Anda di halaman 1dari 16

WBS

(Work Breakdown Structure)

CARA EFEKTIF MELENGKAPI TUGAS MANAJEMEN DALAM MENGELOLA PROYEK

DOSEN : RIMA LIANA GEMA, M.KOM

Definisi WBS
Prinsip dasar dari Work Breakdown Structure (WBS) adalah

pemecahan atau pembagian pekerjaan ke dalam bagian yang lebih kecil (sub-kegiatan).
WBS merupakan proses hirarki yang membagi keseluruhan proyek

atau pekerjaan ke dalam bagian-bagian yang spesifik (elemenelemen pekerjaan yang lebih kecil) sesuai dengan model pengembangan PL
WBS ditampilkan dalam bentuk gambar/grafik tentang hierarki

proyek

Peranan WBS dalam Proyek PL


Alasan mengapa WBS dibutuhkan : Membantu dalam pengawasan dan peramalan biaya, jadwal, dan informasi mengenai produktifitas yang meyakinkan anggota manajemen proyek sebagai dasar untuk membuat perundingan. Bisa membantu semua anggota untuk lebih mengerti tentang proyek selama tahap awal
Manfaat sebuah proyek yang memiliki Work Breakdown Structure (WBS): Mengurangi kompleksitas sebuah proyek. Fasilitas penjadwalan dan pengendalian dari sebuah proyek. Penyusunan anggaran. Perencanaan manajemen risiko. Estimasi biaya Identifikasi dari sebuah aktifitas.

Urutan Pembuatan WBS

Project Scope

Phases

Work Unit

Task

Berbagai Bentuk WBS

Berbagai Bentuk WBS

Berbagai Bentuk WBS

Contoh contoh WBS ProyekPerangkat Lunak

Studi Kasus
Suatu proyek pengembangan PL menggunakan

metodologi Linear Sequential Model (LSM) dalam penyelesaiaannya. Buatkan WBS-nya, jika proyek diawali dengan persiapan dan diakhiri dengan penyerahan hasil. Solusi : Asumsi : persiapan adalah kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan, isinya proposal dan perjanjian. Tahapan LSM : investigasi awal, analisis, perancangan, konstruksi, dan implementasi

Pembagian Fase / Phase


Fase 1 : Persiapan
Fase 2 : Analisis Kebutuhan Fase 3 : Perancangan Fase 4 : Konstruksi Fase 5 : Implementasi

Uraian Kegiatan Fase 1 : Investigasi Awal

1 Investigasi Awal 1.1 Pembuatan proposal 1.2 Penandatanganan proyek

Uraian Kegiatan Fase 2 : Analisis Kebutuhan

2 Analisis Kebutuhan 2.1 Survey & Pengumpulan Dokumen (Data & Informasi) 2.2. Identifikasi Kebutuhan Pengguna PL 2.2 Identifikasi Kebutuhan Fungsi 2.3 Kebutuhan Antarmuka 2.4 Pemodelan PL

Uraian Kegiatan Fase 3 : Perancangan

3 Perancangan

3.1 Perancangan awal 3.2 Perancangan detil


3.3 Konfirmasi perancangan 3.4 Laporan deskripsi perancangan

Uraian Kegiatan Fase 4 : Konstruksi

Konstruksi
4.1 Pemrograman (coding) 4.2 Uji program

4.3 Uji sistem