Anda di halaman 1dari 11

TUGAS I

MATA KULIAH PERANCANGAN ALAT DAN MESIN PERTANIAN KONSEP PERANCANGAN MESIN PENGGILING DAN PENGAYAK CENGKEH

Oleh Taufik A. Sidik 240 00!00"#

$URUSAN TEKNIK DAN MANA$EMEN INDUSTRI PERTANIAN %AKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN UNI&ERSITAS PAD$AD$ARAN $ATINANGOR 20

. .

P'(da)u*ua( Setiap aktivitas yang berkaitan dengan pengembangan teknologi pertanian diupayakan

untuk mendukung produktivitas pertanian itu sendiri. Berbagai aspek dan komponen pendukung produktivitas pertanian perlu dikembangkan dan senantiasa diperbaharui secara berkelanjutan, berkaitan dengan kebutuhan manusia sebagai pengguna dan penyelenggara produksi pertanian. Proses produksi pertanian yang telah dikembangkan senantiasa membutuhkan berbagai perlakuan lanjutan bersifat teknis yang berkaitan dengan modifikasi alat dan mesin pendukung proses produksi. Dengan tujuan kemudahan dalam proses pengolahan bahan hasil pertanian, proses pengolahan yang termekanisasi menjadi salah satu jawaban atas kebutuhan petani dan pengembang dalam memajukan pertanian, khususnya di ndonesia. ndonesia sendiri merupakan negara dengan kekayaan alam yang melimpah yang memiliki varietas tanaman yang beragam dan bermanfaat tinggi bagi kelangsungan hidup masyarakatnya. Pembangunan di sektor pertanian telah menjadi bagian integral pembangunan nasional yang telah mendapatkan tempat dan peranan strategis. !ntuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pembangunan sektor pertanian, pencarian potensi perkembangan di bidang mekanisasi pertanian dapat dilakukan untuk membantu petani dan penyelenggara pengolahan pertanian demi tercapainya stabilitas produksi pertanian di tingkat menengah dan bawah. "fisiensi dan efektifitas yang terwujud dalam usaha pengolahan bahan hasil pertanian selanjutnya dapat memberikan keuntungan yang berlipat, secara ekonomis, sosial, dan budaya. #euntungan finansial bagi petani dan pengolah menjadi prioritas utama yang menjadi dasar dilakukannya berbagai pengembangan dan modifikasi alat dan mesin pertanian. Berbasiskan kebutuhan efisiensi dan efektifitas finansial yang berhubungan dengan produktivitas tenaga dan lahan usaha tani, analisis terhadap modifikasi alat dan mesin pertanian perlu dilakukan untuk menekan ongkos produksi, memberi nilai tambah bagi bahan hasil pertanian, mengurangi kejerihan petani dan pengolah bahan hasil pertanian, serta meningkatkan pendapatan petani yang bersangkutan. Berbagai tahap pengolahan dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah bagi bahan hasil pertanian, seperti pada pemanfaatan cengkeh di wilayah #alimantan $imur. %engkeh &Syzygium aromaticum, syn. Eugenia aromaticum', dalam bahasa nggris disebut cloves, adalah tangkai bunga kering beraroma dari keluarga pohon (yrtaceae. %engkeh adalah tanaman asli ndonesia, banyak digunakan sebagai bumbu masakan pedas di negara)

negara "ropa, dan sebagai bahan utama rokok kretek khas ndonesia. %engkeh ditanam terutama di ndonesia &#epulauan Banda' dan (adagaskar, juga tumbuh subur di *an+ibar, ndia, dan Sri ,anka. %engkeh &Syzygium aromaticum' termasuk jenis tumbuhan perdu yang dapat memiliki batang pohon besar dan berkayu keras, cengkeh mampu bertahan hidup puluhan bahkan sampai ratusan tahun, tingginya dapat mencapai -. )/. meter, berdaun lonjong yang berbungan pada pucuk)pucuknya serta memiliki cabang)cabang yang cukup lebat. %abang)cabang dari tumbuhan cengkeh tersebut pada umumnya panjang dan dipenuhi oleh ranting)ranting kecil yang mudah patah . (ahkota atau juga la+im disebut tajuk pohon cengkeh berbentuk kerucut . Daun cengkeh berwarna hijau berbentuk bulat telur memanjang dengan bagian ujung dan panggkalnya menyudut, rata)rata mempunyai ukuran lebar berkisar -)/ cm dan panjang daun tanpa tangkai berkisar 0,1 )2-,1 cm. Bunga dan buah cengkeh akan muncul pada ujung ranting daun dengan tangkai pendekserta bertandan. Pada saat masih muda bunga cengkeh berwarna keungu)unguan , kemudian berubah menjadi kuning kehijau)hijauan dan berubah lagi menjadi merah muda apabila sudah tua. Sedang bunga cengkeh keringakan berwarna coklat kehitaman dan berasa pedas sebab mengandung minyak atsiri. !mumnya cengkeh pertama kali berbuah pada umur 3)0 tahun. %engkeh akan dipanen jika sudah mencapai panjang 2,1)- cm. $umbuhan cengkeh akan tumbuh dengan baik apabila cukup air dan mendapat sinar matahari langsung. Di ndonesia , %engkeh cocok ditanam baik di daerah daratan rendah dekat pantai maupun di pegunungan pada ketinggian 4.. meter di atas permukaan laut. . . . S'+a,a) C'(-k') Pada abad yang keempat, pemimpin Dinasti 5an dari $iongkok memerintahkan setiap orang yang mendekatinya untuk sebelumnya menguyah cengkeh, agar harumlah napasnya. %engkeh, pala dan merica sangatlah mahal di +aman 6omawi. %engkeh menjadi bahan tukar menukar oleh bangsa 7rab di abad pertengahan. Pada akhir abad ke)21, orang Portugis mengambil alih jalan tukar menukar di ,aut ndia. Bersama itu diambil alih juga perdagangan cengkeh dengan perjanjian $ordesillas dengan Spanyol, selain itu juga dengan perjanjian dengan sultan dari $ernate. Orang Portugis membawa banyak cengkeh yang mereka peroleh dari kepulauan (aluku ke "ropa. Pada saat itu harga 2 kg cengkeh sama dengan harga 0 gram emas.

Perdagangan cengkeh akhirnya didominasi oleh orang Belanda pada abad ke)20. Dengan susah payah orang Prancis berhasil membudayakan pohon %engkeh di (auritius pada tahun 200.. 7khirnya cengkeh dibudayakan di 8uyana, Brasilia dan *an+ibar. Pada abad ke)20 dan ke)29 di nggris harga cengkeh sama dengan harga emas karena tingginya biaya impor. 8aya hidup masyarakat yang berkaitan dengan pemanfaatan cengkeh dapat dilihat dengan semakin banyaknya pengguna rokok. Dalam pengaplikasiannya cengkeh dapat dimanfaatkan sebagai pemberi rasa pada rokok sehingga rokok dengan penambahan cengkeh memiliki aroma dan rasa khas. Pemanfaatan cengkeh pada industri rokok dilakukan dengan spesifikasi hasil penggilingan dan pengayakan 2)/ mm untuk kemudian dipadukan dengan tembakau untuk memberi aroma dan cita rasa bagi rokok hasil produksi. Pada kenyataannya , petani cengkeh umumnya hanya menjual cengkeh kering yang belum diolah sehingga belum memiliki nilai tambah yang tinggi. Pengolahan lanjutan secara kecil)kecilan yang dapat dilakukan oleh petani cengkeh diharapkan dapat memberi nilai ekonomis yang lebih tinggi dibandingkan dengan cengkeh kering yang belum diolah. Spesifikasi penjualan yang berorientasi pada pengolahan bahan cengkeh kering untuk industri rokok berupa penerapan metode penggilingan cengkeh kering berskala kecil bagi petani cengkeh dapat menjadi salah satu upaya peningkatan nilai tambah cengkeh hasil panen bagi petani di daerah (aluku !tara. Berdasarkan analisis di atas, maka perlu dikemukakan suatu alternatif pendekatan konsep perancangan dan penerapan alat mesin yang berfungsi sebagai penggiling dan pengayak cengkeh dengan spesifikasi tujuan sebagai (esin Penggiling dan Pengayak %engkeh !ntuk !saha ndustri 6okok #elas (enengah.

.2.

P'(d'ka.a( Ma/a*a) Penggilingan cengkeh kering yang selama ini dilakukan dengan mesin

.2. . Ta)a0 0'(-'12a(-a( da( 0'(',a0a( .'k(3*3-i 0'(--i*i(-a( da( 0'(-a4aka( penggiling:perajang cengkeh umumnya tidak menghasilkan hasil penggilingan yang seragam

karena tidak melalui proses pengayakan sehingga kualitas rokok yang kemudian dipasarkannya pun memiliki kualitas yang kurang baik. #ualitas penggilingan yang kurang baik dapat dilihat pada hasil industri rokok itu sendiri. Proses penggilingan yang kurang sempurna akan mengakibatkan rokok masih memiliki kandungan bongkahan cengkeh yang berukuran besar. Dengan pengaplikasian teknologi penggilingan dan pengayakan bagi bahan cengkeh kering selanjutnya akan menghasilkan bahan baku industri rokok yang telah siap pakai dan siap olah menjadi bahan baku campuran tembakau dengan hasil penggilingan yang relatif seragam serta dapat dilakukan oleh petani ataupun industri kecil yang bertindak sebagai penyuplai cengkeh sebagai bahan baku industri rokok. Dengan pengaplikasian teknologi penggilingan dan pengayakan bagi penyuplai bahan baku cengkeh untuk industri rokok, akan dihasilkan cengkeh hasil penggilingan yang berukuran seragam yang selanjutnya dapat meningkatkan nilai tambah bagi bahan baku cengkeh yang akan dijual. a. P'(--a12a,a( 1a/a*a) Salah satu kendala kurang berkembangnya pertanian di ndonesia adalah ketika petani yang bertindak selaku pihak penyedia bahan baku industri berbasiskan pertanian tidak memiliki suatu keinginan dan motivasi untuk menjelajahi berbagai peluang yang mungkin muncul dengan memanfaatkan potensi pertanian yang dimilikinya sehingga dapat meningkatkan taraf hidupnya. !mumnya petani cengkeh di ndonesia, khususnya di ndonesia bagian $engah dan $imur sudah merasa puas hanya bertindak sebagai pengolah bahan mentah berupa cengkeh kering yang kemudian dijual kepada tengkulak yang memanfaatkan keadaan tersebut. %engkeh, seperti halnya bahan baku hasil pertanian pada umumnya memiliki nilai jual yang dapat berubah)ubah tergantung dari tahapan)tahapan yang telah dilaluinya sebelum bahan baku tersebut sampai ke tangan industri pertanian. Berbagai proses pengolahan dan perlakuan lanjutan terhadap bahan hasil pertanian bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah yang dimiliki oleh bahan hasil pertanian itu sendiri, salah satunya adalah dengan pengecilan ukuran seperti penggilingan:perajangan dan pengayakan yang dapat diaplikasikan pada tanaman cengkeh. ;amun, kurangnya kesadaran dan pengetahuan petani cengkeh akan hal tersebut menjadi salah satu alasan utama yang menghambat perkembangan dan kemandirian dari petani itu

sendiri. Selain itu, mahal dan kurang efisiennya proses pengolahan yang harus ditempuh menyebabkan petani enggan untuk merintis upaya pengembangan potensi dan usahanya sebagai penyedia bahan baku hasil pertanian. Pengolahan lanjutan terhadap tanaman cengkeh yang selama ini telah dilakukan oleh petani cengkeh adalah hanya sebatas pengeringan dengan menjemur bahan di bawah sinar matahari. #ebutuhan industri rokok yang berbahan baku pertanian cengkeh terhadap cengkeh kering yang telah digiling:dirajang yang bertujuan untuk menekan biaya produksinya selaiknya dapat menjadi pertimbangan petani untuk mengembangkan usahanya sehingga bersifat spesifik dengan cara melakukan proses penggilingan cengkeh kering yang telah mereka jemur. !ntuk itulah perlu dilakukan alternatif pengembangan usaha pertanian cengkeh di #alimantan $imur dengan teknologi yang termekanisasi berskala kecil yang diharapkan dapat memberi hasil sebagai berikut< 2. $erciptanya suatu alat mesin pengolahan bahan hasil pertanian yang efisien dan efektif, namun berskala kecil sehingga mudah digunakan dan murah. -. Peningkatan nilai tambah bagi bahan hasil pertanian cengkeh yang akan dijual oleh petani cengkeh kepada industri rokok. /. Peningkatan taraf hidup petani sebagai dampak peningkatan pendapatan hasil penjualan cengkeh. 3. (eningkatnya efisiensi kerja sekaligus menekan biaya produksi industri rokok. 1. (endorong petani untuk meningkatkan kinerjanya dengan proses perjangan dan pengayakan termekanisasi berskala kecil sebagai pemicu minatnya terhadap proses yang termekanisasi pada pengolahan pertanian lain. 2. P'1i*i)a( a*.',(a.if Berbagai pertimbangan pendekatan perancangan terhadap alat mesin pertanian perajang dan pengayak cengkeh perlu dilakukan untuk mendapatkan suatu rancangan alat mesin pertanian yang efektif, efisien, dengan harga terjangkau, moveable, serta memenuhi syarat keamanan dan kenyamanan kerja bagi petani. Pemilihan terhadap faktor)faktor penentu kinerja alat mesin yang dilakukan didasarkan pada ketersediaan komponen)komponennya. 5al tersebut dilakukan sehingga mesin perajang dan pengayak yang dirancang dapat dengan mudah dibuat dan diproduksi secara massal.

Proses pengecilan ukuran secara umum terdiri atas tiga tingkatan &Brown dkk, 2419', yaitu < 2. Pengecilan ukuran kasar, merupakan pengecilan ukuran dengan bahan yang ukuran partikelnya lebih dari 1 cm. -. Pengecilan ukuran sedang, merupakan pengecilan ukuran dengan bahan yang ukuran partikelnya - = 1 cm. /. Pengecilan ukuran halus, merupakan pengecilan ukuran dengan bahan yang ukuran partikelnya lebih kecil dari - cm. 7dapun mesin perajang cengkeh yang umum beredar adalah < 2. Perajang cengkeh skala industri. -. Perajang cengkeh skala menengah /. Penggiling tradisional. Sementara itu, secara umum alat yang digunakan dalam proses pengecilan menurut 5unt &2409', terdiri atas< 2. Penggiling palu &Hammer mill', merupakan penggiling yang memperkecil ukuran bahan dengan mempergunakan tumbuka palu. Putaran motor yang tinggi &-1.. = /1.. rpm' akan menghasilkan bubuk yang halus. -. Penggiling silinder &roller mill', merupakan penggiling yang memperkecil ukuran bahan dengan tekanan dan gesekan. Dua silinder ditempatkan sejajar dengan jarak yang sempit, menghancurkan bahan yang melewati dua silinder tersebut. silinder yang dipergunakan dapat berupa silinder halus maupun bergerigi. /. Penggiling pisau &cutter mill', merupakan penggiling yang memperkecil ukuran dengan proses pemotongan. 5asil yang didapat darii mesin ini tidak terlalu halus, tetapi dipergunakan sebagai bahan untuk memperkecil ukuran yang lain. 3. Penggiling bergeri &Burr mill', merupakan penggiling yang memperkecil ukuran dengan menggunakan tekanan putar piringan. Burr mill terdiri atas dua piringan yang keras dan bergerak berputar. Bahan yang akan diperkecil ukurannya dimasukkan diantara dua piringan. Dalam proses pengayakan, pemilihan penggunaan mesh pengayak didasarkan pada standar ayak $yler pada tabel berikut< (esh, ;o. Diameter !kuran

saringan inci > > > > / 3 ? 9 2. 23 -. -9 /1 39 ?1 2.. 21. -..

#awat, inci ..239 ..2/1 ..2.1 ...4...0. ...?1 .../? .../.../1 ...-1 ...20...2-1 ...2-....4....0....3....-? ....-2

7ktual 2..1. ..03..1-1 ../02 ..-?/ ..291 ..2/2 ...4/ ...?1 ...3? .../-9 ...-/...2?3 ...22? ....9....19 ....32 ....-4

Perkiraan 2 @ A /:9 B /:2? 2:9 /:/2:2? /:?3 2:/> 2:?3 > > > > >

Berdasarkan analisis kebutuhan seperti yang telah terpaparkan di atas, didapat bahwa mesin yang digunakan dalam proses perajangan dan penggilingan cengkeh bagi petani untuk proses pengolahan awal adalah mesin perajang dan pengayak cengkeh dengan karakteristik sebagai berikut< (erupakan mesin penggiling bahan hasil pertanian kering yang menghasilkan serpihan cengkeh yang berskala menengah ke bawah. (esin penggiling dengan sumber daya berupa motor listrik dan transmisi yang menyalurkan gaya dari motor untuk kemudian mampu mengolah cengkeh menjadi serpihan, dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan menekan penyebab kelelahan pagi petani.

Pengayakan dengan mesh yang dsesuaikan dengan kebutuhan ukuran cengkeh yang akan diproses menjadi rokok. Diharapkan dengan mesin dwiguna perajang dan pengayak cengkeh ini didapatkan suatu

upaya pembangunan sektor pertanian yang mengarah pada sistem termekanisasi, namun tetap memiliki kemudahan)kemudahan dalam pengoperasiannya. 5. P'(-'12a(-a( d'/ai( ,angkah ini dilakukan untuk melihat persyaratan produk mesin perajang dan pengayak cengkeh yang digunakan. Pada proses ini harus diintegrasikan antara persyaratan produk dan persyaratan teknis peralatan sehingga dihasilkan mesin perajang dan pengayak cengkeh yang sesuai bagi tanaman cengkeh, dan sesuai bagi petani baik secara teknis, sosial, dan ekonomi. d. P',2aika( D'/ai( Perbaikan desain dilakukan setelah penilaian terhadap rancangan mesin perajang dan pengayak cengkeh selesai, kemudin diadakan penilaian apakah rancangan tersebut memenuhi syarat bagi tanaman dan petani atau tidak. Cika belum memenuhi syarat, maka perlu diadakan perbaikan desain. '. E6a*ua/i "valuasi dilakukan untuk kembali memilih rancangan mesin perajang dan pengayak cengkeh yang paling sesuai bagi produk dan lokasi yang bersangkutan, dengan biaya paling murah, dapat digunakan di berbagai kondisi dan berbagai kalangan. Pada tahap ini alat dikritisi agar diperoleh rancangan yang paling murah dan sederhana. f. P'12ua.a( Ga12a, D'/ai( 78*u' P,i(.9 $ahap ini membuat gambar desin &blue print' atau gambar teknik dari mesin dwiguna perajang dan pengayak cengkeh. -. A*.',(a.if Ca,a P'12ua.a( 7dalah urutan pekerjaan dalam pembuatan prototipe yang paling cepat, tepat, dan murah tetapi tetap memenuhi syarat teknis dari mesin perajang dan pengayak cengkeh. ). P'12ua.a( P,3.3.i0' Pembuatan prototipe mesin perajang dan pengayak cengkeh ini direncanakan dibuat di bengkel lokal desa dengan komponen yang terdiri dari< #omponen yang dibuat di bengkel #omponen yang dibeli di pasaran umum

Bahan tersebut diharapkan diperoleh secara mudh di sekitar lingkungan bengkel lokal, dan dapat dikerjakan dengan peralatan yang telah ada. i. E6a*ua/i T',)ada0 P,3.3.i0' Sebelum diadakan evaluasi atau pemilihan prototipe, terlebih dahulu diadakan standar persyaratan teknis dari peralatan untuk mempertahankan reliabilitas dari mesin perajang dan pengayak cengkeh yang meliputi analisa komponen dan komponen standar. "valuasi terhadap prototipe dilakukan untuk melihat kesesuaian dari segi teknis, ergonomis, serta reliabilitas dari mesin yang akan dipakai.

.".

K'/i10u*a( da( Sa,a( Dalam perancangan alat mesin pertanian, perlu diperhatikan setiap aspek)aspek yang

selanjutnya dijadikan parameter untuk menentukan berhasil tidaknya suatu teknologi diterapkan di suatu daerah. 7spek)aspek penentu tersebut diantaranya adalah aspek teknis, aspek ekonomis, dan aspek sosial budaya. Perancangan mesin dwiguna perajang dan pengayak cengkeh untuk spesifikasi wilayah #alimantan $imur dengan komoditas hasil industri rokok didasari oleh kebutuhan petani akan perubahan sistem penjualan bahan baku cengkeh yang biasanya berupa cengkeh kering yang belum diolah menjadi cengkeh kering yang telah diberi perlakuan pengecilan ukuran untuk mencegah kerusakan akibat penyimpanan, serta untuk memberi nilai tambah bagi bahan baku cengkeh sekaligus menekan biaya produksi pada tahap lanjut industri rokok. 7spek geografis #alimantan $imur yang kaya akan cengkeh pun menjadi dasar perancangan mesin perajang dan pengayak ini. Dengan potensi alam yang tinggi untuk menjadi lahan investasi, #alimantan $imur membuka peluang bagi berbagai teknologi yang belum teraplikasikan dan masih berkembang. Pengembangan dan penerapan teknologi penggilingan dan pengayakan harus dilakukan secara cepat, tepat, serta didukung oleh pengawasan dan pengembangan lebih lanjut oleh instansi terkait yang ada hubungannya dengan masalah peningkatan produksi hasil pertanian agar pengembangan mesin dwiguna perajang dan pengayak cengkeh dapat berjalan secara kontinyu. Daf.a, Pu/.aka

7nonim, -.22. http<::www.iptek.net.id:ind:DmnuE9FchEjstiFidE-10 7nonim, -..1. http<::www.geocities.com:disbunGkaltim:cengkeh.htm 7nonim, -..?. http<::www.conectiHue.com:tipsGsolution:health:herbs: 7nonim, -..?. http<::www.disbun.jabar.go.id:indeI.phpDmodErekapGperkembanganGproduksi 5erwanto, $otok. -.... Modul Konsep Perancangan dan Penerapan Mesin dan Peralatan Paskapanen Pada Industri Pedesaan. !niversitas Padjadjaran< Bandung. 6usendi, Dadi, dkk. -..1. Penuntun Praktikum Mata Kuliah Teknik Penanganan Hasil Pertanian ,aboratorium $eknik Pasca Panen Curusan $eknologi Pertanian Jakultas Pertanian !niversitas Padjadjaran Bandung *ain, Sudaryanto., !jang Suhadi, Sawitri dan !lfi Hasil Pertanian. Pustaka 8iratuna, Bandung. brahim. -..1. Teknik Penanganan