Anda di halaman 1dari 9

PRAKTIKUM FARMASETIKA TERAPAN ASMA

Disusunoeh :

Kelompok L / I 1. 2. 3. 4. 5. 6. Tary Nuryana Ufia Dinata Wahyu Prihatin Yeyen Arysta Dewi Yoel Gunawan Yusrina Nurul Hikmah (1041011147) (1041011154) (1041011159) (1041011165) (1041011166) (1041011171)

SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG 2013

I.

RESEP dr. Puji Rahayu, Internist SIP : 1852/DKK/02.37/IV/2011 Alamat : Praktek: Jl. Untung Suropati 478 jam 17.00-20.00 Semarang Tlp 7612377 Semarang, 9/12/13 R/ Digoxin S 1 dd 1 no X

R/

Bronsolvan tab I Mucohexin tab I Lameson tab I m.fpulv. Da in caps dtd XX S.3 dd 1 Umur : 57 tahun

Pro : Tn. Susanto Alamat: Jl. Arjuna 23 Semarang

Obat tersebut tidak boleh diganti tanpa sepengetahuan dokter

II. PERMASALAHAN A. KELENGKAPAN RESEP Paraf dokter

B. HARGA RESEP 1. Perhitungan harga HARGA OBAT Obat Banyak Harga Satuan (Rp) Digoxin 10 Rp. 530 Rp. 5300,Bronsolvan 20 Rp. 363,Rp. 7260,Mucohexin 8mg 20 Rp. 335,Rp. 6700,Metil Prednisolon 20 Rp. 380,Rp. 7.600,Jumlah + ppn 10% Rp. 5830,Rp. 8349,Rp. 7370,Rp. 8.360,-,Rp. Total harga keseluruhan 37.895,35 ~ Rp. 38.000,Rp. 9.614,Rp. 8475,5 Rp. 2500,Rp. 30.190,85 Rp. 9601,35 +15% (keuntungan apotek) Rp. 6704,5 Rp. 1000,Rp. 7704,5 Embalase Total

C. INTERAKSI 1. Digoxin Interaksi Digoxin dengan Metil prednisolon Dapat menimbulkan hipokalemia, sehingga mudah terjadi intoksikasi digitalis 2. Bronsolvan Bronsolvan jangan diberikan bersamaan dengan preparat xantin yang lain. Simetidin, eritromisin, troleandomisin dan kontrasepsi oral dapat meningkatkan kadar teofilin serum. Rifampisin menurunkan kadar teofilin serum. 3. Mucohexin Dengan Obat Lain : Antibiotik (Amoxicillin, Cefuroxime,Doxycycline) : penggunaan bersama dengan Bromheksin akan menyebabkan peningkatan konsentrasi antibiotik di jaringan paru

4. Cardio aspirin Obat anti koagulan : heparin , insulin, Na bikarbonat, alcohol. 5. Lameson Antidiabetik, AINS, rifampisin, barbiturat

D. DOSIS 1. Digoxin Dosis awal 1 kali sehari 5-10mg pada malam hari, dosis anjuran 1 kali sehari 510mg maksimal 40mg. 2. Bronsolvan ( Teofilin) Dosis: dewasa 3 x sehari 1tablet; anak-anak 6-12th 3 x sehari tablet. 3. Mucohexin ( Bromhexin ) Dosis: dibawah 2 th 2 x sehari tablet; 5-10th 3xsehari tablet; dewasa dan anak lebih dari 10 th 3 x sehari 1 tablet. 4. Lameson Dosis: dewasa dan anak 12 tahun umumnya 4-48 mg/hari sebagai dosis tunnggal atau terbagi.

E. Perhitungan Dosis DIGOXIN D1x = 0,25mg

D1hr = 1 x 0,25mg DL1x = 0,125-0,5mg DL1hr = 1 x 0,125-0,5mg = 0,125-0,5mg D/DL1x = 0,25mg/ 0,125-0,5mg x 100%= 50-200% D/DL1hr= 0,25mg/ 0,125-0,5mg x 100%= 50-200% BRONSOLVAN D1x = 150 mg

D1hr = 3 x 150 mg = 450 mg

DL1x = 1 tablet x 150 mg/tablet = 150 mg DL1hr = 3 x 150 mg = 450 mg D/DL1x =150 mg/150 mg x 100% = 100% D/DL1hr= 450 mg/450 mg x 100% = 100% MUCOHEXIN D1x = 8 mg

D1hr = 3 x 8 mg = 24mg DL1x = 1 tablet x 8mg/tablet = 8mg DL1hr = 3 x 8mg = 24mg D/DL1x = 8mg/8mg x 100% = 100% D/DL1hr= 24mg/24mg x 100% = 100% LAMESON D1x = 4mg

D1hr = 3 x 4mg = 12mg DL1x = DL1hr = 4-48mg D/DL1x = D/DL1hr= 4mg/4-48mg x 100% = 8,33-100% F. EFEK SAMPING 1. Digoxin Dosis berlebihan dapat menyebabkan anoreksia, mual, muntah, konfusi, disorientasi, ataksia, kromatoksia, pruritus, urtikaria, ruammakular. 2. Bronsolvan (Teofilin 150mg/tablet) Efek samping: mual, muntah, diare, sakit kepala, insomnia, palpitasi takikardi, aritmia ventrikular, rash dan hiperglikemia.

3. Mucohexin Efek samping: saluran cerna (mual, diare, ganguan pencernaan, perasaan penuh di bagian perut tapi biasanya ringan), sakit kepala, vertigo, ruam kulit, berkeringat. 4. Lameson Efek samping: retensi Na, CHF, hipertensi, hipokalemik, alkalosis, kehilangan kalium, osteoporosis, steroid, miopati, dll.

G. CARA PEMAKAIAN 1. Digoxin 1 x sehari 1 tablet pada pagi hari setelah makan 2. Capsul ( Bronsolvan, Mucohexin, Lameson ) 3 x sehari 1 kapsul setelah makan

III. PERMASALAHAN DAN PENYELESAIAN 1. Penggunaan kardio aspirin sebaiknya berhenti digunakan, karena sudah ada digoxin yang sama cara kerjanya (kardiovaskuler) 2. Pemakaian digoksin dengan lameson (kortikosteroid) dIberikan jeda waktu, karena pada penggunaan secara bersama akan menyebabkan hipokalemia.

IV. KIE 1. Pencegahan sesak nafas pada klien asma Langkah tepat yang dapat dilakukan untuk menghindari serangan sesak adalah menjauhi faktor-faktor penyebab yang memicu timbulnya serangan sesak itu sendiri, seperti : a. Menghindari polusi udara (asap,debu,zat kimia). b. Menghindari makanan penyebab alergi. c. Menjauhi hewan berbulu. d. Menjauhi bau/aroma menyengat (misalnya: parfum). e. Menghindari olah raga berat, dsb. Setiap penderita umumnya memiliki ciri khas tersendiri terhadap hal-hal yang menjadi pemicu serangan asmanya. 2. Pola hidup sehat Dapat dilakukan dengan : Penghentian merokok

Menghindari kegemukan Kegiatan fisik misalnya senam asma

V. ETIKET 1. Digoksin
Apotek Sejahtera Apoteker :Masayu, S.Farm, Apt. SIA : 005/SIA/DKK/2013 SIPA. 4645 / B Jl. Pucang Gading Raya No 200 Semarang

Semarang, 9 Desember 2013 No.1 Tn. Susanto Satu kali sehari satu tablet Untuk mengulangi harap minta ijin dokter

2. Kapsul
Apotek Sejahtera Apoteker :Masayu, S.Farm, Apt. SIA : 005/SIA/DKK/2013 SIPA. 4645 / B Jl. Pucang Gading Raya No 200 Semarang

Semarang, 9 Desember 2013 No.2 Tn. Susanto Tiga kali sehari satu kapsul Untuk mengulangi harap minta ijin dokter

VI.

COPY RESEP Apotek Sejahtera Apoteker :Masayu, S.Farm, Apt. SIA : 005/SIA/DKK/2013 SIPA. 4645 / B Jl. Pucang Gading Raya No 200 Semarang COPY RESEP : dr. Puji Rahayu., Sp.PD : 9 Desember 2013 : Tn. Susanto : 57 tahun No X Det X R/ Bronsolvan tb 1 Mucohexintb tb 1 Lamesontb tb 1 Mf. Pulv da in cap dtd XX S 3 dd 1 Det XX Semarang , 9 Desember 2013 Pcc

Nama dokter Tgl Penulisan resep Pro Usia R/ Digoxin S 1 dd 1

VII.

DAFTAR PUSTAKA Tjay, Rahardja. 2007. Obat-Obat Penting. Jakarta : Gramedia ISFI. 2008. ISO Farmakoterapi. Jakarta : ISFI Penerbit ISFI. 2011. ISO Indonesia Volume 45. Jakarta : ISFI Penerbit

VIII. RESUME Asetosal dalam dosis tinggi (500mg) berkhasiat sebagai analgetik, antipiretik. Penggunaan asetosal pada penderita asma bronchial akan menyebabkan terjadinya efek samping, karena sistem kerja asetosal pada prostaglandin. Pada prostaglandin, terdapat 2 enzim yang bekerja yakni enzim CO-X 1, enzim CO-X 2. Enzim CO-X 1: bekerja menekan prostaglandin, sehingga menekan terjadinya inflamasi

Enzim CO-X 2: bekerja menekan prostasiklin, dimana jika prostasiklin ditekan akan menyebabkan tertekannya pembentuknya sel mukosa pada lambung, jika terbentuknya sel mukosa itu kurang maka akan menyebabkan iritasi lambung dan produksi asam lambung berlebihan sehingga dapat naik hingga pada organ bronchus dan menyebabkan iritasi pada bronchus sehingga akan terjadi sesak nafas. Tetapi pada kasusnya, asetosal yang digunakan pada pasien adalah asetosal dengan dosis 80 mg yang berfungsi sebagai antiplatelet, dengan mekanisme kerja menekan terbentuknya tromboksan. Kesimpulannya, penggunaan cardio aspirin pada kasus tersebut tidak menyebabkan interaksi atau efek samping yang tidak diinginkan.