Anda di halaman 1dari 17

PRESENTASI MAKALAH

KONSEP DIRI
Oleh
Riswandi 1110447

PENDIDIKAN TEKNOLOGI KEJURUAN PASCA SARJANA FAKULTAS TEKNIK UNIVERITAS NEGERI PADANG

KONSEP DIRI
Pengetahuan Tentang Diri Kesadaran seseorang mengenai siapa dirinya Bakat, minat dan kemampuan, penampilan fisik dan lain sebagainya Vaughan & Hogg (2002) menyatakan bahwa hasil dari tindakan kita mendorong kita untuk melakukan intropeksi dan persepsi diri dilakukan seseorang ketika seseorang mengatribusikan secara interval hasil yang diterimanya.

KONSEP DIRI
Adalah skema diri (self-schema), yaitu pengetahuan tentang diri, yang mempengaruhi cara seseorang mengolah informasi dan mengambil tindakan. Tiga jenis skema diri (Hinggis-1987) actual self, yaitu bagaimana dari kita saat ini; ideal self, yaitu bagaimana diri kita yang akan kita inginkan; ought self, yaitu bagaimana diri kita seharusnya Pada diri seseorang terjadi kesenjangan atau diskrepansi antara actual self dan ideal self atau actual self.

KONSEP DIRI
Deskripsi yang dirasakan seseorang dapat mendorong terjadinya perubahan karena kita mengembangkan possibleself yaitu gambaran diri pada masa yang akan dating Penelitian pada orang kembar menunjukkan adanya pengaruh genetik pada kepribadian dan konsep diri, namun pengalaman sosial dan budaya di sekitar juga memainkan peranan penting.

KONSEP DIRI
Identitas Personal dan Sosial Identitas sosial seseorang akan mendefenisikan dirinya berdasarkan keanggotaan dalam suatu kelompok sosial atau atribut yang dimiliki oleh anggota kelompok. 3 bentuk diri yang menjadi dasar bagi seseorang dalam mendefenisikan diri (Menurut Brewer & Gardiner-1996) individual self relational self collective self

KONSEP DIRI
Independen atau Interdependen
Identitas adalah Apa yang penting Independen Interdependen Pribadi, didefenisikan oleh Sosial, didefenisikan oleh sifat dan tujuan pribadi koneksi dengan orang lain Saya prestasi diri dan keterpenuhan diri: hak saya dan kebebasan saya Konformitas Kita tujuan kelompok dan solidaritas: tanggung jawab sosial dan hubungan kita Egoisme

Tidak menerima terhadap Ilustrasi moto Budaya yang mendukung

Memiliki diri sendiri secara sejati


Individualistik Barat

Tidak ada orang yang dapat hidup sendirian


Kolektivistik Asia dan Negara Ketiga

HARGA DIRI
penilaian secara positif dan negatif terhadap diri sendiri Harga diri menunjukkan keseluruhan sikap seseorang terhadap dirinya sendiri, baik positif maupun negatif (Baron, Byrne, Branscombe, 2006).

HARGA DIRI
Mengapa setiap Orang memnginginkan harga diri yang positif (Vaughan & Hogg - 2002) harga diri yang positif membuat orang nyaman dengan dirinya di tengah kepastian akan kematian yang suatu waktu akan dihadapinya. harga diri yang positif membuat orang dapat mengatasi kecemasan, kesepian, dan penolakan sosial. Harga diri seseorang juga dapat diukur secara eksplisit maupun implisit.

HARGA DIRI
Alat ukur yang sering digunakan untuk mengukur harga diri secara eksplisit adalah skala Rosenberg (Baron, Byrne, Branscombe, 2006). Skala ini terdiri 10 pertanyaan tentang diri. saya merasa sebagai orang yang paling berguna, paling tidak sama seperti orang lain; saya merasa merasa memiliki sejumlah kualitas yang baik; secara umum, saya cendrung merasa sebagai orang yang gagal; saya mampu melakukan hal-hal sebaik yang kebanyakan orang lakukan;

HARGA DIRI
Alat ukur yang sering digunakan untuk mengukur harga diri secara eksplisit adalah skala Rosenberg (Baron, Byrne, Branscombe, 2006). saya merasa tidak memiliki banyak hal untuk dibanggakan; saya memiliki sikap positi terhadap diri sendiri; secara umum, saya puas dengan diri saya; saya berharap saya lebih menghargai diri saya sendiri; saya sering kali merasa tidak berguna; saya sering kali berpikir saya sama sekali bukan orang yang baik.

HARGA DIRI
orang menginginkan harga diri yang positif dan hal ini mendorong munculnya gejala above-average effect, yaitu kecendrungan orang untuk menilai dirinya di atas ratarata pada berbagai aspek diri yang dianggap positif secara social (Baron, Byrne, Branscombe, 2006). Bias dalam menilai hasil ini disebut self-saving bias, yaitu kecenderungan untuk menilai hasil positif sebagai akibat dari faktor internal (trait atau karakteristik pribadi) dan menilai hasil negative sebagai akibat dari faktor eksternal (orang lain atau situasi).

HARGA DIRI
Dari serangkaian penelitian ditemukan bahwa harga diri yang tinggi tidak selalu berpengaruh positif terhadap tingkah laku. Bullying, narsisme, dan eksibisionisme adalah contoh tingkah laku negatif yang dilakukan oleh orang dengan harga diri tinggi. Narsisme adalah kesombongan yang merupakan saudara dari harga diri. Harga diri yang tinggi menjadi masalah saat berubah menjadi narsisme atau memiliki rasa bahwa dirinya tinggi.

HARGA DIRI
Meskipun narsisis sering kali ramah dan mempesona pada awalnya, lama-kelamaan keberpusatan pada dirinya sering kali menyebabkan masalah hubungan dengan orang lain (Campbell, 2005). Harga diri tinggi mencerminkan superioritas terhadap orang lain dan orang termotivasi untuk terus mempertahankannya.

HARGA DIRI
Narsisme, Harga Diri dan Agresi
2 1.5 1

Agresi

0.5 0 -0.5 -1 Narsisme Rendah Narsisme Tinggi

Harga Diri Tinggi Harga Diri Rendah

KEHILANGAN DIRI DAN PENEMUAN DIRI


Kehilangan Diri kehilangan diri atau anggapan tentang mental seseorang. Anggapan ini meliputi perasaan terhadap keatraktifan, diri sendiri, kemampuan fisik dan mental, peran dalam kehidupan, dan dampaknya. Rentang Respon Kehilangan

Denial

Anger

Bergaining

Depresi

Acceptance

KEHILANGAN DIRI DAN PENEMUAN DIRI


Penemuan Jati Diri jati diri adalah suatu manifestasi ideologi hidup seseorang. Jati diri sendiri merupakan bagian dari sifat seseorang yang muncul dengan sendirinya mulai dari kecil, kemudian sifat bawaan kadang juga terpengaruh dengan faktor lingkungan tempat seseorang hidup dan dibesarkan.

Be miserable. Or motivate yourself. Whatever has to be done, it's always your choice.
Anda mau terus bersedih dan berputus asa, atau memotivasi diri Anda sendiri, semua terserah Anda. Apapun yang harus dilakukan, itu selalu menjadi pilihan Anda sendiri.