Anda di halaman 1dari 25

feng shui adalah ilmu topografi kuno tiongkok yang mempercayai bagaimana manusia dan surga (astronomi), dan

bumi (geografi), hidup dalam harmoni untuk membantu memperbaiki hidup dengan menerima qi positif. Qi terdapat di alam sebagai energi yang tidak terlihat. Qi baik disebut juga napas kosmik naga. Jenis qi ini dipercaya sebagai pembawa rejeki dan nasib baik. Namun ada pula qi buruk yang disebut sha qi pembawa nasib buruk. Terdapat berbagai aliran feng shui, di antaranya adalah bintang terbang, waktu, dan topografi. Feng shui adalah sistem estetika cina kuno, dan sering dianggap sebagai suatu bentuk seni. Feng shui dipraktikkan di seluruh dunia dan telah ada sekitar 4.000 tahun lalu. Feng shui juga memiliki sisi spiritual dengan banyak ajarannya yang berkutat di sekitar hubungan spiritual antara surga dan bumi. Seperti pada banyak spiritualitas cina dan asia timur, feng shui ditujukan untuk menyeimbangkan energi qi positif, yang kadang disebut pula sebagai chi. Qi adalah kekuatan hidup universal yang diyakini mengalir melalui segala sesuatu. Qi juga menjadi istilah yang digunakan dalam seni bela diri. Ada dua qi, positif dan negatif. Feng shui bertujuan membawa qi positif ke rumah anda untuk mendapatkan keuntungan dan harmoni. Selain qi, dikenal pula yin dan yang. Ini adalah dua kutub yang harus tetap berada dalam keseimbangan sempurna dan harmoni. Konsep keseimbangan merupakan salah satu tema utama dalam feng shui. Dalam feng shui, anda harus berusaha menyelaraskan posisi benda-benda di rumah termasuk letak pintu, jendela, dan perabotan. Feng shui sangat diterima dan menjadi begitu populer di banyak negara karena benar-benar meningkatkan kehidupan dan keberuntungan dengan sedikit biaya dan usaha. Feng shui dasar mudah dipelajari, namun merupakan subjek yang membutuhkan penjabaran rumus dan kedalaman analistik dan praktik.[/spoiler] angka kua dalam feng shui, setiap orang memiliki sudut atau arah bagus nya masing-masing sesuai dengan angka kua yang dimilikinya. Angka kua terdiri dari 1-9, dan menyatakan apakah seseorang itu termasuk dalam kelompok barat atau timur. Dalam praktiknya, feng shui bukan hanya ramalan, namun harus dipraktikan agar sesuai dengan kondisi orang tersebut. Pertama, tentukan empat sudut yang paling baik, yaitu tempat-tempat paling menguntungkan di setiap ruangan, kantor atau apartemen kamu. Apa pun yang kamu lakukan di salah satu dari empat lokasi khusus ini akan memberi nasib baik dan melindungi kamu dari nasib buruk. *cara menghitung angka kua dapat di lihat di post berikut

MENGHITUNG KUA
Quote:

saya kasih tips aja ya, hitung KUA anda dahulu, kalau sudah dapati baru selidiki jenis material apa yang bisa redam kamar anda. biasanya kua didapati dari penjumlahan tahun kelahiran dan di kurangi angka 10 hasilnya adalah KUA anda.

bagi wanita ditambah angka 5 contoh : thn lahir 1983, kita ambil 2 digit terakhir di tahun kelahiran dijumlahkan 8+3=11 lalu tambahkan lagi 1+1= 2 (digit terakhir inilah yang harus di kurang atau ditambah sesuai dengan jenis kelamin. untuk pria 10-2= 8 (kua 8) untuk wanita 5+2= 7 (kua 7) kalau mau selidiki Bintang terbang periode tahunan, sangatlah repot dan butuh kepastian lokasi dan mata angin yang benar. Hati2 dengan metode flaying star periode, bagi yang tidak mampu kuasai bagusnya jangan sembarangan. chi pembunuh sangat sadis apa bila di usik, Banyak metode untuk siasati rumah/kamar, saya bersedia bantu bila ada yang butuh perhitungan ala FengShui, silakan PM saya bagi yang mau di hitungkan.

Asal Usul Ilmu Feng Shui / Hong Sui Dewasa ini ilmu Feng Shui (mandarin) / Hong Sui (dlm bhs hokkian) sepertinya telah menjadi buah bibir yang begitu semarak dibicarakan orang. Seminar Hong Sui yang digelar dari hotel ke hotel dengan pembicara para pakar lokal maupun yang sengaja didatangkan dari luar negeri, peliputan media cetak elektronik - yang juga berlomba mengangkat Hong Sui ke permukaan dalam rangka menaikan oplah / rating - sungguh semua itu menjadikan Hong Sui sebagai primadona yang banyak diminati orang. Berbicara soal asal usul Hong Sui, tak bisa tidak, haruslah membicarakan I Ching (Ya Keng) terlebih dahulu. Karena Hong Sui merupakan bagian yang tak bisa dipisahkan dari I Ching / Ya Keng, yaitu sebuah Kitab Kuno China yang sangat termashyur, yang berisi tentang pelajaran Hakekat Perubahan dan dewasa ini telah banyak dialihbahasakan ke berbagai bahasa mancanegara. Kombinasi Pergerakan Pa Kua / Pat Kwa (Delapan Trigram), Perpaduan Yin & Yang serta transformasi Wu Xing / Ngo Heng (Lima Elemen) merupakan komponen inti yang dipakai dan dikembangkan sedemikian rupa untuk bisa mendalami filsafat I Ching / Ya Keng dan semua komponennya itulah yang juga menjadi bagian mendasar perhitungan Feng Shui / Hong Sui. Kitab Perubahan (I Ching/Ya Keng) merupakan salah satu kitab kuno China yang mengungkapkan tentang prinsip kebenaran tentang perubahan yang mencakup aspek perubahan alam dengan segala isinya, termasuk manusia tentunya. I Ching / Ya Keng adalah karya klasik China yang paling kuno dan terkenal, dimuliakan selama ribuan tahun sebagai tuntunan keberhasilan dan sumber kebijakan. Hampir semua filsafat kehidupan China berakar dari kitab ini. Sebut saja, hakekat kegaiban pragmatis Tao Te Ching (Tao Tek Keng), kemanusiaan rasional Confucuis, dan strategi analitis dari seni berperang Sun Tzu bersumber utama dari Kitab Perubahan (I Ching/Ya Keng) ini. Konsep dasar I Ching / Ya Keng dikembangkan lebih dari 4900 tahun yang lalu oleh Raja Fu

Xi / Baginda Hok Hie (2953 SM - 2838 SM) yang karena pengamatannya yang cermat dan seksama terhadap segala perubahan alam & bentuk-bentuk kehidupan termasuk setiap gerakan tubuh, menyimpulkan bahwa semua pergerakan / perubahan di alam semesta dengan segala isinya berubah mengikuti hukum kehidupan ( Hukum Alam / Li ). Dari hasil pengamatan & penelitiannya, - terutama setelah Fu Xi melihat ukiran peta di punggung Kuda Naga yang muncul dari Sungai Kuning - kemudian ditemukanlah konsep Delapan Trigram (Pa Kua / Pat Kwa) yang kemudian dikenal dengan Sien Thien Pa Kua / Sian Thian Pat Kwa atau PETA SURGAWI (Pat-kwa Awal). Sesuai dengan sebutannya, awalnya Pat-kwa ini lebih cenderung dipakai sebagai alat untuk menghitung / memprediksikan perubahan dan fenomena yang terjadi di alam ini. Trigram ini kemudian dibukukan oleh Pangeran Wen Wang / Bun Ong ( yang kemudian menjadi pendiri Dinasti Chou / Chiu ,1150-249 SM ) yang menyusunnya dalam bentuk Ho Thien Pa Kua / Ho Thian Pat Kwa atau PETA MANUSIAWI (Pat-kwa Lanjutan), lengkap dengan 64 Heragram ( 64 Permutasi )nya. Kuta-kura raksasa hitam yang muncul di Sungai Lo dengan angka ajaib di punggungnya - yang kemudian dikenal sebagai Peta Lo Shu adalah sumber inspirasi utama yang mempengaruhi konsep PETA MANUSIAWI., maka dimulailah era dimana Pat-kwa dipakai sebagai alat memprediksi perubahan tingkah pola kehidupan manusia. Selanjutnya Khong Fu Zi / Khong Hu Cu (551-479 SM) menyempurnakan isi Kitab I Ching / Ya Keng ini dengan menambahkan Sepuluh Sayap I Ching / Ya Keng sebagai tafsir penjelasan dan mengembangkannya secara khusus sebagai sumber penghayatan hidup dan pendalaman kespiritualan ( moralitas dan kebijaksanaan ). Kaisar Qin Shi Huang Ti / Chin Se Hong Te (221-206 SM), pendiri Dinasti Qin / Chiu, yang berkuasa dengan singkat (hanya 13 tahun), tapi merupakan Kaisar lalim yang berkuasa dengan tangan besi, berhasil menyatukan China kembali setelah porak poranda karena perang campuh di akhir Dinasti Chou / Chiu. Kaisar inilah yang meninggalkan karya sejarah spektakuler, berupa dua buah keajaiban dunia, yaitu Tembok Besar China ( Great Wall ) dan Terracota. Karena kelalimannya, kaisar ini pun memerintahkan untuk memusnahkan semua kitab-kitab yang tidak sesuai dengan misi kekaisaran Qin / Chin. I Ching / Ya Keng termasuk salah satu dari sedikit kitab yang berhasil diselamatkan . Di jaman dinasti Han ( dinasti yang berkuasa setelah Qin / Chin runtuh ) tercapai suatu pemerintahan yang rapih & tertib, semuanya teratur dengan baik. Di jaman ini I Ching / Ya Keng dikembangluaskan dan dipandang sebagai buku etika & metafisika disamping juga sebagai buku ramalan. Ajaran Khong Hu Cu pun naik daun bahkan dijadikan sebagai agama resmi negara dengan Lima Kitab Pegangan (Wu Ching / Ngo Heng) dimana salah satunya adalah I Ching / Ya Keng. Di jaman kejayaan Dinasti Han inilah, dibangun perlintasan Jalur Sutra yang sangat ramai dipakai sebagai jalur lalu lintas darat waktu itu, sebuah jalur untuk perdagangan luar negeri, yang menghubungkan China , India, Turki bahkan sampai ke Afganistan (makanya di Afganistan, yang praktis muslim, sempat ada 2 buah Patung Buddha nomor 2 tertinggi didunia, yang di hancurkan oleh Penguasa Taliban pada dasawarsa yang lalu). Jalur Sutra ini pulalah yang dipakai oleh para Bhikku / Bhiksu dari India masuk ke Daratan China membawa dan memperkenalkan Agama Buddha ke China, yang akhirnya agama ini

membaur dengan agama pribumi di China yaitu agama Tao dan Khong Hu Cu , kemudian berkembang kembali keluar dari China sebagai agama Chinese Buddhism ( agama Hoa Kao / agama Sam Kao, yang di Indonesia lebih dikenal sebagai agama Kelenteng ) , dibawa oleh para Hoa-jiao / Hoa-kiao ( kaum Tiong-hoa perantauan ). Selama Dinasti Han, I Ching / Ya Keng dikembangkan secara resmi dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kurikulum pendidikan waktu itu, bahkan dijadikan sebagai pelajaran wajib yang harus dikuasai oleh para Siu-cai ( Sarjana, red ) saat mengikuti ujian tingkat nasional kala itu. Kemudian berkembang jugalah I Ching / Ya Keng versi Buddhis dan Taoisme. Perpaduan pengembangan ini akhirnya menghasilkan teks standar I Ching / Ya Keng. Teks standar inilah akhirnya dijadikan standar para ilmuwan dunia dalam menelaah dan mempelajari I Ching / Ya Keng. Teks standar ini pulalah yang disusun dijaman Dinasti Tang pada lebih kurang Abad ke 7 Masehi, yang akhirnya memunculkan Ilmu Hong Sui. Pada zaman Dinasti Tang, praktek Hong Sui mulai diperkenalkan di China oleh Yang Yun Sang (sekitar 840-888 M) seorang Ahli Seni China Kuno waktu itu. Yang Yun Sang yang juga penasehat utama Kaisar Hi Tsang (888 M) - secara umum ia diakui sebagai Penemu Ilmu Hong Sui - meninggalkan warisan klasiknya berupa 3 (tiga) buah buku tentang Hong Sui. Bukunya, akhirnya selama beberapa generasi dikembangkan menjadi dasar-dasar ilmu Hong Sui, dan dikenal sebagai Hong Sui Aliran Bentuk yang mengacu pada penentuan letak Naga Hijau dan Macan Putih sebagai faktor penentu kedudukan Nafas Kosmis ( Qi / Chi / Energi Vital / Energi Pembawa Keberuntungan ). Ketiga buku klasik yang terkenal ini, menggambarkan praktek Hong Sui dengan metode perhitungan melaui metafora keberadaan Sosok Naga (yang dipercaya kalangan Tionghoa klasik sebagai lambang keberuntungan), terdiri atas : 1. Han Lung Ching ( Seni Membangkitkan Naga ) 2. Ching Nang Ao Chih ( Metode Menentukan Letak Goa Naga ) 3. I Lung Ching ( Prinsip Mendekati Naga ) Selanjutnya, Wang Zhi seorang Ahli Perbintangan yang hidup di jaman Dinasti Sung (? 960 M), memperkenalkan Feng Shui / Hong Sui Aliran Kompas yang menekankan pada pengaruh planet terhadap kualitas baik buruknya suatu tempat / lahan / lokasi / bangunan. Wang Zhi juga meninggalkan warisan klasik berupa 2 (dua) buah buku Hong Sui yang kemudian diterbitkan oleh muridnya, Ye Shui Liang, berjudul : 1. Prinsip Inti atau Pusat (Canon of the Core or Centre) 2. Diskusi tentang Pertanyaan dan Jawaban. (Disquisitions on the Queries and Answers) Kemudian pada akhir abad ke 19, memasuki awal abad ke 20, kedua aliran yang tadinya berjalan sendiri-sendiri ini, berhasil digabungkan menjadi satu prinsip perhitungan Hong Sui yang saling mengisi dan berkaitan. Gabungan dari Aliran Bentuk dan Aliran Kompas inilah yang akhirnya terus dianalisa, dipelajari dan diperbandingkan dari generasi ke generasi. Pada umumnya, Aliran Bentuk memberi tekanan pada bentuk dan kontur tanah seperti wujud gunung-gunung, arah aliran sungai serta pengaruh dari letak garis Maca Naganya. Untuk mengamatinya membutuhkan pandangan intuisi yang tajam. Aliran ini menggunakan rumus perhitungan Naga Hijau dan Macan Putih sebagai tolok ukurnya. Meskipun teori simbol

Naga Hijau & Macan Putih relatif mudah dipahami, tapi kenyataannya aliran ini sangat sulit dipraktekkan. ......to be continued to the next post View bbcode merrol69 - 19/12/2011 01:33 PM #10 asal-usul ... cont'd
Quote:

Lain halnya dengan Aliran Kompas, metodenya sulit untuk dipelajari karena mencakup Pa Kua / Pat Kwa, Yin Yang dan Lima Elemen yang terbagi dalam Sepuluh Batang Langit ( 10 Elemen Langit ) dan Dua Belas Cabang Bumi ( 12 Shio ) serta Konstelasi Perbintangan yang ditimbulkan dari posisi letak planet-planet terhadap Bumi dan Matahari. Metode perhitungannya menjadi ruwet & menjelimet, membuat perumusannya menjadi sulit untuk dipahami. Tapi, jika metode aliran ini sudah dipahami, mempraktekkannya malah lebih mudah ketimbang Aliran Bentuk, karena metode Aliran Kompas ini memiliki standar acuan yang baku dan bersifat matematis ilmiah yang bisa dijabar-uraikan secara rinci dan logis. Namun pada perkembangannya kini, banyak juga para praktisi Hong Sui yang tergolong masuk aliran baru yang pada prakteknya hampir tidak mengacu pada kedua aliran induk diatas, yaitu Aliran Supranatural ( diistilahkan sendiri oleh penulis-red ) yang merupakan suatu aliran yang semata-mata hanya mengandalkan pada pentunjuk Sin Beng / Malaikat / Roh Halus tertentu atau Melalui Kekuatan Gaib / Mata Bathin ( Daya Linuwih ). Praktisi Hong Sui yang tergolong dalam aliran ini biasanya dikenal sebagai paranormal. Yang unik dari pengikut aliran ini adalah disamping mereka memiliki daya limuwih, praktisi Feng Shui/ Hong Sui tersebut ada juga yang sedikit mempelajari teori Aliran Bentuk & Aliran Kompas dan kemudian menselaraskan intuisi ke paranormalannya itu dengan akidah dari kedua aliran Hong Sui ini. Demikian tulisan ini, sekedar pengantar, untuk sedikit membantu memahami mengenai asal muasalnya ilmu Feng Shui / Hong Sui.

Artikel Diambil dari : www.wikimu.com , ditulis oleh : Suhu Tan (guru dan praktisi Feng Shui, Ba Zi) View bbcode merrol69 - 19/12/2011 01:33 PM #11
Quote:

!!! DELAPAN PANTANGAN INTERIOR [part I] !!! Pantangan ke I : Pantangan "Menembus Ruang" Pintu masuk dengan balkon belakang membentuk satu garis, disebut sebagai Bala/Pantangan Menembus Ruangan

Yang disebut Bala/Pantangan Menembus Ruangan ialah pintu masuk utama dengan pintu belakang atau balkon belakang terhubung menjadi satu garis, selain itu di tengahnya juga tak ada halangannya, udara, angin, pencahayaan dengan langsung mengalir menembus ruang tamu, ilmu Feng Shui pada dasarnya menghendaki harus "Mengumpulkan angin menghimpun Qi, Bala Menembus Ruangan bisa mengakibatkan medan Qi/energi terus menerus menerima gangguan, sehingga penghuni sukar mengumpulkan harta dan juga bencana berupa kehabisan sumber penghasilan, disebut "Pantangan Utama Hunian Apartment".
Spoiler for pantangan 1

Pantangan ke 2: Pantangan "Menembus Hati" Terdapat belandar/balok di atas pintu masuk utama, disebut "Pantangan Menembus Hati" Yang dimaksud dengan "Pantangan Menembus Hati" ialah merujuk pada blandar/balok kayu di atas pintu masuk utama, selain itu balok tersebut dari luar menembus ke dalam rumah dan tegak lurus dengan pintu masuk, bahkan menembus bagian atas pintu kamar tidur dan pintu dapur. Pintu masuk utama identik dengan karir, pantangan menembus hati mudah mengakibatkan penghuni tak mudah mengatakan apa yang ia derita dan menelan air mata, giat tapi hasil tak terlihat dan nafsu besar tenaga kurang.
Spoiler for pantangan 2

Pantangan ke 3: WC, Dapur dan Tangga Terletak di Pusat Denah (Zhong Gong ) Titik Pusat Kediaman, disebut Zhong Gong / baca: Cung Kung Zhong Gong dari tempat tinggal bagaikan jantung manusia, ialah posisi terpenting dari seluruh rumah, juga adalah tempat utama yang paling mempengaruhi peruntungan materi dalam keluarga, sedangkan WC adalah tempat untuk membuang kotoran, WC mutlak tidak diperbolehkan mencemari titik pusat dari tempat tinggal, jikalau WC terletak di Zhong Gong, akan mudah terkena penyakit pada bagian pembuluh jantung dll. Dapur termasuk element api, jikalau kompor gas terletak pada Zhong Gong sebuah rumah, maka terbentuk suatu denah "Api membakar Zhong Gong", salah satu penghuni mudah terserang penyakit yang berkaitan dengan system pencernaan, terlebih lagi bagi tuan rumah, mutlak perlu diperhatikan. Juga rumah bertingkat di dalam gedung, atau bangunan yang di-expand ke atas, menara dlsb tentu dirancang juga ruang tangganya. Untuk itu hal yang paling pantang adalah merencana ruang tangga pada titik pusat rumah, atau bordes tangga terletak pada titik pusat rumah. Ini adalah denah paling buruk dalam

Feng Shui. Tangga, bagaimanapun adalah tempat untuk naik dan turun lantai, membuat orang mengactivekan otot, bisa menimbulkan letih, ruang tangga terletak di Zhong Gong menandakan tuan rumah bisa sangat sibuk, bersamaan itu juga bisa terserang penyakit persendian tulang, bahkan dengan kondisi tekanan darah tinggi.
Spoiler for pantangan 3

Pantangan ke 4: Denah Dengan Ruang Tamu Pada Bagian Belakang Rumah Ruang tamu menjauhi pintu masuk rumah, terletak di bagian belakang rumah, bahkan harus melalui dulu kamar tidur, dapur, WC dll, tidak selaras dengan kebiasaan penggunaan pada umumnya, sesuatu yang mengarah kepada luar sebagai Yang, yang mengarah ke dalam sebagai Yin, luar-dalam menjadi terbalik, Yin-Yang keliru tempatnya, menandakan dalam hati gundah dan gangguan dari luar tiada henti. (Dikutip dari "Feng Shui Penjualan Rumah di-supply oleh penerbit Chun Guang) View bbcode merrol69 - 19/12/2011 01:34 PM #12
Quote:

DESAIN WARNA INTERIOR RUMAH MENURUT FENG SHUI

Sebagian dari Anda mungkin sangat percaya pada Feng Shui dalam mendesain rumah atau mendekor interior rumah or apartmen Anda. Adakah hubungannya antara warna cat rumah dengan Feng Shui? Apakah warna yang sebaiknya saya pakai untuk dekorasi rumah di ruang tidur, ruang makan, dapur, ruang keluarga dan ruang kerja saya? Feng Shui menggunakan prinsip-prinsip dalam filsafat Timur/China yang mencari keseimbangan aliran energi di dalam rumah. Prinsip dari Feng Shui bertujuan menyeimbangkan Yin dan Yang dan aliran Chi. Warna menjadi aspek yang penting dari lingkungan hidup kita Warna menimbulkan vibrasi dan menguatkan energi. Gunakanlah warna secukupnya untuk menciptakan dekorasi yang indah, damai dan lingkungan rumah yang santai. Feng Shui di dasarkan pada prinsip keseimbangan lima elemen bumi. Ke lima elemen itu adalah: kayu, logam, api, air dan tanah. Ke lima elemen itu semestinya ada dalam keseimbangan. Lingkungan luar (outdoor) rumah harus dipertimbangkan ketika memilih warna cat rumah. Pencahayaan outdor memberi efek bagaimana warna cat akan tampak dan merefleksikan suasana di dalam rumah. Di lingkungan dengan sinar matahari yang melimpah, warna coklat dan orange cukup populer. Warna cerah kekuningan, biru atau merah tampak menawan di tengah sinar matahari cerah, ala mediterania. Warna yang intens tampak indah untuk lingkungan dengan sinar matahari melimpah. Sebaliknya, hal itu dapat menjadi tampak aneh ketika kualitas sinar alami kurang intensi, seperti di wilayah beriklim dingin. Dinding dan lantai yang mempunyai pigmen warna gelap dapat mengabsorbsi atau menyerap sinar. Sebaliknya warna yang terang dapat memantulkan sinar dan menciptakan

efek yang lebih cerah pula. Berikut ini saya sajikan prinsip-prinsip penggunaan warna cat dinding berikut dimana ruang yang sebaiknya memakai warna itu. Setiap warna mempunyai kualitas negatif dan positifnya sendiri-sendiri. Apa yang saya sajikan hanyalah pedoman berdasarkan prinsi-prinsip Feng Shui. Idealnya, rumah didekorasi sesuai dengan selera penghuni, agar penghuni dapat merasa nyaman. Pilihlah warna cat dinding atau dekorasi secara bijaksana untuk menguatkan efek emosional yang ada dalam warna. Setiap warna membangkitkan emosi yang berbeda untuk setiap individu. Emosi Anda tetaplah tergantung pada pengalaman hidup individual serta bagaimana Anda mengasosiasikan setiap warna. Warna dalam Feng Shui. Merah Merah adalah warna yang menstimulasi suasana dominant. Warna merah akan memberi kesan memperbesar tampilan suatu object, tetapi sebaliknya memperkecil ukuran ruang Merah adalah warna yang baik untuk memberi aksen. Warna ini sebaiknya digunakan di ruang makan, ruang tidur anak, dapur atau tempat kerja. Pro: hangat dan kaya Kontra: kemarahan, rasa malu kebencian Elemen: api Pink Pink diasosiasikan dengan inosens, kemurnian dan susana romantis. Pink cocok untuk ruang tidur, kurang cocok untuk kamar mandi atau dapur. Pro: Kegembiraan, romantis Kontra: tidak ada Elemen: Api Ungu Ungu adalah warna yang impresif dan spiritual. Unggu dapat dipakai di ruang tidur atau ruang meditasi. Sebaiknya, warna ini tidak digunakan di dapur atau kamar mandi. Pro: Gairah, energik dan memotivasi. Kontra: kesedihan, menekan Elemen: Api Biru Biru dikaitkan dengan spiritualitas, kedamaian, misteri, kesabaran dan kontemplasi. Warna biru cocok untuk ruang tidur, ruang terapi dan ruang meditasi. Sebaiknya tidak digunakan untuk ruang makan atau ruang kerja. Pro: Kepercayaan, stabilitas Kontra: Melankolis, kecurigaan Elemen: Air Hijau Hijau adalah simbol pertumbuhan, kesuburan dan harmoni. Warna hijau itu menyegarkan dan meneduhkan. Hijau cocok untuk kamar mandi, ruang terapi dan conservatory. Hijau seharusnya tidak dipakai di ruang keluarga, ruang bermain atau ruang belajar. Pro: optimisme, kebebasan dan keseimbangan Kontra: permusuhan, curang

Elemen: kayu Kuning Kuning diasosiasikan dengan pencerahan.Kuning membantu pencernaan dan menstimulasi pikiran. Kuning cocok untuk gang/koridor dan dapur. Kuning sebaiknya tidak dipakai untuk kamar mandi atau ruang meditasi. Pro: optimisme, akal dan ketegasan Kontra: tricky, kaku, berlebihan Elemen: berlebihan Oranye Oranye adalah warna kegemberiaan, dan kuat dalam mendorong komunikasi. Oranye dapat dipakai di ruang tidur, ruang makan dan gang/koridor. Oranye sebaiknya tidak dipakai di ruang tidur dan ruangan-ruangan kecil Pro: konsentrasi, intelek Kontra: pemberontakan Elemen: Tanah Coklat Coklat adalah warna yang berhubungan dengan stabilitas dan elegant. Coklat dapat dipakai di ruang belajar. Sebaiknya tidak dipakai di ruang tidur. Pro: keamanan, elegant Contra: kotor, depresi dan tua. Elemen: tanah Putih Putih menyimbolkan permulaan baru, innosens dan kemurnian. Putih dapat dipakai di ruang tidur dan dapur. Putih seharusnya tidak digunakan di ruang makan dan ruang tidur anak. Pro: bersih, segar Kontra: Dingin, tanpa kehidupan, datar Elemen: logam Hitam Hitam adalah warna yang independent dan misterius. Warna hitam sering dipakai di ruang anak remaja. Warna hitam seharusnya tidak dipakai di ruang tidur anak. Pro: intrik, kekuatan menarik Kontra: kematian, kegelapan: Elemen: air

Sumber: The Practical Encyclopedia of Feng Shui, by Gill Hale View bbcode merrol69 - 19/12/2011 01:35 PM #13
Quote:

Tahun Baru Imlek ; Cerminan Budaya atau Agama? Masa Perayaan Tahun Baru Imlek 2558 / 2007, sebentar lagi akan berakhir, tepatnya bersamaan dengan tibanya Perayaan Cap Go Me pada 4 Maret 2007 ini. Tulisan ini sengaja

saya sajikan sebagai ulasan penutup mengakhiri rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek kali ini. Saya berharap ini bisa dijadikan sebagai tambahan informasi mengenai Imlek. Orang Tionghoa, baik yang berada di Negeri Tengah (Tiong-kok / Chung-kuo) maupun di kalangan para Hoa-jiao / Hoa-kiao (Tiong-hoa perantauan) yang tersebar hampir keseluruh belahan bumi ini, terlebih lagi bagi mereka yang berdiam di Malaysia, Singapura, Hongkong, Macao, Taiwan maupun Indonesia, dan bahkan juga yang berdomisili di daerah daerah pecinan yang ada di Negara-negara Barat, umumnya tetap kuat dipengaruhi oleh budaya dan adat istiadat leluhur. Tiong-kok merupakan negara asal kaum Tionghoa - sebelum kaum ini menyebar ke Manca Negara - memiliki tak kurang dari 59 suku bangsa. Suku bangsa terbesar dan yang paling terkenal adalah Suku Bangsa Han. Semua suku bangsa tersebut, dalam pengertian umum, keseluruhannya disebut sebagai kaum Tionghoa - yang tak bisa lepas apalagi dipisahkan dari akar budayanya. Salah satu yang terpenting diantaranya adalah kelekatan terhadap upacara perayaan / peringatan Tahun Baru Imlek. Kaum Tionghoa, di manapun berada, pada dasarnya memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan kegiatan perayaan / peringatan Tahun Baru Imlek ini. Masih cukup kental mitos kepercayaan / keyakinan yang melekat di kalangan orang Tionghoa bahwa tibanyaTahun Baru Imlek senantiasa berhubungan sekali dengan adanya harapan perubahan ke arah yang lebih baik. Kecuali bagi mereka yang nilai-nilai dasar ke Tionghoaannya sudah terkikis dengan gaya hidup budaya asing yang tak sesuai lagi dengan nilai-nilai hakiki dari budaya ke-Tionghoa an nya.

RANGKAIAN RITUAL TAHUN BARU IMLEK Rangkaian Upacara Relijius yang banyak melingkupi kegiatan sekitar Peringatan Tahun Baru Imlek, menjadikan hal ini sebagai suatu fenomena yang kental dengan nuansa keagamaan. Perayaan Tahun Baru Imlek bagi orang Tionghoa yang masih memiliki kemelekatan kuat dengan budaya leluhur adalah sesuatu yang dapat bersifat universal, bukan hanya milik suatu agama tertentu saja. Di Tiongkok sendiri peringatan Tahun Baru Imlek ini dirayakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tak pandang suku atau apapun agamanya. Di Indonesia, ada agama yang menjadikan ini sebagai sesuatu hal yang sangat religius dari nilai-nilai agamanya serta ada juga yang menjadikannya hanya sebagai sarana pelengkap kegiatan keagamaannya. Peringatan / Perayaan Tahun Baru Imlek ini sebenarnya sarat dengan kegiatan-kegiatan Ritual Keagamaan. Mulai dari persiapan menyambut tibanya Tahun Baru Imlek, kemudian saat tiba hari "H"nya sampai memasuki tahap penutupan peringatan Tahun Baru Imlek, yaitu Cap Go Me, semuanya dipenuhi dengan rangkaian upacara yang sangat relijius. Seminggu sebelum Tahun Baru Imlek - tepatnya pada tengah malam menjelang tanggal 24 bulan 12 Imlek (Cap Ji Gwee Ji Si / Se Ol Ye Ol Se Se) dimulailah rangkaian pertama persembahyangan Tahun Baru Imlek (selanjutnya penulis sebut : Sin Cia) yaitu Persembahyangan Toapekong Naik - lazim juga disebut sebagai Sembahyang Cauw Kun Kong (Dewa Dapur). Menurut keyakinan kaum Taois , sembahyang ini dilaksanakan sebagai partisipasi / kepeduliaan untuk turut serta / mengantar Dewa Dapur yang akan naik ke

Istana Kemala dari Kekaisaran Langit untuk menyampaikan laporan tahunan kepada Penguasa Surgawi yaitu Giok Hong Siang Tee / Yu Hwang Shang Di. Lalu sehari sebelum Sin Cia, tepatnya tanggal 30 bulan 12 Imlek, kembali diadakan upacara persembahyangan yang dikenal sebagai upacara Sembahyang Tutup Tahun. Persembahyangan ini khusus diadakan untuk menghormati dan memuliakan leluhur, sebagai bagian yang tak terpisahkan dari ungkapan rasa Bhakti (Hauw) anak terhadap Orang Tua / Leluhur. Upacara ini merupakan wujud dari pelaksanaan ajaran moral Confusianis yang bersifat humanis religius dan yang berakar kuat pada penekanan konsep Bhakti / Hauw. Pengaruh ajaran Khong Hu Cu , disadari atau tidak , sangat kuat mewarnai gaya hidup orang Tionghoa terutama menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan perilaku bakti terhadap orang tua. Menurut landasan Etika Moral Confusianis, setiap anak tidak akan dapat menyatu dengan Tuhan (Thian) bila tidak dimulai dengan menjunjung hormat kedua orang tuanya terlebih dahulu. Seseorang yang belum pernah melakukan Pai-kui / Sujud di hadapan orang tuanya atau di altar persembahyangan leluhur, dianggap tidak etis jika malah melakukannya kepada orang lain. Sejalan dengan perjalanan waktu, budaya Bhakti terhadap orang tua terasa semakin tergerus oleh pengaruh modernisasi. Budaya Tionghoa tidak membenarkan seorang anak menitipkan orang tuanya kepanti jompo,apapun alasannya. Ini, jelas berbeda dengan orang-orang Barat yang budayanya memang memungkinkan untuk itu. Karenanya, Peringatan Tahun Baru Imlek yang awalnya selalu disertai dengan tradisi sungkem sujud kepada orang tua , merupakan suatu kebiasaan yang sangat positif untuk mengentalkan kembali rasa bakti anak terhadap orang tua. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang mempunyai semangat paternalis yang kental dalam menjalankan sujud dan hormat pada orang tua atau mereka yang dituakan. Semua suku bangsa di Indonesia, masing-masing memiliki adat istiadat dan tatacara penghormatan / sungkem pada orang tua yang begitu dijiwai dan sangat mentradisi. Masyarakat Tionghoa di Indonesia, pada dasarnya juga memiliki adat istiadat sungkem / sujud / pai-kui terhadap orang tua yang seyogianya dilakukan di setiap tibanya peringatan Sin Cia ini. Budaya sungkem / sujud inilah sesungguhnya yang menjadi bagian integral yang tak terpisahkan dari kebhinekaan kita selaku bangsa Indonesia. Jadi sangat keliru sekali bila ada orang yang beranggapan bahwa Sin Cia ini adalah sesuatu yang sudah tidak relevan lagi untuk dirayakan atau diperingati. Manusia yang masih ingin memuliakan harkat kemanusiaannya haruslah memiliki sifat hormat dan rasa bhakti yang kuat terhadap orang tuanya. Ungkapan laku bakti ini harus dicanangkan terus menerus dari satu generasi ke generasi berikutnya, tidak boleh terputus apalagi kalau sengaja diputuskan oleh orang-orang tertentu yang berwawasan sempit dan hanya mengedepankan kepentingan ego pribadinya semata. Peringatan Sin Cia sebagai sarana untuk menumbuhkembangkan semangat laku bakti pada orang tua atau orang-orang yang dituakan, merupakan suatu keharusan yang sangat relevan untuk dijadikan peneladanan bagi generasi penerus, khususnya generasi penerus kaum Tionghoa di Indonesia.

to be continued to the next post View bbcode merrol69 - 19/12/2011 01:36 PM #14

Quote:

BUDAYA ATAU AGAMA Upacara persembahyangan yang tak kalah menariknya adalah Persembahyangan DetikDetik Sin Cia (pas tibanya Sin Cia pada tanggal 1 bulan 1 Imlek / Cia Gwee Ce It / Cheng Yue Ju Yi). Upacara yang aslinya (sejak dahulu kalanya) dilakukan di Kelenteng-Kelenteng, tengah malam pas menjelang pagi dini hari, yang tujuan utama dari persembahyangan ini adalah menyampaikan ucapan terima kasih kepada Thian / Tuhan Yang Maha Besar dan atau Para Sin Beng (Malaikat Suci) atas segala berkah dan karunia yang telah diterima sepanjang tahun yang lalu. Serta permohonan agar senantiasa diberikan perlindungan dan bimbingan di dalam memasuki kehidupan di tahun yang baru. Di Jakarta, sejak masa Orde Baru yang lalu, banyak pula Gereja-gereja Katolik yang mengadakan Misa Imlek bertepatan dengan tibanya malam SinCia ini, begitu juga dengan di berbagai kota pecinan di Amerika dan Eropa. Apakah di kota-kota lain di Indonesia bisa kita temukan juga hal seperti ini? Tentu bisa dicari tahu sendiri jawabnya. Bahkan di Era Reformasi saat ini, Imlek juga (sepertinya) di peringati di mesjid-mesjid Tionghoa Islam Indonesia. Selanjutnya saat tiba hari Sin Cia, diwarnai dengan kegiatan mengunjungi sanak keluarga yang dituakan (yang status hirarkinya lebih tua) serta saling kunjung kepada family, kerabat & handai taulan untuk saling memberi hormat dan tak lupa juga tentunya disertai acara pemberian Ang Pao- sebagai tanda berbagi kebahagiaan. Khusus di rumah keluarga yang masih memiliki altar Abu Leluhur biasanya diawali lebih dahulu dengan Sembahyang Penghormatan kepada Leluhur, dengan mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek kepada leluhur dan mohon doa restu agar kehidupan di tahun baru yang akan dilalui ini dapat hidup bahagia, murah rejeki, berkah selamat dan segala urusan menjadi lancar. Hari kelima di tahun yang baru ini, tepatnya tanggal 5 bulan 1 Imlek (Cia Gwee Ce Go / Cheng Yue Ju Wu), kembali ditandai lagi dengan suatu upacara persembahyangan yang agak prestisius, yaitu Persembahyangan Toapekong Turun. Persembahyangan ini umumnya dilakukan di Kuil / Klenteng / Wihara Tridharma, ada juga yang di rumah masing-masing, sekitar jam 23.00 s/d. 24.00 saat tengah malam menjelang tibanya tanggal 5 bulan 1 Imlek. Tujuan upacara sembahyang ini adalah menyambut tibanya kembali Dewa Dapur atau dewa lainnya dari Istana Langit karena telah selesai membuat Laporan Tahunan kepada Giok Hong Siang Te / Yu Hwang Shang Di. Selanjutnya kembali Dewa Dapur atau dewa lainnya tersebut bertugas mengawasi jalannya Kehidupan di Bumi. Kalangan Umat Kelenteng / Sam Kao sangat percaya sekali bahwa di hari baik inilah Para Dewa yang baru turun dari Langit itu membawa banyak oleh-oleh (Berkah) yang akan dibagi-kan kepada manusia di Bumi. Dilengkapi juga dengan kepercayaan tentang turunnya Cai-Sen (Dewa Harta) yang akan melimpahkan berkah (Hok-Kie) kepada siapa saja yang mendapat perkenanNya. Upacara ini sering disebut pula sebagai Upacara Membuka Gerbang Keberuntungan. Yang menjadi puncak dari rangkaian Upacara Sin Cia, jatuh pada tanggal 9 bulan 1 Imlek (Cia Gwee Ce Kao / Cheng Ye Ju Jiu). Pada hari ini ada satu upacara besar yang disebut Persembahyangan Keng Ti Kong (Persembahyangan Kepada Tuhan Yang Maha Besar). Sejak dahulu, di kalangan orang Tionghoa (tertentu), pada malam menjelang tibanya

tanggal 9 bulan 1 Imlek ini, diadakan persembahyangan kepada Ti Kong / Thian / Tuhan secara khusus. Bukan saja dilaksanakan di tiap rumah, tetapi juga (dulunya) di panggung terbuka dengan mengundang Bhiksu atau Tao-su / Say-khong (Rahib Tao) untuk membacakan doa. Biasanya disertai juga dengan atraksi Liong, Barongsai dan Tari-tarian Rakyat lainnya. Persembahyangan ini dianggap sebagai lambang dari kesempurnaan - yang dalam hal ini diwakili oleh angka 9 - yang merupakan angka asli tertinggi. Bilangan berapapun, bila dikalikan dengan angka 9 lalu dijumlahkan satu per satu angka-angka yang dihasilkannya, pasti nilai akhirnya akan tetap berjumlah 9. Hio / dupa yang dipakai dalam upacara sembahyang inipun umumnya berjumlah 9 batang. Adapun akhir dari semua rangkaian Sin Cia ini adalah Cap Go Me yang jatuh pada hari ke 15 bulan 1 Imlek. Di setiap peringatan Cap Go Me senantiasa semarak dengan Pesta Rakyat dan Pesta Lampion. Upacara Sembahyang yang mewarnai penutupan Sin Cia ditanggal 15 bulan 1 Imlek ini dinamakan Persembahyangan Goan Siao (Persembahyangan Purnama Pertama di Tahun Yang Baru). Persembahyangan Goan Siao ini merupakan persembahyangan besar kepada Para Suci / Malaikat / Sin-Beng (Sen-Ming) juga kepada para Arahat / Lou Han maupun Pou Sat (Bodhisatva) sebagai bentuk ungkapan rasa puji syukur atas dimulainya kembali keceriaan hidup di suasana yang baru setelah sebelumnya terdiam / pasif selama 3 bulan di Musim Dingin yang mencekam. Klenteng-Klenteng Besar biasanya ikut berpesta dengan menggelar upacara-upacara magis yang disebut sebagai Upacara Gotong Toapekong. Bagi kalangan Chinesse Buddhism (Sam Kao / Umat Kelenteng), persembahyangan ini merupakan juga sebuah persembahyangan besar karena bertepatan dengan Uposathagara pertama di bulan pertama Penanggalan Lunar / Imlek / Yin-li. Di rumah-rumah, warga Tionghoa juga melakukan persembahyangan penutupan Sin Cia, Cap Go Me (yang tahun ini jatuh pada tanggal 4 Maret 2007), kepada para leluhur dengan Upacara Persembahyangan Kue Keranjang (yang di goreng). Maka berakhirlah sudah pesta Tahun Baru Imlek, Selamat Tinggal Tahun Yang Lama (Tze Sui) dan Selamat Datang Tahun Yang Baru (Shou Sui).

Nara sumber : Suhu Tan dari wikimu.com [2007] View bbcode merrol69 - 19/12/2011 01:37 PM #15
Quote:

Tiga Mustika Feng Shui Dalam sistim pengobatan tradisionil Tionghoa, dikenal apa yang disebut sebagai San Bao atau tiga mustika, yaitu: jing (ginjal), qi (paru-paru) dan shen (otak). Jing, qi dan shen ini merupakan faktor penting yang sangat berharga karena menentukan tingkat kesehatan seseorang. Begitu pula dalam feng shui terdapat tiga mustika atau san bao. Yang menjadi tiga mustika feng shui ialah faktor thian/tien (langit), di /ti(bumi) dan ren/ jen (manusia). Ketiga faktor tersebut merupakan dasar-dasar yang sangat menentukan dalam kehidupan

kita. Diantara ketiga faktor tadi, mana yang paling dominan dan penting? Jawabnya tidak ada. Tiga-tiganya sama penting dan dominan karena saling berkaitan dan mempengaruhi. Thian / tien(langit): Faktor thian merupakan semua hal yang diluar kontrol kita, sesuatu yang tidak mungkin kita rubah. Kita tidak dapat memilih untuk dilahirkan sebagai pria atau wanita. Begitu juga kita tidak bisa memilih untuk dilahirkan di keluarga bangsawan atau sebagai rakyat jelata. Tidak mampu memilih terlahir di keluarga yang kaya raya atau keluarga rata-rata atau keluarga miskin. Mustahil juga untuk memilih dilahirkan sebagai etnis apa dan atau di negara mana. Waktu kita dilahirkan juga termasuk dalam faktor thian, karena waktu kelahiran juga menentukan bagaimana perjalanan hidup yang akan kita alami. Teknik dan cara menganalisa perjalanan hidup berdasarkan saat kelahiran (jam, tanggal, bulan dan tahun) disebut pat che / ba zi / four pillars. Faktor ini kerapkali disebut sebagai suratan nasib, suratan takdir, dan istilah lainnya. Apapun istilahnya, faktor thian ini mencakup segala hal yang tidak bisa kita rubah. Faktor pertama ini mengontrol, mengatur 1/3 (sepertiga) jalan kehidupan kita. Di / ti(bumi): Faktor kedua yang tidak kalah penting dikenal sebagai faktor di atau bumi. Jika faktor thian (langit) tidak dapat kita atur, maka faktor di (bumi) masih bisa kita rubah. Faktor di ini adalah yang kita kenal sebagai feng shui. Faktor di (bumi) ini tidak kalah pentingnya karena juga mengatur atau mengontrol 1/3 (sepertiga) jalan kehidupan kita. Kita dapat menentukan jenis rumah, lokasi dimana kita bermukim. Berdomisili di kawasan yang kumuh dan semerawut akan mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Tinggal di daerah yang tingkat kriminalitasnya tinggi sudah pasti akan memperbesar kemungkinan jadi korban kejahatan. Dua orang bayi dilahirkan pada saat yang sama. Bayi pertama dibesarkan di negara yang sudah maju sementara bayi kedua dibesarkan di negara yang terbelakang. Sudah pasti perjalanan nasib keduanya akan beda. Tingkat kesehatan, pendidikan, kesempatan, kesejahteraan dan pola hidup bayi pertama sudah pasti akan lebih baik. Kita dapat memilih dan mengatur untuk tinggal di rumah dengan feng shui yang baik atau tidak, dapat memilih dan mengatur bagaimana kondisi feng shui tempat kerja atau usaha kita. Memang faktor di bukan satu-satunya faktor yang dominan dan menentukan kehidupan. Tetapi, dengan menerapkan prinsip feng shui secara benar dan tepat, kita sudah menang 1/3 (sepertiga) dari seluruh faktor-faktor yang mempengaruhi hidup. Awalnya kita yang memilih dan menentukan dimana kita tinggal, selanjutnya tempat dimana kita tinggallah yang akan mempengaruhi dan menentukan bagaimana kualitas kehidupan kita.

Ren / jen(manusia): Faktor terakhir, yang juga tidak kalah penting, ialah faktor ren atau manusia. Faktor ini disebut sebagai faktor manusia karena memang merupakan semua yang menyangkut usaha dan hal yang kita lakukan sebagai manusia. Untuk berprestasi dalam studi, kita harus tekun dan rajin belajar. Uang tidak akan jatuh dari langit tanpa kita bekerja dan mencari. Tubuh dan kesehatan yang prima mustahil diperoleh dengan pola hidup dan pola makan yang buruk. Agar mempunyai jaringan persahabatan yang luas, kita tentunya harus ramah, supel dan terbuka. Ingin agar dihormati orang, kita juga perlu bersikap sopan dan menghormati orang lain. Intinya semua sikap, perilaku, tindakan, usaha kita sebagai manusia untuk memperbaiki dan memajukan kehidupan masuk dalam faktor ini. Termasuk pula apa dan bagaimana usaha kita untuk memperbaiki serta meningkatkan feng shui rumah dan atau kantor kita. Faktor ren (manusia) ini juga menentukan dan menguasai 1/3 (sepertiga) jalan kehidupan kita. Jelas sudah, ketiga faktor alias tiga mustika dalam kehidupan sama vital dan sama menentukan. Dengan usaha yang ulet, serius dan maksimal serta dengan dibantu feng shui yang baik, dapat dipastikan kita sudah "menang" 2/3 (dua pertiga) dalam menjalani hidup.

by : Suhana Lim disadur dari : www.tridharma.org View bbcode merrol69 - 19/12/2011 01:37 PM #16
Quote:

Feng Shui: Penentuan Lokasi dan Arah yang Tepat

Dalam masyarakat Cina terdapat suatu kepercayaan bahwa dengan memilih lokasi dan arah yang baik untuk tempat tinggal, maka akan tercipta kemakmuran, kesehatan, dan keharmonisan, baik di dalam keluarga ataupun keadaan lingkungan sekelilingnya. Itu berarti bahwa antara manusia dengan alam semesta mempunyai hubungan yang sangat erat. Bahkan dalam feng shui dikatakan bahwa posisi manusia dalam alam semesta dapat mempengaruhi takdir orang yang bersangkutan. Pada waktu seseorang berada dalam aliran dengan kekuatan alam dan kosmos yang kuat, maka kesehatan, kemakmuran, dan pembangunan mental selalu mengiringi kehidupan kita. Penciptaan kembali dari pusat alam pada saat mendatangi suatu gedung atau mengatur ruang alam dan furnitur akan mengilhami penghuni rumah dengan energi positf dan seimbang, dan energi itu akan mendorong mereka ke jalan hidup yang berahsil dan beruntung. Berbeda jika penghuni rumah menempati rumah yang kurang baik, maka hidupnya akan berada di luar jalur, tidak seimbang, dan penuh kesulitan. Untuk lebih jelasnya mengenai keadaan alam, lokasi, atau arah seperti apa yang baik untuk rumah Anda, perlu kiranya memperhatikan keterangan di bawah ini.

A. KONDISI ALAM LINGKUNGAN Feng shui aliran bentuk merupakan ilmu pengetahuan kuno yang mengembangkan teori dan rumusnya dari keadaan alam, misalnya pada bentuk fisik permukaan gunung, bukit, sungai, tanah, jalan, bentuk dan ukuran benda yang ada di lokasi, dan sebagainya. Feng shui aliran bentuk adalah feng shui yang tertua di antara aliran-aliran feng shui lainnya. Itulah sebabnya feng shui aliran bentuk banyak mengilhami munculnya aliran-aliran feng shui yang lain. Pada Feng Shui aliran bentuk, dalam menentukan lokasi yang tepat ditentukan berdasarkan keadaan alam dan lingkungan yang merupakan perwujudan dari simbol-simbol yang memiliki arti mengenai baik dan buruk dari lokasi yang dimaksud. Dalam hal ini dikenal adanya formasi Naga hijau dengan binatang langit lainnya. Adapun formasi terbaik yaitu bila pada lokasi tersebut terdapat Naga hijau yang terletak di sisi Timur dan berlawanan dengan Macan putih di sisi Barat. Sedangkan pada sisi Utara diisi oleh Kura-kura hitam dan sisi berlawanan diisi oleh burung Hong merah. Formasi seperti itu dipercaya mampu menciptakan Chi kosmis positif dalam jumlah yang maksimum. Namun sangat disayangkan karena pada alam nyata formasi tersebut tidak terlihat. Oleh karenanya dapat diketahui dengan melihat bentuk alam lingkungan dengan komposisi tertentu, yaitu pada sisi Timur Naga hijau digantikan dengan bukit-bukit kecil, dan pada sisi berlawanan yang diisi oleh Macan putih digantikan dengan bukit-bukit yang lebih rendah dari bukit yang ada di sisi timur. Pada bagian Utara, Kura-kura hitam digantikan dengan gunung atau bukit yang lebih besar. Sedangkan pada sisi berlawanan yang diisi oleh burung Hong merah digantikan dengan sungai yang mengalir tenang dan danau yang indah. Gunung dipercaya dapat menghidupkan dan memperkaya Chi dan selalu menjadi hal yang paling penting dalam feng shui. Pegunungan merupakan tameng bumi yang besar yang melindungi kota dan pertanian dari angin kencang yang menyerang dari arah utara. Atau dengan kata lain, rumah Anda akan terlindungi dari gangguan yang muncul dari bagian belakang. Sedangkan bukit yang lebih tinggi pada sisi timur (sisi kiri halaman jika dilihat dari dalam ke arah jalan) bisa menjadi tempat yang ideal untuk Naga hijau yang dipercaya dapat memberikan Chi keberuntungan (Sheng Chi), sedangkan bukit yang lebih rendah pada sisi barat (sisi kanan halaman jika dilihat dari dalam ke arah jalan) merupakan tempat ideal untuk macan putih yang dipercaya dapat menjadi penjaga rumah. Pengaturan klasik feng shui ini secara tradisional menggambarkan sebagai jenis dari perlindungan gunung. Rumah dilindungi olehnya, macan putih yang ada di sebelah barat menangkis sinar matahari yang menyilaukan. Sedangkan naga hijau yang ada di sebelah timur melindungi atau menjaga tempat tersebut. Jika macan putih sudah tidak mampu lagi, maka burung hong merah yang terletak di depan cukup rendah untuk memberikan suatu pemandangan tapi cukup tinggi untuk melindungi suatu rumah dan penghuninya. Berdasarkan keterangan di atas, maka jelas sekali bahwa rumah yang dikelilingi oleh perbukitan menurut feng shui merupakan lokasi yang baik. Apabila kita pikirkan secara logika modern memang masuk akal, karena lokasi yang sangat terbuka dan datar tanpa adanya lekukan tanah, maka lokasi tersebut merupakan lintasan angin. Dan jika Anda membangun rumah pada lokasi tersebut, maka rumah Anda akan terus-menerus diterpa angin kencang karena lokasi itu tidak mempunyai perlindungan secara alami. Lain halnya

jika rumah tersebut dibangun pada lokasi yang dikelilingi oleh perbukitan, maka gangguan angin dapat dikurangi dan Anda akan dapat menikmati pemandangan yang indah di sekitar Anda. Segala yang terdapat di alam nyata mempunyai arti. Untuk menafsirkan bentuk alam dan lingkungan pada Feng Shui aliran bentuk, tidak hanya menafsirkan bentuk alam dan lingkungannya saja, karena sombol-simbol yang tergambar dapat berinteraksi antara satu dan lainnya. Oleh karena itu, bentuk alam dan kepercayaan yang terkandung dalam kitab IChing antara lain adanya napas Kosmis Naga hijau, dan pengaruh dari kelima unsur dasar feng shui yang menhasilkan Siklus Produktif dan Siklus Destruktif.

to be continued to the next post View bbcode merrol69 - 19/12/2011 01:38 PM #17
Quote:

menentukan....cont'd Keberhasilan dari praktik penggunaan feng shui aliran bentuk menitikberatkan pada ketelitian dan ketepatan dalam menafsirkan bentuk alam dan lingkungan. Hal tersebut tidak mudah mengingat bentuk alam dan lingkungan yang terdapat di dunia ini berbeda-beda, ada yang indah dan ada yang kurang indah. Di samping itu, bentuk alam dan lingkungan yang indah belum tentu menjadi lokasi feng shui yang baik dan berdampak positif bagi penghuni rumahnya. Oleh karena itu, perlu kiranya mengetahui lebih jauh mengenai dampak positif dan negatif dari suatu lokasi. Misalnya, lokasi yang bagus atau baik untuk dibangun rumah menurut feng shui yaitu seperti bentuk formasi Naga hijau. Memang lokasi ini tidak mudah didapatkan. Oleh karena itu, para ahli feng shui menganjurkan untuk merubah atau membentuk alam lingkungan yang asli agar bentuknya seperti bentuk formasi Naga hijau. Caranya yaitu dengan meninggikan atau menimbun bagian-bagian tertentu agar terlihat lebih tinggi, seperti bagian belakang lebih tinggi daripada bagian depan, dan bagian timur lebih tinggi dari bagian selatan. Atau dengan kata lain bahwa lokasi yang akan dipilih yaitu permukaan tanahnya minimal sama dengan permukaan jalan dan bagian belakang lokasi tanah sebaiknya lebih tinggi sedikit dari bagian depan. Jadi tidak boleh lebih rendah dari permukaan jalan. Karena menurut kepercayaan, tanah bagian depan melambangkan situasi masa kini, sedangkan bagian belakang melambangkan situasi masa depan. Jadi, jika bagian belakang lebih tinggi dari bagian depan, maka pada masa yang akan datang diharapkan generasi penerus kita akan berkembang lebih baik dari generasi kita. Berbeda jika bagian belakang lebih rendah dari bagian depan, maka generasi kita pada masa yang akan datang akan menurun, bahkan punah. Sedangkan menurut logika, bagian belakang lokasi memang harus lebih tinggi dari bagian depan lokasi. Hal tersebut dilakukan agar pada waktu hujan turun, air dapat mengalir ke depan lokasi yang biasanya terdapat saluran air atau selokan. Karena jika bagian belakang lebih rendah dari bagian depan, maka air akan menumpuk dan menggenangi bagian belakang lokasi. Sedangkan lokasi yang tidak baik untuk rumah menurut feng shui yaitu rumah yang terletak di tepi jurang (tebing curam) sangat tidak baik dan berbahaya. Begitu juga dengan rumah

yang berada pada tempat terbuka dan pada tempat yang tertinggi, karena rumah tidak mempunyai perlindungan. Rumah yang terletak pada bagian terendah pada suatu lingkungan juga tidak baik menurut feng shui. Karena jika terjadi hujan lebat, maka lokasi tersebut dapat terjadi banjir atau terendam air. Selain bentuk alam dan lingkungan, kesuburan tanah juga perlu diperhitungkan untuk menarik Chi pada lokasi yang akan digunakan. Misalnya, pada tanah yang subur dengan pohon-pohon yang tumbuh subur dapat menarik Chi yang banyak. Begitu juga sebaliknya, tanah yang tandus tidak dapat menarik Chi. Di samping itu, pohon-pohon juga dapat memperindah dan meningkatkan kenyamanan, serta menjadi pelindung lokasi dari panas matahari yang berlebihan, tiupan angin kencang, dan juga dari erosi dan tanah longsor. Manfaat dari pohon tidak hanya sampai di sana saja, tapi pohon juga dapat digunakan untuk menyeimbangkan tempat atau bentuk gedung yang terlihat janggal. Jika gedung berbentuk L, pohon dapat melambangkan bentuk persegi dari struktur tersebut. Dengan demikian keadaan gedung menjadi seimbang. Pohon juga membawa keselarasan pada suatu lahan yang terlalu luas untuk sebuah rumah. Bagaimanapun juga, jika pohon ditempatkan dengan tidak semestinya, seperti di depan pintu atau jendela, maka pohon dapat bersifat merugikan kita. Karena hal tersebut dapat mencegah aliran Chi masuk ke dalam rumah. Oleh karena itu, tempatkan pohon pada posisi yang semestinya. Beberapa orang Cina mempercayai dan menuliskan bahwa ketika Anda keluar, Anda akan mendapat berkat pada pohon di bagian atas, supaya mereka memperoleh keuntungan ketika mereka keluar. Hindari menanam pohon yang berdaun tipis dan berduri di sekitar jalan rumah. Subur tidaknya suatu tanah tergantung dari unsur lain, di antaranya sinar matahari dan air. Kapasitas dari sinar matahari dan air juga harus diperhitungkan, tidak berlebihan dan tidak juga kekurangan. Berdasarkan hal tersebut maka lokasi tidak boleh terlalu terbuka atau terlalu tertutup. Sebagai contoh, tanah pada lokasi tersebut berada di antara pohon-pohon besar. Akibatnya, sinar matahari tidak dapat masuk ke lokasi. Begitu juga dengan rumah yang berada di daerah terbuka, terlalu banyak terkena sinar matahari juga tidak baik menurut feng shui. Mengingat air sangat penting bagi kehidupan manusia, maka daerah sekitar lokasi sebaiknya memiliki curah hujan yang baik sepanjang tahun, atau paling tidak terdapat aliran sungai. Tapi kapasitas dari air tersebut juga jangan terlalu berlebihan, karena lokasi yang terlalu banyak air dapat menyebabkan tanah menjadi lembab dan selalu basah. Keadaan seperti ini kurang baik menurut feng shui. Begitu juga jika lokasi kekurangan air, maka akan menyebabkan tanah menjadi gersang dan tandus, serta tidak ada pertumbuhan. Akibatnya, lokasi tersebut tidak dapat menarik Chi kosmis Naga hijau, malahan mengundang hawa maut yang mengerikan. Namun adanya pohon-pohon yang besar tidak menjamin bahwa tanah tersebut subur. Karena kenyataannya ada beberapa jenis tanaman yang dapat tumbuh pada tanah yang kurang subur, kurang air, atau bahkan berbatu. Oleh karena itu, jika Anda mau bersabar untuk meneliti dan mengamati permukaan tanah, maka itu dapat dijadikan indikator untuk kesuburan tanah.

sumber : http://magicalsoul.wordpress.com View bbcode merrol69 - 19/12/2011 01:39 PM

#18
Quote:

TAO Arti dari kata TAO sangatlah luas dan bisa ditafsirkan secara berlainan sesuai dengan sudut pandang mereka yang menilai. Namun secara garis besar bisa dijabarkan sebagai berikut: 1.Tao dalam posisinya sebagai TAO. Dalam hal ini bisa diterjemahkan sebagai Bunda Alam Semesta. Merupakan Sesuatu yang ada sebelum semuanya ada. Sumber dari segala yang ada di Alam Semesta dan juga meliputi semua yang ada di Alam Semesta. Untuk mempermudah pemahaman awal kadang juga diartikan sebagai Alam Semesta itu sendiri. 2.Tao dalam posisinya sebagai Hukum Alam yang bersifat Alamiah dan Mutlak. Seringkali Tao diartikan sebagai Jalan, maksudnya adalah Jalan yang dilalui oleh pergerakan Alam Semesta. Dimana semua peristiwa yang terjadi di Alam Semesta tidak bisa terlepas dari hukum ini, termasuk didalamnya kehidupan manusia. Kelahiran kita sebagai manusia adalah juga merupakan sebuah peristiwa alam yang tidak terlepas dari Hukum Alam. Merupakan akibat dari suatu peristiwa yang tidak kita ketahui. Dan merupakan sebab yang akan mempengaruhi kejadian berikutnya. Di Alam Semesta tidak ada sebuah peristiwa tunggal yang berdiri sendiri. Semua peristiwa merupakan sebuah mata rantai reaksi Alam Semesta yang Mengikuti suatu Hukum (TAO) yang bersifat alamiah. Karenanya Tao seringkali juga diartikan sebagai Kelogisan, Kewajaran atau Kealamiahan. 3.Tao dalam posisinya sebagai sebuah Jalan Kebenaran atau Jalan Suci. Yang dimaksud adalah Jalan yang sewajarnya atau selayaknya ditempuh oleh kita sebagai sosok manusia yang memiliki akal budi, kecerdasan dan nurani, serta merupakan mahluk yang berperasaan halus. Maknanya sangat luas, meliputi tatacara kita dalam Menjalani, Memandang dan Mengisi Kehidupan secara menyeluruh! Jika pada pengertian No.2 Tao diartikan sebagai Cara Alam Bergerak, maka disini Tao merupakan Cara Manusia Selayaknya Bergerak / Berperilaku. Alam Semesta bergerak secara Alamiah lalu bagaimanakah sifat Alamiah dari sosok manusia ? Bagaimanakah selayaknya manusia bergerak ? Bagaimanakah selayaknya manusia berperilaku sebagai sosok yang berbudaya tinggi? 4.Tao dalam posisinya sebagai sebuah Pemikiran dan Ajaran Kehidupan. Ajaran Tao berlandaskan Alamiah, Harmonis dan Selaras mengikuti kodrat alam. Merupakan hasil pemikiran leluhur orang Tionghoa sejak ribuan tahun yang lalu. Berkembang dan menyatu dengan kehidupan dan budaya Tionghoa. Mempengaruhi pola pikir, kesenian dan ilmu tradisional Tionghoa. 5.Tao dalam posisinya sebagai sebuah Filsafat Kehidupan. Pengertian Tao sebagai sebuah Filsafat Kehidupan terbentuk terutama dikalangan pemikir awam yang tidak menjalani Ajaran Tao atau berlatih Spiritual Tao. Dalam hal ini cenderung hanya sebagai pengetahuan atau sebatas pemahaman teori.

6.Tao dalam posisinya sebagai sebuah Agama Tao. Dalam hal ini Tao dapat disebut sebagai Agama Rakyat. Sebuah agama yang terbentuk secara perlahan-lahan sejak ribuan tahun yang lalu. Menyatu dengan tradisi dan budaya Tionghoa. Mohon dipahami bahwa pengertian Agama Tao disini bukan hanya terbatas pada ajaran Lao Tse. Lao Tse adalah salah satu sesepuh Tao. 7.Tao dalam posisinya sebagai sebuah Metode Spiritual. Merupakan metode spiritual yang bersifat membumi. Metode spiritual yang menerjuni keduniawian dan bukannya meninggalkan keduniawian! Mengikuti arus (kehidupan) tetapi tidak terbawa arus (kehidupan). Metode Spiritual Tao diturunkan secara langsung dari seorang Maha Guru Tao kepada para muridnya. Membentuk sebuah Perguruan Tao yang jumlahnya ratusan bahkan mungkin ribuan. Masing-masing Perguruan mempunyai corak tersendiri. Tetapi mempunyai persamaan tujuan yaitu Membina diri untuk menjadi Manusia Sejati / Cen Ren

sumber : tao4u.net View bbcode merrol69 - 19/12/2011 01:39 PM #19


Quote:

Tips Feng Shui Rumah Tusuk Sate

Banyak pertimbangan ketika orang memilih rumah. Salah satunya adalah faktor lokasi yang strategis. Kebanyakan orang menolak jka ditawarkan rumah dengan lokasi tusuk sate. Hal yang diyakini adalah lokasi rumah tersebut kurang bagus dalam peruntungannya. Keyakinan ini juga ditegaskan menurut ilmu fengshui karena akan menyebabkan kekurangberuntungan pada pemilik rumahnya. Posisi tusuk sate memang bisa mendatangkan efek negatif seperti rumah berisiko ditabrak kendaraan yang melaju kencang. Tak hanya itu dari sisi kesehatan, penghuninya juga dapat terpengaruh karena angin dan debu dari kendaraan yang melintas di depan rumah akan mudah masuk karena tidak ada bangunan yang menghalangi. Hal-hal seperti inilah yang menjadi alasan masyarakat segan untuk memiliki rumah dengan lokasi tusuk sate. Sepi peminat membuat rumah tusuk sate menjadi pilihan terakhir yang dilirik calon pembeli rumah. Fenomena ini menyebabkan harga rumah yang ditawarkan untuk rumah ini pun menjadi lebih murah dibandingkan dengan rumah yang lokasinya tidak tusuk sate. Sebenarnya rumah tusuk sate dapat disiasati dan menguntungkan bagi penghuninya. Bahkan rumah ini dinilai memiliki posisi yang menguntungkan karena posisinya yang mudah terlihat jika digunakan untuk usaha. Ada beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan agar nyaman untuk tinggal di rumah tusuk sate, seperti perubahan arah pintu rumah, penyaringan udara dan pelindung rumah dengan menggunakan tumbuhan,

memasang cermin dan dalam memposisikan ruang tidur. Arah pintu rumah yang sebelumnya menghadap jalan, bisa dipindahkan ke posisi kiri atau kanan. Hal ini juga menahan masuknya debu dan angin yang masuk rumah. Tanaman difungsikan sebagai penyaring udara dan pelindung dari bahaya kendaraan yang menerobos. Tanaman yang disarankan ditanam adalah bambu kecil karena tanaman ini dapat bergerak secara elastis jika angin kencang datang dari depan rumah. Cara lain adalah dengan memasang cermin. Cermin ini memiliki fungsi sebagai peringatan bagi kendaraan yang lewat di depan rumah dan juga agar kendaraan tersebut dapat mengurangi sorotan lampunya. Penempatan ruang tidur yang tidak terletak di ruang depan, sangat baik untuk menjaga kesehatan para penghuni rumah. Hal ini untuk menghindari banyaknya angin dan debu yang masuk ke rumah. Melalui langkah-langkah diatas, mudah-mudahan rumah tusuk sate akan nyaman ditempati dan tidak merugikan bagi pemiliknya. View bbcode merrol69 - 19/12/2011 01:40 PM #20
Quote:

TIPS MENATA RUANGAN ALA FENG SHUI UNTUK MASALAH ASMARA Fengshui berasal dari gabungan kata feng yang berarti angin (arah) dan shui yang berarti air (tempat). Fengshui sangat dipercaya oleh raja-raja tiongkok, sehingga para ahlinya dijadikan penasihat kerajaan dan dipercaya mempunyai kekuatan supranatural. Kunci dari fengshui adalah mencipatakan aliran lembut dari chi (chi adalah energi yang mengalirkan di sekeliling Anda) melalui ruangan di dalam rumah Anda. Menyeimbangkan chi di rumahkonon dapat membantu hubungan percintaan serta menemukan pasangan yang tepat. Berikut ini adalah Tips bagaimana menata ruang tidur menurut Fengs Shui untuk memperbaiki kehidupan percintaan Anda: 1. Rapi dan Bersih. Kamar yang berantakan merupakan pertanda aliran chi yang tertahan. Jika ingin kehidupan percintaan Anda mengalami perubahan jangan malas membersihkan ruangan yang berantakan. Letakkan pakaian kotor pada tempatnya. Singkirkan majalah bekas yang sudah berdebu. Sebelum mulai membersihkannya, tepuk tangan atau bunyikan sesuatu dengan keras untuk mengeluarkan energi yang tertahan tersebut. 2. Perbaiki Posisi. Ranjang harus menyentuh dinding yang mengisyaratkan Anda membutuhkan dukungan orang lain. Hindari menempatkan tempat tidur menghadap langsung ke pintu kamar. Posisi ini dikenal sebagai posisi peti mati. Sebaliknya ranjang harus ditempatkan pada posisi berlawanan dengan pintu. 3. Sisakan Ruang. Jika ingin mendapatkan pasangan baru atau membuat hubungan lebih berkomitmen, beri ruangan untuk orang lain di rumah Anda, seperti di lemari pakaian dan rak buku. Jika semua tempat dipenuhi barang Anda sendiri, akan mengirimkan pesan bahwa Anda tidak menyisakan ruang dalam hidup untuk dimasuki orang lain. Sisakan 25% dari ruangan di kamar tusur untuk barang-barang orang lain. Bayangkan daan benak, seseorang

yang Anda dambakan meletakkan barang-barangnya di sana. 4. Cukup Terang. JIka kamar tidur suram dan kurang cahaya, hubungan apapun akan menjadi suram. Bukalah tirai sepanjang siang hari dan pastikan ruangan cukup terang pada malam hari sampai Anda berangkat tidur. 5. No Execise. Olahraga melambangkan kerja keras. Ketika Anda melakukannya di kamar tidur yang menjadi ruang percintaan dalam fengshui, Anda seakan-akan mengatakan bahwa cinta juga seperti kerja keras. Padahal cinta adalah sesuatu yang lembut. 6. Simpan Kenangan. Jangan menyimpan barang-barang yang berisi kenangan dari hubungan masa lalu yang gagal di kamar tidur. Pindahkan foto-foto mentan dan barangbarang yang berhubungan dengan masa lalu yang gagal. Karena semua ini membuat Anda terkekang dengan masa lalu. 7. Foto Bahagia. Pindahkan barang-barang atu ornament yang melambangkan kesunyian, kesepian, konflik dan ketidakcocokan dari kamar Anda. Gantilah dengan sesuatu yang melambangkan semangat hidup dan kebahagiaan, seperti meletakkan bunga segar, akuarium atau poster sepasang kekasih yang sedang bergandengan tangan atau foto-foto Anda dengan senyum dan tawa lebar. 8. Tembok Cinta. Tempatkan gambar romantis di tembok bagian bawah kaki sehingga bisa langsung Anda lihat saat berbaring dan di tempat pertama kali Anda lihat saat memasuki ruangan. Gambar romantic bisa berupa lukisan atau sesuatu yang berpasangan. 9. Sketsa Masa Depan. Buat sebuah gambar atau potongan gambar yang melambangkan hubungan yang Anda dambakan di masa datang. Kemudian, pasang di tempat yang dapat Anda lihat setiap hari. Jika area ini menarik, Anda akan selalu ingin menghabiskan waktu di sana. Dengan begitu, Anda akan mengirimkan energi positif (chi positif) kea lam semesta, yang secara tidak sadar akan menarik seseorang yang tepat untuk Anda.

Dalam feng shui, terutama aliran kompas, semua benda dapat dikelompokkan menjadi 5 elemen/unsur (sepertinya ilmu2 yang dikembangkan dari Taoisme berangkat dari teori yin dan yang, serta 5 elemen ini). elemen tersebut adalah kayu, air, api, tanah/bumi, dan logam. masing2 unsur mempunyai ciri khas nya tersendiri. 1. kayu warna : hijau angka : 3 dan 4 hubungan tubuh : kaki, tenggorokan, paha, panggul contoh : perabotan dari kayu, hiasan dari kayu, tanaman 2. air warna : biru dan hitam angka : 1 hubungan tubuh : telinga, darah, dan ginjal contoh : aquarium, kolam 3. Api warna : merah

angka : 9 hubungan tubuh : mata, jantung contoh : permadani merah, lampu (terutama yang berwarna merah) 4. tanah/bumi warna : kuning gading, coklat, kuning angka : 2, 5 ,dan 8 hubungan tubuh : daerah perut, tangan, jari kaki contoh : perabotan yang terbuat dari tanah seperti vas dari tanah liat 5. logam warna : putih dan emas angka : 6 dan 7 hubungan tubuh : kepala, paru2, mulut, daerah dada contoh : benda2 terbuat dari logam kelima elemen diatas saling mempengaruhi satu sama lain. yang satu dapat mendominasi yg lain, juga dapat menyokong atau mengurangi elemen lain. ada 3 macam hubungan/siklus antar elemen, yaitu produktif, reduksi, dan dominan. SIKLUS PRODUKTIF kayu >- api >- tanah >- logam >- air >- kayu kayu terbakar menimbulkan api api menghasilkan abu (tanah) tanah menghasilkan logam (logam diambil dari perut bumi) logam mencair menjadi air air menghidupi kayu SIKLUS REDUKSI kayu >- air >- logam >- tanah >- api >- kayu siklus ini kebalikan dari siklus produktif SIKLUS DOMINAN kayu >- tanah >- air >- api >- logam >- kayu kayu menusuk tanah (tongkat yang ditancapkan ke tanah) tanah membendung air air memadamkan api api mencairkan logam logam menghancurkan kayu (kapak membelah kayu) IMHO, penggunaan barang2 untuk menambah efek + atau mengurangi efek - dari suatu tempat lebih baik memakai siklus produktif dan reduktif. orang yg membagikan ilmunya ke saya memberi perumpamaan seperti seorang preman yang bikin onar. daripada mengkonfrontasi dan mengusirnya secara kasar, lebih baik ajak dia untuk berlatih tinju sehingga dia dapat menyalurkan sifat agresifnya di tempat yg "lebih baik". View bbcode merrol69 - 17/05/2012 07:17 AM #308
Quote:

Original Posted By Si_eYe siap pak dokter..... Dalam feng shui, terutama aliran kompas, semua benda dapat dikelompokkan menjadi 5 elemen/unsur (sepertinya ilmu2 yang dikembangkan dari Taoisme berangkat dari teori yin dan yang, serta 5 elemen ini). elemen tersebut adalah kayu, air, api, tanah/bumi, dan logam. masing2 unsur mempunyai ciri khas nya tersendiri. 1. kayu warna : hijau angka : 3 dan 4 hubungan tubuh : kaki, tenggorokan, paha, panggul contoh : perabotan dari kayu, hiasan dari kayu, tanaman 2. air warna : biru dan hitam angka : 1 hubungan tubuh : telinga, darah, dan ginjal contoh : aquarium, kolam 3. Api warna : merah angka : 9 hubungan tubuh : mata, jantung contoh : permadani merah, lampu (terutama yang berwarna merah) 4. tanah/bumi warna : kuning gading, coklat, kuning angka : 2, 5 ,dan 8 hubungan tubuh : daerah perut, tangan, jari kaki contoh : perabotan yang terbuat dari tanah seperti vas dari tanah liat 5. logam warna : putih dan emas angka : 6 dan 7 hubungan tubuh : kepala, paru2, mulut, daerah dada contoh : benda2 terbuat dari logam kelima elemen diatas saling mempengaruhi satu sama lain. yang satu dapat mendominasi yg lain, juga dapat menyokong atau mengurangi elemen lain. ada 3 macam hubungan/siklus antar elemen, yaitu produktif, reduksi, dan dominan. SIKLUS PRODUKTIF kayu >- api >- tanah >- logam >- air >- kayu kayu terbakar menimbulkan api api menghasilkan abu (tanah) tanah menghasilkan logam (logam diambil dari perut bumi) logam mencair menjadi air air menghidupi kayu

SIKLUS REDUKSI kayu >- air >- logam >- tanah >- api >- kayu siklus ini kebalikan dari siklus produktif SIKLUS DOMINAN kayu >- tanah >- air >- api >- logam >- kayu kayu menusuk tanah (tongkat yang ditancapkan ke tanah) tanah membendung air air memadamkan api api mencairkan logam logam menghancurkan kayu (kapak membelah kayu) IMHO, penggunaan barang2 untuk menambah efek + atau mengurangi efek - dari suatu tempat lebih baik memakai siklus produktif dan reduktif. orang yg membagikan ilmunya ke saya memberi perumpamaan seperti seorang preman yang bikin onar. daripada mengkonfrontasi dan mengusirnya secara kasar, lebih baik ajak dia untuk berlatih tinju sehingga dia dapat menyalurkan sifat agresifnya di tempat yg "lebih baik".

Ho Hai: arah sial, kesialan, penyakit, pikiran yang mencurigakan, pikiran gelap, kesepian, di luar kendali. Wu Kwei: kesulitan hubungan, iritasi, tidak percaya diri, litigasi, kecelakaan, cedera, kebakaran. Lui Sha:mengeluh, kecemburuan, pertemuan berbahaya, kegagalan hubungan, insomnia. Chueh Ming: tidak stabil, kecelakaan, cedera, mendapatkan masalah dari orang lain, perdebatan.

dari kecenderungan arah keberuntungan di atas bisa disimpulkan bahwa nomer KUA terbagi menjadi 2 yaitu grup timur dan grup barat Grup Timur: 1, 3, 4, 9, 5 (pria) Brup Barat: 2, 6, 7, 8, 5 (waniita)