Anda di halaman 1dari 18

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Sejak manusia pertama dapat membuat api, intoksikasi karbon monoksida telah menjadi masalah. Masalah intoksikasi gas ini kian menjadi penting sejalan dengan semakin majunya industrialisasi di suatu negara. Pada saat ini karbon monoksida merupakan gas beracun yang paling banyak menimbulkan intoksikasi akut serta paling banyak menyebabkan kematian dibandingkan dengan kematian akibat intoksikasi gas-gas lain. Kematian akibat intoksikasi gas CO yang sering terjadi pada sekelompok orang sekaligus, seperti kematian enam orang di dalam sel tahanan akibat gas CO dari generator, kematian beberapa mahasiswa di dalam bis karena gas dari knalpot masuk kebagian belakang bis, kematian beberapa anggota keluarga di dalam kamar tertutup dan lain-lain, memberikan e ek yang dramatis bila diberitakan di surat-surat kabar. Mula-mula disangka bahwa ekpos terhadap CO dengan kadar rendah!sedang yang berlangsung berulang-ulang tidak punya e ek terhadap isiologi tubuh" tetapi ternyata penyelidikan-penyelidikan terakhir menunjukkan bahwa intoksikasi kronik dapat terjadi dari dapat menimbulkan e ek patologik yang cukup gawat. Okh karena itu perhatian terhadap e ek CO kadar rendah menjadi semakin besar, lebih-lebih setelah diketahui bahwa # Merokok dapat menaikkan kadar CO$b darah %&ussell et al'. Kadar-kadar CO$b dapat mencapai (-),( * pada perokok-perokok yang berada dalam ruangan yang mengandung CO +, ppm sedang pada bukan perokok kenaikannya hanya sebesar -,(.,(*. Orang yang berada di jalan-jalan yang penuh dengan kendaraan bermotor juga mempunyai kadar CO$b yang meningkat. /ones et al %-)0.' menyelidiki kadar CO$b dalam darah sopir-sopir taksi di 1ondon. 2a menemukan bahwa pada sopir-sopir taksi yang bukan perokok kadar CO$b -,3-+,4 * sedang pada sopir-sopir taksi yang perokok kadarnya bisa mencapai .4 *. 5engan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di jalan-jalan umum, serta tumbuhnya industrialisasi di negara kita, masalah ini akan lebih sering kita jumpai di masa-masa yang akan datang.6 Karbon monoksida %CO' adalah gas tidak berbau, tidak berwarna, tidak berasa dan tidak mengiritasi. 7as Karbon monoksida merupakan bahan yang umum ditemui di industri. 7as ini merupakan hasil pembakaran tidak sempurna dari kendaraan bermotor,
1

alat pemanas, peralatan yang menggunakan bahan api berasaskan karbon dan nyala api %seperti tungku kayu', asap dari kereta api, pembakaran gas, asap tembakau. 8amun sumber yang paling umum berupa residu pembakaran mesin.9anyak pembakaran yang menggunakan bahan bakar seperti alat pemanas dengan menggunakan minyak tanah, gas, kayu dan arang yaitu kompor, pemanas air, alat pembuangan hasil pembakaran dan lain-lain yang dapat menghasilkan karbon monoksida. Pembuangan asap mobil mengandung )* karbon monoksida. Pada daerah yang macet tingkat bahayanya cukup tinggi terhadap kasus keracunan. :sap rokok juga mengandung gas CO, pada orang dewasa yang tidak merokok biasanya terbentuk karboksi haemoglobin tidak lebih dari - * tetapi pada perokok yang berat biasanya lebih tinggi yaitu ; < -4 *. Pada wanita hamil yang merokok, kemungkinan dapat membahayakan janinnya. :sap rokok juga mengandung gas CO, pada orang dewasa yang tidak merokok biasanya terbentuk karboksi haemoglobin tidak lebih dari - * tetapi pada perokok yang berat biasanya lebih tinggi yaitu ; < -4 *. Pada wanita hamil yang merokok, kemungkinan dapat membahayakan janinnya.1.2 Tujuan Penulisan 1.2.1 Tujuan Umum Setelah diberikan penjelasan tentang keracunan CO mahasiswa mengetahui asuhan keperawatan pada pesien dengan kasus keracunan CO. 1.2.2 Tujuan Khusus Setelah diberikan penjelasan tentang keracunan Karbon Monoksida %CO', Mahasiswa dapat mengetahui tentang # -. Pengertian CO .. Penyebab Keracunan CO +. =anda dan gejala keracunan CO 3. Penanganan keracunan CO 1.3 an!aat "enulisan -. =enaga Kesehatan 9isa menambah pengetahuan, re erensi dan perbendaraan tentang intoksikasi CO kepada mayarakat awam. .. 9agi Mahasiswa

9isa menambah pengetahuan, re erensi, dan perbendaraan tentang intoksikasi CO dan penanganannya.

BAB II TIN#AUAN PU$TAKA 2.1. De!inisi Karbon Monoksida terdiri dari satu atom karbon yang secara ko>alen berikatan dengan satu atom oksigen. Karbon monoksida adalah racun yang tertua dalam sejarah manusia. Karbon monoksida %CO' adalah gas yang dihasilkan dari pembakaran tak sempurna, dimana terdapat kekurangan oksigen dalam proses pembakaran tersebut Senyawa ini berbahaya karena dapat membentuk ikatan yang kuat dengan pigmen darah yaitu haemoglobin. . 2.2. $i!at %isik &an Kimia 7as karbon monoksida %CO' merupakan gas tidak berwarna dan tidak berbau dan tak berasa, sedikit lebih ringan dari udara.
(

Karbon monoksida mudah terbakar dan

menghasilkan lidah api berwarna biru, menghasilkan karbon dioksida. Karbon monoksida terdiri dari satu atom karbon yang secara ko>alen berikatan dengan satu atom oksigen. 9erat atom =itik cair =itik didih Kepadatan 5aya 1arut # .,,4 amu # (, K %-.4;oC' # ,- K %--).oC' # ,,4 c -4+ ?kg!m+@ %cair' -,-3; ?kg!m+@ %gas pada .), K' # 4,44.(g dalam -44g air

Gambar 2.2. Ikatan kimia karbon monoksida (diambil dari images.google.com)

Aalaupun ia bersi at racun, CO memainkan peran yang penting dalam teknologi modern, yakni merupakan prekursor banyak senyawa karbon. Karbon monoksida merupakan senyawa yang sangat penting, sehingga banyak metode yang telah dikembangkan untuk produksinya..
4

7as produser dibentuk dari pembakaran karbon di oksigen pada temperatur tinggi ketika terdapat karbon yang berlebih. 5alam sebuah o>en, udara dialirkan melalui kokas. CO. yang pertama kali dihasilkan akan mengalami kesetimbangan dengan karbon panas, menghasilkan CO. &eaksi O. dengan karbon membentuk CO disebut sebagai kesetimbangan 9oudouard.( :S: %=he :mericans Standarts :ssociation' memberi batas konsentrasi minimum gas CO untuk menimbulkan gejala pada seseorang yaitu -44 ppm dengan waktu pajanan! papar %eBposure time' sehari- hari tidak lebih dari , jam. 2ni akan menghasilkan pengikatan ! saturasi hemoglobin sekitar -4-.4* . konsentrasi maksimum yang amsih diijinkan yaitu# -# -4444 %di udara'. 5osis letal adalah sekitar -* di udara sekitar -,, gram pada orang dengan berat 04 kg. C ek isiologis racun ini sangat ditentukan oleh konsentrasi dan waktu pajanan..

2.3. $um'er Kar'(n

(n(ksi&a

$asil pembakaran tidak sempurna dari senyawa organik %senyawa dengan unsur karbon' misal asap kendaraan bermotor, gas untuk memasak, gas untuk menjalankan re rigerator kuno, gedung atau hasil pembakaran batu bawa maupun ledakan ditambang.. Karbon monoksida diproduksi di alam dari # a. Sumber-sumber alami yaitu # gunung berapi, kebakaran hutan, sumber endogen berupa penghancuran hemoglobin dalam badan yang menghasilkan CO D 4,3 ml per jam, yang menyebabkan darah akan mempunyai kadar normal CO$h 4,;-4,,*. b. Sumber CO terbesar dalam alam ini adalah yang berasal dari man made CO sebagai hasil proses teknologi. =iap tahun manusia menghasilkan kira-kira .;4 juta ton man made CO sebagai hasil pembakaran tidak sempurna dari bahanbahan organik seperti # minyak bumi, kayu, gas alam maupun gas buatan, bahan peledak, batu bara.. 9eberapa sumber dibawah ini menunjukkan konsentrasi CO# ( $asil Pembakaran mesin 7as penerangan dari pabrik Polusi udara :sap rokok Pada kebakaran mobil bisa sampai +-0* .4-+4* ;.* ;--4* ,-34*
5

Sedang dengan kasar CO-$b diatas (4* dalam darah cepat menimbulkan kematian.

2.). *ara Keja&ian Kera+unan -' Pada kasus bunuh diri, beberapa di antaranya menggunakan media kendaraan yang menyala di ruang tertutup kemudian pelaku berada di dalam mobil dan tidur, atau mengalirkan gas dari pipa alat elektronik %misalnya pemanas air' yang bocor di ke dalam rumah yang tertutup. Karbon monoksida pada jarak jauh dapat membunuh manusia. .' Menggunakan kendaraan atau berada dekat kendaraan. 5iesel menghasilkan CO lebih sedikit dibandingkan bensin. CO seharusnya terurai ke atmos er sehingga penyebaran atau angka distribusi CO di kota besar berada dalam jumlah kecil. =api penyebaran gas CO pada tempat yang kecil dan sempit akan sangat berbahaya. Misalnya mobil berkapasitas -;44cc bensin berada di dalam garasi, dapat menghasilkan CO dengan konsentrasi tinggi yang dapat mematikan dalam -4 menit. =erbakarnya mesin kendaraan, dapat menyebabkan stupor dan koma. C ek CO juga dapat mengenai supir atau pengendara kendaraan. 9iasanya disebabkan oleh mesin kendaraan yang rusak dan penyaring yang bocor, sehingga CO masuk ke dalam kendaraan. +' :lat-alat rumah tangga yang panas dapat menghasilkan gas CO. 7as alat rumah tangga, khususnya pemanas air, dapat menghasilkan gas CO. Kebocoran pada mesin dapat mengakibatkan penyebaran gas karbon monoksida pada kamar mandi tertutup. 3' Penyebab terbesar kematian pada suatu kebakaran rumah tidak disebabkan karena terbakar tapi karena menghirup asap. Keadaan atal ini disebabkan karena keracunan CO, walaupun gas-gas lain seperti sianida, phosgene dan acrolein juga turut berperan. Kebanyakan korban dari kebakaran rumah ditemukan jauh dari pusat api. Proses industri, terutama gas hasil pembuangan pabrik dapat menimbulkan keracunan karbon monoksida khususnya pada pekerja besi dan baja. Proses industri lain seperti metode Ethe MondE yang memproduksi nikel, juga menggunakan CO, sama seperti pabrik batubara. ;' 5engan bertambahnya jumlah kendaraan maka penyebaran gas karbon monoksida bercampur dengan polusi udara lainnya juga akan semakin meningkat. Kelompokkelompok masyarakat seperti tukang parkir dan supir kendaraan umum memiliki resiko yang cukup besar untuk terpapar gas karbon monoksida.
6

2.,.

ekanisme :da tiga mekanisme yang menyebabkan cedera pada trauma inhalasi, yaitu kerusakan jaringan karena suhu yang sangat tinggi, iritasi paru-paru dan as iksia. $ipoksia jaringan terjadi karena sebab sekunder dari beberapa mekanisme. Proses pembakaran menyerap banyak oksigen, dimana di dalam ruangan sempit seseorang akan menghirup udara dengan konsentrasi oksigen yang rendah sekitar -4--+*. Penurunan raksi oksigen yang diinspirasi %F2O.' akan menyebabkan hipoksia. Keracunan karbon monoksida dapat menyebabkan turunnya kapasitas transportasi oksigen dalam darah oleh hemoglobin dan penggunaan oksigen di tingkat seluler. Karbonmonoksida mempengaruhi berbagai organ di dalam tubuh, organ yang paling terganggu adalah yang mengkonsumsi oksigen dalam jumlah besar, seperti otak dan jantung. 9eberapa literatur menyatakan bahwa hipoksia ense alopati yang terjadi akibat dari keracunan CO adalah karena injuri reper usi dimana peroksidasi lipid dan pembentukan radikal bebas yang menyebabkan mortalitas dan morbiditas. C ek toksisitas utama adalah hasil dari hipoksia seluler yang disebabkan oleh gangguan transportasi oksigen. CO mengikat hemoglobin secara re>ersible, yang menyebabkan anemia relati karena CO mengikat hemoglobn .+4-.04 kali lebih kuat daripada oksigen. Kadar $bCO -(* sudah dapat menimbulkan gejala klinis. CO yang terikat hemoglobin menyebabkan ketersediaan oksigen untuk jaringan menurun. CO mengikat myoglobin jantung lebih kuat daripada mengikat hemoglobin yang menyebabkan depresi miokard dan hipotensi yang menyebabkan hipoksia jaringan. Keadaan klinis sering tidak sesuai dengan kadar $bCO yang menyebabkan kegagalan respirasi di tingkat seluler. CO mengikat cytochromes c dan P450 yang mempunyai daya ikat lebih lemah dari oksigen, diduga menyebabkan de isit neuropsikiatris. 9eberapa penelitian mengindikasikan bila CO dapat menyebabkan peroksidasi lipid otak dan perubahan in lamasi di otak yang dimediasi oleh lekosit. Proses tersebut dapat dihambat dengan terapi hiperbarik oksigen. Pada intoksikasi berat, pasien menunjukkan gangguan sistem sara pusat termasuk demyelisasi substansia alba. $al ini menyebabkan edema dan dan nekrosis okal.

Penelitian terakhir menunjukkan adanya pelepasan radikal bebas nitric oxide dari platelet dan lapisan endothelium >askuler pada keadaan keracunan CO pada konsentrasi -44 ppm yang dapat menyebabkan >asodilatasi dan edema serebri. CO dieliminasi di paru-paru. Aaktu paruh dari CO pada temperatur ruangan adalah + - 3 jam. Seratus persen oksigen dapat menurunkan waktu paruh menjadi +4 < )4 menit, sedangkan dengan hiperbarik oksigen pada tekanan .,; atm dengan oksigen -44* dapat menurunkan waktu paruh sampai -;-.+ menit.0 2.-. .ejala Klinis Misdiagnosis sering terjadi karena beragamnya keluhan dan gejala pada pasien. 7ejala-gejala yang muncul sering mirip dengan gejala penyakit lain. Pada anamnesa secara spesi ik didapatkan riwayat paparan oleh gas CO. 7ejala-gejala yang muncul sering tidak sesuai dengan kadar $bCO dalam darah. Penderita trauma inhalasi atau penderita luka bakar harus dicurigai kemungkinan terpapar dan keracunan gas CO. Pada pemeriksaan tanda >ital didapatkan takikardi, hipertensi atau hipotensi, hipertermia, takipnea. Pada kulit biasanya didapatkan wama kulit yang merah seperti buah cherry, bisa juga didapatkan lesi di kulit berupa eritema dan bula.0 Studi oleh $aldane dan Killick mungkin memberikan penjelasan paling baik dari e ek keterpaparan karbon monoksida %CO', seperti pada tabel ..(. 7ejalanya, pada saat muncul biasanya bersi at progresi , dan kira-kira sebanding dengan kadar CO darah. Pada awalnya, tanda dan gejala seringkali sulit dipisahkan. Pada kadar saturasi karboksihemoglobin 4 < -4*, umumnya tanpa gejala. Pada seseorang yang istirahat, kadar CO dari -4 sampai .4* sering tidak bergejala, kecuali sakit kepala. :kan tetapi, jika diuji orang ini akan menunjukkan pelemahan dalam melakukan tugas-tugas kompleks. $aldane mengamati tidak ada e ek nyeri pada kadar mencapai -, < .+ *. 7ejala Killick dapat diabaikan pada kadar di bawah +4*, meskipun demikian kadar antara +4 < +;*, dia menunjukkan sakit kepala disertai denyutan dan perasaan penuh di kepala. Kadar CO antara +4 < 34*, ada sakit kepala berdenyut, mual, muntah, pingsan, dan rasa mengantuk pada saat istirahat. Pada saat kadarnya mencapai 34*, penggunaan tenaga sedikit pun menyebabkan pingsan. 5enyut nadi dan pernapasan menjadi cepat. =ekanan darah turun. Kadar antara 34 < (4*, ada suatu kebingungan mental, kelemahan, dan hilangnya koordinasi. $aldane pada kadar ;(* tidak mampu berjalan sendiri tanpa bantuan. Pada kadar CO (4* dan seterusnya, seseorang akan hilang kesadaran,

pernapasan menjadi Cheyne-Stokes, terdapat kejang intermitten, penekanan kerja jantung dan kegagalan pernapasan, dan kematian. 5apat disertai peningkatan suhu tubuh.+,( =abel ..(. Konsentrasi CO dalam darah dan gejala yang ditimbulkan Konsentrasi CO dalam darah; Kurang dari .4* .4* +4* +4* < 34* 34* - ;4* (4* - 04* 04* - ,)* 7ejala-gejala =idak ada gejala 8a as menjadi sesak Sakit kepala, lesu, mual, nadi dan perna asan meningkat sedikit Sakit kepala berat, kebingungan, hilang daya ingat, lemah, hilang daya koordinasi gerakan Kebingungan makin meningkat, setengah sadar =idak sadar, kehilangan daya mengontrol aeces dan urin Koma, nadi menjadi tidak teratur, kematian karena kegagalan perna asan 2./. Ka&ar %atal Kar'(n (n(ksi&a

Kadar karbosihemoglobin pada seseorang yang meninggal karena keracunan CO dapat sangat ber>ariasi, tergantung pada sumber CO, keadaan sekitar tempat kematian, dan kesehatan orang tersebut. Pada orang tua, dan juga menderita penyakit berat seperti penyakit arteri koroner atau penyakit paru obstrukti kronik, saturasi serendah .4 < +4* dapat bersi at atal. Kadar karboksihemoglobin dalam rumah yang terbakar rata-rata ;0*, pada umumnya dengan kadar karbon monoksida +4 < 34*. Sebaliknya, seseorang yang meninggal karena menghirup gas knalpot kadarnya kebanyakan melebihi 04*, rata-rata 0)*. Kadar rendah pada seseorang yang meninggal karena menghirup gas knalpot dapat ditemukan jika mobil berhenti setelah korban berada dalam kondisi koma yang ire>ersibel tetapi masih terus bernapas, dimana hal ini secara perlahan akan menurunkan konsentrasi karboksihemoglobin mereka meskipun terjadi cedera hipoksia ire>ersibel di otak. Aaktu paruh karbon monoksida, jika menghirup udara ruangan yang rata dengan air laut yaitu sekitar 3 < ( jam. =erapi oksigen mengurangi eliminasi waktu paruh, tergantung pada konsentrasi oksigennya. Climinasi waktu paruh dengan terapi oksigen dipendekkan menjadi 34 < ,4 menit dengan menghirup oksigen -44* pada atm, dan menjadi -; < +4 menit dengan menghirup oksigen hiperbarik. /ika seseorang
9

masih bertahan hidup saat sampai di ruang gawat darurat, penggunaan oksimeter nadi tidak dapat dipercaya untuk menentukan secara akurat kadar oksigenasi. :lat ini tidak dapat membedakan antara karboksihemoglobin dengan oksihemoglobin pada panjang gelombang yang biasa digunakan.+ 2.0. .ejala kr(nis. - :danya kelemahan otot-otot - 7angguan traktus gastrointestinalis, seperti# diare, muntah- muntah - 5aya ingat menurun - Kulit pucat - Kadar $b meningkat sebagai kompensasi, gangguan psikis serta kon>ulsi 2.1. Diagn(sa 'an&ing. - :lkoholisme - Perdarahan cerebral - Coma diebeticum! uremicum - Keracunan narkotika - Keracunan senyawa nitrat 2.12. Pemeriksaan Pa&a K(r'an Temuan 3t("si =emuan otopsi pada kematian karena CO ciri khasnya sangat jelas. Pada ras Kaukasian, kesan yang pertama kali tampak pada tubuhnya yaitu orang tersebut kelihatannya sangat sehat. Corak kulit yang berwarna pink disebabkan oleh pewarnaan jaringan oleh karboksihemoglobin, yang memiliki ciri khas dengan tampilan cherry-red %merah cherry' atau pink terang yang dapat terlihat pada jaringan, seperti pada gambar ..-4. 1ebam mayat berwarna merah cherry mendukung diagnosis bahkan sebelum mengotopsi korban. :kan tetapi, harus disadari bahwa warna ini dapat juga ditimbulkan oleh keterpaparan tubuh dalam jangka lama dengan lingkungan dingin %ataupun di tempat kematian atau dalam rumah kematian dengan pendingin' atau keracunan sianida. Pada orang kulit hitam, warna tersebut terutama tampak di konjungti>a, kuku, dan mukosa bibir. +

10

7ambar ..-4 Kulit cherry red pada jenaGah korban keracunan CO %diambil dari images.google.com' Pada pemeriksaan dalam, otot dan organ dalam akan tampak berwarna merahcherry terang. Aarna pada organ dalam ini akan menetap meskipun jaringannya diambil dan dimasukkan ke dalam ormaldehid. 9alsem mayat juga tidak akan merubah warna organ dalam tersebut. 5arah yang diambil dari pembuluh darah juga akan memiliki ciri khas warna ini. 9agaimanapun, hal ini tidak akan berubah. Salah seorang penulis mengotopsi seseorang dengan kadar karboksihemoglobin 3;* dimana ciri khas warna ini tidak didapatkan. 5ia pada mulanya mencurigai penyebab kematian orang tersebut karena penyakit jantung. Orang tersebut sepertinya memiliki Hcorak kulit yang sehatH. :kan tetapi, kecurigaan penulis ini cukup dibangun untuk membuat penentuan karbon monoksida. Kematian disebabkan oleh CO yang dihasilkan oleh adanya kebocoran pada alat penghangat dalam rumah. + Pada beberapa orang, kematian akibat keracunan karbon monoksida tidak terjadi dengan segera. Pada beberapa kasus, jika produksi karbon monoksida meningkat setelah terjadinya koma ire>ersibel, orang tersebut akan menghilangkan karbon monoksida secara bertahap dari tubuhnya, meskipun sudah terjadi kerusakan yang ire>ersibel. 5emikian, penulis telah melihat orang-orang meninggal akibat keracunan karboksihemoglobin yang menunjukkan kadar karboksihemoglobin rendah atau bahkan negati pada otopsi. 5alam hal yang demikian diagnosis dibuat berdasarkan pemeriksaan luar %tampilan' korban. Sebagai contoh, seorang lelaki ditemukan meninggal dalam sebuah mobil yang diparkir. Starter dalam posisi on dan tangki bensin kosong. Otopsi dan analisis toksikologi lengkap tidak berhasil mengungkap penyebab kematian. :kan tetapi, pemeriksaan pada mobil menunjukkan adanya

11

kerusakan dalam sistem kanlpot, dengan begitu CO dengan konsentrasi tinggi akan terbentuk dalam mobil pada saat mobil dihidupkan. + Karbon monoksida dapat lolos dari ibu ke dalam darah janin. Konsentrasi karboksihemoglobin %CO$9' janin tergantung pada persentase saturasi hemoglobin ibu terhadap CO. Saturasi hemoglobin janin terhadap CO ketinggalan dibelakang saturasi hemoglobin ibu oleh karena disosiasi karboksihemoglobin ibu yang lambat. :kan tetapi, setelah beberapa saat keseimbangan akan tercapai. $asil akhirnya adalah CO$9 janin -4* lebih tinggi dibandingkan CO$9 ibu. Karbon monoksida dapat menyebabkan kematian janin dalam rahim meskipun ibunya mungkin selamat. Otak merupakan organ yang paling sensiti terhadap kerja karbon monoksida. Kerusakan otak ciri khasnya adalah terlokalisasi pada area selekti tertentu. /ika kematian tidak terjaadi dengan segera, kerusakan pada daerah ini bisa bertambah dalam beberapa jam dan hari. Karbon monoksida menghasilkan kerusakan selekti pada subtansia abu-abu otak. 8ekrosis bilateral pada globus pallidus merupakan lesi paling khas, meskipun area lain dapat terkena, termasuk korteks otak, hipokampus, otak kecil, dan subtansia nigra. :kan tetapi, lesi pada globus pallidus tidak spesi ik dan dapat juga dijumpai pada kasus o>erdosis obat-obatan.+ 2.11. Pemeriksaan Penunjang. a. Pemeriksaan laboratorium. :nalisa kadar $bCO membutuhkan alat ukur spectrophotometric yang khusus. Kadar $bCO yang meningkat menjadi signi ikan terhadap paparan gas tersebut. Sedangkan kadar yang rendah belum dapat menyingkirkan kemungkinan terpapar, khususnya bila pasien telah mendapat terapi oksigen -44* sebelumnya atau jarak paparan dengan pemeriksaan terlalu lama. Pada beberapa perokok, terjadi peningkatan ringan kadar CO sampai -4*. Pemeriksaan gas darah arteri juga diperlukan. =ingkat tekanan oksigen arteri %PaO.' harus tetap normal. Aalaupun begitu, PaO. tidak akurat menggambarkan derajat keracunan CO atau terjadinya hipoksia seluler. Saturasi oksigen hanya akurat bila diperiksa langsung, tidak melaui PaO. yang sering dilakukan dengan analisa gas darah. PaO. menggambarkan oksigen terlarut dalam darah yang tidak terganggu oleh hemoglobin yang mengikat CO. b. Pemeriksaan =oksikologi Pengambilan sampel darah
12

Pada korban hidup sample darah diambil dari >ena secepat mungkin karena ikatan CO-$b cepat terurai kembali menjadi CO dan keluar tubuh. Pada korban yang meninggal, dapat diambil setiap saat sebelum terjadi proses pembusukan, sebab# a. Post mortem tidak terbentuk ikatan CO- $b yang baru b. Post mortem tidak akan terjadi peruraian terhadap ikatan CO-$b yang telah terjadi.( :nalisa darah korban keracunan CO -. :nalisa kualitati :lkali dilution test Penentuan kualitati yang cukup cepat untuk menentukan CO-$b dengan kadar lebih dari -4* dalam darah Cara kerja# Masukkan darah korban .-+ tetes dalam tabung reaksi 2 encerkan dengan aIuadest sampai >olume -; ml Pada masing- masing tabung reaksi %setelah homogen' tambahkan ; tetes larutan natrium hidroksida -4* amati perubahan yang terjadi Penilaian# 5arah normal! kontrol %tabung reaksi 22' segera berubah warna dari merah muda menjadi coklat kehijauan dalam waktu kurang dari +4 detik, karena terbentuknya alkali hematin 5arah korban % tabung rekasi 2' perubahan warna seperti diatas membutuhkan waktu lebih besar dari +4 detik, karena sudah terjadi ikatan CO-$b =est positi apabila perubahan warna tadi terjadi lebih dari +4 detik 9ukan darah etus 9ukan darah perokok %mempunyai tendensi kadar CO cukup tinggi' Syarat darah kontrol#

.. :nalisa kuantitati a. Jan Slyke manometric method b. &eduksi palladium chloride c. Cara instrumental lainnya.(

13

c. Pemeriksaan imaging. K- oto thoraB. Pemeriksaan B- oto thoraB perlu dilakukan pada kasus-kasus keracunan gas dan saat terapi oksigen hiperbarik diperlukan. $asil pemeriksaan B oto thoraB biasanya dalam batas normal. :danya gambaran ground-glass appearance, perkabutan parahiler, dan intra al>eolar edema menunjukkan prognosis yang lebih jelek. C= scan. Pemeriksaan C= Scan kepala perlu dilakukan pada kasus keracunan berat gas CO atau bila terdapat perubahan status mental yang tidak pulih dengan cepat. Cdema serebri dan lesi okal dengan densitas rendah pada basal ganglia bisa didapatkan dan halo tersebut dapat memprediksi adanya komplikasi neurologis. Pemeriksaan M&2 lebih akurat dibandingkan dengan C= Scan untuk mendeteksi lesi okal dan demyelinasi substansia alba dan M&2 sering digunakan untuk ollow up pasien. Pemeriksaan C= Scan serial diperlukan jika terjadi gangguan status mental yang menetap. Pernah dilaporkan hasil C= Scan adanya hidrose alus akut pada anakanak yang menderita keracunan gas CO.0 d. Pemeriksaan lainnya. Clektrokardiogram. Sinus takikardi adalah ketidaknormalan yang sering didapatkan. :danya aritmia mungkin disebabkan oleh hipoksia iskemia atau in ark. 9ahkan pasien dengan kadar $bCO rendah dapat menyebabkan kerusakkan yang serius pada pasien penderita penyakit kardio>askuler. Pulse oximetry. Cutaneus pulse tidak akurat untuk mengukur saturasi hemoglobin yang dapat naik secara semu karena CO yang mengikat hemoglobin. Cooximetry %darah arteri' menggunakan tehnik re raksi 3 panjang gelombang dapat secara akurat mengukur kadar$bCO.0 2.12. Penatalaksaan -. Perawatan sebelum tiba di rumah sakit Memindahkan pasien dari paparan gas CO dan memberikan terapi oksigen dengan masker nonrebreathing adalah hal yang penting. 2ntubasi diperlukan pada pasien dengan penurunan kesadaran dan untuk proteksi jalan na as. Kecurigaan terhadap peningkatan kadar $bCO diperlukan pada semua pasien korban kebakaran dan inhalasi asap. Pemeriksaan dini darah dapat memberikan korelasi yang lebih akurat antara kadar $bCO dan status klinis pasien. Aalaupun begitu jangan tunda pemberian oksigen untuk melakukan pemeriksaan pemeriksaan tersebut. /ika mungkin perkirakan berapa lama pasien mengalami paparan gas CO. Keracunan CO
14

tidak hanya menjadi penyebab tersering kematian pasien sebelum sampai di rumah sakit, tetapi juga menjadi penyebab utama dari kecacatan. .. Perawatan di unit gawat darurat Pemberian oksigen -44 * dilanjutkan sampai pasien tidak menunjukkan gejala dan tanda keracunan dan kadar $bCO turun dibawah -4*. Pada pasien yang mengalami gangguan jantung dan paru sebaiknya kadar $bCO dibawah .*. 1amanya durasi pemberian oksigen berdasarkan waktu-paruh $bCO dengan pemberian oksigen -44* yaitu +4 - )4 menit. Pertimbangkan untuk segera merujuk pasien ke unit terapi oksigen hiperbarik, jika kadar $bCO diatas 34 * atau adanya gangguan kardio>askuler dan neurologis. :pabila pasien tidak membaik dalam waktu 3 jam setelah pemberian oksigen dengan tekanan normobarik, sebaiknya dikirim ke unit hiperbarik. Cdema serebri memerlukan monitoring tekanan intra cranial dan tekanan darah yang ketat. Cle>asi kepala, pemberian manitol dan pemberian hiper>entilasi sampai kadar PCO. mencapai ., - +4 mm$g dapat dilakukan bila tidak tersedia alat dan tenaga untuk memonitor =2K. Pada umumnya asidosis akan membaik dengan pemberian terapi oksigen.0

15

BAB III KE$I PULAN DAN $A4AN 3.1. Kesim"ulan Karbon monoksida %CO' merupakan gas yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, dan non-iritati , yang densitasnya relati sedikit lebih rendah dibandingkan dengan udara. Sumber utama karbon monoksida pada kasus kematian adalah kebakaran, knalpot mobil, pemanasan tidak sempurna, dan pembakaran yang tidak sempurna dari produk-produk terbakar, seperti bongkahan arang. Penyebab utama dari kematian monoksida karena struktur kebakaran dirumah atau gedung lain,penyebab terbesar kematian pada kebakaran rumah tidak disebabkan karena terbakar tapi karena menghirup asap. C ek toksisitas utama adalah hasil dari hipoksia seluler yang disebabkan oleh gangguan transportasi oksigen. Pada pemeriksaan tanda >ital didapatkan takikardi, hipertensi atau hipotensi, hipertermia, takipnea. Pada kulit biasanya didapatkan wama kulit yang merah seperti buah cherry, bisa juga didapatkan lesi di kulit berupa eritema dan bula. Memindahkan pasien dari paparan gas CO dan memberikan terapi oksigen dengan masker nonrebreathing adalah hal yang penting. 2ntubasi diperlukan pada pasien dengan penurunan kesadaran dan untuk proteksi jalan na as. Pemberian oksigen -44 * dilanjutkan sampai pasien tidak menunjukkan gejala dan tanda keracunan dan kadar $bCO turun dibawah -4*. 3.2. $aran -. /angan menggunakan generator di dalam ruangan atau ruangan yang tertutup sebagian ! penuh, seperti garasi dan ruangan bawah tanah. Pintu dan jendela yang dibuka dapat mencegah akumulasi karbon monoksida. Pastikan generator mempunyai jarak minimal - meter pada ruangan yang terbuka di segala sisinya untuk memastikan >entilasi yang memadai. .. /angan menggunakan generator diluar ruangan, jika peletakannya dekat dengan pintu, jendela atau lubang >entilasi yang dapat mengakibatkan CO masuk dan berakumulasi pada ruangan yang terhuni oleh manusia. +. /ika menggunakan pemanas ruangan dan tungku, pastikan bahwa peralatan tersebut bekerja dalam kondisi yang baik untuk mencegah timbulnya CO dan jangan pernah menggunakannya pada ruangan tertutup atau dalam ruangan.
16

3. Pertimbangkan untuk mengganti peralatan yang berbahan bakar bensin dengan peralatan yang dijalankan oleh listrik atau udara bertekanan, jika tersedia. ;. Periksa sistem pembuangan pembakaran mobil dan sistem pendingin udara anda setahun sekali, kebocoran dalam system kecik tersebut dapat mengakibatkan masuknya CO ke dalam mobil. Periksa sistem :C mobil untuk memeriksa kebocoran yang mungkin terjadi. (. /angan nyalakan mobil di dalam garasi yang tertutup rapat. 0. /ika anda mengalami gejala keracunan CO, segera keluar untuk mendapatkan udara segar dan cari bantuan dari poliklinik terdekat.

TIN#AUAN PU$TAKA

17

-. 9agian Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Lni>ersitas 2ndonesia. -))0. 2lmu Kedokteran Forensik Cdisi Kedua. /akarta. .. CumbritsG. .4-+.
3. Pustaka

.4-4.

Makalah

intoksikasi

CO.

5iakses -,

dari

http#!!phicumbritG.blogspot.com!.4-4!-.!makalah-intoksikasi-co.html.

8o>ember

Medika 2ndo. .4--. Keracunan Karbon Monoksida . 5iakses dari

http#!!cetrione.blogspot.com!.44,!-.!keracunan-co.html. -0 8o>ember .4-+. 3. &iyawan, Cdy. .4-+. Makalah Kegawatdaruratan Keracunan CO dan 2FO. 5iakses dari http#!!gameriyawan.blogspot.com!p!makalah-keracunan-co-dan-i o.html. -, 8o>ember .4-+. ;. Sentra 2n ormasi keracunan 8asional 9adan POM. .4--. Keracunan Karbon Monoksida. 5iakses .4-+. (. Sudjana, Putu. .4-4. 2lmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal. Surabaya# 5epartemen 2lmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Lni>ersitas :irlangga 0. =omie $ermawan Soekamto, 5a>id Perdanakusuma 5epartemen, Sm 2lmu 9edah Plastik Fakultas Kedokteran Lni>ersitas :irlangga, &sud 5r. Soetomo Surabaya, 2ntoksikasi Karbon Monoksida. 5iakses dari http#!!journal.unair.ac.id! ilerP5F!CO *.42ntoBication.pd . -, 8o>ember .4-+. dari http#!!ik.pom.go.id!wp content!uploads!.4--!--!K:&:CL8:8MK:&9O8MMO8OKS25:.doc. -0 8o>ember

18