Anda di halaman 1dari 10

STRATEGI MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU SEKOLAH

(oleh; Arifin, S.Pd., M.pd A!"#r$%#& Munculnya manajemen berbasis sekolah serta manajemen mutu ISO 9000 sampai dengan 9001:2000, telah memacu sekolah untuk meningkatkan mutu yang berstandar nasional bahkan Internasional dengan mengacu pada manajemen mutu berbasis di Inggris maupun di merika, dan !erman" #ada tahun 2000$an mulai bermunculan sekolah$sekolah s%asta unggulan, sekolah model, dan &ull day school, banyak kita jumpai baik di kota$kota besar seperti !akarta, Surabaya, 'alimantan, Solo, Mojokerto dan masih banyak kota$kota yang tidak bisa disebutkan satu persatu" da beberapa hal sekolah itu dikatakan bermutu" #ertama, sekolah yang menerapkan aspek$aspek manajemen (planning, organi)ing, controlling, dan e*aluating+" 'edua, sekolah yang menerapkan manajemen berbasis sekolah ataupun manajemen mutu terpadu dengan standar ISO 9001:2000" 'etiga, proses belajar mengajarnya bermutu" 'eempat, tenaga kependidikan, kepala sekolah dan guru$gurunya pro&esional" 'elima, sekolah yang lulusannya bermutu (diterima disekolah yang lebih tinggi bagi SM#,SM atau yang dapat diterima di Industri dan perusahaan bagi SM'+" 'eempat, proses belajar mengajarnya" 'ata 'unci: strategi manajemen, peningkatan mutu sekolah I" PEN'AHULUAN Manajemen sekolah seyogyanya memahami perkembangan manajemen sistem industri modern, sehingga mampu mendesain, menerapkan, mengendalikan, dan meningkatkan kinerja sistem pendidikan yang memenuhi kebutuhan manajemen sistem industri modern" -al ini dimaksudkan agar setiap lulusan dari sekolah mampu dan cepat beradaptasi dengan kebutuhan sistem industri modern" .engan demikian sebelum membahas tentang sistem pendidikan di sekolah, perlu diketahui tentang konsep dasar sistem industri modern yang akan

dipergunakan sebagai landasan utama untuk membahas penerapan /0M1 pada sistem pendidikan modern di Indonesia" Total quality manajement merupakan suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus menerus atas produk, jasa, tenaga kerja, proses dan lingkungannya" (2andi, 1993 dalam M"4 4asution, 2001:25+" 6ntuk mencapai usaha tersebut digunakan sepuluh unsur utama TQM, yaitu &okus pada pelanggan, obsesi terhadap 7ualities, pendekatan ilmiah, komitmen jangka panjang, kerjasama tim, perbaikan kerkesinambungan, pendidikan dan latihan, kebebasan terkendali, kesatuan tujuan, dan ketertiban serta pemberdayaan karya%an" (8oetsch dan .a*is, 1999 dalam M"4" 4asution, 2000:29$:0+" da empat prinsip utama dalam /0M, yaitu : kepuasan pelanggan, respek terhadap setiap orang, manajemen berdasarkan &akta, dan perbaikan berkesinambungan (-ensler ; <runnel dalam M"4" 4asution, 2001: ::$:9+" #ada dasarnya proses industri harus dipandang sebagai suatu peningkatan terus$menerus (continuous industrial process improvement+, yang dimulai dari sederet siklus sejak adanya ide$ide untuk menghasilkan suatu produk, pengembangan produk, proses produksi, sampai distribusi kepada konsumen" Seterusnya, berdasarkan in&ormasi sebagai umpan$balik yang dikumpulkan dari pengguna produk (pelanggan+ itu dapat dikembangkan ide$ide kreati& untuk menciptakan produk baru atau memperbaiki produk lama beserta proses produksi yang ada saat ini" (=incent 8esper), 2001:1+" gar peningkatan proses industri dapat berjalan secara konsisten, maka dibutuhkan manajemen sistem industri, yang pada umumnya akan dikelola oleh lulusan perguruan tinggi" 'onsep manajemen sistem industri terdiri dari dua konsep, yaitu: (1+ konsep manajemen dan (2+ konsep sistem industri" Suatu sistem industri mengkon*ersi input yang berasal dari pemasok menjadi output untuk digunakan oleh pelanggan, sedangkan manajemen sistem industri memproses in&ormasi yang berasal dari sistem industri, pelanggan, dan lingkungan melalui proses manajemen untuk menjadi keputusan atau tindakan manajemen guna meningkatkan e&ekti*itas dan e&eisensi sistem industri"

<erdasarkan konsep manajemen sistem industri modern di atas, maka setiap lulusan perguruan tinggi yang akan bekerja dalam sistem industri harus memiliki kemampuan solusi masalah$masalah industri yang berkaitan dengan bidang ilmu yang dikuasainya berdasarkan in&ormasi yang rele*an agar menghasilkan keputusan dan tindakan untuk meningkatkan kinerja sistem industri tersebut (=incent 8esper), 2001:1+" II" PEM*AHASAN

" M$n$+e,en Penin-.$#$n M/#/ Se.ol$h 1" Kon"ep M$n$+e,en Penin-.$#$n M/#/ Se.ol$h Manajemen peningkatan mutu sekolah adalah suatu metode peningkatan mutu yang bertumpu pada sekolah itu sendiri, mengaplikasikan sekumpulan teknik, mendasarkan pada ketersediaan data kuantitati& ; kualitati&, dan pemberdayaan semua komponen sekolah untuk secara berkesinambungan meningkatkan kapasitas dan kemampuan organisasi sekolah guna memenuhi kebutuhan peserta didik dan masyarakat" .alam #eningkatan Mutu yang selanjutnya disingtkat M#M, terkandung upaya a+ mengendalikan proses yang berlangsung di sekolah baik kurikuler maupun administrasi, b+ melibatkan proses diagnose dan proses tindakan untuk menindak lanjuti diagnose, c+ memerlukan partisipasi semua &ihak : 'epala sekolah, guru, sta& administrasi, orang tua, sis%a dan pakar" 2" Prin"ip0Prin"ip M$n$+e,en Penin-.$#$n M/#/ Se.ol$h <erdasarkan pengertian di atas dapat di&ahami bah%a Manajemen #eningkatan Mutu memiliki prinsip, diantaranya: a" #eningkatan mutu harus dilaksanakan di sekolah" b" #eningkatan mutu hanya dapat dilaksanakan dengan adanya kepemimpinan yang baik c" #eningkatan mutu harus didasarkan pada data dan &akta baik bersi&at kualitati& maupun kuantitati&

d" #eningkatan mutu harus memberdayakan dan melibatkan semua unsur yang ada di sekolah e" #eningkatan mutu memiliki tujuan bah%a sekolah dapat memberikan kepuasan kepada sis%a, orang tua dan masyarakat" (-and out, pelatihan calon 'epala sekolah: 2000+

:" Pen2/"/n$n Pro-r$, M$n$+e,en Penin-.$#$n M/#/ Se.ol$h dapun penyusunan program peningkatan mutu dengan mengaplikasikan empat teknik : a+ school review, b+ benchmarking, c+ quality assurance, dan d+ quality control" <erdasarkan #anduan Manajemen Sekolah (2000:200$202+ dijelaskan sebagai berikut: a" School Review Suatu proses dimana seluruh komponen sekolah bekerja sama khususnya dengan orang tua dan tenaga pro&esional (ahli+ untuk menge*aluasi dan menilai e&ekti*itas sekolah serta mutu lulusan" School review dilakukan untuk menja%ab pertanyaan berikut : > pakah yang dicapai sekolah sudah sesuai dengan harapan orang tua sis%a dan sis%a sendiri? > <agaimana prestasi sis%a ? > 2aktor apakah yang menghambat upaya untuk meningkatkan mutu ? > pakah &aktor$&aktor pendukung yang dimiliki sekolah ? School review akan menghasilkan rumusan tentang kelemahan$ kelemahan, kelebihan$kelebihan dan prestasi sis%a, serta rekomendasi untuk pengembangan program tahun mendatang" b" Benchmarking Suatu kegiatan untuk menetapkan standar dan target yang akan dicapai dalam suatu periode tertentu" Benchmarking dapat diaplikasikan untuk indi*idu, kelompok ataupun lembaga" /iga pertanyaan mendasar yang akan dija%ab oleh benchmarking adalah:

1+ Seberapa baik kondisi kita? 2+ -arus menjadi seberapa baik? :+ <agaimana untuk mencapai yang baik tersebut? @angkah$langkah yang dilakukan adalah: 1+ tentukan &okus 2+ /entukan aspek,*ariabel atau indikator :+ /entukan standar 9+ /entukan gap (kesenjangan+ yang terjadi" 3+ <andingkan standar dengan kita A+ Bencanakan target untuk mencapai standar C+ Bumuskan cara$cara program untuk mencapai target" c" Quality Assurance Suatu teknik untuk menentukan bah%a proses pendidikan telah berlangsung sebagaimana seharusnya" .engan teknik ini akan dapat dideteksi adanya penyimpangan yang terjadi pada proses" /eknik menekankan pada monitoring yang berkesinambungan dan melembaga menjadi sub sistem sekolah" d" Quality ontrol Suatu sistem untuk mendeteksi terjadinya penyimpangan kualitas out mput yang tidak sesuai dengan standar Quality control memerlukan indikator kualitas yang jelas dan dan pasti sehingga dapat ditentukan penyimpangan kualitas yang terjadi" <" Peren%$n$$n S#r$#e-i M/#/ Strategi adalah rencana yang menyangkut hal$hal yang per*asi*e, *ital, dan atau secara terus menerus penting dalam organisasi (Sharplin dalam Sonhadji, 200:+" #erencanaan ini biasanya bersi&at luas dan jangka panjang" #erencanaan strategi disebut juga &ormulasi strategi" <erikut ini gambar proses perencanaan strategi
A"e",en lin-./n-$n

e."#ern$l

Penen#/$n "#r$#e-i Per/,/"$n tujuan khusus #erumusan =isi ; Misi

A"e",en lin-./n-$n in#ern$l

#erencanaan strategi dalam hal ini terdapat 3 langkah pokok, yaitu: (1+ perumusan misi (mission determination+, (2+ asesmen lingkungan eksternal (environmental e!ternal assessment+, (:+ asesmen organisasi (organi"ational assessment+, (9+ perumusan tujuan khusus (objective setting+, dan (3+ penentuan strategi (strategy setting+" D" Pen--/n$$n M$n$+e,en *er!$"i" Se.ol$h d$l$, Penin-.$#$n M/#/ 1" Kon"ep M$n$+e,en *er!$"i" Se.ol$h Manajemen berbasis sekolah menurut Sagala (200C:13:+ diartikan sebagai %ujud re&ormasi pendidikan yang meredesain dan memodi&ikasi struktur pemerintah ke sekolah dengan pemberdayaan sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional" 'onsep Manajemen <erbasis Sekolah pertama kali muncul di merika Serikat" @atar belakangnya ketika itu masyarakat

mempertanyakan tentang rele*ansi dan korelasi pendidikan yang diselenggarakan di sekolah dengan tuntutan kebutuhan masyarakat" 'inerja sekolah pada saat itu dianggap tidak sesuai dengan tuntutan pesera didik untuk terjun keduani usaha dan sekolah dianggap tidak mampu memberikan hasil dalam konteks kehidupan ekonomi kompetiti& secara global" 2enomena tersebut segera diantisipasi dengan melakukan upaya perubahan manajemen sekolah" #emerintah dan sekolah sepakat untuk melakukan perubahan terhadap manajemen sekolah" Manajemen <erbasis Sekolah diselenggarakan melaui beberapa model, yaitu model (1+ peningkatan peranan guruE (2+ peningkatan %a%asan pengelolaan pengajaran melalui studi penelitian dan kajian pustaka, dan (:+ penyamaan *isi semua pihak dalam proses perubahan untuk mem&okuskan arah barau merealisasikan penyelenggaraan program dengan sistem manajemen berbasis sekolah" 2" T/+/$n pener$p$n M$n$+e,$n *er!$"i" Se.ol$h /ujuan Manajemen <erbasis Sekolah menurut Sagala (200C+ adalah me%ujudkan tata kerja yang lebih baik dalam empat hal (1+ meningkatnya e&esiensi penggunaan sumber daya dan penugasan sta&, (2+ meningkatnya pro&esionalisme guru dan tenaga kependidikan di sekoilah, (:+ munculnya gagasan$gagasan baru dalam implementasi kurikulum, penggunaan teknologi pembelajaran, dan peman&aatan sumber$sumber belajar, (9+ meningkatnya mutu partisipasi masyarakat dan stakeholder" :" P$r$di-,$ M$n$+e,en *er!$"i" Se.ol$h #eningkatan kualitas pengelolaan dengan menggunakan M<S dalam lingkup negara adalah suatu pendekatan politik yang bertujuan meningktkan kualitas pengelolaan sekolah dengan memberikan kekuasaan dan meningkatkan partisipasi sekolah dalam upaya perbaikan kerja di sekolah" #ihak$pihak yang berpartisipasi dalam manajemen sekolah meliputi guru, peserta didik, orang tua peserta didik, dan masyarakat dengan memodi&ikasi struktur penghambilan keputusan" .ilihat dari

dimensi politik, keputusan ini tentu berlingkip pemerintah mulai dari pemerintah pusat, ke pemerintah pro*insi dan kabupaten dan seterusnya ke satuan pendidikan yaitu sekolah .engan model M<S ini, sekolah lebih mandiri atau otonom dan mampu menentukan arah pengembangan *isi dan misis sesuai dengan kondisi dan tuntutan lingkungan masyarakatnya" #engelolaan pendidikan tingkat pusat hanya berperan melayani kebutuhan standar sekolah, sedangkan pemerintah daerah berperan mem&asilitasi dan melayani kebutuhan sumber daya manusia, anggaran, sarana dan prasarana, serta anggaran sekolah" 9" Efe.#ifi#$" Pener$p$n M$n$+e,en *er!$"i" Se.ol$h Sagala (200C+ mengatakan bah%a dalam pengembangan Manajemen <erbasis Sekolah ada lima komponen e&ekti&itas yang perlu dikembangkan (1+ prinsip kepemimpinan sekolah yang kuat dan mantap, (2+ harapan yang tinggi dari penampilan peserta didik, (:+ mengutamakan dasar kecakapan dan kemampuan, (9+ penugasan dan penga%asan yang tepat terhadap seluruh personal sekolah, (3+ penerapan model dan sistem e*aluasi kemajuan belajar peserta didik yang standar serta penampilan peserta didik" Sejalan dengan itu #atrik Fhitaks dalam Sagala, (200C+ mengemukakan bah%a pencapaian tujuan yang e&ekti& diperlukan kejelasan tujuan baik menyangkut proses maupun pengembangan dengan melibatkan lingkungan eksternal" Strategi manajemen sekolah menggunakan Manajamen <erbasis Sekolah dapat memperkuat penyusunan rencana penyelenggaraan program sekolah, pengorganisasian tugas dan tanggungja%ab setiap personal sekolah dengan memperkuat alokasi anggaran dan penyediaan &asilitas belajar, pemberdayaan personal, dan memadukan &ungsi organisasi dengan keputusan strategis" 2ormulasi strategi menggunakan model Manajemen <erbasis Sekolah tentu saja lebih dahulu dilakukan analisis kebijakan ditingkat sekolah, yaitu melakukan problem sensing atau menganalisis berbagai

problematika yang melingkupi manajemen sekolah", menstrukturkan masalah, menganalisis masalah tersebut, dan menentukan prioritas kebijakan jika dipandang telah memenuhi standar yang dipersyaratkan" PENUTUP #eningkatan mutu di sekolah merupakan hal yang sangat urgen" .imana dier modern dan globalisasi sekolah dituntut untuk memberikan pelayanan kepada sis%a yang siap untuk ditempatkan di dunia industri" Manajemen strategi merupakan cara untuk mengetahui keberadaan yang dimilki oleh lembaga sekolah, sehingga dengan dilakukannya manajemen strategi sekolah akan mengetahui kemampuan dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah direncanakannya" Manajemen <erbasis sekolah merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan mutu sekolah" #rinsip manajemen strategi melibatkan beberapa aspek sekolah dan luar sekolah untuk meningkatkan mutu sekolah" Sebagaimana yang dinyatakan oleh Sagala berkaitan dengan tujuan Manajemen <erbasis sekolah, yaitu (1+ meningkatnya e&esiensi penggunaan sumber daya dan penugasan sta&, (2+ meningkatnya pro&esionalisme guru dan tenaga kependidikan di sekoilah, (:+ munculnya gagasan$gagasan baru dalam implementasi kurikulum, penggunaan teknologi pembelajaran, dan peman&aatan sumber$sumber belajar, (9+ meningkatnya mutu partisipasi masyarakat dan stakeholder" 'A8TAR RUJUKAN kdon" 200A# Strategic Management $or %ducational Management" <andung: #/ l&abeta <lanchard, 'en", ; OGDonnor, Michael" 1995" Managing By &alues" 2irst published <erret$'oehler #ublisher" Inc San 2ransisco, D Draig, !ames D", ; 8rant Bobert M", lih bahasa Molan, <enyamin" 200:" Manajemen Strategik" <ekasi: #enerbit Mediator" -unger, !" .a*id", ; Fheelen, /homas @", alih bahasa gung, !ulianto" 200:" Manajemen Strategis" Hogyakarta: #enerbit ndi Bobbins, S"#", ; Doulter, Mary", alih bahasa Slamet, -arry" 200C"

Manajemen" Indonesia: #/ Macanan Sagala, Syai&ul" 200C" Manajemen Strategik dalam 'eningkatan Mutu 'endidikan" <andung: #enerbit l&abeta Sonhadji, hmad" 200:" Modul Bahan(Bahan )uliah Manajemen Strategik" 6ni*ersitas 4egeri Malang

(: