Anda di halaman 1dari 6

fraktur femur etiologi anak terjatuh saat bermain kecelakaan penyakitricketsia epidemiologi Fraktur yang sering terjadi pada

ada anak adalah fraktur diafisis, dari jenis fraktur femur lainnya. fraktur diafisis dapat menimbulkan perdarahan dan shock. hal ini disebabkan oleh karena: karena kurangnya toleransi terhadap kehilangan darah pada anak volumw darah secara proporsional lebih kecil pada anak dibandingkan dewasa (perdarahan hebat akibat suatu trauma hebat dan lokasi yang tersering adalah 1/3 tengah diafisis femur . pada daerah diafisis terdapat pembuluh darah besar yaitu a. femoralis yang apabila terjadi trauma pada daerah tersebut mengakibatkan kehilangan darah yang banyak klasifikasi fraktur batang femur Fraktur tertutup Fraktur terbuka

bila terdapat hubungan antara tulang patah dunia luar Derajat I Bila terdapat hubungan dengan dunia luar (kecil) misalkan tusukan fragmen tulang dari dalam ke luar. Derajat Luka >1 cm, luka tersebut disebabkan karena benturan II benda dari luar Derajat Lebih luas dari derajat II, lebih kotor dan jaringan lunak III banyak yang rusak (otot, saraf, pembuluh darah)

fhiserra@gmail.com

Page 1

manifestasi klinik Gejala trauma hebat pembengkakan pada tungkai atas akibat inflamasi (tanda radang akut) dan hematom (akibat terjadinya fraktur terjadi ruptur pembuluh darah, pada anak periosteum tebal hematom hanya berasan dari tulang tidak sampai jaringan lunak)

Tidak dapat menggerakan tungkai Deformitas Pemendekkan anggota gerak

karena perubahan bentuk tulang akibat fraktur karena terjadi external rotasi

Krepitasi Nyeri

karena adanya gesekan antara fragmen tulangnya pecah. tidak dapat menggerakan tungkai karena nyeri karena saraf atau otot yang yang terkena.

fhiserra@gmail.com

Page 2

pemeriksaan fisik Keadaan umum Kesadaran TD HR RR Suhu antropometri status lokalis Look deformitas bengkak pertukaran hangat karena ada inflamasi akibat fraktur (respon dari trauma pada jaringan) nyeri tekan sekitar krepitasi pemeriksaan neurovascular distal (pemeriksaan sensoris dan pemeriksaan vaskularisasipulsasi dan capillary refill) functiolesa (hilangnya fungsi gerak) nyeri bila digerakkan, baik pasif maupun pasif Tampak sakit Kompos mentis/ penurunan kesadaran Tekanan darah menurun jika terjadi shock Dapat meningkat akibat kompensasi tekanan darah yang menurun Normal Normal Fraktur mudah terjadi pada anak yang obesitas

Feel

Move

Pemeriksaan penunjang 1. laboratorium darah

2.

foto rontgen

fhiserra@gmail.com

Page 3

Patofisiologi

fhiserra@gmail.com

Page 4

Tatalaksana Prinsip terapi pada fraktur Recognition diagnosis dan penilaian fraktur dengan anamnesis, pemeriksaan fisik dan radiologis pada awal pengobatan harus diperhatikan Lokasi fraktur Bentuk Teknik pengobatan yang sesuai Komplikasi yang mungkin terjadi selama dan setelah pengobatan Reduction untuk mendapatkan posisi yang dapat diterima (aligment yang sempurna dan aposisi yang sempurna) dan sesuai bentuk anatomisnya dilakukan jika diperlukan posisi yang baik pada fraktur femur Kontak sekurang-kurangnya 50% Overiding (pergeseran) tidak melebihi 0,5 inchi Tidak ada rotasi Retention imobilisasi pada fraktur rehabilitasi mengembalikan aktivitas fungsional semaksimal mungkin Terapi umum 1. pertolongan pertama 1. cek A-B-C 2. menutup luka dengan perban 3. imobilisasi fraktur (agar nyaman dan mengurangi rasa nyeri) 4. atasi perdarahan 2. 3. 4. penilaian klinis pemeriksaan fisik umum dan melihat luka menyebabkan trauma alat dalma atau tidak resusitasi bila fraktru multiple dengan shock penanganan fraktur

fhiserra@gmail.com

Page 5

Komplikasi segera Awal Lanjut lokal: kerusakan kulit, pembuluh darah (hematom, kontusio, spasme arteri) kerusakan saraf, otot dan organ dalam sistemik: shock hemoragik lokal: sekuele dari komplikasi segera, osteomielitis sistemik: emboli lemak, tetanus pada persendian: kontraktur pada tulang: penyembuhan tulang abnormal (malunion, delayed union, non union) otot: myositis, ruptur tendo tardy nerve palsy

Prognosis Penyembuhan fraktur sangta cepat karena sifat osteogenesis yang aktif pada periosteum dan endosteum (6-8 minggu pada anak dan 12-16 minggu pada dewasa)

fhiserra@gmail.com

Page 6