatan pembelajaran dan ulangan eskul siswa dan ujian Penggunaan Dana Pembelian Langganan Perawatan Pembayaran honorarium bulanan Pengembangan bahan habis daya dan jasa sekolah guru honorer dan tenaga profesi guru pakai kependidikan honorer Membantu siswa miskin Pembiayaa n pengelolaa Pembelian perangkat komputer Biaya lainnya jika komponen 1 s.... NIP....... .............. MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA.....................

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful