Anda di halaman 1dari 76

PENULISAN KERANGKA DASAR PROPOSAL

DR. dr. SURYANI ASAD, MSc

KERANGKA DASAR (OUTLINE) PROPOSAL

Daftar bagian-bagian utama yang akan membentuk proposal


Menjadi kerangka yang akan diisi dengan bagian-bagian proposal sesuai dengan
materi

KERANGKA DASAR ( METODE)


1)
2)
3)
4)
5)
6)

Jenis penelitian :
Mengenai apa
Siapa
Kapan
Dimana
Cara
a) Kumpul data
b) Analisa statistik

KERANGKA DASAR PROPOSAL


I. J U D U L
\
Selengkap mungkin tetapi singkat dan jelas
\
bagus (mampu memberikan kesan tentang apa isi proposal)
\ Kelengkapan judul:
\ Jenis desain penelitian
\ Apa (variabel dependen dan independen)
\ Siapa (populasi penelitian)
\ Kapan (waktu pengumpulan data)
\ Dimana (tempat penelitian)
-----> ABSTRAK PROPOSAL
ISI ABSTRAK :
Rasional penelitian
Latar belakang masalah
Masalah ilmiah
Metode
Antisipasi hasil

I. PENDAHULUAN
\
\

Memuat cukup informasi supaya pembaca dapat memahami dan menilai hasil
penelitian tanpa perlu membaca publikasi sebelumnya
Memuat rasional penelitian, masalah dan tujuan

II. BAHAN DAN CARA


\

Cukup informasi supaya penelitian dapat diuji-ulang

Batasan populasi, desain, teknik sampling, metode statistik

BAGIAN PENDAHULUAN

Memberikan gambaran tentang penting dan perlunya penelitian terhadap masalah


yang layak untuk diteliti
Tertulis latar belakang/ perihal yang terjadi sebelunmya yang mendorong kita untuk
meneliti topik tersebut

ISI BAGIAN PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG, ada masalah yang LAYAK diteliti


ungkapan bahwa penelitian ini penting (important) dan perlu (urgent)
kriteria :
F : FEASIBLE
I : IMPORTANT AND URGENT
N: NOVEL
E:
R:REPRODUCIBLE
PENGURAIAN BAGIAN PENDAHULUAN
Singkat dan padat (concise)
Secara sistematik menguraikan logika (justifikasi)
Mendukung kelayakan penelitian
Gaya penulisan agak bebas
ALASAN MEMILIH MASALAH
Belum pernah diteliti
Memprihatinkan masyarakat
Prioritas kebijakan pemerintah
LATAR BELAKANG

KUAT

LOGIS

SISTEMATIK

ALASAN KELAYAKAN
o PENTING
o PERLU
o BAHARU ; state of the art: in: ngetop
Faktor yang menarik perhatian penulis

Ada kontroversi hasil penelitian sebelumnya

Langka, baru pertama kali dilakukan

Lebih detail dari penelitian sebelumnya

Pernah diteliti di tempat lain, tidak disini

Pernah diteliti, tidak terbukti (negative study)

Pernah diteliti, desainnya tidak tepat. Proposal mengajukan desain yang lebih
tepat

pernah diteliti, desainnya lain.Proposal mengajukan desain lain dengan tujuan yang
sama
Yang perlu diperhatikan pada PENDAHULUAN

Lack of information needs study

Penting

Perlu
FINER, khususnya NOVEL
singkat (concise)
Padat (compact)
Jitu (precise)
Logis (justificable)
Pikiran sendiri tidak langsung ke referensi

PERUMUSAN MASALAH

pertanyaan penelitian

tujuan penelitian

hipotesis

manfaat

keterbatasan

variabel penelitian
1. Pertanyaan penelitian
Ungkapan bernada pertanyaan tentang masalah apa yang dipertanyakan, sesuatu
yang perlu dijawab oelh penelitian yang akan dilakukan
Masalah dapat dilihat dari 3 hal :
Banyak terjadi dalam populasi dinyatakan dengan tingginya frekuensi penyakit
Kekurangan pengetahuan tentang topik yang akan diteliti untuk
mengungkapkan ketidaktahuan ilmiah tentang topik
Aspek masalah dalam metodelogi penelitian itu sendiri aspek-aspek lainnya
yang belum terungkap
Perumusan masalah lebih dikenal dengan istilah Research question
Research gap,
Knowledge,
Ethics in
Perumusan masalah
hendaknya dirumuskan
secara
:
research
interest
science
and
theory
Research
Rational
and ideas
Bermakna/perlu untuk diteliti
Berlatar belakang teori

Conceptualization,
operationalization and
Hypothesis

Research
designs

Sampling and
representatives

Data mining
and collection

Data
Analysis

Research
Writings

RESEARCH GAP
BELUM
PERNAH
DITELITI

BELUM
LENGKAP
DITELITI
KONFLIK
HASIL

PERUMUSAN MASALAH = RESEARCH QUESTION

Mencoba merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan


Rasional

Bermakna (perlu untuk diteliti)


Berlatar belakang teori

2. Tujuan penelitian
Dibagi atas : tujuan umum dan tujuan khusus

Tujuan umum menyampaikan hal yang akan diungkapkan sebagai hasil


penelitian (setelah generalisasi), biasanya searah dengan JUDUL proposal.
Tujuan khusus mengungkapkan keadaan tertentu yang secara metodologik
akan diketahui dari hasil penelitian (sebagai hasil analisis pengujian hipotesis)

3. Hipotesis
Pernyataan hubungan variabel dependen dan independen yang diteliti
Penulisan pernyataan hipotesis disesuaikan :
Desain penelitian
Cara atau ukuran hubungan yang dipakai
Variabel yang diteliti
Kriteria penulisan hipotesis :
Deklaratifsebuah hipotesis adalah sebuah kalimat pertanyaan
Unik (spesific) hipotesis tidak merupakan pertanyaan mengambang
Terukur (Measurable) menyatakan variabel penelitian dalam bentuk yang
dapat diukur
Teruji (Testable) berisi kata yang dapat diuji secara statistik
Jenis hipotesis
Research Hypothesis
Null Hypothesis
Alternative Hypothesis
Subhypothesis
Rival Hypothesis
Hipotesis nol dan hipotesis : pendekatan statistik dalam pengujian hipotesis
subhipotesis diperlukan jika hipotesis sangat luas dan memerlukan pendekatan
langkah demi langkah untuk membuktikannya
hipotesis tandingan : hipotesis yang harus dipikirkan terjadi dan terbukti yang
menandingi dengan hipotesis yang diajukan, tetapi hipotesis inilah sebenarnya yang
benar.

KRITERIA PENULISAN HIPOTESIS


DEKLARATIF
kalimat pernyataan, dalam bentuk positif atau aktif
berisi pernyataan keterhubungan seluruh variabel penelitian
UNIK (SPESIFIK)
tidak merupakan pernyataan yang mengambang/terlalu luas
terarah dan spesifik ke arah tujuan khusus
TERUKUR (MEASURABLE)

punya definisi operasional


TERUJI (TESTABLE)
berisi kata-kata yang dapat teruji secara statistik memakai kata hubungan
Berbagai bentuk kata hubungan

Association

Relationship

Correlation

Effect

Regressi
pemakaian kata teruji disesuaikan dengan desain penelitian dan arah uji
statistik yang akan dipakai
4. Manfaat
Berupa teoritis tetapi biasanya ditekankan pada manfaat praktis berupa pemenuhan
kebutuhan masyarakat
Apa manfaat yang diperoleh jika penelitian mampu menjawab masalah yang diajukan
Manfaat teoritis
Manfaat praktis berupa pemenuhan kebutuhan masyarakat banyak
Manfaat suatu penelitian :
Digunakan sebagai dasar untuk penelitian lanjut
bermanfaat dalam aplikasi dalam bidang penelitian yang dilakukan
berguna untuk kemanusiaan dan ilmu pengetahuan secara umum
5. Keterbatasan
Satu penelitian tidak akan mampu menjawab seluruh pertanyaan, bahkan tidak
mampu untuk menjawab tuntas satu pertanyaan sekalipun. Keterbatasan yang ada dalam
menjawab tuntas masalah itulah yang perlu ditulis pada bagian keterbatasan
Keterbatasan penelitian perlu ditulis
Misalnya: ada 10 faktor yang mempengaruhi faktor dependent, namun hanya 5
variabelyang dapat dilakukan
6. Variabel penelitian
Sebutkanlah macam-macam variabel yang akan diteliti dalam hal status/jenis dan
skala variabel. Lengkapi dengan definisi operasionalnya.
Berbagai macam variabel

Variabel bebas

Var. Tergantung

Var. Perantara

Var. Moderator

Var. Kendali

Var. Liar
Harus punya definisi operasional
LATIHAN

Tuliskan kerangka proposal


Pendahuluan
Perumusan masalah dengan menguraikan

Pertanyaan penelitian

Tujuan penelitian

Hipotesis

Manfaat

Keterbatasan

Variabel penelitian
CHECK LIST PENILAIAN
Judul makalah
Pengarang dan institusi
Abstrak
Pendahuluan
Metode
Hasil
Diskusi
Ucapan terima kasih
Daftar pustaka
Lain-lain
JUDUL MAKALAH
Apakah judul tidak terlalu panjang atau terlalu pendek?
Apakah judul menggambarkan isi utama penelitian?
Apakah judul cukup menarik?
Apakah judul menggunakan singkatan selain yang baku?
ABSTRAK
Apakah
Apakah
Apakah
Apakah

abstrak merupakan 1 paragraf atau abstrak terstruktur?


sudah tercakup komponen imrad ?
secara keseluruhan abstrak informatif?
abstrak lebih 200, 250, 300 kata?

PENDAHULUAN

Apakah pendahuluan terdiri dari 2 paragraf atau 2 bagian?

Apakah paragraf atau bagian pertama mengemukakan alasan dilakukannya


penelitian?

Apakah paragraf atau bagian kedua menyatakan hipotesis atau tujuan penelitian,
dan desain yang digunakan?

Apakah pendahuluan didukung oleh pustaka yang kuat atau relevan

Apakah pendahuluan lebih dari 1 halaman


1. Konsumen administrasi :
- laporan berkala keuangan

- laporan berkala kemajuan penelitian


- laporan akhir penelitian
2. Konsumen masyarakat umum
3. Konsumen pengambil keputusan
\ Singkat ( 3 halaman)
\
menggunakan bahasa dan manajer /
birokrasi dan sesedikit mungkin
peristilahan ilmiah
\
desain penelitian & perhitungan statistik
garis besar saja dan amat singkat
\
bagian yang paling penting adalah
kesimpulan & saran-saran
\
banyak persamaan dengan executive
summary
4. Konsumen masyarakat ilmiah
PENYUSUNAN ARTIKEL
Persyaratan artikel
1. Publikasi perdana hasil originalresearchyang belum pernah dipublikasikan/
dipresentasikan
2. Dalam bentuk yang memungkinkan penelitian diulangi oleh ilmuwan lain
untuk menguji keabsahan kesimpulan
3. Di publikasikan di journal/sourcedocumnentyang bebas tersedia di
masyarakat ilmiah
III. Daftar pustaka
\ Hanya memuat pustaka yang diacu dalam tulisan proposal
\ Tidak memuat pustaka latar belakang yang umum
\ Mengikuti tata cara penusunan daftar pustaka yang sudah lazim internasional
LAPORAN PENELITIAN
Bahasa dan gaya penulisan laporan harus disesuaikan dengan konsumen
ILMU PENGETAHUAN
Terdiri atas :
1. Body of knowledge
2. Pengembangannya = penelitian

P E N E L TII NGKAT
TIAN:
PARADI GMA
NALAR
Kegiatan
ilmiah untuk menghasilkan pengetahuan baru
PENGETAHUAN BARU

KONSEP

I NFORMASI

DATA

PROSES

PERGESERAN PARADIGMA
ANATOMI

FI SI OLOGI

PATOLOGI
INFEKSI
IMUNOLOGI
VITAMIN
HORMON

FISIOLOGI SEL
BIOKIMIA SEL

BIOLOGI MOLEKUL

BIOLOGI MOLEKUL
PATOLOGI SEL
GENETIKA

THE IMPACT OF MOLECULAR MEDICINE ON HEALTH SERVICES


r.Jones,naturemedicine,sept1996
ADVERSE EFFECTS:

1. GENOMIC INFORMATION
TER-

2. NEAR-PATIENTS

TIARY CARE

DIAGNOSTIC TEST

SECUNDARY CARE
UK & USA
1 IN 40

PRIMARY CARE
SYM PT O M S
A SYM PT O M AT I C D I SEA SE

H EALTH

PERKEMBANGAN IPTEK
1. I.p. dasar dan industri
1. Makin dekat, perubahan peran & kedudukan, daya saing industri, kedokteran &
kesehatan
2. Sinergisme antar berbagai bidang iptek
3. Bioinformatica, produksi biologicals oleh tanaman & hewan, drug discovery & highthroughput
4. Manajemen pengetahuan
5. Komputerisasi, jejaring informasi global (internet)
1. Tantangan lingkungan kaotil
6. Lompatan perkembangan iptek, new emerging diseases, mobilitas penduduk,
glbalisasi pelayanan kesehatan, keberdayaan manusia / masyarakat
I.P. DASAR + PRE-KLINIK + KLINIK + KESEHATAN MASYARAKAT

, BIOMEDIKAL RESEARCH
Includes Reseach On Pharmaceuticals, Medical Devices, Medical Radiation And
Imaging, Surgical Procedures, Medical Records And Biomedical Samples, As Well As
Epidemiological, Social And Psychological Investigations
Operational Guidelines For Ethics Committes That Review Biomedical Research, World
Health Organization, Geneva, 2000
Dampak Pengetahuan Baru Dari Data S/D Paradigma
1. Regenerasi sel otak
2. Drug discovery & keanekaragaman hayati
3. Vaksin dan biologicals dari hewan / tanaman
4. Stem-cell research
NEW NERVE CELLS FOR THE ADULT BRAIN
G. Kempermann, cs, scientific American, May 1999, p.38-43
ERIKSON
STUDY NEUROGENENSIS-- BROMODEOXYURIDINE (brdu) MARKER FOR
DIVIDING CELLS IN ANIMALS-- PENDERITA KANKER LIDAH DIBERIKAN brdu
UNTUK MONITOR TUMOR GROWTH-- MEMINTA OTAK--1996-1998 5 OTAK-- NEW
NEORONS DI GYRUS DENTATA
PENEMUAN SEL OTAK BARU (DATA) -- OTAK MAMPU REGENERASI
(INFORMASI) -- MANUSIA TIDAK HARUS HIDUP DENGAN SEL OTAK YANG
DITERIMA WAKTU LAHIR (KONSEP) -- MENCARI OBAT UNTUK STIMULASI
PERTUMBUHAN SEL OTAK-- PROSES DEGENARATIF OTAK SEPERTI KEPIKUNAN DAN
ALZHEIMER BUKAN `NASIB` TETAPI DAPAT DIOBATI (P A R A D I G M A)

10

THE WORLD WILL NOT EVOLVE PAST THE CURRENT STATE OF CRISIS BY USING
THE SAME THINKING THAT CRATED THE SITUATION
ALBERT EINSTEIN
THE ONLY REAL VOYAGE OF DISCOVERY CONSISTS NOT IN SEEKING NEW
LANDSCAPES BUT IN HAVING NEW EYES
MARCEL PROUST THE AGE OF UNREASON

Penulisan TINJAUAN PUSTAKA


dan METODOLOGI PENELITIAN
DR.dr.SURYANIASAD,MSc

TINJAUAN PUSTAKA
Adalah membaca secara kritis semua laporan hasil penelitian sebelumnya yang berkaitan erat
dengan topik penelitian untuk mendapatkan suatu aspek tertentu yang belum diteliti.
Tujuan penulisan tinjauan pustaka :
Identifikasi masalah
Mengembangkan hipotesis
Mengembangkan metode penelitian yang sesuai
Untuk mencapai tujuan penulisan hendaknya bersifat sebagai suatu penelusuran kepustakaan yang :

mencakup seluruh penelitian terkait

bersifat kritis

memperlihatkan heterogenitas hasil penelitian

mampu memperlihatkan sudut penelitian yang masih perlu penelitian lanjut


Berbagai bentuk penulisan hasil penelitian
Laporan hasil penelitian di jurnal-jurnal
Review; bisa dijurnal bahkan bisa dalam bentuk buku/publikasi sendiri
disertasi sebelumnya
KRITIS artinya bahan laporan penelitian itu tidaks ekedar dibaca dan ditulis kembali tetapi hendaknya
memperlihatkan kelebihan dan kelemahan penelitian sebelumnya untuk diambil hikmahnya.
HETEROGENITAS hasil penelitian berarti keragaman yang ditemukan dari hasil penelitian sebelumnya
(previous studies).
Keragaman penelitian sebelumnya dapat berupa :
kesamaan (similarity)
perbedaan (differenciacy)
Pertentangan (controversion)
Ketidaksepahaman (equivocal/ambiguous)
Salah satu bentuk pendekatan yang dapat dipakai untuk melihat keragaman hasil penelitian
sebelumnya adalah membuat tabel sintesa, berisi tabulasi, tahun penelitian, masalah, subjek, materi,
metode dan temuannya.
SUDUT LEMAH PENELITIAN SEBELUMNYA adalah bagian yang harus dapat dilihat oleh
penulis proposal dalam menulis tinjauan pustaka
Sudut lemah :
Kelemahan metodologik penelitian sebelumnya
Faktor-faktor atau variabel tertentu lainnya yang belum diteliti
Ketidaktepatan desain yang digunakan
Bagian dari suatu hasil penelitian dapat ditemukan locus minoris dapat dicari pada bagian:
keterbatasan

11

diskusi/pembahasan
saran
Tinjauan pustaka hendaknya diarahkan kepada bacaan mengenai hubungan yang akan
dinyatakan dalam hipotesis.
Ruang lingkup penulisan tinjuan pustaka adalah :
variabel tergantung
variabel bebas
keterhubungan variabel tergantung dan bebas
Pedoman umum langkah-langkah penulisan tinjauan pustaka :
Cari dan kumpulkan hasil penelitian sebelumnya
Lakukan bacaan secara kritis dengan melihat kelebihan dan kelemahan penelitian
sebelumnya
Perhatikan keragaman hasil dan buatlah tabel sintesa
Dapatkan dan tuliskan secara eksplisit sudut kelemahan yang perlu penelitian lanjut
Penulisan tinjaun pustaka sebenarnya merupakan suatu kumpulan dari beberapa langkah sistematik yang
meliputi :
Literature Searching
Literature Reading
Literature Analyzing
Literature Synthesizing
Literature Organizing
Literature Writing
Hal penting dalam penulisan tinjaun pustaka
Materi isi Tinjauan Pustaka bukan laksana buku teks (textbook) yang mencakup
semuanya. Hendaknya selektif dan terarah sesuai dengan batasan permasalahan penelitian
saja.
Penulisannya hendaknya memperhatikan faktor historik, sehingga bersifat kronologis
atau sekuensial.

KERANGKA KONSEP
ISI LANGKAH : jelaskanlah hubungan konseptual antara satu variabel dengan variabel lainnya.
Kerangka konsep tidak sekedar menunjukkan keterhubungan satu variabel dengan lainnya tetapi dapat
menggambarkan bentuk/jenis hubungan itu sehingga sejalan dan sesuai dengan hipotesis dan dapat
mengarahkan bentuk analisis yang diperlukan.
Didukung oleh teori yang didapatkan dari penelusuran bacaan yang memadai untuk mampu mengarahkan
bentuk kerangkan yang akan disusun dan pengalaman penelitian yang pernah dilakukan di lapangan.
1. Dasar Kerangka Berpikir
Kerangka konsep dimaksudkan sebagai kerangka yang dapat menjembatani kerancuan teoritis
dengan kesederhanaan pelaksanaan penelitian yang akan dilakukan di lapangan. Merupakan bagian kritis
yang memerlukan ketajaman penalaran teoritis dan keprakmatisan aplikasi metodologi.
2. Variabel Penelitian
Untuk penjabaran variabel penelitian ini dikenal adanya definisi operasional dan kriteria objektif
Definisi operasional adalah penjabaran pengukuran suatu variabel sehingga datanya dapat
dikumpul secara operasional dilapangan sewaktu penelitian berlangsung.
Kriterian objektif dijabaran untuk membaca hasil pengukuran suatu variabel
Untuk menunjukkan keterkaitan antara suatu variabel dengan variabel lainnya dapat
digunkaan garis penghubung, tanda panah dan modifikasi garis

12

MATERI PENELITIAN
ISI LANGKAH : gambaran tentang materi apa yang akan dilibatkan dalam penelitian.
Untuk bagian METODE ini, uraikan serinci mungkin cara pelaksanaan penelitian yang mencakup
mulai dari cara pengumpulan data dampai rencana analisis data yang telah akan diperoleh. Perlu juga
dilengkapi dengan lama penelitian, waktu dan lokasi penelitian.
Variabel penelitian ini perlu diperjelas dalam beberapa hal :
1. Definisi operasional
2. Kriteria objektif
3. Skala ukuran
4. Cara memperoleh datanya
Secara umum bagian materi dapat diisi dengan ;
Populasi/sampel/subjek dengan kriteria inklusi dan ekslusinya
bahan/materi pisik yang diperlukan
Hal ini berarti bagian materi ini menjawab tentang apa dan siapa yang dilibatkan dalam penelitian
Pembicaraan populasi akan menyangkut :
populasi yang menjadi sasaran/ruang lingkup penelitian
jumlah sampel yang diperlukan
Berapa besar sampel yang akan ditarik dapat berupa :
Menarik sebanyak-banyaknya sesuai dengan kasus yang ada
dihitung dengan formula statistik
Bahan/alat penelitian akan berhubungan dengan :
Bahan kimiawi atau biologis
Alat pengukur
Alat pengumpul data, misalnya kuesioner
Definisi operasional memberikan batasan tentang variabel penelitian secara tekhnis sehingga
variabel itu dapat dikumpulkan datanya di lapangan.
Kriteria objektif variabel penelitian untuk menentukan batasan-batasan nilai suatu variabel.
Skala ukuran variabel; apakah kontinyu, ordinal atau hanya nominal
Aspek metode mencakup :
Desain penelitian
desain penelitian yang dipilih perlu dinyatakan secara eksplisit dan jelas
Pengumpulan data
dalam hal sampel perlu dijelaskan mengenai cara memperoleh sampel yang telah ditentukan besarnya.
Pengolahan data
Analisis data

KRITERIA INKLUSI dan EKSKLUSI POPULASI PENELITIAN


populasi penelitian harus memenuhi kriteria tertentu. Kriteria yang menjadi syarat suatu subjek
masuk penelitian disebut kriteria inklusi, sedangkan subjek yang sudah masuk penelitian dapat
dikeluarkan karena alasan tertentu yang ditujukan oleh kriteria eksklusi.
Cara penarikan sampel :
Random atau non-random
Cara-cara sederhana, sistematik, stratifikasi, kluster
Cara pengumpulan data :
Pakai kuesioner yang ditanyakan oleh pewawancara
Isi formulir berdasarkan hasil pemeriksaan pisik/ diagnostik
Langsung diisi oleh responden
Lewat pos
Lewat telepon, dll
Cara analisa data
Sesuaikan dengan metode statistik yang digunakan
Perhatikan derajat kemaknaan
Akan dibahas lebih rinci

13

KONTROL KUALITAS
PERTIMBANGAN ETIK
Ada pernyataan bahwa penelitian ini disetujui oleh komisi etik
Harus ada informed consent
Tugas
Buat suatu proposal lengkap, terdiri dari:
Halaman judul (1 halaman)
Judul
Nama, stambuk dan institusi, bila memungkinkan disertai logo
Abstrak proposal (1 halaman)
.Abstrak (latar belakang,tujuan, metode, antisipasi hasil)
Kata kunci
Isi proposal penelitian
Pendahuluan
Latar belakang
Permasalahan dan pertanyaan penelitian
Tujuan penelitian
Manfaat penelitian
Tinjauan pustaka
Teori yang Berkaitan denga variabel yang diteliti, defenisi keterkaitan dan pengukuran
Kerangka konsep
Hipotesis
Variabel yang akan diteliti,cara pengukuran , definidsi operasional dan kriteria objektif
Metodologi
Desain penelitian,
Populasi penelitian, responden dan sampel, jumlah sampel dan cara pengambilan sampel, kriteria
inklusi dan eksklusi
Cara pengukuran pengambilan/pengumpulan data
Cara analisa data
Kontrol kualitas
Pertimbangan etik
Keterbatasan penelitian
Daftar pustaka
Lampiran: Kuesioner
ISU PELAKSANAAN PENELITIAN
1. Pengumpulan data
- Populasi dan sampling
- Data dan Variabel
- Pengumpulan data
2. Pengukuran variabel
- Jenis Variabel
- Masalah cara pengukuran
- Masalah hasil pengukuran
3. Analisis data
- Analisis deskriptif
- Analisis statistik
- Analisis epidemiologi
PENELITIAN KHOHORT
Karakteristi umum :
- cocok untuk re exposures

14

- untuk melihat hubungan satu eksposur dengan beberapa outcome


- memakai waktu lama
Isu Penelitian Kohort
1. Research question
2. Hipotesis
3. Definisi dan cara identifikasi eksposure
4. Definisi dan komparasi non-eksposure
5. Definisi dan cara identifikasi penyakit
6. Confounders
7. Kriteria inklusi dan ekslusi
8. Pengukuran untuk follow-up yang sama
PERCOBAAN KLINIK
Tingkat-tingkat percobaan klinik :
- Tahap I : penelitian invitro untuk farmakologi dan toksologis obat
- Tahap I :
* Fase 1 : Penelitian in vivi (manusia) untuk Safety dan toleransi
* Fase 2 : efektifitas (dose effectivity)
* Fase 3 : Efikasi (obat teruji vs obat standar)
* Fase 4 : Postmarketing untuk efek samping obat
PENELITIAN OBAT-OBAT
Terutama dalam bentuk percobaan klinik (Clinical trial)
Isu penelitian obat :
Toxicitas
Lethal dose
Dose response
Safety
Efikasi
Efektifitas
Efek sampingan

Jenis

Retrospektif

Retrospektif

Informasi

tidak lengkap dan akurat

lengkap dan akurat

kontak ekposure

membantu

tidak membantu

ekposure baru

tidak membantu

membantu

dana

murah

mahal

waktu

pendek

lama

15

KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN KOHORT

KEUNTUNGAN

KELEMAHAN

Resiko relatif dapat dihitung


Informasi mengenai insiden penyakit dapat
diketahui
Hubungan antara ekposure dan penyakit
jelas
Efisiensi khususnya untuk mempelajari
ekposure yang jarang ditemukan
Dapat memberikan informasi dari ekposure
ganda
Dapat memberikan informasi efek ganda
dari ekposure khusus
Bias kurang
Design Penelitian observational yang
powerfull yang dapat menerangkan
hubungan sebab akibat

Lama
Jumlah sampel besan
Mahal
Tidak efisiensi untuk penyakit yang jarang
ditemukan
Drop out sementara dalam pengamatan
pengamatan
kurang validitas
Bias oleh perubahan metode

PENGUKURAN FAKTOR EXPOSURE


Pengukuran

Contoh

I ntensitas

RataRata-rata tekanan darah

Waktu

minggu dari hipertensi

Reguler

jumlah sideside-efect pada kehamilan

Variasi

range pengukuran tekanan darah

PETUNJUK UNTUK MENENTUKAN SUBJEK YANG TEREKPOSE DAN TIDAK TEREKPOSE


1. Sampel yang tidak terekpose harus berasal dari sampel yang sama dengan yang terekpose
2. Kedua kelompok harus bebas dari penyakit dan suceptible terhadap perkembangan penyakit pada
permulaan studi
3. Karakteristik sampel yang terekpose pada dasarnya tidak boleh berada secara sistematik dari subjek yang
tidak terekpose, kecuali untuk ekposure yang diamati
4. Informasi yang sama baik secara kalitas dan kuantitas harus tersedia pada ekposure dan status penyakit
pada kedua kelompok yang diteliti
5. Kedua kelompok dapat diamati
6. Kelompok pembanding dari subjek yang tidak terekpose dapat dipilih untuk meningkatkan validitas hasil
penelitian

16

KEUNTUNGAN UJI KLINIS


1. Dengan dilakukannya randomisasi maka bias dapat dikontrol secara efektif
2. Kriteria inklusi, perlakuan dan outcome telah ditentukan lebih dahulu
3. Statistik akan lebih efektif, oleh karena :
a. jumlah kelompok perlakuan dan kontrol sebanding
b. kekuatan statistik tinggi
4. Uji klinis secara teori sangat menguntung oleh karena banyak metode statistik harus berdasarkan pemilihan
subjek secara random
5. Kelompok subjek merupakan kelompok sebanding sehingga intervensi dari luar setelah randomisasi tidak
banyak berpengaruh terhadap hasil penelitian selama intervensi tersebut mengenai kedua kelompok subjek.
KERUGIAN UJI KLINIS
1. Desain dan pelaksanaan uji klinis kompleks dan mahal
2. Uji klinis mungkin harus dilakukan dengan seleksi tertentu sehingga tidak represntatif terhadap populasi
terjangkau atau populasi target
3. Uji klinis paling sering dihadapkan kepada masalah etik, misalnya, apakah etis bila kita memberikan
pengobatan pada kelompok perlakuan namun tidak mengobati kelompok kontrol
4. Kadang-kadang uji klinis sangat tidak praktis

Variabel Penelitian
DEFINISI
Variabeladalah:
Karakteristiksubyekpenelitianyangberubahdarisatusubyekkesubyekyanglain
Bukanbendanyamisalnya:badan,kelamin,darahatauhemoglobin
Melainkankarakteristiknya:beratbadan,tinggibadan,jeniskelamin,tekanandarah,kadar
hb.

SKALA VARIABEL

KATEGORIKAL
NOMINAL
ORDINAL
NUMERIK
INTERVAL
RASIO

JENIS VARIABEL
Variabelbebas(independen,prediktor,resiko,kausa,penyebab):
Bilaberubahakanmengakibatkanperubahanvariabellain
Variabeltergantung(dependen,efek,hasil,outcome,respons,event):
Variabelyangberubahakibatperubahanvariabellain
VariabelPerancu(Confounder)
Jenisvariabelyangberhubungandenganvariabelbebasdanvariabeltergantung
tetapibukanmerupakanvariabelantara
VariabelAntara(Intermediate)
Jenisvariabelyangterletakantaravariabeldependendanindependen,proses/jalur
yangdilaluiolehvariabeldependenakibatperubahanvariabelindependen
Mengontrolvariabelconfouder
Identifikasisetiapconfounder
Dilakukanolehpeneliti

17

cara:
Studiliteratur
Gunakanlogika
Manfaatkanpengalaman
Eliminirmelaluipenggunaandesignyangtepatdengancara:
Restriksi
Matching
Randomisasi

RESTRIKSI
MenyingkirkanVariabelPerancuDariSetiapSubyekPenelitian
Matching
Prosesmenyamakanvariabelperancudiantaraduakelompok
Adadua:
Frequencymatching
Individualmatching
Randomisasi
Caraefektifuntukmenyingkirkanpengaruhvariabelperancu
Confounderakanterbagiseimbangdiantara2kelompok
Prosedurrandomisasidilakukandenganbenar
Jumlahsubjekcukupbesar
Analisisstratifikasi
Carauntukmeniadakanfaktorperancu
Bilahanyaada1perancu
DilakukanteststatistikMantelHaenszeluntukdesainpenelitian:
Crosssectional
Kasuskontrol
Kohort
Ujiklinik
Analisismultivariat
Tehnikstatistikauntuksetdatadenganvariabeltergantunglebihdarisatu
Seringdigunakan
Regresimultipel
Regresilogistik
Pengubahefek(efekmodifier)
=modifikasiefek
Terjadibiladerajathubunganantaravariabelditentukanolehvariabelke3
Tidakperludisingkirkanjustruperludielaborasiataudiperjelasmaknanya
Contohyangbiasamenjadiefekmodifier:
Jeniskelamin
Kelompokumur
Keadaanklinistertentu
Hubunganantarvariabel
Adafaktorpeluang
Bias
Hubungansebabakibat

Hubungansebabakibat
Temporalrelationship
Thestrengthofassociation
Dosedependent
Consistency

18

Coherency
BiologicalPlausibility
Kesamaandenganhasilpenelitianlain

LAPORAN PENELITIAN
Dr.dr. Suryani Asad. msc

Untuksiapalaporanpenelitianditujukan
1. Penulisan hasil laporan untuk masyrakat akademik
* Skripsi(untuk prasarjana),tesis(untuk program magister atau sejenis),dan disertasi(untuk
program doktor)
* Makalah untuk jurnal kedokteran
* Monogram atau buku tersendiri
2. Penulisan laporan untuk sponsor penelitian
3. Penulisan hasil penelitian untuk masyarakat umum

Bentukumumlaporanilmiah
1. Judul laporan penelitian
2. Nama pengarang dan institusi
3. Abstrak dan kata kunci
-Introduction :alasan utama mengapa penelitian di lakukan
-Methods :bagaimana penelitian di lakukan
-Result :hasil utama yang diperoleh
Discussion :simpulan utama penelitian
4. Pendahuluan
5. Cara kerja
Desain penelitian
Tempat dan waktu penelitian
Sumber data:primer atau sekunder
Populasi terjangkau,sampel,cara pemilihan sampel(sampling method)
Kriteria pemilihan(inklusi dan eksklusi)
Keterangan khusus sesuai dengan desain yang di pakai
Teknik pengukuran
Rencana analisis yang dipergunakan(uji hipotesis,batas kemaknaan,power
statistik,interval kepercayaan)
Cara kerja(untuk tiap jenis desain diperlukan keterangan yang relevan )misalnya
:
survei:apakah survei bersifat retrospektif atau prospektif,besar sampel yang diperlukan,
dan mengapa jumlah tsb di perlukan
Studi kasus kontrol: cara pemilihan kasus dan kontrol,apakah dengan matching atau tanpa
matching dengan alasannya,besar sample
Studi kohort: apakah prospektif atau retrospektif,besar sampel
19

Uji klinis:apakah randomisasi,teknik randomisasi ,apakah di lakukan penyamaran


Uji diagnostik : outcome yang dinilai, baku emas besar sampel
Survival analisis

Penulisanskripsi,tesis,dandisertaibeberapacatatan

Misalnya dalam metode di sebutkan desain deskriptif, namun dalam hasil di lakukan uji
hipotesis,kadang sangat banyak
Tidak jarang penulisan melakukan banyak uji hipotesis yang terkesan tidak di rencanakan
sebelumnya, yang sering disebut sebagai fishing expedition atau data dredging
Kadang-kadang data yang sudah susah payah di kumpulkan tidak di kemas dengan
memadai, sehingga data tersebut tinggal sebagai data.

Senaraibulir

Tugas akhir peneliti dalam rangkain proses penelitian adalah membuat laporan penelitian
Laporan dapat di tujukan kepada masyrakat ilmiah,laporan untuk sponsor, serta penulisan
untuk masyrakat awam
Sebagian besar peneliti menargetkan untuk mempublikasikan hasil penelitiannya di jurnal
ilmiah
Format laporan penelitian untuk setiap jurnal bervariasi,namun umumnya mencakup
komponen IMRAD(Introduction,MethodsResults,Discussion)
Dalam Introduction dikemukakan alasan serta tujuan penelitian,dalam Methods diuraikan
secara rinci bagaimana penelitian dilakukan,dalam Results disajikan hasil yang
diperoleh(deskriptif dan analitik),dan dalam Discussion dibahas makna penemuan
penelitian.pada akhir pembahasan dituliskan kesimpulan
Keseluruhan bagian makalah harus merupakan rangkaian yang mengalir dan logis,ditulis
dalam bahasa yang baik dan benar,dan mudah dimengerti
Makalah ditutup dengan daftar pustaka yang ditulis dengan sistem yang ditetapkan oleh
jurnal

20

M Tahir Abdullah

DefinisiStatistik
Untuk keperluan praktis statistik dapat diartikan sebagai berikut:
Arti sempit.
Statistik berarti data ringkasan yang berbentuk angka.
Arti luas.
Statistik berarti suatu ilmu yang mempelajari cara pengumpulan, pengolahan, penyajian data,
analisa data serta pengambilan kesimpulan secara umum berdasarkan hasil penelitian yang tidak
menyeluruh.

Daniel

Ilmu yang mempelajari cara pengelolaan dan meringkaskan data serta penarikan
kesimpulan berdasarkan pengamatan sebagian data

Rosner
Statistics is the sciences whereby inferences are made about specific random phenomena
on the basis of relatively limited material.
Biostatistics is the branch of applied statistics that concerns the application of statistical
method to medical and biological problems.

Istilahistilah

Data informasi
Populasi sampel
Variabel

Jenisdata

Data kualitatif
Data kuantitatif
Data diskrit
Data kontinu
Data primer
Data sekunder
Data intern
Data ekstern

Skalapengukuranvariabel

Skala nominal
Skala ordinal
Skala interval
21

Skala rasio

Perbedaansifatskala
Skala
Nominal
Ordinal
Interval
Rasio

Beda
Ya
Ya
Ya
Ya

Urutan
No
Ya
Ya
Ya

Besar Beda Kelipatan


No
No
No
No
Ya
No
Ya
Ya

Statistik

Statistik deskriptif
Statistik inferens

Statistikdeskriptif
Teori dan metode:
o Pengumpulan data
o Pengolahan data
o Penyajian data
o Analisa data
o Kesimpulan

Statistikinferens
Bidang yang mencakup pengambilan kesimpulan dari meng inferens atau meng
generalisir hasil dari sampel terhadap populasinya.

Pengumpulandata
o Observasi
o Wawancara/kuesioner
o Penggunaan dokumen

Pengolahandata
Metode
manual
komputer
Bentuk pengolahan
Raw data
Array data
Distribusi frekuensi

Rawdata
5,6

6,6

11,7

6,9

4,4
22

7,5
6,0
4,2
6,6
7,6
10,3

6,9
4,9
7,6
7,4
7,2
5,9

2,7
4,0
8,4
5,2
10,2
7,3

4,9
6,0
5,9
5,1
3,6
4,8

6,7
7,3
6,4
5,2
7,5
3,7

3,4
4,8
5,2
6,0
6,7
7,4
8,4

3,7
4,9
5,6
6,0
6,8
7,5
10,2

4,0
4,9
5,9
6,4
7,2
7,5
10,3

4,2
5,1
5,9
6,6
7,3
7,6
11,7

Arraydata
2,7
4,4
5,2
6,0
6,6
7,3
7,6

Distribusifrekuensi
Kategori/kelas Frekuensi

Total
Distribusi frekuensi numerik
Distribusi frekuensi kategoris

Distribusi frekuensi 35 bayi pada BKIA X, Januari 1985


Berat Badan
1,0 4,0
4,0 7,0
7,0 10,0
10,0 13,0
Total

Frekuensi
3
20
9
3
35

Jenis
Kunjungan
Ibu hamil
Ibu menyusui
Bayi
Anak
Total

Frekuensi
30
35
10
25
100

Aturan Sturgers
K = 1 + 3,3 log N
K = jumlah kelas interval
N = jumlah pengamatan
Interval = Range/K
23

K = 1 + 3,3 log N
= 1 + 3,3 log 35
= 1 + 4,8
= 5,8 6

Interval = Range/K
=9/6
= 1,5

Distribusi frekuensi 35 bayi pada BKIA X, Januari 1985


Berat Badan
1,0 - 3,0
3,0 - 5,0
5,0 - 7,0
7,0 - 9,0
9,0 - 11,0
11,0 - 13,0
Total

Frekuensi
1
8
14
9
2
1
35

Istilah dalam distribusi frekuensi


a. Class interval = interval kelas
Misalnya : 1,0 3,0
b. Class limit = batas kelas
- lower class limit = batas kelas bawah (bkb)
- upper class limit = batas kelas bawah (bka)
Istilah dalam distribusi frekuensi
c. Clas size = besar kelas
bka bkb = 3,0 1,0 = 2 unit
d. Class mark = midpoint = titik tengah
bkb bka
1,0 + 3,0
--------------- =
-----------2
2
=
4/2
=
2
Jenis distribusi frekuensi
Distribusi frekuensi absolut
Distribusi frekuensi relatif
Distribusi frekuensi kumulatif: - kurang dari (less than) atau lebih (or more)
Distribusi frekuensi 35 bayi pada BKIA X, Januari 1985
Berat Badan
1,0 - 3,0
3,0 - 5,0
5,0 - 7,0
7,0 - 9,0
9,0 - 11,0
11,0 - 13,0
Total

Frekuensi
1
8
14
9
2
1
35

24

Berat Badan
< 3,0
3,0 - 5,0
5,0 - 7,0
7,0 - 9,0
9,0 - 11,0
11,0 +
Total
Berat Badan
1,0 - 3,0
3,0 - 5,0
5,0 - 7,0
7,0 - 9,0
9,0 - 11,0
11,0 - 13,0
Total

Frekuensi
0,029
0,229
0,400
0,257
0,057
0,029
1,000

Berat Badan
kurang dari 1,0
kurang dari 3,0
kurang dari 5,0
kurang dari 7,0
kurang dari 9,0
kurang dari 11,0
kurang dari 13,0

Frekuensi
0
1
9
23
32
34
35

Berat Badan
1,0 - 3,0
3,0 - 5,0
5,0 - 7,0
7,0 - 9,0
9,0 - 11,0
11,0 - 13,0
Total

Frekuensi
1
8
14
9
2
1
35

Frekuensi
2,9
22,9
40,0
25,7
5,7
2,9
100,0

Berat Badan
1,0 atau lebih
3,0 atau lebih
5,0 atau lebih
7,0 atau lebih
9,0 atau lebih
11,0 atau lebih
13,0 atau lebih

Frekuensi
35
34
26
12
3
1
0

Penyajiandata

Tekstular, dengan menggunakan teks atau naskah


Tabular, dengan menggunakan tabel atau daftar
Grafikal, dengan menggunakan grafik atau rajah.

Tekstular
Tekstular ialah bentuk penyajian data yang menggunakan kalimat-kalimat pendek,
lengkap. Didalamnya harus mengandung unsur-unsur apa, dimana, kapan, oleh siapa penelitian
itu dilakukan. Cara ini biasanya diletakkan pada bab kesimpulan suatu tulisan penelitian. Kalimat
harus menggunakan tata bahasa yang baik, angka-angka diletakkan pada bagian kalimat
mendapat tekanan suara. Kadang-kadang pada bentuk penyajian tekstular, sukar untuk dilihat
atau dipelajari dengan cepat maknanya, lebih-lebih lagi bila bentuk tekstular tadi terdiri dari atas
angka-angka atau keterangan-keterangan yang banyak.

Tabular
Tabular ialah bentuk penyajian data yang menggunakan tabel atau daftar yang sistematik.
The statistical table is systematic arrangemant of numerical data presented in colums and rows
for purpose of comparison

Grafikal
25

A graph is a method of presenting statistical data in visual form


Grafikal adalah penyajian data yang merupakan gambar-gambar yang dapat menerangkan
dirinya sendiri (self explanatory). Semua angka-angka sudah dirubah bentuknya menjadi
gambar-gambar.

Tabel induk
Tabel induk = Master table = General table = Reference table
Sifat-sifat tabel induk sebagai berikut:
Berisi seluruh data suatu penyelidikan
Gudang data penelitian
Data masih dalam keadaan asli (original = raw data)
Data tabel induk sukar diturunkan sebagai tabel anak menurut keperluan
FREKUENSI

Tabel anak

14
b. Tabel
anak = Text table = Derived table = Special table
Sifat-sifat tabel anak
12
Bagian suatu tabel induk untuk menjelaskan suatu masalah
10 Dari tabel anak dapat ditarik suatu kesimpulan
Merupakan tabel yang dapat untuk diperhitungkan selanjutnya

Penyusunan kategori

6 cara penyusunannya dapat sebagai berikut:


Adapun
a. Penyusunan secara alfabetis
b.4Penyusunan secara geografis
c. Penyusunan menurut besarnya angka-angka
d.2Penyusunan menurut historis
e. Penyusunan menurut kelas-kelas yang lazim
0

Bentukgrafik

11

13

INTERVAL KELAS

Bentuk grafik yang bergantung pada :


a. Jenis data.
b. Tujuan atau guna grafik disajikan

Histogram

26

Histogram dan Poligon


FREKUENSI
14
12
10

8
6
4
2
0

11

13

INTERVAL KELAS

11

13

INTERVAL KELAS

Poligon
FREKUENSI
14
12
10

8
6
4
2
0

27

Ogive (less than)


FREKUENSI
14
12
10

8
6
4
2
0

11

13

11

13

INTERVAL KELAS

Ogive ( or more)
FREKUENSI
35
30
25
20
15
10

5
0

INTERVAL KELAS

28

Ogive
FREKUENSI
35
30
25
20
15

50 %

10
5
0

Stem and Leaf


1
2 7 4
3 4 7
4 0 2 4 8
5 1 2 2 6
6 0 0 0 4
7 2 3 3 4
8 4
9
10 2 3
11 7
12

5 Md 7

9
9
6
5

9
9
6
5

7
6

8
6

11

13

INTERVAL KELAS

Box Plot

1
2
6
6
8
8
1
2
1

Bar graph

29

30

Line graph

31

Pie graph

32

Picto graph
Jumlah ekspor meubel indonesia

2000
2001
2002
2003
= 100.000
33

Map graph

DANAU

SUNGAI

PERKAMPUNGAN
BIRING KANAYA

JALAN DESA
= DIARE

Scatter gram

34

Grafik
Kegunaan grafik :
1. Membandingkan beberapa variabel atau variabel pada waktu atau tempat yang berbeda
2. Meramalkan suatu keadaan dimasa yang akan datang
3. Mengetahui hubungan dua atau lebih variabel
4. Memberikan penerangan pada masyarakat.
Keuntungan :
1. Pengamat lebih mudah memahami masalah yang disajikan
2. Bentuk grafik lebih menarik dari pada tabel
3. Hal-hal yang tidak jelas dalam tabel akan lebih jelas dalm bentuk grafik.
Kerugian :
1. Pembuatan grafik merupakan suatu seni, hingga tidak semua orang dapat membuat grafik yang
menarik.
2. Grafik hanya dapat memberikan keterangan yang bersifat garis besar.
3. Penggambaran yang salah atau perhitungan yang salah dalam pembuatan grafik akan
memberikan penilaian yang menyesatkan.

Measurementofcentraltendency

Mean arithmatic
Median
Mode
Mean geometrik

Mean arithmatic
Rumus

Oi
n

Oi
= ------------n

= nilai mean
= nilai pengamatan
= banyaknya pengamatan
= sigma

Lama perawatan (hari) di Rumah Sakit yang dilaporkan dari 5 penderita yaitu 3,5,2,3,2
Tentukan lama perawatan ke 5 penderita tersebut di rumah sakit.
Jawab:
Oi
Mean = = -------------n
3+5+2+3+2
= --------------5

= 3,0

35

Measurement of dispersion

Range
Mean deviation
Varians
Standard deviation

Perhitungan

Ungroup data
Group data

Nama :
Tanggal, bulan, tahun kelahiran:
Jenis kelamin:
Suku:
Tinggi badan:
Berat badan:
Warna favorit:
Hobby:
Golongan darah:
Tlp/Hp:
Ibu : Umur, pendidikan, pekerjaan.
Ayah : Umur, pendidikan, pekerjaan.

Biodata

NILAI TENGAHDISPERSI
Measurement of central tendency

Meanarithmatic

Median

Mode

Mean geometrik
Perhitungan

Ungroup data

Group data
Mean arithmatic
Rumus
Oi
= ------------36

= nilai mean
Oi = nilai pengamatan
n = banyaknya pengamatan
= sigma
Lama perawatan (hari) di Rumah Sakit yang dilaporkan dari 5 penderita yaitu
3,5,2,3,2
Tentukan lama perawatan ke 5 penderita tersebut di rumah sakit.
Jawab:
Oi
Mean = = -------------n
3+5+2+3+2
= --------------- = 3,0
5
Median
Median adalah merupakan nilai pengamatan yang terletak ditengah apabila nilai
pengamatan yang disusun dalam array. Pada jumlah pengamatan yang ganjil, nilai
median terletak ditengah dan membagi dua bagian yang sama besar pada array.
Sedang pada jumlah pengamatan yang genap nilai pengamatan yang terdapat
ditengah tengah array.
Dari contoh 3.1 tentukan median lama perawatan ke 5
penderita tersebut.
Jawaban:
1. Susun nilai pengamatan dalam array ; 2, 2, 3, 3, 5
2. Letak median ditentukan.
Letak Md = n + 1
2
=5+1
2
= 3, pada observasi ke 3 yaitu 3 hari.
Bila 6 penderita, mempunyai lama perawatan sbb ;
6, 3, 2, 6, 1, 8
Jawab :
1. Susunlah nilai pengamatan dalam bentuk array.
1, 2, 3, 6, 6, 8
2. Letak Median = n + 1
2
=6+2
37

2
= 3,5
Median terletak pada pengamatan yang ke 3 dan ke 4.
Letak Median
=3+6
2
= 4,5
Jadi Median lama perawatan adalah 4, 5 hari
Contoh.
Hitung Median berat badan dari contoh, untuk 35 bayi yang berkunjung di
puskesmas. A.
Letak Median = (35 + 1)/2
= 18
Nilai yang terletak pada observasi ke 18 yaitu 6,0, kg.
Sifat Median
- Tidak dipengaruhi oleh nilai ekstrim
Contoh sebelumnya, 3,5,2,3,2 hitung median lama perawatan dan bandingkan dengan
mean lama perawatan, bila salah satu nilai ekstrim berubah.
Jawab:
1. Susun menurut besarnya pengamatan (array)
2, 2, 3, 3, 5(15)
2. Nilai median adalah 3 hari
Nilai mean adalah 5 hari
3. Bila dibandingkan antara median dan mean, maka median lebih representative
untuk digunakan sebagai nilai tengah.
Mode

Nilai ini jarang digunakan. Mode dapat didefenisikan sebagai nilai pengamatan
yang mempunyai frekwensi terbanyak.
Suatu kumpulan data mempunyai satu mode (unimodal), dua mode (bimodal).
Mode dapat digunakan dalam mendiskripsikan data kualitatif, misalnya
diagnose penyakit.
Tentukan nilai mode lama perawatan.
Jawab. Dari pengamatan diperoleh nilai pengamatan 2 mempunyai frekwensi
yang terbanyak yaitu 2 penderita.
Jadi nilai mode adalah 2 hari.
Dari contoh 35 bayi, tentukan nilai mode bayi tersebut
Mode terletak pada 6,0 karena nilai tersebut mempunyai frekwensi 3

Perhitungan nilai tengah pada data yang dikelompokkan


38

Bila kita mempunyai data yang banyak misalnya ribuan banyaknya, maka
perhitungan mean, median, dan mode memerlukan waktu yang banyak. Untuk itu data
perlu dikelompokkan lebih dahulu untuk membentuk distribusi frekwensinya.
Mean
Terdapat 3 cara menghitung mean.
a. Penentuan titik tengah
Tabel 3.1. Perhitungan mean
TT/ Oi
Fi
Oi. Fi
2
1
2
4
8
32
6
14
84
8
9
72
10
2
20
12
1
12
Jumlah
35
222
Untuk menghitung mean dipakai rumus :
= O1F1 + O2 F2 + ........+ On. Fn
n
atau dengan rumus :
Oi.Fi
=
n
= 222
n
=

6,34

b. Menentukan lebih dahulu mean dugaan


Misalnya mean dugaan D = 6
D1= O1 - D
= selisih nilai observasi dengan mean dugaan
Rumus = = D + 1/n Fi Di

Oi/TT
2
4
6
8
10
12

Tabel perhitungan mean


Di
Fi
-4
1
-2
8
0
14
2
9
4
2
6
1

Fi. Di
-4
-16
0
18
8
6
39

Jumlah
35
= 6 + 1/35 * 12
= 6 + 0,34
= 6,34
c. menggunakan working unit
Misalkan kita menggunakan working U
TT
working unit
Oi
Fi
U
2
1
-2
4
8
-1
6
14
0
8
9
1
10
2
2
12
1
3
Jumlah
35

12

Fi. U
-2
-8
0
9
4
3

Rumus yang dipakai :


= D + c Fi.U
------------n
c = class size
= 6 + 2. 6/35
= 6 + 0,34
= 6, 34
Median
Rumus yang dipakai adalah :
( N/2 fb)
Md = Bkb + ----------- . c
f.Md
Bkb = batas kelas bawah median terletak.
N = jumlah observasi
fb = jumlah frekwensi dari interval kelas dibawah interval kelas media
c = ukuran kelas
f. Md =jumlah frekwensi interval kelas median.
Jadi median dapat dihitung sebagai berikut:
35/2 - 9
Md = 5 + ( ---------------). 2
14
40

= 5 + 1,21
= 6, 21
Mode
Rumus :

sb
Mo = bkb ( ------------ ). c
sb + sa

bkb = batas kelas bawah dari kelas mode


sb = selisih frekwensi kelas mode dengan kelas dibawahnya.
sa = selisih frekwensi kelas mode dengan kelas diatasnya
c = ukuran kelas
Sebagai contoh perhitungan dipakai tabel 2.1
6
Mo = 5 + ( ----------). 2
5+6
= 5 + 1, 09
= 6, 09
Penggunaan Nilai Tengah
Untuk menentukan nilai yang dipakai : mean, median atau mode untuk
mendiskripsikan nilai rata-rata data tergantung dari keadaan dan tujuan analisa.
Secara umum median digunakan apabila keadaan data mempunyai nilai ekstrim
yang besar (distribusi skewed). Dalam keadaan ini median lebih baik digunakan
daripada mean sebab nilai mean akan dipengaruhi oleh nilai ekstrim.
Apabila sampel menjadi besar maka kekurangan mean ini untuk
menggambarkan ukuran nilai tengah kurang berarti.
Untuk tujuan analisa statistik dan inferens mean lebih disukai dipergunakan
karena dapat dimanipulasi secara matematik
Mode sering digunakan dalam menggambarkan data kualitatif dan jarang
digunakan sebagai ukiran satu-satunya dalam menggambarkan nilai tengah dari suatu
set data .
Secara empiris, ada hubungan antara Mean, median dan mode pada distribusi
unimodal yaitu :
Mode median = 2 (median mean)
Pada distribusi unimodal dengan distribusi yang dimertis, nilai mean, median dan
mode sama besar. Distribusi yang tidak dimetris disebut distribusi miring (skewed).
41

Distribusi miring dikenal 2 macam yaitu :


a. distribusi miring ke kanan ( skewed to the right).
Pada distribusi ini bagian yang runcing terletak disebelah kanan kita. Nilai
mean adalah yang terbesar dan nilai mode adalah terkecil, sedang nilai median selalu
terletak antara mean dan mode.
b. distribusi miring kekiri (skewed to the left)
Bagian yang runcing terletak disebelah kiri dan nilai mean adalah terkecil,
kemudian median dan nilai mode yang terbesar.
NILAI
TENGAH
MEAN

NOMINAL

MEDIAN
MODE

ORDINAL

YA
YA

YA

INTERVAL
RASIO
YA, bila dist
simetris
YA, bila dist
simetris
Tidak digunakan sendiri

Geometric mean
Nilai ukuran ini sering kali dilakukan di Riset-riset mikrobiologi. Titer suatu
larutan biasanya merupakan kelipatan dari satu larutan ke larutan yang lain,
misalnya larutan dengan kelipatan 2 kali : 2, 4, 8, 16, dan seterusnya. Seri
observasi ini tentunya akan memberikan distribusi yang sangat miring.
Apabila seri tersebut di logaritmakan, maka kita akan mendapatkan
seri : log 2, log 4, log 8, log 16, dan seterusnya.
atau

0,3 ; 0,6; 0,9 ; 1,2 ; dan seterusnya.


Dengan hal ini maka distribusinya kurang lebih akan simetris. Apabila X
adalah seri dari titer larutan dari u = log X, maka kita bisa menghitung
log X
u = ----------- dan
Xg =anti log u
n
Geometric mean tidak bisa dihitung kalau ada seri observasi yang bernilai
negatif. Geometric mean akan selalu lebih kecil nilainya dari mean, tetapi
keduanya akan sama besar kalau semua nilai X adalah sama.
Measurement of dispersion
Range
Mean deviation
Varians
Standard deviation
42

Range
Nilai range dari suatu set pengukuran adalah perbedaan nilai tertinggi (nilai
ekstrim positif) dengan nilai terendah (nilai ekstrim negatif).
Range mudah dihitung dan kasar sebagai pengukuran dispersi dan mudah
menimbulkan kesalahan interprestasi.
Mean deviation
Deviasi dari nilai-nilai observasi terhadap mean i = 1,2 3......., n
Makin besar penyebaran nilai-nilai observasi, makin besar pula nilai Oi . Ini
sebagian ada yang positif dan sebagian lagi negatif, dan kalau dijumlahkan akan
sama dengan nol.
Supaya hasilnya tidak sama dengan nol, semua nilai deviasi tadi dimutlakkan
dulu baru kemudian dijumlahkan.
Kalau hasil penjumlahan ini dibagi dengan banyaknya observasi, maka hasilnya
merupakan mean deviation.
Oi -
Mean deviation = --------------n
Karena sifat matematisnya tidak ada, maka ukuran ini tidak banyak digunakan.
Varians
Dengan memperhitungkan semua nilai pengamatan terhadap mean diperoleh
deviasi setiap pengamatan sehingga kita memperoleh pengukuran variabilitas
yang lebih valid.
contoh tentang lama perawatan dirumah sakit yaitu 3,5,2,3,2, pengamatan ini
dapat dirubah dengan mempergunakan simbol O.
O1 = 3
O2 = 5
Oi
15
O3 = 2
Mean : = ------- = ----O4 = 3
n
5
O5 = 2
=3

Nilai deviasi setiap pengamatan terhadap mean dapat dilihat pada gambar :

43

1
2
3
4
5
Deviasi lama perawatan terhadap mean
Dari gambar tersebut diatas dapat dilihat bahwa makin besar deviasi makin
besar penyebarannya tergadap nilai mean.
Cara menghitung variabilitas dari pengamatan dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel. 3.4. Lama perawatan dan deviasi terhadap mean dari 5 penderita di RS
Penderita
Lama
Deviasi
Deviasi
perawatan
kuadrat
Oi
(Oi-)
(Oi-)2
1
3
3-3=0
0
2
5
5-3=2
4
3
2
2-3=1
1
4
3
3-3=0
0
5
2
2-3=1
1
Oi = 15 (Oi- )=0 (Oi- )2=6
Apabila nilai deviasi setiap pengamatan dijumlahkan maka hasilnya = 0, oleh
karena nilai deviasi yang bertanda positif sama jumlahnya dengan yang bertanda
negatif. Untuk itu nilai negatif harus dihilangkan dengan jalan mengkuadratkan
sehingga nilai diviasi semuanya positif dan hasilnya disebut nilai kuadrat diviasi.
Apabila nilai kuadrat diaviasi dibagi dengan jumlah penderita (n) diperoleh nilai
varians (s2).
(Oi )2
s2
= ------------------n
Secara teoritis, nilai varians sampel diambil pembagi adalah (n-1) yang ada
hubungannya dengan degree of freedom. tetapi dalam praktek terutama pada
sampel yang besar perbedaannya dapat diabaikan.
Untuk menghitung standar deviasi maka varians diakarkan untuk memperoleh unit
yang sama dengan data yang
(Oi )2
s2 = s2
= ------------------n-1

44

Jadi standar deviasi (s) lama perawatan ke 5 penderita pada contoh sebelumnya
adalah :
((Oi )2
s =
------------------n-1
= 6/4
= 1,22
Untuk menghitung standar deviasi dengan mudah dipakai formula.
Oi - ( Oi )2n
s = --------------------------n-1
Dari contoh 1 hitung standar deviasi dengan mempergunakan formula diatas.
Dari contoh 1 hitung standar deviasi dengan mempergunakan formula diatas.
Jawab : Buat tabel seperti dibawah ini.
Tabel. 3.5 Perhitungan standar deviasi
Penderita
Lama perawatan Oi
( Oi ) 2
1
3
9
2
5
25
3
2
4
4
3
9
5
2
4
n=5
Oi = 5
Oi2 = 51

s = Oi - (Oi )2 /n
n-1
s = 51 - (15 )2 /5
4
s = 1,5 = 1,22
Jadi standar deviasi pada data yang dikelompokkan dapat dipergunakan metode
working unit seperti pada perhitungan mean.
Tabel. 3.6 Perhitungan standar deviasi
TT
Oi
2

f
1

u
-2

u2
4

f.u
-2

f.u2
4
45

4
8
-1
1
6
14
0
0
8
9
1
1
10
2
2
4
12
1
3
6
Jumlah 35
Rumus yang dipakai
adalah
f.u2 - ( f.u)
s = c.
N
N
= 2. 35
-------35
= 2. 1 0, 03
= 2. 0.97
= 1, 97

-8
0
9
4
3
6

8
0
9
8
6
35

- ( 6 )2
-----35

Coefficient of variation
Koefisien variasi dinyatakan dalam bentuk proporsi atau prosentase.
Koefisien variasi digunakan untuk membandingkan variasi antara dua macam
observasi dimana satuan ukuran yang dipakai saling berbeda satu sama lain.
Misalnya untuk membandingkan antara variasi berat badan bayi dan variasi
tinggi badan bayi .
Berat badan bayi
Tinggi badan bayi
1 = 3, 015 kg
2 = 49 cm
s1 = 0,2 kg
s2 = 2 cm
Pada contoh ini, berat badan bayi = satuan ukuran kg, tinggi badan =
satuan ukuran cm.
Untuk berat badan bayi:
s1
0,2
Cov1= ------- x 100% = ------- x 100% = 6,6%
1
3,015
Untuk tinggi badan bayi :
s2
2
Cov2= ------- x 100% = ------- x 100% = 4,1%
2
49
Berat badan bayi lebih bervariasi dari tinggi badan
PERSENTASE
Ukuran-ukuran persentase, persentil, rate dan rasio dipakai untuk
menggambarkan keadaan suatu data dalam angka relatif.
46

Persentase
persentase adalah bentuk proporsi dan merupakan frekwensi relatif suatu
peristiwa (event) .
Rumus: Proporsi: a /( a + b)
atau : Frekwensi suatu peristiwa (a) dibagi dengan total frekwensi seluruh
peristiwa (a + b). dari beberapa kelompok/group yang mempunyai ukuran yang
berbeda-beda.
Pada tabel berikut terlihat nilai biostatistik
mahasiswa AKPER tingkat II pada tahun 1980, 1981 dan 1982

Jumlah dan Prosentase mahasiswa AKPER menurut hasil ujian


Biostatistik dari tahun 1980 - 1982
Nilai
biostatistik

1980
Frek
%

1981
Frek
%

1982
Frek
%

A
B
C
D
E

5
10
10
20
5

10
20
20
40
10

5
20
20
20
10

20
20
30
30
0

20
20
20
30
0

TOTAL

50

100

75

100

100

6,7
26.7
26,7
26,7
13,3
100

Dari tabel terlihat prosentase mahasiswa yang mendapat nilai statistik A


pada tahun 1980. Frekwensi dengan nilai mutlak hanya dapat dibandingkan
apabila kelompok yang dibandingkan sama jumlahnya.
Kadang-kadang rata-rata prosentase pada waktu tertentu ingin diketahui.
Misalnya beberapa rata-rata prosentase mahasiswa memperoleh nilai statistik =
A selama 3 tahun tersebut.
Apabila nilai 10 %, 6 % dan 20 % dijumlahkan dan dibagi 3 memberikan hasil
yang tidak benar, karena jumlah mahasiswa pada tahun 1980, 1981 dan 1982
tidak sama.

Rata-rata prosentase
Untuk memperoleh nilai rata-rata prosentase mahasiswa yang nilai statistik A
harus dilakukan penjumlah tertimbang.( weighting) dengan jalan
memperhitungkan frekwensi dari kelompok tsb.
Jadi rata-rata prosentase selama 3 tahun adalah :
5 + 5 + 20 = 30 x 100% = 13,3%
50 +75 + 100 225
Sering pula perubahan prosentase ingin diketahui dari waktu ke waktu
tertentu. Perubahan prosentase dapat dihitung sbb:

47

Perubahan prosentase
Perubahan prosentase
n2 n1 x 100 %
=
------------n1
n1 : nilai permulaan
n2 : nilai terakhir
Misal : Berapa perubahan prosentase mahasiswa yang memperoleh nilai statistik
A dari tahun 1980 ke 1982 ?
20 - 5
Perubahan prosentase = ------- x 100 % = 300 %
5
Persentile
Persentile menunjukkan posisi relatif suatu individu terhadap sama semua ukuran
dalam kelompok.
Misalnya, seorang mahasiswa A yang ikut ujian statistik memperoleh skor yaitu 50
mahasiswa yang ikut ujian, ada 10 orang yang skornya dibawah skor mahasiswa A.
Berapa persentil posisi skor mahasiswa A.
Rumus :
Jumlah individu dibawah skor A
Persentile =
Jumlah semua individu

Persentile (mhs) A) = 10/50 x 100 % = 20 %


Jadi mahasiswa A terdapat pada kelompok bawah atau 20 % mahasiswa yang
mempunyai skor di bawah mahasiswa A.
Apabila seorang mahasiswa yang mempunyai skor ke 90 persentile (90%)
untuk mata ajaran Pendidikan kesehatan dan skor ke 20 persentile untuk
mata ajaran Statistik, ini menunjukkan pengetahuan statistik relative lebih
rendah dibandingkan dengan Pendidikan Kesehatan.

Rate
Ukuran ini lebih banyak digunakan pada statistik Vital dan bidang epidemiologi. Rate
menunjukkan frekwensi relatif suatu peristiwa terhadap total group yang
mempunyai resiko untuk menderita terhadap peristiwa tersebut.
Rumus :

a
Rate = ----------------------------------population at risk

Rasio
a
48

Rasio : ---------b
a : peristiwa I
b : peristiwa II
Contoh rasio :
a. Rasio kulit hitam terhadap kulit putih tentang penyakit
tertentu = 3,0 ini berarti bahwa orang kulit hitam 3 kali lebih banyak terkena
penyakit tersebut dibandingkan dengan kulit putih.
b. Sex ratio : Perbandingan jumlah laki-laki terhadap 100 wanita
c. Vital indeks : Perbandingan jumlah kelahiran terhadap jumlah kematian

Statistik inferens
estimasi

tes hipotesa

ESTIMASI
Proses yang menggunakan statistik yang dihitung dari satu sampel atau lebih untuk
menghampiri nilai parameter disebut estimasi.
Dalam proses estimasi (penaksiran) adalah sangat dikehendaki, bisa menyatakan
harga sebenarnya. Tetapi ini merupakan keinginan yang boleh dikatakan ideal
sifatnya. Kenyataan yang bisa terjadi adalah :
a.
Menaksir oleh terlalu rendah
b.
Menaksir oleh terlalu tinggi
Tentu saja, kedua kenyataan tersebut jelas tidak dikehendaki, karenanya sangat
diharapkan penaksir yang baik.
PARAMETER
Dimana parameter adalah setiap ciri yang terukur pada populasi, contoh parameter
ialah rata-rata ( ), standar deviasi (), dan proporsi (). Adapun nilai yang
seluruhnya dihitung dari sampel yaitu, mean, median, dan rentang suatu
sampel(range) merupakan contoh-contoh statistik.
Ciri estimator yang baik
Tidak bias

Konsisten

Efisien

Sufisien

Macam metode estimator


Estimasi point

49

Estimasi interval

Distribusi normal
Estimator + reliability coefficient x standar error.

x Z(1-/2). 2
Distribusi t
Estimator + reliability coefficient x standar error.

x t(1-/2). s/ n
Population proportion
Estimator + reliability coefficient x standar error.

p Z(1-/2). p (1-p)/n

CLINICAL TRIAL
dr. Irawan Yusuf

INTRODUCTION
What are Clinical Trials and Why Investigate Them?

Scientific discoveries are providing more and more insights into the causes of diseases. Many of
these successes are limited to the laboratory and have yet to be translated into improved care for
people with diseases.

A clinical trial is a test of a new treatment in patients. Medicine is extremely conservative in nature,
and it takes many years for a treatment to become generally available even after it has shown
promising results in patients.

Clinical trials are a critical part of the research process. Clinical trials help to move basic scientific
research from the laboratory into treatments for people. By evaluating the results of these trials, we
can find better treatments and ways to prevent, detect, and treat diseases.

Clinical trials are research studies involving people.They seek to answer specific scientific questions
to find better ways to prevent, detect, and treat diseases, and to improve care for people with
diseases.

Clinical trials differ by type of trial and phase of trial. Each clinical trial follows a set of strict scientific
guidelines called a protocol.
Why Do Clinical Trial?
To answer clinical problems
To gain new knowledge about a new or established treatment
To support claim
For gaining government regulatory approval
For marketing drug, device or technique

LEARNING OBJECTIVES
By reading this section and completing the exercises, you will be able to:

Define clinical trials

Name the different types and phases of clinical trials

Describe how participants are assigned to groups in "randomized" clinical trials

Review the purpose of a clinical trial protocol and its importance.

50

TYPES CLINICAL TRIALS

Treatment trials
What new treatment approaches can help people who have cancer?
What is the most effective treatment for people who have cancer?
Prevention trials
What approaches can prevent a specific type of cancer from developing in people who have not
previously had cancer?
Early-detection/screening trials
What are new ways of finding cancer in people before they have any symptoms?
Diagnostic trials
How can new tests or procedures identify cancer more accurately and at an earlier stage?
Quality-of-life/supportive care trials
What kind of new approaches can improve the comfort and quality of life of people who have
cancer?

PHASES CLINICAL TRIALS

Phase 1 Trials
Phase 2 Trials
Phase 3 Trials
Phase 4 Trials

Number of
participants
Purpose

Phase 1
15-30

Phase 2
< 100

To find a safe
dosage

To
determine if
the drug
has an
effect on
particular
diseases

To design
how the drug
should be
given
To observe
how the drug
affects the
human body

Phase 3
>100
thousands
To compare
a new drug
with current
standard
treatment

Phase 4
Several
thousands
To further
evaluate longterm safety
and
effectiveness
of new drugs

To observe
how the
drug affects
the human
body

PHASE 1 TRIALS
Once laboratory studies show that a new approach has promise, a phase 1 trial can begin. A
phase 1 trial is the first step in testing a new drugs in humans.
The goal of the Phase I trial is not to see how well a new treatment works but rather just to
discover how much of the drug can be given safely, and to understand its side effects and
chemistry in the body.
These trials most closely fit the stereotype of a truly experimental treatment.
Primary Objectives
A Phase 1 trial is a dose finding study where the primary objective is to determine the Maximum
Tolerated Dose (MTD) of the treatment and to define the toxicities of the treatment.
The classic Phase 1 trial is only intended to determine the dose and characterize the side effects,
not to show whether the treatment is effective, but, of course, if it turns out the treatment actually
is effective, patients can still benefit.
Standard Design
The standard Phase 1 design is a Dose Escalation trial in which successive small groups of
patients (Called "cohorts") are given successively higher doses of the treatment until some of the
patients in a cohort experience unacceptable side effects

51

If unacceptable side effects are not seen in the first cohort, the next cohort gets a higher dose.
This continues until a dose is reached which is too toxic for a set fraction of patients, say one in
three. Then the previous dose level is considered to be the Maximum Tolerated Dose (MTD).
Many Phase 1 studies are single institution studies.

PHASE 2 TRIALS
Primary Objectives
Phase 2 trials test the ability of the treatment to produce measurable effects in a small to medium
sized group of patients (typically <100), all with the same kind of disease. A Phase 2 trial is the
first test directed at any measure of efficacy.
The specific statistic measured is the response rate. Patients who achieve at least a 50%
reduction in the total size of their measurable tumors are considered to have responded. If some
tumor remains, it is considered to be a partial response (PR), but if no detectable tumor remains it
is called a complete response (CR).
Standard Design
One Stage Design: In the simplest Phase 2 trial, a pre-determined number patients with the same
type of diseases are given the treatment at the dose determined in the prior Phase 2 trial, and the
response rate is measured.
Two Stage Design: Many Phase 2 trials conducted in two stages. The idea is to avoid giving
patients a treatment as soon as it can be known that the treatment is ineffective. In the two stage
design, after a pre-determined number of patients have been treated, the trial is paused, and the
response rate is evaluated. If the response rate is less than a prespecified minimum goal, it's
concluded that the treatment is not worth pursuing and the trial is ended.
Many, but not all, Phase 2 studies are multi-center studies.
PHASE 3 TRIALS
Primary Objectives
Phase 3 trials compare two treatments for a particular kind of diseases. Typically an experimental
treatment is compared to a standard treatment. The usual objective is to see if the new treatment
produces better survival than the old one
In some cases the objective is to show that a treatment with lesser side-effects is at least as good
as the standard treatment.
Finally, Phase 3 trials are used to compare treatments in common use where there is significant
uncertainty or controversy over which is better.
Almost all modern Phase 3 trials also compare "Quality of Life" (QOL) with the different
treatments.
Standard Design
The standard Phase 3 trial randomizes the patients between the treatments being tested in the
trial.
The purpose of randomization is to eliminate any potential systematic difference between patients
in the arms of the trial. If patients or their doctors choose their treatment, there might be some
difference in the patients who entered one arm compared to those who selected the other.
Randomly assigning patients to treatment would be unethical if it were known in advance that one
of the treatments was inferior to the other, simply because intentionally treating patients with less
than the best is unethical.

PHASE 4 TRIALS

Phase 4 trials are used to further evaluate the long-term safety and effectiveness of a treatment.
Less common than phase 1, 2, and 3 trials, phase 4 trials take place after the new treatment has
been approved for standard use (post-approval studies).
Further exploration of intervention new indications or new uses of drug.

RANDOMIZATION
How Participants Are Assigned in Randomized Trials

52

Phase 3 studies are randomized clinical trials. Some phase 2 trials may also be randomized.
Randomization is used to prevent bias in research. Participants are assigned to either the
investigational group or the control group by chance, via a computer program, or with a table of
random numbers. Randomization ensures that unknown factors do not influence the trial results.
The control group is made up of people who will get the standard treatment for their
disease.
The investigational group is made up of people who will get the new drug being tested.
Anyone who is considering participation in a randomized clinical trial needs to understand that
she or he has an equal chance to be assigned to one of the groups.

GUIDING PRINCIPLES
Ethics
Scientific validity and integrity
Medical relevance
Regulatory and medicolegal issues
Cost
WHAT IS STEP ONE?
Start it with hypothesis
Must be in the form of statement
Then turn it into a specific question
The questions must be answerable
This forms the basis of the study objectives
Why Is Randomization Important?
If participants or doctors choose a particular group based on what they think is best, then one of
the groups would likely be very different than the other, making comparison between the groups
difficult.
Randomization eliminates this bias because participants have an equal chance of being assigned
to either group are as similar as possible.
Comparing similar groups of people taking different treatments for the same type of disease is a
way to ensure that the study results are caused by the treatments rather than by chance or other
factors.

CLINICAL TRIAL PROTOCOL

Clinical trials follow strict scientific guidelines.


These guidelines clearly state the study's design and who will be able to participate in the study.
Every trial has a person in charge, usually a doctor, who is called the principal investigator.

53

The principal investigator prepares a plan for the study, called a protocol, which acts like a
"recipe" for conducting a clinical trial.
Introduction and rationale
Study objectives: general and specific
Study design
Inclusion and exclusion criteria
Specific study protocols
Randomization
Intervention
Endpoints
Data analysis and statistics
Ethical considerations (Helsinki Declaration)

ENDPOINTS IN CLINICAL TRIAL

An endpoint is what researchers will measure to evaluate the results of a new treatment being
tested in a clinical trial. Research teams establish the endpoints of a trial before it begins.
It is important to note that endpoints differ, depending on the type and phase of the clinical trial.
Examples of endpoints are:

Toxicity
What are the harmful effects of the drug?

Clinical response
How does the disease respond to the treatment?

Survival
How long does the person live?

Quality of life
How does the treatment affect a person's overall enjoyment of life and sense of well
being?

RESEARCH DESIGN
IN MEDICAL SCIENCE
dr. Irawan Yusuf

54

INTRODUCTION
Research design is overall plan for gathering data for the study data collection methods,
sampling planning, analysis plan
Must be appropriate to test the study hypothesis or answer research questions
OBJECTIVES
Compare experimental and other research design
Evaluate the appropriateness of research design in relation to the purpose and research
hypothesis studied
Recognize various threats to the internal and external validity of a study and correctives
for these threats
Critique experimental design
ASPECTS OF RESEARCH DESIGN
Intervention
Number of groups in the study
o Comparison of 2 or more groups
o Comparison of a single group at 2 or more points in time or different
circumstances
Types of group comparisons
o Between subject or within subjects
Measuring the dependent variables
Research site and setting
Degree of structure and flexibility of design
o Quantitative vs. qualitative
o Experimental vs. non-experimental
Timing of data collection
o Cross-sectional
o Longitudinal
Occurrence of independent and dependent variables
o Retrospective vs. prospective
TIME DIMENSION
Cross-sectional designs: involve the collection of data at one point in time
Longitudinal designs: involve the collection of data at more than one point in time
Trend studies
Cohort studies
Follow-up studies
STUDY QUESTION
You are to study the coping strategies of cancer patients at different points in the progress
of the diseases. Design a cross-sectional study to answer this question, describing how subjects
would be selected. Then design a longitudinal study to answer same problem. Identify the
strength and weakness of the 2 approach
You want to compare premature and normal babies in term of their development at 5
years of age. Describe a broad design for such a study, being careful to indicate the number of
times data would be collected. Discuss the rationale for your design.
55

Advantages and Disadvantages of Cross-sectional Design


Advantages
Practical
Relatively economic
Easy to manage
Appropriate for study phenomenon over time
Allow the researcher to view patterns and accurate forecasts
Disadvantages
Changes and trend over time impact behaviors, attitudes, characteristics of different
age groups
Costly
Attrition
WHAT ARE THE CHARACTERISTICS OF GOOD DESIGN?
Appropriateness to the research question
Lack of bias
Precision
Power
EXPERIMENTAL DESIGN
1. Attempts to establish causal-effect relationship
2. Manipulation of the independent variable
3. Control the structure of research to prevent alternative explanations of outcomes.
REMEMBER !!!!
Causal-effect relationship is not established by statistics, but by the application of logical
thinking.
The application of this logic is made possible by the following:
Good theoretical framework
Appropriate experimental design
Correct statistical model and analysis
Proper selection and control of independent variable
Proper selection and measurement of the dependent variable
The use of appropriates subjects
TYPES OF EXPERIMENTAL DESIGN
Pre-experimental designs
One-shot case study
One-group pretest-posttest design
Static-group comparison
True experimental design
Pretest-posttest control group design
Posttest-only control group design
Solomon four-group design
Quasi-experimental design
56

Nonequivalent-groups design
Time series design

Pre-experimental Design

One-shot Case Study


o A group of subjects receive treatment followed by a test to evaluate the treatment
T O

One-group Pretest-posttest Design


o Better than one-shot case study. One group tested before receive treatment
followed by a test to evaluate the treatment
O1 T O2

Static-group Comparison
o This design compares two groups, on of which receives the treatment and one of
which does not T O1
O2
True Experimental Design
Posttest-only control group design
R

O
R

O
R= Randomization, T= Treatment, O=Post-test
Pretest-posttest control group design
R
O1

O2
R
O1

O2
Solomon four-group design
Exp1 R
O1

O2
Exp2 R
T

O2
Cont R
O1

O2
Cont R

O2

USING THE INFORMATION RETRIEVAL


57

SKILLS IN DEVELOPING THE RESEARCH PROBLEM


dr. Irawan Yusuf

INTRODUCTION

Medical sciences is an information intensive discipline. Students require the skills and
knowledge to find timely, accurate and relevant information
Only 10-15% of the material appearing in print today will subsequently be of lasting
scientific value
It is estimated that general physicians, in order to keep abreast of the journals relevant to
their practices, have to read 19 articles a day, 365 days a year
It is essential that you are able, as students and as medical doctors, to find and select
information in order to developed research problem, to carry out research and to make
clinical decisions

OBJECTIVES
This lecture will guide you step by step the basic knowledge needed to be able to retrieve
information from variety of sources. By the end of this lecture you will be able to:
differentiate between books and periodicals as sources of information
identify key databases within medical science
recognize the differences between controlled vocabulary and freetext in literature
searching
formulate search strategies for a variety of databases
recognize the structure of bibliographic record and cite references using the most
frequently used systems in medicine
PURPOSES OF THE LITERATURE IN DEVELOPING RESEARCH PROBLEM
Identifying the problem
select a series of studies to decide which studies are related to the research theme
once a few key studies are identified, a careful reading will usually produce
several ideas and unresolved questions
Developing hypotheses
Developing method
SOURCES OF INFORMATION
How information is organized
Information is diverse and is made available through a wide variety of information
sources
These range from general sources aimed at a wide audience to very specific sources
aimed at specialist in the subject
Information flow
Information flow from the informal to the formal and from the general to the specific
Informal communication - unpublished research

58

ongoing research may be first communicated through discussions, e-mail etc,


amongst colleagues and friends. Once the research findings are complete the
information can then be published
Formal communication - published research
Usually via an article in a journal or paper given at a conference. Once this
information is accepted, it can then appear in a textbook
Information sources
Journals
research journals; New England Journal of Medicine, British Medical
Journal, Annals of Internal Medicine, American Journal of Surgery,
Pediatrics, American Journal of Obstetric and Gynecology, Journal of
Physiology, Cell, American Journal of Pathology etc.
review journals; Annual Review of Medicine, Physiological Review,
Annual Review of Biochemistry, Pharmacological Review etc
Textbooks; BEWARE, textbooks rapidly become out-of-date, especially for new
treatment
Monographs or Dictionaries
Electronic journals
LITERATURE SEARCHING
Literature are collections of references, which can be searched in a variety of ways
Literature may be scanned regularly to keep you updated on a specific subject
Before searching a database you will need to do some preparation. You need to think in
some detail about what you are actually searching for, for example:
what terms can be used to describe the subject?
are there differences in spelling or terminology for the subject you are looking up?
how do you combine the keywords together to get what you want?
are there any limits you wish to apply?
How you would use this preparation to plan a literature search
What Terms Can be Used?
You will firstly need to decide how the subject you are looking for can be described.
Think about the key words, are there associated terms?
For example: cot death may also described as sudden infant death, or suddenth infant
death syndrome, or SIDS. Immediately there are four ways of describing the same
subject.
Most bibliographic data bases use a mixture of freetext (or keywords) and controlled
vocabulary (or thesaurus) to search literature
Freetext searching
Simply looks for the occurrence of a word or phrase usually within the title or abstract of
an article. When searching using freetext it is important that you think of the different
ways of spelling a word and about synonyms for that word.
Controlled vocabulary
Gives more precise search as the terms used to index the article have been assigned. The
word or phrase searched will not necessarily appear in the title or abstract of the article on
the database
59

Medical Subject Headings (MeSH)


Article on Medline are indexed using MeSH which is contain 16000 descriptors used in
indexing arranged in alphabetical structure called a tree. A tree starts with broader terms
and become more specific.
Cardiovascular Diseases
Heart Diseases
Arrhythmia
Arrhythmia, sinus
Atrial fibrillation
Spelling, Terminology and Truncation
Once you have decided on the key words you are going to use, you will also need to think
about differences in terminology and spelling.
Most of the databases you will be using are American and this needs to be taken into
consideration.
For example:
American
English
orthopedic
orthopaedic
fetal
foetal
neoplasm
cancer
Spelling, Terminology and Truncation
Databases will also allow truncation searching. This is an easy way to quickly search for
alternative spellings.
The two most common are an asterix (*) or a dollar sign ($).
For example:
psychiatr$
psychiatry
psychiatric
diseas*
disease
diseases
f$etal
fetal
foetal
Boolean Operators
Keywords have to be combined to include or
exclude terms, down or widen a search. This is done
using these operators:
AND Both words must be present
OR
Either or both words must
be present
NOT The first but not the second
words
must be present

AND

OR

NOT

60

Articles will contain both cot death


and mattress

AND
Cot Death

Articles will contain either cot death


or sudden infant death

Articles will contain cot death


but not SIDS

Mattress
OR

Cot Death

Sudden Infant Death

NOT
Cot Death

SIDS

Limits
Databases often allow you to apply limits to the search you are performing. This enables
you to be very specific in the type of references retrieved, and is vital when you have
found thousands of references!
Most databases enable you to limit to:
language
Year
Publication type
Age group
Gender, human, animal
etc
Planning Your Literature Search
Searching techniques have the same basic rules whatever the topic.
Think
What are you trying to retrieve?
Analyze
What are the key elements of the topic?
Synonyms
Can these elements be described in any other way. Alternate phrases,
term, can they be spelt differently?
Combine
How would you combine these sets together?
Limit
Can you use any limits to refine your search?
Major Databases for Medicine
Electronic databases provide access to the contents of a wide range of medical journals
and other types of information
These databases offer a quick and effective way of searching for references to journal
articles
Some databases only provide a summary or abstract, others give you a fulltext version of
the article
In deciding which databases to use you need to look at the subject areas that they cover.
Some cover a wide area of the literature relevant to medicine, others have a narrow remit.
None of them will cover all the journals that you need, so you should consider using more
than one
Several databases available at internet which you could use to find references

61

Medline is produced by the National Library of Medicine in USA. It indexes over


3,900 journals published in over 70 countries. Approximately 250,000 records are
added each year. It is one of the largest biomedical databases in the world with
over 9,5 million records
PubMed published by the National Center for Biotechnological information,
National Institute of Health USA.
The Cochrane Library is a regularly updated databases, produced by the Cochrane
Collaboration
Embase (Excerpta Medica Database) indexes about 3,500 journals from over 110
countries.
Highwirepress produced by Stanford University

RESEARCH METHODOLOGY
INTRODUCTION
Research implies a careful and systematic means of solving problems and has five
characteristic:
Systematic
Logical
Empirical
Reductive
Replicable
Research Continuum
BASIC RESEARCH
Deal with theoretical issues
Animal subjects/cells/tissue
Laboratories
Carefully controlled
Results less applicable

Basic Research

APPLIED RESEARCH
Deal with immediate problems
Human subjects
Real-world settings
Lacks control
Results directly useful

Applied Research

Production Technology

62

Applied Research

Basic Research

Production Technology

Basic Steps of Scientific Method:

Observation (and/or study of prior knowledge)


Devoloping the Problem (Defining and Delimiting It)
Formulating the Hypothesis
Experimentation
Collection and analysis of data (can you replicate results?)

Conclusion:reject or accept hypothesis


theory

Identifying the Research Problem


Workability
Magnitude and Scope
Interest
Theoritical Value
Practical Value
63

The Way to Identifying Research Problem


Inductive Reasoning. Individual observations are tied together into specific hypotheses,
which are grouped into more general explanations that are united into theory.
Deductive reasoning. Moves from a theoretical explanation of events to specific
hypotheses that are tested against (or compared to) reality to evaluate whether the
hypotheses are correct.
Inductive Reasoning

Theory
More General Explanation

Hypothesis

Obs

Hypothesis

Obs

Obs

Obs

Begin with observations

Deductive Reasoning

Theory

Postulate

Hypothesis

Hypothesis

Comparison with reality


64

Problem
Reading relevant literature

Theoritical

Deductive

Empirical
Inductive

Testable hypothesis
Research

Null

Operational definitions

Subjects

Method

Measurements
Procedures
Data collection and statisical analysis

Null

Findings
Discussion

Developing The Problem


The problem must be very specific and to what extent it will be studied
Identification of independent and dependent variable are important
The independent variable is what the researcher is manipulating (experimental or
treatment variable)
The dependent variable is the effect of the independent variable
Formulating the Hypothesis
A hypothesis is an expected result
The Hypothesis may be based on some theoretical construct, on the results of previous
studies or observations
The hypothesis cannot be an abstract phenomenon that cannot be observed
The hypothesis should be testable
Collecting the Data
Planning the method is one of the important steps in research
The reality of the instruments, the controls that are employed, and the objectivity and
precision of the data collecting process are crucial
Good methods attempt to maximize the internal and external validity
Analyzing and Interpreting Results
Most challenging steps in research methodology
Requires statistical analysis, considerable knowledge, experience, and insight
Inductive reasoning is employed in this step
Synthesize the data from experiment or study with the results of other studies to
contribute to the development of a theory
RESEARCH DESIGN
Depend on objectives:
Experimental design
65

Case-control
Correlation
Analytic
Descriptive
Action research
Depend on time
Cross sectional
longitudinal
retrospective
Prospective

66

ILMU DAN PENELITIAN


Ilhamjya Patellongi

Pendahuluan

Ilmu (science) dan penelitian (research) tidak dapat dipisahkan.


Ilmu tidak akan berkembang tanpa penelitian dan penelitian tidak akan ada apabila tidak dalam kerangka ilmu
tertentu.
Ilmu merupakan filosofi dan penelitian merupakan suatu tindakan untuk membangun dan mengembangkan
ilmu.
Ilmu merupakan akumulasi pengetahuan yang diperoleh dengan metode ilmiah dengan menggunakan teori-teori
yang ada.

Penelitian
o
o
o

Research (Riset) Mencari kembali


Apa yang dicari ?, tergantung obyek yg diteliti. Biasanya adalah masalah yg perlu dicari jalan keluarnya
(pemecahannya)
Penelitian dilakukan sejalan dengan sifat dasar manusia yang senantiasa ingin tahu terhadap pelbagai fenomena
di sekelilingnya.

Tujuan Penelitian
Mengembangkan khazanah ilmu dengan memperoleh pengetahuan serta fakta-fakta baru, sehingga dapat
disusun teori, konsep, hukum, kaidah atau metodologi baru, dan kita dapat memperoleh masalah baru yang kelak
harus dipecahkan dengan penelitian pula.
Tujuan seseorang melakukan penelitian pada umumnya adalah untuk:
o Mendeskripsi pelbagai fenomena alamiah
o Membandingkan dua fenomena alamiah atau lebih
o Menerangkan hubungan antara pelbagai fenomena alamiah
o Memecahkan masalah yang ditemukan dalam kehidupan
o Memperlihatkan efek tertentu
Tujuan utama penelitian di bidang kedokteran dan kesehatan pada umumnya adalah mengumpulkan
informasi bagi:
o Perencanaan kegiatan medik-klinik maupun medik-sosial.
o Mengembangkan substansi ilmu kedokteran itu sendiri, baik dalam peringkat biologik, klinik, maupun
masyarakat.

Peranan Penelitian
o
o
o

Memberikan fondasi thd tindak dan keputusan dalam segala aspek pembangunan.
Amat sulit, bahkan tidak mungkin sama sekali, memperoleh data yg terpercaya yg dapat digunakan dalam
perencanaan pembangunan, jika penelitian tidak pernah diadakan, serta kenyataan-kenyataan tidak pernah
diuji terlebih dahulu melalui penelitian.
Tidak ada satu negara yg sudah maju dan berhasil dalam pembangunan tanpa melibatkan banyak daya dan
dana dalam bidang penelitian.

Pengetahuan

Pengetahuan merupakan sumber jawaban bagi berbagai pertanyaan yang muncul dalam kehidupan.
Tiap jenis pengetahuan pada dasarnya menjawab jenis pertanyaan tertentu yang diajukan.
Agar kita dapat menggunakan segenap pengetahuan kita secara maksimal, maka seharusnya kita ketahui
jawaban apa saja yang mungkin dapat diberikan oleh suatu pengetahuan tertentu.

Contoh

67

Apakah yang akan terjadi sesudah manusia mati ? pertanyaan ini tidak dapat diajukan kepada ilmu,
melainkan kepada agama. Sebab, ilmu membatasi diri pada pengkajian obyek yang berada dalam lingkup
pengalaman manusia, sedangkan agama mamasuki daerah penjelajahan yang bersifat transedental yg berada di luar
pengalaman kita.

ILMU
o
o
o
o

Ilmu mempelajari alam sebagaimana adanya dan terbatas pada lingkup pengalaman kita.
Pengetahuan yang dikumpulkan oleh ilmu bertujuan untuk menjawab permasalahan kehidupan yang sehari-hari
dihadapi manusia, dan untuk digunakan dalam menawarkan berbagai kemudahan.
Alat bagi manusia dalam memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi.
Dengan ilmu manusia mencoba memanipulasi dan menguasai alam dengan jalan meramalkan dan mengontrol
gejala alam.

METODE ILMIAH
o
o
o

Metode ilmiah = prosedur dalam memperoleh pengetahuan yg disebut ilmu. Ilmu = pengetahuan yg
diperoleh melalui metode ilmiah.
Metode ilmiah = ekspresi mengenai cara bekerja pikiran.
Metode ilmiah menggabungkan penalaran deduktif dan penalaran induktif dalam membangun tubuh
pengetahuannya.

PENALARAN
o
o
o
o

Penalaran = suatu proses penemuan kebenaran dimana tiap-tiap jenis penalaran mempunyai kriteria
kebenarannya masing-masing.
Penalaran = suatu proses berpikir dalam menarik suatu kesimpulan berupa pengetahuan (benar).
Penalaran mempunyai dua ciri; (1) logis dan (2) analitik.
Tidak semua kegiatan berpikir merupakan penalaran.

CIRI PENALARAN
o
Logis menurut suatu pola yg secara luas dapat disebut logika; proses berpikir logis kegiatan berpikir
menurut pola tertentu (logika tertentu)
o
Analitik merupakan suatu kegiatan berpikir berdasarkan langkah-langkah tertentu menurut logika penalaran
yg bersangkutan. Merupakan konsekuensi dari adanya pola pikir tertentu.

RASIONALISME & EMPIRISME


o
o
o
o

Untuk melakukan kegiatan analisis, maka kegiatan penalaran tersebut harus diisi dengan materi pengetahuan
yg berasal dari suatu sumber kebenaran.
Pengetahuan yg dipergunakan pada dasarnya bersumber pada rasio atau fakta.
Rasionalisme, berpendapat bahwa rasio merupakan sumber kebenaran.
Empirisme, berpendapat bahwa fakta yg tertangkap lewat pengalaman manusia merupakan sumber kebenaran.

PENALARAN ILMIAH
Penalaran ilmiah pada hakikatnya merupakan gabungan penalaran deduktif dan induktif, dimana penalaran
deduktif terkait dengan rasionalisme dan penalaran induktif terkait dengan empirisme.

LOGIKA
o
o
o
o
o

Penalaran = suatu proses berpikir yg membuahkan pengetahuan.


Agar pengetahuan yg dihasilkan penalaran itu mempunyai dasar kebenaran, maka proses berpikir itu harus
dilakukan secara tertentu (benar).
Suatu penarikan kesimpulan baru dianggap sahih kalau proses penarikan tersebut dilakukan menurut cara
tertentu logika.
Logika = pengkajian untuk berpikir secara sahih.
Logika deduktif dan logika induktif

LOGIKA DEDUKTIF
o

Cara tertentu untuk menarik kesimpulan dari hal yang bersifat umum menjadi kasus yg bersifat individual
(khusus)

68

o
o

Penalaran deduktif adalah kegiatan berpikir yg dimulai dari pernyataan yg bersifat umum kemudian ditarik
kesimpulan yg bersifat khusus
Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola pikir yg dinamakan SILOGISMUS.

SILOGISMUS
o
o
o
o

Silogismus disusun dari 2 buah pernyataan dan sebuah kesimpulan.


Pernyataan yg mendukung silogismus ini premis (mayor dan minor).
Kesimpulan merupakan pengetahuan yg diperoleh dari penalaran deduktif berdasarkan kedua premis tersebut.
Ketepatan penarikan kesimpulan tergantung pada kebenaran kedua premis dan keabsahan penarikan
kesimpulan.

Contoh Penalaran Deduktif


o
Semua makhluk mempunyai mata (premis mayor)
o
Si A adalah seorang makhluk (premis minor)
o
Jadi Si A mempunyai mata (kesimpulan)
Kesimpulan yg diperoleh merupakan konsekuensi dari dua pengetahuan yg sudah diketahui
sebelumnya (pada hakikatnya bukan pengetahuan baru)

LOGIKA INDUKTIF
Menarik kesimpulan dari kasus-kasus individual nyata menjadi menjadi kesimpulan yang bersifat umum
Penalaran induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan yg mempunyai ruang lingkup yg
khas dan terbatas dalam menyusun argumentasi yg diakhiri dengan pernyataan yg bersifat umum
Contoh Penalaran Induktif
o
Kambing mempunyai mata (fakta 1)
o
Gajah mempunyai mata (fakta 2)
o
Singa mempunya mata (fakta 3)
o
Kucing mempunyai mata (fakta 4)
o
Binatang lainnya mempunyai mata (fakta lainnya)
o
Kesimpulan: SEMUA BINATANG mempunyai MATA

Keuntungan Kesimpulan yg bersifat umum


o
o

Ekonomis, dan fungsional dalam kehidupan praktis dan berpikir teoritis. Pengetahuan yg dikumpulkan manusia
bukanlah merupakan koleksi dari berbagai fakta, melainkan esensi dari fakta-fakta tersebut.
Memungkinkan proses penalaran selanjutnya, baik secara deduktif maupun induktif

KRITERIA KEBENARAN
Suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataanpernyataan sebelumnya yg dianggap benar (teori koherensi)

Suatu pernyataan dianggap benar bila materi yg dikandung pernyataan itu berkorespondensi (berhubungan)
dengan obyek yg dituju oleh pernyataan tersebut (teori korespondensi)

Kedua teori kebenaran ini digunakan dalam cara berpikir ilmiah.


Contoh
o
Semua manusia pasti mati. Si A adalah manusia dan pasti mati (teori koherensi)
o
Ibu kota Republik Indonesia adalah Bandung. Salah, sebab tidak terdapat obyek yg berhubungan dengan
pernyataan tersebut (teori korespondensi).

Catatan

o
o

Penalaran teoritis yang berdasarkan logika deduktif jelas


mempergunakan teori koherensi.
Proses pembuktian secara empiris dalam bentuk pengumpulan faktafakta yg mendukung suatu pernyataan tertentu mempergunakan teori
kebenaran yg lain teori kebenaran pragmatis.
Bagi seorang pragmatis, kebenaran suatu pernyataan diukur dengan
kriteria apakah penyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan
69

praktis. Konsekuensi dari pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis


dalam kehidupan manusia.
PRAGMATISME
o
o
o
o

Bukanlah suatu suatu aliran filsafat, melainkan teori dalam penentuan kriteria kebenaran.
Kriteria pragmatisme, juga digunakan oleh ilmuan untuk menentukan kebenaran ilmiah dalam persfektif
waktu.
Secara historis; pernyataan ilmiah yg saat ini dianggap benar mungkin suatu waktu tidak demikian lagi.
Selama pernyataan itu fungsional dan mempunyai kegunaan, maka pernyataan itu dianggap benar.

PROSES KEGIATAN ILMIAH


(Proses Logico-hypotelicoverifikasi)
Ilhamjya Patellongi

70

Perumusan Masalah

Khasanah
Pengetahuan Ilmiah

Penyusunan Kerangka
Berpikir

DEDUKSI

KOHERENSI

PRAGMATISME

Perumusan Hipotesis

INDUKSI

DITERIMA

KORESPONDENSI

Pengujian Hipotesis

DITOLAK

ALUR
PROSES KEGIATAN ILMIAH
Perumusan masalah
Penyusunan kerangka berpikir dalam pengajuan hipotesis
Perumusan hipotesis
Pengujian hipotesis
Penarikan kesimpulan
Perumusan Masalah
Kontak manusia dengan dunia empiris menimbulkan berbagai ragam permasalahan.
Maslah=kesukaran yg dirasakan bila kita menemukan sesuatu dalam pengalaman kita yg menimbulkan
pertanyaan.
Perumusan masalah merupakan pertanyaan mengenai obyek empiris yg jelas batas-batasnya serta dapat
diidentifikasikan faktor-faktor yg terkait didalamnya.
Penyusunan Kerangka Berpikir
Merupakan argumentasi yg menjelaskan hubungan yg mungkin terdapat antara berbagai faktor yg saling
berkaitan dan membentuk konstelasi permasalahan.
Disusun secara rasional berdasarkan premis-premis ilmiah yg telah teruji kebenarannya dg memperhatikan
faktor-faktor empiris yg relevan dg permasalahan.
Perumusan Hipotesis
Merupakan jawaban sementara atau dugaan terhadap pertanyaan yg diajukan yg materinya merupakan
kesimpulan dari kerangka berpikir yg dikembangkan.
Disusun secara deduktif dengan mengambil premis-premis dari pengetahuan ilmiah yg sudah diketahui
sebelumnya.
Penyusunan seperti ini memungkinkan terjadinya konsistensi dlm mengembangkan ilmu secara
keseluruhan dan menimbulkan pula efek kumulatif dalam kemajuan ilmu.
Pengujian Hipotesis
Merupakan pengumpulan fakta-fakta yg relevan dg hipotesis yg diajukan untuk memperlihatkan apakah
terdapat fakta-fakta yg mendukung hipotesis tersebut atau tidak.
Kadang-kadang fakta-fakta tsb bersifat sederhana, dapat ditangkap secara langsung oleh pancaindera kita,
tetapi kadang pula memerlukan instrumen yg membantu pancaindera kita.
Penarikan Kesimpulan
Merupakan penilaian apakah sebuah hipotesis yg diajukan ditolak atau diterima.

71

Sekiranya dalam proses pengujian terdapat fakta yg cukup mendukung hipotesis, maka hipotesis diterima,
sebaliknya bila tidak maka hipotesis ditolak.
Hipotesis yg diterima, dianggap menjadi bagian dari pengetahuan ilmiah karena telah memenuhi
persyaratan keilmuan, yakni mempunyai kerangka penjelasan yg konsisten dengan pengetahuan ilmiah
sebelumnya serta telah teruji kebenarannya.

ILMUAN
Pada mulanya selalu bersifat skeptis; dia selalu meragukan segala sesuatu. Jika kita mengemukakan
kepadanya suatu teori tertentu, maka keraguan itu akan tercermin dalam sebuah pernyataan: Jelaskan
kepada saya, lalu berikan buktinya !
Peroses berpikir seorang ilmuan dapat disimpulkan sebagai sesuatu yg dimulai dengan ragu-ragu dan
diakhiri dengan percaya atau tidak percaya.
SARANA BERPIKIR ILMIAH
Pada dasarnya merupakan alat yg membantu kegiatan ilmiah dalam berbagai langkah yg harus ditempuh.
Alat bagi metode ilmiah dalam melakukan fungsinya secara baik.
Alat bagi cabang-cabang penegathuan untuk mengembangkan materi pengetahuannya berdasarkan metode
ilmiah.
Terdiri: BAHASA, MATEMATIKA dan STATISTIKA.
Bahasa
Merupakan alat komunikasi verbal yg dipakai dalam seluruh proses berpikir ilmiah.
Merupakan alat berpikir dan alat komunikasi untuk menyampaikan jalan pikiran tersebut kepada orang lain.
Memungkinkan manusia berpikir secara abstrak dimana obyek-obyek yg faktual ditransformasikan menjadi
simbol-simbol bahasa yg bersifat abstrak.
Adanya simbol bahasa yg bersifat abstrak ini memungkinkan manusia memikirkan sesuatu secara berlanjut,
meskipun obyek yg dipikirkan secara faktual tidak berada ditempat dimana kegiatan berpikir itu dilakukan.
Mengkomunikasikan 3 hal, yaitu: buah pikiran, perasaan dan sikap.
Mempunyai fungsi simbolik, emotif dan afektif.
Fungsi simbolik, menonjol dalam komunikasi ilmiah, sedangkan fungsi emotif menonjol dalam komunikasi
estetik.
Dalam komunikasi ilmiah, proses komunikasi itu harus terbebas dari unsur-unsur emotif agar pesan yang
disampaikan bisa diterima secara reproduktif, artinya identik dengan pesan yang dikirimkan. Namum dalam
prakteknya hal ini sukar untuk dilaksanakan, kecuali informasi dalam buku pedoman telefon.
Komunikasi Ilmiah
Bertujuan untuk menyampaikan informasi yg berupa pengetahuan.
Bahasa yang digunakan harus bersifat jelas dan obyektif sehingga terbebas dari unsur-unsur emotif dan
bersifat reproduktif.
Berbahasa dengan jelas artinya bahwa makna yg terkandung dalam kata-kata yg dipergunakan diungkapkan
secara tersurat untuk mencegah makna yg lain kata-kata yg digunakan biasanya didefinisikan.
Berbahasa dengan jelas artinya juga mengemukakan pendapat atau jalan pemikiran secara jelas.
Karya ilmiah pd dasarnya merupakan kumpulan pernyataan yg mengemukakan informasi tentang
pengetahuan maupun jalan pemikiran dalam memperoleh pengetahuan tersebut.
Untuk mampu mengkomunikasikan suatu pernyataan dengan jelas, maka seseorang harus menguasai tata
bahasa dengan baik.
Penguasaan tata bahasa dengan baik merupakan syarat mutlak bagi suatu suatu komunikasi ilmiah yang
benar.
Kekurangan Bahasa sebagai Sarana Komunikasi Ilmiah
Terletak pada peranan bahasa yg bersifat multifungsi.
Dalam komunikasi ilmiah kita ingin mempergunakan aspek simbolik saja, tanpa kaitan emotif dan afektif,
tetapi dalam kenyataannya hal ini sulit dan tidak mungkin.
Arti yang tidak jelas dan eksak yang dikandung oleh kata-kata yg membangun bahasa. Sukar memberi
batasan yg jelas dan bersifat menyeluruh.
Sifat majemuk. Sebuah kata kadang mempunyai lebih satu arti yg berbeda, atau beberapa kata mempunyai
arti yg sama.
Matematika
Matematika = bahasa yg melambangkan serangkaian makna dari pernyataan yg ingin kita sampaikan.
Lambang-lambang matematika bersifat artifisial yg baru mempunyai arti setelah sebuah makna diberikan
padanya.

72

Bahasa yg berusaha untuk menghilangkan sifat kabur, majemuk dan emosional dari bahasa verbal
terwujudnya komunikasi yg cermat dan tepat.
Mengembangkan bahasa numerik yg memungkinkan kita dapat melakukan pengukuran secara kuantitatif.
Bahasa verbal hanya mampu mengemukakan pernyataan yg bersifat kualitatif.
CONTOH
Sebatang logam akan memanjang bila dipanaskan (kualitatif)
Pt = Po (1 + t) (kuantitatif), lebih eksak
Sifat kuantitatif dari matematika ini meningkatkan daya prediktif dan kontrol dari ilmu.
Matematika memungkinkan ilmu mengalami perkembangan dari tahap kualitatif ke
kuantitatif.
Pada dasarnya matematika diperlukan oleh semua disiplin keilmuan untuk meningkatkan
daya prediksi dan kontrol dari ilmu tersebut.
Matematika sebagai Sarana Berpikir Deduktif
Sebagai bahasa matematika juga berfungsi sebagai alat berpikir.
Matematika tidak lain adalah metode berpikir logis (Wittgenstein).
Matematika pada garis besarnya merupakan pengetahuan yg disusun secara konsisten berdasarkan logika
deduktif (Betrand Russell).
Matematika adalah masa kedewasaan logika, sedangkan logika adalah masa kecil matematika (Betrand
Russell)
Matematika sebagai Alat Komunikasi Ilmiah
Sebagai bahasa simbolik yg memungkinkan terwujudnya komunikasi yg cermat dan tepat.
Mempunyai peranan ganda, sebagai Ratu dan sekaligus sebagai Pelayan Ilmu (Fehr).
Sebagai ratu Matematika merupakan bentuk tertinggi dari logika, dan sebagai pelayan Matematika
memberikan bukan saja sistem pengorganisasian ilmu yg bersifat logis namun juga pernyataan-pernyataan
dalam bentuk model matematik.
Tahap Pengujian Hipotesis
Ilmu secara sederhana dapat didefinisikan sebagai pengetahuan yg telah teruji kebenarannya.
Semua pernyataan ilmiah bersifat faktual, dimana konsekuensinya dapat diuji, baik dengan jalan
mempergunakan pancaindera, maupun dengan alat bantu pancaindera tsb.
Pengujian secara empiris merupakan salah satu mata rantai dalam metode ilmiah yg membedakan ilmu dari
pengetahuan-pengetahuan lainnya.
Pengujian merupakan suatu proses pengumpulan fakta yg relevan dengan hipotesis yg diajukan.
Penyusunan dan Pengujian Hipotesis
Penyusunan hipotesis merupakan penarikan kesimpulan berdasarkan logika deduktif.
Pengujian hipotesis merupakan penarikan kesimpulan berdasarkan logika induktif.
Logika deduktif berpaling kepada matematika sebagai sarana penalaran penarikan kesimpulan, sedangkan
logika induktif berpaling kepada statistika.
Statistika merupakan pengetahuan untuk melakukan penarikan kesimpulan induktif secara lebih seksama.
Penalaran induktif dan Statistika
Pada penalaran induktif, meskipun premis-premisnya benar dan prosedur penarikan kesimpulannya sah,
kesimpulannya belum tentu benar. Kita hanya dapat mengatakan bahwa kesimpulan itu mempunyai
peluang untuk benar.
Statistika merupakan pengetahuan yg memungkinkan kita untuk menghitung tingkat peluang ini secara
tepat (eksak)
Penalaran Induktif dan Statistika
Penarikan kesimpulan secara induktif menghadapkan kita kepada sebuah permasalahan mengenai
banyaknya kasus yang harus kita amati hingga kita sampai pada kesimpulan yg bersifat umum.
Statistika memberikan cara untuk dapat menarik kesimpulan yg bersifat umum dengan jalan mengamati
hanya sebagian dari populasi yg bersangkutan.
Statistika juga memberikan kemampuan kepada kita untuk mengetahui apakah suatu hubungan kausalita
antara dua faktor atau lebih bersifat kebetulan atau memang benar-benar terkait dalam suatu hubungan yg
bersifat empiris.

73

PENGAJUAN HIPOTESIS
Ilhamjya Patellongi

Hipo = di bawah (lemah)


Thesis = dalil = kaidah = hukum
Pernyataan tentang suatu dalil atau kaidah, tetapi kebenarannya belum terujikan secara empirik
Jawaban sementara terhadap permasalahan yang diajukan untuk selanjutnya diuji secara empirik
melalui penelitian yg dilakukan.
Penjelasan sementara yang diajukan untuk menerangkan fenomena problematik atau persoalan
penelitian yang dihadapi
Suatu pernyataan tentang hubungan (yang diharapkan) antara dua variabel atau lebih yang
memungkinkan untuk pembuktian secara empirik

Ciri Pokok Suatu Hipotesis

Kalimat deklaratif

74

Mengekspresikan korelasi dua variabel atau lebih


Merupakan jawaban tentatif (sementara terhadap permasalahan)
Memungkinkan untuk dibuktikan secara empirik

JENIS HIPOTESIS

Hipotesis Kerja (hipotesis alternatif, hipotesis penelitian, H1)

Hipotesis Nihil (Ho)


Hipotesis Tandingan

Uji Statistik
Rancangan

Hipotesis Kerja

Hipotesis yg akan dibuktikan/diuji kebenarannya dengan penelitian yg dilakukan


Apabila, maka .
Ada hubungan antara . dengan
Ada perbedaan antara dengan
Tgtg: (1) rumusan masalah; (2) model kerangka teoritik yg dikembangkan

Ada 2 bentuk Hipotesis Kerja


Hipotesis satu ekor dan hipotesis dua ekor
Jumlah uban di kepala orang kota lebih banyak daripada uban orang desa (satu ekor)
Ada perbedaan jumlah uban di kepala orang kota dibandingkan uban orang desa (2 ekor)
Satu ekor arah jelas; Dua ekor belum jelas arahnya
Ditentukan oleh seberapa jauh kekuatan landasan teoritik yg digunakan untuk menyusun
hipotesis
Mempengaruhi cara pengambilan keputusan statistik pd analisis hasil.

Hipotesis Nihil dan Hipotesis Tandingan

Aksioma Hipotesis kerja tidak mungkin berada dalam kebenaran bersama dengan hipotesis
nihil dan hipotesis tandingan.
Untuk membuktikan hipotesis kerja digunakan cara tidak langsung dengan jalan menolak
kebenaran kedua hipotesis lainnya (hipotesis nihil dan hipotesis tandingan)

Hipotesis Nihil

Ho adalah kebalikan dari hipotesis kerja (H1)


Tidak ada korelasi antara dengan
Tidak ada perbedaan antara dengan
Hipotesis ini sebenarnya hanya ada dalam alam pikiran peneliti, yg digunakan untuk pembuktian
dengan analisis statistik, karena semua analisis statisytik inferensial dikembangkan berdasarkan
pada karakteristik hipotesis nihil

Hipotesis Tandingan

Hipotesis dari variabel-variabel luar, yaitu variabel tandingan bagi variabel pengaruh yg ada
dalam hipotesis kerja.
Peneliti dapat mengontrol atau membuktikan ketidakbenaran hipotesis tandingan dengan jalan
membuat desain atau rancangan penelitian yg adekuat.
Hanya ada dalam pemikiran peneliti atas dasar mana rancangan penelitian disusun.

Unsur yg Mendasari Hipotesis


Teori yg telah mapan, yg berkaitan dengan permaslahan penelitian yg dihadapi

75

Fakta empirik atau informasi yg diketahui dari peneltian terdahulu


Konsep atau teori imajinatif peneliti sendiri (asumsi), yg dimunculkan dalam rangka melengkapi
teori dan fakta empirik di atas agar dapat menjawab permasalahan penelitian yg dihadapi.

Ketiga unsur tsb dirangkai secara logis dan sistematis oleh peneliti hipotesis yg dihasilkan
masuk akal dan mempunyai dasar yg kuat.
Untuk pengembangan landasan teoritik ini kemampuan analisis peneliti, termasuk di
dalamnya cara berpikir deduktif, amat membantu.

Petunjuk Praktis

Identifikasi variabel-variabel dari rumusan permasalahan penelitian


Cari informasi sedalam dan seluas mungkin, dari teori dan fakta penelitian yg telah ada, yg
berkaitan dg variabel-variabel diatas.
Hubungkan kenyataan yg ada dengan informasi tersebut peneliti mengetahui adanya sesuatu
yang kurang. Dari kekurangan inilah peneliti mereka-reka konsep atau hubungan imajinatifnya
antara kenyataan, teori, dan permaslahan tdpt hubungan yg jelas.

Rumusan Hipotesis yg Adekuat

Prinsipnya: (1) menyangkut substansi atau isi hipotesis itu sendiri; (2) formulasinya
Substansi ditentukan oleh seberapa jauh dapat menjawab permasalahan penelitian yg diajukan
dan seberapa lengkap informasi teoritik maupun fakta penelitian terdahulu digunakan dalam
mengembangkan landasan teori bagi penyusunan hipotesis tersebut.

Kriteria Formulasi Hipotesis


Rumusan Hipotesis yg Baik
Dinyatakan dalam kalimat deklaratif yg jelas dan sederhana
Mempunyai landasan teori yang kuat. Dibangun dg teori, pengalaman dan sumber ilmiah yg kuat
Menyatakan hubungan antara satu variabel tergantung dengan satu variabel satu atau lebih
variabel bebas
Memungkinkan diuji secara empiris (operasional) keterukuran variabel dan keterujian korelasi
Rumusan harus khas dan menggambarkan variabel-variabel yg diukur
Dikemukakan secara a priori. Dinyatakan sebelum penelitian dimulai, sebelum data terkumpul

Kegunaan Hipotesis
Instrumen kerja bagi peneliti
Memberi tuntunan kepada peneliti ke arah mana penelitian itu harus dilakukan
Merupakan alat untuk melokalisasikan fenomena-fenomena, dan menuntun cara identifikasi
variabel-variabel yg dibutuhkan untuk menjawab masalah penelitian
Memberi petunjuk prosedur mana atau rancangan penelitian mana yg dipilih. Dalam kaitan ini
berarti hipotesis merupakan petunjuk bagi penetapan populasi subyek penelitian, dan bagaimana
rancangan sampelnya, metoda dan alat pengukur mana yg tepat untuk dipilih
Memberi petunjuk bagi cara pengolahan data dan cara analisis hasil penelitian. Sebagai contoh:
cara pengambilan keputusan statistik untuk pembuktian hipotesis (satu ekor; atau dua ekor)
Penelitian yg tidak perlu Hipotesis
Penelitian eksploratif murni (survei deskriptif, reviuw program )
Penelitian manuskrip sejarah kedokteran
Penelitian grounded di bidang kedokteran

76