Anda di halaman 1dari 25

MAKALAH

PERALATAN INDUSTRI PROSES II


PERALATAN PENGERINGAN (DRYER)

Disusun oleh

:1. Fitria Wulansari 2. Icha Sri Wahyuni

Kelompok Kelas

: Delapan (8) : 3 KA

Dosen Pengasuh : Meilianti, S.T.,M.T

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA 2013/2014

BAB 1 PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG Pengeringan zat padat adalah pemisahan sejumlah kecil air atau zat cair dari bahan sehingga mengurangi kandungan sisa zat cair di dalam zat padat itu sampai suatu nilai rendah yang dapat diterima. Pengeringan biasanya merupakan langkah terakhir dari sederetan operasi dan hasil pengeringan biasanya merupakan langkah terakhir dari sederetan operasi, dan hasil pengeringan biasanya siap dikemas. Pemisahan air dari bahan padat dapat dilakukan dengan memeras zat tersebut secara mekanik sehingga air keluar, dengan pemisah sentrifugal, atau dengan pengauapan termal. Pemisahan air secara mekanik biasanya lebih murah biayanya, sehingga biasanya kandungan zat cair itu diturunkan terlebih dahulu sebanyak-banyaknya dengan cara mekanik sebelum diumpankan ke dalam pengering termal. Kandungan zat cair dalam bahan yang dikeringkan berbeda dari satu bahan ke bahan lain. Ada bahan yang tidak mempunyai kandungan zat cair sama sekali (bone dry). Pada umumnya zat padat selalu mengandung sedikit fraksi air sebagai air terikat. Zat padat yang akan dikeringkan biasanya terdapat dalam bentuk serpih (flake), bijian (granule), kristal (crystal), serbuk (powder), lempeng (slab), atau lembaran sinambung (continous sheet) dengan sifat-sifat yang berbeda satu sama lain. Zat cair yang akan diuapkan mungkin terdapat pada permukaan zat padat seperti pada kristal; dapat pula seluruh zat cair terdapat di dalam zat padat seperti pada pemisahan pelarut dari lembaran polimer; atau dapat pula sebagian zat cair sebagian di luar dan sebagian di dalam. Umpan pengering mungkin berupa zat cair di mana zat padat melayang sebagai partikel, atau dapat pula berbentuk larutan. Hasil pengeringan ada yang tahan terhadap penanganan mekanik kasar dan berada dalam lingkungan yang sangat panas, ada pula yang memerlukan penanganan hati-hati pada suhu rendah atau sedang. Perbedaan pengering terutama terletak dalam hal cara memindahkan zat padat di dalam zona pengering dan dalam proses perpindahan kalornya.

PERMASALAHAN Permasalahan yang akan dibahas dari makalah ini adalah : 1. Pengertian peralatan pengeringan ? 2. Bagaimana peralatan- peralatan pengeringan dalam industri? 3. Bagaimana cara kerja dari peralatan pengeringan?

TUJUAN Tujuan yang ingin dicapai dalam makalah ini adalah : 1. Dapat mengerti dan memahami pengertian peralatan pengeringan 2. Dapat mengerti dan memahami peralatan pengeringan 3. Dapat mengerti dan memahami prinsip kerja dari peralatan pengeringan

BAB 2 PEMBAHASAN
1. PENGERTIAN DRYER Pada umumnya, pengeringan (drying) zat padat berarti pemisahan sejumlah kecil air atau zat cair lain dari bahan padat, sehingga mengurangi kandungan sisa zat cair di dalam zat padat itu sampai suatu nilai rendah yang dapat diterima. Pengeringan biasanya merupakan langkah terakhir dari sederetan operasi dan hasil pengeringan biasanya siap untuk dikemas. Pemisahan air atau zat cair lain dari zat padat dapat dilakukan dengan memeras zat cair itu secara mekanik hingga keluar, atau dengan pemisahan sentrifugal atau dengan penguapan secara termal. Kandungan zat cair di dalam bahan yang dikeringkan berbeda dari satu bahan ke bahan lain. Kadang- kadang bahan yang tidak mengandung zat cair sama sekali disebut kering tulang ( bone dry). Namun pada umumnya, zat padat masih mengandung sedikit zat cair. Garam meja yang telah dikeringkan, misalnya, mengandung kira- kira 0,5% air, batu kering kira-kira 4% dan kasein kira- kira 8%. Pengeringan adalah suatu istilah yang relative dan hanya mengandung arti bahwa terdapat pengurangan kadar zat cair dari suatu nilai awal menjadi suatu nilai akhir yang dapat diterima. 2. KLASIFIKASI PENGERING Ada pengeringan yang beroperasi secara kontinue ( sinambung ) dan ada pula yang secara tumpak (batch). Pada bebrapa proses pengeringan, zat padatnya boleh dikatakan tidak diaduk. Untuk mengurangi suhu pengeringan, bebrapa pengeringan beroperasi dalam vakum. Beberapa pengeringan dapat menangani segala jenis bahan, tetapi pada yang sangat terbatas dalam hal umpan yang dapat ditanganinya. Pembagian pokok dalam klasifikasi pengeringan : a. Pengeringan pengeringan dimana zat padat itu bersentuhan langsung dengan gas panas ( biasanya udara ). b. Pengeringan- pengeringan dimana kalor berpindah ke zat padat dari suatu medium luar, misalnya uap, biasanya melalui permukaan logam yang bersentuhan dengan zat padat itu ( pengering adiabatic ) dan dimana perpindahan kalor berlangsung dari suatu medium luar

(Pengering monoadiabatic ) tetapi pada beberapa unit terdapat gabungan pengeringan adiabatik dan nonadiabatik. Pengering ini biasanya disebut pengeringan langsung- tak langsung ( direct- indirect dryer ). 3. CARA PENANGANAN ZAT PADAT DALAM PENGERING Kebanyakan pengering industri menangani zat padat butiran pada sebagian atau keseluruhan siklus pengeringannya, ada juga yang mengeringkan benda- benda besar seperti barang- barang keramik atau lembaran polimer. Dalam pengeringan adiabatik, zat padat itu bersentuhan dengan gas menurut salah satu dari cara berikut : a. Gas ditiupkan melintas permukaan hamparan atau lembaran zat padat, atau melintas satu atau kedua sisi lembaran atau film sinambung. Proses ini disebut pengeringan dengan sirkulasi silang ( cross- circulation drying ). b. Gas ditiupkan melalui hamparan zat padat butiran kasar yang ditempatkan di atas ayak pendukung. Cara ini disebut pengeringan sirkulasi tembus ( through circulation drying ). Sebagaimana juga dalam hal pengeringan sirkulasi silang di sini pun kecepatan gas harus rendah untuk mencegah terjadinya pembawa ikutan ( entertainment ) terhadap zat padat. c. Zat padat disiramkan ke bawah melalui suatu arus gaya yang bergerak perlahan- lahan ke atas, kadang kadang dalam hal ini terdapat pembawa ikutan yang tidak dikehendaki daripada partikel halus oleh gas. d. Gas dialirkan melalui zat padat dengan kecepatan yang cukup untuk memfluidisasikan hamparan. Dalam hal ini tidak dapat dihindarkan terjadinya pembawa ikutan partike; - partikel yang halus. e. Zat padat seluruhnya dibawa ikut dengan arus gas kecepatan tinggi dan di angkut secara pneumatik dari peranti pencampuran ke pemisah mekanik.

Dalam pengeringan nonadiabatic, satu- satunya gas yang harus dikeluarkan ialah uap air atau zat pelarut, walaupun kadang- kadang sejumlah kecil gas penyapu( sweep gas ), biasanya udara atau nitrogen dilewatkan juga melalui unit itu. Pengering- pengering non adiabatik dibeda- bedakan terutama menurut caranya zat padat itu berkontak dengan permukaan panas atau sumber kalor lainnya. a. Zat padat dihamparkan diatas suatu permukaan horizontal yang stasioner atau bergerak lambat dan dimasak hingga kering. Pemanasan permukaan itu dapat dilakukan dengan listrik atau dengan fluida perpindahan kalor seperti uap atau air panas. Atau pemberian kalor itu dapat pula dilakukan dengan pemansan radiasi yang ditempatkan diatas zat padat itu. b. Zat padat itu bergerak di atas permukaan panas, yang biasnaya terbentuk silinder, dengan bantuan pengaduk atau konveyor sekrup ( screw conveyor ) atau kon veyor dayung ( paddle conveyor ). c. Zat padat penggelincir dengan gaya gravitasi di atas permukaan panas yang miring atau dibawa naik bersama permukaan itu selama suatu waktu tertentu dan kemudian dilundurkan lagi kesuatu lokasi baru.

4. FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGERINGAN Pada proses pengeringan selalu diinginkan kecepatan pengeringan yang maksimal. Oleh karena itu perlu dilakukan usahausaha untuk mempercepat pindah panas dan pindah massa (pindah massa dalam hal ini perpindahan air keluar dari

bahan yang dikeringkan dalam proses pengeringan tersebut). Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk memperoleh keepatan pengeringan maksimum, yaitu : 1. Luas permukaan Semakin luas permukaan bahan yang dikeringkan, maka akan semakin cepat bahan menjadi kering. Biasanya bahan yang akan dikeringkan dipotong potong untuk mempercepat pengeringan. 2. Suhu Semakin besar perbedaan suhu (antara medium pemanas dengan bahan yang dikeringkan), maka akan semakin cepat proses pindah panas berlangsung sehingga mengakibatkan proses penguapan semakin cepat pula. Atau semakin tinggi suhu udara pengering, maka akan semakin besar energi panas yang dibawa ke udara yang akan menyebabkan proses pindah panas semakin cepat sehingga pindah massa akan berlangsung juga dengan cepat.

3. Kecepatan udara Umumnya udara yang bergerak akan lebih banyak mengambil uap air dari permukaan bahan yang akan dikeringkan. Udara yang bergerak adalah udara yang mempunyai kecepatan gerak yang tinggi yang berguna untuk mengambil uap air dan menghilangkan uap air dari permukaan bahan yang dikeringkan. 4. Kelembaban udara Semakin lembab udara di dalam ruang pengering dan sekitarnya, maka akan semakin lama proses pengeringan berlangsung kering, begitu juga sebaliknya. Karena udara kering dapat mengabsorpsi dan menahan uap air. Setiap bahan khususnya bahan pangan mempunyai keseimbangan kelembaban udara masingmasing, yaitu kelembaban pada suhu tertentu dimana bahan tidak akan kehilangan air (pindah) ke atmosfir atau tidak akan mengambil uap air dari atmosfir.

5. Tekanan atm dan vakum Pada tekanan udara atmosfir 760 Hg (=1 atm), air akan mendidih pada suhu 100C. Pada tekanan udara lebih rendah dari 1 atmosfir air akan mendidih pada suhu lebih rendah dari 100C.

6. Waktu Semakin lama waktu (batas tertentu) pengeringan, maka semakin cepat proses pengeringan selesai. Dalam pengeringan diterapkan konsep HTST (High Temperature Short Time), Short time dapat menekan biaya pengeringan. (Rohanah, A.,2006).

5. PERALATAN PENGERING Peralatan pengering yang sering digunakan dalam industri terdiri dari dua kelompok yaitu : Pengeringan zat padat dan tapal ( pasta ) Pengeringan zat padat dan tapal terdiri dari pengeringan talam ( tray dryer ) dan pengeringan konveyor- tabir ( screen- conveyor dryer ) untuk bahan bahan yang tidak boleh diaduk dan pengeringan menara ( tower dryer ), pengeringan putar ( rotary dryer ), pengeringan konveyor sekrup ( screw conveyor dryer ), pengeringan hamparan- fluidisasi ( fluid- bed dryer ) dan pengeringan kilat ( flash dryer ), dimana pengadukan boleh dilakukan. a. Pengeringan ( Tray Dryer ) Pengeringan ini terdiri dari sebuah ruang dari logam lembaran yang berisi dua buah truk yang mendukung rak- rak H. Setiap rak mempunyai sejumlah talam dangkal, kira- kira 30-in persegi dan tebal 2 sampai 6- in, yang penuh dengan bahan yang akan dikeringkan. Udar panas disirkulasikan pada kecepatan 7 sampai 15 ft/dt diantara talam dengan bantuan kipas C dan motor D, mengalir melalui pemanas E. Sekat- sekat G membagikan udara itu secara seragam di atas susunan talam tadi. Sebagian udara basah diventilasikan keluar melalui talang pembuang B, sedang udara segar masuk melalui pemasuk A. Rak rak itu disusun di atas roda truk 1, sehingga pada akhir siklus pengeringan truk itu dapat ditarik keluar dari kamar itu dan dibawa ke stasiun penumpahan talam. Pengeringan talam yang tertera pada gambar sangat bermanfaat bila laju prosuksi kecil. Alat ini dapat digunakan untuk pengeringan segala bahan, tetapi karena memerlukan tenaga kerja untuk pemuatan dan pengosongan, baiya operasinya agak mahal. Alat ini biasanya diterapkan untuk pengeringan bahan- bahan bernilai tinggi seperti zat warna atau bahan farmasi.

Pengeringan dengan sirkulasi udara menyilang lapisan zat padat biasanya lambat dan siklus pengeringan pun panjang: 4 sampai 48 jam per tumpak. Kadang- kadang digunakan juga sirkulasi tembus, namun cara ini biasnya tidak ekonomis dan bahkan tidak perlu pada pengering tumpak, karena

pemendekan siklus pengeringan tidaklah akan mengurangi biaya tenaga kerja yang diperlukan untuk setiap tumpak. Namun, mungkin cukup berrati. Pengeringan talam dapat beroperasi dalam vakum, kadang- kadang dengan pemanasan tak- langsung. Talam itu mungkin terletak di atas plat- plat logam bolongyang dilalui uap atau air panas atau kadang- kadang mempunyai ruang lagi untuk fluida pemanas. Uap dari zat padat dikeluarkan dengan ejector atau pompa vakum. Pengering beku terdiri sublimasi air dari es pada vakum tinggi pada suhu di bawah 0 C. Hal ini dilakukan di dalam suatu pengeringan piring vakum khusus untuk mengeringkan vitamin dan berbagai hasil yang peka panas. penghematan energinya

b.

Pengering Konveyor- Tabir Lapisan bahan yang akan dikeringkan setebal 1 sampai 6 in diangkut secara perlahan- lahan di atas tabir logam melalui kamar atau terowongan pengering. Kamar itu terdiri dari sederetan bagian terpisah yang masingmasing mempunyai kipas dan pemanas udaranya sendiri. Pada ujung masuk pengering itu, udara biasanya mengalir ke atas melalui tabir dan zat padat, didekat ujung keluar, dimana bahan itu sudah kering dan mendebu, udara dikeluarkan ke bawah melalui tabir. Suhu dan kelembapan mungkin tidak sama pada masing- masing bagian itu, sehingga terdapat kondisi pengeringan yang optimum pada setiap titik. Pengering konveyor- tabir biasanya mempunyai lebar 6 ft (2 m) dan panjang 12 sampai 150 ft ( 4 sampai 50 m ), dengan waktu pengeringan 5 sampai 120 menit. Ukuran anyaman tabir itu kira- kira 30 mesh. Bahan- bahan bijian kasar, beserpih atau bahan berserat dapat dikeringkan dengan sirkulasi tembus tanpa sesuatu perlaukan pendahuluan dan tanpa ada bahan yang lolos melalui tabir. Akan tetapi, tapal dan ampas saring yang halus- halus harus dipracetak terlebih dahulu untuk dapat ditangani dengan pengering konveyor tabir. Agregat itu biasanya tidak kehilangan bentuknya pada waktu dikeringkan dan tidak tiris sebagai debu melalui tabir itu, kecuali dalam jumlah yang sangat kecil. Kadang- kadang diadakan pula fasilitas untuk memulihkan halusan- halusan yang menipis melalui tabir itu. Pengering konveyor tabir dapat menangani berbagai zat padat secara kontinue dan tanpa penananganan kasar, biasanya sedang, dan konsumsi uap sangat rendah, biasanya 2lb uap per pon air yang menguap. Udara dapat disrikulasikan ulang dan diventilasikan keluar dari masing- masing bagian secara terpisah atau dilewatkan dari satu bagian ke bagian lain secara lawan arah terhadap zat padat. Pengering ini sangat cocok untuk situasi dimana kondisi pengeringan berubah banyak dengan berkurangnya kandungan kebasahan zat padat.

c.

Pengeringan menara Pengeringan menara terdiri dari sederetan talam bundar yang dipasang hbersusun ke awat pada suatu poros tengan yang berputar. Umpan padat dijatuhkan pada talam teratas dab dikenakan pada arus udara panas atau gas yang mengalir melintas talam. Zat padat itu lalu dikikis keluar dan dijatuhkan ke talam berikut dibawahnya. Zat padat itu menempuh jalan seperti itu melalui pengering, sampai kelaur sebagai hasil yang kering dari dassa menara. Aliran zat padat dan gas itu bisa searah dan bisa pula berlawanan arah.

d.

Pengering putar Pengering putar seperti terdapat dalam gambar terdiri dari sebuah selongsong berbentuk silinder yang perputar horizontal atau agak miring ke bawah ke arah luar. Umpan basah masuk dari sautu ujung silinder, bahan itu keluar dari ujung yang satu lagi. Pada waktu selongsong berputaar, sayapsayap yang terdapat didalam mengangkat zat padat itu dan menyiramkannya ke bawah melalui bagian dari selongsong. Pengering putar dapat dipanaskan dengan kontak langsung gas dengan zat padat , dengan gas panas yang mengalir melalui mantel luar atau dengan uap kondensasi diseperangkat tabung longitudinal yang dipasangkan pada permukaan dalam selongsong. Jenis yang dirancang sedemikian rupa dinamakan pengering putar tabung uap. Dalam penegring putar langsung tak langsung ( direct- indirect rotary dryer ) gas panas terlebih dahulu dilewatkan melalui mantel dan masuk kedalam selongsong dimana gas itu berada pada kontak dengan zat padat yang dikeringkan.

e.

Pengering Turbo Pengering turbo ialah sautu penegring menara dengan resirkulasi dalam gas pemanas. Kipas- kipas turbin digunakan untuk mensirkulasikan udara atau gas ke arah luar dianatra bebrapa talam, diatas elemen pemanas dan kearah dalam diantara talam- talam lain. Kecepatan gas biasanya dalah 2 sampai 8 ft/det( n0,6 sampai 2,4 m/det ). Dua talam terbawah merupakan bagaian

pendingin untuk zat padat kering. Udara yang dipanaskan terlebih dahulu biasanya masuk melalui bawah menara dan keluar gas dari atas sehingga terdapat aliran bawah arah. Pengering turbo seperti gambar berfungsi sebagian dengan

pengeringan sirkulasi silang, seperti pada pengering talam dan sebagain dengan menyiramkan partikel- partikel melalui gas panas pada waktu partikel partikel itu jatuh dari satu talam ke talam berikutnya.

f.

Pengering conveyor sekrup Pengering conveyor sekrup adalah suatu pengering kontinue kalor tak langusng yang terdiri pada pokoknya daris ebuah konveyor sekrup horizontal ( atyau konveyor daun) yang terletak di dalam suatu selongsong- bermantel berbentuk silinder. Zat padat yang diumpankan di satu ujung diangkut perlahan- laahn melalui zone panas yang dikeluarkan dari ujung satu lagi. Uap yangkeluar disedot melalui pipa yang dipasang pada atap selongsong. Selongsong itu memiliki diamter 3 sampai 24 in ( 75 sampai 600 mm ) dan panjangnya sampai 20ft( 6 in ), bila diperlukan lebih panjang digunakan bebapa selongsong yang dipasang bersusun satu diatas yang lain. Sering pula unit paling bawah dalam sususnan itu merupakan pendingin dimana air atau bahan pendingin lain yang dilairkan di dlaam mantel. Itu untuk menuruunkan suhu zat padat yang telah dikeringkan tersebut sebelum keluar dari pengering. Laju putar konveyor itu biasanya rendah saja, anatra 3 sampai 30 put/min. Koofisien perpindahan kalor didasarkan atas keseluruhan

permukaaan dalam selongosng, biarpun selongsong itu hanya 10 sampai 60 persen penuh. Koofisien itu bergantung pada pembebanan di dalam selongsong dan keceoatan konveyor. g. Pengering hamparan fluidisasi Gambar menunjukan suatu alat pengering dimana zat padatnya difluidisisasikan dengan gas pengering, yang banyak digunakan dalam masalah penegringan. Partikel- partikel zat padat di fluidisasikan dengan udara atau gas di dalam unit hamparan- hamparan ( boiling bed). Pencampuran dan perpindahan kalor berlangsung sangat cepat. Umpan basah masuk dari atas hamparan, hasial kering keluar dari samping. Partikel- partiikel kecil dipanaskan pada dasarnya sampai suhu cembul kering gas fluidisasai. Bagian-bagian mesin pengering sistem fluidisasi: 1. Kipas (Blower) Kipas (Blower) berfungsi untuk menghasilkan aliran udara, yang akan digunakan pada proses fluidisasi. Kipas juga berfungsi sebagai penghembus udara panas ke dalam ruang pengering juga untuk mengangkat bahan agar proses fluidisasi terjadi. 2. Elemen Pemanas (heater) Elemen Pemanas (heater) berfungsi untuk memanaskan udara sehingga kelembaban relatif udara pengering turun, dimana kalor yang dihasilkan dibawa oleh aliran udara yang melewati elemen pemanas sehingga proses penguapan air dari dalam bahan dapat berlangsung. 3. Plenum Plenum dalam mesin pengering tipe fluidisasi merupakan saluran pemasukan udara panas yang dihembuskan kipas ke ruang pengeringan. Bagian saluran udara ini dapat berpengaruh terhadap kecepatan aliran udara yang dialirkan, dimana arah aliran

udara tersebut dibelokkan menuju ke ruang pengering dengan bantuan sekat-sekat yang juga berfungsi untuk membagi rata aliran udara tersebut. 4. Ruang Pengering. Ruang pengering berfungsi sebagai tempat dimana bahan yang akan dikeringkan ditempatkan. Perpindahan kalor dan massa uap air yang paling optimal terjadi diruang ini. 5. Hopper. Hopper berfungsi sebagai tempat memasukkan bahan yang akan dikeringkan ke ruang pengering.

h.

Pengering kilat Dalam pengeirng kilat dalam gambar zat padat gilingan basah diangkut selama bebrapa detik di dalam arus gas panas. Umpan basah dimasukkan ke dalam pencampur A, dimana ia dicampur dengan sebuah bahan keirng secukupnya untuk membuatnya bebas mengalir. Bahan campuran itu lalu masuk ke dalam penumbuk palu n( hammer mill) yang disapu dari gas bakaran panas dari tungku B. zat padat serbuk itu

lalu dibawa keluar dari penumbuk degan arus gas melalui talang yang cukup panjang, dimana pengeringan itu berlangsung. Gas dan zat padat kering itun dipisahkan dalam dilikon D, dan gas bersih dikeluarkan melalui pengumpan bintang ( star feeder) F, yang menjatuhkannya ke dalam pembagi zat padat G. Pembagi hampir selalu diperlukan untuk mendaur ulangkan sebagian zat padat kering untuk dicampurkan dengan umpan basah. Pembagi itu dioperasikan dengan pengatur basah. Pembagi itu dioperasikan dengan pengatur waktu yang menggerakkan katup penahan( flapper valve ) sehingga zat padat kering kembali ke pencampur selama periode tertentu, dan selama periode tertentu lainnya dikeluarkan sebagai hasil. Biasanya zat padat yang dikembalikan lebih banyak dari yang dikeluarkan.

i.

Pengering Beku ( Frezze Dryer ) Frezze Driyer merupakan suatu alat pengeringan yang termasuk kedalam Conduction Dryer/ Indirect Dryer karena proses perpindahan terjadi secara tidak langsung yaitu antara bahan yang akan dikeringkan (bahan basah) dan media pemanas terdapat dinding pembatas sehingga air dalam bahan basah / lembab yang menguap tidak terbawa bersama media pemanas. Hal ini menunjukkan bahwa perpindahan panas terjadi secara hantaran (konduksi), sehingga disebut juga Conduction Dryer/ Indirect Dryer.

Pengeringan beku (freeze drying) adalah salah satu metode pengeringan yang mempunyai keunggulan dalam mempertahankan mutu hasil pengeringan, khususnya untuk produk-produk yang sensitif terhadap panas. Keunggulan pengeringan beku, dibandingkan metoda lainnya, antara lain adalah : Cara kerja alat Pengoprasian alat tersebut sedikit lebih panjang karena banyak menu display yang harus diseting dahulu dan harus lebih hati-hati karena banyak peralatan/asesoris terbuat dari gelas. Cara oprasionalnya sebagai berikut: ekstrak cairan atau kental sebelum dimasukkan kedalam Freeze Dryer telah dibekukan dalam refrigerator (lemari es) minimal semalam. Setelah membeku kemudian dimasukkan ke dalam alat, alat disetting sesuai dengan yang diinginkan. Oleh vaccum puma alat tersebut akan menyedot solvent yang telah beku (freeze) menjadi uap. Prinsip kerja alat ini adalah merubah fase padat/es/freeze menjadi fase gas (uap). Kegunaan alat Sesuai dengan namanya pula Freeze Dryer (pengering beku) dapat digunakan untuk mengeringkan bahan-bahan cair seperti ekstrak baik cair maupun kental, lebih ditekankan untuk pengeringan ekstrak dengan penyari/solvent dari air. Pengeringan ekstrak relatif lama, sebagai ilustrasi kerja alat tersebut sebagai berikut: untuk mengeringkan ekstrak cair sebanyak 500 ml bisa membutukan waktu lebih dari 20 jam. Untuk itu lebih disarankan ekstrak yang dikeringkan dalam Freeze Dryer sudah dalam ekstrak kentalnya sehingga waktu pengeringan akan lebih cepat sehingga biaya akan lebih murah. Kapasitas alat tersebut mampu mengeringkan ekstrak sampai 6 liter sekaligus. Proses pengeringan beku dengan alat freeze dryer ini berlangsung selama 18-24 jam, karena proses yang panjang inilah membuat produk-produk bahan alam ini menjadi lebih stabil dibandingkan dengan metode pengeringan yang lain seperti pengeringan semprot atau yang dikenal dengan spray drying. Pengeringan beku ini dapat meninggalkan kadar air sampai 1%, sehingga produk bahan alam yang dikeringkan menjadi stabil dan sangat memenuhi syarat untuk pembuatan sediaan farmasi dari bahan alam yang kadar airnya harus kurang dari 10%. pada prosesnya yang panjang ini sampel akan dibekukan terlebih dahulu, lalu setelah itu dimasukkan kedalam alat freeze dryer yang akan diset suhu dan tekanannya dibawah titik triple. dan akan terjadi proses sublimasi yaitu dari padat

menjadi gas. Penggunaan freeze drying ini sendiri juga telah banyak diaplikasikan dalam pengeringan produk makanan, hasil dari pengeringan ini tidak merubah tekstur dari produk itu sendiri dan cepat kembali kebentuk awalnya dengan penambahan air. Untuk proses pengeringan beku (freeze dryer), menurut Muchtadi (1992), bahan yang dikeringkan terlebih dahulu dibekukan kemudian dilanjutkan dengan pengeringan menggunakan tekanan rendah sehingga kandungan air yang sudah menjadi es akan langsung menjadi uap, dikenal dengan istilah sublimasi. Pengeringan menggunakan alat freeze dryer lebih baik dibandingkan dengan oven karena kadar airnya lebih rendah. Pengeringan menggunakan alat freeze dryer/pengering beku lebih aman terhadap resiko terjadinya degradasi senyawa dalam ekstrak. Hal ini kemungkinan karena suhu yang digunakan untuk mengeringkan ekstrak cukup rendah.

j. Vaccum Dryer Vakum ialah proses menghilangkan air dari suatu bahan, bersama dengan penggunaan panas maka vakum dapat menjadi suatu metode pengeringan yang efektif. Pengeringan dapat dicapai dalam suhu yang lebih rendah sehingga lebih hemat energi. Metode ini cocok untuk mengeringkan bahan yang sensitif terhadap panas atau bersifat volatil karena waktu pengeringannya yang singkat. Kelebihan yang lain dari pengeringan menggunakan vakum ialah dapat digunakan untuk

mengeringkan bahan yang tak bisa dikeringkan jika terdapat kehadiran air. Sistem ini terdiri dari ruang vakum (bisa stationer atau berputar), pompa dengan katup dan gauge serta sumber panas. Proses pengeringan vakum sering melibatkan beberapa langkah penerapan panas dan vakum. Mengurangi tekanan pada permukaan cairan akan membuat cairan tersebut menguap tanpa perlu diikuti kenaikan suhu. Ada dua tipe pengering vakum, yaitu Double cone Rotary Vacuum Dryer dan Cylindrical shell rotary vacuum dryer. Pada Double cone Rotary Vacuum Dryer ruang pengering dipasang pada poros yang berputar. Proses pengeringan melibatkan pemusingan dari ruang chamber yang memungkinkan gerakan jatuh turun. Pada Cylindrical shell rotary vacuum dryer, di dalam ruang pengering dipasangi dengan alat pemusing untuk mencampur dan mengaduk. Tipe ini digunakan biasanya untuk produksi batch dalam jumlah besar.

PENGERING LARUTAN DAN BUBUR Beberapa jenis pengering dapat men guapkan larutan dan bubur sampai keirng dengan cara termal. Contohnya ialah pengeirng semprot ( spray dryer ), pengeirng film- thin dan pengeirng tromol. a. Pengering semprot Dalam pengering semprot seperti gamabr bubur dan larutan didispersikan ke dalam arus gas panas dalam bentuk halus dan tetesan halus.

Kebasahan akan menguap cepat dari tetsan itu dan meninggalkan partikel zat padat keirng, yang lalu akan dipisakhan dari arus gas. Aliran zat dan gas itu bias searah, bias lawan arah atau meruupakan gabungan keduanya di dalam satu unit. Tetesan tetesan itu dibentuk di dalam kamar pendingin berbentuk silinder dengan nossel tekanan, dengan nossel dua fluida, atau di dalam pengering ukuran besar, dengan piring semprot kecepatan tinggi Keuntungan pokok dari pengerin g semprot adalah bahwa waktu pengeringannya sangat singkat, sehingga memungkinkan pengeringan bahanbahan yang peka panas dan menghasilkan partikel- partikel berbentuk bola pejal maupun bolong. Pengering semprot mempunyai keuntungan pula dalam menghasilkan langsung dari larutan, bubur atau tapal encer suatu hasil kering yang siap untuk dikemas. Pengeirng semprot dapat menggabungkan fungsi evaporasi, kristalisator, pengering, unit penghalus dan unit klasifikasi. Bilaman hal ini dapat diterapkan, penyederhanaan yang dihasilkannya terhadap proses keseluruhan cukup banyak artinya. Jika dianggap sebagai pengeirng saja, pengering semprot tidaklah terlalu efisien. Banyak kalor terbuang didalam gas keluar. Alat itu besar dan memakan tempat, kadang- kadang tingginya sampain80ft ( 25m) dan operasinya sulit. Dalam mengeirngkan larutan dengan penegring semprot, penguapan dari permukaan tetsan menyebabkan terjadinya pengendapan zat terlarut pada permukaan sebelum bagian interior tetsan itu mencapai kejenuhan. Laju difusi zat terlarut kembali dalam tetsan itu lebih lambat dari pengaliran air dari interior ke permukaan, dan keseluruhan kandungan zat padat akan mengumpul pada permukaan. Zat padat kering yang didapatkan sebagai hasil akhir biasanya lowong, dan hasil dari pengering semprot biasanya sangat berpori.

b. Pengering film tipis Pengering film tipis dapat mengangani zat cair m,aupun bubur dan mnenghasilkan hasil pdat yang keirng dan bebas mengalir. Alat ini bisanya terdiri dari dua bagian, bagian pertama merupakan pengering penguap vertical. Sebagian bessar zat cair dikeluarkan disini dari umpan dan zat padat setengah basah dibuang ke bagian dua dimana sisa kandungan zat cair dalam bahan pertama diturunkan lagi hingga nilai yang dikehendaki. Efisiensi termal penegring film tipis biasanya tinggi, dan kehilangan zat padatnya juga kecil, karena dalam hal ini tidak ada atau hampir tidak ada gas yang disedot melaui unit itu. Alat ini sangat bermanfaat untuk memulihkan plearut dari hasil padat. Alat ini relative mahal dan luas permukaan perpindahan kalornya terbatas. Laju pengumpanan yang wajar untuk umpan yang basah air dan basah pelarut, biasanya berkisar antara 20-40 lb/ft-hours ( 100-200 kg/m^3jam)

c.

Pengering Tromol Pengering tromol terdiri dari satu rol logam atau lebih yang dipanaskan di luar tromol itu sampai kering. Zat padat kering dikikis dari rol pada waktu rol berputar dengan perlahan- lahan. Contoh penegring tromol, dalam hal ini pengering tromol ganda dengan umpan dari tengah. Zat cair diumpankan dari aplung atau dari pipa berpeforasi ke dalam kolam di dalam ruang di atas dan diantara kedua rol. Kolam itu dibatasi oleh plat- plat ujung yang stasioner. Kalor berpindah melalui konduksi ke zat cair, yang dikonsentrasikan sebagain di dalam ruang diantara kedua rol. Zat cair pekat keluar dari dasar kolam itu sebagian suatu lapisan viskos yang menutupi sisa permukaan tromol. Hampir seluruh zat cair menguaap dari zat padat bersamaan

dengan berputarnya tromol dan meninggalkan lepisan tipis yang terdiri dari bahan kering yang kenudian dikikis dengan daun pisang ke dalam konveyor yang terlatak di bawahnya. Kebsahan yang menguap itu lalu dikumpuklan dan dikeluatkan memalui pengeluaran uap diatas tromol. Pengering tromol ganda efektif untuk larutanb encer, juga untuk larutan pekat dari bahan yang sangat mudah larut, serta untuk bubur yang tidak terlalu pekat. Alat ini tidak cocok untuk larutan garam yang kelarutannya terbatas atau untuk bubur zat padat abrasive yang cenderung mengendap dan membangkitkan tekanan yang berlebihan antara kedua tromol.

PEMILIHAN PERALATAN PENGERINGAN Pertimbangan- pertimbangan yang harus diperhatikan dalam pemilihan laat pengeringan antra lain : a. Kemudahan operasi terutama kemampuannya dalam menghasilkan produk yang dikehendaki dalam bentuk dan laju yang diperlukan. b. Sifat maing- masing alat pengering, menentukan jenis pengering mana yang dipakai c. Faktor biaya investasi dan biaya operasi, namun perhatian harus diberikan pula pada biaya keseluruhan system operasi, tidak hanya pada unit pengeringan saja.

NERACA MASA PADA PERLATAN PENGERING Pada partikel- partikel padat yang lembab, cairan yang harus dipisahkan dapat berada sebagai : a. b. Cairan bebas, tak terikat pada permukaan partikel Cairan yang terikat oleh gaya kapiler dan diadsorbsi di dalam pori-m pori partikel ( pada bahan yang higrokopis )

NERACA PANAS PADA PERALATAN PENGERINGAN Perpindahan panas pada opengeringan dapat berlangusng secara langsung maupun tidak langsung tergantung pada suhu pengeirngan baik dibawah titik didh dari cairan yang harus diuapkan ( pengeringan dengan pengab utan) atauoun pada suhu didihnya ( pengeringan dan pengupan). Proses penegringan ini dapat dibagi menjadi konveksi, pengeirngan kontak dan pengeringan radiasi. 1. Pengeringan konveksi Pada proses ini panas yang diperlukan dipindahkan langsung ke bahan yang kan dikeingkan oleh suatu gas panas ( biasanya udara ). Dalam hal ini bahan yang akan dikeringkan dapat dikontakkan dengan udara panas. 2. Pengeringan kontak Pada proses ini, panas dibutuhkan diberikan pada bahan dengan penghantaran panas tak langusng. Dalam hal ini bahan yang dikeringkan pada permukaan yang telah dipanasi (misalnya dlaam lemari penegring vakum, alat penegring drum) atau dengan alat pengering piring, alat pengering kerucut ganda, alat pengering serok. 3. Pengeringan radiasi Pada proses ini, panas yang diperlukan dipindahkan secara langung sebagai radiasi infra merah dari sumber panas ke bahan yang akan dikeringkan. Untuk memindahkan kuantitas panas yang besar, tempertur raidasi harus sangat tinggi ( 400-2000 0C )

APLIKASI PENGERINGAN 1. Pembuatan superfosfat

DAFTAR PUSTAKA

Amin, Jaksen M, dkk. Modul Peralatan Industri Proses II. 2012. Politeknik Negeri Sriwijaya : Palembang. Mc Cabe, dkk. Unit Operation of Chemical Engineering fifth edition.1993.printed by Singapore : Singapura.

Anda mungkin juga menyukai