Anda di halaman 1dari 12

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Bank adalah lembaga keuangan di Indonesia. Bank terdiri dari berbagai jenis, salah satunya adalah Bank Umum. Bank Umum di Indonesia sendiri memiliki banyak macam, seperti Bank Persero, BUSN Devisa, BUSN Non Devisa, BPD, Bank Campuran dan Bank Asing. Perkembangan jumlah kantor bank umum sendiri di Indonesia jumlahnya fluktuative, salah satunya ialah bank asing. Maka dari itu, inilah yang menjadi latar belakang penulis mengambil judul Analisis Perkembangan Jumlah Bank Asing dan Kantor Bank Asing dari tahun 2007-2012 sebagai judul penelitian dengan asumsi bahwa jumlah bank umum mempengaruhi jumlah kantor cabang bank umum. 1.2. Rumusan Masalah Dari latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, dapat dirumuskan rumusan masalah sebagai berikut: 1.2.1. Bagaimana perkembangan jumlah kantor bank asing dari bank asing yang ada di Indonesia dari tahun ke tahun? 1.2.2. Berapakah interval estimasi rata-rata jumlah kantor tiap tahunnya? 1.2.3. Bagaimana keterkaitan antara jumlah kantor cabang bank asing dari bank asing yang dibuka di Indonesia? 1.3. Tujuan Tujuan dari pembuatan paper ini adalah untuk mengetahui perkembangan jumlah kantor bank asing yang ada di Indonesia dari tahun 2007 2012.

1.4. Sumber Pengambilan Data

Sumber data penulisan ini berupa Data statistik Perbankan Indonesia yang diunduh melalui website resmi Bank Indonesia, selain itu penulis juga mencari sumber referensi dari internet. Data yang tersedia kemudian dianalisis menggunakan SPSS versi 21.

1.5. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan yang digunakan dalam penyusunan makalah ini adalah dengan membagi tiga bab utama. Pembahasan diawali dengan Bab 1, Pendahuluan. Bab ini berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan, dan sistematika penulisan. Selanjutnya Bab 2 merupakan landasan teori. Bab 3 Analisis Permasalahan, dan Bab 4 yaitu kesimpulan.

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Bank 2.1.1 Pengertian Bank Bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote. Kata bank berasal dari bahasa Italia banca berarti tempat penukaran uang. Sedangkan menurut undang-undang perbankan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan

menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentukbentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Kata bank berasal dari bahasa Italia banque atau Italia banca yang berarti bangku. Para bankir Florence pada masa Renaissans melakukan transaksi mereka dengan duduk di belakang meja penukaran uang, berbeda dengan pekerjaan kebanyakan orang yang tidak memungkinkan mereka untuk duduk sambil bekerja. Menurut UU RI No 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, dapat disimpulkan bahwa usaha perbankan meliputi tiga kegiatan, yaitu menghimpun dana,menyalurkan dana, dan memberikan jasa bank lainnya. Kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana merupakan kegiatan pokok bank sedangkan memberikan jasa bank lainnya hanya kegiatan pendukung. Kegiatan menghimpun dana, berupa mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan giro, tabungan, dan deposito. Biasanya sambil diberikan balas jasa yang menarik seperti, bunga dan hadiah sebagai rangsangan bagi masyarakat. Kegiatan menyalurkan dana, berupa pemberian pinjaman kepada masyarakat. Sedangkan jasa-jasa

perbankan lainnya diberikan untuk mendukung kelancaran kegiatan utama tersebut. 2.1.2 Jenis jenis Bank a. Bank Umum Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Sifat jasa yang diberikan adalah umum, dalam arti dapat memberikan seluruh jasa perbankan yang ada. Begitu juga dengan wilayah operasinya dapat dilakukan di seluruh wilayah. b. Bank Devisa Merupakan bank yang dapat melaksanakan transaksi ke luar negeri atau yang berhubungan dengan mata uang asing secara keseluruhan, misalnya transfer keluar negeri, inkaso keluar negeri, travellers cheque, pembukaan dan pembayaran Letter of Credit dan transaksi lainnya. Persyaratan untuk menjadi bank devisa ini ditentukan oleh Bank Indonesia. c. Bank Non Devisa Merupakan bank yang belum mempunyai izin untuk melaksanakan transaksi sebagai bank devisa sehingga tidak dapat melaksanakan transaksi seperti halnya Bank Devisa. d. Bank milik daerah Akte maupun modalnya dimiliki oleh pemerintah daerah sehingga seluruh keuntungan bank ini dimiliki oleh pemerintah daerah pula. Bank ini terdapat di daerah tingkat I dan tingkat II masing-masing Provinsi. e. Bank milik campuran

Kepemilikan saham bank campuran dimiliki oleh pihak asing dan pihak swasta nasional. Kepemilikan sahamnya secara mayoritas dipegang oleh warga negara Indonesia. f. Bank Milik Asing Bank jenis ini merupakan cabang dari bank yang ada di luar negeri, baik milik swasta asing atau pemerintah asing. Jelas kepemilikannya dimiliki oleh pihak luar negeri.

BAB III
PEMBAHASAN ANALISIS PERKEMBANGAN JUMLAH BANK ASING DAN JUMLAH KANTOR BANK ASING DARI TAHUN 2007 2012

Data Penelitian Tabel 3.1 Perkembangan Jumlah Bank Asing dan Jumlah Kantor Bank Asing
Tahun 2007 2008 2009 2010 2011 2012
Jumlah Bank 11 10 10 10 10 10 Jumlah Kantor 142 185 230 233 206 189

3.1. Estimasi Rata-rata Diketahui : N = 6 = 0,05


One-Sample Statistics N Jumlah Bank Asing Jumlah Kantor Bank Asing 6 6 Mean 10,17 197,50 Std. Deviation ,408 33,756 Std. Error Mean ,167 13,781

One-Sample Test Test Value = 10.17 t df Sig. (2-tailed) Mean Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Jumlah Bank Asing Jumlah Kantor Bank Asing -,020 13,593 5 5 ,985 ,000 -,003 187,330 -,43 151,90 Upper ,43 222,76

A. Jumlah Bank Asing = 10,17 = 0,408 T = - 0,020 Dari tabel dapat disimpulkan bahwa interval estimasi rata-rata Bank Asing adalah sebanyak -0,43 sampai dengan 0,43.

B. Jumlah Kantor Bank Asing = 197,50 = 33,756 = 13,593 Dari tabel dapat disimpulkan bahwa interval estimasi rata-rata Kantor Bank Asing adalah sebanyak 151,90 sampai dengan 222,76.

3.2. Korelasi Korelasi antara Jumlah Bank Asing dengan Jumlah Kantor Bank Asing :
Correlations Jumlah Bank Asing Pearson Correlation Jumlah Bank Asing Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Jumlah Kantor Bank Asing Sig. (2-tailed) N 6 -,805 ,053 6 6 1 Jumlah Kantor Bank Asing -,805 ,053 6 1

1.

Hipotesis Ho : = Jumlah kantor bank asing berkorelasi dengan pada Jumlah bank asing H1 : jumlah kantor bank asing tidak berkorelasi dengan Jumlah bank asing.

2.

Taraf Nyata (Taraf Signifikan) = 0,53 Uji 2 Pihak Dari tabel didapat taraf signifikan atau sebesar - 0,805 atau < 0,05 , maka Ho diterima

3.

4.

Kesimpulan Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa jumlah kantor bank umum berkorelasi dengan Jumlah jumlah bank umum.

3.3. Regresi Regresi Antara Jumlah Bank Asing dengan Jumlah Kantor Bank Asing:

Variables Entered/Removed Model Variables Entered 1 Jumlah Bank Asing


b

Variables Removed

Method

. Enter

a. Dependent Variable: Jumlah Kantor Bank Asing b. All requested variables entered.

Model Summary Model R R Square Adjusted R Square 1 ,805


a

Std. Error of the Estimate

,649

,561

22,367

a. Predictors: (Constant), Jumlah Bank Asing

ANOVA Model Regression 1 Residual Total Sum of Squares 3696,300 2001,200 5697,500

df 1 4 5

Mean Square 3696,300 500,300

F 7,388

Sig. ,053
b

a. Dependent Variable: Jumlah Kantor Bank Asing b. Predictors: (Constant), Jumlah Bank Asing

Coefficients Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

Sig.

B (Constant) 1 Jumlah Bank Asing -66,600 874,600

Std. Error 249,273 24,502

Beta 3,509 -,805 -2,718 ,025 ,053

a. Dependent Variable: Jumlah Kantor Bank Asing

1.

Hipotesis Ho : = Jumlah Kantor Bank Asing bergantung pada Jumlah Bank Asing. H1 : Jumlah Kantor Bank Asing tidak bergantung pada Jumlah Bank Asing.

2.

Taraf Nyata (Taraf Signifikan) = 0,53 Uji 2 Pihak

3.

Dari SPSS didapatkan hasil : R = 0,805, ini berarti korelasi jumlah kantor bank asing dengan jumlah bank umum adalah sebesar 0,805. signifikan atau F

4.

Dari tabel

ANOVA

diatas didapat taraf

sebesar 7,388 atau > 0,000 , maka Ho ditolak. 5. Persamaan Regresi Linier Dari tabel Coefficientsa diatas diketahui bahwa persamaan garis regresi adalah Y= 874,600 + -66,600X 6. Kesimpulan Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa Jumlah Kantor Bank Asing tidak bergantung pada Jumlah Bank Asing .

10

BAB IV
KESIMPULAN

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan: 1. Dari tabel dapat disimpulkan bahwa interval estimasi rata-rata Bank Asing adalah sebanyak -0,43 sampai dengan 0,43 2. Dari tabel dapat disimpulkan bahwa interval estimasi rata-rata Kantor Bank Asing adalah sebanyak 151,90 sampai dengan 222,76. 3. Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa jumlah kantor bank umum berkorelasi dengan Jumlah jumlah bank umum. 4. Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa Jumlah Kantor Bank Asing tidak bergantung pada Jumlah Bank Asing.

11

DAFTAR PUSTAKA

Statistika Perbankan Indonesia. Diunduh dari:(http://www.bi.go.id/web/id/Statistik/Statistik+Perbankan/Statistik+Perbank an+Indonesia/ hari jumat,10 Januari 2013

http://www.bi.go.id/id/statistik/perbankan/indonesia/Documents/DataSPIPeriode Tahun20062012Februari.zip

12