Anda di halaman 1dari 54

ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS PADA KELUARGA TN.

K DENGAN SALAH SATU ANGGOTA IBU HAMIL TRIMESTER III RESIKO TINGGI DI DESA REMPOAH KECAMATAN BATURADEN KABUPATEN BANYUMAS TANGGAL 3-24 JANUARI 2014

Disusun oleh :
SUTRI P 17424513147

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PROGRAM STUDI D IV KEBIDANAN KOMUNITAS MAGELANG TAHUN 2014

BAB I PENDAHULUAN

A.

LATAR BELAKANG Pria atau wanita dinyatakan menderita anemia apabila kadar hemoglobin dalam darahnya kurang dari 12 gr%. Anemia lebih sering dijumpai dalam kehamilan. Hal itu disebabkan karena dalam kehamilan keperluan akan zat-zat makanan bertambah dan terjadi pula perubahanperubahan dalam darah dan sumsum tulang (Hanifa, 2008). Darah bertambah banyak dalam kehamilan, yang lazim disebut hidremia atau hipervolemia. Akan tetapi, bertambahnya sel-sel darah kurang dibandingkan dengan bertambahnya plasma, sehingga terjadi pengenceran darah. Keperluan akan besi bertambah dalam kehamilan, terutama dalam trimester terakhir. Apabila masuknya besi tidak ditambah dan kehamilan, maka mudah terjadi anemia defisiensi besi, lebih-lebih kehamilan kembar. Seorang wanita hamil yang memiliki Hb kurang 10gr/100 ml barulah disebut anemia dalam kehamilan. Upaya pencegahan kematian pada ibu hamil mencakup pemeriksaan kehamilan dan juga pengawasan antenatal sejak di dalam hamil muda sampai kelahiran dengan mengkaji perkembangan kehamilan. Pemberian makanan bergizi pada ibu hamil, penyuluhan kesehatan diberikan mulai hamil awal sampai hamil tua.

Disamping itu bidan harus mampu mengkaji masalah kebidanan yang timbul, memprioritaskan kemudian membuat alternatif pemecahan masalah dalam tingkat perorangan, keluarga dan masyarakat. Sehingga penulis tertarik untuk mengangkat masalah-masalah balita dalam satu keluarga untuk kami kupas secara lebih dalam. Penulis ingin mengetahui faktor-faktor penyebab / pendorong munculnya masalah tersebut, kemudian berusaha / mencoba mencari segi tehnis maupun klinis.

B.

TUJUAN 1. Tujuan Umum Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dan pemberian asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan anemia sedang menggunakan pendekatan manajemen kebidanan. 2. Tujuan Khusus Setelah belajar teori maupun praktek, mampu : a. Mengidentifikasi data yang relevan pada ibu hamil b. Menentukan diagnosa kebidanan berdasarkan data yang relevan c. Menentukan diagnosa potensial pada ibu hamil d. Melaksanakan tindakan segera berdasarkan diagnosa potensial e. Menuliskan perencanaan yang akan dilakukan pada ibu hamil f. Melaksanakan asuhan kebidanan kepada ibu hamil g. Melaksanakan evaluasi dan tindakan yang telah diberikan

h. Mendokumentasikan langkah-langkah berdasarkan metodologi manajemen kebidanan menurut tujuh langkah Hellen Varney

C.

RUANG LINGKUP Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah termasuk dalam kompetensi bidan ke 3 yaitu memberikan asuhan antenatal yang bermutu tinggi untuk mengoptimalkan kesehatan selama kehamilan dan kompetensi ke 8 yaitu bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi dan konprehensif pada keluarga,kelompok dan masyarakat sesuai dengan budaya setempat. Sasaran dari asuhan kebidanan ini adalah ibu hamil resiko tinggi dengan anemia sedang yang dilaksanakan pada bulan Januari 2014

D.

MANFAAT 1. Manfaat Bagi Penulis Mampu mengembangkan pola pikir dan kreatifitas dalam berfikir serta menganalisa masalah dan mengembangkan wawasan, ilmu pengetahuan dan ketrampilan penulis dalam mengkaji serta memahami masalah yang dihadapi oleh ibu hamil dengan resiko tinggi. 2. Manfaat Bagi Institusi / Pendidikan (Akbid Pemkab Kudus) Dapat dipertimbangkan sebagai bahan masukan untuk

meningkatkan sistem pembelajaran dan aplikasi dari pembelajaran teori tentang kehamilan dengan resiko tinggi.

3.

Manfaat Bagi Kesehatan Dapat digunakan untuk menambah wawasan, kajian dan literatur petugas kesehatan setempat dalam memberikan dan meningkatkan pelayanan yang bermutu bagi masyarakat sebagai pengguna jasa pelayanan kesehatan masyarakat dan untuk memberikan penyuluhan.

4.

Manfaat Bagi Masyarakat Sebagai sumber informasi untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan serta memperluas pola pikir dan sudut pandang

masyarakat khususnya tentang perawatan pada kehamilan dengan anemia sedang.

BAB II TINJAUAN TEORI 1. ANEMIA PADA IBU HAMIL a. DEFINISI Kehamilan adalah masa dimulainya konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT) (Saifuddin, 2001). Menurut usia kehamilan, kehamilan dibagi menjadi 3 trimester yaitu : kehamilan trimester pertama antara 0-14 minggu, kehamilan trimester kedua antara 14-28 minggu, kehamilan trimester ketiga antara 28-42 minggu. (Monsjoer Arif, 1999). Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu hamil dengan kadar hemoglobin (Hb) dibawah 11 gr % pada trimester 1 dan III atau kadar Hb, 10,5 gr % pada trimester II. (Saifuddin, 2001). Seorang wanita hamil yang memiliki Hb kurang dari 10,0 gr/100ml barulah disebut menderita anemia dalam kehamilan. (Wiknjosastro, 2002) Anemia yang secara umum dapat diterima adalah turunnya kadar Hb 12,0 g/100ml darah pada wanita yang tidak hamil dan < 10,0 g/100ml darah pada wanita hamil (Hellen Varney, 1997).

b. INSIDEN Laporan dari seluruh dunia menyebutkan bahwa frekuensi anemia dalam kehamilan cukup tinggi, terutama dinegara-negara berkembang yaitu 10-20 % (Mochtar, 1998). Frekuensi ibu hamil dengan anemia di Indonesia relatif tinggi yaitu 63,5 %. (Saifuddin, 2001). Menurut WHO kejadian anemia hamil berkisar antara 20 % sampai 89 % dengan menetapkan Hb 11 gr % sebagai dasarnya (Manuaba, 1998). c. ETIOLOGI 1. 2. 3. Kurang gizi. Kurang zat besi dalam diet. Kehilangan darah yang banyak misalnya akibat pendarahan, haid dan lain-lain. 4. Penyakit-penyakit kronik misalnya TBC, cacing usus, malaria dan paru-paru. (Mochtar, 1998) a) Anemia yang didapat : anemi defisiensi zat besi, anemia akibat perdarahan, anemia akibat radang atau keganasan, anemia hemolitik, anemia megaloblastik, anemia aplastik atau hipoplastik. b) Anemia yang diturunkan / herediter : thalasemia,

hemogloinopati, anemia hemolitik herediter (Mansjoer Arif, 1999).

Dua penyebab yang paling sering ditemukan adalah akibat difisiensi besi dan akibat perdarahan. (Mansjoer, 1999). d. FAKTOR PREDISPOSISI Kurang gizi, tingkat sosial ekonomi yang rendah dan kurangnya perhatian terhadap ibu selama hamil merupakan faktor predisposisi dari anemia ibu hamil di Indonesia. (Manuaba, 1998). e. PATOFISIOLOGI Wanita hamil memerlukan tambahan zat besi untuk meningkatkan jumlah sel darah merah untuk dirinya dan membentuk sel darah merah untuk janin serta plasenta. Makin sering seorang wanita mengalami kehamilan dan melahirkan akan makin banyak kehilangan zat besi dan menjadi makin anemis. Jika cadangan Fe sedikit, dan setiap tubuh dalam kehamilan memerlukan Fe yang lebih banyak dari biasanya, akhirnya menimbulkan anemia pada kehamilan berikutnya. Pada kehamilan relatif mengalami anemia karena darah ibu mengalami hemodifusi (pengenceran) dengan peningkatan volume 3040 %. Puncaknya pada kehamilan 32 minggu sampai 34 minggu (Manuaba, 1998). Pada kehamilan 36 minggu volume darah meningkat rata-rata 40-50 % di atas keadaan tidak hamil. Walaupun volume eritrosit meningkat namun lebih banyak plasma yang ditambahkan kedalam sirkulasi ibu akibatnya konsentrasi hemoglobin dan hematrokit

menurun selama kehamilan. Anemia dalam kehamilan yang sering dijumpai adalah anemia defisiensi zat besi, kekurangan zat besi disini biasanya disebabkan oleh mal nutrisi, mal absorbsi, kekurangan zat besi dalam diet, kehilangan darah banyak serta penyakit-penyakit kronis, jika dimasukkan zat besi kurang maka sintesa hemoglobin pun akan menurun sehingga akan menyebabkan anemia (Saifuddin, 2001). f. MACAM ANEMIA 1) Menurut Penyebabnya a) Anemia defisiensi besi Adalah anemia yang disebabkan karena

kekurangan zat besi, anemia ini paling banyak dijumpai pada kehamilan yaitu hampir 95 % anemia pada kehamilan disebabkan karena defisiensi besi (Hellen Varney, 1997). Ibu hamil memerlukan tambahan zat besi yang cukup banyak untuk meningkatkan jumlah sel darah merah dan membentuk sel darah merah janin dan plasenta. Jika persediaan Fe sedikit, maka setiap kehamilan akan mengalami anemia dan makin sering seseorang wanita mengalami kehamilan dan melahirkan akan mengalami banyak kehilangan zat besi dan menjadi semakin anemia (Manuaba, 1998).

b)

Anemia megaloblastik Anemia yang disebabkan karena kekurangan asam folok, jarang sekali akibat kekurangan vitamin B12. Biasanya karena mal nutrisi dan infeksi kronik (Mochtar, 1998).

c)

Anemia hipoplastik Anemia yang disebabkan oleh hipofungsi sumsum tulang untuk membentuk sel-sel darah merah baru. (Mochtar, 1998)

d)

Anemia hemolitik Anemia yang disebabkan oleh penghancuran atau pemecahan sel darah yang lebih cepat dari pembentukannya (Mochtar, 1998).

2)

Klasifikasi anemia berdasarkan tingkatannya Pembagian anemia berdasarkan tingkatannya dapat digolongkan sebagai berikut : Hb 11 gr % tidak, Hb 9-10 gr % anemia ringan, Hb 7-8 gr % anemia sedang, Hb < 7 gr % anemia berat (Manuaba, 1998)

g. TANDA GEJALA a. Anemia ringan Biasanya pada wanita hamil dengan anemia ringan tanda dan gejala yang biasa dijumpai adalah lemah, mengantuk, pusing dan lelah (Wiknjosastro, 2002). b. Anemia sedang Tanda anemia sedang adalah lemah, mengantuk, pusing, lelah serta ditambah anoreksia, mual, muntah juga conjugtiva yang pucat takhikardi. Saifuddin, 2001). c. Anemia berat Tanda yang ada pada anemia ringan dan berat ditambah kulit pucat, mukosa, gusi dan kuku jari pucat, takhikardi (Mochtar, 1998). h. PENATALAKSANAAN ANEMIA a. Anemia Ringan Pemberian preparat Fe 60 mg/hari dapat menaikkan kadar Hb sebanyak 1 gr % dalam 1 bulan, pemberiaan vitamin. Kini program nasional menganjurkan kombinasi 60 mg zat besi dan 50 mg asam folat untuk profilaksis anemia (Saifuddin, 2001). b. Anemia Sedang

Pemberian sulfas ferosus 3 x 60 mg per hari, asam folat 15 30 mg per hari, vitamin C 3 x 25 mg per hari. (Mochtar Rustam, 1998) c. Anemia Berat Pemberian preparat parenteral yaitu dengan ferum dextran sebanyak 1000 mg (20 ml) intra vena atau 2 x 10 ml / im pada gluteus maximus, dapat meningkatkan Hb relatif lebih cepat yaitu 2 gr % pemberian parenteral ini mempunyai indikasi intoleransi besi pada traktus gastrointestinal, anemia yang berat dan kepatuhan yang buruk (Saifuddin, 2001). i. PENCEGAHAN ANEMIA DALAM KEHAMILAN Pada setiap ibu hamil diberikan tablet besi (sulfa ferosus) 1 tablet sehari selama 90 hari mulai minggu ke 20 (Manuaba, 1998). Selain itu wanita di nasehatkan pula untuk makan lebih banyak protein dan sayur sayuran yang mengandung banyak mineral serta vitamin (Wiknjosastro, 2008). j. PROGNOSIS Prognosis anemia defisiensi besi dalam kehamilan umumnya baik bagi ibu dan anak. Persalinan dapat berlangsung seperti biasa tanpa perdarahan banyak atau komplikasi lain. Anemi berat yang tidak diobati dalam kehamilan muda dapat menyebabkan abortus dan dalam kehamilan tua dapat menyebabkan partus lama, perdarahan post partum dan infeksi (Wiknjosastro, 2002).

k. PENGARUH ANEMIA 1) Pengaruh anemia terhadap kehamilan a) b) c) d) e) f) g) 2) Dapat terjadi abortus Persalinan prematur Hambatan tumbuh kembang janin dan rahim Mudah terjadi infeksi Ancaman dekompensasi kordis (Hb <6 gr %) Perdarahan antepartum Ketuban pecah dini (KPD).

Pengaruh anemia terhadap persalinan a) b) Gangguan his atau kekuatan mengejan. Kala pertama dapat berlangsung lama dan dapat terjadi partus terlantar. c) Kala dua berlangsung lama sehingga dapat melelahkan dan sering memerlukan tindakan operasi kebidanan. d) Kala uri dapat diikuti retensio plasenta dan perdarahan post partum karena atonia uteri. e) Kala empat dapat terjadi perdarahan post partum sekunder dan atonia uteri

3)

Pengaruh anemia terhadap janin a) b) c) Abortus Kematian janin dalam rahim Berat badan lahir rendah

d) e) 4)

Cacat bawaan Intelegensi rendah

Pengaruh anemia terhadap masa nifas a) Terjadi sub involusi uteri menimbulkan perdarahan post partum b) c) d) e) f) Memudahkan infeksi puerperium Pengeluaran ASI berkurang Terjadi dekompensasio kordis mendadak setelah persalinan Anemi kala nifas Mudah terjadi infeksi mammae

(Manuaba, 1998)

2. KEBIDANAN KOMUNITAS a. Pengertian Kebidanan komunitas adalah konsep dasar bidan dalam melayani keluarga dan masyarakat. Pelayanan kebidanan komunitas adalah upaya yang dilakukan bidan untuk pemecahan terhadap masalah kesehatan ibu dan anak balita di dalam keluarga dan masyarakat (Ambarwati & Rismintari, 2009). b. Tahap-Tahap Asuhan Kebidanan Komunitas 1) Pengkajian (Assessment)

Adalah sekumpulan tindakan yang digunakan oleh peraSat untuk mengukur keadaan klien (keluarga) dengan memakai normanorma kesehatan keluarga maupun sosial, yang merupakan sistem yang terintegrasi dan kesanggupan keluarga untuk mengatasinya. a) Pengumpulan data Cara yang digunakan adalah : 1) Wawancara 2) Pengamatan 3) Studi dokumentasi 4) Pemeriksaan fisik Data yang dikumpulkan adalah : a) Identitas keluarga b) Riwayat kesehatan keluarga baik yang sedang dialami maupun yang pernah dialami c) Anggota keluarga d) Jarak antara lokasi dengan fasilitas kesehatan masyarakat yang ada e) Keadaan keluarrga, meliputi : (1) Biologis (2) Psikologis (3) Sosial (4) Kultural (5) Spiritual

(6) Lingkungan (7) Dan data penunjang lainnya

b) Analisa data Ada 3 norma yang perlu diperhatikan dalam perkembangan kesehatan keluarga, yaitu : a) Keadaan kesehatan yang normal dari setiap anggota keluarga, meliputi : (1) Keadaan kesehatan fisik, mental, sosial anggota keluarga (2) Keadaan pertumbuhan dan perkembangan anggota keluarga (3) Keadaan gizi anggota keluarga (4) Status imunisasi anggota keluarga (5) Kehamilan dan keluarga berencana b) Keadaan rumah dan sanitasi lingkungan, meliputi : (1) Rumah meliputi : ventilasi, penerangan, kebersihan, konstruksi, luas rumah dibandingkan dengan jumlah anggota keluarga dan sebagainya. (2) Sumber air minum (3) Jamban keluarga (4) Tempat pembuangan air limbah melihat

(5) Pemanfaatan pekarangan yang ada dan sebagainya c) Karakteristik (1) Sifaf-sifat keluarga (2) Dinamika dalam keluarga (3) Komunikasi dalam keluarga (4) Interaksi antar anggota keluarga (5) Kesanggupan keluarga dalam membaSa perkembangan anggota keluarga (6) Kebiasaan nilai-nilai yang berlaku dalam keluarga c) Perumusan Masalah Perumusan masalah kesehatan dan keperaSatan keluarga yang diambil didasarkan kepada penganalisaan praktek lapangan yang didasarkan kepada analisa konsep, prinsip, teori dan standar yang dapat dijadikan acuan dalam menganalisa sebelum mengambil keputusan tentang masalah kesehatan dan

keperaSatan keluarga. Di samping melalui diskusi-diskusi di antara peraSat dengan mempertimbangkan situasi dan sumber daya yang ada pada keluarga. d) Tipologi masalah kesehatan dan asuhan kebidanan keluarga Ada 3 kelompok masalah besar, yaitu : a) Ancaman kesehatan, adalah keadaan-keadaan yang dapat memungkinkan terjadinya penyakit, kecelakaan dan

kegagalan dalam mencapai potensi kesehatan. Yang termasuk dalam ancaman kesehatan adalah : (1) Penyakit keturunan, seperti asma bronkiale, diabetes mellitus, dsb. (2) Keluarga/anggota keluarga yang menderita penyakit menular, seperti TBC, gonore, hepatitis dsb. (3) Jumlah anggota keluarga terlalu besar dan tidak sesuai dengan kemampuan dan sumber daya keluarga. Seperti anak terlalu banyak sdangkan penghasilan keluarga kecil. (4) Resiko terjadi kecelakaan dalam keluarga, misalnya benda tajam diletakkan sembarang, tangga rumah terlalu curam. (5) Kekurangan atau kelebihan gizi dari masing-masing anggota keluarga. (6) Keadaan-keadaan yang dapat menimbulkan stress, antara lain : (a) Hubungan keluarga yang kurang harmonis (b) Hubungan orang tua dan anak tegang (c) Orang tua tidak dewasa (7) Sanitasi lingkungan buruk, diantaranya : kebisingan, populasi udara, ventilasi dan penerangan kurang baik dsb

(8)

Kebiasaan-kebiasaan yang merugikan kesehatan : minuman keras, merokok, makan obat tanpa resep, personal higiene kurang

(9)

Sifat kepribadian yang melekat

(10) Memainkan peranan yang tidak sesuai, misalnya anak Sanita memainkan peranan ibu karena meninggal. (11) Imunisasi tidak lengkap b) Kurang/tidak sehatadalah kegagalan dalam memantapkan kesehatan. Yang termasuk di dalamnya adalah : (1) (2) keadaan sakit, sebelum atau sesudah didiagnosa Kegagalan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak yang tidak sesuai dengan pertumbuhan normal c) Situasi krisis adalah saat-saat yang banyak menuntut individu atau keluarga dalam menyesuaikan diri termasuk juga dalam hal sumber daya keluarga. Yang termasuk dalam situasi krisis adalah : (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) PerkaSinan Kehamilan Persalinan Masa nifas Menjadi orang tua Bayi baru lahir Abortus

(8) (9)

Anak masuk sekolah Anak remaja

(10) Kehilangan pekerjaan dsb Ketidakmampuan keluarga dalam melaksanakan tugas-tugas

kesehatan dan keperawatan a) Ketidaksanggupan mengenal masalah kesehatan keluarga, disebabkan karena : (1) Kurang pengetahuan/ketidaktahuan fakta. (2) Rasa takut akibat masalah yang diketahui. (3) Sikap dan falsafah. b) Ketidaksanggupan keluarga mengambil keputusan dalam

melakukan tindakan yang tepat, disebabkan karena : (1) Tidak memahami mengenai sifat, berat, dan luasnya masalah. (2) Masalah kesehatan tidak begitu menonjol. (3) Keluarga tidak sanggup memecahkan masalah karena kurangnya pengetahuan, kurangnya sumber daya keluarga. (4) Ketidakcocokan pendapat dari anggota-anggota keluarga. (5) Tidak tahu tentang fasilitas kesehatan yang ada. (6) Takut dari akibat tindakan. (7) Fasilitas kesehatan tidak terjangkau. (8) Kesalahan informasi terhadap tindakan yang diharapkan.

c) Ketidakmampuan merawat anggota keluarga yang sakit, disebabkan karena : (1) Tidak mengetahui keadaan penyakit, misalnya sifat, penyebab, penyebaran, perjalanan penyakit, gejala dan peraSatannya serta pertumbuhan dan perkambangan anak. (2) Tidak mengetahui tentang perkembangan peraSatan yang dibutuhkan. (3) Kurang atau tidak ada fasilitas yang diperlukan untuk peraSatan. (4) Sikap dan pandangan hidup. (5) Perilaku yang mementingkan diri pribadi. d) Ketidaksanggupan memelihara lingkungan rumah yang dapat mempengaruhi kesehatan dan perkembangan pribadi anggota keluarga, disebabkan karena : (1) Sumber-sumber keluarga tidak cukup, diantaranya

keuangan, tanggung jaSab/SeSenang, keadaan fisik rumah yang tidak memenuhi syarat. (2) Kurang dapat melihat keuntungan dan manfaat

pemeliharaan lingkungan rumah. (3) Ketidaktahuan pentingnya sanitasi lingkungan. e) Ketidakmampuan menggunakan sumber di masyarakat guna memelihara kesehatan, disebabkan karena : (1) Tidak tahu bahSa fasilitas kesehatan itu ada.

(2) Tidak memahami keuntungan yang diperoleh. (3) Pengalaman kurang baik dari petugas kesehatan. (4) Tidak terjangkau fasilitas yang diperlukan. (5) Tidak adanya fasilitas yang diperlukan. (6) Diagnosa Keperawatan pada Tingkat Keluarga Diagnosa adalah pernyataan tentang faktor-faktor yang mempertahankan respons/tanggapan yang tidak sehat dan menghalangi perubahan yang diharapkan. (7) Prioritas Masalah Hal hal yang perlu diperhatikan dalam prioritas masalah adalah sebagai berikut : d) Tidak mungkin masalah-masalah kesehatan dan

keperaSatan yang ditemukan dalam keluarga dapat diatasi sekaligus. e) Perlu mempertimbangkan masalah-masalah yang dapat mengancam kehidupan keluarga seperti masalah penyakit f) Perlu mempertimbangkan respons dan perhatian keluarga terhadap asuhan keperaSatan yang akan diberikan. g) Keterlibatan keluarga dalam memecahkan masalah yang mereka hadapi. h) Sumber daya keluarga yang dapat menunjang pemecahan masalah kesehatan/peraSatan keluarga. i) Pengetahuan dan kebudayaan keluarga.

Skala Prioritas Dalam Menyusun Masalah Kesehatan Keluarga Untuk dapat menentukan prioritas kesehatan dan keperaSatan perlu disusun skala prioritas seperti berikut ini :

KRITERIA

NIL AI

BOBOT 1

1. Sifat masalah ....................................................................


Skala : Ancaman kesehatan ........................................................... 2 Tidak/kurang sehat .............................................................. 3 Krisis ................................................................................... 1 2. Kemungkinan masalah dapat dicegah .............................. Skala : Dengan mudah .................................................................... 2 Hanya sebagian ................................................................... 1 Tidak dapat ......................................................................... 0 3. Potensi masalah untuk diubah .......................................... Skala : Tinggi ................................................................................. 3 Cukup ................................................................................. 2 Rendah ................................................................................ 1 4. Menonjolnya masalah ....................................................... Skala : Masalah berat harus ditangani ............................................ 2 Masalah yang tidak perlu segera ditangani ........................ 1 Masalah tidak dirasakan ..................................................... 0

Sumber : Setiadi, 2008 Skoring : a) Tentukan skor untuk setiap kriteria b) Skor dibagi dengan angka tertinggi dan dikalikan bobot
Skor x Bobot Angka Tertinggi

c) Jumlahkan skor untuk semua kriteria d) Skor tertinggi adalah 5 dan sama untuk seluruh bobot

e) Perencanaan Asuhan Kebidanan Komunitas Perencanaan adalah bagian dari fase pengorganisasian dalam proses keperaSatan keluarga yang meliputi penentuan tujuan peraSatan (jangka panjang/pendek), penetapan standar, dankriteria serta menentukan perencanaan untuk mengatasi masalah keluarga. a) Tujuan (1) Tujuan jangka panjang, menekankan pada perubahan perilaku dan mengarah pada kemampuan mandiri. (2) Tujuan jangka pendek, ditekankan pada keadaan yang bisa dicapai setiap harinya yang dihubungkan dengan keadaan yang mengancam kehidupan.

b) Kriteria dan standar (1) Berfokus pada keluarga, outcomes harus ditujukan kepada keadaan keluarga apa yang harus dilakukan keluarga, kapan, dan sejauh mana tindakan akan dilaksanakan. (2) Singkat dan jelas, untuk memudahkan peraSat dalam mengidentifikasikan tujuan dan rencana tindakan. (3) Dapat diobservasi dan diukur, tanpa hasil yang dapat proses keperaSatan tidak dapat diselesaikan.

(4)

Realistik, ini harus disesuaikan dengan sarana dan prasarana yang tersedia di rumah.

f)

Implementasi/Tindakan Asuhan Kebidanan Komunitas Implemetasi atau tindakan adalah pengelolaan dan perSujudan dari rencana asuhan yang telah disusun pada tahap perencanaan.

g) Evaluasi Asuhan Kebidanan Komunitas Evaluasi adalah perbandingan yang sistimatis dan

terencana tentang kesehatan keluarga dengan tujuan yang telah ditetapkan. Tahap evaluasi adalah sebagai berikut : a) Evaluasi berjalan (sumatif) Evaluasi jenis ini dikerjakan dalam bentuk pengisian formal catatan perkembangan dengan berorientasi kepada masalah yang dialami oleh keluarga. b) Evaluasi akhir (formatif) Evaluasi jenis ini dikerjakan dengan cara membandingkan antara tujuan yang akan dicapai. Bila terdapat kesenjangan diantara keduanya, mungkin semua tahap dalam proses asuhan perlu ditinjau kembali, agar didapat data-data, masalah atau rencana yang perlu dimodifikasi. (Ambarwati dan Rismintari, 2009)

BAB III ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS PADA KELUARGA TN. K DENGAN SALAH SATU ANGGOTA IBU HAMIL TRIMESTER III RESIKO TINGGI DI DESA REMPOAH KECAMATAN BATURADEN KABUPATEN BANYUMAS

A.

PENGKAJIAN DATA KELUARGA Dilaksanakan pada hari Sabtu, Tanggal 4 Januari 2014 1. Data dan Identitas Keluarga a. Biodata Nama KK Umur Agama Pendidikan Pekerjaan Suku/Bangsa Alamat : Tn. K : 39 tahun : Islam : SMA : Swasta : Jawa / Indonesia : Desa Rempoah Rt 8 Rw IV Baturaden Kabupaten Banyumas Kecamatan

b. Susunan Anggota Keluarga No Nama JK Umur Agama Status 1 2 Ny.S An.A p P 35 th 10 th Islam Islam Kawin Belum kawin Pendidikan SMP SD Pekerjaan Ket IRT Belum Bekerja Istri Anak

c. Genogram

Keterangan Suami Ibu/sasaran Abortus Anak

d. Riwayat Kesehatan Keluarga Seluruh anggota keluarga mengatakan bahwa tidak memiliki riwayat penyakit (Seperti : Hipertensi, DM, Hepatits) baik dahulu maupun sekarang. e. Pengambilan keputusan Tn. K mengatakan pengambilan keputusan pertama dalam keluarga adalah Tn. K dan apabila ada kegawatdaruratan masalah kesehatan Ny. S menjadi alternatif pengambilan keputusan jika Tn. K sedang bekerja diluar kota.

f. Hubungan dalam keluarga Tn. K mengatakan dinamika dan interaksi di dalam keluarga baik, komunikasi di dalam keluarga lancar, didalam keluarga tetap menaati nilai dan norma yang dianut oleh orang Jawa. g. Keadaan Psikososial dan Spiritual Tn. K mengatakan di dalam keluarga baik dirinya maupun istrinya Ny. S selalu berdoa sesuai dengan kepercayaan yang dianut, kadang Ny. S mengikuti pengajian yang diadakan di RT setiap 1 minggu sekali. h. Sosiokultural Tn. K mengatakan di dalam keluarga mengikuti budaya dan adat Jawa yang ada di dalam masyarakat, dan tidak menghambat perilaku keluarga di dalam kesehatan. i. Kebiasaan Sehari-hari 1) Kebiasaan Tidur a) Tn. K b) Ny. S c) An. A : tidak pernah tidur siang, tidur malam 7 jam/ hari : tidur siang 1 jam/hari, tidur malam 7 jam/hari : tidur siang 1 jam/hari, tidur malam 8 jam/hari

2) Kebiasaan makan sehari-hari Semua anggota keluarga makan 3x sehari dengan makanan pokok beras, lauk pauk sesuai kemampuan keluarga(tahu, tepme, telor, daging). Tn. K jarang makan bersama kerena bekerja di

luar kota sedangkan Ny. S dan anaknya membiasakan diri untuk selalu makan bersama-sama. 3) Pola Elimasi Seluruh anggota keluarga mengatakan BAB 1 kali/hari dan BAK 4-5 kali/hari a) Tn. K b) Ny.S c) An. K : BAB 1x/hari, BAK 4-5x/hari : BAB 1 x/hari, BAK 6-7x/hari : BAB 1x/hari, BAK 4-5 x/hari,

4) Kebersihan Perorangan/Personal hygine a) Tn. K b) Ny. S c) An. A : mandi, gosok gigidan ganti baju 2x/hari : mandi, gosok gigidan ganti baju 2x/hari : mandi, gosok gigidan ganti baju 3x/hari

5) Pola Kebiasaan a) An. K b) Ny. S : mengatakan dirinya perokok aktif : mengatakan jarang berolahraga

6) Penggunaan waktu senggang Tn. K mengatakan seluruh keluarga jika ada waktu senggang dihabiskan dirumah saja untuk menomton TV dan bercengkrama dengan keluarga, rekreasi hanya dilakukan kadang-kadang saja kreasi 7) Rekreasi keluarga Tn. K mengatakan di dalam keluarga hanya kadang-kadang saja rekreasi bahkan jarang sekali untuk berrekreasi.

8) Keadaan Sosial Ekonomi Tn. K mengatakan rata-rata keluarga cukup, jumlah tersebut bisa dipergunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan

membangun rumah. 9) Lingkungan Situasi lingkungan


a) Rumah Milik sendiri

Denah Rumah Lantai Bawah


Km. Tidur Anak Dapur WC R .makan

Tangga

De

R. Keluarga

Rjhnjj

Km. Tidur R. Tamu Teras TERAS

Lantai Atas

SEseSE

Sedang dalam Rehap

Rumah dekat dengan jalan Desa, tidak mempunyai halaman, terdiri dari 2 Lantai dengann 4 kamar tidur, 2 kamar mandi dan 1 dapur yang tergabung dengan ruang makan. b) Jenis Rumah : Seuruh bagian rumah terbuat dari tembok. c) Atap rumah : Genting d) Lantai e) Ventilasi : keramik : Ada jendela diruang tamu dan tiap kamar. Akan tetapi

jarang dibuka karena dekat sekali dengan jalan desa. f) Kebersihan dan Kerapian : Kebersihan dan Kerapian cukup g) Pembuangan Sampah : ada dibelakang rumah h) Sumber Air Sumber air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari adalah air sumur. (1) Penggunaan Air (2) Tempat Penyerapan Air : dimasak : terbuka

(3) Pengurasan tempat air Minum : setiap hari (4) Kualitas air : tidak berasa dan tidak berbau

i) Saluran pembuangan Air Limbah (SPAL) : Terbuka (1) Jarak Sumber pembuangan Limbah (2) Keadaan Cukup terpelihara j) Jamban (1) Kondisi : cukup terpelihara (2) Jarak Jamban dengan sumber air : 10 m

k) Kandang Ternak Tidak ada l) Pemanfaatan fasilitas Kesehatan : jika ada anggota Keluarga yang sakit diperiksakan ke Puskesmas atau ke dokter Swasta m) Keluarga Tidak mempunyai asuransi kesehatan

n) Fasilitas Kesehatan Meliputi pemanfaatan Fasilitas Kesehatan, jarak rumah dengan puskesmas : jika ada keluarga yang sakit dibawa berobat ke puskesmas Baturaden dengan rumah 1km, jika ada yang melahirkan ke BPS terdekat yang ada di desa tersebut dengan jarak 300m o) Keadaan kesehatan Keluarga 1) Riwayat Perkawinan : Lamanya 11 tahun yang merupakan perkawinan pertama bagi Tn. K dan Ny. S dan hubungan keluarga cukup harmonis. 2) Kehamilan, Persalinan, Nifas yang lalu

N o UK 1 2 3 4 8mg 28 mg

Kehamilan Penyulit AB Spon ta jenis

persalinan

Bayi BB/P B 1,7/4 2

Nifas Peny ulit Tdk ada lakt asi 2 th

KB

PenyakitTeTempat/Pen L/P olong RS Tdk ada RSMS P

8 mg AB HAMIL INI

3) Riwayat Ginekologi Ny. S mengatakan tidak pernah menderita penyakit radang panggul, ataupun penyakit yang berhubungan dengan organ reproduksi, ibu tidak pernah menerita penykit tumor payudara ataupun kanker sistem reproduksi. f) Riwayat Makanan tambahan Ny. S mengatakan anaknya yaitu An. A sewaktu baru lahir langsung diberikan ASI formula. 2. Pengkajian Data 1. Data Subyektif Sasaran a. Biodata Nama Umur Agama Pendidikan Pekerjaan Suku/bangsa Alamat : Ny. S : 35 tahun : Islam : SMP : Ibu Rumah Tangga : Jawa/Indonesia : Desa Rempoah Rt 8 Rw IV Kecamatan Baturaden Kabupaten Bayumas b. Keluhan utama Ibu mengatakan kepala sering pusing dan mata berkunang-kunang.

c. Riwayat Kesehatan 1) Dulu ibu tidak pernah menderita penyakit menular dan keturunan seperti DM, hipertensi dan asma. 2) Sekarang ibu tidak sedang menderita penyakit apapun. 3) Dalam keluarga tidak ada yang mempunyai penyakit menular. d. Riwayat Kebidanan Menarche Lama Siklus Jumlah Warna Dismenorhoe HPHT HPL GPA e. Riwayat KB Ibu pernah menggunakan alat kontrasepsi suntik selama 3,5 tahun : 14 tahun : 7 hari : teratur : 2x ganti pembalut : Merah segar : (-) : 13-5-2013 : 20-2-2014 : G4 P1 A2, hamil 34 mgg

2. Data Obyektif a. Tn.K 1) Pemeriksaan Umum Keadaan umum Kesadaran : Baik. : Composmentis.

TD Nadi Suhu BB Tinggi badan

: 120/80 mmHg : 82x/menit : 360 C : 67 kg. : 170 cm

2) Pemeriksaan Fisik Rambut Mata Kepala Hidung Telinga Lidah Gigi Leher Dada Abdomen Genetalia Ekstremitas b. Ny. S 1) Pemeriksaan Umum Keadaan umum Kesadaran TD : Baik. : Composmentis. : 100/60 mmHg : Bersih, tidak mudah rontok.. : Conjungtiva tidak anemis,sklera tidak ikterik : Bentuk mesocephal. : Tidak ada sekret. : Tidak ada serumen. : Bersih. : Tidak ada caries dentis : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid. : Simetris. : Tidak ada pembesaran hati dan lien. : Tidak diperiksa : Tidak oedem, tidak ada varises, simetris

Nadi Suhu BB Tinggi badan

: 82x/menit : 360 C : 54 kg. : 150 cm

2) Pemeriksaan Fisik Rambut Mata Kepala Hidung Telinga Lidah Gigi Leher Dada Abdomen Ekstremitas : Bersih, tidak mudah rontok.. : Conjungtiva anemis,sklera tidak ikterik : Bentuk mesocephal. : Tidak ada sekret. : Tidak ada serumen. : Bersih. : Tidak ada caries dentis : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid. : Simetris. : Tidak ada pembesaran hati dan lien. : Tidak oedem

3) Status Obstetrikus a) Palpasi Leopold I : TFU Pertengaha Sympisis-Pusat

Leopold II : Bagian kanan teraba bagian-bagian kecil janin, bagian kiri teraba tahanan keras memanjang (punggung janin), letak janin memanjang

Leopold III : Teraba

bagian

bulat,

keras

(kepala)

dapat

digoyangkan Leopold IV : Kepala janin belum masuk pintu atas panggul (konvergen) TFU : 27 cm

TBJ menurut Johson-Tausak (27 11) x 155 = 2480 gram b) Auskultasi : DJJ (+) irama teratur, 148x/menit c) Perkusi : Reflek patella +/+

4) Pemeriksaan penunjang HB 9gr%

c. An. A 1) Pemeriksaan Umum Keadaan umum Kesadaran TD Nadi Suhu BB Tinggi badan : Baik. : Composmentis. : 100/60 mmHg : 79x/menit : 360 C : 41 kg. : 148 cm

2) Pemeriksaan Fisik Rambut Mata : Bersih, tidak mudah rontok.. : Conjungtiva tidak anemis,sklera tidak ikterik

Kepala Hidung Telinga Lidah Gigi Leher Dada Abdomen Genetalia Ekstremitas

: Bentuk mesocephal. : Tidak ada sekret. : Tidak ada serumen. : Bersih. : Tidak ada caries dentis : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid. : Simetris. : Tidak ada pembesaran hati dan lien. : Tidak diperiksa : Tidak oedem, tidak ada varises, simetris

3. Analisa Data Masalah kesehatan terutama kesehatan ibu yang dialami oleh keluarga Tn K disebabkan faktor ketidaktahuan tentang kesehatan dan ketidaktahuan ibu tentang resiko tinggi pada kehamilan , ketidaktahuan terhadap makanan bergizi Faktor ketidaktahuan keluarga tentang makanan bergizi menimbulkan masalah. Masalah kesehatan yang timbul dalam keluarga dianggap menjadi suatu hal yang wajar oleh keluarga ini. Hal ini mungkin masih sulit untuk diubah karena masih merupakan tradisi atau budaya masyarakat. 4.Perumusan Masalah No 1 Data Masalah keluarga

Ibu kurang tahu tentang Ketidaktahuan

faktor resiko tinggi pada tentang makanan bergizi. kehamilan Ibu kurang tahu tentang makanan bergizi. Ibu 2 Ibu merasa pernah selama ini keluarga yang tingkat keluarga tidak dirinya sehat memeriksakan Ketidakmampuan melakukan tepats 3 kehamilannya ke bidan tapi mengambil keputusan dalam tidak mau minum tablet Fe. tindakan dikarenakan

pendidikan yang rendah. Ibu mengatakan tidak minum Ketidaktahuan tablet Fe tidak masalah asal tentang dengan baik. 4 Jarak rumah tidak terlalu jauh Ketidakmampuan dari pelayanan kesehatan tapi memanfaatkan ibu malas kesehatannya. keluarga fasilitas akibat

bisa menjaga kehamilannya mengkonsumsi tablet Fe.

memeriksakan pelayanan kesehatan yang ada.

5.Prioritas Masalah a. Ketidaktahuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan ibu hamil karena kurangnya pengetahuan tentang makanan bergizi. No 1 Kriteria Sifat masalah - Ancaman Kesehatan Perhitungan 2/3 X 1 Skor 2/3 Pembenaran Ibu kurang hamil gizi yang atau

tidak mengkonsumsi Fe dapat menderita anemia

Kemungkinan masalah X 2 dapat diubah - Hanya sebagian

Dengan

mengikuti

penyuluhan tentang gizi seimbang akan menambah pengetahuan ibu.

Potensi masalah untuk 1/3 X 1 dapat dicegah - Cukup

2/3

Ketidak keluarga diatasi pemberian penjelasan

tahuan dapat dengan

yang

mudah diterima oleh keluarga manfaat makanan seimbang. 4 Menonjolnya masalah Masalah dirasakan 2/2 X 1 1 Untuk merubah tentang pemberian bergizi

sikap dan pendangan hidup kesehatan mengenai terutama

dan harus segera diatasi

gizi untuk ibu hamil dan cara memasak sayuran yang benar. Total Skor 3 1/3

b. Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan dalam melakukan tindakan yang tepat untuk memelihara kesehatan ibu hamil, itu dikarenakan tingkat pendidikan yang rendah. No Kriteria 1 Sifat masalah Perhitungan 3/3 X 1 Skor 1 Pembenaran Budaya setempat yang masih

- Kurang sehat

dipertahankan dan kesalahan informasi kesehatan. menyebabkan ketidakpercayaan pada tenaga

Kemungkinan masalah diubah - Hanya sebagian dapat

X2

Menambah melalui hamil pemeliharaan dapat

pengetahuan tentang ibu kesehatan

penyuluhan

meningkatkan

pengetahuan ibu. 3 Potensi untuk dicegah - Cukup 4 Menonjolnya masalah dirasakan harus ditangani Masalah dan 2/2 X 1 1 Dengan tenaga kesehatan/Puskesmas/Posyandu, maka ibu akan tahu tentang keadaan Total skor 3 1/3 kesehatan dan kehamilannya. seringnya kehamilan ibu ke memeriksakan masalah 1/3 X 1 dapat 1/3 Ketidak tahuan keluarga tentang asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan anemia sedang

c. Ketidaktahuan keluarga tentang manfaat tablet Fe karena Kurangnya Informasi No 1 Kriteria Sifat masalah - Ancaman kesehatan Perhitungan 2/3 X 1 Skor 2/3 Pembenaran Kurangnya tentang informasi manfaat Fe ibu

menyebabkan menderita anemia 2 Kemungkinan masalah X 2 1 Dengan

memberikan

dapat diubah - Hanya sebagian

penyuluhan

tentang

manfaat tablet Fe akan meningkatkan pengetahuan masih kurang ibu yang

Potensi masalah untuk 1/2 x 1 dapat dicegah - Cukup

Dengan

pemberian

informasi yang jelas ibu akan mengerti dan mau minum tablet Fe.

Menonjolnya masalah - Masalah ada tetapi tidak perlu penanganan segera

1/2 x 1

Dengan

meningkatkan keluarga

pengetahuan,

mengerti tentang bahaya yang akibat yang mungkin anemia tidak terjadi sedang segera

ditangani. Skor Total 2 2/3

d. Ketidakmampuan keluarga untuk memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan secara rutin karena kesibukan suami. No 1 Kriteria Sifat masalah - Kurang sehat Perhitungan 3/3 X 1 Skor 1 Pembenaran Situasi daerah yang tidak terlalu jauh dari pelayaan kesehatan dijangkau dan sarana transportasi yang mudah memudahkan ibu untuk memeriksakan diri tanpa diantar suami.

Kemungkinan masalah 2/2 X 2 dapat diubah - Dengan mudah

Kemungkinan dapat mudah rumah diubah karena tidak

masalah dengan jarak terlalu

fasilitas kesehatan dengan jauh/mudah dijangkau. 3 Potensi masalah untuk 0/2 X 1 dapat dicegah - Rendah 0 Kesibukkan suami tidak menjadi dapat karena masalah pergi lokasi ibu sendirian fasilitas kesehatan mengadakan rumah ibu akan sering

pelayanan 4 Menonjolnya masalah - Masalah dirasakan 0/2 X 1 0 Dengan kunjungan diharapkan sadar memeriksakan untuk

dekat dengan rumah.

kehamilannya ke tenaga kesehatan Total Skor 3

Berdasarkan pembobotan masalah diatas maka urutan prioritas masalah kesehatan dan keperawatan pada keluarga Tn. K dapat disusun sebagai berikut : a. Prioritas I : Ketidaktahuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan ibu hamil, karena kurangnya pengetahuan tentang makanan bergizi. b. Prioritas II : Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan dalam melakukan tindakan yang tepat untuk

memelihara kesehatan ibu hamil, karena tingkat pendidikan yang rendah. c. Periorita III : Ketidakmampuan keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan secara rutin karena kesibukkan suami bekerja.. d. Prioritas IV : Ketidaktahuan keluarga tentang manfaat tablet Fe karena kurangnya informasi.

6.Intervensi Prioritas Masalah a. Prioritas I Beri penjelasan yang tepat dan mudah mengenai makanan bergizi untuk ibu hamil termasuk cara memasak sayuran. b. Prioritas II Anjurkan ibu untuk mengikuti penyuluhan-penyuluhan yang diadakan lewat PKK, pengajian dan Posyandu. c. Prioritas III Adakan kunjungan rumah agar ibu sadar dan mau memeriksakan kehamilannya ke bidan desa atau bidan swasta yang terdekat d. Prioritas IV Beri informasi/penyuluhan tentang manfaat tablet Fe.

7.Implementasi Prioritas Masalah

a. Prioritas I Memberikan penjelasan yang tepat dan mudah mengani makanan bergizi untuk ibu hamil termasuk cara memasak sayuran yang benar b. Prioritas II Menganjurkan ibu untuk sering mengikuti penyuluhan-penyuluhan tentang kesehatan ibu hamil melalui Posyandu, PKK dan pengajian c. Prioritas III Mengadakan kunjungan rumah agar ibu sadar dan mau

memeriksakan kehamilannya secara rutin ke bidan /Puskesmas. d. Prioritas IV Memberikan informasi tentang manfaat minum tablet Fe

8.Evaluasi Setelah diberikan penjelasan-penjelasan, pada setiap prioritas baik prioritas I, prioritas II, prioritas III dan prioritas IV sikap keluarga. a. Ibu hamil dan keluarga mengerti tentang makanan bergizi atau gizi seimbang bagi ibu hamil. b. Ibu bersedia mengikuti penyuluhan-penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan ibu hamil dan anemia pada kehamilan. c. Ibu bersedia memeriksakan kehamilannya ke Puskesmas/Bidan desa/Bidan Swasta yang terdekat secara rutin. d. Ibu bersedia minum tablet Fe secara rutin untuk mencegah anemia.

BAB IV PEMBAHASAN

Bahwa untuk mencegah terjadinya anemia pada ibu hamil, perlu diberikan tablet besi (sulfas ferosus) minimal 1 tablet sehari selama 90 hari mulai minggu ke 20 (Manuaba, 1998). Selain itu wanita hamil di nasehatkan pula untuk makan lebih banyak protein dan sayur-sayuran yang mengandung banyak mineral serta vitamin (Wiknjosastro, 2008). Asuhan yang dilakukan pada Ny. S. G4 P1 A2, umur 35 tahun hamil 34 minggu dengan anemia sedang yaitu memberikan penjelasan pada ibu tentang anemia pada Ibu hamil, makanan bergizi untuk Ibu hamil, menyarankan ibu untuk mengikuti penyuluhan-penyuluhan untuk menambah pengetahuan, mengadakan kunjungan rumah agar ibu sadar dan mau memeriksakan kehamilanya secara rutin dan memberikan informasi tentang manfaat tablet Fe. Dari teori dan asuhan kebidanan yang telah dilakukan terdapat kesesuaian walaupun terdapat asuhan-asuhan lain.

BAB V PENUTUP

A.

Kesimpulan Ibu hamil berisiko tinggi adalah keadaan yang dapat mempengaruhi optimalisasi ibu maupun janin pada kehamilan yang dihadapi. Faktor-faktor yang termasuk resiko tinggi pada kehamilan dalam keluarga misalnya, tingkat ekonomi keluarga rendah, umur ibu hami1 kurang dari 19 tahun atau lebih dari 35 tahun,menderita kurang gizi atau anemia, keluarga dengan keturunan yang kurang baik, atau keluarga dengan penyakit. Dengan melaksanakan asuhan kebidanan dalam penanganan ibu hamil dengan anemia sedang dapat disimpulkan sebagai berikut. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Kebutuhan oksigenasi pada ibu hamil cukup. Perbandingan TFU sebanding dengan usia kehamilan. Kebutuhan traveling/ refreshing terpenuhi Kebutuhan mobilisasi terpenuhi Kebutuhan exercise terpenuhi Tidak terjadi keputihan Pemenuhan kebutuhan sexual tidak mengalami gangguan Personal hygiene pada ibu hamil terpenuhi Kebutuhan dukungan/ support pada ibu hamil terpenuhi Tida ada masalah-masalah penyerta kehamilan .

A.

Saran 1. Bagi Penulis Mampu mengembangkan pola pikir dan kreatifitas dalam berfikir serta menganalisa masalah dan mengembangkan wawasan, ilmu pengetahuan dan ketrampilan penulis dalam mengkaji serta memahami masalah yang dihadapi oleh ibu hamil dengan resiko tinggi. 2. Bagi Institusi Pendidikan Dapat dipertimbangkan sebagai bahan masukan untuk

meningkatkan sistem pembelajaran dan aplikasi dari pembelajaran teori tentang kehamilan dengan resiko tinggi. 3. Bagi Tenaga Kesehatan Dapat digunakan untuk menambah wawasan, kajian dan literatur petugas kesehatan setempat dalam memberikan dan meningkatkan pelayanan yang bermutu bagi masyarakat sebagai pengguna jasa pelayanan kesehatan masyarakat dan untuk memberikan penyuluhan. 4. Bagi Masyarakat Sebagai sumber informasi untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan serta memperluas pola pikir dan sudut pandang

masyarakat khususnya tentang perawatan pada kehamilan dengan anemia sedang.

DAFTAR PUSTAKA

IBI, 2001, 50 Tahun IBI Bidan Menyongsong Masa Depan, Jakarta : Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia. Manuaba Ida Bagus Gde, 1998, Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana, Jakarta : EGC. Mansjoer Arif, Et all, 1999, Kapita Selekta Kedokteran, Edisi 3 Jilid I, Media Aesculapius, Jakarta. Mochtar Rustam, 1998, Sinopsis Obstetri, Edisi 2 Jilid I, Jakarta : Buku Kedokteran, EGC. Saifuddin Abdul Bari, dkk, 2001, Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, Jakarta : JNPKKR-POGI, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Winkjosastro Hanifa, 2002, Ilmu Kebidanan, Edisi 3, Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Acara Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Sasaran Hari / Tanggal Tempat

: Penyuluhan : Ibu Hamil Dengan Anemi : Anemia Sedang. : Ny. S : Kamis, 9 Januari 2014 : Tn. K Baturaden. Ds. Rempoah Rt 8/IV Kec

Waktu Penyuluh

: 30 Menit : SUTRI

A. TIU Setelah mendapatkan penyuluhan, diharapkan ibu dapat mengerti, memahami, mengetahui tentang anemi pada kehamilan.

B. TIK Dengan adanya penyuluhan, diharapkan : 1. Ibu dan keluarga dapat mengetahui tentang pengertian anemia. 2. Ibu dan keluarga dapat mengetahuai tentang tanda-tanda anemia pada kehamilan. 3. Ibu dan keluarga dapat mengetahui sebab-sebab anemia pada kehamilan. 4. Ibu dan keluarga dapat mengetahui tentang bahaya anemia pada kehamilan

C. MATERI 1. Pengertian anemia 2. Tanda-tanda anemia pada kehamilan 3. Sebab-sebab terjadinya anemia pada kehamilan 4. Bahaya anemia pada kehamilan

D. Proses No 1 Tahapan Pembukaan Waktu 5 menit Kegiatan Penyuluhan 1. Pemberian salam 2. Menyampaikan dan TIK 3. Pre test lisan 3. Menjawab Sasaran 1. Menjawab salam TIU 2. Mendengarkan

Kegiatan inti

20 menit 1. Menjelaskan materi 2. Membuka pertanyaan

1. Mendengarkan 2. Bertanya

3. Menjawab pertanyaan 3. Mendengarkan 3 Penutup 5 menit 1. Menyimpulkan 2. Post test lisan 3. Memberikan salam 1. Mendengarkan 2. Menjawab 3. Menjawab salam

E. METODE 1. Ceramah 2. Tanya jawab

F. MEDIA 1. Lembar Balik 2. Buku KIA G. SUMBER Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri, Jilid I, EGC, Jakarta. Buku KIA. H. EVALUASI Bentuk soal : pertanyaan singkat Teknik Waktu : Tanya jawab lisan : 15 menit

Jumlah soal : 4 soal 1. Sebutkan pengertian anemia 2. Sebutkan tanda-tanda anemia pada kehamilan ! 3. Sebutkan sebab-sebab anemia pada kehamilan ! 4. Sebutkan bahaya anemia pada kehamilan ! Kunci Jawaban : 1. Anemia adalah suatu keadaan dimana kadar haemoglobin (Hb) seseorang, wanita hamil kurang dari 11 gr % dan wanita tidak hamil kurang dari 12 15 gr %. 2. Tanda-tanda anemia pada kehamilan a. Conjungtiva anemis / pucat. b. Lemah, letih, lesu.

c. Sering mengantuk. d. Pusing. e. Mata berkunang-kunang. 3. Sebab-sebab anemia pada kehamilan adalah sebagai berikut : a. Kurang gizi atau mal nutrisi. b. Kurang zat besi dalam nutrisi. c. Malabsorbsi. d. Penyakit kronik, seperti : TBC, paru, malaria, cacing usus. 4. Bahaya anemia pada kehamilan adalah sebagai berikut : a. Keguguran. b. Partus prematurus. c. Janin kecil.