Anda di halaman 1dari 11

1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh para pengusaha dalam usahanya dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya untuk berkembang dan mendapatkan laba. Sekarang ini kegiatan pemasaran menjadi suatu kegiatan yang sangat kompleks,dimana setiap perusahaan yang ingin berhasil didalam usahanya terlebih dahulu harus memahami pengertian pemasaran. Kegiatan pemasaran dulunya hanya dikenal dengan kegiatan distribusi dari penjualan,sekarang menjadi luas yaitu sebagaimana cara produsen menarik keuntungan yang baik tidaklah cukup hanya dengan menghasilkan produk yang baik, melainkan juga bagaimana memasarkan produk tersebut. Oleh karena itu kegiatan pemasaran sekarang menjadi suatu kegiatan kompleks. Untuk itu suatu perusahaan yang ingin maju didalam usahanya harus memahami masalah pemasaran. Pemasaran yang berhasil akan menghasilkan peningkatan profit di perusahaan dan mendorong peningkatan produksi, sebaliknya dengan tingkat produksi yang tinggi belum tentu dapat menjamin keberhasilan dibidang pemasaran. Oleh karena itu, jika volume produksi dapat ditingkatkan tetapi tidak dapat memasarkannya, maka usaha tersebut sia-sia.

Eka Franciska Indra Mulyani NIM : 3351131043

1.2

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka penulis merumuskan

masalah sebagai berikut : Apa yang dimaksud dengan profit perusahaan? Bagaimana efektifitas dan peranan pemasaran dalam pencapaian profit di perusahaan? 1.3 Tujuan Makalah Sejalan dengan rumusan masalah di atas, makalah ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui pengertian profit perusahaan dan strategi pemasaran dalam

pencapaian profit di perusahaan. 1.4 Kegunaan Makalah Makalah ini disusun dengan harapan memberikan kegunaan baik secara teoritis maupun secara praktis. Secara teoritis makalah ini berguna sebagai pengembangan konsep penelitian tindakan kelas. Secara praktis makalah ini diharapkan bermanfaat bagi: penyusun, sebagai wahana penambah pengetahuan dan konsep keilmuan khusunya tentang konsep penelitian tindakan kelas dan pembaca / dosen, sebagai media informasi tentang konsep penelitian tindakan kelas baik secara teorotis maupun secara praktis. 1.5 Prosedur Makalah Makalah ini disusun dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Metoda yang digunakan adalah metoda deskriftif. Melalui metoda ini penulis akan menguraikan permasalahan yang dibahas secara jelas dan konfrehensif. Data teoritis dalam makalah ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik studi pustaka, artinya

Eka Franciska Indra Mulyani NIM : 3351131043

penulis mengambil data melalui kegiatan membaca literature yang relevan. Data tersebut diolah dengan teknik analisis isi melalui kegiatan mengeksposisikan data serta mengapliksikan data tersebut dalam konteks tema makalah.

Eka Franciska Indra Mulyani NIM : 3351131043

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Tinjauan Akuntansi adalah proses pengolahan data keuangan untuk menghasilkan informasi keuangan yang digunakan untuk memungkinkan pengambilan keputusan melakukan pertimbangan berdasarkan informasi dalam mengambil keputusan. Tujuan utama akuntansi adalah menyajikan informasi ekonomi (economy information), dari suatu kesatuan ekonomi (economy entity) kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Informasi ekonomi yang dihasilkan oleh akuntansi, berguna bagi pihak-pihak di dalam perusahaan itu sendiri maupun dilluar perusahaan. Untuk menghasilkan informasi ekonomi, perusahaan perlu menciptakan suatu metode pencatatan, penggolongan, analisis dan pengendalian transaksi serta kegiatan keuangan, kemudian melaporkan hasilnya, informasi ekonomi ini dapat digunakan sebagai gambaran untuk menyusun suatu strategi pemasaran yang efektif untuk menaikan profit perusahaan (Mulyadi, 2007). 2.2 Pembahasan

2.2.1 Pengertian Profit Perusahaan Perusahaan sebagai salah satu bentuk organisasi pada umumnya memiliki tujuan tertentu yang ingin dicapai dalam usaha untuk memenuhi kepentingan para stake holder. Adapun tujuan perusahaan antara lain untuk memperoleh keuntungan (profit), meningkatkan nilai perusahaan dan untuk memuaskan kebutuhan

Eka Franciska Indra Mulyani NIM : 3351131043

masyarakat. Tercapainya tujuan tersebut ditentukan oleh kinerja yang nantinya dapat dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan baik pihak internal maupun eksternal Apa yang telah disebutkan di atas bahwa salah satu tujuan perusahaan adalah bagaimana mencapai keuntungan sehingga nantinya dapat meningkatkan

kesejahteraan para pemegang saham. Kemampuan perusahaan untuk mencapai laba ini sering disebut dengan istilah profitabilitas. Kemampuan perusahaan untuk mencapai laba ini merupakan bagian dari kinerja perusahaan. Profitabilitas adalah kemampuan menghasilkan laba (profit) selama periode tertentu dengan menggunakan aktiva yang produktif atau modal, baik modal secara keseluruhan maupun modal sendiri . 2.2.2 Efektifitas Dan Peranan Pemasaran Dalam Pencapaian Profit Di Perusahaan Meraih profit yang diharapkan, maka efisiensi dan efektifitas pemasaran mutlak harus dilakukan oleh setiap perusahaan, tidak terkecuali perusahaan fermasi dalam rangka menjaga kelangsungan usaha maupun meningkatkan daya saing. Profit atau laba dapat ditingkatkan dengan adanya strategi pemasaran, yang mengacu kepada variabel, dimana pedagang eceran dapat mengkombinasikan menjadi jalan alternatif sebagai suatu strategi pemasaran untuk dapat menarik konsumen. Macam strategi pemasaran diantaranya: 1. Strategi kebutuhan primer Strategi-strategi pemasaran untuk merancang kebutuah primer yaitu; (a) Menambah jumlah pemakai dan (b) meningkatkan jumlah pembeli.

Eka Franciska Indra Mulyani NIM : 3351131043

2.

Strategi Kebutuhan Selektif Strategi kebutuhan selektif dapat dilakukan yaitu dengan cara : a. Mempertahankan pelanggan, misalnya : Memelihara kepuasan pelanggan; Menyederhanakan proses pembelian; Mengurangi daya tarik atau jelang untuk beralih merk; b. Menjaring pelanggan (Acquistion Strategier) Mengambil posisi berhadapan (head to heas positioning) Mengambil posisi berbeda (differentiated positin)

Secara lebih jelas, strategi pemasaran dapat dibagi kedalam empat jenis yaitu: 1. 2. Merangsang kebutuhan primer dengan menambah jumlah pemakai. Merangsang pembelian. 3. Merangsang kebutuhan selektif dengan mempertahankan pelanggan yang ada. 4. Merangsang kebutuhgan selektif dengan menjaring pelanggan baru. kebutuhan primer dengan memperbesar tingkat

Variabel tersebut umumnya meliputi faktor seperti : variasi barang dagangan dan jasa yang ditawarkan, harga, iklan, promosi, dan tata ruang, desain store, lokasi store dan merchanding.

Eka Franciska Indra Mulyani NIM : 3351131043

Strategi pemasaran adalah suatu pengambilan keputusan-keputusan tentang biaya pemasaran, bauran pemasaran, alokasi pemasaran dalam hubungan dengan keadaan lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan. Dalam strategi pemasaran, ada tiga faktor utama yang menyebabkan terjadinya perubahan strategi dalam pemasaran yaitu : 1. Daur hidup produk Strategi harus disesuaikan dengan tahap-tahap daur hidup, yaitu tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan dan tahap kemunduran. 2. Posisi persaingan perusahaan di pasar Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan posisi perusahaan dalam persaingan, apakah memimpin, menantang, mengikuti atau hanya mengambil sebagian kecil dari pasar. 3. Situasi ekonomi Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan situasi ekonomi dan pandangan kedepan, apakah ekonomi berada dalam situasi makmur atau inflasi tinggi.

Komponen produk, harga, tempat, dan promosi atau lebih dikenal dengan 4P (product, price, place, and promotion) dengan menitik beratkan perhatian yang berbeda-beda pada keempat variabel tersebut karena tergantung kepada sipembuat keputusan pemasarannya untuk menyesuaikan dengan lingkungan yang cenderung berubah-ubah yang berusaha untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan mencapai tujuan perusahaan, dimana konsep tersebut berlaku bagi bisnis eceran dengan penekanan pda faktor yang berlainan.

Eka Franciska Indra Mulyani NIM : 3351131043

Prinsip dasar yang terdiri dari 4 P yaitu: a. Product (Produk) Produk menurut Kotler and Armstrong (2001) adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepasar untuk diperhatikan, dimiliki, digunakan, atau dikomsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan. Menurut Porter (1996), keunggulan suatu produk agar dapat diterima dan bertahan dipasar ditentukan oleh ciri khas atau keunikan produk tersebut dibandingkan dengan produk yang lain yang ada dipasar (Porter, 1996) b. Price (Harga) Strategi dalam penetapan harga bisa dilakukan dengan beberapa cara, misalnya : Harga bundling, harga predatory, harga berbasis kompetisi, harga cost plus, harga berorientasi pasar, harga premium, harga psikologis, harga dinamis. Ada tiga pihak yang menjadi dasar pertimbangan dalam penetapan harga oleh sebuah perusahaan ritel yaitu konsumen, dirinya sendiri, dan pesaing. Menurut Maruf (2005), impementasi strategi harga antara lain : Penetapan harga secara tetap untuk periode waktu tertentu dan harga yang ditetapkan secara variatif sesuai fluktuasi tingkat permintaan konsumen. Penetapan harga ganjil, seperti Rp. 99.000, Rp. 199.000, Rp. 749.000 Leader pricing, penetapan harga dimana profit marginnya lebih rendah daripada tingkat yang biasa diraih bertujuan untuk menarik konsumen yang lebih banyak.

Eka Franciska Indra Mulyani NIM : 3351131043

Penetapan harga paket, yaitu harga yang didiskon untuk penjualan lebih dari satu unit per itemnya. Harga bertingkat, ini diberlakukan untuk produk yang mempunyai banyak model dan harga yang beragam. c. Promotion (Promosi) Menurut Philip E proses keputusan pembelian dipengaruhi oleh rangsangan pemasaran dan rangsangan lain. Bauran promosi yang meliputi periklanan (advertising), penjualan pribadi (personal selling), hubungan masyarakat (public relation) dan publisitas(publicity), promosi penjualan (sales promotion), dan pemasaran langsung (direct marketing) adalah bagian dari rangsangan pemasaran yang merupakan variabel yang dapat dikontrol oleh perusahaan. Tujuan promosi adalah memperoleh perhatian, mendidik, mengingatkan, dan meyakinkan.

d.

Place (Lokasi) Saluran pemasaran adalah serangkaian organisasi yang saling tergantung yang

terlibat dalam proses menjadikan barang dan jasa siap digunakan atau dikomsumsi. Lokasi penjualan sangat berpengaruh lokasi penjual sangat berpengaruh terhadap jumlah konsumen yang dapat digarapnya. Makin jauh dari tempat penjual, konsumen makin malas membeli karena biaya transportasi untuk mendatangi tempat penjual semakin mahal. Losch cenderung menyarankan agar lokasi produksi berada dipasar atau dekat dengan pasar.

Eka Franciska Indra Mulyani NIM : 3351131043

10

Lokasi adalah faktor terpenting dalam pemasaran ritel. Pada lokasi yang tepat, sebuah gerai akan lebih sukses dibandingkan gerai lainnya yang berlokasi kurang strategis, meskipun keduanya menjual produk yang sama dengan pramuniaga yang sama terampilnya dan mempunyai citra toko yang bagus.

Kegiatan yang dilakukan dalam bisnis retail (ritel) adalah menjual berbagai produk, jasa atau keduanya, kepada konsumen untuk keperluan konsumsi pribadi maupun bersama. Produsen menjual produk-produknya kepada peretail maupun peritel besar (wholesaler). Peritel besar ini juga kerap disebut sebagai grosir atau pedagang partai besar.

Eka Franciska Indra Mulyani NIM : 3351131043

11

BAB III

SIMPULAN DAN SARAN

3.1

SIMPULAN Berdasarkann pembahasan pada bab sebelumnya , penulis dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut 1. Profit atau laba dapat ditingkatkan dengan adanya strategi pemasaran 2. Strategi pemasaran untuk menaikan profit pemasaran ada 2 macam yaitu, strategi kebutuhan primer dan strategi kebutuhan sekunder. 3. Gejala masuk angin dapat ditanggulangi dengan obat tradisional campuran ekstrak Jahe, Royal Jelly, Ginseng, ekstrak daun sembung, dan ekstrak daun peppermint yang terdapat pada Jamu Antangin JRG.

3.2

SARAN Sejalan dengan simpulan dia atas penyusun merumuskna saran sebagai berikut : 1. Mahasiswa atau pembaca lebih menguasai tentang ilmu pemasaran dan strategi pemasaran untuk meningkatkan profit perusahaan. 2. Mahasiswa atau pembaca hendaknya menerapkan metode-metode pemasaran yang telah disebutkan diatas.

Eka Franciska Indra Mulyani NIM : 3351131043