Anda di halaman 1dari 4

Definisi Selulitis Istilah selulitis digunakan suatu penyebaran oedematus dari inflamasi akut pada permukaan jaringan lunak

dan bersifat difus. Selulitis dapat terjadi pada semua tempat dimana terdapat jaringan lunak dan jaringan ikat longgar, terutama pada muka dan leher, karena biasanya pertahanan terhadap infeksi pada daerah tersebut kurang sempurna. Selulitis mengenai jaringan subkutan bersifat difus, konsistensinya bisa sangat lunak maupun keras seperti papan, ukurannya besar, spongius dan tanpa disertai adanya pus, serta didahului adanya infeksi bakteri. Tidak terdapat fluktuasi yang nyata seperti pada abses, walaupun infeksi membentuk suatu lokalisasi cairan (Peterson, !!"#. Penyebaran infeksi selulitis progressif mengenai daerah sekitar, bisa melewati median line, kadang$kadang turun mengenai leher (Pedlar, !!%#. &tiologinya berasal dari bakteri Streptococcus sp. 'ikroorganisme lainnya negatif anaerob seperti Pre(otella, Porphyromona dan )usobacterium (*erini, et al, +,,,#. Infeksi odontogenik pada umumnya merupakan infeksi campuran dari berbagai macam bakteri, baik bakteri aerob maupun anaerob mempunyai fungsi yang sinergis (Peterson, !!"#. Infeksi Primer selulitis dapat berupa perluasan infeksi-abses periapikal, osteomyielitis dan perikoronitis yang dihubungkan dengan erupsi gigi molar tiga rahang bawah, ekstraksi gigi yang mengalami infeksi periapikal-perikoronal, penyuntikan dengan menggunakan jarum yang tidak steril, infeksi kelenjar ludah (Sialodenitis#, fraktur compound maksila - mandibula, laserasi mukosa lunak mulut serta infeksi sekunder dari oral malignancy. 'enurut *erini, et al (+,,,# selulitis dapat digolongkan menjadi. +. Selulitis Sirkumskripta Serous /kut Selulitis yang terbatas pada daerah tertentu yaitu satu atau dua spasia fasial, yang tidak jelas batasnya. Infeksi bakteri mengandung serous, konsistensinya sangat lunak dan spongius. Penamaannya berdasarkan ruang anatomi atau spasia yang terlibat. . Selulitis Sirkumskripta Supurartif /kut Prosesnya hampir sama dengan selulitis sirkumskripta serous akut, hanya infeksi bakteri tersebut juga mengandung suppurasi yang purulen. Penamaan berdasarkan spasia yang dikenainya. 0ika terbentuk eksudat yang purulen, mengindikasikan tubuh bertendensi membatasi penyebaran infeksi dan mekanisme resistensi lokal tubuh dalam mengontrol infeksi. Peterson ( !!"# beranggapan bahwa selulitis dan

abses sulit dibedakan, karena pada beberapa pasien dengan indurasi selulitis mempunyai daerah pembentukan abses. a. Selulitis Difus /kut Dibagi lagi menjadi beberapa kelas, yaitu. +# 1udwig2s /ngina # Selulitis yang berasal dari inframylohyoid "# Selulitis Senator2s Difus Peripharingeal 3# Selulitis )asialis Difus 4# )ascitis 5ecroti6ing dan gambaran atypical lainnya b. Selulitis 7ronis Selulitis kronis adalah suatu proses infeksi yang berjalan lambat karena terbatasnya (irulensi bakteri yang berasal dari fokus gigi. *iasanya terjadi pada pasien dengan selulitis sirkumskripta yang tidak mendapatkan perawatan yang adekuat atau tanpa drainase.

".Selulitis Difus yang Sering Dijumpai Selulitis difus yang paling sering dijumpai adalah /ngina 1udwig2s . /ngina 1udwig2s merupakan suatu selulitis difus yang mengenai spasia sublingual, submental dan submandibular bilateral, kadang$kadang sampai mengenai spasia pharingeal. Selulitis dimulai dari dasar mulut. Seringkali bilateral, tetapi bila hanya mengenai satu sisi- unilateral disebut Pseudophlegmon.

*iasanya infeksi primer dari selulitis berasal dari gigi molar kedua dan ketiga bawah, penyebab lainnya adalah sialodenitis kelenjar submandibula, fraktur mandibula compund, laserasi mukosa lunak mulut, luka yang menusuk dasar mulut dan infeksi sekunder dari keganasan oral. 8ejala klinis dari /ngina 1udwig2s (Pedlar, !!%#, seperti oedema pada kedua sisi dasar mulut, berjalan cepat menyebar ke leher hanya dalam beberapa jam, lidah terangkat, trismus progressif, konsistensi kenyal 9 kaku seperti papan, pembengkakan warna kemerahan, leher kehilangan anatomi normalnya, seringkali, disertai demam-kenaikkan temperatur tubuh, sakit dan sulit menelan, kadang sampai sulit bicara dan bernafas serta stridor. /ngina 1udwig2s memerlukan penangganan sesegera mungkin, berupa rujukan untuk mendapatkan perawatan rumah sakit, antibiotik intra(enous dosis tinggi,

biasanya untuk terapi awal digunakan /mpisillin dikombinasikan dengan metronida6ole, penggantian cairan melalui infus, drainase through and through, serta penangganan saluran nafas, seperti endotracheal intubasi atau tracheostomi jika diperlukan.

/bses /bses adalah daerah jaringan yang terbentuk dimana didalamnya terdapat nanah yang terbentuk sebagai usaha untuk melawan akti(itas bakteri berbahaya yang menyebabkan infeksi. Sistim imun mengirimkan sel darah putih untuk melawan bakteri. Sehingga nanah atau pus mengandung sel darah putih yang masih aktif atau sudah mati serta en6im. /bses terbentuk jika tidak ada jalan keluar nanah atau pus. Sehingga nanah atau pus tadi terperangkap dalam jaringan dan terus membesar. /bses dapat terbentuk pada seluruh bagian di dalam tubuh. 7hususnya di dalam mulut, dapat terbentuk di gusi, gigi, atau akarnya. *akteri dapat masuk dengan beberapa jalan. +. 'elalui luka yang terbuka . 'elalui lubang karies ". 'elalui poket atau gusi yang terbuka

Perbedaan /bses dan Selulitis

Sumber Peterson 1 0., et al. !!". :ontemporary ;ral and 'a<illofascial Surgery. 3th ed. 'osby. Saint 1ouis. 'issouri Topa6ian = 8oldberg. Saunders. Philadelphia !!3. ;ral and 'a<illofacial Infections. "rd ed. >*.

Pedlar, 0onathan. !!%. ;ral and 'a<illofacial Surgery. nd ed. &lse(ier. 1ondon