Anda di halaman 1dari 44

BAB IV ANALISIS

Pada bab ini, akan dibahas mengenai analisis dari berbagai aspek untuk mendukung perancangan Apartemen ini agar kenyamanan serta kebutuhan istirahat pengguna bangunan tersebut dapat terpenuhi, khususnya para Penghuni. Aspek-aspek tersebut, diantaranya aspek manusia, bangunan, dan lingkungan. IV.1 Analisa Aspek Manusia IV.1.1 Analisa Fungsi Apartemen Fungsi sebuah unit apartemen pada umumnya sama dengan fungsi rumah yang terdapat pada suatu komplek perumahan, yaitu sebagai hunian yang dapat disinggahi keluarga kecil, keluarga besar, ataupun lajang. Dengan keterbatasannya dan mahalnya lahan di tengah kota dan pengefisiensi asepk-aspek yang ada, makan terwujudlah hunian vertikal sebagai pengganti hunian berupa rumah ditengah kota. Perwujudan akan penciptaan ruang-ruang yang nyaman akan menjadi salah satu fungsi dari apartemen ini nantinya. Fungsi lain, dengan keberadaannya hunian apartemen ditengah kota ini dapat menjadi alternative hunian bagi para masyarakat urban yang memiliki aktivitas rutin di ibukota, sehingga akan mengurangi dampak kemacetan bila mereka tinggal dekat dengan kantor atau kampus. Dan telah menjadi life style bagi suatu kalangan untuk bertempat tinggal di apartemen. IV.1.1A Klasifikasi Apartemen Berdasarkan Tipe Pengelolaan Berdasarkan tipe pengelolaannya apartemen yang akan dirancang masuk dalam kategori apartemen perseorangan (Condominium), yang dimana menyesuaikan dengan tingkat sosio yang akan menempati apartemen ini adalah berasal dari kalangan menengah keatas sehingga apartemen ini dapat dimiliki menjadi milik perseorangan. Dimana untuk biaya perawatan dan pelayanan mereka membayar pada pengelola apartemen. IV.1.1B Klasifikasi Apartemen Berdasarkan Lokasi

Sedangkan dalam perancangan aparetemen ini dengan ditinjau dari lokasi yang berada di tengah kota dan dengan ditinjau dari peruntukan dan kebutuhan masyarakat urban, sehingga apartemen ini masuk dalam klasifikasi City apartemen yang berdefinisi apartemen yang berada ditengah kota untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kota.

IV.1.1C Klasifikasi Apartemen berdasarkan Jenis dan Besar Bangunan Jika berdasarkan jenis dan besarnya bangunan, jenis apartemen yang dipilih dalam perancangan apartemen ini adalah apartemen kelas high rise, apartemen dengan ketinggian bangunan 15 lantai sehingga konsentrasi pada kemewahan dan fasilitas penghuni lebih terfokuskan.

IV.1.1D Klasifikasi Apartemen berdasarkan Tipe Unit Ditinjau dari target penghuni yaitu berasal dari kalangan menengah keatas, maka untuk klaasifikasi tipe unit yang ada dalam perancangan ini adalah tipe 1 hingga 3 kamar dengan tipe hunian loft dikarenakan pola perumahan yang terdapat di Indonesia merupakan rumah 2 lantai dengan halaman hijau dibelakang rumah. Dan perbandingan rasio banyaknya tipe unit, ditinjuau dari lokasi yang merupakan wilayah yang dekat dengan daerah bisnis, sehingga rasio tipe unit terbanyak adalah studio, menjadi 50:35:15. Dan 35% untuk tipe dua ruang tidur dan 15% untuk 3 ruang tidur.

IV.1.1E Klasifikasi Apartemen berdasarkan Tujuan Pembangunan Apartemen yang hanya dipakai oleh kalangan tertentu saja, dan biasanya dimiliki suatu perusahaan atau instansi yang dipergunakan oleh para pegawai maupun tamu yang berhubungan dengan pekerjaan.

IV.1.1F Klasifikasi Apartemen berdasarkan Penghuni Dan dari klasifikasi berdasarkan penghuni, apartemen ini mengarah pada : Apartemen Keluarga

Apartemen ini dihuni oleh keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anaknya. terdiri dari 2 hingga 4 kamar tidur, belum termasuk kamar tidur pembantu yang tidak selalu ada. Biasanya dilengkapi dengan balkon untuk interaksi dengan dunia luar. Apartemen Lajang

Apartemen ini dihuni oleh pria atau wanita yang belum menikah dan biasanya tinggal bersama teman. Mereka menggunakan apartemen sebagai tempat tinggal, bekerja, dan beraktivitas lain diluar jam kerja.

IV.1.1G Klasifikasi Apartemen berdasarkan Jumlah lantai per Unit Pengklasifikasian apartemen yang terdapat pada apartemen ini adalah duplex untuk unit dua ruang tidur dan tiga ruang tidur, sedangkan untuk unit dengan satu ruang tidur memiliki jenis simpleks.

IV.1.2 Analisa Kelas Apartemen Sasaran utama apartemen ini adalah para masyarakat kota menengah keatas, sehingga perancangan apartemen ini diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan penghuni dengan tingkat sosio ke atas yang dengan memiliki konsep green building dengan pengefisienan energi sebagai konsep dari bangunan ini. Dengan konsentrasi utamanya adalah pemenuhan kebutuhannya bukan dari nilai ekonomisnya, sehingga biaya tidak terlalu menjadi masalah. Karena itu desain apartemen ini akan mendekati permasalahan berdasarkan perilaku penggunanya, tuntutan dan kebutuhannya. IV.1.3 Analisa Pengguna Bangunan Pelaku kegiatan : Penghuni Manager Staff Cleaning service Security Masyarakat umum sbg pengunjung

Alur Kegiatan 1. Penghuni

Pengguna utama dari apartemen ini adalah para penghuni apartemen. Apartemen ini merupakan hunian bagi masyarakat kota yang memiliki aktivitas harian ditengah kota, dengan fungsi bangunan yang sama dengan hunian yang kebanyakan berada pada perumahan, aktivitas harian para penghuni pun sama dengan aktivitas yang tinggal di perumahan.
4.1 Tabel Kegiatan, Lokasi dan Kebutuhan dalam Unit

Pelaku Penghuni

Kegiatan Tidur. Tidur. Istirahat. Mandi. Gosok gigi. Buang air. Makan. Makan bersama. Mengobrol. Berkumpul Bersantai Mengobrol Menonton TV Masak Menyiapkan makan Masuk unit Melepas sepatu Mencuci Bersih-bersih Menyetrika Menyimpan barang Melihat pemandangan Bersantai

Lokasi Ruang Tidur

Kebutuhan Nyaman, bersih, tidak sesak, luas Bersih, mudah dicapai, kapasitas cukup

Kamar mandi

R. Makan

Bersih, intim, nyaman, tidak sesak Luas, nyaman, terang alami,bersih, intim Bersih, nyaman, cukup luas, kelengkapan sesuai kebutuhan Bersih

R. Keluarga

Pantry

Foyer

R. service

Gudang

Bersih, nyaman, kelengkapan sesuai kebutuhan, letak disesuaikan fungsi Luasan cukup, lokasi terpencil Bersih, aman, strategis, tidak sesak, mudah dicapai

Balkon

4.2 Tabel Kegiatan, Lokasi dan Kebutuhan di luar Unit

Pelaku Penghuni

Kegiatan Parkir Kendaraan

Lokasi Parkir Basement

Kebutuhan Luas, mudah dicapai, kapasitas memadai,

aman Olah raga Fitness Fitness center Bersih, mudah dicapai, kapasitas cukup, kelengkapan sesuai kebutuhan Bersih, kapasitas cukup Bersih, kapasitas cukup, Bersih, luas sesuai kapasitas penghuni Bersih, kapasitas cukup Bersih, kapasitas cukup,

Bilas Ganti pakaian

R. bilas R. ganti

Olah raga Berenang Bilas Ganti pakaian

Kolam renang R. bilas R. ganti

Relaksasi Spa Sauna Therapy Massage Bersantai Bermain bilyar Bermain catur Nonton bersama Membaca Anak-anak bermain Masuk apartemen

Spa Luas, nyaman, bersih,

R. bermain/ Lounge

Bersih, nyaman, cukup luas, kelengkapan sesuai kebutuhan , kapasitas cukup Bersih, luas, kapasitas cukup, permainan yang cukup dan aman Luas, terdapat di dekat pintu utama dan pintu akses samping, aman, nyaman, mewah Bersih, nyaman, mudah diakses, kelengkapan sesuai dengan kebutuhan, terkena matahari langsung

Play ground

Lobby 1

Sakit

Poliklinik

2. Manager (pengelola) Manager atau pengelola bangunan adalah penangung jawab dari keberlangsungannya segala sistem yang ada pada apartemen ini, dari pelayanan (service) hingga keadaan sistem bangunan. Tapi itu semua dibantu oleh staff yang menangani tiap-tiap divisi sesuai dengan kemampuan, pendidikan dan pengalaman mereka.
4.3 Tabel Kegiatan, Lokasi dan Kebutuhan Manager

Pelaku Manager

Kegiatan Parkir kendaraan Bekerja

Lokasi Parker basement

Kebutuhan Luas, mudah dicapai, kapasitas memadai, aman Bersih, nyaman, cukup luas, kelengkapan sesuai kebutuhan Bersih, intim, nyaman,

R. kerja

Makan. Makan bersama. Mengobrol. Buang air

Restaurant

Kamar mandi

Bersih, nyaman, dalam ruangan kerja Bersih, nyaman,kapasitas cukup, kelengkapan sesuai kebutuhan

Rapat Memimpin rapat

Ruang rapat

3. Staff ( per divisi ) Staff bekerja sesuai dengan divisi yang dipegangnya masing-masing, dan sebagai penanggung jawab dari tiap divisi ini terdapat kepala divisi yang mengontrol kerja para bawahannya. Yang masuk dalam kategori staff ini adalah yang menangani sistem pelayanan apartemen, menangani sistem bangunan atau perawatan dari bangunan, dan resepsionis.
4.4 Tabel Kegiatan, Lokasi dan Kebutuhan Staff

Pelaku Staff

Kegiatan Parkir kendaraan Bekerja

Lokasi Parker basement

Kebutuhan Luas, mudah dicapai, kapasitas memadai, aman Bersih, nyaman, cukup luas, kelengkapan sesuai kebutuhan Luas, terdapat di dekat pintu utama dan pintu akses samping, aman, nyaman, mewah Bersih, nyaman,sesuai kapasitas Bersih, nyaman, dalam ruangan kerja Mudah dicapai, kapasitas cukup, aman,

R. kerja

Bekerja

Lobby

Istirahat Tidur Buang air

R. tidur Kamar mandi

Administrasi

Management office

fasilitas memadai.

Perawatan

Gudang R. Kontrol

Bersih, mudah dicapai, aman

Rapat

Ruang rapat

Bersih, nyaman,kapasitas cukup, kelengkapan sesuai kebutuhan

4. Cleaning service Cleaning service adalah pekerja yang menangani kebersihan, perawatan dan pelayanan dari apartemen ini.
4.5 Tabel Kegiatan, Lokasi dan Kebutuhan Cleaning Service

Pelaku Cleaning service

Kegiatan Parkir kendaraan Menyimpan barang Mengganti pakaian Istirahat Bekerja Makan. Makan bersama. Mengobrol. Istirahat Tidur Buang air

Lokasi Parker basement

Kebutuhan Luas, mudah dicapai, kapasitas memadai, aman Bersih, nyaman, cukup luas, kelengkapan sesuai kebutuhan

R. loker R. ganti

R..santai Pantry Janitor Kantin staff

Bersih, sesuai kapasitas Kapasitas cukup Bersih, nyaman, sesuai kapasitas Bersih, nyaman,sesuai kapasitas Bersih, nyaman, dalam ruangan kerja Bersih, mudah dicapai, aman

R. tidur Kamar mandi

Perawatan Menyimpan barang

Gudang R. Kontrol

5. Security Security bekerja sebagai penanggung jawab dari keamanan apartemen dan juga fasilitas penunjang lainnya.
4.6 Tabel Kegiatan, Lokasi dan Kebutuhan Security

Pelaku Security

Kegiatan Parkir kendaraan Menyimpan barang Mengganti pakaian Istirahat Bekerja Makan. Makan bersama. Mengobrol. Istirahat Tidur Buang air

Lokasi Parker basement

Kebutuhan Luas, mudah dicapai, kapasitas memadai, aman Bersih, nyaman, cukup luas, kelengkapan sesuai kebutuhan

R. loker R. ganti

R..santai Pantry Janitor Kantin staff

Bersih, sesuai kapasitas Kapasitas cukup Bersih, nyaman, sesuai kapasitas Bersih, nyaman,sesuai kapasitas Bersih, nyaman, dalam ruangan kerja Bersih, aman

R. tidur Kamar mandi

Mengawasi ruang

R. CCTV R. Kontrol

6. Masyarakat umum / Pengunjung Masyarakat umum disini dimaksudkan hanya pengunjung dari apartemen ini, bukanlah penghuni bangunan ini. Karena apartemen ini memiliki fasilitas penunjang yang memiliki sifat yang umum maka dari pihak apartemen memberi keleluasaan bagi para pengunjung untuk menikmati beberapa fasilitas dan penunjang bangunan karena akan menghasilkan pendapatan pula. Tetapi walaupun memiliki kebebasan untuk menjangkau beberapa daerah di sekitar apartemen, apartemen ini tetap memiliki zona

privat bagi para penghuninya yang tidak bisa diakses dengan mudah bagi para pengunjung. Kegiatan yang dapat dilakukan oleh pengunjung, juga dapat dilakukan oleh penghuni apartemen.
4.7 Tabel Kegiatan, Lokasi dan Kebutuhan Pengunjung dan Penghuni

Pelaku Pengunju ng Penghuni

Kegiatan Parkir Kendaraan

Lokasi Parkir Basement Parkir luar

Kebutuhan Luas, mudah dicapai, kapasitas memadai, aman Luas, nyaman, lengkap

Rekreasi / bersantai Menga mbil uang Membel i obat Belanja keperluan Makan Makan Bersantai Berkumpul Mengobrol Hang out Makan Minum kopi Masuk apartemen

Mall

ATM Drug store Super market Food court Restauran

Coffe shop Caf

Nyaman, memiliki view langsung keluar, semi outdoor

Lobby

Luas, terdapat di dekat pintu utama dan pintu akses samping, aman, nyaman, mewah

IV.1.4 Skema Organisasi Ruang a. Organisasi ruang makro


Gambar 4.1 Organisasi ruang makro

Mushola

WC

WC

b.

Organisasi ruang unit


Gambar 4.2 Organisasi ruang mikro

c.

Organisasi ruang fitnes


Gambar 4.3 Organisasi ruang fitnes

d.

Organisasi ruang lounge


Gambar 4.4 Organisasi ruang Lounge

e.

Organisasi swimming pool


Gambar 4.5 Organisasi ruang kolam renang

f.

Organisasi ruang spa


Gambar 4.6 Organisasi ruang spa

g. Organisasi ruang poliklinik


Gambar 4.7 Organisasi ruang poloklinik

h. Organisasi ruang caf dan coffee shop


Gambar 4.8 Organisasi ruang caf dan coffe shop

Sangat Erat

Memiliki hubungan ruang yang sangat dekat (fungsi sejenis, fungsi berkaitan), akses dan pencapain sangat mudah Memiliki hubungan ruang yang terjangkau (berbeda fungsi),

Erat Cukup Erat

akses dan pencapaian mudah Memiliki hubungan ruang yang tidak langsung namun saling berkaitan, akses dan pencapaian cukup mudah

Tidak Ada Hubungan

Tidak memiliki hubungan ruang yang khas, akses dan pencapaian sulit

IV.1.5 Analisis kebutuhan ruang dan luasnya IV.1.5a Program Ruang


4.8 Tabel Program Ruang Indoor Ruang Sifat Ruang Standar Ruang (m) Kapasitas (orang) Luasan (m) Jumlah Ruang Luas Total Sumber

Unit A - Foyer - R. Keluarga - Balkon - R. Makan - R. Tidur - K. Mandi - Pantry - R. Servis - Gudang Unit B - Foyer - R. Keluarga - Balkon - R. Makan - R. Tidur Utama - KM utama

Privat

-------1.5 m2/org 9 m2/org 3 m2/org 4 m2/org 8 m2/org 5 m2/org 3 m2/org 4 m2/org 3 m2/org

2 orang 2 orang 2 orang 2 orang 2 orang 2 orang 1 orang 2 orang 1 orang 1 orang 4 orang 2 orang 4 orang 3 orang 3 orang 2 orang 1 orang 1 orang 1 orang 2 orang 1 orang 1 orang 1 orang 1 orang

80 m2 3 m2 18 m2 6 m2 8 m2 16 m2 5 m2 6 m2 4 m2 3 m2 150 m2 3 m2 36 m2 9 m2 15 m2 16 m2 5 m2 8 m2 5 m2 10 m2 5 m2 4 m2 6 m2 3 m2

50 Unit 1 Ruang 1 Ruang 1 Ruang 1 Ruang 1 Ruang 1 Ruang 1 Ruang 1 Ruang 1 Ruang 46 Unit 1 Ruang 1 Ruang 1 Ruang 1 Ruang 1 Ruang 1 Ruang 1 Ruang 1 Ruang 1 Ruang 1 Ruang 1 Ruang 1 Ruang 1 Ruang

4000 m2 3 m2 18m2 6 m2 8 m2 16 m2 5 m2 6 m2 4 m2 3 m2 6900 m2 3 m2 36 m2 9 m2 15 m2 16 m2 5 m2 8 m2 5 m2 10 m2 5 m2 4 m2 6 m2 6 m2 NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD

Privat

-------1.5 m2/org 9 m2/org 3 m2/org 5 m2/org 8 m2/org 5 m2/org 8 m2/org

- R. Tidur 5 m2/org - K. Mandi 5 m2/org - Pantry 5 m2/org - R. Servis 4 m2/org - Gudang 6 m2/org - RT Pembantu 3 m2/org - KM Pembantu Sirkulasi/ tangga 20 % x 125 = 25 Unit C Privat -------5 orang 180 m2 25 Unit 150 m2 4500 m2

- Foyer - R. Keluarga - Balkon - R. Makan - R. Tidur Utama - KM utama

1.5 m2/org 9 m2/org 3 m2/org 5 m2/org 8 m2/org 5 m2/org 8 m2/org

2 orang 5 orang 3 orang 4 orang 2 orang 1 orang 1 orang 1 orang 1 orang 2 orang 1 orang 1 orang 1 orang 1 orang

3 m2 45 m2 9 m2 20 m2 16 m2 5 m2 8 m2 8 m2 5 m2 10 m2 5 m2 4.5 m2 6 m2 3 m2

1 Ruang 1 Ruang 1 Ruang 1 Ruang 1 Ruang 1 Ruang 1 Ruang 1 Ruang 1 Ruang 1 Ruang 1 Ruang 1 Ruang 1 Ruang 1 Ruang

3 m2 45 m2 9 m2 20 m2 16 m2 5 m2 8 m2 8 m2 5 m2 10 m2 5 m2 4 m2 6 m2 6 m2

NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD

- R. Tidur 1 8 m2/org - R. Tidur 2 5 m2/org - K. Mandi 5 m2/org - Pantry 5 m2/org - R. Servis 4 m2/org - Gudang 6 m2/org - RT Pembantu 3 m2/org - KM. Pembant u Sirkulasi/ tangga 20 % x 150 = 30 Fitnes Center - Lobby - Front desk 10 m /unit - R. Fitness 3 m2/alat - R. Loker 16 m /unit - R. Ganti - Shower - WC - Sauna R.Senam/Yoga 0.9 m2/unit 1,5 m2/org 1.25 m2/org 0.9 m2/org 1 orang 1 orang 1 orang 6 orang 10 orang 7.2 m2 15 m2 6 m2 5.4 m2 80 m2 15 m2 8 unit 10 ruang 4 ruang 2 ruang 1 Ruang 1 ruang 7.2 m2 15 m2 7,5 m2 10.8 m2 80 m2 15 m2 NAD NAD NAD NAD NAD NAD
2 2

NAD 180 m2 -------9 m2 10 m2 90 m2 26 m2 -------1 Ruang 1 unit 1 Ruang 2 unit 359,4m2 9 m2 10 m2 90 m2 32 m2 NAD NAD NAD NAD

Semi Public

-------0.65-0.9 m2/org

-------10 orang 2 orang 30 Alat 2 Unit

- Gudang

80 m2/unit 12-20 m2/unit Sirkulasi 30% x 276,50 = 82,95 359,45 m2 676 m2 0.9 m2/org 40 m2/unit 60 m2/unit 2 m2/org 0.9 m2/unit 16 m2/unit 1.25 m2/org 0.9 m2/org 1,5 m2/unit 12-20 m2 Sirkulasi 30% x 520= 156 676 m2 536 m2 4 m2 /org 8 m2 /org 0.65-0.9 m2/org 0.6x1.2 m2/furn 20 m2 4 orang 1 orang 60 orang 15 orang 10 orang 240 m2 120 m2 9 m2 1 ruang 1 ruang 1 ruang 240 m2 120 m2 20 m2 10 orang 2 orang 4 orang 2 orang 1 orang 2 Unit 1 orang 3 orang 1 orang 9 m2 240 m2 180 m2 4 m2 5.4 m2 16 m2 5 m2 2.7 m2 1,5 m2 15 m2 1 ruang 6 ruang 3 ruang 6 ruang 4 unit 2 unit 4 ruang 2 ruang 4 ruang 1 ruang 9 m2 240 m2 180 m2 24 m2 5.4 m2 32 m2 5 m2 5.4 m2 4.5 m2 15 m2

NAD

Spa - Lobby - R. Pijat single - R. pijat couple - Whirlpool room - Chilledpool room - Locker - R. Ganti

Semi Publik

NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD

- Sauna - WC - Gudang

Lounge - Area Duduk - Area Permainan - Area Buku dan majalah

Semi publik

Asumsi Asumsi NAD

12 m2 20 m2 6 m2 1 ruang 2 ruang 20 m2 12 m2 Asumsi NAD

- Pantry WC: 1,6 m2

- Toilet

Washbas in: 0,6 m2 Urinal: 0,9 m2

1 orang 1 orang

Sirkulasi 30% x 412= 123 Klinik - R. Periksa - R. Dokter 12 m - R. Physio 12 m - Gudang Pengobatan Lobby Apartemen - Entrance Hall - Receptionist - Security 2 m2/ org - R. Tunggu - Toilet 1,2 m2/orang 15 m2/org 12 m2 WC: 1,6 m2 Washbas in: 0,6 m2 Urinal: 0,9 m2 Sirkulasi 30% x (8 m2 + 2,4 m2 + 1,8 m2 ) 1 orang 1 orang 1 orang 1 orang 1 orang 15 m2 12 m2 1,6 m2 0,6 m2 0,9 m2 1 Ruang 1 Ruang 5 Ruang 4 Ruang 2 Ruang 15 orang 18 m2 1 Ruang publik
2 2

536 m2 -------50 m2 12 m2 12 m2 20 m2 -------50 m2 6 m2 4 m2 -------1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang -------1 Ruang 1 Ruang 1 Ruang 94 m2 50 m2 12 m2 12 m2 20 m2 120,8m2 50 m2 6 m2 4 m2 18 m2 15 m2 12 m2 8 m2 2,4 m2 1,8 m2 3,66 m2 NAD Asumsi NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD

Semi publik

-------10 m /org
2

-------5 orang 1 orang 1 orang --------

12-20 m --------

-------50 orang 3 orang

1 m /orang
2

Asumsi: 2 m2/org

2 orang

120,86 m2 810 m2 25 m2 NAD

Area Pengelola - Lobby

privat

-------25

-------1 orang

-------25 m2

-------1 ruang

- R. Manager - R. SDM - R. Marketing - R. Humas - R. Sekretaris - R.Finance - R. Administrasi - R. Arsip - R. Rapat - R. Tamu - R. Istirahat - R.Pantry - R. Penanggung Jawab Harian - R. Toilet

m2/org 25 m2/org 25 m2/org 25 m2/org 25 m2/org 15 m2/org -------Asumsi 12 m2 2 m2/org

1 orang 1 orang 5 orang 2 orang 1 orang 5 orang -------55 orang 5 orang -------10 orang 3 orang

25 m2 25 m2 125 m2 50 m2 15 m2 -------12 m2 110 m2 10 m2 5%x549 40 m2 12 m2 16 m2 0,9 m2

1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 4 ruang

25 m2 125 m2 50 m2 15 m2 125 m2 12 m2 110 m2 10 m2 24,75m2 40 m2 12 m2 16 m2 3,6 m2 3,72 m2

NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD NAD

2 m2/org 1 orang 5% dari kantor 4 m2/org 16 m2/org WC: 1,6 m2 Washbas in: 0,6 m2 Urinal: 0,9 m2 Sirkulasi 30% x 623= 187 810 m2 -------1 ruang 3627m2 350 m2 Asumsi 1 orang 1 orang 1 orang

Food Station - Super Market

-------Asumsi 350 m2

--------

-------350m2

- ATM Tanent

8 m2 120 m2

2 ruang 14 ruang

16 m2 1680 m2

Survey Asumsi

1(resto) - Tanent 2(caf) - Plaza - Musholla R. Shalat Tempat Wudhu - Toilet

54 m2 400 m2 20m x 5m 100 m2 1,25 m2/org 0.9 m2/org WC: 1,6 m2 Washbas in: 0,6 m2 Urinal: 0,9 m2 Sirkulasi 30% x2790= 837 15 orang 4 orang 1 orang 1 orang 1 orang 0.9 m2 6,25 m2 4,5 m2 1,6 m2 0,6 m2 0,9 m2

4 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 2 ruang 1 ruang 1 ruang 5 ruang 5 ruang

216 m2 400 m2 100 m2 6,25 m2 4,5m2 8 m2 3 m2 9 m2 6 m2

Asumsi Survey Survey NAD NAD NAD

3627 m2 -------1 ruang 849 m2 31,25m2 30 m2 NAD Asumsi NAD NAD NAD Asumsi Survey Survey Survey Survey Survey NAD Asumsi Asumsi

Area Service - R.Staff R. Ganti Staff R. Istirahat Loker R. Tidur Pantry - R. Operator Tlp - R. Mesin AC - R. Genset - R. Trafo - R. Panel - R. Pompa - Workshop

-------1,25 m2/org Asumsi3 0m2 2 m2/org 0,125 m2/org Asumsi1 5m2 48 m


2

-------25 orang

-------31,25 m2

25 orang 30 m2 5 orang 10 m2 25 orang ---------------------3,125 m2 15 m2 48 m2 200 m2 20 m2 12 m2 24 m2 25 m2 10 m2

1 ruang 2 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang 1 ruang

20 m2 3,125m2 15 m2 100 m2 48 m2 200 m2 20 m2 12 m2 24 m2 25 m2 10 m2 6 m2

200 m 200 m 20 m

-----------------------------------3 orang

24 m

Asumsi2 5m2 Asumsi1

- Pantri - Gudang - R. CCTV - R. Kontrol - R. Lift - Toilet

0m2 2 m2 12-20 m2 20 m2 20 m2 3x3m WC: 1,6 m2 Washbas in: 0,6 m2

1 orang 2 orang 2 orang

6 m2 15 m2

1 ruang 1 ruang 1 ruang 2 ruang

15 m2 20 m2 20 m2 18 m2 4,8 m2 1,8 m2

NAD NAD NAD NAD NAD

1 orang 1,6 m2 0,6 m2

3 ruang 3 ruang

Sirkulasi 30% x 651.97= 197

849 m2

4.9 Tabel Program Ruang Parkir Jenis Kendaraan Mobil karyawan atau pengelola. Jumlah Standart 2,5 x 5 m2 25 Sirkulasi 100% 192 Mobil penghuni (A:50,B:92,C:50) Sirkulasi 100% 2.5 x 5 m2 Mobil tamu & Staff 500 sirkulasi 100% 1 x 2 meter2 Motor Karyawan 150 Sirkulasi 100% 1 x 2 meter2 Motor tamu 100 Sirkulasi 100% Total Kebutuhan Lahan Parkir 9775 meter2 200 meter2 300 meter2 6250 meter2 2,5 x 5 m2 2400 meter2 625 meter2 Luas (m2)

4.10 Tabel Program Ruang Outdoor Ruang Sifat Ruang Standar Ruang (m) Kapasita s (orang) Luasan (m) Jumlah Ruang Luas Total Sumber

Play Ground - Area Permainan Area Olah Raga -Bike Track

Semi Publik

30 orang

100 m2

1 ruang

100 m2

Asumsi

Public

-------500 m2

--------

-------500 m2

-------1 Area

500 m2 500 m2

Asumsi

K. Renang - Kolam Renang Anak - Kolam Renang Dewasa - Area Berjemur

Semi Publik 1.4 m2/org 3.4 m2/org 30 orang 0.9x 2m2/org 54 m2 1 ruang 50 orang 25 orang 300 m2 120 m2 1 kolam

616.2 m2 300 m2 1 kolam 120 m2 54 m2

NAD

Sirkulasi 30% x 474= 142.2

616.2 m2

4.11 Tabel Rekapitulasi Luas Bangunan Rekapitulasi Luas Lantai Bangunan Apartemen unit A Apartemen unit B Apartemen unit C Fitnes Center Spa Lounge Klinik Lobby Apartemen Area Pengelola Food Station Area Parkir Area Service Total 4000 m2 6900 m2 4500 m2 359,4 m2 676 m2 536 m2 94 m2 120,86 m2 810 m2 3627 m2 9775 m2 849 m2 32.247.26 m2

4.12 Tabel Rekapitulasi Luas Area Outdoor Rekapitulasi Luas Lantai Bangunan Play Ground Bike Track Kolam Renang Total Sirkulasi 30% Total Luas 100 m2 500 m2 616.2 m2 1216.6 m2 364.86 m2 1581.46 m2

IV.2 Analisa Aspek Lingkungan IV.2.1 Analisa Tapak


4.13 Tabel Analisa Tapak

IV.2.2. Analisa Vegetasi. Di sekitar lokasi tapak dipenuhi oleh penghijauan berupa rerumputan dan pepohonan, karena keadaan tapak ini sekarang merupakan tanah kosong sehingga tertanam penghijauan secara alami. Lalu vegetasi disekitar tapak pun cukup rindang karena daerah ini merupakan daerah perumahan yang telah lama terbangun sehingga sudah banyak pepohonan rindang.

Gambar 4.13 Kondisi Tapak

Gambar 4.14 Kondis Vegetasi Tapak

U
sumber . google maps

IV.2.3 Analisa Pintu masuk.


Gambar 4.15 Analisa Entrence

Main Entrance utara

Pemilihan letak main entrance didapat berdasarkan pertimbangan : Kemudahan pencapaian baik untuk pejalan kaki, kendaran pribadi. Mudah terlihat. Kelancaran arus lalu lintas di sekitar tapak Kondisi lingkungan yang dilalui sebelum mencapai tapak. Dekat dengan arah tujuan jika dari dalam tapak Alasan peletakan Entrance : Main Entrence Utara : Untuk memudahkan pencapaian kedalam tapak dari arah Bekasi, dan pintu keluar untuk mengarah langsung ke Cempaka mas dan Bekasi Main Entrence Timur : Untuk memudahkan pencapaian kedalam tapak dari arah Kelapa Gading, Pulomas dan Cempaka Mas, dan Pintu keluar untuk yang akan mengarah ke Kelapa Gading, Pulomas ( Dengan memutar arah di arah Kelapa Gading), juga ke Bekasi. Alasan menempatkan 2 Entrence pada tapak :

Main Entrance Timur

Untuk menghindari kepadatan dan kemacetan untuk keluar ataupun asuk tapak.

Menciptakan sirkulasi yang baik dalam tapak. Tapak berada pada persimpangan jalan besar, sehingga memudahkan pengunjung menuju ke luar dan kedalam tapak.

IV.2.4 Analisa Pedestrian


Gambar 4.16 Analisa Pedestrian
Cempaka Mas Kelapa gading

Bekasi

U Pulomas pedestrian berada mengelilingi tapak, ukuran Pada lokasi tapak pedestrian memiliki lebar sekitar 2 meter. Pedestrian ini lebih dikhususkan bagi pengunjung. Tetapi jarak yang harus ditempuh pejalan kaki untuk menuju kedalam tapak memiliki jarak yang cukup jauh, terlebih lagi jika pejalan kaki berasal dari seberang jalan tapak. Karena ditinjau dari analisa tersebut, maka pada tapak diberikan 2 pintu untuk pedestrian tepat pada zona publik bangunan, agar memudahkan mereka, sehingga pintu masuk yang dekat dengan bangunan hunian tidak disediakan jalur pedestrian karena cukup untuk 3 pintu saja agar area ini tetap tidak terganggu keprivatannya.

IV.3 Analisa Aspek Bangunan


IV.3.1

Analisa Zoning Menurut Ir. Tin Budi Utami, M.T., umumnya, hal yang paling menentukan dalam penentuan zoning adalah hubungan ruang, orientasi matahari, dan kebisingan. Secara sederhana dapat digambarkan melalui diagram berikut : Zoning Horisontal
Gambar 4.17 Analisa Zoning Vertikal

Public Semi Public Service Private Semi Private U Bila ditinjau dari kebisingan, di sepanjang sisi jalan besar yakni utara dan timur merpuakan zona yang bising dan dilalui banyak pejalan kaki dan kendaraan, sehingga bangunan hunian utama diletakan jauh dari keramaian tersebut. Sedangkan dari sisi orientasi matahari, zona servis diletakan di belakang tepat di zona yang terkena matahari sore, dan posisi massa bangunan untuk hunian adalah memanjang menghadap sisi utara dan selatan tapak, sedangkan untuk letak massa bangunan publik diletakan memiring agar tidak terkena paparan langsung cahaya. Dan dari ihubungan ruang, dapat dilihat hubungan dari gambar diatas, dapat dilihat hubungan untu area privat yang letaknya jauh dari pusat kebisingan yang lalu di berikan akses khusus untuk sampai ke zona publik.

Zoning Vertikal Untuk zoning vertikal, yang perlu diperhatikan adalah faktor aktivitas penghuni apartemen dan pengunjung, untuk dapat memisahkan zona privat dan publik, maka

terjadilah 2 massa bangunan dengan perbedaan fungsi dan sifat. Di mana dapat dianalisis dengan menggunakan diagram berikut:

Gambar 4.18 Analisa Zoning Horizontal Zona Privat

Pertimbangan penggunaan basement untuk memenuhi kebutuhan parkir dan memperkecil kemungkinan cross sirkulasi. Untuk basement mengingat tempatnya yang tidak mendapat udara luar dan cahaya alami, maka lebih cocok digunakan sebagai area service. Untuk level dasar, sebagai tempat kegiatan-kegiatan yang dapat diakses public, seperti lobby, cafetaria, dan juga tempat parkir, maka dikategorikan sebagai zona public. Level berikutnya adalah semi private sebagai peralihan dari zona public ke zona private, seperti poliklinik, ruang serbaguna, ruang briefing, dan sebagainya. Level berikutnya adalah zona private di mana terdapat management building (office) dan unitunit hunian berada.
Gambar 4.19 Analisa Zoning Horizontal Zona Publik

Untuk pertimbangan servis diletakan dibawah sebagai area parkir kendaraan. Dan juga akan lebih memudahkan bai para penghuni dengan langsung dapat mengakses ke tempat parker tanpa perlu keluar bangunan. Level berikutnya merupak area zona publik dikarenakan perutnutkan untuk zona ini adalah area mall, sehingga semua level bersifat publik bagi pengunjung.

IV.3.2

Analisa Tata Ruang Bangunan Hal yang paling mempengaruhi di dalam penentuan tata ruang di dalam bangunan adalah hubungan ruang dan skema organisasi ruang di dalam bangunan. Menurut buku Arsitektur : Bentuk, Ruang, dan Tatanan (Edisi 2), Francis D.K. Ching, cara-cara dasar menghubungkan ruang-ruang di dalam bangunan apartemen satu sama lain, terdiri dari 4 cara, yakni : a. Ruang di dalam ruang Contoh : dapur dan ruang penyajian makanan di dalam cafetaria, backstage di dalam ruang serbaguna, ruang dokter dan kamar rawat di dalam poliklinik, dan sebagainya. b. Ruang-ruang yang saling berkaitan Ruang-ruang yang saling berkaitan ini didasari oleh ruang-ruang yang memiliki sifat dan fungsi yang hampir sama. Selain itu, ruang-ruang yang saling berkaitan ini dapat berupa ruang-ruang yang fleksibel fungsinya. c. Ruang-ruang yang bersebelahan Contoh : unit hunian satu dengan yang lainnya. d. Ruang-ruang dihubungkan oleh sebuah ruang bersama Contoh : lounge dihubungkan oleh lobby. Selanjutnya dari hubungan ruang tersebut diorganisir menjadi pola-pola bentuk dan ruang yang saling terkait. Hal tersebut menjadi faktor penentu mudah tidaknya pencapaian. Akses dan sarana sirkulasi (horizontal dan vertikal) menjadi penting untuk memudahkan pencapaian. Organisasi ruang secara umum terpusat pada bagian lobby dan dibagi per cluster sesuai dengan kebutuhan ruang yang dibutuhkan berdasarkan mobilitas kegiatan harian penghuni apartemen.

IV.3.3

Analisa Bentuk Massa Bangunan Pada sub bab sebelumnya, telah dijelaskan bahwa apartemen ini memiliki pemisah

antara dua jenis bangunan dimana antara bangunan yang bersifat public dan komersial dengan yang bersifat private yakni hunian, dengan peletakan area service di arah barat dan area outdoor yang menjadi fasilitas penghuni di area selatan dimana sisi inilah yang sangat nyaman dalam hal menerima paparan sinar matahari.

Dengan penzoningan yang memisahkan area privat dan area publik dengan fasilitas semi publik sehingga dapat memberikan jarak untuk tetap menjaga kenyamanan dan keamanan bagi penghuni apartemen ini. Secara skematik dapat dijelaskan melalui diagram berikut :
Gambar 4.20 Pembagian Fungsi Bangunan Fungsi hunian ditaruh di atas karena privasinya lebih tinggi, view juga lebih baik dan di bagian dalam tapak agar jauh dari keramaian

Yakni terdapat mall dan fasilitas penunjang yang bersifat publik dan sebagai area communal sehingga area ini merupakan area yang ramai dan padat, sehingga peletakan bangunan ini di depan tapak terpisah dengan bangunan inti

Jalan yang melintang menjadikan pemisah antara ruang public dengan ruang privat

Fasilitas penunjang di bawah fungsi hunian untuk mempermudah akses. Bentuknya melebar untuk memaksimalkan fungsi

Service diletakkan di basement sebagai penunjang fasilitasfasilitas seperti parkir, genset, dsb

Bentuk massa bangunan juga sangat berpengaruh dan memiliki hubungan erat dengan topic yang telah dipilih yakni penghematan energy.

4.14 Tabel Analisa Bentuk Bangunan

No

Bentuk Massa Bangunan

Analisa

1.

Bentuk dari massa bangunan yang menjulang vertikal ini, memiliki core ditengah sehingga koridor yang menuju unit pun berada ditengah-tengah

bangunan, dapat dipastikan koridor tersebut tidak memperoleh cahaya

matahari langsung dan tidak mendapati sirkulasi angin yang dimana dapat dimanfaatkan untuk mengurangi

konsumsi energy listrik. 2. Bentuk massa bangunan horizontal pipih ini, memiliki dua alternative koridor, yakni single loaded dan double loaded, untuk double loaded, koridor hanya dapat memperoleh sinar dan angin dari sisi tepi-tepi bangunan sehingga penerimaan sinar dan angin tidak maksimal, sedangkan single

loaded Koridor memiliki kesempatan banyak untuk memperoleh pemasukan cahaya matahari secara maksimal, begitu juga dengan sirkulasi angin. Sehingga

pemanfaatan angin dan matahari dapat maksimal dengan sistem ini. Dan tipe bangunan mendukung seperti tema ini dan lah topic yang dari

penghematan energy listrik.


IV.3.4

Analisa Penghematan Energi Listrik

Disesuaikan dengan sub pembahasan sebelumnya, dimana tema dan topic dari proyek ini adalah merupakan bangunan berkelanjutan dengan sistem

pengefisiesnian energy listrik, dengan begitu poin-poin yang menunjang dan menciptakan bangunan hemat energy listrik :
4.15 Tabel Analisa Penghematan Energi Listrik

No

Poin Penunjang

Analisa Dengan meletakan hunian (merah) tidak berhadapan langsung dengan arah matahari sehingga nyaman dan tidak mengakibatkan panas yang berlebih dan mengakibatkan penggunaan AC yang berlebih. dan area publik (kuning) yang menyerong sehingga tidak

1. Letak Bangunan

menghadap langsung pada matahari dan tetap dapat memaksimalkan

pemanfaatan cahaya alami 2. Bentuk Massa Bangunan Bentuk massa yang pipih horizontal ini membuat bangunan dapat menerima cahaya alami dan sirkulasi udara yang baik, kondusif, maksimal dan merata untuk dimasing-masing unitnya 3. Sisi barat dan utara adalah yang sebenarnya pemaparan menjadi panas sisi matahari dengan yang

mengganggu, karena di pulau jawa arah matahari itu condong tenggelam di antara barat-timur laut, sehingga diperlukannya faade semi solid untuk menjadi sun shading bagi sisi tersebut, agar dapat mengurangi penggunaan pendingin buatan. Tetapi sun shading tersebut tetap diberi lubang-lubang

agar pencahayaan alami dan angin tetap dapat masuk kearea yang tertutup ini 4. Begitu pula apabila menggunakan sistem single loaded, membuat koridor yang menjadi ruang sirkulasi mendapat pencahayaan alami dan penghawaan alam, sehingga dapat mengurangi listrik pada

penggunaan

energy

wialayah ini. Dan dengan membuka koridor ini menjadi seperti balkon,

membuat aliran angin dan sinar dapat maksimal masuk, terlebih dengan di tambahkannya tanaman vertikal.
IV.3.5

Analisa Gubahan Massa Analisa Gubahan massa tercipta dari adanya faktor-faktor lingkungan yakni iklim, tata letak tapak juga tercipta dari kebutuhan dari si pengguna bangunan tersebut pula

Gambar 4.21 Anlisa Massa Bangunan

IV.3.6

Analisa Sistem Struktur Bangunan Sistem struktur dapat mempengaruhi ketahanan dan lamanya masa bangunan dan ketahanannya terhadap elemen-elemen perusak bangunan seperti gempa bumi, bencana angin, faktor biologis (hewan perusak), dan sebagainya. Sistem struktur bangunan dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu : Sub Structure (Struktur bawah) Merupakan bagian struktur bawah yang menahan beban yang bekerja dari atas kebawah. Upper Structure (Struktur atas) Upper-structure merupakan struktur utama yang bertugas untuk menerima seluruh beban hidup atau beban lateral yang diterimanya untuk diterukan pada pondasi.
4.16 Tabel Penggunaan Jenis Structure Jenis Struktur Tiang Pancang Kelebihan - Waktu pelaksanaan cepat - Relatif murah - Cocok untuk menahan beban vertikal - Lebih efisien dalam penggunaan energi Kekurangan Memerlukan banyak sambungan dan ketelitian yang tinggi, kurang ekonomis bagi wisma atlet tapi bagi hotel ekonomis Menimbulkan bising dan getaran Portal (kolom dan balok) - Kekakuan cukup - Fleksibel dalam penataan interior unit apartemen - Struktur sederhana dan ringan Dimensi relatif besar untuk bentang lebar Trafe kolom relatif kecil

Berdasarkan analisa sub structure pada tabel diatas, maka bangunan apartemen ini menggunakan pondasi tiang pancang. Pondasi tiang pancang dipilih karena relatif murah, pengerjaan cepat, dan bersih, juga karena kemampuannya untuk menahan beban yang cukup besar dan juga dalam tahap pengerjaannya tidak mengganggu keadaan sekitar atau gangguan relatif kecil.

Untuk upper strcucture, penggunaan sistem struktur portal, karena bentuk unit dari apartemen ini akan lebih diaplikasikan dengan penggunaan sistem struktur portal. Portal ini juga tergolong sederhana dan mudah pengerjaannya.

IV.3.7 Analisa

Material

Bahan material yang akan digunakan dalam proyek tugas akhir ini adalah sebagai berikut :
4.17 Tabel Penggunaan Bahan Material

Aspek
Dinding

Alternatif A
Bata merah Kedap suara, lebih kedap air, lebih kuat, namun pengerjaan lama, dan boros adukan

Atlernatif B
Bata Hebel Pengerjaan Cepat, ringan, tahan api, namun harga mahal, dan rembes air

Alternatif C
Batako

Kesimpulan

Yang dibutuhkan untuk wisma atlet Kedap air, kedap adalah kedap suara, pemasangan suara, kedap air, cepat, namun sehingga yang harga mahal, dan cocok adalah bata mudah dilubangi merah

Pelapis Dinding

Cat Pengerjaan mudah, cepat, murah, namun tidak tahan air, mudah terkelupas

Keramik Mudah dibersihkan, tahan air, lebih kedap suara, namun harga lebih mahal, dan terdapat nat pada dinding

Panel & Wallpaper Pengerjaan cepat, mudah, dan memiliki banyak motif, namun tidak tahan air, mudah terkelupas,

Untuk hunian dapat menggunakan panel ataupun wallpaper karena akan mengakibatkan ruang menjadi lebih indah, sedangkan ruangruang lainnya dapat menggunakan cat, sedangkan toilet menggunakan dinding keramik agar tahan air dan mudah dibersihkan. Dan untuk dinding luar bangunan menggunakan cat berwarna putih agar dapat

memantulkan panas matahari sehingga suhu dalam ruang tetap nyaman. Lantai Keramik Tahan lama, perawatan murah, mudah didapat, namun menghantarkan dingin, nat cepat kotor, dan mudah pecah Marmer Motif beragam, terkesan mewah, tahan lama, namun harganya mahal, pemasangannya lama, sulit dibersihkan Kayu Memberi kesan alami dan hangat, warnanya tidak mudah pudar, bisa di-finishing/ coating, namun harga relatif mahal, pengerjaannya lama, dan tidak tahan air Beton ekspose (tanpa plafond) Untuk unit hunian, yang cocok adalah kayu parket, sedangkan untuk ruang besar lebih cocok mengunakan marmer yang terkesan mewah. Dan untuk area kolam renang menggunakan kayu ulin bekas. Yang cocok digunakan adalah gypsum, karena mudah dibentuk (drop ceiling,dsb), dan juga tidak ada nat.

Plafond

Gypsum Mudah dipasang, mudah dibentuk, sambungan tidak terlihat, namun tidak tahan air, dan perlu dipelitur

GRC Board Ringan, tahan air, tidak mudah lapuk, tahan api, namun perlu diberi rangka permodul dan terlihat adanya nat

Atap

Beton (Atap datar) Praktis, tidak perlu rangka, dapat dimanfaatkan untuk kegiatan, namun sangat rawan bocor, dan juga ruang dibawahnya menjadi panas

Genteng Keramik Tahan lama dan kuat, warnanya tidak mudah luntur, namun sudut kemiringan atap minumun harus 30o, dan pemasangannya perlu ketelitian

Genteng Metal Pemasangan mudah dan cepat, hemat material, dilapisi anti karat, kuat (anti pecah),tahan panas, anti lumut, rapi, namun pemasangannya perlu ketelitian tinggi

Yang cocok digunakan adalah beton (atap datar) yang nantinya d lapisi oleh penghijauan untuk menunjang kenyamanan pada penghawaan di ruangan bawahnya

Kusen & Kayu Daun Kuat, Kokoh, warna alami, terkesan mewah, namun mahal, tidak tahan air, dan dapat dimakan rayap

Alumunium Ringan, pembuatan dan pemasangan cepat, terkesan modern, namun kurang kokoh

PVC Murah, ringan, namun tidak kokoh, mudah retak/patah.

Yang cocok digunakan pada pintu adalah kusen kayu karena dibutuhkan kekokohan dan kemewahan, sedangkan pada kusen jendela dan pintu balkon adalah kusen alumunium karena modernintas, praktis, dan kuatnya namun untuk pintu Toilet dapat menggunakan pintu PVC supaya lebih tahan air. Sehingga material faade yang cocok untuk bangunan ini adalah rangka dengan alumunium dengan lubanglubang untuk mengalirkan cahaya dan angin alamai masuk dalam bangunan dengan di kombinasi dengan perforated disisi selatan agar tetap menerima cahaya dengan angin secara maksimal, juga dapat menyaring masuknya ke dalam gedung

Faade (sun shading)

Raagka dengan alumunium compposit bonding Kuat, kokoh, ringan, pemasangannya mudah, dapat menghalau panas dan menghantarkan panas

Kayu Menarik, memiliki warna alami, terkesan elegan, namun mahal dan cukup sulit dalam pemasangannya

Kisi-kisi Plat Menarik, ringan, mudah disesuaikan bentuk, tetapi perlu di sanbungsambungkan dan mudah melendut

IV.3.8 Analisa

Sistem Utilitas

1. Penghawaan Penghawaan ini dapat dibagi menjadi dua jenis : a. Penghawaan alami Untuk mendukung konsep efisiensi energy, maka penghawaan alami perlu diperhatikan, contohnya dengan menggunakan cross ventilation. Dengan memanfaatkan penghawaan alami pada fungsi-fungsi tertentu pada ruang kumpul pada masing-masing unit, koridor-koridor, dan kamar mandi. Penghawaan alami bisa dengan membuat cross ventilation pada bangunan maupun pada unit-unit apartemen. cross ventilation pada bangunan bisa dipenuhi dengan adanya jarak antara bangunan yang cukup luas dan juga terdapat ruang terbuka untuk memasukan udara skycourt.
Gambar 4.22 Cross Ventilation

Sumber : Jimmy S. Juwana, 2005, Panduan Sistem Bangunan Tinggi

Untuk cross ventilation pada unit-unit bangunan harus memilih jenis sirkulasi udara yang menyilang, terdapat inlet maupun outlet. Outlet hendaknya lebih besar dibandingkan dengan inlet agar udara bisa mengalir. Tapi pada iklim tropis lembab arah angin agak sulit ditentukan, tapi rancangan mengacu pada arah angin yang dominan. Dan untuk menciptakan penghawaan alami lainnya adalah dengan menggunakan single loaded sebagai pilihan jenis koridor yang akan diaplikasikan pada bangunan. Karena dengan single loaded akan tercapainya bangunan yang hemat energi, hal ini karena pencahayaan dan pengudaraan alami dapat tercapai. Cross ventilation dapat maksimal sehingga penghuni apartemen bisa tetap nyaman walaupun tidak menggunakan pengkondisian udara. b. Penghawaan buatan Karena bangunan hunian ini merupakan apartemen bagi kalangan atas, penghawaan buatan menjadi sebuah kebutuhan dalam mencapai kenyamanan, dalam hal ini penghawaan buatan yang digunakan adalah dengan menggunakan

Air Conditioner (AC). Air Conditioner disini digunakan hampir disetiap ruang kecuali beberapa ruang servis dan ruang semi outdoor. AC yang digunakan adalah tipe AC Split Inverter karena dapat menghemat ruang AHU, chiller dan cooling tower dan untuk konsumsi energinya rendah. Namun yang jadi masalah dari penggunaan AC split adalah peletakan outdoor unit. Dalam kasus apartemen yang mempunyai balkon atau teras maka peletakan outdoor di balkon.
Gambar 4.23 Peletakan Outdoor AC

Perletakkan Outdoor Unit di balkon

Sumber : Pribadi

2. Pencahayaan Pencahayaan pada bangunan terdapat dua macam pencahayaan, yaitu pencahayaan alami dan pencahayaan buatan. Pencahayaan alami adalah pencahayaan yang didapat dari cahaya matahari. Pemanfaatan pencahayaan alami harus semaksimal mungkin. Penempatan bukaan bukaan harus lebih di tata secara baik sehingga cahaya dapat masuk kedalam ruangan secara cukup dan tidak berlebihan. Dan luasan bukaan yang maksimal namun tetap memberikan kenyamanan bagi pengguna ruang tersebut. Pencahayaan buatan adalah pencahayaan yang dilakukan dengan

menggunakan lampu. Tipe lampu yang dapat digunakan adalah lampu PL, neon T5 atau LED karena cahaya yang dihasilkan nyaman untuk mata dan juga dapat menekan penggunaan energy listrik secara berlebih. 3. Proteksi Kebakaran Sistem proteksi kebakaran berfungsi sebagai daerah atau tempat

perlindungan yang di manfaatkan oleh penghuni gedung apabila terjadi kebakaran atau situasi darurat.Daerah ini seharusnya mampu bertahan hingga 2 jam. Jarak radius untuk mencapai tangga darurat adalah 32 meter dan 12 meter dari dead corridor (koridor buntu).

Gambar 4.24 Tangga Kebakaran

Sumber : Jimmy S. Juwana, 2005, Panduan Sistem Bangunan Tinggi

Proteksi kebakaran ini terdiri dari 2, yaitu berupa proteksi aktif contohnya hidran, sprinkler, smoke detector dan proteksi pasif berupa tangga darurat atau struktur bermaterial tahan api. Pemadam api berupa hidran juga perlu disediakan. Hidran dalam biasanya ditempatkan di dekat atau di dalam tangga kebakaran, dilengkapi selang, katup, tabung pemadam, serta alarm atau tombol panggil. Air yang digunakan diambil dari menara air, yang memang sebagian isinya dicadangkan untuk keperluan darurat. Hidran luar berupa kepala hidran dan selang. Sumber airnya dari sistem hidran kota. 4. Pengolahan dan Pembuangan Limbah Pada jaringan instalasi air akan terdiri dari dua macam yaitu pipa air saluran air bersih dan pipa air saluran air kotor. Pipa saluran air bersih ini berfungsi mengalirkan air bersih yang biasanya bersumber dari PDAM ataupun sumber air bersih lain nya ke seluruh ruangan yang membutuhkan, seperti kamar mandi, westafel dan lain lain. Sedangkan pipa saluran air kotor berfungsi mengalirkan air kotor atau air yang sudah dipakai dari ruangan ke tempat pembuangan seperti Septic tank dan lain lain. Pipa pembuangan limbah kamar mandi sebaiknya mudah diakses untuk

mempermudah maintenance apabila terjadi kerusakan, maka biasanya kamar mandi dalam tiap unit kamar ditempatkan pada sisi yang berbatasan dengan koridor agar shaf-shaft pipa dapat diakses dari koridor. Limbah kamar mandi padat disalurkan ke STP untuk diolah agar dapat dibuang ke lingkungan dan riol kota dengan aman dan tidak mencemari. Limbah kamar mandi cair disalurkan ke WTP untuk diolah. Hasil olahannya di re-use dan dapat digunakan kembali untuk penyiram taman dan flush toilet.

Di apartemen ini akan direncanakan air hujan akan dimasukkan ke dalam sumur resapan (sesuai peraturan pemerintah PP No.36) dan sebagian ada yang dialirkan ke dalam bak kontrol dan kemudian disalurkan ke riol kota. Pembuatan sumur resapan perlu diupayakan terkait dengan upaya perbaikan drainase tapak. Juga dengan adanya sumur resapan yang dijadikan sebagai sistem penampungan air hujan sementara yang dapat di re-use menjadi air untuk menyiram tanaman, flush toilet atau mencuci mobil. 5. Instalasi Listrik Untuk penggunaan energy listrik, instalasi listrik mengambil arus dari PLN. Selain dari PLN, tersedia pula panel surya yang dapat menyimpan energi sehingga energy yang telah tersimpan dapat digunakan sebagai sumber energy listrik pada bangunan yang nantinya akan digunakan bergantian dengan penggunaan listrik dari PLN. Namun, disiapkan pula pembangkit listrik cadangan berupa generator atau genset yang akan dioperasikan apabila PLN atau sistem panel surya mengalami gangguan. Penempatan ruang genset dan ruang-ruang panel utama bisa ditempatkan pada basement agar bunyi dan getaran yang mungkin dihasilkan tidak mengganggu kenyamanan apartemen. Selain itu pengantaran bahan bakar untuk solar juga dapat dilakukan dengan mudah tanpa menggangu penghuni begitu juga saat terjadi kerusakan. Dan untuk menekan pemakaian listrik berlebih di unit apartemen, bangunan ini menggunakan Building Automatic System (BAS), sehingga penggunaan listrik dapat terkontrol ketika penghuni sedang tidak didalam unit mereka. 6. Penangkal Petir Bangunan ini merupakan bangunan hunian tempat tinggal dengan tpe high rise dan disekitarnya belum ada bangunan setinggi apartemen ini, maka harus diberikan proteksi terhadap penangkal petir sebagaimana telah diatur dalam PP No. 36. Hal ini dibutuhkan mengingat bangunan ini mempunyai ketinggian yang cukup tinggi dibanding dengan bangunan di sekitarnya. Sehingga apabila ada petir yang menyambar, maka bangunan ini riskan untuk terkena petir. Sistem penangkal petir yang lazim digunakan adalah sistem Thomas. Sistem ini mempunyai jangkauan perlindungan yang luas, daerah bangunan yang terlindungi dalam radius 60 m dan luas lahan yang terlindungi dalam kerucut

perlindungannya dalam radius 125 m. sistem ini dianggap cocok karena terbilang efisien apabila di letakan di bagian teratas bangunan untuk jangka panjang. Sehingga bisa melindungi bangunan-bangunan rendah, pohon-pohon dalam tapak.
Gambar 4.25 Skematik Penangkal Petir Sistem Thomas

Sumber : Jimmy S. Juwana, 2005, Panduan Sistem Bangunan Tinggi

7. Pembuangan Sampah. Jenis bangunan apartemen ini merupakan hunian dengan fungsi dan kebutuhan yang sama dengan rumah tinggal sehingga memiliki sampah rumah tangga sehingga sistem pembuangan sampah dapat dilakukan dengan sistem shaft, yaitu menyediakan sebuah ruangan shaft yang langsung berhubungan dengan lantai dasar tanpa penyekat antar lantai. Pada bagian bawah terdapat ruangan penampungan. Penggunaan shaft ini lebih efisien pada apartemen ini karena sampah sudah terkumpul pada bagian lantai dasar bangunan yang berada pada titik tertentu. Dan dalam shaft ini terdapat pemisah antara sampah organik dan non organik sehingga sampah-sampah non organik yang ada dapat lebih mudah di proses ke penampungan sampah non organik, sedangkan untuk sampah organik, dapat diproses menjadi pupuk yang dapat digunakan diarea hijau pada tapak. Dengan adanya fasilitas shaft khusus ini dapat membuat kebiasaan juga bagi penghuni dan pengelola untuk membiasakan diri memisahkan dua jenis sampah yang dihasilkan.
Gambar 4.26 Skematik Pembuangan Sampah

Unit bangunan

Shaft sampah

Penampung sementara

TPA

Gambar 4.27 Shaft Sampah

Sumber : Jimmy S. Juwana, 2005, Panduan Sistem Bangunan Tinggi