Anda di halaman 1dari 0

HADIS-HADIS TENTANG PUASA SUNNAH DAN HARI-HARI

DILARANG BERPUASA
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Hadis 2
Dosen Pengampu : Dr. Agung Danarto
Disusun Oleh :
FAUZAN AZIMA (05530005)
JURUSAN TAFSIR HADIS
FAKULTAS USHULUDIN
UNIVESITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2007
HADIS-HADIS TENTANG PUASA SUNNAH DAN HARI-HARI
DILARANG BERPUASA
a. Pengertian Puasa
Puasa dari segi bahasa adalah menahan dan menjauhkan diri dari sesuatu. Sedangkan
menurut istilah puasa adalah menahan diri melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, sejak
terbit fajar sampai terbenamnya matahari disertai niat pada malam hari sebelum
melakukannya.
1
Adapun keutaman puasa adalah ibadahnya langsung kepada Allah SWT dan sebagai
latihan untuk menahan diri dari melakukan hal-hal yang tidak disukai Allah. Dalam hadis
riwayat Muslim Nabi saw bersabda :





Artinya :
dari Abu Shalih bahwasanya ia mendengar Abu Hurairah berkata, Nabi saw bersabda
"Allah Berfirman : Setiap amalan Bani Adam adalah baginya sendiri kecuali puasanya.
Sesungguhnya puasa itu adalah untuk Ku dan Akulah yang akan membalasnya. Puasa itu
adalah perisai (dari siksa). Apabila seseorang sedang berpuasa, maka janganlah ia
bersenggama pada hari itu dan jangan pula bertengkar. Apabila ia dimaki oleh orang lain
dan diajak berkelahi, hendaklah ia berkata aku sedang berpuasa. Demi Allah, sesungguhnya
1
Ayub, Hassan Muhammad, Puasa dan I'tikaf dalam Islam, Bumi Aksara, Jakarta, 1996, hal 1-2
nafas dari mulut orang yang sedang berpuasa itu di hari kiamat nanti lebih harum dari bau
kasturi. Dan bagi orang yang berpuasa dua kegembiraan, yaitu ketika berpuasa dan ketika
berjumpa dengan Allah kelak."
Berdasarkan hadis diatas, puasa itu banyak mendatangkan manfaat dan hikmah yang
besar kepada orang yang melakukannya.
b. Hadis-hadis tentang Puasa sunnah


Artinya :
Dari Abu Qatadah r.a katanya : "Rasulullah ditanya tentang puasa hari Arafah,
beliau menjawab : menghapuskan dosa tahun yang lalu dan tahun depannya. Dan beliau
ditanya tentang puasa 'asyura, maka beliau menjawab : menghapuskan dosa setahun yang
lalu; dan beliau ditanya tentang puasa hari senin yang dijawab beliau : itu hari kelahiranku,
hari kenabianku dan hari diturunkan Al Qur'an kepadaku."
2
Dari sini kita bisa mengetahui hari-hari apa saja yang disunnahkan untuk berpuasa,
yaitu hari Arafah yang jatuh pada tanggal 9 Zulhijjah, hari Asyura yang jatuh pada tanggal
10 muharam dan hari senin di setiap bulan kecuali berkenaan dengan waktu-waktu
diharamkannya puasa.
2
H. A. Razak dan H. Rais Latief, Terjemahan Shahih Muslim, Pustaka al Husna, Jakarta, 1980, hal. 109
1. Hadis Puasa Asyura



Artinya :
Dari Aisyah dia berkata : Quraisy berpuasa pada tanggal 10 muharram zaman
jahilliyah dan Rasulullah saw berpuasa pula. Tatkala beliau hijrah ke Madinah beliaupun
berpuasa itu pula dan memerintahkan pengikutnya. Setelah puasa ramadhan diwajibkan,
beliau berkata : yang ingin berpuasa Asyura silahkan, dan yang tidak ingin tidak usah
berpuasa.





Artinya :
Dari Ibnu Abbas r.a ia berkata : bahwa Rasulullah saw tiba di Madinah berjumpa
dengan kaum Yahudi yang berpuasa Asyura. Beliau bertanya : mengapa tuan-tuan berpuasa
hari ini? Kaum Yahudi menjawab : ini hari besar dimana Allah telah menyelamatkan nabi
Musa dan kaumnya dan menenggelamkan Firaun bersama kaumnya; maka nabi Musa pun
berpuasa bersyukur, dan kami pun berpuasa pula. Maka Rasulullah berkata: kami lebih
berhak dan lebih utama mengikut Musa dari tuan-tuan.
2. Hadis Puasa Enam hari pada Bulan Syawal




Artinya :
Dari Abi Ayub al Anshary berkata : Rasulullah saw bersabda : barangsiapa
berpuasapuasa bulan Ramadhan kemudian diikuti dengan berpuasa enam hari pada bulan
Syawal, balasannya adalah seperti puasa sepanjang masa.
3. Hadis Puasa di Bulan Syaban




Artinya :
Dari Aisyah r.a. berkata : Bulan Syaban adalah bulan dimana Rasulullah paling
banyak berpuasa dalam sepanjang tahun. Beliau berkata : laksanakanlah olehmu amal yang
ringan untukmu, supaya kamu tidak jemu, sebab Allah tidak akan jemu sebelum kamu sendiri
jemu. Adalah Allah paling suka kepada amal yang dilakukan orang secara berkelanjutan
walaupun sedikit.
c. Hadis-hadis tentang Hari-hari Dilarang Berpuasa


Artinya :
Dari Abu Hurairah r.a. berkata : bahwa Rasulullah saw telah melarang berpuasa pada
dua hari, yaitu pada hari raya Idul Adha dan Idul Fitri.


Artinya :
Dari Nubaisyah r.a. berkata : Rasulullah saw bersabda : hari-hari Tasyrik itu (tanggal
11, 12, 13 bulan Zulhijjah) adalah hari makan dan minum.
Jadi pada hari raya umat Islam Rsulullah saw melarang kita untuk berpuasa karena
pada hari itu adalah hari untuk makan dan minum, hari untuk merayakan kemenangan umat
Islam. Dan juga pada hari Tasyrik Rasulullah saw menyurh kita untuk makan dan minum. Ini
berarti Rasulullah melarang kita untuk berpuasa karena hari-hari itu adalah hari-hari untuk
berpesta.
KESIMPULAN
Berpuasa dalah Ibadah kita yang langsung disampaikan kepada Allah dan Allah
sendiri lah yang akan memberikan balasannya. Oleh karena itu, banyak sekali anjuran dari
Nabi saw untuk melakukan puasa diluar puasa Ramadhan, yaitu puasa sunnah dan akan diberi
balasannya oleh Allah sesuai dengan keihklasan orang yang melakukannya.
DAFTAR PUSTAKA
Ayub, Hassan Muhammad, Puasa dan I'tikaf dalam Islam, Bumi Aksara, Jakarta, 1996
H. A. Razak dan H. Rais Latief, Terjemahan Shahih Muslim, Pustaka al Husna, Jakarta, 1980
E Book Shahih Muslim