Anda di halaman 1dari 5

Metabolisme

Metabolisme merupakan modipikasi senyawa kimia secara biokimia yang terjadi didalam organisme dalam sel. Metabolisme mencakup sintesis (anabolisme) dan penguraian (katabolisme) molekul organik kompleks. Metabolisme total merupakan semua proses biokimia didalam organisme. Metabolisme sel mencakup semua proses kimia didalam sel. Tanpa metabolisme, makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup.

Komponen-Komponen Metabolisme
Komponen yang memiliki keterkaitan erat dengan metabolisme, diantarnya ATP dan enzim. ATP ATP merupakan molekul yang berenergi tinggi. ATP adalah nukleotida yang tersusun atas adenosine, gularitosa, dan tiga buah fosfat. ENZIM Enzim adalah senyawa organik yang tersusun atas protein. Enzim merupakan biokatalisator, artinya enzim merupakan zat yang terdapat dalam tubuh makhluk hidup yang berfungsi mempercepat reaksi, tetapi zat itu sendiri tidak ikut bereaksi (Campbell, 1998) Sebagai protein, enzim memiliki bentuk tiga dimensi yang unik. Zat yang akan diubah oleh enzim dinamakan substrat. Suatu substrat dapat menempel pada bagian tertentu dari enzim yang dinamakan sisi aktif. Interaksi antara enzim dan substrat tersebut dinamakan inducfit. Fungsi enzim yang paling menonjol adalah mengendalikan dan mengkatalisis aktifitas kimia dalam tubuh makhluk hidup. Enzim bekerja dengan sangat selektif, spesifik, dan efesien.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Aktifitas Enzim:


Suhu Semakin tinggi suhu reaksi kimia akan semakin cepat. Akan tetapi, enzim akan mengalami denaturasi jika suhu terlalu tinggi. Enzim terdetunasi artinya enzim mengalami perubahan susunan molekul sehingga enzim menjadi tidak aktif. pH Jika pH terlalu tinggi atau terlalu rendah, enzi akan mengalami denaturasi. Kadar Air Rendahnya kadar air dapat menyebabkan enzim tidak aktif. Konsentrasi enzim. Konsentrasi enzim yang terus bertambah akan mempercepat reaksi kimia. Jika konsentrasi enzim dengan substrat (zat yang akan diubah oleh enzim) sudah seimbang , kecepatan reaksi kimia akan relatif konstan.

Jumlah substrat Jika jumlah substrat dalam enzim sudah seimbang, kecepatan reaksi kimia akan relative konstan. Inhibitor Keberadaan inhibitor (zat yang akan menghambat kerja enzim) dapat mengganggu kerja enzim.

Katabolisme
Katabolisme adalah penguraian atau pemecahan senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana unutk menghasilkan energi. Respirasi Glikolisis Glikolisis merupakan proses pengubahan molekul sumber energi. Prose glikolisis berlangsung dalam sitoplasma secara anaerob. Secara ringkas, pada proses glikolisis tertjadi reaksi sebagai berikut: Glikolisis Asam piruvat + Energi Siklus Krebs Siklus krebs atau daur krebs merupakan siklus yang terjadi setelah glikolisis.Pada siklus krebs, asam piruvat hasil glikolisis memasuki mitokondria. Rantai Transpor Elektron Rantai transport electron terjadi dalam ruang intermembran mitokondria. Sistem ini berperan membentuk energi selama oksidasi dari enzim pereduksi. Rantai transpor electron merupakan system yang kompleks. Sistem rantai transport electron melibatkan NADH, FAD, dan molekul-molekul lainnya. Fermentasi Fermentasi adalah perubahan glukosa secara anaerob yang meliputi glikolisis dan pembentukan NAD. Fermentasi menghasilkan jumlah energi yang relatif lebih sedikit daripada energi yang dihasilkan melalui repirasi aerob . Fermentasi Alkohol Hasil fermentasi alcohol berupa CO2 pada industri roti dimanfaatkan untuk mengembangkan adonan roti sehingga pada roti terdapat pori-pori. Fermentasi Asam Laktat Prose fermentasi asam laktat adalah proses fermentasi glukosa yang menghasilkan asam laktat. Fermentasi asam laktat terjadi pada proses pembentukan keju dan youghart.

Anabolisme
o Anabolisme merupakan proses penyusunan zat dari senyawa sederhana menjadi senyawa kompleks yang berlangsung dalam tubuh makhluk hidup. Anabolisme merupakan kebalikan dari katabolisme. Prose anabolisme memerlukan energi, balik energi cahaya maupun energi kimia. FOTOSINTESIS Fotosintesis merupakan reaksi sintesis glukosa pada organisme autotrof dengan menggunakan sumber energi cahaya matahari. Jadi, fotosintesis dapat berlangsung jika ada cahaya, klorofil, CO2, dan H2O. Secara ringkas, reaksi fotosintesis dapat dituliskan sebagai berikut: o 6 CO2 + 12H2O C6H12O6 + 6O2 +6H2O. Cahaya Matahari Sumber energi alami yang digunakan dalam fotosintesis adalah cahaya matahari. Cahaya matahari memiliki bebagai spectrum warna yang memiliki panjang gelombang tertentu. Setiap spectrum warna memiliki pengaruh yang berbeda terhadap proses fotosintesis. Pigmen Fotosintesis Proses fotosintesis melibatkan pigmen fotosintesis. Tanpa pigmen fotosintesis, tumbuhan tidak mampu melaksanakan fotosintesis. Secara umum, fotosintesis terjadi didalam kloroplas. Pada tumbuh-tumbuhan, fotosisntesis dapat terjadi pada organ batang serta daun yang mengandung kloroplas dan terkena radiasi matahari. Fotosintesis banyak terjadi pada jaringan perenkim palisade dan parenkim spon. Kedua jaringan tersebut termasuk mesofil daun atau daging daun. Pada epidermis tidak terjadi fotosintesis karena tidak mengandung kloroplas, kecuali pada mulut dan (stomata) yaitu pada sel penutup. Reaksi Terang Fotosintesis meliputi dua tahap reaksi, yaitu reaksi terang dan reaksi gelap. Reaksi terang merupakan tahapan reaksi fotosintesis yang membutuhkan cahaya dan berlangsung didalam grana. Reaksi terang menghasilkan senyawa ATP dan NADPH. Berlangsungnya reaksi terang berkaitan dengan fotosistem. Unit tersebut terdiri atas kloropil, kompleks antenna, dan akseptor electron.

Reaksi Gelap Reaksi gelap merupakan reaksi yang terjadi tanpa membutuhkan cahaya. Setelah dihasilkan ATP dan NADPH2 dari reaksi terang, akan terjadi penghasilan CO2. Reaksi ini tidak bergantung pada keberadaan cahaya sehingga disebut reaksi gelap. Reaksi gelap terjadi didalam stroma. Ilmuan yang menemukan reaksi gelap adalah Melvin Calvin dan Andrew Benson sehingga reaksi gelap sering disebut juga siklus Calvin Benson.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Aktifitas Fotosintesis:


o Faktor Hereditas Faktor hereditas merupakan factor yang paling menentukan terhadap aktifitas fotosintesis. Pada beberapa jenis timbuhan, terdapat tumbuhan yang tidak mampu membentuk kloroplas (tumbuhan albino). Hal ini disebabkan adanya faktor genetic yang tidak mempunyai potensi untuk membentuk kloroplas. o Faktor lingkungan Temperatur Aktivitas fotosintesis tidak berlangsung pada suhu dibawah 5 drajat celcius dan diatas 50 drajat celcius, suhu optimum fotosintesis sekitar 28 derajat celcius- 30 derajat celcius. Intensitas Cahaya Matahari dan Lama Pencahayaan Semakin tinggi itensitas cahaya matahari, aktivitas fotosintesis akan semakin tinggi. Kandungan Air Didalam Tanah Air merupakan media transportasi, pelarut mineral dalam tanah dan pengatur suhu tumbuhan. Kurangnya air akan menyebabkan kerusakan pada klorofil sehingga daun menjadi bewarna kuning. Kandungan Mineral Dalam Tanah. Mineral berupa Mg, Fe, N, dan Mn merupaka unsur yang berperan dalam proses pembentukan klorofil. Tumbuhan yang hidup pada lahan yang kekurangan Mg, Fe, N Mn dan H2O akan mengalami klorosis atau penghambatan pembentukan klorofil yang menyebabkan daun bewarna pucat. Rendahnya kandungan kloropol pada daun akan menghambat terjadinya fotosintesis. Kandungan CO2 di Udara Kandungan CO2 diudara sekitar 0,03% dan akan meningkat jumlahnya jika terjadi peningkatan pada pembakaran senyawa organik dan aktivitas respirasi bakteri, fungi, hewan, serta tumbuhan. Kandungan CO2 akan berkurang daun jika kecepatan angina tinggi dan suhu disekitar daun meningkat. Kandungan O2 Rendahnya kandungan O2 diudara dan didalam tanah dapat menghambat respirasi dalam tubuh tumbuhan. Rendahnya respirasi akan menyebabkan penyediaan energi yang rendah pula.

Kemosintesis Kemosintosis adalah sintesis suatu zat yang menggunakan sumber energi dan hasil reaksi kimia. Kemosintesis yang banyak dikenal adalah proses pembentukan senyawa nitrat dari senyawa ammonium yang disebut dengan istilah nitrifikasi. Nitrtifikasi dapat terjadi dalam tanah, air tawar, atau air laut.

Kesimpulan
Metabolisme merupakan modifikasi senyawa kimia secara biokimia yang terjadi didalam organisme dan sel. Metabolisme terdiri atas dua macam, yaitu katabolisme dan anabolisme. Katabolisme merupakan penguraian atau pemecahan senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana untuk menghasilkan energi. Contoh dari katabolisme adalah respirasi dan fermentasi