Anda di halaman 1dari 3

SAATNYA PROPERTY TUMBUH KE ATAS BUKAN MELEBAR

Oleh Muhammad Khoirul Fuddin

Berbicara propertylangsung itu sudah berlangsung pada tahun ' perumahan cukup memangtahun terakhir ini. dan menarik

(erubah pola pikir kita tentang banyak mengandung pro perumahan merupakan salah satu cara dimana kontra di dalamnya. Pada agar masyarakat dapat mendapatkan hunian suatu sisi permintaan yang layak dan luas lahan pertanian yang perumahan terus melonjak pesat tanpa produkti% tidak tergerus lebih banyak lagi. diimbangi dengan penawaran perumahan yang Pertanyaan yang muncul selanjutnya Apa pola mampu menyerap permintaan pasar akan pikir yang perlu dirubah? yang harus dirubah perumahan. adalah kita sebagai masyarakat ndonesia Pertanyaan yang muncul kemudiasudah saatnya memikirkan kesejahteraan adalah Apabila permintaan dan penawaranrakyat luas bukan pribadi semata. Ber%ikirlah perumahan mencapai titik ekuilibrium di pasar,untuk memiliki sebuah apartemen susun dari dalam arti masyarakat mempunyai rumah yangpada rumah. mereka inginkan apakah sudah habis masalah tentang T !A". perumahan? jawabannya adalah !engan memiliki sebuah apartemen susun sebenarnya kita turut menghemat lahan yang nantinya akan berdampak pada semakin

"ebanyakan dari kita sebagai bangsasedikit lahan yang akan dipergunakan untuk ndonesia, dikatakan memiliki hunian idealmembuat hunian sehingga lahan ' lahan adalah memiliki saja sebuah apabila rumah setiap menjadi akan pribadi.pertanian yang ada masih bisa dipertahankan. indi#idu lahan tumbuh, Akan tetapi apakah kita siap dengan perubahan pola pikir seperti itu? $aya rasa apabila kita masih memiliki rasa social yang tinggi, memikirkan nasib kedepan bangsa dan anak cucu kita. $udah pastinya kita bisa berka semakin)a saya sanggup mengubah paradigma saya Bayangkan yang harus

menginginkan rumah pribadi, berapa lahan dibebaskan yang nantinya perumahan

tumbuhan beton yang bernama rumah. $ecara tidak langsung

banyaknya rumah yang tumbuh maka akandari yang ingin memiliki rumah yang luas semakin banyak lahan produkti% di bidangberganti hanya dengan hunian apartemen pertanian yang mulai tergerus dan akhirnyabertingkat menyempit. &angan salahkan kalau nanti kita menjadi negara pengimpor bahan ' bahan kebutuhan pokok, walaupun secara tidak Bukankah kita bangsa ndonesia yang suka akan asas kekeluargaan dan gotong royong? Apatemen susun itu solusinya, bukan

seperti yang kita lihat selama ini, dimana luas tetapi hunian itu cukup hanya rumah susun banyak rumah yang punya pagar disekitarnyaatau apatemen sampai semutpun sulit masuk. $elama ini kita berdebat, mengapa selalu ekspor terhadap kebutuhan pokok untuk makan, padahal kita negara agraris. *egara agraris itu dulu, waktu kita punya berates ' ratus hektar tanah pertanian produkti% yang sekarang lahan. Tidak jarang pula kita mengeluhkan biaya hunian ideal, kita menginginkan rumah pribadi supaya dikatakan hidup kita sejahtera karena kebutuhan primer kita terpenuhi tetapi di sisi lain kita juga memangkas lahan pertanian demi mewujudkan ambisi kita. Apakah itu yang disebut bangsa ndonesia yang memiliki rasa sosialitas yang tinggi? $ementara di pihak perbanakan berubaha menjadi komplek perumahan ' perumahan elit yang rakus akan

menawarkan hunian rumah yang semakin berjibun dan #ariati% dengan tujuan mencapai untung sebesar ' besarnya, tanpa memikirkan semakin banyak lahan produkti% yang tergerus? tu bukan tanggung jawab pemerintah saja mengenai kasus ini. Tetapi kita sebagai warga ndonesia harus sadar betul tentang arti hunian sebagai kebutuhan perimer. Bukan rumah pribadi yang kita butuhkan, akan tetapi hunian. !an hunian itu bisa berbentuk rumah susun atau apartemen. (encoba untuk ber%ikir bahwa hunia bukanlah rumah yang lebar dan