Anda di halaman 1dari 7

MEMORI MANUSIA

INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER

Kelas : 3-B Nama Kelompok

Johan Ardyansyah

11.1.03.02.0181

Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Nusantara PGRI Kediri 2013

Memori Manusia Memori adalah sesuatu dalam diri manusia yang melibatkan fungsi kognisi maupun gerakan otak dalam proses pengambilan informasi. Memori berhubungan dengan proses mengingat dan ingatan. Apabila manusia tidak memiliki ingatan maka manusia tersebut telah melewatkan suatu pembelajaran. Ingatan atau memori sangat berpengaruh terhadap tahap kesadaran. Manusia yang mengalami ketidaksadaran tidak dapat mengingat apa yang terjadi pada saat kondisi ketidaksadaran itu. Ingatan adalah pusat dari segala kehidupan manusia. Sebagian besar kegiatan manusia berhubungan dengan memori (ingatan) manusia, seperti saat manusia selalu mengingat semua yang terjadi, memori manusia berisi semua pengetahuan dari urutan perilaku. Memungkinkan seseorang melakukan tindakan yang berulang, menggunakan bahasa, menggunakan informasi yang baru diterima melalui inderanya, mengidentifikasi dengan menggunakan informasi yang pernah diterima dari pengalaman masa lalu Misalnya, apabila anda kesulitan dalam mengerjakan soal pada saat ujian, padahal anda sudah belajar. Mungkin informasi pada saat belajar belum diterima secara sempurna dimana ada kesalahan dalam tahap memori. Pada dasarrnya, memori dalam diri manusia bekerja seperti komputer. Secara kasat mata proses ini memang tidak terlihat, tetapi nyata. Sebelum masuk ke teori yang lebih spesifik lagi, terlebih dahulu saya akan membahas tentang proses ini secara singkat. Atkinson (1983) berpendapat bahwa, para ahli psikologi membagi tiga tahapan ingatan, yaitu, Coding (Pengodean), Storage (Penyimpanan), dan Retrieval (Penarikan Kembali). 1. Coding (Pengodean) adalah proses pengambilan informasi dengan reseptor sensorik yang menerima sebuah suara, gambar. Pengambilan memori ini hanya bertahan dalam jangka pendek. 2. Storage (Penyimpanan) adalah informasi yang telah diambil melalui pengodean, kemudian disimpan dalam jangka waktu yang lebih panjang dari pengodean.

3. Retrieval (Penarikan Kembali) adalah proses penarikan kembali informasi yang sudah didapat dari proses pengodean dan penyimpanan. Pada proses ini, memori ditempatkan dan dibawa ke alam sadar agar berguna. Beberapa informasi yang ditangkap atau diambil sekilas dalam waktu yang singkat biasanya sulit disimpan dalam ingatan jangka panjang.

A. Memori Jangka Pendek Memori jangka pendek adalah adalah sebuah sistem ingatan pada otak yang berfungsi untuk menyimpan informasi sementara yang diterima dan memproses informasi yang diperlukan saat kita sedang berpikir.

Ada 2 proses dalam memori jangka pendek, yaitu :

1. Rehearsal Secara umum, informasi dari memori jangka pendek dapat hilang secara cepat, kecuali jika informasi tersebut diperbaharui dan informasi itu kadang sering hilang hanya dalam waktu beberapa detik. Namun, informasi pada memori jangka pendek dapat diperbarui dengan cara pengulangan latihan informasi (Rehearsal) agar informasi tersebut dapat bertahan pada memori jangka pendek. Pengulangan informasi yang disimpan di memori jangka pendek diibaratkan juggling menggunakan bola. Bola akan tetap dalam kondisi sempurna selama melakukan juggling, artinya bola tersebut berada di udara. Tetapi, segera setelah berhenti juggling, bola tersebut jatuh ke tanah. Ada beberapa contoh informasi pada memori jangka pendek dapat diperoleh, seperti wangi parfum, not lagu, rasa buah, posisi jari, dan daftar nama. Manusia memiliki preferensi untuk mengubah informasi menjadi suara, atau akustik kode, sedapat mungkin untuk penyimpanan di memori jangka pendek. Jika seseorang diminta untuk menghafal daftar huruf (misalnya B, P, V, R, M, K), ia mungkin akan menghafalnya dengan cara membaca bunyi hurufnya (Be, Pe, Ve, eR, eM, Ka), bukan bentuk hurufnya. Intinya, dalam rehearsal, informasi yang diterima harus dilatih berulang-ulang agar informasi tersebut tidak hilang.

2.

Chunking Hal terpenting yang perlu diketahui tentang memori jangka pendek adalah kapasitas

penyimpanan yang cukup terbatas. Menurut George Miller, pengukuran kapasitas dari memori jangka pendek diperoleh dengan cara meminta peserta penelitian menghafalkan daftar yang sederhana dengan ukuran panjang yang berbeda. Panjang dari daftar yang dapat diingat oleh peserta diangap mewakili kapasitas dari memori jangka pendek. Jarang terjadi ketika kita mampu untuk menahan lebih dari lima hingga sembilan bit informasi dalam memori jangka pendek, terlepas dari sifat informasi itu. Ini adalah sebuah kapasitas yang sangat terbatas bahkan penelitian lebih lanjut mengatakan bahwa kapasitasnya bisa lebih kecil lagi untuk beberapa jenis informasi. Selain itu, memori jangka pendek memiliki fungsi penting lainnya, yaitu berfungsi sebagai working memory pada kita. Ini berarti bahwa ruang di memori jangka pendek digunakan ketika ingatan lama dibawa keluar sementara dari memori jangka panjang untuk digunakan atau diperbarui. Ruang di memori jangka pendek ini juga digunakan saat kita berpikir tentang informasi ini. Kita selalu lupa tentang beberapa aspek dari persoalan yang kompleks karena persoalan tersebut melebihi kapasitas memori jangka pendek. Salah satu keuntungan dari kapasitas penyimpanan kecil memori jangka pendek adalah bahwa mudah untuk melakukan pencarian didalamnya. Ketika kita mencoba untuk mengingat sesuatu di memori jangka pendek, kita tampaknya meneliti setiap detail yang disimpan di sana. Percobaan yang dilakukan oleh Saul Sternberg menyatakan bahwa kita sering menjelajahi memori jangka pendek secara mendalam setiap kali kita mencoba untuk mengingat sesuatu. Bahkan, percobaan Sternberg memberikan kita perkiraan tentang berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh kita untuk memeriksa setiap bit informasi yang tersimpan. Peserta diminta untuk menghafal daftar angka dengan panjang yang berbeda. Mereka kemudian ditunjukkan suatu nomor dan bertanya apakah itu dalam daftar mereka hanya menghafal. Ketika individu hanya menghafal daftar angka yang panjang, hal itu membuat mereka lebih lama untuk merespon dibanding ketika mereka menghafal daftar pendek. Bahkan, jumlah waktu yang diperlukan untuk merespon meningkatnya .04 detik untuk setiap item di memori jangka pendek. Rupanya, itulah waktu yang diperlukan untuk memeriksa setiap item memori jangka pendek. Untungnya, ada beberapa cara yang efektif untuk mendapatkan kapasitas terbatas dari memori jangka pendek. Salah satu caranya adalah dengan membagi beberapa informasi yang diterima.

George Miller mengatakan bahwa informasi yang diterima dalan memori jangka pendek harus dipotong-potong atau dipisah agar lebih mudah diingat. Walaupun benar bahwa kita hanya dapat menyimpan lima sampai sembilan potongan di memori jangka pendek, kita seringkali dapat menempatkan lebih dari sedikit informasi ke setiap potongan. memori jangka pendek adalah tahap memori dengan kapasitas terbatas di mana informasi yang seringkali disimpan dalam kode, hilang dengan cepat kecuali dilakukan pelatihan. Kapasitas memori jangka pendek dapat diperluas dengan meningkatkan jumlah informasi yang harus dipelajari di setiap chunk (potongan). Namun, memori jangka pendek bukanlah tempat yang baik untuk menyimpan informasi untuk jangka waktu yang lama. Informasi harus ditransfer ke memori jangka panjang (Long Term Memory) untuk penyimpanan lebih permanen.

B. Memori Jangka Panjang Memori jangka panjang adalah sebuah sistem penyimpanan untuk informasi yang tersimpan dalam waktu jangka panjang. Kapasitas penyimpanan memori pada memori jangka panjang lebih besar daripada memori jangka pendek. Oleh sebab itu, memori pada memori jangka panjang sulit untuk dilupakan daripada memori jangka panjang yang lebih mudah hilang. Tipe tipe memori jangka panjang Memori jangka panjang memiliki beberapa tipe atau jenis. Ada tiga tipe dalam memori jangka panjang, yaitu Procedural, Episodic, dan Semantic.

1.

Procedural Memory Procedural memory adalah kemampuan pada memori yang membuat seseorang

dapat melakukan sesuatu. Procedural juga berarti keterampilan yang merujuk pada pengetahuan yang dimiliki dalam memori. Seperti, saat seseorang bermain gitar maka orang tersebut memiliki kemampuan atau keterampilan dalam memainkan gitar.

2.

Semantic Memory Semantic memory adalah kemampuan pada memori yang membuat seseorang dapat

menjabarkan, mengartikan, atau menjelaskan tentang sesuatu hal. Seperti, saat seorang pria mengatakan bahwa dia mengetahui apa itu gitar yang disertai dengan komponenkomponennya.

3.

Episodic Memory Episodic memory adalah kemampuan memori yang membuat seseorang dapat

mendefinisikan suatu pengalaman yang spesifik. Artinya, pengalaman yang ada tidak akan terlupakan, baik ruang maupun waktunya. Seperti, saat di mana seorang pria membeli gitarnya dan dia mengetahui waktu dan tempat pembelian gitar.

Daftar pustaka 1. http://12104mafp.blogspot.com/2013/04/memori-manusia.html (Diakses tanggal 8 Oktober 2013 pukul 20.15 WIB). 2. http://matahari-ilmu.blogspot.com/2010/08/imk-memori-manusia.html tanggal 8 Oktober 2013 pukul 20.15 WIB). 3. http://psikologibrebesjateng.blogspot.com/2012/01/makalah-memahami-memorimanusia.html (Diakses tanggal 8 Oktober 2013 pukul 20.15 WIB). (Diakses