Anda di halaman 1dari 8

standar adalah prinsip-prinsip yang menyediakan kerangka kerja bagi pelaksanaan audit internal.

Standar adalah persyaratan wajib (mandatory), yang terdiri dari Pernyataan (Statement) dan Interpretasi. Pernyataan adalah persyaratan dasar atau minimal bagi praktik profesional audit internal sekaligus untuk mengevaluasi efektivitas kinerjanya. Persyaratan ini berlaku se ara internasional baik pada tingkat organisasi maupun individu. Sedangkan Interpretasi menjelaskan lebih lanjut istilah atau konsep tersebut dalam Pernyataan terkait. Pernyataan dan Interpretasi harus digunakan se ara bersama-sama untuk memahami dan menerapkan standar dengan benar. Standar menggunakan istilah yang telah diberikan makna se ara spesifik yang disertakan dalam !aftar Istilah (Glossary). Standar terbagi dalam seksi-seksi sebagai berikut"

Pendahuluan Standar #tribut, yaitu Standar yang berkaitan dengan karakteristik organisasi dan pihakpihak yang melakukan kegiatan audit internal. Standar $inerja, yaitu Standar yang menjelaskan sifat dari kegiatan audit internal dan sebagai kriteria evaluasi kinerja. !aftar Istilah Standar Atribut, yaitu Standar yang berkaitan dengan karakteristik organisasi dan pihak-pihak yang melakukan kegiatan audit internal. %utir-butirnya adalah sebagai berikut"

&''' ( )ujuan, *ewenang, dan )anggung +awab )ujuan, wewenang, dan tanggung jawab dari #ktivitas #udit Internal harus didefinisikan se ara formal dalam Piagam #udit Internal, konsisten dengan !efinisi Internal #udit, $ode ,tik, dan Standar. $epala ,ksekutif #udit harus se ara berkala meninjau Piagam #udit Internal dan menyampaikannya kepada manajemen senior dan !ewan untuk persetujuan. Interpretasi: Piagam #udit Internal adalah dokumen formal yang mendefinisikan tujuan, wewenang, dan tanggung jawab #ktivitas #udit Internal. Piagam #udit Internal menetapkan posisi #ktivitas #udit Internal di dalam organisasi- kewenangan akses terhadap atatan, personel, dan properti fisik yang relevan dengan pelaksanaan Penugasan dan mendefinisikan lingkup #ktivitas #udit Internal. Persetujuan final dari Piagam #udit Internal berada di !ewan. &'''.#& ( Sifat layanan pemastian yang diberikan kepada organisasi harus didefinisikan dalam Piagam #udit Internal. +ika layanan pemastian harus diberikan kepada pihak di luar organisasi, maka sifat layanan pemastian ini juga harus didefinisikan dalam Piagam #udit Internal. &'&' ( Pengakuan !efinisi Internal #udit, $ode ,tik, dan Standar dalam Piagam #udit Internal Pengakuan terhadap wajibnya !efinisi #udit Internal, $ode ,tik, dan Standar harus dinyatakan dalam Piagam #udit Internal. $epala ,ksekutif #udit harus membahas !efinisi #udit Internal, $ode ,tik, dan Standar dengan manajemen senior dan !ewan.

&&'' - Independensi dan .bjektivitas #ktivitas #udit Internal harus independen, dan auditor internal harus bersikap objektif dalam melaksanakan pekerjaan mereka. Interpretasi: Independensi adalah kebebasan dari kondisi yang mengan am kemampuan #ktivitas #udit Internal atau $epala ,ksekutif #udit untuk melaksanakan tanggung jawab audit internal dalam ara yang tidak bias. /ntuk men apai tingkat independensi yang diperlukan untuk melaksanakan tanggung jawab #ktivitas #udit Internal se ara efektif, $epala ,ksekutif #udit memiliki akses langsung dan tidak terbatas kepada manajemen senior dan dewan. 0al ini dapat di apai melalui hubungan pelaporan ganda. #n aman terhadap independensi harus dikelola pada masing-masing tingkat auditor, penugasan, fungsional, dan organisasi. .bjektivitas adalah sikap mental yang tidak bias yang memungkinkan auditor internal untuk melakukan penugasan dengan sedemikian rupa sehingga mereka meyakini hasil pekerjaan mereka dan meyakini tidak ada kompromi. .bjektivitas mensyaratkan bahwa auditor internal tidak menundukkan penilaian mereka dalam masalah-masalah audit terhadap orang lain. #n aman terhadap objektivitas harus dikelola pada masing-masing tingkat auditor, penugasan, fungsional, dan tingkat organisasi. &&&' - Independensi .rganisasi $epala ,ksekutif #udit harus melapor ke suatu tingkat di dalam organisasi yang memungkinkan #ktivitas #udit Internal untuk memenuhi tanggung jawabnya. $epala ,ksekutif #udit harus mengonfirmasi kepada !ewan akan independensi organisasi dari #ktivitas #udit Internal sekurang-kurangnya setiap tahun sekali &&&' ( #ktivitas #udit Internal harus bebas dari ampur tangan dalam menentukan lingkup audit internal, melakukan pekerjaan, dan mengomunikasikan hasil pekerjaan. &&&& ( Interaksi langsung !engan !ewan $epala ,ksekutif #udit harus berkomunikasi dan berinteraksi se ara langsung dengan !ewan. &&1' ( .bjektivitas Individual #uditor internal harus memiliki sikap yang tidak memihak, tidak bias, dan menghindari konflik kepentingan. Interpretasi: $onflik kepentingan adalah suatu situasi di mana auditor internal, yang berada dalam posisi keper ayaan, menghadapi pilihan kepentingan pribadi atau kepetingan profesional. $epentingan yang saling berkompetisi seperti itu dapat membuat auditor internal sulit untuk memenuhi tugasnya untuk tidak memihak. Suatu konflik kepentingan bisa ada bahkan dalam hal tidak ditemukan hal yang tidak etis atau hasil tindakan yang tidak benar. Suatu konflik kepentingan dapat membuat tampilan ketidakpantasan yang dapat merusak keper ayaan auditor internal, #ktivitas #udit Internal, dan profesi. Suatu konflik kepentingan dapat mengganggu kemampuan individu untuk melakukan tugas dan tanggung jawabnya se ara objektif. &&2' - 3angguan terhadap Independensi atau .bjektivitas +ika independensi atau objektivitas

terganggu baik se ara kenyataan ataupun se ara penampilan, rin ian gangguan harus diungkapkan kepada pihak-pihak yang tepat. Sifat dari pengungkapan akan tergantung pada gangguan tersebut. Interpretasi: 3angguan terhadap independensi organisasi dan objektivitas individu dapat meliputi, tetapi tidak terbatas pada, konflik kepentingan pribadi, pembatasan lingkup, pembatasan akses terhadap atatan, personel, dan properti, serta pembatasan sumber daya, seperti pendanaan. Penentuan pihak-pihak yang tepat kepada siapa rin ian gangguan independensi atau objektivitas serta sifat gangguan harus diungkapkan, tergantung pada harapan dari #ktivitas #udit Intern dan tanggung jawab $epala ,ksekutif #udit terhadap manajemen senior dan !ewan seperti yang dijelaskan dalam Piagam #udit Internal. 1130.A1 ( Internal auditor harus menahan diri dari menilai kegiatan tertentu yang sebelumnya mereka menjadi penanggung jawab. .bjektivitas dianggap terganggu jika auditor internal menyediakan layanan pemastian untuk kegiatan di mana auditor internal memiliki tanggung jawab, dalam tahun sebelumnya. 1130.A2 ( Penugasan pemastian untuk fungsi-fungsi di mana $epala ,ksekutif #udit memiliki tanggung jawab harus diawasi oleh pihak di luar #ktivitas #udit Internal. 1130.C1 ( Internal auditor dapat memberikan layanan konsultasi yang berkaitan dengan kegiatan di mana mereka sebelumnya menjadi penanggung jawab. 1130.C2 ( +ika auditor internal memiliki potensi gangguan terhadap independensi atau objektivitas yang berhubungan dengan layanan konsultasi yang diusulkan, pengungkapan harus dilakukan kepada klien penugasan sebelum menerima penugasan. &1'' - $eahlian dan $e ermatan Profesional Penugasan harus dilakukan dengan keahlian dan ke ermatan profesional. &1&' - $eahlian. #uditor internal harus memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi lain yang dibutuhkan untuk melaksanakan tanggung jawabnya. #ktivitas #udit Internal se ara kolektif harus memiliki atau mendapatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi lain yang dibutuhkan untuk melaksanakan tanggung jawabnya. Interpretasi" Pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi lainnya adalah istilah kolektif yang merujuk kepada keahlian profesional auditor internal yang diperlukan untuk se ara efektif melaksanakan tanggung jawab profesional mereka. #uditor internal didorong untuk menunjukkan keahlian mereka dengan mendapatkan sertifikasi dan kualifikasi profesional yang sesuai, seperti gelar 4ertified Internal #uditor dan gelar lainnya yang diberikan oleh Institute of Internal #uditor serta organisasi profesional lainnya yang sesuai.

1210.A1 ( $epala ,ksekutif #udit harus memperoleh saran dan bantuan yang kompeten jika auditor internal tidak memiliki pengetahuan, keterampilan, atau kompetensi yang dibutuhkan untuk melakukan semua atau sebagian dari penugasan. 1210.A2 ( Internal auditor harus memiliki pengetahuan yang memadai untuk mengevaluasi risiko ke urangan dan bagaimana ara organisasi mengelolanya, tetapi tidak diharapkan memiliki keahlian sebagaimana seseorang yang tanggung jawab utamanya adalah mendeteksi dan menyelidiki ke urangan. 1210.A3 ( Internal auditor harus memiliki pengetahuan yang ukup tentang risiko dan pengendalian kun i teknologi informasi serta teknik audit berbasis teknologi yang tersedia untuk melakukan pekerjaan yang ditugaskan. 5amun, tidak semua auditor internal diharapkan memiliki keahlian sebagaimana auditor internal yang memiliki tanggung jawab utamanya adalah audit teknologi informasi. 1210.C1 ( $epala ,ksekutif #udit harus menolak penugasan konsultasi atau harus mendapatkan saran dan bantuan yang kompeten jika auditor internal tidak memiliki pengetahuan, keterampilan, atau kompetensi yang dibutuhkan untuk melakukan semua atau sebagian dari penugasan. &11' - $e ermatan Profesional #uditor Internal harus menerapkan ke ermatan dan keterampilan yang diharapkan dari seorang auditor yang ukup berhati-hati dan kompeten. $e ermatan profesional tidak berarti kesempurnaan. 1220.A1 - Internal auditor harus menjalankan ke ermatan profesional dengan mempertimbangkan"

6uas pekerjaan yang diperlukan untuk men apai tujuan penugasan $ompleksitas relatif, materialitas, atau signifikansi pada hal-hal di mana sedang diterapkan prosedur pemastian$e ukupan dan efektivitas proses tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalianProbabilitas kesalahan signifikan, ke urangan, atau ketidakpatuhan- dan %iaya pemastian dalam kaitannya dengan manfaat potensial.

1220.A2 ( !alam menjalankan ke ermatan profesional auditor internal harus mempertimbangkan penggunaan audit berbasis teknologi dan teknik-teknik analisis data lainnya. 1220.A3 - #uditor internal harus waspada terhadap risiko-risiko signifikan yang mungkin mempengaruhi tujuan, kegiatan, atau sumber daya. 5amun, prosedur pemastian se ara sendirian, bahkan ketika dilakukan dengan ke ermatan profesional, tidak menjamin bahwa semua risikorisiko signifikan akan dapat diidentifikasi. 1220.C1 ( #uditor internal harus menjalankan ke ermatan profesional selama penugasan konsultasi dengan mempertimbangkan"

$ebutuhan dan harapan klien, termasuk sifat, saat, dan komunikasi hasil penugasan$ompleksitas relatif dan akupan pekerjaan yang diperlukan untuk men apai tujuan penugasan dan %iaya penugasan konsultasi dalam kaitannya dengan manfaat potensial.

&12' - Pengembangan Profesional %erkelanjutan #uditor internal harus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi lainnya melalui pengembangan profesional berkelanjutan. &2'' - Program Pemastian $ualitas dan Peningkatan $epala ,ksekutif #udit harus mengembangkan dan memelihara program pemastian kualitas dan peningkatan yang men akup semua aspek dari #ktivitas #udit Internal. Interpretasi" Suatu program pemastian kualitas dan peningkatan diran ang untuk memungkinkan suatu evaluasi kesesuaian #ktivitas #udit Internal terhadap !efinisi #udit Internal dan Standar, serta evaluasi apakah auditor internal telah menerapkan $ode ,tik. Program ini juga menilai efisiensi dan efektivitas #ktivitas #udit Internal dan mengidentifikasi peluang-peluang untuk peningkatan. &2&' ( Persyaratan untuk Program Pemastian $ualitas dan Peningkatan Program pemastian kualitas dan peningkatan harus men akup penilaian internal dan eksternal. &2&& - Penilaian Internal Penilaian internal harus men akup"

Pemantauan kinerja #ktivitas #udit Internal se ara berkelanjutan- dan Peninjauan berkala yang dilakukan melalui penilaian diri sendiri atau oleh pihak lain dalam organisasi yang memiliki pengetahuan memadai tentang praktik audit internal.

Interpretasi: Pemantauan berkelanjutan merupakan bagian integral dari pengawasan sehari-hari, peninjauan, dan pengukuran dari #ktivitas #udit Internal. Pemantauan berkelanjutan dimasukkan dalam kebijakan dan praktik rutin yang biasa digunakan dalam mengelola #ktivitas #udit Internal, serta menggunakan proses, peralatan, dan informasi yang dipandang perlu untuk mengevaluasi kesesuaian dengan !efinisi Internal #udit, $ode ,tik, dan Standar. Peninjauan berkala adalah penilaian yang dilakukan untuk mengevaluasi kesesuaian dengan !efinisi Internal #udit, $ode ,tik, dan Standar. Pengetahuan yang ukup tentang praktik audit internal sekurang-kurangnya memerlukan pemahaman tentang seluruh elemen dalam $erangka Praktik Profesional Internasional (IPP7). &2&1 - Penilaian ,ksternal Penilaian eksternal harus dilakukan sekurang-kurangnya sekali dalam

lima tahun oleh pereview atau tim review independen dengan kualifikasi tertentu dari luar organisasi. $epala ,ksekutif #udit harus membi arakan dengan !ewan"

$ebutuhan untuk penilaian eksternal yang lebih sering- dan $ualifikasi dan independensi pereview atau tim review eksternal, termasuk potensi konflik kepentingan yang ada.

Interpretasi: Seorang pereview atau tim review yang sesuai kualifikasi terdiri dari individu-individu yang kompeten dalam praktik profesional audit internal dan proses penilaian eksternal. ,valuasi kompetensi dari pereview dan tim review adalah suatu keputusan yang perlu mempertimbangkan pengalaman profesional audit internal dan keper ayaan profesional dari individu-individu yang dipilih untuk melakukan review. ,valuasi kualifikasi juga perlu mempertimbangkan ukuran dan kompleksitas organisasi di mana pereview sebelumnya pernah melakukan review dibandingkan dengan organisasi di mana #ktivitas #udit Internal yang sedang dinilai, serta kebutuhan akan pengetahuan sektor, industri, atau teknis tertentu. Pereview atau tim review independen berarti tidak memiliki konflik kepentingan baik dalam kenyataan maupun dalam penampilannya, dan tidak menjadi bagian dari, atau di bawah kendali, organisasi yang #ktivitas #udit Internalnya sedang dinilai. &21' ( Pelaporan atas Program Pemastian $ualitas dan Peningkatan kepala ,ksekutif #udit harus menyampaikan hasil program pemastian mutu dan peningkatan kepada manajemen senior dan !ewan. Interpretasi: %entuk, isi, dan frekuensi komunikasi dari hasil program pemastian kualitas dan peningkatan ditentukan melalui diskusi dengan manajemen senior dan !ewan dengan mempertimbangkan tanggung jawab #ktivitas #udit Internal dan $epala ,ksekutif #udit sebagaimana ter antum dalam piagam audit internal. /ntuk menunjukkan kesesuaian dengan !efinisi Internal #udit, $ode ,tik, dan Standar, hasil penilaian eksternal dan penilaian internal berkala dikomunikasikan setelah selesainya penilaian serta hasil pemantauan berkesinambungan disampaikan sekurangkurangnya setiap tahun. 0asil tersebut termasuk di dalamnya penilaian pereview atau tim review yang berkaitan dengan tingkat kepatuhan. &21& ( Penggunaan 7rasa 8Sesuai dengan Standar Internasional Praktik Profesional #udit Internal 8$epala ,ksekutif #udit diperbolehkan menyatakan bahwa #ktivitas #udit Internal sesuai dengan Standar Internasional untuk Praktik Profesional #udit Internal hanya jika hasil program pemastian kualitas dan peningkatan mendukung pernyataan ini. &211 ( Pengungkapan $etidaksesuaian $etika ketidaksesuaian dengan !efinisi #udit Internal, $ode ,tik, atau Standar berpengaruh terhadap keseluruhan lingkup atau pelaksanaan aktivitas audit internal, $epala ,ksekutif #udit harus mengungkapkan ketidaksesuaian dan dampaknya kepada manajemen senior dan !ewan.

Standar $inerja, yaitu Standar yang menjelaskan sifat dari kegiatan audit internal dan sebagai kriteria evaluasi kinerja. %utir-butirnya adalah sebagai berikut" 1''' ( 9engelola #ktivitas #udit Internal $epala ,ksekutif #udit harus mengelola #ktivitas #udit Internal se ara efektif untuk memastikan bahwa #ktivitas #udit Internal menambah nilai bagi organisasi. Interpretasi: #ktivitas #udit Internal dikelola se ara efektif apabila"

0asil dari penugasan #ktivitas #udit Internal men apai tujuan dan tanggung jawab yang ada di dalam piagam audit internal#ktivitas #udit Internal sesuai dengan !efinisi #udit Internal dan Standar- dan .rang-orang yang merupakan bagian dari #ktivitas #udit Internal menunjukkan kesesuaiannya dengan $ode ,tik dan Standar.

1'&' ( Peren anaan $epala ,ksekutif #udit harus menetapkan ren ana berbasis risiko untuk menentukan prioritas #ktivitas #udit Internal, konsisten dengan tujuan organisasi. Interpretasi" $epala ,ksekutif #udit bertanggung jawab untuk mengembangkan ren ana berbasis risiko. $epala ,ksekutif #udit mempertimbangkan kerangka kerja manajemen risiko organisasi, termasuk dengan menggunakan minat risiko yang ditetapkan oleh manajemen untuk berbagai kegiatan atau bagian dari organisasi. +ika kerangka kerja manajemen risiko tidak tersedia, $epala ,ksekutif #udit menggunakan penilaiannya sendiri atas risiko-risiko yang ada setelah berkonsultasi dengan manajemen senior dan !ewan. 2010.A1 ( :en ana penugasan dari #ktivitas #udit Internal harus didasarkan pada penilaian risiko yang terdokumentasi, sekurang-kurangnya dilakukan setiap tahun. 9asukan dari manajemen senior dan !ewan harus dipertimbangkan dalam proses ini. 2010.C1 ( $epala ,ksekutif #udit harus mempertimbangkan untuk menerima penugasan konsultasi yang diusulkan berdasarkan potensi penugasan tersebut untuk meningkatkan proses manajemen risiko, menambah nilai, dan meningkatkan operasi organisasi. Penugasan yang diterima harus disertakan dalam ren ana. 1'1' ( $omunikasi dan Persetujuan 1'2' ( 9anajemen Sumber !aya 1';' ( $ebijakan dan Prosedur $epala ,ksekutif #udit harus menetapkan kebijakan dan prosedur untuk memandu #ktivitas #udit Internal.

Interpretasi" %entuk dan isi kebijakan dan prosedur tergantung pada ukuran dan struktur dari #ktivitas #udit Internal serta kompleksitas pekerjaannya. 1'<' ( $oordinasi $epala ,ksekutif #udit harus berbagi informasi dan mengoordinasikan kegiatan dengan penyedia lain layanan pemastian dan layanan konsultasi, internal maupun eksternal, untuk memastikan lingkup yang tepat dan meminimalkan duplikasi kegiatan. 1'=' ( Pelaporan kepada 9anajemen Senior dan !ewan 1&'' ( Sifat $erja 1&&' ( )ata $elola 1&1' ( 9anajemen :isiko 1&2' ( Pengendalian 11'' ( Peren anaan Penugasan 11'& ( Pertimbangan Peren anaan 11&' ( )ujuan Penugasan 111' ( 6ingkup penugasan 112' ( #lokasi Sumber !aya Penugasan 11;'- Program $erja Penugasan 12'' ( Pelaksanaan Penugasan 12&' ( 9engidentifikasi Informasi 121' ( #nalisis dan ,valuasi 122' ( Pendokumentasian Informasi 12;' ( Supervisi Penugasan 1;'' ( 9engomunikasikan 0asil 1;&' ( $riteria untuk %erkomunikasi 1;1' ( $ualitas $omunikasi 1;1& ( $esalahan dan $elalaian 1;2' ( Penggunaan 7rasa 8!ilaksanakan sesuai dengan Standar Internasional Praktik Profesional #udit Internal 8 1;2& ( Pengungkapan $etidaksesuaian 1;;' ( !iseminasi 0asil 1<'' ( 9emantau $emajuan 1='' ( :esolusi Penerimaan Senior 9anajemen atas :isiko